“TIMUR TENGAH DI AMBANG PERANG TERBUKA: Hujan Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi dan Sekitarnya”

RIYADH, JURNAL TIPIKOR – Stabilitas kawasan Timur Tengah berada di titik nadir setelah (IRGC) Iran meluncurkan operasi militer berskala besar bertajuk “Truthful Promise 4” pada 28 Februari 2026.

Serangan yang melibatkan kawanan drone dan rudal balistik ini menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, memicu kepanikan luas di jantung kawasan eksportir minyak dunia.

Poin-Poin Krusial Situasi Terkini:

  • Target Serangan: Instalasi militer AS di , (Markas Armada ke-5), , , dan dilaporkan menjadi sasaran utama.
  • Ledakan di Ibu Kota: Suara dentuman keras terdengar hingga pusat kota , menandakan penetrasi serangan melampaui perimeter pertahanan perbatasan.
  • Lumpuhnya Transportasi Udara: Maskapai nasional Saudi membatalkan sejumlah rute internasional, sementara Qatar Airways menghentikan operasional sementara demi keselamatan kru dan penumpang.
  • Pemicu Utama: Eskalasi disebut sebagai balasan langsung atas serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu pagi, yang dikabarkan menyasar kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, .
  • Sikap Kerajaan: Pemerintah Arab Saudi mengutuk serangan ini sebagai “agresi keji” dan menegaskan kesiapan militer penuh untuk melindungi kedaulatan wilayahnya.

Baca juga Potensi Desa Sukadamai Sukabumi : Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat

Analisis Singkat

Dunia kini menanti langkah balasan dari blok Barat. Dengan pangkalan-pangkalan strategis yang terkena dampak langsung, ruang de-eskalasi dinilai semakin sempit. Ketegangan yang semula bersifat proksi kini berpotensi berubah menjadi konflik regional terbuka, dengan risiko gangguan serius terhadap pasokan energi global dan stabilitas politik Timur Tengah.

Disclaimer:
Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi. Tidak mengandung ujaran kebencian, hasutan, maupun ajakan kekerasan yang melanggar hukum.(*)

 

CELOTEH “MANG AKJUR” SOAL PERANG AMERIKA, ISRAEL VERSUS IRAN..

Wah, kalau Amerika sama Iran beneran “gelut” lagi, biasanya kan urusannya berat tuh—minyak lah, nuklir lah, atau sanksi ekonomi. Tapi mari kita geser sedikit ke arah yang lebih receh tapi krusial bagi harga diri bangsa.
Berikut adalah beberapa skenario humor kalau mereka perang memperebutkan hal-hal yang tidak terduga:

  1. Rebutan Hak Paten “Nasi Kebuli vs Nasi Biryani”
    Bayangkan intelijen CIA dikerahkan bukan untuk cari uranium, tapi untuk nyuri resep rahasia rempah-resep keluarga di Tehran.
    Amerika: “Kami butuh demokrasi di dapur Anda! Nasi ini terlalu enak untuk tidak dipasarkan lewat fast food chain!”
    Iran: “Langkahi dulu piring kami! Kalian cuma tahu cara pakai saus tomat dan keju lembaran!”
    Hasilnya: Perang urat syaraf di kolom komentar Instagram, penuh emoji bendera dan foto makanan yang bikin laper seluruh dunia.
  2. Memperebutkan “Username” Media Sosial
    Perang pecah gara-gara akun @RealPersia atau @TheBestEagle ternyata sudah di-tag sama remaja di Isfahan, sementara Pentagon mau pakai nama itu buat akun divisi baru mereka.
    Strategi: Amerika meluncurkan serangan cyber berupa spam iklan diskon burger, dibalas Iran dengan memutus koneksi dan menggantinya dengan video tutorial bikin karpet terbang (secara metaforis).
  3. Rebutan Siapa yang Paling “Drama” di Berita
    Dua negara ini kan hobi banget bikin pernyataan yang jeder-jeder di TV.
    Pentagon: “Kami punya kapal induk!”
    Tehran: “Kami punya rudal yang namanya lebih keren dari nama anak kalian!”
    Plot Twist: Ternyata mereka cuma rebutan rating jam tayang utama di CNN dan Al Jazeera. Siapa yang paling banyak dapet headline, dia yang menang.
  4. Perang Memperebutkan Kucing Persia vs Kucing Garong Amerika
    Iran: “Kucing kami anggun, berbulu lebat, dan punya silsilah kerajaan!”
    Amerika: “Kucing kami… eh… bisa main skateboard dan punya akun TikTok dengan 10 juta pengikut!

