DEBUT MEMUKAU! Gadis 12 Tahun dari Bandung Borong Dua Emas di Kejuaraan Silat Perdana, Mimpi Jadi Polwan Makin Dekat

KABUPATEN BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet muda berbakat, Syahwani Nadina Putri. Di tengah ketatnya persaingan pada ajang Seleksi Atlet Pencak Silat Popwilda Kabupaten Bandung Barat, siswi Kelas 5 SDN 135 Turangga, Kota Bandung, ini berhasil menyabet dua medali emas. Yang lebih mengejutkan, ini adalah kejuaraan kategori Tanding pertama yang diikuti Nadina.

Event bergengsi yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 di GOR Bolenang, Komplek Taman Firdaus, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan disiplin dapat membuahkan hasil manis, bahkan bagi seorang pemula di kategori tanding.

Dari Seni Tunggal ke Arena Tanding: Sebuah Transisi Sukses

Daswan Muda, Ketua Umum sekaligus Pelatih Utama PPS Gagak Lawung Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya terhadap anak didiknya. Menurutnya, transisi Nadina dari kategori seni ke kategori tanding bukanlah hal yang mudah, namun Nadina membuktikannya dengan gemilang.

“Ini adalah kali pertama Nadina ikut kejuaraan silat kategori Tanding. Sebelumnya, dia lebih fokus pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong IPSI. Namun, mental bertarungnya sangat bagus,” ujar Daswan, Minggu (24/5).

Daswan menjelaskan bahwa konsistensi adalah kunci kesuksesan Nadina. “Setiap hari Kamis siang dan Minggu pagi kami mengadakan latihan rutin. Tujuannya agar para pesilat kami memiliki kemampuan mumpuni, baik untuk event resmi IPSI maupun event organizer lainnya,” tambahnya.

Baca juga Persib Mampu Menjuarai Kompetisi Kasta Tertinggi Nasional Tiga Kali Beruntun.

Mimpi Besar Seorang Calon Polwan

Di balik seragam silatnya, Nadina menyimpan cita-cita mulia. Gadis berusia 12 tahun ini bercita-cita menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan). Bagi Nadina, pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan sarana untuk membentuk karakter, disiplin, dan kekuatan fisik yang ia yakini akan membantunya mewujudkan mimpi tersebut.

“Saya berlatih silat untuk menyalurkan hobi. Saya berharap ini bisa menjadi jalan untuk mencapai cita-cita saya menjadi Polwan,” kata Nadina dengan semangat.

Dukungan Penuh Keluarga

Kesuksesan Nadina tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya. Ayah Nadina, Iwan Gunawan, yang berprofesi sebagai anggota TNI AL, serta ibunya, Ani Suryani, seorang ibu rumah tangga, selalu memberikan motivasi terbaik.

Harapan mereka sederhana namun mendalam: semoga prestasi Nadina terus meningkat dan ia tetap rendah hati serta fokus pada pendidikan serta latihannya.

Baca juga Kepala Rutan Manna Hadiri Upacara HUT Kabupaten Kaur ke-23

Dengan torehan dua emas di debut pertamanya, nama Syahwani Nadina Putri kini mulai diperhitungkan di kancah pencak silat junior Jawa Barat. Langkah awal ini menjadi fondasi kuat bagi masa depannya, baik sebagai atlet nasional maupun sebagai calon abdi negara.

Tentang PPS Gagak Lawung Indonesia:
PPS Gagak Lawung Indonesia adalah perguruan pencak silat yang berkomitmen mencetak atlet-atlet berprestasi dengan mengedepankan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan karakter bangsa. Melalui program latihan rutin dan terstruktur, perguruan ini aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

(Yazid)

Persib Mampu Menjuarai Kompetisi Kasta Tertinggi Nasional Tiga Kali Beruntun.

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Sejarah emas itu ditorehkan dengan tinta biru setelah PERSIB menasbihkan diri sebagai klub pertama di Indonesia yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional tiga kali beruntun. Setelah melakukan back to back juara Liga 1 2023/24 dan 2024/25, Pangeran Biru mempertahankan gelarnya setelah bermain imbang tanpa gol dengan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dengan hasil itu, PERSIB mengunci puncak klasemen dengan mengumpulkan nilai 79. Meskipun Borneo FC mengumpulkan nilai yang sama setelah mengalahkan Malut United, PERSIB unggul  head to head.

Bagi PERSIB, keberhasilan menjuarai Super League 2025/26 ini melengkapi panca takhta atau bintang kelima mereka sejak era Liga Indonesia. Sebelumnya, PERSIB menjuarai Liga Indonesia 1994/95, Liga Super Indonesia (LSI) 2014, serta back to back pada Liga 1 2023/24 dan 2024/25.

