DEKLARASI KEKUASAAN! GARUDA MENGAMUK, BANGLADESH LULUH LANTAK 9-2, MALAYSIA GAGAL TOTAL!

Pesta gol di SUGBK bukan sekadar kemenangan, ini teror mental bagi Asia Tenggara. Skuad Garuda tancapkan kuku, rival abadi terpaksa menelan pil pahit!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Malam Kamis (1/10/2026) akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah sepak bola nasional. Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Timnas Indonesia tidak sekadar bermain; mereka menggelar pesta pembantaian.

Dengan skor yang lebih cocok untuk pertandingan kriket atau bola basket, 9-2, Indonesia menghancurkan perlawanan Bangladesh dalam laga yang sesungguhnya bukan laga final, namun terasa seperti final sesungguhnya.

Kemenangan ini bukan hanya tentang tiket ke partai puncak ASEAN Cup 2026. Ini adalah pernyataan keras bahwa Raja Asia Tenggara yang baru telah bangkit.

Baca juga DULU COVER BOY, KINI JENDERAL BINTANG EMPAT: Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Polri, Prabowo Subianto Titipkan Reformasi Hukum dan Stabilitas Nasional

Malaysia: Menelan Ludah Sendiri

Implikasi dari skor mencolok ini jauh melampaui papan skor. Dengan produktivitas gol yang meledak, Indonesia secara resmi menyingkirkan Malaysia dari takhta puncak klasemen Grup A. Harapan rival abadi itu untuk memuncaki grup hancur lebur oleh dominasi total Skuad Garuda.

Malaysia yang sedari awal merasa aman di zona nyaman, kini harus menonton dari tribun kehormatan bagaimana Indonesia mendikte permainan dengan otoritas mutlak. Tidak ada ampun, tidak ada belas kasihan.

Demonstrasi Kekuatan Sejak Peluit Pertama

Sejak peluit kick-off dibunyikan, anak asuh pelatih sudah memberi sinyal: “Kami datang untuk membunuh karakter lawan.” Tekanan tinggi diterapkan, membuat lini belakang Bangladesh panik dan melakukan blunder fatal.

Hujan gol terjadi. Satu demi satu jala gawang Bangladesh bergetar, memaksa ribuan suporter di SUGBK nyaris kehilangan suara karena terus bersorak. Ini adalah demonstrasi kekuatan ofensif yang membuat seluruh kontestan ASEAN Cup 2026 kini gemetar.

Baca juga Diduga Pencuri Kelapa Membawa Mobil Bak Terbuka Di Jampang Surade Beraksi Di Siang Bolong, Pemilik Laporkan Ke Polres

Pesan Teror dari Ruang Ganti

Usai laga, sang pelatih tidak menyembunyikan kepuasan sekaligus memberikan peringatan keras bagi calon lawan di final.

Para pemain menunjukkan fokus yang sangat tinggi sejak menit awal. Kami tahu target yang harus dicapai, dan mereka mampu mengeksekusi rencana permainan dengan luar biasa. Skor ini bukan kebetulan, ini adalah hasil kerja keras dan mentalitas juara. Kami belum selesai,” tegas sang pelatih dengan tatapan tajam.

Menuju Takhta

Dengan modal moral yang meledak dan kepercayaan diri di langit ketujuh, Indonesia kini melangkah gagah menuju partai final. Trofi ASEAN Cup 2026 bukan lagi mimpi, melainkan target yang sudah di depan mata.

Siapapun lawan yang akan dihadapi, satu pesan yang dikirimkan Indonesia malam ini: Si-siap menentang Garuda, bersiaplah untuk hancur.

(Red)

PERSIB memenuhi ambisinya untuk mengalahkan Persijap Jepara dengan skor 2-1

Jepara, JURNAL TIPIKOR – PERSIB memenuhi ambisinya untuk mengalahkan Persijap Jepara, tim yang tidak bisa dikalahkan pada musim lalu. Pada pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu, 20 September 2026, PERSIB mencatat kemenangan 2-1. Persijap sempat unggul terlebih dahulu melalui tendangan penalti Jose Antonio Ruis Lopez atau Pirulo menit 12. Namun, PERSIB membalikkan keadaan melalui gol Thom Haye menit 21 dan Uilliam Barros menit 55.

Berkat kemenangan keduanya, PERSIB mengoleksi nilai 6 dari 3 pertandingan dan menempati peringkat kelima.

