MAUNG BANDUNG MENGGILA! Tanpa Komando Langsung, PERSIB Siap Terkam Isenmulang Kalteng FC di Si Jalak Harupat!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Badai sanksi dan absennya sang juru taktik utama tidak sedikitpun menyurutkan nyali Pangeran Biru. PERSIB Bandung dipastikan berada dalam amunisi penuh dan siap tampil habis-habisan saat menjamu Isenmulang Kalteng FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu, 1 November 2026, pukul 15.30 WIB.

Meski pelatih kepala Igor Tolic dipastikan harus menderita “pembatasan” di area teknis akibat akumulasi kartu kuning, kubu PERSIB menegaskan bahwa singa tetaplah singa, meski komando diberikan dari jarak dekat. Seluruh taktik, skema mematikan, dan filosofi permainan tetap berada dalam kendali penuh sang pelatih kepala.

Strategi Matang, Instruksi Tanpa Celah

Asisten Pelatih PERSIB, Zlatko Runje, memastikan bahwa absennya Tolic di pinggir lapangan sama sekali tidak akan mengganggu ritme maupun mentalitas bertanding anak asuhnya. Estafet kepemimpinan di lapangan dipastikan berjalan mulus melalui koordinasi ketat tim pelatih.

“Setelah pertandingan bagus yang kami lalui sebelumnya, Igor telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan semuanya berjalan lancar. Dia tetap bersama tim dan mengatur segalanya. Kami akan membantu menerapkan semua idenya kepada tim agar para pemain merasakan ada sosok yang memimpin selama pertandingan. Semoga semuanya berjalan dengan baik,” tegas Runje dalam sesi pre-match press conference, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Baca juga BPKP SOROTI PUTUSAN MA NOMOR 742 K/TUN/2026: PEMBATALAN SUKET PENDIDIKAN WAPRES GIBRAN MEMUNCULKAN PERTANYAAN SERIUS TENTANG KEPASTIAN HUKUM DAN PERSYARATAN JABATAN NEGARA

Kembalinya Sang Dinding Pertahanan: Teja Paku Alam Siap Tempur!

Kabar mengejutkan sekaligus melegakan datang dari sektor penjaga gawang. Kiper senior andalan, Teja Paku Alam, dikabarkan telah pulih dari cedera dan kembali melahap menu latihan bersama tim dengan sempurna.

Kehadiran kembali Teja memberikan keleluasaan taktis bagi staf pelatih. Terlebih, penjaga gawang muda berbakat, Fitrah Maulana, sukses mencuri perhatian publik berkat performa impresifnya di bawah mistar gawang dalam beberapa laga terakhir.

Runje menyambut positif persaingan sehat di lini belakang ini dan memberikan apresiasi tinggi kepada sang penjaga gawang muda.

“Ya, Teja sudah siap. Kita lihat saja nanti siapa yang akan bermain. Kami punya penjaga gawang muda (Fitrah Maulana) yang tampil sangat baik di pertandingan-pertandingan terakhir, dia adalah masa depan tim. Namun, kami juga sangat menghormati Teja dan sebentar lagi dia siap seratus persen. Hari ini dia menjalani sesi latihan yang baik, sehingga untuk laga-laga berikutnya kami punya opsi yang sangat bagus,” pungkas Runje dengan penuh percaya diri.

Dengan mentalitas baja, kedalaman skuad yang mumpuni, serta dukungan penuh Bobotoh di kandang keramat Si Jalak Harupat, PERSIB siap membuktikan bahwa Isenmulang Kalteng FC bukan lawan yang dapat meredam amarah Pangeran Biru sore nanti! ***

LMPI Marcab Kabupaten Sukabumi Gelar Syukuran Dan Family Gathering Santuni 700 Jompo dan Anak Yatim Piatu, Tedi Setiadi “Jangan Pernah Berhenti Menebar Kebaikan”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Cabang (Marcab) Kabupaten Sukabumi menggelar syukuran dan family gathering dengan menyantuni 700 jompo dan anak yatim piatu.

