ULTIMATUM PUSAT UNTUK KANWIL BPN RIAU: Selidiki Tuntas Sengketa PT Tumpuan atau Berkas Dikembalikan!

Janji Kemitraan 20% Jadi Sorotan, Petani Lubuk Linong Desak Transparansi Audit dan Penghentian Proses HGU

BENGKALIS, JURNAL TIPIKOR – Polemik Hak Guna Usaha (HGU) PT Tumpuan di Kabupaten Bengkalis tidak lagi sekadar urusan administrasi, melainkan telah menjelma menjadi ujian integritas bagi penegakan reforma agraria di Riau. Sinyal keras kini datang dari Jakarta. Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN secara resmi “menyetrum” Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Riau untuk segera menuntaskan keberatan Kelompok Tani Lubuk Linong.

Dalam surat bernada tegas Nomor B/HT.01/2112-400.19/X/2026 tertanggal 27 Oktober 2026, Pusat menyoroti lambannya respons Kanwil Riau. Surat ini merupakan “teguran” sekaligus perintah kerja menyusul hilangnya jejak tanggapan atas surat sebelumnya tertanggal 4 Juni 2026. Pusat tidak main-main: Kanwil Riau diberi waktu maksimal satu bulan untuk meneliti dan menyelesaikan sengketa ini, atau berkas permohonan HGU PT Tumpuan akan dikembalikan alias digugurkan.

Janji Manis 20 Persen yang Tak Kunjung Wujud

Inti dari “ledakan” konflik ini adalah dugaan pengingkaran janji korporasi. Kelompok Tani Lubuk Linong dengan lantang menolak penerbitan HGU baru maupun perpanjangan atas lahan seluas 289,22 hektare (termasuk permohonan baru 284,24 hektare) sebelum kewajiban pembangunan kebun masyarakat (plasma) sebesar 20 persen direalisasikan.

Bagi para petani, ini bukan soal menghambat investasi, melainkan soal keadilan. Mereka menuntut agar status quo dipertahankan—tidak ada peningkatan atau pembaruan hak—sampai “utang” perusahaan kepada masyarakat lunas dan terverifikasi.

Baca juga KPK Bongkar Borok Cukai Rokok: PT Djarum Disidik Atas Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah Sejak 2010

Suara Petani: Jangan Cuma Surat di Atas Meja

Ketua Kelompok Tani Lubuk Linong, Suyono, menyambut manuver Pusat ini sebagai momentum krusial. Namun, ia mengingatkan agar Kanwil BPN Riau tidak terjebak pada rutinitas birokrasi yang tumpul.

“Kami menyambut baik instruksi ini, tapi ingat, Pak Kanwil. Ini bukan sekadar surat menyurat untuk menggugurkan kewajiban. Kami minta penelitian dilakukan transparan dan profesional. Jangan sampai instruksi Kementerian hanya berhenti jadi tumpukan kertas, sementara realitas di lapangan petani tetap terlantar,” tegas Suyono, Selasa (3/11).

Senada dengan Suyono, Pembina Kelompok Tani, Sukardi, menyoroti anomali dalam proses pengawasan. Ia mendesak agar hasil audit yang sebelumnya diminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kepada Dinas Perkebunan Provinsi Riau segera dibuka ke publik.

“Mana hasil auditnya? Kami butuh kepastian, bukan kegelapan. Jika perusahaan gagal memenuhi kewajiban 20 persen, atas dasar apa HGU diberikan? Kami minta Kanwil BPN Riau berani berdiri di atas kebenaran, bukan di atas kepentingan pemodal. Instruksi pusat harus dieksekusi dengan keberanian,” tantang Sukardi.

Baca juga Dandim 0607/Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Garuda Cipalasari, Warga: “Terimakasih TNI”

Bola Panas di Tangan Kanwil Riau

Kini, bola panas berada di tangan Kepala Kanwil BPN Riau. Dengan tenggat waktu satu bulan sejak surat diterima, Kanwil berada di persimpangan : (entah) menegakkan hukum agraria yang berpihak pada rakyat dengan membatalkan atau menunda HGU hingga kewajiban sosial terpenuhi, atau mengambil risiko mengembalikan berkas dan menghadapi potensi konflik horizontal yang lebih besar di masyarakat.

Masyarakat Bengkalis kini menanti: Apakah BPN Riau akan menjadi penjaga kedaulatan rakyat atas tanah, atau sekadar stempel bagi kepentingan korporasi?

