Wujud Nyata Berikan Layanan Prima, Pemkab Sukabumi Melalui Disdukcapil Hadirkan Program Jebol

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen memberikan layanan Prima bagi masyarakat dengan menghadirkan program Jemput Bola (Jebol).

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, Amir Hamzah, S.Sos.,M.Si., memimpin langsung program Jebol yang dilaksanakan di Aula Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda,Kabupaten Sukabumi, pada Senin (02/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sundawenang, Wahid, S.IP.,M.H., beserta jajaran aparatur desa dan ratusan warga yang sangat antusias.

Disdukcapil memberikan berbagai macam pelayanan diantaranya, perekaman dan pencetakan KTP-el, pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga layanan update data dan konsultasi kependudukan.

Baca juga Peduli Pendidikan, Kapolres Sukabumi Edukasi Pelajar Tentang tertib Berlalu Lintas, Bahaya Narkoba dan Kriminalitas

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah, S.Sos.,M.Si., menyampaikan bahwa program jemput bola merupakan bentuk komitmen Pemkab Sukabumi dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan gratis bagi masyarakat terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses untuk mendatangi kantor Disdukcapil.

“Alhamdulillah,hari ini kami dapat hadir langsung di tengah masyarakat dengan menghadirkan Program jemput bola. Program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus adminduk. Kami ingin semua warga Sukabumi memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid, semua pelayanan yang dihadirkan gratis,” ujarnya.

Baca juga PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

Amir menjelasakan, bahwa dokumen kependudukan sangat penting sebagai dasar untuk mengakses berbagai layanan publik lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan pemilu.

“Adminduk ini kunci. Kalau datanya tidak valid, nanti akan kesulitan untuk mengurus BPJS, Bantuan Sosial, Sekolah dan lain-lain. Maka dari itu, kita jemput bola agar dokumen kependudukan warga lengkap dan valid,”jelasnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Desa Sundawenang, Wahid, S.IP.,M.H.,mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi Disdukcapil Kabupaten Sukabumi dengan menghadirkan program Jebol bagi warganya.

“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Sukabumi dan Bapak Kadis Dukcapil beserta jajaran yang sudah turun langsung ke desa kami. Warga sangat antusias dan merasa senang karena sangat terbantu,”ucapnya.

Wahid berharap, program jemput bola ini dapat terus berlanjut secara rutin agar seluruh warganya bisa tertib administrasi.

“Program ini sangat positif, semoga dapat dilaksanakan tidak hanya hari ini namun bisa terus berlanjut,”pungkasnya.

(Rama)

Peduli Pendidikan, Kapolres Sukabumi Edukasi Pelajar Tentang tertib Berlalu Lintas, Bahaya Narkoba dan Kriminalitas

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Menanamkan kesadaran hukum dan membentuk karakter generasi muda menjadi perhatian serius Polres Sukabumi. Melalui program Police Goes to School, Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung menyapa sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar SMAS Mutiara Terpadu Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (02/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut menjadi sarana bagi Polri untuk mendekatkan diri dengan lingkungan pendidikan sekaligus membangun pemahaman para pelajar mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, meningkatkan kedisiplinan, serta memahami aturan hukum sejak usia dini.

Dalam arahannya, Kapolres Sukabumi mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan perundungan atau bullying.

Baca juga PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

Selain itu, para pelajar juga diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika dalam pergaulan, serta senantiasa menaati peraturan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Kapolres juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif, mengembangkan potensi diri, serta terus mengejar prestasi. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjadi bagian dari masa depan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kedekatan dan kemitraan yang semakin kuat antara Polri, pihak sekolah, tenaga pendidik, dan para pelajar. Edukasi tersebut juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya narkoba, kenakalan remaja, serta pentingnya kesadaran hukum.

Baca juga MA Batal Gelar Konfrensi Pers Soal Pembatalan Suket Ijazah Gibran: Drama Hukum Wapres Kian Memanas, MA Tiba-Tiba Bungkam usai Menangkan Penggugat

Kehadiran langsung Kapolres Sukabumi di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus menumbuhkan karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak baik, berprestasi, dan taat hukum.