Sepanjang sejarah, ini merupakan trofi kesepuluh PERSIB di kompetisi kasta tertinggi nasional. Di era amatir, PERSIB pernah menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI 1937, 1959/61, Kompetisi Perserikatan 1986, 1989/90 dan 1993/94.

Dalam pertandingan menentukan ini, pelatih PERSIB, Bojan Hodak menurunkan komposisi tim Teja Paku Alam (PG);  Eliano Reinjders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Federico Barba; Adam Alis, Frans Putros; Beckham Putra Nugraha, Thom Haye, Rosembergne “Berguinho” Da Silva; dan Andre Jung.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit asal Korea Selatan, Ko Hyungjin, PERSIB kesulitan mengembangkan permainan dan gagal mencetak gol pembuka keunggulan di sepanjang babak pertama.

Di babak kedua, Hodak menarik Kakang Rudianto menggantikannya dengan Luciano Guaycochea. PERSIB langsung menggebrak melalui akselerasi Berguinho.  Namun, Persijap sempat membahayakan gawang PERSIB di menit 50.

Pada menit 51, pemain Persijap melanggar Lucho. Pada menit 53, tendangan bebas Haye masih bisa diselamatkan kiper Persijap, Muhammad Nurdiansyah.   Semenit berselang, tendangan jarak dekat Jung pun bisa diselamatkan Nurdiansyah.

Pada menit 60, Nurdiansyah sempat melakukan kesalahan. Namun, para pemain sudah dinyatakan dalam posisi offside. Lima menit berselang, sontekan Jung pun masih bisa dimentahkan bek Persijap.

Pada menit 67, Hodak memasukkan Ramon Tanque dan Uilliam Barros menggantikan Beckham dan Jung.   Tandukan Barros masih bisa digagalkan bek Persijap. Begitu juga tendangan Matricardi masih melambung.

Barros kembali mengancam pada menit 73. Namun, tandukannya masih menyamping di samping gawang Persijap.

PERSIB terus menekan. Namun, pada menit 78, Berguinho mengalami cedera. Ia tergeletak di lapangan sambil meringis kesakitan dan tak mampu melanjutkan pertandingan. Posisi Berguinho digantikan Julio Cesar.

Pada menit 87,  tendangan bebas dan sepak pojok PERSIB belum mampu memecah kebuntuan. Tepat di menit 90, Hodak memasukkan Saddil Ramdani menggantikan Reijnders.

Tambahan waktu enam menit, PERSIB terus berjuang. Namun hingga pertandingan usai skor 0-0 tak berubah. Sesaat setelah wasit meniup panjang, para pemain PERSIB dan Bobotoh di Stadion GBLA berjingkrak merayakan kepastian juara.***

PERSIB BUNUH HARAPAN MACAN, TEJA PAKU ALAM JADI TEMBOK BESI DI SAMARINDA

SAMARINDA, JURNAL TIPIKOR – Mimpi Persija Jakarta untuk mengakhiri puasa gelar musim ini resmi menjadi kenangan pahit di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026). Dalam laga krusial pekan ke-32 Super League 2025/26, Persib Bandung tidak hanya menang, tetapi juga secara efektif “mematikan” asa The Jakmania dengan kemenangan tipis 2-1.

Kemenangan ini memastikan Maung Bandung tetap kokoh di puncak klasemen dengan 75 poin dari 32 pertandingan, sementara Persija harus menerima kenyataan bahwa trofi juara musim ini telah lepas dari genggaman mereka.

Laga berlangsung dramatis sejak menit awal. Persija, yang bermain dengan mentalitas “mati-matian”, berhasil lebih dulu membuka keran gol melalui Alaaeddine Ajarie pada menit ke-19. Gol tersebut seolah menjadi sinyal bahwa Macan Kemayoran datang untuk mengguncang dominasi Persib.

Baca juga LOCAVORE DAN SWASEMBADA TANPA KEDAULATAN PANGAN LOKAL

Namun, respons Persib datang dengan cepat dan mematikan. Adam Alis, yang tampil inspiratif, menjadi eksekutor dingin yang membungkam euforia Persija. Ia mencetak dua gol balasan dalam interval waktu yang singkat, tepatnya pada menit ke-28 dan menit ke-38. Dua gol tersebut cukup menjadi bekal berharga bagi Persib untuk memimpin 2-1 hingga jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, narasi pertandingan berubah total. Persija mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, namun mereka berhadapan dengan tembok bernama Teja Paku Alam. Kiper kebanggaan Timnas Indonesia itu tampil heroik, melakukan serangkaian penyelamatan gemilang yang membuat frustrasi para penyerang Persija.