(Irwansyah)

Tegas! Pemkot Bandung Tolak Jadi ‘Pemain’ Program MBG, Farhan: Kita Pilih Jadi Wasit yang Adil

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil sikap tegas dan independen dalam mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan terlibat sebagai operator maupun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemkot Bandung memilih memposisikan diri sebagai pengawas independen demi menjaga transparansi, keamanan pangan, hingga stabilitas ekonomi warga.

“Sejak awal, Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan saya sudah memutuskan untuk tidak menjadi ‘pemain’ atau pengelola SPPG. Kita memilih menjadi wasit yang adil,” tegas Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (2/11/2026).

Langkah menohok ini diambil bukan tanpa alasan. Pengelolaan SPPG yang ugal-ugalan dan tanpa pengawasan ketat dinilai berpotensi memicu lonjakan harga pangan di pasar serta mengancam keselamatan kesehatan anak-anak sekolah. Komoditas rentan seperti cabai dan daging ayam menjadi perhatian utama agar pasokannya tidak terganggu akibat serapan besar-besaran program MBG.

Baca juga KPK Bongkar Borok Cukai Rokok: PT Djarum Disidik Atas Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah Sejak 2010

Operasi Pengawasan Lintas Sektor: Dari Izin Hingga Sampah

Untuk mengunci pergerakan pengelola SPPG agar tetap patuh aturan, Wali Kota merestrukturisasi rantai pengawasan secara menyeluruh melibatkan seluruh jajaran dinas hingga tingkat wilayah:

  • Integritas Izin & Rantai Pasok: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diinstruksikan mengaudit ulang seluruh perizinan SPPG bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) mengidentifikasi rantai pasok agar kebutuhan SPPG tidak memicu kelangkaan bahan pokok warga.
  • Jaminan Food Safety: Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memelototi aspek keamanan pangan, teknik penjamahan, hingga higiene proses distribusi ke sekolah-sekolah.
  • Manajemen Sekolah & Lingkungan: Dinas Pendidikan (Disdik) memantau distribusi serta pengelolaan sisa makanan. Sejalan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan residu sampah SPPG wajib terintegrasi dengan program pengelolaan sampah kota, termasuk gerakan Gaslah.

Baca juga Dandim 0607/Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Garuda Cipalasari, Warga: “Terimakasih TNI”

Instruksi Khusus Camat dan Lurah: Temukan Anomali, Langsung Sikat!

Tidak hanya menggerakkan dinas, Farhan memosisikan camat dan lurah sebagai garda terdepan pengawasan di wilayah. Kewenangan penuh diberikan kepada para camat untuk membongkar jika ada indikasi penyimpangan di lapangan.

“Para camat, saya beri kewenangan penuh untuk melakukan pengawasan pelaksanaan SPPG. Apabila menemukan anomali atau penyimpangan, catat dan laporkan!” tegas Farhan.

Di sisi lain, para lurah diwajibkan memastikan seluruh kelompok penerima manfaat—mulai dari peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita—menerima hak makanan bergizi mereka tanpa ada manipulasi sedikit pun.

Melalui fungsi checks and balances yang ketat ini, Pemkot Bandung membuktikan komitmennya: program pusat harus berdampak nyata bagi nutrisi warga, tanpa mengorbankan stabilitas pasar dan kebersihan kota.

Sumber :  Humas Pemerintah Kota Bandung

Editor : Azi

KPK Bongkar Borok Cukai Rokok: PT Djarum Disidik Atas Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah Sejak 2010

Jakarta, JURNAL TIPIKOR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengambil langkah tegas dalam membongkar praktik lancung di sektor kepabeanan. Lembaga antirasuah saat ini tengah mengusut dugaan korupsi dan manipulasi pembayaran cukai rokok yang menyeret nama raksasa industri tembakau tanah air, PT Djarum.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, skema culas ini bukan pelanggaran kemarin sore. Praktik kotor tersebut diduga telah berlangsung belasan tahun lamanya, terhitung sejak 2010 hingga 2026, dan menggerogoti kas negara secara sistematis.

