Uang Rakyat Digasak, Jerat Korupsi Lombok Barat Makin Terkuak: KPK Periksa Eks Pj Sekda dan Lima Saksi Kunci!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperlebar lingkaran investigasi kasus rasuah yang mencoreng tatanan birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat. Hari ini, lembaga antirasuah secara tegas memanggil mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat berinisial AS bersama lima saksi kunci lainnya untuk diperiksa secara intensif.

Langkah proaktif ini diambil guna membongkar tuntas aliran dana haram yang menyeret nama Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), yang sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Juli 2026 lalu.

Aliran Dana Belasan Miliar dan Gurita Konflik Kepentingan

Skandal korupsi ini bermula dari operasi senyap KPK pada 20 Juli 2026. Tak butuh waktu lama bagi penyidik untuk menetapkan status tersangka kepada sang bupati nonaktif bersama Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Sudirman, serta Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani.

Berdasarkan temuan penyidik, praktik lancung ini tidak main-main. Lalu Ahmad Zaini diduga kuat meraup total uang hingga Rp12,4 miliar dari berbagai modus operandi busuk, yang meliputi:

  • Rp10,8 miliar dari konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Rp1,6 miliar dalam bentuk suap usai PT Meconel Sistim Instrument keluar sebagai pemenang proyek di lingkungan Pemkab Lombok Barat.

Selain itu, dalam pengembangan penyidikan sebelumnya, KPK bahkan telah mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp9,06 miliar yang menjadi saksi bisu atas kerakusan di balik meja kekuasaan daerah.

Baca juga TERGIUR JANJI MANIS MOSKOW: Mantan Sopir Taksi Asal Jakarta Tewas Jadi “Umpan Meriam” di Garis Depan Ukraina

Pemeriksaan Maraton di NTB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap para saksi krusial ini dipusatkan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun daftar lima saksi lain yang dipanggil untuk dimintai keterangan melingkupi unsur swasta hingga birokrat daerah, yaitu:

  1. T — Direktur CV Dyas Karya Konstruksi
  2. MAA — Pegawai CV Dyas Karya Konstruksi
  3. J — Pegawai CV Dyas Karya Konstruksi
  4. MR — Aparatur Sipil Negara (diduga Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram)
  5. J — ASN / mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDHM) Lombok Barat

Pemanggilan para pejabat dan pihak swasta ini diyakini menjadi kunci pembuka kotak Pandora untuk menyeret pihak-pihak lain yang turut menikmati atau memuluskan praktik kotor pengadaan barang dan jasa di Lombok Barat. KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu, demi mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampok oleh para pengambil kebijakan yang abdi pada kepentingan pribadi.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyidikan kasus ini dapat dipantau langsung melalui kanal resmi Komisi Pemberantasan Korupsi.

(Red)

TERGIUR JANJI MANIS MOSKOW: Mantan Sopir Taksi Asal Jakarta Tewas Jadi “Umpan Meriam” di Garis Depan Ukraina

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Mimpi mendapatkan kestabilan finansial instan di luar negeri berujung pada tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa. Taufiq Muhammad (48), seorang warga negara Indonesia kelahiran Sorong yang pernah berkarier di Amerika Serikat dan fasih berbahasa Inggris, dilaporkan tewas di garis depan Donbas, Ukraina. Tragisnya, ia tewas seketika pada kontak tembak pertama setelah terjebak dalam modus operandi sindikat tentara bayaran Rusia.

Berdasarkan laporan Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (DIU), Taufiq—yang sebelumnya pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta, mengelola perusahaan pertanian di Surabaya, serta fasih berbahasa asing—sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya tengah masuk ke dalam perangkap maut.

Rekrutmen bermula ketika agen Rusia menemukan resume lamarannya di sebuah situs lowongan kerja internasional dan menjanjikan imbalan uang dalam jumlah besar. Tergiur oleh janji pekerjaan fiktif tersebut, korban menandatangani kontrak satu tahun di Korolyov pada April 2026.