Dalam pertandingan ini, Uilliam Barros Pereira yang dalam kondisi segar karena tidak terbang ke Korea Selatan akibat larangan bertanding dipercaya menjadi salah satu andalan PERSIB di lini serang. Ia mengisi pos yang sebelumnya ditempati Balsa Sekulic.

Pemain lain yang pada laga kontra FC Seoul sebagai pengganti tetapi kali ini menjadi starter adalah Ikwan Ali Tanamal di bek kanan, Thom Haye di tengah, Beckham Putra Nugraha, Mariano Peralta dan Rosembergne “Berguinho” Da Silva di lini serang.

Baca juga “Tidak Masuk Akal!” Mahfud MD Gebuk KPK: Segera Periksa Nusron Wahid, Publik Sudah Menunggu Transparansi!

Mengawali pertandingan, PERSIB langsung mencoba mengambil inisiatif penyerangan. Namun, para pemain Persijap tak membiarkan permainan tamunya berkembang. Pada menit 10, PERSIB dihukum tendangan penalti ketika tendangan Pirulo mengenai tangan Ikwan di dalam kotak penalti. Eksekusi penalti Pirulo tak berhasil diantisipasi Teja pada menit 12.

PERSIB mencoba merespon. Namun, baru pada menit 21, PERSIB bisa menyamakan kedudukan melalui tandukan Haye memanfaatkan umpan silang Ikwan dari sektor kiri penyerangan PERSIB. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, pelatih PERSIB, Igor Tolic memasukkan Balsa Sekulic menggantikan Beckham untuk menambah daya dobrak di lini depan. PERSIB langsung mengambil inisiatif penyerangan meski tentu saja tak dibiarkan Persijap.

Baca juga Surya Paloh Taruh Nyawa Politik NasDem: Siap “Bunuh Diri” di Pemilu Demi PT 7 Persen, Utamakan Kepentingan Nasional Atas Kursi Parlemen

Pada menit 55, PERSIB bisa berbalik unggul melalui gol Barros yang menncuri bola sodoran Najeeb Yakubu kepada kiper Persijap Rakasurya Handika untuk kemudian menceploskan ke gawang Persijap.

Persijap merespon melalui tendangan keras Kalezic dari depan kotak penalti PERSIB pada menit 58. Namun, Teja mampu menangkap bola dengan baik.

Pada menit 59, Tolic memasukkan Adam Alis menggantikan Berguinho. Pada menit 63, PERSIB nyaris menambah keunggulan. Namun, umpan silang Reijnders masih bisa dihalau pemain belakang Persijap.

Menit ke-70, Tolic memasukkan Ragnar Oratmangoen dan Luka Menalo menggantikan Peralta dan Barros. Empat menit berselang, Persijap sempat membobol gawang PERSIB melalui Yaya Sogodogo, namun dianulir wasit karena ia handsball terlebih dahulu.

Pada menit 78, Tolic memasukkan Julio Cesar menggantikan Haye yang sudah kelelahan. Masuknya Julio Cesar diproyeksikan untuk memperkuat pertahanan.

Menit 85, PERSIB membobol gawang Persijap melalui tendangan keras Menalo dari dalam kotak penalti. Namun, gol dianulir setelah peninjauan VAR karena Menalo berada dalam posisi off-side. Tiga meit berselang, sontekan Menalo juga masih melenceng.

Di waktu tambahan tujuh menit, Persijap terus menekan. Pada menit 90+2, tandukan Juan Douglas masih melambung di atas mistar gawang PERSIB. Meski terus digempur, PERSIB mampu mempertahankan kemenangan 2-1 atas Persijap.***

Hantam Persija, Persib Langsung ‘Gempur’ Korea: Fokus Penuh ke Asia Meski Terpaksa Tunduk di SUGBK

TANGERANG, JURNAL TIPIKOR – Tidak ada waktu untuk meratapi kekalahan. Persib Bandung langsung memutar haluan 180 derajat, mengalihkan seluruh fokus dari panasnya rivalitas Super League 2026/27 menuju dinginnya tantangan kompetisi Asia. Hanya berselang satu hari setelah takluk 1-2 di hadapan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), skuad Pangeran Biru sudah menggelar sesi pemulihan di Tangerang, Minggu (13/9/2026), sebelum bertolak ke garis depan pertahanan Korea Selatan.

Langkah cepat ini menunjukkan ketangguhan mental tim asuhan Igor Tolic. Kalah rasa, tapi tidak kalah strategi. Latihan dengan intensitas rendah yang digelar hari ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi cerdas untuk menyelamatkan sisa energi pemain. Setelah menjalani laga bergengsi yang menguras emosi dan fisik, program pemulihan ini menjadi kunci agar kondisi kebugaran tetap terjaga di tengah jadwal yang mencekam.