Polres Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

(Rama)

PENGGELEDAHAN PONPES SAAT DINI HARI BERUJUNG PETAKA: KAPOLRES SUKOHARJO DAN 3 PERWIRA RESKRIM RESMI DINONAKTIFKAN!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Buntut penggeledahan kontroversial di Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Hamalatul Quran (HQ) pada 27 Oktober 2026 lalu berakhir pahit bagi aparat kepolisian. Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena beserta tiga anak buahnya resmi dinonaktifkan dari jabatannya demi menjalani pemeriksaan intensif oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.

Langkah tegas ini diambil menyusul gelombang protes atas tindakan represif oknum aparat saat menggeledah ponpes putri yang berlokasi di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah tersebut. Selain AKBP Andika Dharma Sena, tiga personel lain yang turut dicopot adalah Kasat Reskrim, Kanit Pidum, dan Kanit PPA Polres Sukoharjo.

Prosedur Penggeledahan Dipertanyakan: Dini Hari, Dobrak Pintu, dan Senjata Laras Panjang

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa penonaktifan ini ditujukan untuk mendalami dugaan pelanggaran prosedur dan Etika Kepolisian berdasarkan aduan langsung dari para santri serta pengasuh pesantren.

Peristiwa ini mendadak menjadi sorotan nasional dan memantik reaksi keras dari DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengkritik tajam cara-cara penegakan hukum yang jauh dari kesan humanis. Penggeledahan yang dilakukan pada dini hari di lingkungan pendidikan anak bawah umur tersebut dinilai mengabaikan aspek perlindungan anak dan norma kesopanan.

“Tindakan aparat di lapangan sangat disayangkan. Laporan yang masuk menyebutkan adanya penggunaan senjata laras panjang, pengrusakan/pendobrakan pintu, hingga kondisi santriwati yang terpaksa keluar ruangan dalam keadaan belum mengenakan hijab. Hal ini tidak bisa dibiarkan dan membutuhkan evaluasi total terhadap jajaran kepolisian di Jawa Tengah,” tegas Abdullah.

Abdullah menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis para santriwati. Menurutnya, proses hukum memang harus berjalan, namun perlindungan terhadap hak-hak warga sipil—terutama anak-anak di bawah umur yang belum tentu ada hubungannya dengan tindak pidana—harus tetap menjadi prioritas utama.

Baca juga Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Pengusutan Kasus Berujung Pemeriksaan Propam

Penggeledahan di Ponpes HQ sebenarnya merupakan bagian dari serangkaian penyidikan kasus pembakaran dan perusakan warung “Mi dan Babi Tepi Sawah” di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Kendati dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu tengah diusut, cara penanganan di lapangan justru berbuah polemik besar.

Pemeriksaan oleh Divpropam Mabes Polri kini tengah berjalan untuk membongkar fakta di balik penggeledahan tersebut dan menentukan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran prosedur maupun Kode Etik Profesi Polri.

Sumber Informasi: iNews

Editor : Azi

Tepis Isu Penggusuran! Wali Kota Bandung Pasang Badan, Tegaskan Penataan Teuku Umar Harus Hasil Sepakat Warga dan Komunitas Skate

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan asas musyawarah dan kesepakatan bersama dalam penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada pihak yang dirugikan serta membantah secara tegas isu liar mengenai penggusuran warga.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Farhan di hadapan warga saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Teuku Umar pada Minggu (1/11/2026) dini hari.

Dari Aspirasi 2016 Hingga Fasilitas Pengolahan Sampah

Wali Kota menjelaskan bahwa gagasan awal penataan kawasan tersebut bermula dari aspirasi komunitas skateboard pada 2016 lalu. Saat itu, berkembang keinginan kuat agar Kota Bandung memiliki tempat bermain skateboard yang lebih representatif ketimbang sekadar memanfaatkan ruang di bawah Jembatan Pasupati.