Modus Operandi: “Pecah Belah” Perusahaan Demi Pangkas Kewajiban Cukai

Dalam pendalaman penyidik, modus operandi yang digunakan tergolong rapi namun merugikan. Praktik lancung ini mencakup dugaan kesengajaan tidak terpenuhinya kewajiban pembayaran cukai sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyidik mendapati adanya dugaan skema pemecahan produksi melalui sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan PT Djarum. Langkah culas tersebut diduga sengaja dirancang demi mengelabui aturan, sehingga beban kewajiban pembayaran cukai menjadi jauh lebih rendah dari seharusnya.

Akibat manipulasi terselubung ini, penerimaan negara dipangkas secara signifikan. Dalam estimasi dan perhitungan awal lembaga antirasuah, kerugian keuangan negara akibat perkara ini ditaksir menembus angka triliunan rupiah—dana publik yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kepentingan rakyat banyak.

Baca juga Dandim 0607/Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Garuda Cipalasari, Warga: “Terimakasih TNI”

Gercep KPK: Geledah Kantor Pusat hingga Bea Cukai Kudus

Sebagai wujud keseriusan membongkar perkara ini, tim penyidik KPK bergerak cepat melakukan serangkaian upaya paksa. Sejumlah lokasi strategis dan vital telah digeledah, di antaranya:

  • Kantor pusat PT Djarum
  • Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus
  • Enam perusahaan yang diduga terafiliasi

Dari penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan berbagai dokumen penting serta sejumlah barang bukti elektronik untuk memperkuat pembuktian hukum.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa perluasan penelusuran waktu ke belakang (retroactive) dilakukan untuk menguji sejauh mana borok penyimpangan di sektor kepabeanan ini mengakar.

“Yang pasti penyidik menduga praktik-praktik penyimpangan dalam kasus pengelolaan cukai ini sudah dilakukan beberapa tahun ke belakang,” ujar Budi dalam keterangannya.

Tanggapan Korporasi

Menanggapi badai hukum yang menerpa korporasinya, pihak manajemen PT Djarum melalui Corporate Communications Manager, Budi Darmawan, menyatakan sikap kooperatif dan siap mengikuti koridor hukum yang berlaku.

“Kami menghormati dan menaati proses hukum,” ucap Budi Darmawan singkat.

Kendati demikian, sikap kooperatif korporasi tidak akan menyurutkan langkah KPK. Saat ini, lembaga antirasuah terus tancap gas mendalami konstruksi perkara, menganalisis tumpukan barang bukti sitaan, serta memburu dan mengidentifikasi aktor-aktor intelektual di balik pembobolan penerimaan negara dari sektor cukai ini.

(Azi)

Dandim 0607/Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Garuda Cipalasari, Warga: “Terimakasih TNI”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, S.H.,M.Han. meresmikan Jembatan Garuda Cipalasari yang menjadi penghubung vital bagi masyarakat di dua kecamatan, Selasa (03/11/2026).

Peresmian tersebut dihadiri Camat Parungkuda Hasanudin, S.STP.,M.Si.,Camat Cibadak Mulyadi, S.Pd.I.KP.,M.Si.,Kepala Desa Sundawenang Wahid, S.IP.,M.H.,Kepala Desa Pamuruyan Ujang Syarif Hidayat, jajaran TNI Kodim 0607/Kota Sukabumi, serta warga dari dua kecamatan.

Jembatan Cipalasari menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Jembatan ini menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas perekonomian, pendidikan dan sosial sehari-hari.

Dalam sambutannya, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Beny Syafri, S.H.,M.Han., menyampaikan, “Alhamdulillah hari ini kita sedang melaksanakan peresmian Jembatan Garuda Cipalasari. Jembatan Garuda Cipalasari ini memiliki panjang 27 meter dan lebar 1,20 meter dan memang ini bagian dari program pemerintah membangun jembatan di seluruh desa di Indonesia. Untuk jembatan ini merupakan jembatan ke-7 yang dibangun di wilayah teritorial Kodim 0607/Kota Sukabumi.” ucapnya.

Baca juga Wujud Nyata Berikan Layanan Prima, Pemkab Sukabumi Melalui Disdukcapil Hadirkan Program Jebol

Letkol Inf Beny Syafri menambahkan, terbangunnya jembatan ini sangat membantu mobilitas masyarakat baik dari sisi pendidikan, ekonomi dan kegiatan lainnya. Jembatan ini pun bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Dandim juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Baca juga PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

Sementara itu, warga masyarakat di dua kecamatan mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI Kodim 0607/Kota Sukabumi.

