Ratusan Pemuda Pancasila dan Warga Bandung Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai Cikapundung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemuda Pancasila (PP), ratusan anggota organisasi tersebut bersama masyarakat Kota Bandung menggelar aksi susur sungai dan bersih-bersih di aliran Sungai Cikapundung, tepatnya di Jalan Soekarno, pada hari Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya air di Kota Bandung, yang secara langsung melibatkan masyarakat dan aparat organisasi.

Dihadiri Pejabat dan Pimpinan Organisasi

Aksi bersih-bersih ini mendapat dukungan penuh dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

Baca juga Wali Kota Farhan Tinjau Siskamling Kebencanaan di Sukawarna: Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Sosial

Turut hadir pula Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Dian Rahadian, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, serta perwakilan dari instansi terkait lainnya seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung.

Apresiasi dari Wakil Wali Kota Bandung
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh anggota Pemuda Pancasila. Ia memuji inisiatif mereka untuk turun langsung membersihkan sungai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.

“Ini adalah bentuk solidaritas dan kecintaan kita kepada Kota Bandung dan sungai sebagai sumber air yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Erwin, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai bagi kelangsungan hidup warga kota.

Baca juga Pemkot Bandung Gerak Cepat Tanggapi Aspirasi Warga Rusunawa Cingised, Wakil Wali Kota Turun Langsung Tinjau Kondisi

Aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi dan komunitas lain untuk secara aktif terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai-sungai di Kota Bandung.

Sementara itu, Ketua MPW PP Jawa Barat, Dian Rahadian menyampaikan komitmen Pemuda Pancasila untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk dalam penanggulangan bencana.

(Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH KOTA BANDUNG Perkuat Integritas dan Kualitas Penilaian, Kota Bandung Gelar Bimtek Dewan Hakim LPTQ

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bandung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dewan Hakim LPTQ Tahun 2025 di Kamboti Sariater Bandung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi, integritas, dan profesionalisme para dewan hakim yang memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas dan keadilan pada setiap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH).

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa tugas dewan hakim membawa amanah spiritual yang besar.

“Tugas dewan hakim memerlukan ilmu, ketelitian, dan keikhlasan. Keputusan mereka bukan sekadar soal nilai, tapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Iskandar, Senin (6/10/2025).

Baca juga Wali Kota Farhan Tinjau Siskamling Kebencanaan di Sukawarna: Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Sosial

Menurutnya, Bimtek ini penting untuk memperdalam kode etik dan menjaga integritas dewan hakim, sejalan dengan visi pembangunan Kota Bandung untuk mewujudkan kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.

“Nilai keagamaan bukan hanya identitas, tapi menjadi jiwa dari setiap kebijakan pemerintah,” tambahnya.

Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan LPTQ dan Kementerian Agama dalam membentuk generasi Bandung yang Qur’ani, beriman, dan berakhlak mulia.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Ia berharap dewan hakim dapat menjadi panutan masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Di lokasi yang sama, Ketua Harian LPTQ Kota Bandung, Mimin Sutisna, menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini juga merupakan bagian dari upaya regenerasi dewan hakim.

Mengingat banyak dewan hakim senior yang telah wafat atau berhalangan, LPTQ tengah mempersiapkan generasi baru yang mumpuni.

“Kami ingin menghadirkan dewan hakim baru yang mumpuni untuk beberapa tahun ke depan. Kualitas pelaksanaan MTQ Kota Bandung bisa tetap terjaga jika dewan hakim yang bertugas adalah orang-orang yang benar-benar siap dan memahami tugas serta tanggung jawabnya,” ungkap Mimin.

Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pembekalan, yang juga membuka peluang bagi mereka untuk menjadi hakim di cabang tilawah maupun tahfidz.

Baca juga Fenomena Ketukan Pintu Misterius Resahkan Warga Desa Sukalarang Sukabumi

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Irwan Nurjaman, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar penting untuk mempertahankan prestasi Bandung sebagai juara MTQ.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan MTQ. Ini bukan hanya soal lomba, tapi juga sarana syiar Islam dan memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat,” tegas Irwan.