Malam ini, rombongan Persib dijadwalkan terbang ke Seoul. Misi mereka jelas: menghadapi FC Seoul dalam laga perdana Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/27 pada Rabu, 16 September 2026. Ini adalah ujian berat. Persib harus bermain tandang di markas lawan hanya beberapa hari setelah duel panas kontra Macan Kemayoran. Perbedaan cuaca, tekanan tuan rumah, dan kelelahan akumulatif menjadi tembok tebal yang harus dijebol.

Baca juga Kurangi Ketergantungan pada Tengkulak, PKM UPI Y.A.I Kembangkan Wisata Edukatif Margaluyu

Namun, ada catatan pahit yang harus diterima Persib. Mereka akan berangkat tanpa layanan penyerang andalan, Uilliam Barros Pereira. Bintang Brasil tersebut masih harus menelan pil pahit berupa hukuman larangan tampil akibat kartu merah yang diterimanya di ajang ACL Two musim lalu saat Persib bertanding di Bandung. Absennya Uilliam menjadi pukulan tersendiri bagi daya gedor ofensif Persib di tanah Korea.

Meski demikian, semangat juang Persib tidak boleh luntur. Dari Tangerang ke Seoul, Pangeran Biru membawa tekad baru: membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan penantang serius di kancah Asia. Kekalahan dari Persija mungkin meninggalkan luka, namun kemenangan di Seoul akan menjadi obat terbaik.

(Red)

“Hantu SUGBK Bangkit: Sekulic Siap ‘Balas Dendam’ Persija, Ingatkan Trauma Gol Penalti yang Mengubur Mimpi Macan Kemayoran”

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Memori kelam itu masih tersimpan rapi di benak para pendukung Persija Jakarta. Tepatnya saat semifinal Piala Presiden 2026, ketika Balsa Sekulic mendinginkan suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan eksekusi penalti dinginnya di menit ke-28. Gol itu bukan sekadar angka; itu adalah pisau yang menusuk jantung ambisi Persija, mengantarkan PERSIB Bandung melaju ke final sambil meninggalkan Macan Kemayoran dengan luka kekalahan 2-1.

Kini, sejarah seolah hendak berulang.

Pada pekan kedua Super League 2026/27, Sabtu (12/9/2026), Sekulic kembali menginjakkan kaki di kandang musuh bebuyutan tersebut. Bukan lagi sebagai tamu dalam turnamen piala, melainkan sebagai penyerang utama PERSIB yang haus poin dalam kompetisi liga paling bergengsi. Striker asal Montenegro ini tidak datang dengan tangan kosong; ia membawa serta kepercayaan diri dari catatan manis yang pernah ia ukir di tempat yang sama.

“Saya berharap bisa mencetak gol lagi, tetapi yang paling penting adalah kami menang. Tidak masalah siapa yang mencetak gol,” ujar Sekulic dengan nada tenang namun penuh ancaman terselubung.

Baca juga “Jangan Main-Main dengan Amanah”: Ombudsman RI Deklarasi Perang Terhadap Konflik Kepentingan, Targetkan 90% Laporan Tuntas Tahun Ini

Bagi Sekulic, laga kali ini bukanlah sekadar nostalgia. Ia menyadari betul bahwa dinamika telah berubah. Jika dulu mereka bertemu di babak gugur Piala Presiden, kini pertarungan berlangsung di arena Super League yang lebih ketat dan tanpa ampun. Lebih lagi, PERSIB harus menghadapi tekanan ganda: rivalitas klasik dan status sebagai tim tamu di SUGBK yang dikenal memiliki atmosfer intimidatif.

“Perbedaannya adalah kami bertemu dalam kompetisi dan kami bermain di kandang mereka. Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah,” akui Sekulic. Namun, pengakuan itu bukan tanda ketundukan, melainkan kalkulasi strategis. Ia percaya, kunci untuk membungkam gemuruh tribun SUGBK bukan terletak pada individualitas, melainkan pada disiplin kolektif dan solidaritas tim yang padat.

Sekulic tahu, Persija pasti ingin menebus kekalahan memalukan di Piala Presiden 2026. Tapi bagi sang striker, setiap pertemuan adalah lembar baru. Dan jika nasib baik berpihak padanya, bukan mustahil gol penalti di menit ke-28 dua tahun lalu akan diikuti oleh luka baru yang lebih dalam bagi Persija di musim ini.