Baca juga GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

Alih-alih mendapatkan pekerjaan yang layak, Taufiq justru digiring langsung ke pusat latihan di Voronezh. Hanya berselang sepuluh hari pelatihan kilat, ia langsung diterjunkan ke zona pendudukan sementara di Donetsk sebagai infanteri garis depan tanpa persiapan tempur yang memadai. Nyawanya melayang seketika dalam kontak tembak pertama di dekat kawasan Zelena Dolyna, saat pasukan Moskow mencoba merangsek maju ke arah Novoselivka dan Drobysheve.

“Badan Intelijen Pertahanan Ukraina telah mengidentifikasi seorang tentara bayaran asing lainnya yang bertempur bersama pasukan pendudukan Rusia dan tewas di Ukraina — warga negara Indonesia bernama Taufiq Muhammad yang lahir pada 22 Mei 1978 di kota Sorong,” tegas pernyataan resmi DIU.

Modus Operandi: Jebakan Lowongan Kerja dan Infanteri Sekali Pakai

Kasus yang menimpa Taufiq membuka mata publik terhadap sisi gelap skema perekrutan internasional yang dijalankan Moskow. Sindikat ini secara sistematis memanfaatkan situs lowongan kerja komersial untuk menjaring warga sipil asing yang tengah mencari penghidupan lebih baik.

Intelijen Ukraina menegaskan bahwa WNI tersebut hanyalah korban kesekian dari penipuan tenaga tempur asing. Para korban umumnya tidak pernah mendapatkan informasi transparan mengenai risiko penugasan di zona konflik berintensitas tinggi. Di medan perang, mereka diperlakukan layaknya “umpan meriam” atau infanteri sekali pakai yang dikorbankan demi kepentingan militer tanpa perlindungan yang layak.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus peringatan genting bagi masyarakat luas agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran kerja luar negeri berupah fantastis yang minim kejelasan legalitas. Di balik iklan lowongan kerja internasional yang tampak menggiurkan, tersimpan ancaman maut yang siap merenggut nyawa dalam sekejap.

Catatan Redaksi: Pemerintah dan berbagai lembaga terkait terus mengimbau WNI di dalam maupun luar negeri untuk selalu memverifikasi legalitas setiap tawaran pekerjaan lintas negara guna menghindari jerat sindikat ilegal internasional.

(Red)

GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Keputusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka memicu hantaman politik-hukum paling mematikan bagi pemerintahan saat ini. Lewat Putusan Kasasi Nomor 742.K/TUN/2026, MA mengabulkan seluruh gugatan penggugat dan membatalkan keputusan Kemendikdasmen serta putusan PTUN Jakarta. Legitimasi adminstratif sang Wakil Presiden kini berada di ambang tanduk.

Langkah MA “mengadili sendiri” perkara ini di bawah Majelis Hakim yang diketuai Prof. Yulius bagaikan pukulan telak yang merubuhkan benteng pertahanan administrasi Gibran. Pembatalan suket tersebut secara substansial mengonfirmasi kejanggalan dokumen dasar yang selama ini dipakai untuk memenuhi syarat pencalonan dalam Pemilu.

MK Sebut Tak Ada Bukti Ijazah, MA Batalkan Penyetaraan: Dualisme Kunci Penjaga Konsitusi

Kondisi makin panas setelah menilik kembali pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan PHPU Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Dalam persidangan tersebut, MK secara tegas menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah/sertifikat dari luar negeri yang bisa disetarakan dengan jenjang SMA/sederajat sesuai Pasal 169 huruf r UU Pemilu.

Meski MK berdalih tak bisa mendiskualifikasi Gibran karena statusnya “bukan lagi calon” pasca-pelantikan 20 Oktober 2024, pintu pemakzulan dan pertanyaan besar soal keabsahan syarat UUD 1945 kini terbuka lebar. MK secara tersirat melemparkan bola panas ini kepada lembaga yang memiliki kewenangan menilai keabsahan syarat konstitusional.