Pada menit 53, Alaaeddine Ajarie nyaris menyamakan kedudukan, namun refleks Teja masih terlalu cepat. Menit berikutnya, Eksel Runtukahu mengirim tendangan jarak jauh yang melambung tipis di atas mistar. Tekanan Persija kian menjadi-jadi saat Eksel kembali mengancam dari jarak dekat di menit 57, namun sekali lagi, Teja berdiri tegak sebagai penjaga gawang terakhir yang tak tergoyahkan.

Baca juga “Fee” Kereta Api: Saat Rel Lebih Banyak Dilapisi Uang Daripada Baja, Pegawai PT LRS Diduga Jadi ‘Kasir’ Proyek DJKA

Pelatih Persib, Bojan Hodak, tampak gerah dengan tekanan tersebut hingga mendapat kartu kuning karena protes kepada wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov. Hodak kemudian melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Layvin Kurzawa dan Eliano Reijnders untuk menggantikan Kakang Rudianto dan Luciano Guaycochea, serta later Sergio Castel dan Beckham Putra Nugraha untuk Andrew Jung dan Thom Haye.

Meski demikian, pertahanan Persib terus diuji. Federico Barba bahkan harus rela dikartu kuning di menit 64 akibat menghentikan serangan balik Persija. Nasib buruk juga menimpa Kurzawa yang cedera di menit 79, memaksa Hodak menurunkan veteran Dedi Kusnandar.

Di enam menit tambahan waktu, Persija seolah putus asa. Allano dan Bruno Tubarao sempat menciptakan momen berbahaya, termasuk tendangan keras Allano yang ditepis indah oleh Teja. Namun, nasib tidak berpihak pada Persija. Peluit panjang wasit berbunyi, mengukuhkan kemenangan 2-1 Persib.

Bagi Persib, ini adalah langkah besar menuju tahta juara. Bagi Persija, ini adalah akhir dari perjalanan mimpi mereka musim ini. Dan bagi Teja Paku Alam, malam di Samarinda ini akan dikenang sebagai malam di mana ia menjadi pahlawan yang menepis ambisi lawan dengan ujung jarinya. ***

MISI CURI POIN DI BANTEN: Bojan Hodak Tebar Ancaman, Persib Siap Terkam Dewa United!

BANTEN, JURNAL TIPIKOR– Persib Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi menatap laga tandang kontra Dewa United pada pekan ke-28 Liga 1 2025/26. Pelatih kepala Pangeran Biru, Bojan Hodak, menegaskan bahwa pasukannya sudah dalam mode tempur untuk duel yang akan tersaji di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4) malam pukul 19.00 WIB.

Persiapan matang selama satu pekan terakhir menjadi modal utama Hodak. Arsitek asal Kroasia yang telah mempersembahkan dua trofi juara bagi Maung Bandung ini memastikan bahwa mayoritas penggawanya sedang berada di puncak performa, baik secara fisik maupun mental.

Kondisi Skuad: Fit dan Haus Kemenangan

Meski harus kehilangan palang pintu pertahanan, **Patricio ‘Pato’ Matricardi**, akibat sanksi kartu merah, Hodak tidak merasa pincang. Ia menyebut kedalaman skuadnya saat ini mampu menambal celah tersebut.

“Kami mempunyai waktu satu pekan untuk persiapan. Kabar baiknya adalah semua pemain dalam kondisi fit, kecuali Pato yang terkena kartu merah. Semua pemain lainnya ikut berlatih, atmosfernya bagus dan kami menantikan tantangan ini,” ujar Hodak dalam sesi konferensi pers, Minggu (19/4).

Baca juga Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Tedi Setiadi Hadiri Anniversary Ke-17 LSM Pandawa 16 di Monumen Bojongkokosan

Waspadai Kekuatan Tersembunyi Dewa United

Hodak tidak ingin anak asuhnya jemawa. Baginya, Dewa United adalah “macan tidur” yang memiliki komposisi pemain kelas wahid. Meskipun posisi klasemen lawan mungkin tidak mentereng, Hodak menilai kualitas permainan Dewa United adalah salah satu yang terbaik di liga musim ini.

Catatan Kunci Jelang Laga:

  • Waktu Persiapan: 7 Hari (Optimal)
  • Absensi: Patricio Matricardi (Sanksi Kartu)
  • Status Lawan:  Performa menanjak dengan kedalaman skuad mumpuni.