Konflik: Gencatan senjata terjadi karena kedua belah pihak              akhirnya sibuk nonton video                kucing lucu masing-masing.

Catatan: Sebenarnya, kalau mereka mau damai, kuncinya simpel: Duduk bareng, buka bungkusan kebab, terus minum es teh manis. Masalah nuklir langsung terasa seperti urusan cicilan motor yang bisa dibicarakan baik-baik.

Polres Kaur Bersama Pemkab Kaur Cek Ketersediaan Bahan Pokok Penting di Pasar Inpres

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting), Polres Kaur bersama Pemerintah Kabupaten Kaur melaksanakan inspeksi langsung ke Pasar Inpres Kaur, Jum’at (27/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Kaur mewakili Kapolres Kaur, dan didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kaur. Pengecekan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok pada Bulan Ramadhan ini dan menghadapi perayaan Idul Fitri 1447 H.

Dalam sidak tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, cabai, bawang merah, serta kebutuhan pokok lainnya. Selain memantau harga di tingkat pedagang, rombongan juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi distribusi dan stok barang.

Baca juga Potensi Desa Sukadamai Sukabumi : Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat

Wakapolres Kaur menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Kaur dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengawasan ini juga sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas harga agar tetap wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

“Polres Kaur bersama Pemkab Kaur akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi adanya penimbunan barang maupun lonjakan harga yang tidak wajar.

Kami ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Pemkab Kaur menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang terjalin bersama Polres Kaur dalam menjaga stabilitas pangan dan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Kaur.

Melalui kegiatan ini, diharapkan situasi pasar tetap kondusif, distribusi bahan pokok berjalan lancar, serta masyarakat Kabupaten Kaur dapat menjalani aktivitas dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun kenaikan harga bahan pokok penting.

(Jusri)

Selamatkan Anak Bangsa, GANN DPC Tangsel Bersama BNN Kota Tangsel Antar Korban Penyalahgunaan Obat Golongan G ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido

Tangerang, jurnaltipikor.com/,-Satu misi mulia telah dituntaskan Dewan Pimpinan Cabang Gernerasi Anti Narkotika Nasional ( DPC GANN ) Tangerang Selatan yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kota Tangerang Selatan dengan mengantar korban penyalahgunaan Obat Golongan G dari awal tahap Assasement sampai pendampingan ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido yang berlokasi di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (27/02/2026).

Korban dengan inisial "A" didampingi oleh orang tuanya bersama Tim dari BNN kota Tangerang Selatan, Andi dan Fahmi serta tim dari GANN DPC Tangerang Selatan yang di wakilkan oleh, Dianto Eto'o, selaku Wakil Ketua Umum GANN dan Hasyim Bakrie, S.Pd.I., S.E., S.Ds., M.M. selaku Dewan Pembina GANN DPC Tangsel yang telah melakukan tahap akhir yaitu pendampingan keberangkatan untuk merehabilitasi korban "A" menuju Balai Besar rehabilitasi BNN Lido yang berlokasi di Kabupaten Bogor.

Ayah korban menyampaikan, bahwa perjalanan berjalan sangat lancar dan proses administrasi juga sangat dipermudah dengan suasana yang nyaman dan petugas resepsionis yang ramah juga bersahabat. Keramahan para petugas membuat korban "A" merasa nyaman untuk melaksanakan rehabilitasi. Semoga "A" dapat kembali pulih dan bisa berkumpul dengan keluarga dan tidak lagi terjebak dengan obat-obatan yang sangat merugikan kehidupan "A".

"Saya selaku orang tua mengucapkan banyak terima kasih kepada BNN kota Tangsel terutama kepada teman-teman dari GANN DPC Tangsel yaitu Bapak Dianto, Bapak Hasyim, Ibu Lia dan juga Bapak Dhani yang sudah membantu anak kami menemukan kepercayaan dirinya lagi untuk sembuh dan sudah bersedia meluangkan waktunya untuk mendampingi kami untuk mengantar anak kami dari awal assasement sampai sekarang masuk rehabilitasi ke BNN Lido. Terima kasih Banyak," ujar Ayah korban.