Sebagai wujud perhatian pemerintah setelah ia menjabat, gagasan tersebut coba direalisasikan dengan merancang fasilitas yang lebih memadai. Meski demikian, Farhan menyadari sepenuhnya dinamika dan perbedaan sudut pandang yang muncul di tengah masyarakat.

Selain ruang terbuka publik untuk komunitas, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada penataan tempat penampungan serta pengolahan sampah ranting dan daun dari wilayah RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede. Keberadaan fasilitas pengelolaan lingkungan ini dipandang sangat vital dan harus masuk dalam perhitungan rencana penataan kawasan.

Baca juga MA Batal Gelar Konfrensi Pers Soal Pembatalan Suket Ijazah Gibran: Drama Hukum Wapres Kian Memanas, MA Tiba-Tiba Bungkam usai Menangkan Penggugat

Ruang Dialog Dibuka Lebar, Tepis Narasi Penggusuran

Guna menjembatani berbagai pihak, Farhan menginstruksikan seluruh elemen warga Kelurahan Lebakgede—khususnya RW 18 dan RW 10—bersama komunitas skateboard untuk duduk bersama, berdialog, dan mencari kompromi terbaik.

“Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa,” tegas Farhan.

Lebih lanjut, ia mematahkan rumor yang menuding pemerintah akan menggusur permukiman warga setempat demi pembangunan proyek tersebut. Farhan memastikan bahwa pintu komunikasi selalu terbuka lebar bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kota yang inklusif.

“Tidak pernah ada niat ataupun rencana dari pemerintah untuk menggusur. Jadi kalau sekarang ada narasi menggusur, itu tidak benar. Diskusi saja seperti biasa,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Editor : Azi

MA Batal Gelar Konfrensi Pers Soal Pembatalan Suket Ijazah Gibran: Drama Hukum Wapres Kian Memanas, MA Tiba-Tiba Bungkam usai Menangkan Penggugat

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Publik kembali diguncang oleh ketidakpastian hukum di lingkaran tertinggi pemerintahan. Mahkamah Agung (MA) secara mendadak membatalkan agenda konferensi pers yang sedianya digelar untuk menyikapi Putusan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026. Putusan tersebut secara telak mengabulkan seluruh gugatan terkait pembatalan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penundaan sepihak ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat, mengingat keputusan MA tersebut menghantam legitimasi syarat administratif yang pernah mengantar Gibran ke kursi wakil presiden.

MA Mendadak ‘Bungkam’ di Tengah Sorotan Publik

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Andi Julia Cakrawala, mengonfirmasi pembatalan mendadak tersebut tanpa memberikan kepastian kapan klarifikasi resmi akan dilakukan.

“Konferensi pers pada hari ini dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Andi, Senin (2/11).

Andi beralasan bahwa Biro Hukum dan Humas MA belum menerima salinan resmi putusan kasasi tersebut, sehingga belum dapat memberikan keterangan menyeluruh. Namun, langkah ini dinilai publik sebagai bentuk kegagalan transparansi di tengah vonis hukum yang berpotensi memicu krisis konstitusi.

Baca juga Peringatan Keras Kapolda Jabar: Anggota Polri Nekat Nge-Vape Siap-Siap Kena Sanksi Tegas, Berlaku 24 Jam!

Vonis Telak Kasasi MA: Suket Penyetaraan Gibran Batal Demi Hukum dan Wajib Dimusnahkan

Pembatalan konferensi pers ini terjadi di bawah bayang-bayang amar putusan kasasi MA yang memenangkan secara mutlak penggugat, H. M. Subhan. Majelis Hakim Kasasi yang diketuai Prof. Yulius bersama hakim anggota Hari Sugiaharto dan Michael Renaldy Zein membatalkan putusan tingkat sebelumnya (Judex Facti) dan mengadili sendiri perkara ini.

Dalam amar putusan yang diunggah di laman Kepaniteraan MA pada Jumat (30/10), MA mengabulkan seluruh (empat) poin gugatan:

  1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.
  2. Menyatakan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Nomor: 9149/D.D1/KS/2019 yang diterbitkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada 6 Agustus 2019 tidak sah dan batal demi hukum.
  3. Memerintahkan penarikan Suket tersebut dari pihak yang menguasainya untuk dimusnahkan.
  4. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.