Baca juga Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Narasi Menohok: “Wapres Tanpa Alas Hukum Penyetaraan Ijazah”

Rangkaian putusan hukum ini melahirkan paradoks terbesar dalam sejarah politik modern Indonesia: seorang Wakil Presiden menjabat tanpa didukung oleh surat penyetaraan ijazah yang sah secara hukum, sementara ijazah fisiknya sendiri gagal dibuktikan di persidangan MK.

“Ini bukan lagi sekadar polemik kelengkapan berkas administrasi, melainkan krisis legitimasi moral dan hukum di tingkat tertinggi puncak kekuasaan. Ketika ijazah luar negeri tak dapat dibuktikan di MK dan suket penyetaraannya resmi dibatalkan oleh MA, atas dasar hukum apa syarat dasar pencalonan itu berdiri?”

Konferensi pers yang digelar Mahkamah Agung pada Senin (2/11/2026) pukul 11.00 WIB menjadi panggung penghakiman publik atas ketegasan penegakan hukum di tanah air. Publik kini menanti: apakah hukum akan bertekuk lutut di hadapan kekuasaan, ataukah supremasi hukum bakal meruntuhkan kekuasaan yang berdiri di atas landasan administratif yang cacat?

(Azi)

Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Langkah ini diambil menyusul kritik publik atas dampak penggeledahan terhadap para santri dalam penyidikan kasus perusakan warung makan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan pihaknya terbuka terhadap segala masukan dan kritik publik untuk mengevaluasi tindakan di lapangan.

“Kami memandangnya sebagai bahan perbaikan dan evaluasi. Pendalaman tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tahapan tindakan kepolisian dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Isir di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Baca juga RAKUS KORPORASI HANGUSKAN KALIMANTAN: WALHI TUNTUT BARESKRIM BUKA IDENTITAS 20 KORPORASI TERSANGKA KARHUTLA DAN PENGUSAHA DIBALIKNYA!

Penggeledahan tersebut merupakan rangkaian pengembangan penyidikan atas kasus perusakan dan pembakaran warung makan yang terjadi pada 12 September 2026 lalu. Polisi sebelumnya telah mengamankan seorang tersangka berinisial S dan kini tengah memburu pihak lain berinisial I.

Dalam pelaksanaannya, Polda Jateng melibatkan Polwan serta berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sukoharjo.

Usai penggeledahan, para santri langsung dipulangkan kepada orang tua masing-masing, sementara sebagian barang yang disita telah dikembalikan melalui kuasa hukum.

Sebagai bentuk cooling down, kepolisian juga telah membangun komunikasi intensif dengan tokoh agama setempat serta pengurus Ponpes Al-Mukmin Ngruki.

Isir menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara profesional tanpa maksud memberikan stigma negatif terhadap lembaga pendidikan Islam.

“Polri menghormati pesantren sebagai lembaga yang membina akhlak dan keilmuan umat. Penegakan hukum tersebut tentu bukan untuk memberikan stigma,” tegasnya.

(Red)

Bandung Siap Jadi Medan Laga! 13 Cabor Porprov XV Jabar 2026 Siap Guncang Kota Kembang

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kota Bandung tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri. Sebagai tuan rumah pendukung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, Kota Kembang siap menjadi panggung pembuktian taji para atlet terbaik se-Jawa Barat. Sebanyak 13 cabang olahraga (cabor) bergengsi akan memanaskan berbagai sudut kota sepanjang bulan November 2026.

