JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Partai Gerindra mendukung penuh langkah tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah komando Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang menindak penjeratan hukum terhadap oknum perwira tinggi atas kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Kendati mengapresiasi ketegasan Polri yang tak pandang bulu, Gerindra menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh berhenti hanya pada eksekutor di lapangan.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengusut tuntas aktor intelektual, pemberi komando, hingga penyandang dana di balik aksi spionase tersebut.
“Bareskrim harus mengusut tuntas siapa pihak yang menjadi otak penggerak, pemberi perintah, maupun penyandang dana di balik aksi penyadapan ilegal ini,” tegas Sugiat Santoso di Jakarta, Rabu.
Sinyal Pembersihan Total Deep State
Sugiat menyoroti bahwa pembongkaran kasus ini harus menjadi peringatan keras (warning) bagi praktik-praktik deep state atau oknum jahat yang mencoba bermain di dalam struktur birokrasi. Menurutnya, tindakan tegas Polri memperlihatkan bahwa era pembiaran telah resmi berakhir.
Gerindra juga mendorong adanya pembuktian transparan mengenai motif di balik kejahatan ini—apakah sekadar kejahatan informasi, manuver politik untuk mengguncang stabilitas nasional, atau melibatkan jaringan serta kepentingan pihak eksternal tertentu.
Mandat Rakyat Tak Bisa Didikte Intelijen Gelap
Gerindra memastikan bahwa segala bentuk pembocoran data, intimidasi digital, hingga operasi senyap tidak akan mampu meredam apalagi mendikte arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sugiat menekankan bahwa pemerintahan saat ini berdiri tegak atas mandat rakyat yang bersih dan kuat, sehingga tidak akan pernah tunduk pada gertakan elemen intelijen gelap mana pun. Saat ini, roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan solid, fokus, dan efektif dalam menjalankan agenda-agenda strategis untuk rakyat.
Menutup keterangannya, Gerindra mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan penuh proses hukum kepada aparat penegak hukum dan tidak mengembuskan spekulasi liar di publik.
“Presiden Prabowo Subianto memimpin dengan mandat rakyat yang bersih dan kuat. Segala bentuk intimidasi digital, spionase, atau operasi senyap tidak akan pernah berhasil mendikte jalannya pemerintahan,” pungkas Sugiat.
(Red)