Warga merasa sangat bahagia karena akses jembatan penghubung yang selama ini ditakutkan putus saat dilewati, kali ini dengan jembatan baru yang dibangun oleh TNI sangat kokoh dan aman saat dilalui.

“Terima kasih TNI, jembatan sekarang sudah kokoh dan aman. Dulu kami selalu was-was kalau lewat, takut putus. Sekarang Alhamdulillah sudah nyaman dilalui,” ungkap warga dengan penuh haru.

Warga berharap program pembangunan dari TNI Kodim 0607/Kota Sukabumi ini dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

(Rama)

Wujud Nyata Berikan Layanan Prima, Pemkab Sukabumi Melalui Disdukcapil Hadirkan Program Jebol

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen memberikan layanan Prima bagi masyarakat dengan menghadirkan program Jemput Bola (Jebol).

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, Amir Hamzah, S.Sos.,M.Si., memimpin langsung program Jebol yang dilaksanakan di Aula Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda,Kabupaten Sukabumi, pada Senin (02/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sundawenang, Wahid, S.IP.,M.H., beserta jajaran aparatur desa dan ratusan warga yang sangat antusias.

Disdukcapil memberikan berbagai macam pelayanan diantaranya, perekaman dan pencetakan KTP-el, pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga layanan update data dan konsultasi kependudukan.

Baca juga Peduli Pendidikan, Kapolres Sukabumi Edukasi Pelajar Tentang tertib Berlalu Lintas, Bahaya Narkoba dan Kriminalitas

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah, S.Sos.,M.Si., menyampaikan bahwa program jemput bola merupakan bentuk komitmen Pemkab Sukabumi dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan gratis bagi masyarakat terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses untuk mendatangi kantor Disdukcapil.

“Alhamdulillah,hari ini kami dapat hadir langsung di tengah masyarakat dengan menghadirkan Program jemput bola. Program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus adminduk. Kami ingin semua warga Sukabumi memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid, semua pelayanan yang dihadirkan gratis,” ujarnya.

Baca juga PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

Amir menjelasakan, bahwa dokumen kependudukan sangat penting sebagai dasar untuk mengakses berbagai layanan publik lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan pemilu.

“Adminduk ini kunci. Kalau datanya tidak valid, nanti akan kesulitan untuk mengurus BPJS, Bantuan Sosial, Sekolah dan lain-lain. Maka dari itu, kita jemput bola agar dokumen kependudukan warga lengkap dan valid,”jelasnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Desa Sundawenang, Wahid, S.IP.,M.H.,mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi Disdukcapil Kabupaten Sukabumi dengan menghadirkan program Jebol bagi warganya.

“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Sukabumi dan Bapak Kadis Dukcapil beserta jajaran yang sudah turun langsung ke desa kami. Warga sangat antusias dan merasa senang karena sangat terbantu,”ucapnya.

Wahid berharap, program jemput bola ini dapat terus berlanjut secara rutin agar seluruh warganya bisa tertib administrasi.

“Program ini sangat positif, semoga dapat dilaksanakan tidak hanya hari ini namun bisa terus berlanjut,”pungkasnya.

(Rama)

Peduli Pendidikan, Kapolres Sukabumi Edukasi Pelajar Tentang tertib Berlalu Lintas, Bahaya Narkoba dan Kriminalitas

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Menanamkan kesadaran hukum dan membentuk karakter generasi muda menjadi perhatian serius Polres Sukabumi. Melalui program Police Goes to School, Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung menyapa sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar SMAS Mutiara Terpadu Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (02/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut menjadi sarana bagi Polri untuk mendekatkan diri dengan lingkungan pendidikan sekaligus membangun pemahaman para pelajar mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, meningkatkan kedisiplinan, serta memahami aturan hukum sejak usia dini.

Dalam arahannya, Kapolres Sukabumi mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan perundungan atau bullying.

Baca juga PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

Selain itu, para pelajar juga diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika dalam pergaulan, serta senantiasa menaati peraturan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Kapolres juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif, mengembangkan potensi diri, serta terus mengejar prestasi. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjadi bagian dari masa depan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kedekatan dan kemitraan yang semakin kuat antara Polri, pihak sekolah, tenaga pendidik, dan para pelajar. Edukasi tersebut juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya narkoba, kenakalan remaja, serta pentingnya kesadaran hukum.