Kegiatan berlangsung di Agro Wisata Gunung Wayang, Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/10/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi Tedi Setiadi, Dewan Pembina LMPI Yuda Sukmanagara, Anggota Dewan Fraksi Partai Gerindra Hera Iskandar, Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi Deden Wahyudi, Kepala Desa Gunung Endut, Ketua Mada Jawa Barat Yoga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh jajaran pengurus dan kader LMPI se-Kabupaten Sukabumi.

Baca juga BPKP SOROTI PUTUSAN MA NOMOR 742 K/TUN/2026: PEMBATALAN SUKET PENDIDIKAN WAPRES GIBRAN MEMUNCULKAN PERTANYAAN SERIUS TENTANG KEPASTIAN HUKUM DAN PERSYARATAN JABATAN NEGARA

Ketua Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi, Tedi Setiadi menyampaikan bahwa kegiatan syukuran dan family gathering ini merupakan wujud rasa syukur atas solidnya Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah, ini adalah wujud rasa syukur atas solidnya Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi. InsyaAllah kedepannya LMPI akan lebih bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujar Tedi.

Ia berpesan kepada seluruh kader untuk tidak henti-hentinya menebar kebaikan dan manfaat bagi Kabupaten Sukabumi.

“Kader jangan henti-henti untuk menebar kebaikan dan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi. LMPI bukan untuk jago-jagoan dan bukan untuk sok-sokan, tapi untuk banyak bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Tedi juga menegaskan pentingnya loyalitas dan satu komando dalam organisasi.

“Saya tidak butuh kader-kader yang tidak ikut komando, yang tidak mau ikut komando silahkan mundur,” pungkasnya.

Kegiatan syukuran berlangsung penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan santunan kepada 700 jompo dan anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian LMPI terhadap masyarakat.

(Rama)

SURVEI INDOCPOLLS: SESKAB TEDDY PUNCAKI KINERJA MENTERI, NUSRON WAHID TERLEMPAR DI DASAR!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, peta evaluasi Kabinet Merah Putih menunjukkan kontras yang mencengangkan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tampil sebagai “bintang lapangan” dengan tingkat kepuasan tertinggi, sementara Menteri ATR/BPN Nusron Wahid harus menelan pil pahit sebagai pejabat dengan penilaian terendah.

Seskab Teddy > Nusron Wahid, setuju?

Jika publik yang berbicara, jawabannya adalah ya. Berdasarkan hasil survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) pada 15–20 Oktober 2026, Teddy meraup persetujuan 15,8%, sementara Nusron hanya mendapat 0,17%. Sebuah jurang pemisah yang menjadi tamparan keras bagi oktroi kebijakan di ujung tombak pertanahan nasional.

Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, menegaskan bahwa posisi Teddy bukan sekadar kebetulan, melainkan buah dari kerja senyap yang berdampak.

“Seskab Teddy dinilai unggul terkait posisi strategisnya yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo dan tugasnya untuk menjembatani koordinasi dengan jajaran menteri dan pejabat lainnya. Teddy berhasil menjadi ‘mesin sinkronisasi’ yang efektif di mata publik,” ujar Taufik dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Di bawah Teddy, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati posisi “runner-up” dengan 13,6%, disusul Mendikdasmen Abdul Mu’ti di posisi ketiga dengan 6,5%.

Alarm Bahaya di Papan Bawah

Berbeda dengan panggung atas, posisi “juru kunci” yang ditempati Nusron Wahid menjadi sorotan tajam. Taufik menyebut publik hari ini sangat kritis dan tidak mentolerir tumpukan masalah yang menyeret institusi.

“Rendahnya penilaian terhadap Nusron adalah alarm bahaya. Sorotan publik terhadap sejumlah persoalan hukum yang menyeret pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN menjadi beban berat yang langsung berdampak pada kepercayaan publik,” tegas Taufik.

Nasib serupa juga menimpa Menteri PU Dody Hanggodo yang tersungkur di papan bawah (0,25%). Penilaian buruk terhadap Dody tidak lepas dari kontroversi sikapnya terhadap internal kementerian serta polemik perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang memancing amarah publik.

