BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi saksi bisu dari sebuah drama sepak bola yang memukau. PERSIB Bandung memulai kampanye Super League 2026/27 dengan cara yang paling dramatis: remontada total. Setelah sempat terpuruk dan tertinggal lebih dulu, Maung Bandung bangkit seperti raksasa yang terjaga, menghancurkan mimpi PSM Makassar dengan skor akhir 3-1, Minggu (6/9/2026).
Pertandingan ini bukan sekadar kemenangan tiga poin, melainkan pernyataan sikap keras dari skuad asuhan Igor Tolic bahwa mentalitas juara tidak luntur meski ditekan di menit-menit awal.
Detik-Detik Kelam Babak Pertama
Awal pertandingan berjalan tidak sesuai skenario. Baru berjalan enam menit, ketenangan GBLA runtuh seketika. Kodai Tanaka, striker PSM Makassar, memanfaatkan celah fatal di lini pertahanan PERSIB. Tendangannya yang dingin dan tepat sasaran membuat kiper Fitrah Maulana hanya bisa pasrah. Skor 0-1 menjadi kenyataan pahit bagi tuan rumah.
Tekanan demi tekanan datang dari wakil Sulawesi Selatan tersebut. PERSIB tampak kesulitan menemukan ritme. Kabar buruk semakin lengkap ketika kapten tim, Marc Klok, terpaksa meninggalkan lapangan akibat cedera. Tanpa otak permainan mereka, PERSIB gagal menyamakan kedudukan hingga peluit istirahat berbunyi. Suasana di tribun mulai dihinggapi kecemasan.
Efek “Sentuhan Ajaib” Tolic di Ruang Ganti
Igor Tolic tidak tinggal diam. Di masa jeda, ia melakukan perubahan strategis dengan memasukkan Balsa Sekulic menggantikan Beckham Putra Nugraha. Keputusan ini ternyata menjadi kunci pembuka gerbang kemenangan.
Begitu babak kedua dimulai, wajah PERSIB berubah total. Mereka tampil lebih agresif, lebih lapar, dan lebih tajam. Gol penyama kedudukan tiba di menit ke-48. Thom Haye mengumpan cantik dari tendangan sudut, dan Patricio Matricardi, bek tangguh asal Argentina, menyambar bola dengan sundulan maut. 1-1! GBLA meledak. Energi positif langsung mengalir deras ke dalam tubuh para pemain.
Namun, PERSIB belum puas. Hanya berselang tiga menit, atau tepatnya di menit ke-51, kejutan terbesar datang. Balsa Sekulic, yang baru saja masuk, menerima bola di depan kotak penalti. Dengan ketenangan seorang veteran, ia melepaskan tembakan kaki kiri yang menusuk tiang jauh. Bola bersarang di sarang kiper Hilman Syah. 2-1! Ini adalah gol perdana Sekulic untuk PERSIB di kompetisi resmi, dan ia langsung mencetaknya di momen paling krusial.
Baca juga AHY Guncang Istana: Demokrasi Indonesia Terancam, Netralitas Aparat Negara Dipertaruhkan
Pukulan Telak di Menit-Menit Penutup
PSM Makassar mencoba bangkit, namun pertahanan PERSIB kini telah tertutup rapat. Kartu kuning yang diterima Mariano Peralta di menit 57 menjadi satu-satunya noda kecil dalam disiplin tim tuan rumah.
Untuk menjaga intensitas dan kebugaran, Tolic kembali melakukan rotasi di menit 78. Thom Haye dan Peralta digantikan oleh Dedi Kusnandar dan Luka Menalo. Segar bertenaga, para pemain pengganti ini justru menambah ancaman.
Di menit 82, Uilliam Barros Pereira menyelesaikan pesta gol PERSIB. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu dibendung oleh Hilman Syah. Skor 3-1 menjadi bukti dominasi total PERSIB di paruh kedua pertandingan.
Menjelang akhir laga, Ragnar Oratmangoen masuk menggantikan Berguinho di menit 86 untuk menutup rapat ruang gerak lawan. Meski PSM menguasai bola di empat menit tambahan waktu, lini belakang PERSIB tampil solid tanpa cela. Serangan balik berbahaya lewat kombinasi Menalo dan Oratmangoen hampir menambah angka, namun nasib berkata lain.
Posisi di Puncak Klasemen Sementara
Kemenangan dramatis ini membawa PERSIB langsung bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Super League 2026/27 dengan koleksi 3 poin, selisih gol yang masih harus bersaing ketat dengan Arema FC yang berada di puncak usai mengalahkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor telak 4-0.
Satu hal yang pasti dari pertandingan ini: PERSIB telah mengirimkan pesan kepada seluruh rival di liga. Mereka mungkin bisa terluka di awal, tetapi mereka akan selalu bangkit lebih kuat, lebih ganas, dan lebih mematikan. Selamat datang di era baru Maung Bandung.
(Red)