PERSIB datang bukan untuk bersahabat. Mereka datang untuk mengambil hasil, dan Sekulic siap menjadi ujung tombak yang mengingatkan Persija: trauma itu nyata, dan ia siap menghidupkannya kembali. ***

Dari Neraka ke Puncak: PERSIB Bandung Hajar Balik PSM Makassar 3-1, Sekulic Langsung Cetak Sejarah di Debut Resmi!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR  – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi saksi bisu dari sebuah drama sepak bola yang memukau. PERSIB Bandung memulai kampanye Super League 2026/27 dengan cara yang paling dramatis: remontada total. Setelah sempat terpuruk dan tertinggal lebih dulu, Maung Bandung bangkit seperti raksasa yang terjaga, menghancurkan mimpi PSM Makassar dengan skor akhir 3-1, Minggu (6/9/2026).

Pertandingan ini bukan sekadar kemenangan tiga poin, melainkan pernyataan sikap keras dari skuad asuhan Igor Tolic bahwa mentalitas juara tidak luntur meski ditekan di menit-menit awal.

Detik-Detik Kelam Babak Pertama

Awal pertandingan berjalan tidak sesuai skenario. Baru berjalan enam menit, ketenangan GBLA runtuh seketika. Kodai Tanaka, striker PSM Makassar, memanfaatkan celah fatal di lini pertahanan PERSIB. Tendangannya yang dingin dan tepat sasaran membuat kiper Fitrah Maulana hanya bisa pasrah. Skor 0-1 menjadi kenyataan pahit bagi tuan rumah.

Tekanan demi tekanan datang dari wakil Sulawesi Selatan tersebut. PERSIB tampak kesulitan menemukan ritme. Kabar buruk semakin lengkap ketika kapten tim, Marc Klok, terpaksa meninggalkan lapangan akibat cedera. Tanpa otak permainan mereka, PERSIB gagal menyamakan kedudukan hingga peluit istirahat berbunyi. Suasana di tribun mulai dihinggapi kecemasan.

Baca juga “CFD KOK JADI LADANG TEMUAN? Rp2,7 Miliar Dipersoalkan BPK, Pemkot Bandung Jangan Cuma Tutup Jalan—Buka Juga Jalan Pertanggungjawaban!”

Efek “Sentuhan Ajaib” Tolic di Ruang Ganti

Igor Tolic tidak tinggal diam. Di masa jeda, ia melakukan perubahan strategis dengan memasukkan Balsa Sekulic menggantikan Beckham Putra Nugraha. Keputusan ini ternyata menjadi kunci pembuka gerbang kemenangan.

Begitu babak kedua dimulai, wajah PERSIB berubah total. Mereka tampil lebih agresif, lebih lapar, dan lebih tajam. Gol penyama kedudukan tiba di menit ke-48. Thom Haye mengumpan cantik dari tendangan sudut, dan Patricio Matricardi, bek tangguh asal Argentina, menyambar bola dengan sundulan maut. 1-1! GBLA meledak. Energi positif langsung mengalir deras ke dalam tubuh para pemain.

Namun, PERSIB belum puas. Hanya berselang tiga menit, atau tepatnya di menit ke-51, kejutan terbesar datang. Balsa Sekulic, yang baru saja masuk, menerima bola di depan kotak penalti. Dengan ketenangan seorang veteran, ia melepaskan tembakan kaki kiri yang menusuk tiang jauh. Bola bersarang di sarang kiper Hilman Syah. 2-1! Ini adalah gol perdana Sekulic untuk PERSIB di kompetisi resmi, dan ia langsung mencetaknya di momen paling krusial.

Baca juga AHY Guncang Istana: Demokrasi Indonesia Terancam, Netralitas Aparat Negara Dipertaruhkan

Pukulan Telak di Menit-Menit Penutup

PSM Makassar mencoba bangkit, namun pertahanan PERSIB kini telah tertutup rapat. Kartu kuning yang diterima Mariano Peralta di menit 57 menjadi satu-satunya noda kecil dalam disiplin tim tuan rumah.

Untuk menjaga intensitas dan kebugaran, Tolic kembali melakukan rotasi di menit 78. Thom Haye dan Peralta digantikan oleh Dedi Kusnandar dan Luka Menalo. Segar bertenaga, para pemain pengganti ini justru menambah ancaman.

Di menit 82, Uilliam Barros Pereira menyelesaikan pesta gol PERSIB. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu dibendung oleh Hilman Syah. Skor 3-1 menjadi bukti dominasi total PERSIB di paruh kedua pertandingan.