Baca juga BPKP SOROTI PUTUSAN MA NOMOR 742 K/TUN/2026: PEMBATALAN SUKET PENDIDIKAN WAPRES GIBRAN MEMUNCULKAN PERTANYAAN SERIUS TENTANG KEPASTIAN HUKUM DAN PERSYARATAN JABATAN NEGARA

Rapor Merah Kabinet Merah Putih

Survei yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka (*multistage random sampling*, “margin of error” ±2,9%, kepercayaan 95%) ini membuktikan bahwa publik bekerja dan mereka sedang mengawasi.

“Penilaian buruk terhadap sejumlah menteri dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari eksekusi program yang lambat, kebijakan yang tidak populis, hingga pernyataan pejabat yang memunculkan kontroversi di ruang publik. Ini adalah sinyal bagi Istana untuk melakukan reshuffle atau evaluasi total,” tutup Taufik.

Sebanyak 4,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab, menyisakan 95,2% suara publik yang menuntut kerja nyata, bukan sekadar janji.

DAFTAR LENGKAP PERINGKAT KINERJA MENTERI KABINET MERAH PUTIH

(Berdasarkan Survei IndocPolls, 15-20 Oktober 2026)

PAPAN ATAS (The Winners)
1. Seskab Teddy Indra Wijaya: 15,8%
2. Mentan Amran Sulaiman: 13,6%
3. Mendikdasmen Abdul Mu’ti: 6,5%
4. Mensesneg Prasetyo Hadi: 5,2%
5. Menkes Budi Gunadi Sadikin: 3,8%
6. Menag Nasaruddin Umar: 3,5%
7. Menko Infrastruktur AHY: 3,3%
8. Men ESDM Bahlil Lahadalia: 2,7%
9. Menpora Erick Thohir: 2,1%
10. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: 2,0%

PAPAN TENGAH

11. Menteri HAM Natalius Pigai: 1,8%
12. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: 1,7%
13. Menlu Armanatha Nasir: 1,5%
14. Menko Polkam Dudung Abdurachman: 1,2%

PAPAN BAWAH (The Losers)

15. Menkop Ferry Juliantono: 0,42%
16. Menaker Yassierli: 0,42%
17. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono: 0,42%
18. Menteri LH Moh Jumhur Hidayat: 0,42%
19. Menhub Dudy Purwagandhi: 0,42%
20. Mendes Yandri Susanto: 0,33%
21. Menteri Perumahan Maruarar Sirait: 0,33%
22. Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana: 0,33%
23. Menteri PU Dody Hanggodo: 0,25%
24. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: 0,17%

(TIDAK TAHU/TIDAK MENJAWAB: 4,8%)

Sumber : Suara.com

Editor: Azi

BPKP SOROTI PUTUSAN MA NOMOR 742 K/TUN/2026: PEMBATALAN SUKET PENDIDIKAN WAPRES GIBRAN MEMUNCULKAN PERTANYAAN SERIUS TENTANG KEPASTIAN HUKUM DAN PERSYARATAN JABATAN NEGARA

BANDUNG,  JURNAL TIPIKOR – Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) menyoroti putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 742 K/TUN/2026 tertanggal 30 Oktober 2026 yang mengabulkan permohonan kasasi terkait sengketa Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan tingkat SMA atas nama Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam putusan tersebut, Mahkamah Agung membatalkan putusan pengadilan sebelumnya dan mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Salah satu tuntutan yang dikabulkan adalah menyatakan Surat Keterangan Nomor 9149/D.D1/KS/2019 tertanggal 6 Agustus 2019 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tidak sah dan batal demi hukum, serta memerintahkan agar dokumen tersebut ditarik dari pihak yang menguasainya untuk dimusnahkan.

Bagi BPKP, putusan tersebut bukan sekadar persoalan administrasi penerbitan dokumen pendidikan. Lebih jauh, perkara ini menyentuh persoalan mendasar mengenai kepastian hukum, validitas dokumen persyaratan pencalonan pejabat negara, serta tanggung jawab lembaga pemerintahan dalam memastikan setiap persyaratan jabatan publik dipenuhi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca juga Pukulan Telak Bagi Istana: Mahkamah Agung Batalkan Keabsahan Suket Kesetaraan SMA Wapres Gibran!

KETIKA DOKUMEN PERSYARATAN DINYATAKAN TIDAK SAH, SIAPA YANG HARUS MENJELASKAN AKIBAT HUKUMNYA?