Baca juga GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

Rantai Kelam Legitimasi: Bertentangan dengan UU Pemilu, MK Lepas Tangan

Putusan MA ini seolah mempertegas temuan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara PHPU Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober lalu. Dalam putusannya, MK menegaskan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang sah untuk disetarakan dengan pendidikan minimal SMA/sederajat — syarat mutlak yang diamanatkan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf I UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Anehnya, meski terbukti melanggar syarat dasar administrasi pemilu, MK menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi kedudukan Gibran sebagai Wakil Presiden. MK beralasan status Gibran sebagai calon telah berakhir sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, sehingga perkara ini dinilai “tidak lagi tepat” masuk ranah sengketa hasil pemilu dan melimpahkan kewenangan penilaian syarat tersebut ke lembaga negara lainnya.

Desakan Mundur dan Krisis Kepercayaan

Dengan dinyatakannya Suket penyetaraan ijazah tersebut batal demi hukum dan wajib dimusnahkan oleh MA, keabsahan pemenuhan syarat Gibran saat maju dalam Pemilu 2024 runtuh secara hukum administrasi.

Situasi ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak politik dan pakar hukum tata negara. Gelombang desakan agar Gibran mengundurkan diri atau dimundurkan dari jabatannya makin kencang bergulir. Publik kini menanti keberanian lembaga negara—khususnya DPR dan MPR—untuk menindaklanjuti ketetapan hukum yang kian menyudutkan posisi Sang Wakil Presiden.(Antara/Azi)

 

Peringatan Keras Kapolda Jabar: Anggota Polri Nekat Nge-Vape Siap-Siap Kena Sanksi Tegas, Berlaku 24 Jam!

LBANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menabuh genderang perang terhadap penggunaan rokok elektrik atau vape di lingkungan kepolisian. Tidak main-main, sanksi disiplin hingga tindakan tegas kini menanti para personel Polri maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berani melanggar aturan ini.

Langkah drastis tersebut merujuk pada Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/1/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026 yang secara resmi mengharamkan penggunaan vape. Keputusan ini diambil demi menjaga kedisiplinan, profesionalisme, serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat di tubuh Korps Bhayangkara.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Hengki, menegaskan bahwa instruksi dari Mabes Polri tersebut bersifat mutlak dan tidak memberikan ruang untuk kompromi.

“Instruksi dari Mabes Polri sudah sangat jelas. Larangan ini melekat pada personel, baik saat berada di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja. Tidak ada alasan bagi anggota untuk tidak patuh,” tegas Hengki di Bandung, Senin (2/11)

Baca juga GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

Nol Toleransi: Berlaku 24 Jam dan Menyasar Seluruh Area Pelayanan

Hengki memperingatkan bahwa aturan ini tidak hanya mengikat saat personel mengenakan seragam dinas atau berada di markas, tetapi juga saat bertugas maupun beraktivitas di luar lingkungan kerja.

Selain itu, seluruh area dari Mapolda Jabar hingga Polres jajaran ditetapkan sebagai kawasan steril dari asap rokok elektrik. Larangan ini berlaku komprehensif bagi seluruh anggota Polri, ASN, hingga masyarakat umum yang bertandang ke kantor polisi.

“Saya tegaskan bahwa seluruh area Mapolda Jabar hingga Polres jajaran harus bersih dari penggunaan rokok elektrik atau vape. Aturan ini berlaku untuk seluruh personel Polri, ASN, hingga masyarakat yang berkunjung,” ujar Kapolda.

Ia menggarisbawahi pentingnya integritas aparat sebagai role model di tengah masyarakat. Sebagai garda terdepan penegakan hukum dan pusat pelayanan publik, markas kepolisian wajib menjadi ruang yang nyaman, steril, dan teladan dalam hal kedisiplinan.