Baca juga MA Batal Gelar Konfrensi Pers Soal Pembatalan Suket Ijazah Gibran: Drama Hukum Wapres Kian Memanas, MA Tiba-Tiba Bungkam usai Menangkan Penggugat

Kehadiran langsung Kapolres Sukabumi di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus menumbuhkan karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak baik, berprestasi, dan taat hukum.

Polres Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

(Rama)

PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Buntut penggeledahan kontroversial di Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Hamalatul Quran (HQ) pada 27 Oktober 2026 lalu berakhir pahit bagi aparat kepolisian. Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena beserta tiga anak buahnya resmi dinonaktifkan dari jabatannya demi menjalani pemeriksaan intensif oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.

Langkah tegas ini diambil menyusul gelombang protes atas tindakan represif oknum aparat saat menggeledah ponpes putri yang berlokasi di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah tersebut. Selain AKBP Andika Dharma Sena, tiga personel lain yang turut dicopot adalah Kasat Reskrim, Kanit Pidum, dan Kanit PPA Polres Sukoharjo.

Prosedur Penggeledahan Dipertanyakan: Dini Hari, Dobrak Pintu, dan Senjata Laras Panjang

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa penonaktifan ini ditujukan untuk mendalami dugaan pelanggaran prosedur dan Etika Kepolisian berdasarkan aduan langsung dari para santri serta pengasuh pesantren.

Peristiwa ini mendadak menjadi sorotan nasional dan memantik reaksi keras dari DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengkritik tajam cara-cara penegakan hukum yang jauh dari kesan humanis. Penggeledahan yang dilakukan pada dini hari di lingkungan pendidikan anak bawah umur tersebut dinilai mengabaikan aspek perlindungan anak dan norma kesopanan.

“Tindakan aparat di lapangan sangat disayangkan. Laporan yang masuk menyebutkan adanya penggunaan senjata laras panjang, pengrusakan/pendobrakan pintu, hingga kondisi santriwati yang terpaksa keluar ruangan dalam keadaan belum mengenakan hijab. Hal ini tidak bisa dibiarkan dan membutuhkan evaluasi total terhadap jajaran kepolisian di Jawa Tengah,” tegas Abdullah.

Abdullah menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis para santriwati. Menurutnya, proses hukum memang harus berjalan, namun perlindungan terhadap hak-hak warga sipil—terutama anak-anak di bawah umur yang belum tentu ada hubungannya dengan tindak pidana—harus tetap menjadi prioritas utama.

Baca juga Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Pengusutan Kasus Berujung Pemeriksaan Propam

Penggeledahan di Ponpes HQ sebenarnya merupakan bagian dari serangkaian penyidikan kasus pembakaran dan perusakan warung “Mi dan Babi Tepi Sawah” di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Kendati dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu tengah diusut, cara penanganan di lapangan justru berbuah polemik besar.

Pemeriksaan oleh Divpropam Mabes Polri kini tengah berjalan untuk membongkar fakta di balik penggeledahan tersebut dan menentukan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran prosedur maupun Kode Etik Profesi Polri.

Sumber Informasi: iNews

Editor : Azi

Tepis Isu Penggusuran! Wali Kota Bandung Pasang Badan, Tegaskan Penataan Teuku Umar Harus Hasil Sepakat Warga dan Komunitas Skate

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan asas musyawarah dan kesepakatan bersama dalam penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada pihak yang dirugikan serta membantah secara tegas isu liar mengenai penggusuran warga.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Farhan di hadapan warga saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Teuku Umar pada Minggu (1/11/2026) dini hari.

Dari Aspirasi 2016 Hingga Fasilitas Pengolahan Sampah

Wali Kota menjelaskan bahwa gagasan awal penataan kawasan tersebut bermula dari aspirasi komunitas skateboard pada 2016 lalu. Saat itu, berkembang keinginan kuat agar Kota Bandung memiliki tempat bermain skateboard yang lebih representatif ketimbang sekadar memanfaatkan ruang di bawah Jembatan Pasupati.

Sebagai wujud perhatian pemerintah setelah ia menjabat, gagasan tersebut coba direalisasikan dengan merancang fasilitas yang lebih memadai. Meski demikian, Farhan menyadari sepenuhnya dinamika dan perbedaan sudut pandang yang muncul di tengah masyarakat.