Ketua Umum BPKP, Ahmad Tarmizi, S.E., S.H., menegaskan bahwa putusan pengadilan yang telah dijatuhkan harus dihormati dan dilaksanakan sesuai amar putusannya.

Menurut BPKP, terdapat persoalan hukum yang perlu mendapatkan penjelasan terbuka dari instansi terkait, terutama mengenai bagaimana dokumen penyetaraan pendidikan tersebut diterbitkan, apa dasar administrasinya, dan bagaimana dokumen itu digunakan dalam proses verifikasi persyaratan pencalonan Wakil Presiden pada Pemilu 2024.

“Persoalan ini tidak boleh berhenti hanya pada dinyatakannya sebuah surat keterangan tidak sah. Publik berhak memperoleh penjelasan mengenai proses penerbitannya, dasar hukum yang digunakan, serta bagaimana dokumen tersebut sebelumnya dapat diterima sebagai bagian dari persyaratan administrasi pencalonan Wakil Presiden,” tegas  A.Tarmizi dalam keterangannya, Jumat (30/10).

BPKP menilai, persoalan tersebut perlu dikaji secara komprehensif dengan merujuk pada Pasal 169 huruf r Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang mensyaratkan calon Presiden dan Wakil Presiden berpendidikan paling rendah tamat SMA, MA, SMK, MAK, atau sekolah lain yang sederajat.

Dengan demikian, persoalan yang harus dijawab bukan hanya mengenai keabsahan Suket, tetapi juga mengenai apakah terdapat dokumen pendidikan lain yang sah dan dapat membuktikan pemenuhan persyaratan pendidikan sebagaimana ditentukan undang-undang.

Baca juga GELOMBANG PENGGELEDAHAN KPK DI JATENG: KANTOR BEA CUKAI SEMARANG DISISIR, KOPER DAN KARDUS DIBOYONG PETUGAS

BPKP: JANGAN SAMPAI PUTUSAN PENGADILAN HANYA MENJADI FORMALITAS

BPKP berpandangan bahwa putusan MA harus ditindaklanjuti secara nyata oleh instansi yang menjadi pihak dalam perkara, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai instansi penerbit dokumen.

Pelaksanaan putusan harus dilakukan sesuai amar, termasuk perintah penarikan dan pemusnahan dokumen sebagaimana diberitakan dalam putusan tersebut.

Di sisi lain, BPKP memandang perlu adanya klarifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengenai mekanisme verifikasi dokumen pendidikan yang digunakan dalam pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

BPKP mempertanyakan:

  1. Dokumen apa saja yang dijadikan dasar KPU dalam memverifikasi persyaratan pendidikan calon Wakil Presiden pada Pemilu 2024?
  2. Apakah Surat Keterangan Nomor 9149/D.D1/KS/2019 menjadi dasar utama pemenuhan persyaratan pendidikan tersebut?
  3. Apakah KPU telah memeriksa dokumen asli pendidikan luar negeri yang menjadi dasar penerbitan surat penyetaraan?
  4. Apakah terdapat dokumen lain yang secara hukum dapat membuktikan bahwa persyaratan pendidikan minimal sebagaimana diatur dalam UU Pemilu telah terpenuhi?
  5. Bagaimana tindak lanjut kelembagaan atas putusan MA yang menyatakan dokumen tersebut tidak sah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi seseorang, melainkan sebagai bentuk pengawasan publik terhadap proses administrasi negara yang menyangkut persyaratan pejabat publik.

Baca juga TAMPARAN KERAS DI RAPIMNAS KADIN: Menperin Bongkar Ironi SMK, “Siap Kerja” Malah Jadi Pabrik Pengangguran

IMPLIKASI KONSTITUSIONAL: BPKP SOROTI PASAL 7A DAN PASAL 7B UUD 1945

BPKP juga menilai bahwa putusan MA tersebut perlu dikaji dalam perspektif hukum tata negara, khususnya Pasal 7A dan Pasal 7B UUD 1945.

Pasal 7A mengatur kemungkinan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum tertentu atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.

Sementara itu, Pasal 7B mengatur mekanisme konstitusional yang melibatkan DPR, Mahkamah Konstitusi, dan MPR.