Mulai dari gelanggang legendaris hingga ruang publik yang ikonik, Bandung telah bersolek total. Fasilitas olahraga unggulan seperti Sport Jabar Arcamanik, Lapangan Softball Lodaya, GOR Pajajaran, GOR Bandung, hingga Taman Sejarah disulap menjadi arena pertarungan gengsi dan prestasi antar-kontingen kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

“Porprov XV Jabar 2026 bukan sekadar agenda kompetisi berkala. Ini adalah pembuktian dominasi, kematangan fasilitas, dan komitmen Bandung dalam melahirkan jawara olahraga Jawa Barat,” ujar perwakilan Humas Kota Bandung.

Baca juga RAKUS KORPORASI HANGUSKAN KALIMANTAN: WALHI TUNTUT BARESKRIM BUKA IDENTITAS 20 KORPORASI TERSANGKA KARHUTLA DAN PENGUSAHA DIBALIKNYA!

Perang Bintang di 13 Cabor: Jadwal & Arena Pertandingan

Pertandingan maraton yang menguji stamina dan mental ini akan berlangsung mulai 31 Oktober hingga 19 November 2026. Berikut dipaparkan peta persaingan dan jadwal laga ke-13 cabor di Kota Bandung dan sekitarnya:

Cabang Olahraga (Cabor) Tanggal Penyelenggaraan Venue / Lokasi Pertandingan
Savate 31 Oktober – 1 November 2026 GOR Bandung
Xiangqi 31 Oktober – 1 November 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa
Soft Tenis 1 – 7 November 2026 Lapangan Tenis Maluku
Kabaddi 4 – 8 November 2026 GOR Pajajaran
Bisbol (Baseball) 6 – 9 November 2026 Sport Jabar Arcamanik
Woodball 8 – 12 November 2026 Stadion Sepak Bola & Driving Range Golf UPI
Sofbol (Softball) 10 – 18 November 2026 Lapangan Softball Lodaya
Tenis Lapang 10 – 19 November 2026 Lapangan Tenis Caringin
Pickleball 12 – 15 November 2026 Lapangan Padel Plus
Lari Trail 14 – 15 November 2026 Kawasan Kiara Payung
Domino 14 – 15 November 2026 Taman Sejarah
Mini Soccer 15 – 17 November 2026 Mini Soccer Queen
Teqball 17 – 18 November 2026 GOR Trilomba Juang

Persaingan Sengit Antar-Daerah

Antusiasme kontingen daerah terpancar jelas dari ketatnya partisipasi. Pada cabor Tenis Lapang, pertarungan sengit dipastikan terjadi dengan hadirnya atlet-atlet perwakilan dari 12 kabupaten dan 7 kota. Tak kalah membara, cabor Pickleball diserbu oleh kontingen dari 15 kabupaten dan 9 kota yang siap memperebutkan supremasi tertinggi.

Penyelenggaraan Porprov XV Jabar 2026 di Kota Bandung diharapkan tidak hanya membakar semangat sportivitas dan menggelorakan sport tourism lokal, tetapi juga menjadi fondasi kokoh bagi pembinaan atlet masa depan Jawa Barat menuju pentas nasional hingga internasional.

Kota Bandung memanggil seluruh warga dan pecinta olahraga untuk hadir, memberikan dukungan langsung, dan menjadi saksi sejarah terciptanya para juara baru!

Sumber : Humas Pemkot Bandung

Editor : Azi

RAKUS KORPORASI HANGUSKAN KALIMANTAN: WALHI TUNTUT BARESKRIM BUKA IDENTITAS 20 KORPORASI TERSANGKA KARHUTLA DAN PENGUSAHA DIBALIKNYA!

PONTIANAK, JURNAL TIPIKOR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang dan melalap ruang hidup rakyat, namun penegakan hukum dinilai masih menyisakan tabir gelap dan ketidakadilan yang nyata. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Region Kalimantan mendesak Bareskrim Polri untuk secara transparan mengumumkan kepada publik identitas 20 korporasi yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus karhutla.