Menjelang akhir laga, Ragnar Oratmangoen masuk menggantikan Berguinho di menit 86 untuk menutup rapat ruang gerak lawan. Meski PSM menguasai bola di empat menit tambahan waktu, lini belakang PERSIB tampil solid tanpa cela. Serangan balik berbahaya lewat kombinasi Menalo dan Oratmangoen hampir menambah angka, namun nasib berkata lain.

Posisi di Puncak Klasemen Sementara

Kemenangan dramatis ini membawa PERSIB langsung bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Super League 2026/27 dengan koleksi 3 poin, selisih gol yang masih harus bersaing ketat dengan Arema FC yang berada di puncak usai mengalahkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor telak 4-0.

Satu hal yang pasti dari pertandingan ini: PERSIB telah mengirimkan pesan kepada seluruh rival di liga. Mereka mungkin bisa terluka di awal, tetapi mereka akan selalu bangkit lebih kuat, lebih ganas, dan lebih mematikan. Selamat datang di era baru Maung Bandung.

(Red)

Lahir dari Rahim Bandung, Tarung Derajat Guncang Kota Kembang: Tiga Guru Besar Hadirkan Semangat Baru, Linmas Dijadikan Garda Keamanan Terlatih

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Gelora bela diri asli Indonesia, Tarung Derajat, kembali membuktikan bahwa identitasnya tak terpisahkan dari tanah kelahirannya, Kota Bandung. Dalam sebuah momentum penyatuan visi yang dihadiri oleh tiga pilar utama—Sang Guru Badai Meganegara Drajat, S.Si., Sang Guru Rimba Dirgantara Dradjat, SE., dan Sang Guru Dara Mentari Putri Dradjat, SH.—semangat para atlet dan pengurus Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung membara lebih dari sekadar olahraga, melainkan sebuah gerakan sosial dan keamanan.

Kehadiran ketiga tokoh sentral ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi bahan bakar bagi komitmen baru Pengurus Cabang (Pengcab) di bawah kepemimpinan H. Asep Robin, SH., MH. untuk melakukan revolusi tata kelola dan pembinaan.

Revolusi Fasilitas: Sekretariat 1.000 Meter Persegi sebagai “Rumah Kedua” Atlet

Menjawab kebutuhan atlet akan tempat latihan yang memadai dan profesional, Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung tidak main-main. Mereka telah menyiapkan sekretariat baru yang megah seluas lebih dari 1.000 meter persegi di lantai 3 Gedung BTM.

“Ini bukan sekadar kantor. Ini adalah markas. Tempat ini terbuka 24 jam untuk seluruh anggota dan atlet, baik untuk latihan rutin maupun persiapan matang (Training Camp). Kami ingin memastikan setiap tetes keringat atlet tersalurkan di fasilitas terbaik,” tegas H. Asep Robin.

Baca juga Cobra Muaythai Cimahi Persembahkan 7 Medali untuk Kota Cimahi di Kejurnas Muaythai Indonesia 2026

Lebih dari itu, Asep Robin menegaskan bahwa prestasi fisik harus sejalan dengan kecerdasan intelektual. Pengcab berkomitmen penuh mendorong atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana melalui dukungan fasilitas dan program beasiswa khusus. “Atlet kami tidak hanya tangguh di arena, tapi juga cerdas di bangku kuliah,” tambahnya.

Strategi Keamanan Nyata: 151 Kelurahan, 151 Garda Linmas Bela Diri

Langkah paling menohok dan berdampak luas datang dari rencana strategis Pengcab untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Targetnya jelas dan ambisius: membekali seluruh anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di 151 kelurahan se-Kota Bandung dengan kemampuan bela diri Tarung Derajat.

Ini bukan sekadar pelatihan formalitas. Ini adalah upaya konkret menciptakan ekosistem keamanan lingkungan dari akar rumput. Dengan Linmas yang terlatih secara fisik dan mental, diharapkan tindak kejahatan seperti perampokan dapat dicegah sejak dini, menciptakan rasa aman yang nyata bagi warga.

“Kami ingin berkontribusi nyata menjaga kondusivitas Kota Bandung. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Asep Robin.

Baca juga Naturalisasi Bukan Obat Manjur: DPR Tegur Keras Kegagalan Timnas, Sebut Potensi Anak Bangsa Terabaikan Demi “Jalan Pintas”

Dukungan Penuh Wali Kota: “Ini Kebanggaan Kita Bersama”

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif berani ini. Beliau menyoroti peran vital ketiga Sang Guru yang telah membesarkan nama Tarung Derajat hingga diakui secara nasional.