Namun, BPKP menegaskan bahwa pembatalan Suket oleh MA tidak serta-merta membatalkan penetapan hasil Pemilu 2024 ataupun jabatan Wakil Presiden.

Diperlukan proses hukum tersendiri untuk menilai apakah pembatalan dokumen tersebut mempunyai konsekuensi terhadap terpenuhi atau tidaknya persyaratan jabatan, termasuk pemeriksaan terhadap seluruh dokumen pendidikan yang relevan.

“Jangan mencampuradukkan antara pembatalan dokumen administrasi dengan pembatalan jabatan konstitusional. Keduanya memiliki objek dan mekanisme hukum yang berbeda. Tetapi, jangan pula mengabaikan implikasi hukum dari putusan pengadilan yang sudah dijatuhkan. Di sinilah pentingnya transparansi dan kepastian hukum,” lanjut Ahmad Tarmizi.

Baca juga Epakkan Sayap di Negeri Tirai Bambu, ARS University Resmi Gandeng Jinan University China

BPKP MENDORONG TRANSPARANSI, BUKAN PENGHAKIMAN PUBLIK

BPKP menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Tidak ada jabatan publik yang dapat mengecualikan seseorang dari kewajiban memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang.

Dalam negara hukum, kepastian hukum tidak boleh bergantung pada kedudukan, kekuasaan, maupun jabatan seseorang. Putusan pengadilan harus dihormati, sementara setiap konsekuensi hukumnya harus diuji melalui mekanisme yang sah.

BPKP akan mengkaji kemungkinan penyampaian permintaan klarifikasi dan keterbukaan informasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta KPU RI, guna memperoleh kejelasan mengenai proses penerbitan, penggunaan, dan verifikasi dokumen tersebut.

BPKP juga mendorong agar salinan lengkap putusan MA beserta pertimbangan hukumnya dapat menjadi dasar kajian lanjutan, sehingga tidak muncul kesimpulan yang melampaui fakta maupun kewenangan lembaga peradilan.

Baca juga Peduli Tempat Ibadah, Kapolres Sukabumi Bantu Pembangunan Masjid Ar-Rahman Cidahu

PENEGASAN BPKP

“Jabatan publik bukan ruang bebas dari pengujian hukum. Setiap persyaratan harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun konstitusional. Apabila sebuah dokumen yang pernah digunakan dalam proses pemenuhan persyaratan jabatan negara kemudian dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Agung, maka konsekuensi hukumnya wajib dijelaskan secara terbuka dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.”

“Publik tidak membutuhkan polemik tanpa ujung. Publik membutuhkan kepastian hukum, transparansi, dan pertanggungjawaban penyelenggara negara.”

Demikian sikap dan pandangan Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) dalam rangka menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan.

(Her)

 

TAMPARAN KERAS DI RAPIMNAS KADIN: Menperin Bongkar Ironi SMK, “Siap Kerja” Malah Jadi Pabrik Pengangguran

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Tagline “Siap Kerja” yang selama ini melekat pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tampaknya harus menelan pil pahit. Alih-alih menjadi garda terdepan pemenuhan kebutuhan industri, realita di lapangan menunjukkan fakta yang jauh lebih kelam: lulusan SMK justru bertransformasi menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di Indonesia.

Ironi ini secara terang-terangan dibongkar oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Sarmuji menilai, telah terjadi malfungsi yang sistemik antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil sektor industri.

“Agak menjadi ironi SMK-SMK kita yang sebenarnya diharapkan bisa siap masuk ke dunia kerja, tetapi fakta menunjukkan kontradiksi yang cukup membuat kita pusing semuanya. SMK kita termasuk salah satu yang menjadi sumber dari pengangguran yang ada di Indonesia,” tegas Sarmuji dengan nada menyindir.

Baca juga GELOMBANG PENGGELEDAHAN KPK DI JATENG: KANTOR BEA CUKAI SEMARANG DISISIR, KOPER DAN KARDUS DIBOYONG PETUGAS

Kesenjangan yang Membingungkan

Tamparan keras ini semakin beralasan ketika Menperin membandingkan kondisi SMK secara umum dengan SMK yang berada di bawah binaan langsung Kementerian Perindustrian. Di bawah pembinaan Kemenperin, kurikulum dan praktik industri berjalan beriringan, menghasilkan lulusan yang diperebutkan pasar.