Langkah pengumuman transparan ini krusial agar hukum tidak lagi terkesan “tajam ke bawah, tumpul ke atas”—yang selalu menyasar peladang tradisional dan masyarakat kecil, sementara nakhoda bisnis korporasi skala besar melenggang bebas dari jerat hukum.

Berdasarkan data Bareskrim Polri, saat ini terdapat 104 Laporan Polisi (LP) terkait karhutla dengan kehancuran mencapai 29.168,78 hektare lahan di wilayah konsesi perusahaan. Selain 20 korporasi tersangka, WALHI juga menuntut pemerintah membuka secara gamblang 23 perusahaan yang telah direkomendasikan untuk dicabut izin usahanya. WALHI menegaskan bahwa penindakan tidak boleh berhenti pada papan nama perusahaan, tetapi harus menjerat hingga jajaran direksi serta pemilik manfaat akhir (beneficial owner).

Baca juga Dugaan Kesewenang-wenangan di Pondok Pesantren: Komnas HAM Turun Tangan, Desak Propam dan Kompolnas USUT TUNTAS Penggeledahan Tanpa Prosedur!

Suara dari Daerah: Putus Rantai Imunitas Korporasi

Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Barat, Sri Hartini, menegaskan pentingnya sanksi hukum tanpa kompromi terhadap kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh pemegang konsesi.

“WALHI Kalbar mendesak Bareskrim Polri, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup tidak sekadar menerapkan pasal pidana formal. Harus ada tindakan tegas berupa pembekuan hingga pencabutan izin usaha bagi korporasi yang terbukti lalai maupun sengaja membakar lahan konsesinya,” ujar Sri Hartini di Pontianak, Minggu (1/11).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Tengah, Janang Firman Palanungkai, menyoroti tajam ketimpangan hukum yang selama ini dialami oleh masyarakat adat dan peladang lokal di lapangan.

“Jangan sampai Polri tegas ke peladang, tetapi lemah ke korporasi. Publik punya hak mengetahui siapa saja nama korporasi yang terlibat dan di mana lokasi beroperasinya,” tegas Janang.

Tuntutan Penegakan Hukum & Tanggung Jawab Mutlak

WALHI Region Kalimantan mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengeksekusi langkah-langkah berikut:

  1. Transparansi Publik: Bareskrim Polri wajib mengumumkan daftar nama 20 korporasi tersangka karhutla beserta lokasi konsesinya, serta 23 perusahaan yang direkomendasikan cabut izin.
  2. Jerat Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Penegakan hukum pidana tidak hanya menyasar manajemen lapangan, tetapi menjerat jajaran direksi hingga pemilik modal utama di balik korporasi tersebut.
  3. Sanksi Administratif Maksimal: Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup harus mencabut izin usaha korporasi yang terlibat secara permanen.
  4. Pemulihan Ekosistem & Ganti Rugi Warga: Korporasi wajib memulihkan ekosistem gambut dan hutan yang rusak serta menanggung seluruh ganti rugi atas dampak kesehatan, ekonomi, dan sosial yang dialami warga akibat paparan asap karhutla.

Narahubung Media:

Dugaan Kesewenang-wenangan di Pondok Pesantren: Komnas HAM Turun Tangan, Desak Propam dan Kompolnas USUT TUNTAS Penggeledahan Tanpa Prosedur!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Komnas HAM secara tegas menyoroti dugaan pelanggaran prosedur dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat kepolisian saat menggelar penggeledahan di pondok pesantren wilayah Sukoharjo dan Karanganyar. Menanggapi peristiwa tersebut, Komnas HAM mendesak Divisi Propam Polri dan Kompolnas untuk segera mengusut serta memeriksa para personel yang terlibat, termasuk melakukan audit keabsahan surat izin penggeledahan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Sukoharjo.

Penegakan hukum wajib berdiri di atas prinsip keadilan dan perlindungan hak asasi manusia, bukan dengan mengangkangi aturan hukum acara pidana yang berlaku.