“Tarung Derajat lahir dari rahim Kota Bandung. Ini adalah DNA kita, kebanggaan kita bersama yang wajib kita tunjukkan ke kancah nasional maupun internasional,” tegas Farhan.

Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap mendukung penuh rencana pelatihan bela diri bagi Linmas. Sinergi antara organisasi olahraga dan pemerintah daerah ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkokoh ketertiban masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya bela diri lokal.

Baca juga Terungkap dari Pengembangan Kasus, Polsek Mandau Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi di Air Jamban, Tiga Pelaku Diamankan

Menuju Tuan Rumah Kejuaraan Nasional 2026

Dengan fondasi yang semakin kuat, Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung kini mengarahkan pandangan ke dua ajang bergengsi: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada November 2026 dan Kejuaraan Nasional Tarung Derajat pada Desember 2026, di mana Kota Bandung akan bertindak sebagai tuan rumah.

Pesan Asep Robin kepada para atlet singkat namun menusuk jiwa: “Tetap semangat, kuat, dan percaya diri. Ingat, Tarung Derajat lahir di sini. Jangan biarkan nama besar kota ini ternoda di arena sendiri.”

Latihan gabungan akbar ini direncanakan menjadi agenda rutin dua kali setahun, menjadi momen sakral untuk menyatukan visi, memantapkan strategi bertarung, dan memperkuat sinergi antar-atlet serta dengan pemerintah daerah.

Tarung Derajat tidak lagi sekadar bertanding; mereka sedang membangun benteng keamanan dan mencetak generasi unggul dari jantung Kota Bandung.

(Red)

Cobra Muaythai Cimahi Persembahkan 7 Medali untuk Kota Cimahi di Kejurnas Muaythai Indonesia 2026

CIMAHI, JURNAL TIPIKOR — Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga bela diri Kota Cimahi. Tim Cobra Muaythai yang diasuh oleh Ketua Umum Deddy Supriadi berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Muaythai Indonesia Championship 2026 (Kejurnas) yang berlangsung tahun ini dari tanggal 4 agustus sampai 10 Agustus di Kota bekadi Jawa Barat.

Altet yang mengikuti Kejuaraan ini sebanyak 520 peserta yang tetdiri dati 16 Provinsi di In donesia, Kota Cimahi yang mewakili Jasa Barat mengirum Duta 10 Atlet.

Pengurus Cabang Muaythai Ibdonesia Mengirimkan total 10 atlet untuk berlaga, tim Cobra Muaythai Cimahi berhasil membawa pulang keseluruhan 7 medali untuk mengharumkan nama Kota Cimahi, dengan rincian perolehan sebagai berikut:
1 Medali Emas: diraih oleh Dhiki
2 Medali Perak: diraih oleh Raya dan Nisha
4 Medali Perunggu: diraih oleh Tegar, Fitri, Faris, dan Lutfi

Baca juga Naturalisasi Bukan Obat Manjur: DPR Tegur Keras Kegagalan Timnas, Sebut Potensi Anak Bangsa Terabaikan Demi “Jalan Pintas”

Pelatih Muaythai Kota Cimahi Rocky Bernard menyampaikan rasa syukur dan bangga atas perjuangan seluruh atlet. “Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, disiplin tinggi, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan anak-anak didik saya selama berlatih. Motto kami Berani Tangguh Benar benar-benar terwujud di setiap pertandingan. Medali ini bukan hanya milik tim, melainkan persembahan tulus untuk seluruh warga Kota Cimahi,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa bibit atlet berbakat di Cimahi mampu bersaing di tingkat nasional. Harapannya, capaian ini dapat memotivasi lebih banyak anak muda untuk menekuni olahraga bela diri, sekaligus menjadi kebanggaan bersama yang memperkuat nama baik Kota Cimahi di kancah olahraga nasional.

Deddy Supriadi selaku Ketua Umum Muaythai Kota Cimahi menyapaikan terima kasih pada Pemerintah Kota Cimahi, Koni Kota Cimahi yang telah mendukung kegiatan Kami dalam meningkatkan Sumber Daya Manuasia yang Mampu bersaing dan Seluruh jajaran dan masyarakat Kota Cimahi turut mengapresiasi dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet, Manager Team Deddy Supriadi, serta tim Cobra Muaythai atas dedikasi dan prestasi yang telah diukir.