Ia menekankan bahwa dewan hakim memegang peran kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penilaian MTQ yang objektif dan adil“Integritas, objektivitas, dan transparansi dewan hakim sangat menentukan lahirnya generasi yang berakhlak mulia.

Karena itu, pemahaman teknis dan keterampilan mereka harus terus ditingkatkan,” tutupnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wali Kota Farhan Tinjau Siskamling Kebencanaan di Sukawarna: Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Sosial

BANDUNG,  JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melanjutkan program penguatan keamanan dan ketangguhan lingkungan dengan meninjau langsung kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Kebencanaan di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, pada Senin (6/10).

Kunjungan ini merupakan lokasi ke-11 dari rangkaian program yang bertujuan membangun kewaspadaan dini terhadap potensi bencana sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tingkat warga.
Fokus pada Mitigasi Bencana dan Pendidikan

Dalam kunjungannya yang berlangsung siang hingga sore hari, Wali Kota Farhan didampingi oleh perangkat wilayah setempat meninjau sejumlah titik strategis mitigasi.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Ia secara langsung memantau area yang berpotensi menimbulkan bencana, seperti saluran air yang tersumbat, lahan rawan longsor, dan titik genangan di beberapa RW.

“Siskamling kebencanaan ini bukan hanya soal ronda, tapi tentang menjaga Bandung agar selalu siaga. Kalau kita bisa mengenali risiko sejak dini, penanganannya akan jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Farhan, seraya memuji upaya gotong royong warga Sukawarna dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain fokus pada kesiapsiagaan lingkungan, Wali Kota juga menunjukkan perhatian pada isu sosial mendasar.

Ia menyempatkan diri mengecek kondisi anak-anak yang putus sekolah di wilayah tersebut. Farhan berdialog dengan wali anak dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memfasilitasi mereka agar bisa kembali bersekolah melalui program intervensi sosial dan pendidikan.

“Tidak boleh ada anak Bandung yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Pemerintah akan bantu fasilitasi agar mereka bisa kembali belajar,” tegasnya.

Baca juga Fenomena Ketukan Pintu Misterius Resahkan Warga Desa Sukalarang Sukabumi

Di sela kegiatan, Wali Kota juga menyerahkan bantuan sosial berupa kebutuhan dasar bagi keluarga pra-sejahtera, lansia, dan warga dengan kondisi kesehatan terbatas.

Apresiasi Kemandirian Warga: Buruan Sae dan Bandung Zero Waste
Kunjungan berlanjut ke area Buruan Sae di Sukawarna, yakni kebun pangan urban swadaya yang memanfaatkan lahan sempit.

Wali Kota Farhan mengapresiasi kreativitas warga yang berhasil menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber ketahanan pangan lokal.

“Buruan Sae ini simbol kemandirian warga. Selain membantu ketahanan pangan, juga menjaga lingkungan tetap hijau dan produktif,” katanya.

Baca juga Farhan Lantik 21 Pejabat Baru, Soroti Tantangan Berat DPKP dan RSUD

Farhan juga memantau sejumlah lahan kosong yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengolahan sampah skala lokal. Ia mendorong pemanfaatan lahan untuk titik pengelolaan sampah terpilah sebagai langkah penting mendukung program Bandung Zero Waste.

“Kalau di setiap kelurahan ada titik pengolahan sampah sederhana, volume sampah ke TPA bisa jauh berkurang. Kita ubah sampah jadi sumber daya, bukan sekadar masalah,” tutur Farhan.

Integrasi Siskamling dengan ‘Laci RW’
Untuk memastikan Siskamling Kebencanaan berjalan efektif, Wali Kota Farhan menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur—antara RW, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, karang taruna, dan relawan lingkungan.