Selain ruang terbuka publik untuk komunitas, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada penataan tempat penampungan serta pengolahan sampah ranting dan daun dari wilayah RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede. Keberadaan fasilitas pengelolaan lingkungan ini dipandang sangat vital dan harus masuk dalam perhitungan rencana penataan kawasan.

Baca juga MA Batal Gelar Konfrensi Pers Soal Pembatalan Suket Ijazah Gibran: Drama Hukum Wapres Kian Memanas, MA Tiba-Tiba Bungkam usai Menangkan Penggugat

Ruang Dialog Dibuka Lebar, Tepis Narasi Penggusuran

Guna menjembatani berbagai pihak, Farhan menginstruksikan seluruh elemen warga Kelurahan Lebakgede—khususnya RW 18 dan RW 10—bersama komunitas skateboard untuk duduk bersama, berdialog, dan mencari kompromi terbaik.

“Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa,” tegas Farhan.

Lebih lanjut, ia mematahkan rumor yang menuding pemerintah akan menggusur permukiman warga setempat demi pembangunan proyek tersebut. Farhan memastikan bahwa pintu komunikasi selalu terbuka lebar bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kota yang inklusif.

“Tidak pernah ada niat ataupun rencana dari pemerintah untuk menggusur. Jadi kalau sekarang ada narasi menggusur, itu tidak benar. Diskusi saja seperti biasa,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Editor : Azi

MA Batal Gelar Konfrensi Pers Soal Pembatalan Suket Ijazah Gibran: Drama Hukum Wapres Kian Memanas, MA Tiba-Tiba Bungkam usai Menangkan Penggugat

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Publik kembali diguncang oleh ketidakpastian hukum di lingkaran tertinggi pemerintahan. Mahkamah Agung (MA) secara mendadak membatalkan agenda konferensi pers yang sedianya digelar untuk menyikapi Putusan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026. Putusan tersebut secara telak mengabulkan seluruh gugatan terkait pembatalan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penundaan sepihak ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat, mengingat keputusan MA tersebut menghantam legitimasi syarat administratif yang pernah mengantar Gibran ke kursi wakil presiden.

MA Mendadak ‘Bungkam’ di Tengah Sorotan Publik

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Andi Julia Cakrawala, mengonfirmasi pembatalan mendadak tersebut tanpa memberikan kepastian kapan klarifikasi resmi akan dilakukan.

“Konferensi pers pada hari ini dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Andi, Senin (2/11).

Andi beralasan bahwa Biro Hukum dan Humas MA belum menerima salinan resmi putusan kasasi tersebut, sehingga belum dapat memberikan keterangan menyeluruh. Namun, langkah ini dinilai publik sebagai bentuk kegagalan transparansi di tengah vonis hukum yang berpotensi memicu krisis konstitusi.

Baca juga Peringatan Keras Kapolda Jabar: Anggota Polri Nekat Nge-Vape Siap-Siap Kena Sanksi Tegas, Berlaku 24 Jam!

Vonis Telak Kasasi MA: Suket Penyetaraan Gibran Batal Demi Hukum dan Wajib Dimusnahkan

Pembatalan konferensi pers ini terjadi di bawah bayang-bayang amar putusan kasasi MA yang memenangkan secara mutlak penggugat, H. M. Subhan. Majelis Hakim Kasasi yang diketuai Prof. Yulius bersama hakim anggota Hari Sugiaharto dan Michael Renaldy Zein membatalkan putusan tingkat sebelumnya (Judex Facti) dan mengadili sendiri perkara ini.

Dalam amar putusan yang diunggah di laman Kepaniteraan MA pada Jumat (30/10), MA mengabulkan seluruh (empat) poin gugatan:

  1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.
  2. Menyatakan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Nomor: 9149/D.D1/KS/2019 yang diterbitkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada 6 Agustus 2019 tidak sah dan batal demi hukum.
  3. Memerintahkan penarikan Suket tersebut dari pihak yang menguasainya untuk dimusnahkan.
  4. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.