Baca juga Potensi Desa Sukadamai Sukabumi : Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) GANN, Dianto Eto’o, mengatakan, bahwa GANN sendiri mempunyai Visi dan Misi, yaitu memberikan Sosialisasi dan infomasi kepada masyarakat tentang bahayanya narkoba. Ia juga dengan senang hati membuka tangan apabila ada korban-korban lain yang ingin dibantu untuk melakukan rehabilitasi, dengan catatan semua yang akan dilakukan adalah niat dan inisiatif kuat dari korban untuk terlepas dari jerat narkoba.

“Saya selaku wakil ketua umum GANN sangat bangga dan mengapresiasi dengan kinerja teman-teman GANN DPC Tangsel terutama untuk Bang Hasyim, Kak Lia dan Bang Dhani yang mau meluangkan waktunya bersama-sama dengan saya membantu korban untuk sampai ditahap rehabilitasi ini. Bahkan, bersedia memberikan support setiap hari dengan komunikasi dengan korban menanyakan kabar bahkan bersenda gurau dengan korban selama berada dirumah. Terima kasih banyak juga kepada Bapak Andi dan Bapak Fahmi yang mau meluangkan waktunya mengantar korban dan keluarga beserta kami Lembaga GANN untuk pendampingan korban masuk ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido,” ucap Waketum GANN Dianto Eto’o.

Dewan Pembina GANN DPC Tangerang Selatan, Hasyim Bakrie, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Balai besar rehabilitasi BNN Lido yang sudah menerima dengan baik korban “A” untuk direhabilitasi.

“Kami dari Lembaga GANN mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido yang mau menerima dengan baik Korban “A” untuk di rehabilitasi. Semoga, semua proses rehabilitasi dapat berjalan dengan lancar dan korban dapat segera pulih agar dapat berkumpul dengan keluarganya lagi,” katanya.

Baca juga Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Muhibah Ramadhan Pertama Di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh Yaspida

Lanjutnya, ini adalah kasus pertama di awal tahun 2026 yang ditangani Lembaga GANN DPC Tangsel yang berhubungan langsung dengan misi kemanusiaan dan masa depan generasi muda bangsa.

“Kami panjatkan banyak puji syukur karena telah diberikan kelancaran dari pendampingan awal assasement sampai masuk ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido. Semoga, “A” dapat segera berkumpul lagi dengan keluarganya,” pungkasnya.(*)

*STOP NARKOBA…!!! WAR ON DRUGS FOR HUMANITY*

CELOTEH ” MANG AKJUR”..ANTARA LAMPU MERAH DAN UU LALU LINTAS

Siang itu, di persimpangan jalan, Lampu Merah lagi curhat ke UU Lalu Lintas.

Lampu Merah:
“Eh, Undang-Undang… aku capek tahu nggak? Tiap hari aku teriak berhenti, tapi yang dengar cuma motor tua sama becak.”

UU Lalu Lintas:
“Sabar, Merah… kamu itu simbol hukum di jalan.”

Lampu Merah:
“Simbol doang, tapi nasib kayak hiasan Natal. Mobil mewah lewat, motor ngebut nerobos, yang patuh malah diklaksonin. Aku ini lampu atau pajangan taman kota?”

UU Lalu Lintas:
“Kan sudah jelas aturannya. Merah berhenti, kuning siap, hijau jalan.”

Lampu Merah:
“Iya di buku. Di lapangan?
Merah = ‘ah, masih sempat’.
Kuning = ‘gas pol’.
Hijau = ‘yang penting saya duluan’.”

UU Lalu Lintas:
“Hukum itu dibuat supaya tertib.”

Lampu Merah:
“Masalahnya, di sini tertib itu opsional, tapi klakson wajib.
Yang patuh dibilang lemot, yang melanggar dibilang jago nyetir.”

UU Lalu Lintas:
“Kalau semua taat, kecelakaan berkurang.”

Lampu Merah:
“Betul. Tapi kalau semua nekat, aku cuma jadi saksi bisu:
saksi tabrakan, saksi makian, saksi ‘maaf Pak, nggak lihat lampu’.”

Akhirnya Lampu Merah menarik napas panjang:
“Undang-Undang, kita ini pasangan serasi:
kamu kuat di kertas,
aku kuat di tiang…
tapi sama-sama sering diabaikan.”

Dan sejak itu, setiap persimpangan jadi panggung sandiwara:
UU Lalu Lintas berwibawa di pasal,
Lampu Merah berwibawa… kalau ada polisi.
🚦😏

Potensi Desa Sukadamai Sukabumi : Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Desa Sukadamai, yang terletak di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, adalah salah satu desa diantara 381 desa yang ada di Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi destinasi wisata yang menyembunyikan keindahan alam dan kekayaan budaya.