“Sebagai aparat penegak hukum, kita harus memberikan contoh yang baik. Markas kepolisian adalah tempat pelayanan publik, sehingga kenyamanan dan kedisiplinan harus dijaga sepenuhnya,” imbaunya.

Baca juga Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Propam Terjunkan Tim Sidak

Guna memastikan aturan ini tidak hanya menjadi macan kertas, Polda Jabar langsung bergerak cepat. Irjen Pol Hengki telah memerintahkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Jabar, Kombes Pol Mochamad Yoris Maulana Yusuf Marzuki, untuk memperketat pengawasan.

Tim Propam dikerahkan untuk melakukan pemantauan berkala hingga inspeksi mendadak (sidak) tanpa kompromi ke seluruh markas kepolisian di Jawa Barat. Siapa pun anggota yang kedapatan mengisap vape—baik di area kantor maupun di luar saat jam kerja—akan langsung diproses sesuai ketentuan disiplin yang berlaku.(Red)

Uang Rakyat Digasak, Jerat Korupsi Lombok Barat Makin Terkuak: KPK Periksa Eks Pj Sekda dan Lima Saksi Kunci!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperlebar lingkaran investigasi kasus rasuah yang mencoreng tatanan birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat. Hari ini, lembaga antirasuah secara tegas memanggil mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat berinisial AS bersama lima saksi kunci lainnya untuk diperiksa secara intensif.

Langkah proaktif ini diambil guna membongkar tuntas aliran dana haram yang menyeret nama Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), yang sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Juli 2026 lalu.

Aliran Dana Belasan Miliar dan Gurita Konflik Kepentingan

Skandal korupsi ini bermula dari operasi senyap KPK pada 20 Juli 2026. Tak butuh waktu lama bagi penyidik untuk menetapkan status tersangka kepada sang bupati nonaktif bersama Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Sudirman, serta Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani.

Berdasarkan temuan penyidik, praktik lancung ini tidak main-main. Lalu Ahmad Zaini diduga kuat meraup total uang hingga Rp12,4 miliar dari berbagai modus operandi busuk, yang meliputi:

  • Rp10,8 miliar dari konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Rp1,6 miliar dalam bentuk suap usai PT Meconel Sistim Instrument keluar sebagai pemenang proyek di lingkungan Pemkab Lombok Barat.

Selain itu, dalam pengembangan penyidikan sebelumnya, KPK bahkan telah mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp9,06 miliar yang menjadi saksi bisu atas kerakusan di balik meja kekuasaan daerah.

Baca juga TERGIUR JANJI MANIS MOSKOW: Mantan Sopir Taksi Asal Jakarta Tewas Jadi “Umpan Meriam” di Garis Depan Ukraina

Pemeriksaan Maraton di NTB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap para saksi krusial ini dipusatkan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun daftar lima saksi lain yang dipanggil untuk dimintai keterangan melingkupi unsur swasta hingga birokrat daerah, yaitu:

  1. T — Direktur CV Dyas Karya Konstruksi
  2. MAA — Pegawai CV Dyas Karya Konstruksi
  3. J — Pegawai CV Dyas Karya Konstruksi
  4. MR — Aparatur Sipil Negara (diduga Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram)
  5. J — ASN / mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDHM) Lombok Barat

Pemanggilan para pejabat dan pihak swasta ini diyakini menjadi kunci pembuka kotak Pandora untuk menyeret pihak-pihak lain yang turut menikmati atau memuluskan praktik kotor pengadaan barang dan jasa di Lombok Barat. KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu, demi mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampok oleh para pengambil kebijakan yang abdi pada kepentingan pribadi.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyidikan kasus ini dapat dipantau langsung melalui kanal resmi Komisi Pemberantasan Korupsi.

(Red)

TERGIUR JANJI MANIS MOSKOW: Mantan Sopir Taksi Asal Jakarta Tewas Jadi “Umpan Meriam” di Garis Depan Ukraina

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Mimpi mendapatkan kestabilan finansial instan di luar negeri berujung pada tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa. Taufiq Muhammad (48), seorang warga negara Indonesia kelahiran Sorong yang pernah berkarier di Amerika Serikat dan fasih berbahasa Inggris, dilaporkan tewas di garis depan Donbas, Ukraina. Tragisnya, ia tewas seketika pada kontak tembak pertama setelah terjebak dalam modus operandi sindikat tentara bayaran Rusia.