Buntut Penggeledahan Ponpes dan Dugaan Pelanggaran Hukum

Peristiwa ini berawal dari pengembangan kasus pembakaran serta perusakan warung mi babi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang terjadi pada 12 September 2026. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, menyatakan bahwa kepolisian melakukan pencarian terhadap seorang tersangka berinisial I. Langkah ini diambil setelah penangkapan tersangka lain berinisial ST—seorang mantan narapidana terorisme (napiter)—pada 19 Oktober.

Pada 27 Oktober 2026, kepolisian melakukan penggeledahan di dua pondok pesantren yang diduga menjadi lokasi persembunyian tersangka. Kendati tersangka I tidak ditemukan, polisi mengklaim kedua ponpes tersebut tidak mengantongi izin dari Kementerian Agama serta menyita sejumlah benda tajam dari lokasi.

Namun, proses penindakan di lapangan tersebut menuai sorotan tajam terkait keabsahan prosedur dan dampak psikologis bagi para santriwati.

Baca juga MAUNG BANDUNG MENGGILA! Tanpa Komando Langsung, PERSIB Siap Terkam Isenmulang Kalteng FC di Si Jalak Harupat!

Sorotan Komnas HAM: Prosedur Hukum dan Perlindungan Hak Santriwati

Komnas HAM mengingatkan seluruh aparat penegak hukum bahwa setiap tindakan penggeledahan dan penyitaan wajib tunduk pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Prosedur baku seperti pengurusan izin pengadilan, surat tugas yang sah, hingga pembuatan berita acara penggeledahan merupakan syarat mutlak yang tidak boleh diabaikan. Dalam kondisi mendesak sekalipun, penggeledahan yang dilakukan tanpa izin terlebih dahulu tetap wajib mendapatkan persetujuan pengadilan pasca-tindakan.

Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan, Komnas HAM akan segera memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak kunci, antara lain:

  • Kapolda Jawa Tengah
  • Kapolres Sukoharjo
  • Pengurus Yayasan Al-Mukmin
  • Para Santriwati
  • Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sukoharjo

Selain pengusutan pelanggaran prosedur, Komnas HAM mendesak agar segera dilakukan pemulihan psikologis (trauma healing) bagi para santriwati yang terdampak langsung oleh aksi penggeledahan tersebut.

“Pengusutan perkara perusakan dan pembakaran warung harus tetap berjalan, namun proses penegakan hukum tidak boleh mengorbankan perlindungan atas hak asasi dan martabat setiap warga negara.” — Komnas HAM

Sumber : Antara

Editor : Azi

Mengamuk di Jalak Harupat! Pangeran Biru Bantai Isenmulang Empat Gol Tanpa Ampun

PERSIB Bandung Menggila, Pesta Gol Telak Kirim Peringatan Keras ke Puncak Klasemen!

KABUPATEN BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Stadion Si Jalak Harupat bergemuruh hebat, Minggu (1/11/2026). Tanpa kehadiran sang pelatih kepala Igor Tolic di pinggir lapangan, PERSIB Bandung justru tampil tanpa beban, mengamuk, dan mencatatkan kemenangan terbesar mereka musim ini dengan membantai Isenmulang Kalteng FC lewat skor telak 4-0.

Kemenangan mutlak di pekan kedelapan Super League 2026/2027 ini bukan sekadar tiga angka penuh. Ini adalah sebuah pernyataan tegas: Pangeran Biru telah menemukan kembali taring tajamnya dan kini siap menerkam singgasana puncak klasemen yang hanya berjarak dua poin saja!

Pesta Gol Tanpa Ampun

Meski bertindak sebagai tuan rumah, PERSIB langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit kick-off dibunyikan. Gelombang serangan bertubi-tubi yang dimotori oleh Ragnar Oratmangoen dan Beckham Putra membuat lini belakang Isenmulang kocar-kacir.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-14. Gelandang kreatif Mariano Peralta melepaskan tendangan keras luar biasa dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper lawan, Lucas Frigeri. Gol pembuka ini seolah membuka keran gol Pangeran Biru.