“Kami mengunjungi beberapa SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian sangat siap untuk masuk ke industri. Bahkan belum lulus sudah banyak dipesan oleh industri,” ungkap Sarmuji.

Namun, keberhasilan segelintir SMK binaan Kemenperin ini justru menelanjangi kegagalan sistem pendidikan vokasi secara makro. Sarmuji mempertanyakan keras matinya konsep *link and match* pada sekolah-sekolah yang berada di luar jangkauan pembinaan langsung kementeriannya.

“Pertanyaannya, bagaimana dunia pendidikan secara umum ada *link and match* dengan industri kita?” tantang Sarmuji, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Pendidikan dan para pemangku kebijakan vokasi lainnya.

Baca juga Pukulan Telak Bagi Istana: Mahkamah Agung Batalkan Keabsahan Suket Kesetaraan SMA Wapres Gibran!

Bom Waktu Bonus Demografi 2026-2035

Kegagalan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri ini bukan sekadar masalah statistik pengangguran, melainkan ancaman nyata bagi masa depan ekonomi bangsa. Indonesia kini sedang berada di fase krusial bonus demografi yang diprediksi berakhir pada 2035.

Jika pembenahan total tidak segera dilakukan, jutaan anak muda yang seharusnya menjadi mesin pertumbuhan ekonomi justru akan menjadi beban negara.

“Kita harapkan ada perubahan yang signifikan, di mana bonus demografi kita yang saat ini terjadi hingga tahun 2035 betul-betul menjadi bonus, bukan menjadi beban bagi Indonesia yang sekarang sedang tumbuh lebih tinggi lagi,” pungkas Sarmuji.

Pernyataan Menperin ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan. Jika sinergi antara dunia pendidikan dan industri tidak segera direvolusi, maka SMK hanya akan terus memproduksi “pengangguran terdidik” yang pada akhirnya akan membebani negara di tengah ambisi Indonesia Emas 2045. (Red)

GELOMBANG PENGGELEDAHAN KPK DI JATENG: KANTOR BEA CUKAI SEMARANG DISISIR, KOPER DAN KARDUS DIBOYONG PETUGAS

SEMARANG,JURNAL TIPIKOR— Badai pengusutan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah kian meluas. Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi dan menggeledah Kantor Bea Cukai Semarang di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Aksi penggeledahan maraton yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut berakhir dengan diboyongnya sejumlah barang bukti berupa kardus dan tas koper dari dalam gedung institusi kepabeanan tersebut. Barang-barang yang diduga berisi dokumen penting itu langsung dimasukkan ke dalam rombongan mobil penyidik sebelum pergi meninggalkan lokasi tanpa memberikan sepatah kata pun kepada awak media.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang, Joko Sartono, tidak menampik adanya kedatangan tim rasuah tersebut ke kantornya.

“Tadi, tim KPK melakukan pemeriksaan,” ujar Joko singkat membenarkan, meski ia memilih enggan merinci lebih jauh mengenai fokus dan detail penggeledahan yang menyasar instansinya.

Baca juga Pukulan Telak Bagi Istana: Mahkamah Agung Batalkan Keabsahan Suket Kesetaraan SMA Wapres Gibran!

Penggeledahan di Semarang ini menjadi sinyal kuat bahwa penyidik KPK tengah mengurai benang kusut dugaan praktik korupsi di lingkup kepabeanan Jawa Tengah secara masif. Hanya sehari sebelumnya, Kamis (29/10), penyidik KPK juga menyatroni Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus.

Rangkaian tindakan tegas ini merupakan buntut dari pengumuman resmi KPK pada 28 Oktober 2026 terkait pengembangan perkara baru melalui penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum. Dalam gelombang penyidikan tersebut, KPK sebelumnya telah menggeledah KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus hingga kantor pusat PT Djarum.

Langkah agresif penyidik KPK yang beruntun dalam beberapa hari terakhir ini menegaskan bahwa penegakan hukum di sektor penerimaan negara sedang diakselerasi tanpa pandang bulu, menyeret kantor-kantor strategis di wilayah Jawa Tengah ke dalam pusaran pemeriksaan.