Baca juga Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik, Ombudsman Aceh Jalin Sinergi Erat dengan KPK Upaya Pencegahan Korupsi dan Malaadministrasi di “Tanah Rencong”

Program ini diintegrasikan dengan sistem “Laci RW,” yakni basis data terpadu yang berisi peta risiko, daftar warga, jadwal piket lingkungan, serta kontak darurat.

Dengan sistem ini, setiap RW diharapkan dapat bertindak cepat jika terjadi peristiwa mendesak.

“Bandung punya modal sosial yang luar biasa. Kalau seluruh RW aktif seperti di Sukawarna, kita punya ribuan titik siaga bencana yang hidup. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi tentang rasa tanggung jawab bersama menjaga kota,” pungkasnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Farhan Lantik 21 Pejabat Baru, Soroti Tantangan Berat DPKP dan RSUD

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Sebanyak 21 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kota Bandung resmi dilantik hari ini.

Pelantikan yang dipimpin oleh Walikota Bandung, Mochamad Farhan bertujuan untuk memperkuat birokrasi dan akselerasi program kerja daerah, khususnya di sektor vital seperti perumahan dan kesehatan.

Dalam sambutannya, Farhan memberikan perhatian khusus pada tantangan besar yang menanti di dua lembaga, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta RSUD Bandung Kiwari.

“Terpaling berat itu DPKP, karena harus melanjutkan penataan daerah kumuh sekaligus implementasi kebijakan pemerataan tiga juta rumah untuk rakyat dari pemerintah pusat,” jelas Farhan.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Ia menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik harus siap menghadapi tekanan kerja dan memastikan program strategis pemerintah berjalan efektif.
Daftar Pejabat yang Dilantik

Pelantikan ini mencakup Direktur Rumah Sakit dan Kepala Dinas, serta sejumlah Sekretaris Dinas yang memegang peran kunci dalam operasional sehari-hari.

Berikut adalah daftar pejabat yang dilantik:

  1.  Arif Budiman Dir RS Bdg Kiwari
  2. Luthfi Firdaus, S.T,M.Si.Kadis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
  3. Usa Supriatma Sekdis DPKP
  4. Eko Rotari Lukito Dir RSKGM
  5. Nasrulloah – Kabag Kesra
  6. Agus Hidayat sekdis Baperida
  7. Medi Mahendra Sekdis DPPKB
  8.  Judi Hernawan Sekdis Pus Arsi
  9.  Moch Rosid sekdis Ciptabintar
  10.  Ira Dewi Gani Sekdis Kesehatan
  11. Mahyudin Sekdiskominfo
  12. Sofyan Hernadi sekdis DP3A
  13.  Dadang setiawan Sekdis DLH
  14. Kurniawan Yusuf Sekdis Damkar
  15. Hendi Maulana Yusuf Sekdispora
  16.  Mas Yusuf Hidayat Sekdis DPMPTSP
  17. Dani Nurahman Sekdis Dik
  18. Siti Mulyani Sekdis Hub
  19. Dian Rudiyanto Sekdis BPPD
  20.  Nana Tursino Wakil Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD Bandung Kiwari
  21. Wawan Wakil Direktur Umum, Kepegawaian, dan Keuangan pada RSUD Bandung Kiwari

Farhan berharap, dengan komposisi pejabat yang baru, semua program pelayanan publik dan pembangunan di Kota Bandung dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

(Red)

 

Fenomena Ketukan Pintu Misterius Resahkan Warga Desa Sukalarang Sukabumi

Sukabumi, JURNAL TIPIKOR – Warga Desa Sukalarang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi dilingkupi rasa cemas dan ketakutan menyusul fenomena aneh yang terjadi berulang kali: ketukan misterius di pintu rumah mereka setiap menjelang malam.

Kejadian ini telah terjadi sebulan lamanya sehingga menciptakan suasana mencekam di lingkungan desa tersebut.
Rasa was-was dan takut kini menjadi teman sehari-hari warga, terutama ketika malam tiba.