Menjelang akhir babak pertama, panggung sepenuhnya menjadi milik penyerang haus gol, Luka Menalo. Memanfaatkan bola muntah hasil aksi Peralta di menit ke-35, Menalo dengan dingin mencetak gol kedua. Belum cukup sampai di situ, menjelang turun minum (menit 43), umpan matang sang kapten Marc Klok diselesaikan dengan sempurna oleh Menalo untuk menutup babak pertama dengan keunggulan mutlak 3-0.

Memasuki paruh kedua, kendali mutlak tetap dipegang anak-anak asuh Pangeran Biru. Meski Isenmulang mencoba keluar dari tekanan lewat peluang Adilson Da Silva yang mampu dimentahkan dengan sigap oleh kiper muda Fitrah Maulana, PERSIB tetap mendominasi jalannya laga.

Pesta kemenangan ini akhirnya disempurnakan oleh sang kapten, Marc Klok, pada menit ke-86. Sesaat setelah masuknya Sandy Walsh, Klok melepaskan tembakan melengkung berkelas yang bersarang telak di gawang Isenmulang, mengubah skor menjadi 4-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga MAUNG BANDUNG MENGGILA! Tanpa Komando Langsung, PERSIB Siap Terkam Isenmulang Kalteng FC di Si Jalak Harupat!

Memburu Singgasana

Tambahan tiga poin penuh ini mendongkrak posisi PERSIB terbang ke peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 16 poin dari 8 pertandingan (5 menang, 1 imbang, 2 kalah).

Yang lebih mendebarkan bagi para Bobotoh, Pangeran Biru kini hanya terpaut dua poin saja dari Persija Jakarta yang nyaman duduk di puncak klasemen. Dengan performa garang, lini serang yang makin padu, serta cleansheet solid di lini belakang, PERSIB membuktikan bahwa mereka adalah kandidat paling serius yang siap merebut takhta juara musim ini!(*)

 

Mengenal Desa Gunung Endut, Desa Wisata di Kalapanunggal Sukabumi dengan Ikon Agrowisata Gunung Wayang

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Desa Gunung Endut adalah desa yang terletak di Kecamatan Kalapa Nunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Minggu (01/11/2026).

Nama “Gunung Endut” konon bermula dari keadaan desa tersebut yang persis berdekatan dengan gunung yang tampak membulat atau besar seperti gendut, sehingga orang dulu menamainya Gunung Endut.

Meski sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, masyarakat Desa Gunung Endut sangat antusias dengan perkembangan zaman. Perkembangan sumber daya manusia di desa ini terbilang cepat, dapat dilihat dari segi perekonomian, keaktifan di berbagai organisasi dan lain sebagainya.

Baca juga LMPI Marcab Kabupaten Sukabumi Gelar Syukuran Dan Family Gathering Santuni 700 Jompo dan Anak Yatim Piatu, Tedi Setiadi “Jangan Pernah Berhenti Menebar Kebaikan”

Potensi dan Daya Tarik Desa

Desa Gunung Endut memiliki ikon unggulan yakni Agrowisata Gunung Wayang yang berlokasi di Kampung Sinagar. Destinasi wisata ini dikelola melalui BUMDes Warga Sejahtera di atas lahan konservasi hasil kerjasama dengan PTPN VIII seluas 8 hektare.

Berbagai fasilitas dan daya tarik wisata ditawarkan, mulai dari panorama alam pegunungan yang asri, perkebunan kopi lokal dataran tinggi, kolam renang anak, area jogging, wahana bermain, serta rencana pengembangan wisata berkuda dan edukasi ternak sapi Limosin.

Sektor utama mata pencaharian penduduk Desa Gunung Endut adalah pertanian serta pengembangan UMKM lokal yang terus tumbuh.