Berdasarkan laporan Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (DIU), Taufiq—yang sebelumnya pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta, mengelola perusahaan pertanian di Surabaya, serta fasih berbahasa asing—sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya tengah masuk ke dalam perangkap maut.

Rekrutmen bermula ketika agen Rusia menemukan resume lamarannya di sebuah situs lowongan kerja internasional dan menjanjikan imbalan uang dalam jumlah besar. Tergiur oleh janji pekerjaan fiktif tersebut, korban menandatangani kontrak satu tahun di Korolyov pada April 2026.

Baca juga GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

Alih-alih mendapatkan pekerjaan yang layak, Taufiq justru digiring langsung ke pusat latihan di Voronezh. Hanya berselang sepuluh hari pelatihan kilat, ia langsung diterjunkan ke zona pendudukan sementara di Donetsk sebagai infanteri garis depan tanpa persiapan tempur yang memadai. Nyawanya melayang seketika dalam kontak tembak pertama di dekat kawasan Zelena Dolyna, saat pasukan Moskow mencoba merangsek maju ke arah Novoselivka dan Drobysheve.

“Badan Intelijen Pertahanan Ukraina telah mengidentifikasi seorang tentara bayaran asing lainnya yang bertempur bersama pasukan pendudukan Rusia dan tewas di Ukraina — warga negara Indonesia bernama Taufiq Muhammad yang lahir pada 22 Mei 1978 di kota Sorong,” tegas pernyataan resmi DIU.

Modus Operandi: Jebakan Lowongan Kerja dan Infanteri Sekali Pakai

Kasus yang menimpa Taufiq membuka mata publik terhadap sisi gelap skema perekrutan internasional yang dijalankan Moskow. Sindikat ini secara sistematis memanfaatkan situs lowongan kerja komersial untuk menjaring warga sipil asing yang tengah mencari penghidupan lebih baik.

Intelijen Ukraina menegaskan bahwa WNI tersebut hanyalah korban kesekian dari penipuan tenaga tempur asing. Para korban umumnya tidak pernah mendapatkan informasi transparan mengenai risiko penugasan di zona konflik berintensitas tinggi. Di medan perang, mereka diperlakukan layaknya “umpan meriam” atau infanteri sekali pakai yang dikorbankan demi kepentingan militer tanpa perlindungan yang layak.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus peringatan genting bagi masyarakat luas agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran kerja luar negeri berupah fantastis yang minim kejelasan legalitas. Di balik iklan lowongan kerja internasional yang tampak menggiurkan, tersimpan ancaman maut yang siap merenggut nyawa dalam sekejap.

Catatan Redaksi: Pemerintah dan berbagai lembaga terkait terus mengimbau WNI di dalam maupun luar negeri untuk selalu memverifikasi legalitas setiap tawaran pekerjaan lintas negara guna menghindari jerat sindikat ilegal internasional.

(Red)

GOLOK KASASI MA PAPAS SUKET IJAZAH GIBRAN: BABAK BARU CRISIS OF LEGITIMACY DI PUCUK PIMPINAN NASIONAL

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Keputusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka memicu hantaman politik-hukum paling mematikan bagi pemerintahan saat ini. Lewat Putusan Kasasi Nomor 742.K/TUN/2026, MA mengabulkan seluruh gugatan penggugat dan membatalkan keputusan Kemendikdasmen serta putusan PTUN Jakarta. Legitimasi adminstratif sang Wakil Presiden kini berada di ambang tanduk.

Langkah MA “mengadili sendiri” perkara ini di bawah Majelis Hakim yang diketuai Prof. Yulius bagaikan pukulan telak yang merubuhkan benteng pertahanan administrasi Gibran. Pembatalan suket tersebut secara substansial mengonfirmasi kejanggalan dokumen dasar yang selama ini dipakai untuk memenuhi syarat pencalonan dalam Pemilu.