Salah seorang warga yang merasakan dampak langsung dari fenomena ini, sebut saja Bu Ebah (nama samaran), menceritakan kecemasannya kepada Jurnal Tipikor melalui sambungan telepon seluler pada Senin (6/10) pagi.

“Perasaan yang diselimuti rasa takut dan was-was itu selalu datang ketika malam tiba,” ungkap Bu Ebah.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Saat dihubungi, Bu Ebah mengaku belum melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian. Ia berharap, dengan menyampaikan kisahnya kepada media, keluhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat.

“Saya menghubungi pihak Jurnal Tipikor dengan harapan dapat dinaikkan beritanya, sehingga bisa tersampaikan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Bahkan, saat wawancara berlangsung, Bu Ebah mengaku baru saja mendengar kembali suara ketukan di pintunya. “Saat ini pun, saya bersama anak saya yang kecil dirundung rasa takut karena baru saja mendengar ada yang ketuk pintu, sedang suami sedang kerja tugas malam,” tuturnya cemas.

Bac juga BPKP Soroti Tolak Ukur Keberhasilan Kepala Daerah, Sebut IKKD Kemendagri Jadi Instrumen Kunci

Bu Ebah, yang mewakili keresahan masyarakat Desa Sukalarang, sangat berharap agar keluhan ini segera direspons.

“Harapannya, semoga keluhan saya yang mewakili warga masyarakat Desa Sukalarang dapat tersampaikan kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Sukalarang, agar segera datang ke kampung kami agar masyarakat bisa kembali ada rasa aman dan tenteram,” pungkasnya.

Warga Sukalarang kini menantikan kehadiran aparat kepolisian untuk menyelidiki penomena ini dan mengembalikan rasa aman serta ketenangan di desa mereka.
(Redaksi/JT)

Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kota Bandung kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota kreatif dan kota musik melalui acara Bandung Musik Journey: East Pride 2025 di Teras Sunda Cibiru, pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Acara ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan juga bagian penting dari pra-event menuju Asia Africa Youth Forum (AAYF) 2025, sebuah forum pemuda internasional yang mengusung semangat solidaritas dan kolaborasi lintas negara.

Semangat Suara, Nada, dan Karya
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menuturkan bahwa acara ini merupakan perwujudan dari semangat Bandung sebagai kota yang hidup oleh suara, nada, dan karya. Ia menekankan peran musik sebagai bahasa universal.

“Musik bukan hanya hiburan, tapi bahasa universal yang menyatukan kita semua. Lewat Bandung Musik Journey, kita ingin menunjukkan bahwa Bandung terbuka bagi talenta muda dan siap menjadi destinasi kreatif dunia,” ujar Erwin saat hadir di lokasi.

Baca juga Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Merayakan Episentrum Kreativitas Bandung Timur

Tahun ini, tema East Pride diangkat secara khusus untuk merayakan kawasan Bandung Timur sebagai episentrum kreativitas yang kaya akan sejarah, komunitas, dan kolaborasi seni.
Ketua Panitia Bandung Musik Journey, Iman Rahman Anggawiria Kusumah, menjelaskan latar belakang pemilihan tema ini.

“Bandung Timur menyimpan banyak cerita. Dari legenda Sangkuriang, jejak Kerajaan Kendan, hingga semangat musik independen yang menembus panggung internasional. Inilah alasan kami mengangkat East Pride sebagai tema utama tahun ini,” jelasnya.

East Pride juga menjadi bagian kelima dari seri film dokumenter Bandung Music Journey yang mengangkat berbagai kawasan kota Bandung sebagai destinasi musik dan budaya, menyusul seri sebelumnya: West Pride, Central Pride, North Pride, dan South Pride.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Kolaborasi sebagai Kunci Destinasi Kelas Dunia

Semangat utama dari Bandung Musik Journey adalah kolaborasi. Pemerintah, komunitas, seniman, pelaku industri kreatif, dan masyarakat didorong untuk bersinergi membangun masa depan Bandung sebagai kota budaya dan destinasi kelas dunia.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi. Bandung adalah milik kita semua. Mari jadikan kota ini sebagai panggung bagi talenta muda untuk bersinar, dan sebagai rumah yang ramah bagi kreativitas,” ajak Erwin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menambahkan bahwa musik dan budaya telah menjadi kekuatan utama dalam membangun destinasi wisata Bandung.