Saat ini Desa Gunung Endut dipimpin oleh Kepala Desa Dede Mistar Setiawan yang terus mendorong kemajuan desa melalui sektor pertanian, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

(Rama)

MAUNG BANDUNG MENGGILA! Tanpa Komando Langsung, PERSIB Siap Terkam Isenmulang Kalteng FC di Si Jalak Harupat!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Badai sanksi dan absennya sang juru taktik utama tidak sedikitpun menyurutkan nyali Pangeran Biru. PERSIB Bandung dipastikan berada dalam amunisi penuh dan siap tampil habis-habisan saat menjamu Isenmulang Kalteng FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu, 1 November 2026, pukul 15.30 WIB.

Meski pelatih kepala Igor Tolic dipastikan harus menderita “pembatasan” di area teknis akibat akumulasi kartu kuning, kubu PERSIB menegaskan bahwa singa tetaplah singa, meski komando diberikan dari jarak dekat. Seluruh taktik, skema mematikan, dan filosofi permainan tetap berada dalam kendali penuh sang pelatih kepala.

Strategi Matang, Instruksi Tanpa Celah

Asisten Pelatih PERSIB, Zlatko Runje, memastikan bahwa absennya Tolic di pinggir lapangan sama sekali tidak akan mengganggu ritme maupun mentalitas bertanding anak asuhnya. Estafet kepemimpinan di lapangan dipastikan berjalan mulus melalui koordinasi ketat tim pelatih.

“Setelah pertandingan bagus yang kami lalui sebelumnya, Igor telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan semuanya berjalan lancar. Dia tetap bersama tim dan mengatur segalanya. Kami akan membantu menerapkan semua idenya kepada tim agar para pemain merasakan ada sosok yang memimpin selama pertandingan. Semoga semuanya berjalan dengan baik,” tegas Runje dalam sesi pre-match press conference, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Baca juga BPKP SOROTI PUTUSAN MA NOMOR 742 K/TUN/2026: PEMBATALAN SUKET PENDIDIKAN WAPRES GIBRAN MEMUNCULKAN PERTANYAAN SERIUS TENTANG KEPASTIAN HUKUM DAN PERSYARATAN JABATAN NEGARA

Kembalinya Sang Dinding Pertahanan: Teja Paku Alam Siap Tempur!

Kabar mengejutkan sekaligus melegakan datang dari sektor penjaga gawang. Kiper senior andalan, Teja Paku Alam, dikabarkan telah pulih dari cedera dan kembali melahap menu latihan bersama tim dengan sempurna.

Kehadiran kembali Teja memberikan keleluasaan taktis bagi staf pelatih. Terlebih, penjaga gawang muda berbakat, Fitrah Maulana, sukses mencuri perhatian publik berkat performa impresifnya di bawah mistar gawang dalam beberapa laga terakhir.

Runje menyambut positif persaingan sehat di lini belakang ini dan memberikan apresiasi tinggi kepada sang penjaga gawang muda.

“Ya, Teja sudah siap. Kita lihat saja nanti siapa yang akan bermain. Kami punya penjaga gawang muda (Fitrah Maulana) yang tampil sangat baik di pertandingan-pertandingan terakhir, dia adalah masa depan tim. Namun, kami juga sangat menghormati Teja dan sebentar lagi dia siap seratus persen. Hari ini dia menjalani sesi latihan yang baik, sehingga untuk laga-laga berikutnya kami punya opsi yang sangat bagus,” pungkas Runje dengan penuh percaya diri.

Dengan mentalitas baja, kedalaman skuad yang mumpuni, serta dukungan penuh Bobotoh di kandang keramat Si Jalak Harupat, PERSIB siap membuktikan bahwa Isenmulang Kalteng FC bukan lawan yang dapat meredam amarah Pangeran Biru sore nanti! ***