MK Sebut Tak Ada Bukti Ijazah, MA Batalkan Penyetaraan: Dualisme Kunci Penjaga Konsitusi

Kondisi makin panas setelah menilik kembali pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan PHPU Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Dalam persidangan tersebut, MK secara tegas menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah/sertifikat dari luar negeri yang bisa disetarakan dengan jenjang SMA/sederajat sesuai Pasal 169 huruf r UU Pemilu.

Meski MK berdalih tak bisa mendiskualifikasi Gibran karena statusnya “bukan lagi calon” pasca-pelantikan 20 Oktober 2024, pintu pemakzulan dan pertanyaan besar soal keabsahan syarat UUD 1945 kini terbuka lebar. MK secara tersirat melemparkan bola panas ini kepada lembaga yang memiliki kewenangan menilai keabsahan syarat konstitusional.

Baca juga Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Narasi Menohok: “Wapres Tanpa Alas Hukum Penyetaraan Ijazah”

Rangkaian putusan hukum ini melahirkan paradoks terbesar dalam sejarah politik modern Indonesia: seorang Wakil Presiden menjabat tanpa didukung oleh surat penyetaraan ijazah yang sah secara hukum, sementara ijazah fisiknya sendiri gagal dibuktikan di persidangan MK.

“Ini bukan lagi sekadar polemik kelengkapan berkas administrasi, melainkan krisis legitimasi moral dan hukum di tingkat tertinggi puncak kekuasaan. Ketika ijazah luar negeri tak dapat dibuktikan di MK dan suket penyetaraannya resmi dibatalkan oleh MA, atas dasar hukum apa syarat dasar pencalonan itu berdiri?”

Konferensi pers yang digelar Mahkamah Agung pada Senin (2/11/2026) pukul 11.00 WIB menjadi panggung penghakiman publik atas ketegasan penegakan hukum di tanah air. Publik kini menanti: apakah hukum akan bertekuk lutut di hadapan kekuasaan, ataukah supremasi hukum bakal meruntuhkan kekuasaan yang berdiri di atas landasan administratif yang cacat?

(Azi)

Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Divisi Propam Polri turun tangan mendalami keluhan masyarakat terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.

Langkah ini diambil menyusul kritik publik atas dampak penggeledahan terhadap para santri dalam penyidikan kasus perusakan warung makan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan pihaknya terbuka terhadap segala masukan dan kritik publik untuk mengevaluasi tindakan di lapangan.

“Kami memandangnya sebagai bahan perbaikan dan evaluasi. Pendalaman tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tahapan tindakan kepolisian dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Isir di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Baca juga RAKUS KORPORASI HANGUSKAN KALIMANTAN: WALHI TUNTUT BARESKRIM BUKA IDENTITAS 20 KORPORASI TERSANGKA KARHUTLA DAN PENGUSAHA DIBALIKNYA!

Penggeledahan tersebut merupakan rangkaian pengembangan penyidikan atas kasus perusakan dan pembakaran warung makan yang terjadi pada 12 September 2026 lalu. Polisi sebelumnya telah mengamankan seorang tersangka berinisial S dan kini tengah memburu pihak lain berinisial I.

Dalam pelaksanaannya, Polda Jateng melibatkan Polwan serta berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sukoharjo.

Usai penggeledahan, para santri langsung dipulangkan kepada orang tua masing-masing, sementara sebagian barang yang disita telah dikembalikan melalui kuasa hukum.

Sebagai bentuk cooling down, kepolisian juga telah membangun komunikasi intensif dengan tokoh agama setempat serta pengurus Ponpes Al-Mukmin Ngruki.

Isir menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara profesional tanpa maksud memberikan stigma negatif terhadap lembaga pendidikan Islam.

“Polri menghormati pesantren sebagai lembaga yang membina akhlak dan keilmuan umat. Penegakan hukum tersebut tentu bukan untuk memberikan stigma,” tegasnya.

(Red)