(Adhe)

PPS Gagak Lawung Indonesia Dominasi Kejuaraan Nasional Yo Silat 2026, Borong Tiga Medali Emas

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Persaudaraan Pencak Silat (PPS) Gagak Lawung Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat “Yo Silat” 2026 yang berlangsung di SOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, tiga atlet andalan Gagak Lawung berhasil menyapu bersih medali emas dari kategori tanding yang mereka ikuti.

Kejuaraan yang digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026 ini, diikuti oleh 1.186 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta kota/kabupaten se-Jawa Barat. Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bagi para pesilat muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Tiga atlet PPS Gagak Lawung Indonesia yang berhasil meraih medali emas adalah:
1. Syahwani Nadina Putri (Kategori Tanding SD)
2. Muhammad Fakhri (Kategori Tanding SMP)
3. Muhammad Rifal (Kategori Tanding SMP)

Baca juga Naturalisasi Bukan Obat Manjur: DPR Tegur Keras Kegagalan Timnas, Sebut Potensi Anak Bangsa Terabaikan Demi “Jalan Pintas”

Kesuksesan ini tidak lepas dari strategi pelatihan yang intensif serta kejelian pelatih dalam memberikan instruksi teknis selama pertandingan. Kombinasi antara mental bertarung yang kuat dan penguasaan teknik silat membuat ketiga atlet tersebut mampu mengalahkan lawan-lawannya dan berdiri di podium tertinggi.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya pencak silat sebagai lebih dari sekadar seni tradisi. Beliau menyatakan bahwa pencak silat kini telah bertransformasi menjadi seni bela diri prestasi yang dapat menjadi jalur alternatif bagi atlet untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

“Pencak silat bukan sekedar seni tradisi, melainkan seni beladiri prestasi yang bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan secara jalur prestasi,” ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen PPS Gagak Lawung Indonesia dalam membina talenta muda sejak dini. Manajemen PPS Gagak Lawung berharap pencapaian ini dapat memotivasi atlet lainnya dan menjadikan klub sebagai pusat lahirnya atlet-atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional di masa mendatang.

Tentang PPS Gagak Lawung Indonesia
PPS Gagak Lawung Indonesia adalah organisasi pencak silat yang berdedikasi untuk melestarikan budaya silat sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi melalui pembinaan yang profesional dan sistematis.

(Red)

 

Naturalisasi Bukan Obat Manjur: DPR Tegur Keras Kegagalan Timnas, Sebut Potensi Anak Bangsa Terabaikan Demi “Jalan Pintas”

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Kegagalan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia menembus babak semifinal Piala AFF 2026 menjadi tamparan keras bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola tanah air. Di tengah kekecewaan publik, Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan naturalisasi yang dinilai telah menjelma menjadi “jalan pintas” berbahaya, alih-alih solusi berkelanjutan.

Legislator yang membidangi urusan kewarganegaraan ini menegaskan bahwa hasil mengecewakan di Stadion Jalan Besar, Singapura, harus dibaca sebagai sinyal darurat untuk melakukan evaluasi total. Bukan hanya soal taktik di lapangan hijau, tetapi juga fondasi filosofis pembangunan sepak bola nasional.

“Kekalahan ini harus menjadi momentum evaluasi. Tidak hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana kita membangun sepak bola Indonesia ke depan, termasuk kebijakan naturalisasi,” tegas Franciscus dalam pernyataannya.

Baca juga Dari Aspirasi ke Realisasi H.Erik Heryawan Dorong Pembangunan Infrastruktur Jalan Cikalong Bunder

Franciscus menyoroti adanya kecenderungan untuk mengabaikan potensi pemain lokal demi mendongkrak prestasi instan melalui pemain naturalisasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta muda berbakat. Masalahnya, menurutnya, terletak pada hilangnya kepercayaan diri terhadap kemampuan anak bangsa sendiri.

“Indonesia tidak kekurangan anak-anak berbakat. Kita harus percaya diri dengan kemampuan anak bangsa sendiri,” ujarnya.

Sebagai anggota komisi yang bermitra kerja dengan Kementerian Hukum dan HAM, Franciscus menekankan bahwa pemberian kewarganegaraan bukanlah transaksi administratif belaka. Proses naturalisasi atlet harus dilakukan secara transparan, terukur, dan jelas, serta wajib mempertimbangkan kepentingan nasional jangka panjang.

“Pemberian kewarganegaraan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, termasuk dampaknya terhadap pembangunan olahraga dan masa depan generasi muda Indonesia,” jelasnya.