Dengan kepemimpinan Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartono, S.Pd., terus berupaya meningkatkan potensi desanya untuk menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Barat, Sabtu (28/02/2026).

Keindahan Alam yang Memikat

Sukadamai dikelilingi oleh perbukitan hijau dan sawah yang luas, menawarkan pemandangan alam yang sangat indah. Desa ini juga memiliki beberapa air terjun dan sungai yang jernih, sehingga sangat cocok untuk kegiatan outdoor seperti hiking, camping, dan piknik.

Baca juga Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Muhibah Ramadhan Pertama Di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh Yaspida

Kekayaan Budaya

Desa Sukadamai juga memiliki kekayaan budaya yang patut diapresiasi. Masyarakat desa masih menjaga tradisi dan adat istiadat mereka, seperti upacara adat dan kesenian tradisional. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya lokal, serta mencoba makanan khas desa.

Potensi Wisata

Dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, Sukadamai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang populer. Beberapa potensi wisata yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Wisata alam (hiking, camping, piknik
  • Wisata budaya (pertunjukan seni, makanan khas, upacara adat)
  • Wisata edukasi (belajar tentang pertanian, peternakan, dan kerajinan lokal)
Goa Sarongge, Desa Sukadamai, Kec. Cicantayan, Kab. Sukabumi, Poto : Jurnal Tipikor

Desa Sukadamai pun sedang mengembangkan beberapa titik wisata strategis untuk mewujudkan kemandirian desa di antaranya ada “Goa Sarongge” yang merupakan destinasi wisata alam yang sedang dalam tahap pengembangan potensi lebih lanjut melalui observasi dan penataan lapangan.

Baca juga Bupati Sukabumi Sampaikan Program Di Acara Muhibah Ramadhan Ketiga Yang Digelar Di Cisaat

Agrowisata & Edukasi: Wilayah Cicantayan (termasuk Sukadamai) dikenal dengan suasana asri yang dikelilingi sawah dan gunung. Terdapat destinasi terdekat seperti Agrowisata Cisande yang menawarkan pengalaman edukasi menanam dan bermain di alam untuk pelajar.

Sejalan dengan program
Kabupaten Sukabumi, desa ini didorong untuk memajukan produk kerajinan dan kuliner agar bisa bersaing ditingkat regional.

Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartono, S.Pd., mengajak kepada para investor yang bergerak dalam bidang pariwisata dan lainnya juga pada masyarakat untuk mengunjungi desa Sukadamai yang memiliki banyak potensi desa

“Mari Kunjungi Sukadamai, jangan ragu untuk mengunjungi Desa Sukadamai dan menikmati keindahan alam dan kekayaan budayanya. Dengan dukungan masyarakat lokal dan pemerintah, Sukadamai siap menyambut Anda,” pungkasnya.

(Rama)

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Muhibah Ramadhan Pertama Di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh Yaspida

Sukabumi,jurnaltipikorm.com,-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., hadiri Muhibah Ramadhan Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 1447 H/2026 M yang digelar pemerintah Kabupaten Sukabumi yang bertempat di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA), Jl. Parungseah No. 43 Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit, Selasa (24/02/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati (Wabup) H. Andreas, S.E., Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ade Suryaman, Forkopimda Kab/kota sukabumi, Kepala Perangkat Daerah, Ketua Yayasan Yaspida, para Ulama, Tokoh Masyarat serta undangan lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemkab Sukabumi setiap Ramadan. Di mana, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan sinergi antara ulama, Umaro, dan umat. Hal itu termasuk menyerap aspirasi warga.

“Muhibah Ramadhan ini menjadi momentum untuk menebar kebaikan terhadap sesama sekaligus instrumen monitoring dan sarana dialog secara langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

sementara itu dilokasi yang sama, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., dalam sambutannya memaparkan capaian penurunan angka kemiskinan menjadi 6,41 persen di tahun 2025 berdasarkan data BPS.

“Kami berkomitmen dalam investasi SDM melalui Beasiswa Bupati serta pembangunan Rutilahu yang sudah terealisasi 780 unit. Meski beberapa capaian telah diraih tapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait infrastruktur dan pelayanan publik,” ucapnya.