Target Mutlak: Pulang Bawa Poin Penuh

Menutup pernyataannya, pelatih berkepala plontos ini memprediksi laga akan berjalan alot dan penuh drama. Namun, misi Persib sudah bulat: membawa pulang tiga poin ke Kota Kembang demi menjaga posisi di papan atas klasemen.

“Dewa adalah tim yang bagus. Mereka punya banyak pemain berkualitas. Bagi saya, mereka adalah salah satu tim terbaik di liga,” puji Hodak.

“Saya memperkirakan pertandingan yang sulit. Tapi pada akhirnya, saya berharap kami akan pulang dengan hasil positif.”

Pertarungan besok malam diprediksi akan menjadi adu strategi kelas atas, mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi di fase krusial kompetisi musim 2025/26.

(Red)

SEMBILAN FINAL HARGA MATI: PERSIB Siap “Terjang” Semen Padang di Tanah Minang

PADANG, JURNAL TIPIKOR  – Genderang perang menuju takhta juara Liga 1 2025/26 resmi ditabuh oleh PERSIB Bandung. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan.

Pangeran Biru telah memproklamirkan sembilan laga tersisa sebagai sembilan partai final yang wajib disapu bersih dengan kemenangan, dimulai dari lawatan krusial kontra Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu, 5 April 2026, pukul 19.00 WIB.

Ambisi besar ini ditegaskan langsung oleh sang juru taktik, Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia tersebut memastikan kondisi fisik dan mental anak asuhnya berada di level tertinggi usai jeda Lebaran dan FIFA Match Day.

Bagi Hodak, masa rehat tersebut adalah “amunisi” tambahan bagi timnya untuk meledak di pekan ke-26 ini.
“Kami memiliki jeda yang bagus. Sejak awal musim, kami tidak memiliki jeda yang cukup lama. Jadi ini bagus bagi kami untuk pemulihan,” ujar Hodak dalam sesi konferensi pers, Sabtu, 4 April 2026.

Baca juga Obral Diskon Hukuman di Ujung Jarum Suntik: Donor Darah, Jalur “Tol” Koruptor Pangkas Masa Tahanan?

Meski harus kehilangan pilar pertahanan, Patrico Matricardi dan Frans Putros akibat akumulasi kartu kuning, Hodak tetap tak bergeming. Ia menegaskan bahwa kekuatan PERSIB tidak akan tereduksi dan nasib gelar juara harus ditentukan oleh tangan mereka sendiri tanpa mengharap bantuan dari hasil laga tim lain.

“Final ini harus kami menangkan semua dan menentukannya sendiri. Kami tak mau bergantung kepada orang lain,” tegas Hodak, merujuk pada misi mempertahankan keunggulan empat poin dari pesaing terdekat di klasemen.

Sinyal bahaya bagi tuan rumah juga ditiupkan sang kapten, Marc Klok. Pemain naturalisasi ini menyuarakan tekad yang sama: menjinakkan “Kabau Sirah” adalah langkah awal yang mutlak dilakukan.

“Kami ingin ambil semua (poin) dan besok adalah yang pertama dari sembilan final itu,” tandas Klok dengan nada optimis.

Baca juga Buntut Polemik Kasus Amsal Sitepu: Kejagung “Seret” Kajari Karo dan Jajaran ke Jakarta untuk Pemeriksaan Maraton

Semen Padang Siap Beri Perlawanan Sengit

Di sisi lain, Semen Padang tidak mau sekadar menjadi penonton di rumah sendiri. Pelatih anyar mereka, Imran Nahumaruri, meminta pasukannya untuk membumi dan melupakan euforia kemenangan atas PSBS Biak.

Fokus penuh kini diarahkan untuk menjegal ambisi sang raksasa dari Bandung.
“Kemenangan lawan Biak sudah mereka lupakan karena tiap laga pasti berbeda. Secara keseluruhan persiapan kami bagus, semua dalam kondisi siap main,” ucap Imran dengan percaya diri.

Kehadiran sosok pelatih baru juga membawa angin segar bagi tim kebanggaan warga Sumatera Barat tersebut. Penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernandez, menyatakan bahwa perubahan skema latihan dan strategi di bawah asuhan Imran telah memberikan suntikan motivasi bagi rekan-rekannya.

“Kami punya pelatih baru, pelajaran baru, dan tambahan latihan. PERSIB tim bagus, kami juga bagus. Kami siap untuk berjuang besok,” tutup Fernandez, melempar tantangan terbuka bagi lini belakang Maung Bandung.

Malam ini di Stadion Haji Agus Salim diprediksi akan berjalan panas dan penuh determinasi. Apakah PERSIB mampu mengamankan “Final Pertama” mereka, atau justru Semen Padang yang akan menjadi batu sandungan bagi sang pemuncak klasemen? ***