Baca juga Dari Pemburu Koruptor Menjadi Tersangka: Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Berborgol, Bawa Map Biru dan Senyum Penuh Teka-teki

Ia menambahkan obsesi terhadap kemenangan sesaat tidak boleh mengorbankan ekosistem sepak bola nasional. “Kita ingin Tim Nasional menang, tetapi jangan sampai demi kemenangan hari ini kita mengorbankan masa depan sepak bola Indonesia. Yang harus kita bangun adalah sistem yang mampu melahirkan pemain-pemain hebat dari anak bangsa sendiri,” pungkas Franciscus.

Kritik ini muncul setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan Timnas. Indonesia gagal lolos dari Grup A Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Singapura pada Jumat (7/8). Meski sempat unggul lewat gol Ragnar Oratmangoen di menit ke-47, Timnas gagal mempertahankan keunggulan setelah Singapura menyamakan kedudukan di menit ke-66.

Dengan perolehan satu poin dari laga terakhir, Tim Garuda hanya mengumpulkan poin yang tidak cukup untuk finis di dua besar grup, tertinggal dari Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin). Hasil ini semakin memperkuat argumen bahwa reliance berlebihan pada skema naturalisasi tanpa diiringi pembinaan akar rumput yang kuat, mungkin telah membawa sepak bola Indonesia menuju jalan buntu.

(Red)

Piala Dunia 2026 Memanas di Babak 16 Besar: Norwegia Ciptakan Kejutan, Inggris Unggul Atas Meksiko

AMERIKA UTARA, JURNAL TIPIKOR – Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026 telah memasuki fase krusial di babak 16 besar. Atmosfer persaingan semakin memanas di tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, seiring dengan berlanjutnya pertarungan sengit untuk memperebutkan tiket menuju perempat final.

Hingga saat ini, sejumlah hasil mengejutkan telah tercipta, sementara laga-laga kunci lainnya masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Kejutan Besar: Norwegia Tumbangkan Brasil

Salah satu sorotan utama datang dari pertandingan yang mempertemukan raksasa sepak bola Amerika Selatan, Brasil, melawan Norwegia. Dalam sebuah kejutan besar, Norwegia berhasil menumbangkan juara dunia lima kali tersebut dengan skor akhir 2-1.

Kemenangan bersejarah ini disumbang oleh duo gol (brace) dari bintang Manchester City, Erling Haaland. Hasil ini memastikan Norwegia melaju ke perempat final, sementara Brasil harus pulang lebih awal dari turnamen tahun ini.

Prancis dan Maroko Lolos, Tuan Rumah Kanada Tersingkir

Timnas Prancis juga berhasil mengamankan tempat mereka di delapan besar setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0. Sementara itu, tuan rumah Kanada mengalami nasib buruk setelah ditundukkan secara dominan oleh Maroko dengan skor 0-3. Kemenangan ini mengukuhkan Maroko sebagai salah satu kekuatan serius di turnamen edisi ini.

Inggris Mendominasi Meksiko di Laga Live

Sementara itu, perhatian tertuju pada stadion di mana tuan rumah Meksiko sedang bertanding melawan Inggris. Hingga menit ke-39 babak pertama, Inggris unggul nyaman dengan skor 2-0. Kedua gol tersebut dicetak secara cepat oleh Jude Bellingham pada menit ke-35 dan 37′, memberikan tekanan besar bagi skuad El Tri yang bermain di kandang sendiri.

Jadwal Lanjutan Babak 16 Besar

Para penggemar sepak bola masih memiliki beberapa laga bergengsi untuk dinantikan dalam jadwal terdekat berikut (Waktu Indonesia Barat/WIB):

* Portugal vs Spanyol
* Tanggal: 7 Juli 2026
* Waktu: 02.00 WIB
* Lokasi: Dallas Stadium, AS

* Amerika Serikat vs Belgia
* Tanggal: 8 Juli 2026
* Waktu: 02.00 WIB
* Lokasi: Seattle Stadium, AS

* Argentina vs Swiss
* Tanggal: 8 Juli 2026
* Waktu: 03.00 WIB
* Lokasi: Atlanta Stadium, AS

Dengan sisa pertandingan yang menjanjikan kualitas tinggi, khususnya duel antar raksasa Eropa dan penampilan juara bertahan Argentina, babak 16 besar Piala Dunia 2026 diprediksi akan terus menyajikan drama dan kejutan hingga daftar peserta perempat final lengkap.

(Red)