“Bandung dari dulu hingga kini selalu jadi tempat lahirnya gerakan musik dan budaya yang berpengaruh. Dari pop kreatif, musik underground, hingga komunitas pemuda yang menyuarakan perubahan,” ujarnya.

“Melalui tema Bandung Bersuara: Destinasi Berkembang, kami ingin mengembangkan kawasan timur Bandung dengan cara yang inklusif, melibatkan komunitas, pelaku kreatif, hingga masyarakat lokal,” tutup Adi.

( Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)

BPKP Soroti Tolak Ukur Keberhasilan Kepala Daerah, Sebut IKKD Kemendagri Jadi Instrumen Kunci

Bandung, Jurnal Tipikor – Ketua Umum Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP), A. Tarmizi, menyoroti kompleksitas dalam mengukur keberhasilan seorang Kepala Daerah dalam memimpin wilayahnya.

Menurutnya, penilaian keberhasilan tersebut bersifat multidimensi dan tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek tunggal.

Hal ini disampaikan Tarmizi kepada Jurnal Tipikor pada hari Minggu (5/10), menekankan bahwa di Indonesia, instrumen resmi yang digunakan oleh Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk menilai kepemimpinan daerah adalah melalui Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD).

“Kepala daerah yang berhasil adalah mereka yang mampu menerjemahkan kewenangan otonomi daerah menjadi peningkatan kesejahteraan rakyat yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Tarmizi, “didukung oleh tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan inovatif.”

Baca juga Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Tiga Pilar Utama Tolak Ukur Keberhasilan

Tarmizi merinci bahwa secara umum, keberhasilan kepemimpinan Kepala Daerah dapat diukur melalui tiga pilar utama yang saling terkait:

1. Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Aspek ini fokus pada hasil nyata tata kelola pemerintahan dan diukur melalui indikator-indikator krusial:

  • Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: Tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan daya beli, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
  • Kinerja Fiskal Daerah: Dinilai dari kemampuan daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efektivitas belanja anggaran, dan rasio otonomi fiskal.
  • Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance): Meliputi kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, dan upaya pencegahan korupsi.
  • Realisasi RPJMD: Pencapaian visi, misi, dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

2. Kepemimpinan Kepala Daerah

Pilar ini menilai kualitas personal dalam menggerakkan pemerintahan dan masyarakat:

  • Inovasi Daerah: Kemampuan Kepala Daerah menciptakan terobosan dalam pelayanan publik dan tata kelola.
  • Kemampuan Mengambil Kebijakan: Keputusan yang efektif, berani, dan berorientasi pada kepentingan publik, termasuk dalam mengalokasikan anggaran untuk subsidi atau bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran.
  • Integritas dan Moralitas: Kualitas moral dan etika dalam menjalankan tugas, termasuk pencegahan konflik kepentingan dan praktik korupsi.
  • Partisipasi Masyarakat: Kemampuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan dan pengambilan keputusan.

Baca juga Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan Dukung Penuh Pembukaan STQ ke-IX Desa Buluh Manis

3. Stabilitas dan Keamanan

Keberhasilan kepemimpinan juga tercermin dari kondisi makro daerah:

  • Stabilitas Politik dan Keamanan: Daerah yang aman, tertib, dan minim konflik adalah indikasi kepemimpinan yang berhasil menjaga persatuan.
  • Kondusifitas Investasi: Kemampuan menciptakan iklim usaha yang menarik bagi investasi, yang berujung pada penciptaan lapangan kerja dan pergerakan ekonomi.