Sumber : Antara

Editor : Azi

Pukulan Telak Bagi Istana: Mahkamah Agung Batalkan Keabsahan Suket Kesetaraan SMA Wapres Gibran!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan putusan mengejutkan yang memukul telak legitimasi administrasi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Majelis Hakim Agung secara resmi mengabulkan seluruh gugatan kasasi terkait pembatalan keabsahan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) milik sang Wakil Presiden.

Langkah hukum berani ini diajukan oleh pengacara Subhan Palal melalui perkara kasasi Tata Usaha Negara (TUN) dengan Nomor 742 K/TUN/2026.

Berdasarkan data resmi dari laman Kepaniteraan Mahkamah Agung, ketukan palu keadilan diputuskan pada Jumat, 30 Oktober 2026, oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Agung Yulius, didampingi dua Hakim Anggota, Maftuh Effendi dan Hari Sugiharto.

“Kabul. Kabul kasasi, batal putusan judex facti, adili sendiri: kabul gugatan penggugat seluruhnya,” tegas amar putusan MA yang secara otomatis meruntuhkan putusan pengadilan tingkat sebelumnya.

Baca juga Benteng Terakhir Keropos: Skandal Rasuah Bea Cukai dan Bayang-Bayang Korporasi Rokok

Poin-Poin Penting Putusan MA:

  • Gugatan Dikabulkan Sepenuhnya: Keputusan ini menandaskan bahwa MA menerima seluruh permohonan pemohon dan membatalkan putusan judex facti (PTUN Jakarta).
  • MA Mengadili Sendiri: Dengan mengabulkan gugatan ini, MA mengambil alih wewenang untuk langsung memutus perkara TUN tersebut tanpa mengembalikan pemeriksaan ke tingkat bawah.
  • Termohon: Permohonan kasasi ini menargetkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI cq Sekretaris Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai pihak termohon.

Jejak Panjang Perjuangan Hukum

Putusan historis ini merupakan puncak dari rentetan upaya hukum dramatis yang digulirkan oleh Subhan Palal. Perjuangan berawal dari gugatan perdata mengenai keabsahan ijazah SMA Gibran di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Nomor 583/Pdt.G/2025) pada Agustus 2025.

Tak berhenti di situ, perkara ini merembet ke ranah PTUN Jakarta (Nomor 62/G/2026/PTUN.JKT). Setelah sempat dikuatkan di tingkat banding pada Agustus 2026, Subhan melayangkan kasasi ke MA yang diterima pada 23 September 2026 dan diregistrasi pada 8 Oktober 2026.

Keputusan final MA ini tidak hanya menganulir status keabsahan surat penyetaraan pendidikan Wapres Gibran, tetapi juga memicu gelombang pertanyaan besar terkait implikasi hukum dan administratif posisi strategis sang Wakil Presiden di pemerintahan.

(Azi)

Ngopi Bareng Sopir Angkot Palabuhanratu, Kapolres Sukabumi Serap Aspirasi

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Ditengah hiruk-pikuk aktivitas Pasar Semi Modern Palabuhanratu, secangkir kopi dan obrolan santai menjadi jembatan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung menemui komunitas sopir angkot, Jumat (30/10/2026).

Bukan sekadar kunjungan biasa, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi para pengemudi angkutan umum untuk menyampaikan keluhan, masukan, hingga persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama di tengah dinamika ekonomi dan tantangan operasional transportasi.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Sukabumi berbincang langsung dengan para sopir angkot dan masyarakat. Berbagai aspirasi disampaikan secara terbuka, mulai dari kondisi di lapangan hingga harapan terhadap terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Palabuhanratu.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus memahami persoalan yang berkembang di tengah kehidupan warga.

“Melalui silaturahmi seperti ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan, masukan, dan harapan masyarakat. Kepolisian tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan,” ujar Benny.

Baca juga Peduli Tempat Ibadah, Kapolres Sukabumi Bantu Pembangunan Masjid Ar-Rahman Cidahu

Selain menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog kamtibmas. Kapolres mengajak para sopir angkot untuk turut berperan aktif menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Palabuhanratu.