Lanjut Bupati, kami hadir bukan hanya untuk menyapa, tetapi membawa aksi nyata demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah).

Selain silaturahmi, acara ini diisi dengan aksi nyata berupa pembagian sembako, bazar murah, hingga undian umrah bagi warga.

(Rama)

Upaya Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Murah, Pemkab Sukabumi Akan Gelar Pasar Murah Di Alun-Alun Palabuhanratu, Ini Wakktunya

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana menggelar kegiatan pasar murah di Alun-Alun Palabuhanratu, pada Selasa 10 Maret 2026. Dalam kegiatan bersama Satgas Pangan ini, akan ada berbagai sembako yang dijual dengan harga murah. Hal itu seperti beras, minyak goreng, telur, sayuran, ikan, dan lainnya.

"Tanggal 10 di Alun-Alun Palabuhanratu, akan ada kegiatan pasar murah," ujar Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman saat memimpin rapat teknis pembahasan rencana kegiatan Pasar Murah di Alun-alun Palabuhanratu pada selasa 10 Maret 2026 yang digelar di Pendopo Sukabumi, Kamis, (26/02/2026).

Menurut sekda, kegiatan pasar murah di Kabupaten Sukabumi telah beberapa kali dilaksanakan. Terutama di setiap agenda muhibah ramadan yang saat ini sedang dijalankan.

"Selain di acara muhibah, kami ingin melaksanakan di titik lain. Apalagj tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan sembako murah," ucapnya.

Mengenai teknis pembelian, akan diatur sedemikian rupa agar tertib. Di mana, teknis tersebut diserahkan kepada Camat Palabuhanratu. Sementara kegiatannya, direcanakan pada siang hari.

"Pasar murah ini, direncanakan berlangsung sejak pukul 14.00 sampai selesai," ungkapnya.

Kegiatan pasar murah ini, diharapkan berjalan lancar. Selain itu, masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga yang relatif murah.

(Rama)

Bupati Sukabumi Sampaikan Program Di Acara Muhibah Ramadhan Ketiga Yang Digelar Di Cisaat

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., sampaikan program pada gelaran Muhibah Ramadhan Ketiga yang digelar di Masjid Jami Baiturrahmah, Kampung Cimahi, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, pada Jumat (27/02/2026).

Dalam sambutannya, H. Asep Japar, M.M.,mengatakan bahwa muhibah Ramadan menjadi sarana penting untuk bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah program pemerintah.

"Ini merupakan momen bersilaturahmi dengan ulama, umaro, dan masyarakat. Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat," ujarnya.

Baca juga 13 MILIAR DIDUGA PROYEK SILUMAN: LOKASI PROYEK TIDAK SESUAI PLANG, DRAINASE DIBIARKAN, WARGA JADI KORBAN

Dalam kesempatan ini, H. Asep Japar pun menyampaikan sejumlah program, terkhusus upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia, salah satunya melalui beasiswa. Dimana, ratusan beasiswa telah diberikan kepada putra putri terbaik Kabupaten Sukabumi.

“Lebih dari 100 penerima beasiswa telah kami kuliahkan di Universitas Nusa Putra. Itu baru di Nusa Putra, belum kampus lainnya. Semua itu kami lakukan demi meningkatkan SDM,” ucapnya.

Lanjut H. Asep Japar, SDM menjadi hal yang utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang terbaik. Terutama dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin penerus bangsa kita itu luar biasa. Maka dari itu, SDM kita tingkatkan lewat kemudahan akses pendidikan melalui beasiswa,” ungkapnya.

Baca juga “Skandal Busuk di Bea Cukai! Pejabat Intelijen Dijebloskan ke Tahanan KPK, Uang Suap Miliaran Disita” 

Selain itu, bupati pun memohon dukungan semua pihak agar agenda pembangunan bisa terlaksana dengan baik dan lancar, guna mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Saya bersama Pak Andreas baru satu tahun memimpin. Sehingga, masih banyak kekurangan, mohon dukungannya serta beri kami waktu untuk membenahi Kabupaten Sukabumi sehingga lebih baik lagi,” bebernya.

Diketahui, melalui muhibah ramadhan, Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas didampingi unsur Forkopimda hingga para kepala perangkat daerah mengunjungi masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Baca juga IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Dan Buka Bersama Dengan Anak-Anak Yatim Piatu Di Jum’at Ke-2 Bulan Ramadhan

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, mengatakan, muhibah ramadan ini direncanakan berlangsung di 10 titik. Di mana, kegiatan kali ini merupakan titik yang ketiga.