Baca juga GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

Rantai Kelam Legitimasi: Bertentangan dengan UU Pemilu, MK Lepas Tangan

Putusan MA ini seolah mempertegas temuan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara PHPU Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober lalu. Dalam putusannya, MK menegaskan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang sah untuk disetarakan dengan pendidikan minimal SMA/sederajat — syarat mutlak yang diamanatkan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf I UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Anehnya, meski terbukti melanggar syarat dasar administrasi pemilu, MK menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi kedudukan Gibran sebagai Wakil Presiden. MK beralasan status Gibran sebagai calon telah berakhir sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, sehingga perkara ini dinilai “tidak lagi tepat” masuk ranah sengketa hasil pemilu dan melimpahkan kewenangan penilaian syarat tersebut ke lembaga negara lainnya.

Desakan Mundur dan Krisis Kepercayaan

Dengan dinyatakannya Suket penyetaraan ijazah tersebut batal demi hukum dan wajib dimusnahkan oleh MA, keabsahan pemenuhan syarat Gibran saat maju dalam Pemilu 2024 runtuh secara hukum administrasi.

Situasi ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak politik dan pakar hukum tata negara. Gelombang desakan agar Gibran mengundurkan diri atau dimundurkan dari jabatannya makin kencang bergulir. Publik kini menanti keberanian lembaga negara—khususnya DPR dan MPR—untuk menindaklanjuti ketetapan hukum yang kian menyudutkan posisi Sang Wakil Presiden.(Antara/Azi)

 

Peringatan Keras Kapolda Jabar: Anggota Polri Nekat Nge-Vape Siap-Siap Kena Sanksi Tegas, Berlaku 24 Jam!

LBANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menabuh genderang perang terhadap penggunaan rokok elektrik atau vape di lingkungan kepolisian. Tidak main-main, sanksi disiplin hingga tindakan tegas kini menanti para personel Polri maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berani melanggar aturan ini.

Langkah drastis tersebut merujuk pada Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/1/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026 yang secara resmi mengharamkan penggunaan vape. Keputusan ini diambil demi menjaga kedisiplinan, profesionalisme, serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat di tubuh Korps Bhayangkara.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Hengki, menegaskan bahwa instruksi dari Mabes Polri tersebut bersifat mutlak dan tidak memberikan ruang untuk kompromi.

“Instruksi dari Mabes Polri sudah sangat jelas. Larangan ini melekat pada personel, baik saat berada di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja. Tidak ada alasan bagi anggota untuk tidak patuh,” tegas Hengki di Bandung, Senin (2/11)

Baca juga GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

Nol Toleransi: Berlaku 24 Jam dan Menyasar Seluruh Area Pelayanan

Hengki memperingatkan bahwa aturan ini tidak hanya mengikat saat personel mengenakan seragam dinas atau berada di markas, tetapi juga saat bertugas maupun beraktivitas di luar lingkungan kerja.

Selain itu, seluruh area dari Mapolda Jabar hingga Polres jajaran ditetapkan sebagai kawasan steril dari asap rokok elektrik. Larangan ini berlaku komprehensif bagi seluruh anggota Polri, ASN, hingga masyarakat umum yang bertandang ke kantor polisi.

“Saya tegaskan bahwa seluruh area Mapolda Jabar hingga Polres jajaran harus bersih dari penggunaan rokok elektrik atau vape. Aturan ini berlaku untuk seluruh personel Polri, ASN, hingga masyarakat yang berkunjung,” ujar Kapolda.

Ia menggarisbawahi pentingnya integritas aparat sebagai role model di tengah masyarakat. Sebagai garda terdepan penegakan hukum dan pusat pelayanan publik, markas kepolisian wajib menjadi ruang yang nyaman, steril, dan teladan dalam hal kedisiplinan.

“Sebagai aparat penegak hukum, kita harus memberikan contoh yang baik. Markas kepolisian adalah tempat pelayanan publik, sehingga kenyamanan dan kedisiplinan harus dijaga sepenuhnya,” imbaunya.

Baca juga Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Propam Terjunkan Tim Sidak

Guna memastikan aturan ini tidak hanya menjadi macan kertas, Polda Jabar langsung bergerak cepat. Irjen Pol Hengki telah memerintahkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Jabar, Kombes Pol Mochamad Yoris Maulana Yusuf Marzuki, untuk memperketat pengawasan.

Tim Propam dikerahkan untuk melakukan pemantauan berkala hingga inspeksi mendadak (sidak) tanpa kompromi ke seluruh markas kepolisian di Jawa Barat. Siapa pun anggota yang kedapatan mengisap vape—baik di area kantor maupun di luar saat jam kerja—akan langsung diproses sesuai ketentuan disiplin yang berlaku.(Red)