Tarmizi menambahkan bahwa IKKD Kemendagri sendiri, yang merupakan instrumen formal, mencakup dua variabel utama: Kinerja Pemerintah Daerah dan Kepemimpinan Kepala Daerah, dengan beragam indikator turunan untuk menghasilkan penilaian yang komprehensif dan objektif.

(Her)

Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bertempat di Makodim 0607/Kota Sukabumi, Jalan R.A. Kosasih, Ngaweng, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah dilaksanakan Upacara HUT TNI ke-80 th.2025 Minggu (05/10/2025).

Selaku Inspektur Upacara Letkol Czi Indra Gunawan,S.T.,M. Komandan Kodim 0607/ Kota Sukabumi
Komandan Upacara Kapten Inf Ahmad Amin.S.Pd.I Danramil 0607-01/ Sukaraja,Pengucap Saptamarga Serda Rinto Bakodim
Dalam Sambutannya Irup Membacakan Amanat Panglima TNI.

Dalam upacara tersebut diberikan penghargaan Satya lencana Ekapaksi kepada Perwakilan Anggota Babinsa Serma Rusman Gani Koramil 0607-08/ Cikembar.

Usai pelaksanaan Upacara, Dandim 0607/Kota Sukabumi melakukan potong tumpeng didampingi Ketua Persit KCK Cab.XVII, Ny. Alia Indra Gunawan. Tumpeng diberikan kepada Anggota yang Purna tugas (pensiun) yaitu Sertu Anwar Basuni yang bertugas sebagai Babinsa Koramil 0607-09/Cisaat.

Kepada Awak Media, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi. Indra Gunawan S.T., M.M., menuturkan, bahwa temanya sudah jelas disampaikan oleh Bapak Panglima TNI menyampaikan tema HUT ke-80 TNI “TNI Prima, TNI Rakyat, TNI Indonesia Maju”.

”Setelah saya sampaikan, amanat yang disampaikan oleh Bapak Panglima TNI, bahwa TNI itu TNI Rakyat. Khususnya kita mengemban tugas, yaitu dimana TNI dilahirkan oleh Rakyat dan Untuk Rakyat. Intinya, segala sesuatu yang disampaikan atau kita aplikasikan dalam ketentaraan ini. Kita bantu untuk masyarakat yang lebih membutuhkan,” terangnya.

Baca juga Pemkot Bandung Integrasikan “Segitiga Program” Unggulan: Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat untuk Solusi Holistik Persoalan Kota

TNI Prima itu, kata Dandim 0607/Kota Sukabumi yaitu TNI bisa mengemban tugas sesuai dengan norma-norma dalam TNI. Dan, keterlibatan TNI untuk masyarakat, untuk membantu kejayaan rakyat Indonesia.

Dandim pun menyampaikan harapan dari para anggota TNI, ”Kita junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan aplikasikan ideologi kita, ideologi Pancasila di lingkungan masyarakat dan sekitarnya,” imbaunya.

Tak lupa, Dandim juga berpesan untuk masyarakat, supaya masyarakat tidak boleh sungkan, ”TNI adalah Satuan yang tegas, bukan satuan yang menakutkan. Karena TNI berdiri atau lahir dari rakyat, untuk rakyat. Makanya untuk masyarakat, monggo silahkan terbuka, TNI untuk rakyat,” pesan Letkol Indra.

”Kami siap membantu masyarakat lemah atau masyarakat membutuhkan, semampu kami. Sebagai anggota TNI, untuk bisa membantu bapak-bapak dan ibu-ibu masyarakat semuanya,” pungkasnya

( Pendim 0607).

Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan Dukung Penuh Pembukaan STQ ke-IX Desa Buluh Manis

Bathin Solapan, JURNAL TIPIKOR – Masyarakat Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, menyambut hari yang istimewa dengan penuh kegembiraan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Penjabat (Pj) Kepala Desa Buluh Manis, Samsul, secara resmi membuka perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat desa yang ke-IX di Aula Desa Buluh Manis.