“Alhamdulillah dari 10 titik, telah berjalan untuk yang ketiga kalinya,” terangnya

Dalam kegiatan tersebut, berbagai acara digelar. Seperti, bazar murah, pembagian sembako, hingga pemberian hadiah umroh.

“Tahun ini ada hadiah umroh dari pak bupati. Bagi yang beruntung siap siap diberangkatkan umroh,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan tausyiah.

(Rama)

13 MILIAR DIDUGA PROYEK SILUMAN: LOKASI PROYEK TIDAK SESUAI PLANG, DRAINASE DIBIARKAN, WARGA JADI KORBAN

CIMAHI, JURNAL TIPIKOR — Proyek pembangunan jalan rigid beton yang menghubungkan wilayah Desa Nanjung, Kabupaten Bandung menuju batas wilayah menuai sorotan keras masyarakat. Proyek bernilai lebih dari Rp13 miliar yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2024 Provinsi itu diduga kuat menyimpang dari spesifikasi teknis serta tidak sesuai dengan titik lokasi sebagaimana tercantum dalam papan proyek.

Pekerjaan yang dimulai sejak 30 April 2024 tersebut justru menyisakan persoalan serius. Saat memasuki wilayah Kota Cimahi, pembangunan jalan tidak dibarengi dengan pengerjaan drainase (U-Ditch) sepanjang kurang lebih 500 meter di kawasan Cibodas–Nanjung. Lebih ironis lagi, lokasi pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan titik lokasi yang tertulis dalam plang proyek yang baru dipasang setelah adanya desakan warga.

Perbedaan antara lokasi pada papan proyek dengan fakta di lapangan menimbulkan kecurigaan publik. Masyarakat dan insan pers yang mempertanyakan hal tersebut justru mengaku mendapat sikap tidak kooperatif dari pihak pelaksana. Bahkan, warga sempat diancam akan dipolisikan apabila menghalangi pekerjaan.

“Waktu kami protes, bukan diperjelas, malah kami diintimidasi,” ujar salah seorang warga kepada awak media.

Baca juga Dana Rp400 Juta Menguap, BPKP Sentil DPKP Cimahi: “Ini Bukan Sekadar Lalai, Ini Dugaan Perbuatan Melawan Hukum!”

Warga pun mengadu ke pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Namun laporan tersebut tak kunjung mendapatkan tindak lanjut berarti. Hingga kini, drainase sepanjang ruas tersebut tetap dibiarkan tanpa penyelesaian.

Akibatnya, ruas jalan itu berubah menjadi jalur rawan kecelakaan. Tidak adanya trotoar di beberapa titik membuat pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan. Kondisi ini menyebabkan banyak insiden terserempet kendaraan.

Insiden terbaru terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 09.30 WIB, saat sebuah angkutan umum (angkot) tergelincir keluar badan jalan dan terperosok ke bahu jalan setinggi kurang lebih 35 sentimeter.Poto : Dok.Jurnal Tipikor

Insiden terbaru terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 09.30 WIB, saat sebuah angkutan umum (angkot) tergelincir keluar badan jalan dan terperosok ke bahu jalan setinggi kurang lebih 35 sentimeter. Menurut warga, kecelakaan serupa kerap terjadi, terutama melibatkan pejalan kaki.

Baca juga KETUA UMUM BPKP: “PKL DISINGKIRKAN DEMI KAFE, INI POTRET KEZALIMAN DI METRO INDAH MALL BANDUNG”

Selain itu, saat musim hujan, air meluap karena tidak adanya saluran drainase yang memadai. Air hujan bahkan masuk ke rumah warga di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Saya sudah berkali-kali unggah kejadian ini ke media sosial, tapi tidak pernah ada respons dari pemerintah. Sudah hampir satu tahun lebih dibiarkan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar:
Ke mana pengawasan proyek bernilai miliaran rupiah ini?
Mengapa lokasi tidak sesuai plang?
Mengapa drainase diabaikan?

Masyarakat mendesak aparat pengawas internal pemerintah, inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lapangan melakukan audit teknis dan keuangan terhadap proyek tersebut. Jika dugaan penyimpangan ini benar, maka proyek ini bukan sekadar gagal fungsi, tetapi berpotensi menjadi proyek siluman yang membahayakan keselamatan publik.

Penulis: Adhe

Editor : Azi