Mengangkat tema inspiratif, “Generasi Muda Al-Qur’an di Desa Buluh Manis”, acara ini mendapat dukungan dan perhatian langsung dari jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian setempat, menunjukkan komitmen kuat terhadap pembinaan keagamaan di tingkat desa.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, bersama Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusdy, S.STP., M.Si., menjadi penanda dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Bathin Solapan. Turut hadir pula perwakilan dari Koramil Mandau, Polsek Mandau yang diwakili oleh Bripka Agus Rizal, serta mantan kepala desa Legimun.

Dalam suasana khidmat dan gembira, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Azhar M,AG. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara tilawah Al-Qur’an yang memukau.

Melahirkan Generasi Muda Berakhlak Mulia

Sebanyak 39 peserta kafilah STQ dari berbagai RW/RT di Desa Buluh Manis siap berkompetisi dalam ajang ini. Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para peserta dan seluruh tamu kehormatan.

Pj. Desa Buluh Manis, Samsul, berharap kegiatan STQ ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berperan strategis. “Kami berharap ajang ini dapat mencari dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman yang luas terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an,” ujarnya.

Baca juga Camat Bathin Solapan, Kapolsek, dan Koramil Hadiri Pelantikan Peserta STQ Desa Air Kulim

Acara penting ini turut dihadiri oleh Sekdes Buluh Manis Marawen, Kepala KUA Suryanto, Ketua LPTQ Suardi, Ketua BPD Desa Buluh Manis Musriyanto, serta berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk tokoh agama, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan pengurus LPTQ.
(Irwansyah)

Wali Kota Bandung Apresiasi Relawan FPRB, Dorong Sinergi untuk Kota Tangguh Bencana

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung atas komitmen mereka dalam upaya mitigasi bencana.

Apresiasi ini disampaikan Farhan dalam kegiatan Musyawarah Daerah ke-II FPRB Kota Bandung di Aula Kwarcab Kota Bandung, Sabtu (4/10).

Farhan menekankan pentingnya peran relawan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kota Bandung yang tangguh terhadap bencana.

“Sebagai salah satu kelompok relawan yang punya semangat dan komitmen tinggi, saya berharap mereka bisa menjadi mitra strategis BPBD Kota Bandung dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana. Kita ingin Bandung menjadi kota yang tangguh terhadap bencana,” ujar Farhan.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Prioritas Utama: Kesiapsiagaan dan Nol Korban Jiwa

Wali Kota Farhan menuturkan bahwa kunci utama dalam penanganan bencana adalah kesiapsiagaan masyarakat untuk memastikan tidak adanya korban jiwa.

Menurutnya, dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, penanganan bencana akan berjalan lebih efektif.

“Kalau pun bencana terjadi, kita harus pastikan masyarakat sudah tangguh dan penanganannya bisa dilakukan secara cepat. Tujuan kita adalah tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Sebagai bentuk komitmen Pemkot Bandung, Wali Kota Farhan bersama OPD dan DPRD Kota Bandung dalam dua minggu terakhir rutin melaksanakan kegiatan Siskamling Siaga Bencana.

Kegiatan ini melibatkan kunjungan langsung ke tiap kelurahan untuk memverifikasi kesiapan warga dan melakukan pemetaan risiko bencana di setiap wilayah, mencakup bencana alam maupun non-alam.

“Saya datang langsung ke kelurahan-kelurahan untuk memastikan bahwa di setiap wilayah sudah ada upaya mitigasi risiko. Kita perlu tahu potensi bahaya di wilayah pemukiman, dan memastikan masyarakat tahu harus bagaimana kalau bencana terjadi,” jelas Farhan.

FPRB Siap Berkolaborasi dan Edukasi Masyarakat

Menanggapi harapan tersebut, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung, Trio Meirdiano, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“FPRB siap berkolaborasi dengan pemerintah dan terjun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana. Kita ingin setiap warga punya pengetahuan dasar dan siap siaga di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Trio.

Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota, relawan FPRB, dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Bandung diharapkan akan menjadi kota yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)