Menurutnya, para pengemudi angkutan umum memiliki peran strategis dalam menjaga situasi wilayah tetap kondusif. Aktivitas mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadikan para sopir sebagai bagian penting dalam mendukung terciptanya keamanan lingkungan.

“Para sopir angkot merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban di jalan. Kami berharap sinergi dan kepedulian bersama ini terus terbangun, sehingga Palabuhanratu tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Baca juga Skandal Maling Uang Negara Rp2 Triliun: Kejagung Bongkar Ruang Tersembunyi dan Trik Sulap Pajak PT Toba Pulp Lestari!

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Kapolsek Palabuhanratu, para pejabat utama (PJU) Polres Sukabumi, personel Polres Sukabumi dan Polsek Palabuhanratu, anggota UPTD Dinas Perhubungan Palabuhanratu, serta komunitas sopir angkot dan masyarakat.

Kehadiran Kapolres di tengah komunitas sopir angkot mendapat sambutan positif. Para pengemudi terlihat antusias mengikuti dialog dan menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bertemu langsung dengan pimpinan kepolisian.

Silaturahmi ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui patroli maupun penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kedekatan, membuka ruang komunikasi, dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Melalui pendekatan humanis tersebut, Polres Sukabumi berharap kemitraan dengan komunitas sopir angkot semakin kuat, sehingga tercipta kolaborasi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat di Palabuhanratu.

(Rama)

Skandal Maling Uang Negara Rp2 Triliun: Kejagung Bongkar Ruang Tersembunyi dan Trik Sulap Pajak PT Toba Pulp Lestari!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR— Praktik manipulasi pajak dan penyelewengan ekspor demi meraup untung secara haram kembali dibongkar hingga ke akar-akarnya. Tim Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) menggerebek kantor PT IPPS di Menara Batavia, Jakarta Pusat, hingga meretas fakta mengejutkan: adanya pintu masuk menuju ruang tersembunyi serta indikasi kongkalikong bernilai fantastis.

Penggeledahan maraton yang berlangsung selama 17 jam (Kamis, 29/10 pukul 10.00 WIB hingga Jumat, 30/10 pukul 03.00 WIB) ini menyasar kantor PT IPPS di Lantai 11 Menara Batavia. Di lokasi, penyidik menyita tumpukan dokumen rahasia, bukti percakapan digital, hingga menyegel pintu lemari yang menjadi akses ke ruang rahasia.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari pengusutan mega skandal transfer pricing yang menyeret raksasa industri PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk. Perusahaan tersebut disinyalir telah menggerogoti keuangan negara hingga Rp2 Triliun sepanjang periode 2008–2025.

Baca juga Peduli Tempat Ibadah, Kapolres Sukabumi Bantu Pembangunan Masjid Ar-Rahman Cidahu

Modus “Trik Sulap” Ekspor & Main Mata dengan Oknum Pajak

Kejagung membongkar modus kejahatan sistematis yang dijalankan PT TPL:

  • Manipulasi Kode Barang (Under Invoicing): Sejak 2008 hingga 2025, PT TPL menjual produk pulp ke afiliasi jasanya di luar negeri (DP Macao Marketing International Ltd) serta lokal (Asia Pacific Rayon). Mereka secara melawan hukum mengubah Harmonized System (HS) Code demi memanipulasi karakteristik, kegunaan, dan menekan nilai harga pasar.
  • Laporan Palsu & Main Mata: Dalam dokumen Transfer Pricing (TP Doc) dan SPT Pajak Badan, PT TPL sengaja menyodorkan angka formalitas belaka. Kejahatan ini berjalan mulus bertahun-tahun lantaran adanya kerja sama “di bawah meja” dengan oknum pejabat pajak agar fungsi pengawasan dilumpuhkan.
  • Pemeriksaan Formalitas: Proses review dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diduga sengaja diproses tanpa audit perbandingan harga yang sah, sehingga uang negara triliunan rupiah menguap begitu saja.

Jerat Hukum Bagi Korporasi dan Oknum

Hingga kini, Kejagung telah menetapkan langkah hukum agresif dengan menetapkan:

  1. PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk secara resmi sebagai Tersangka Korporasi.
  2. Direktur PT TPL (berinisial AL) sebagai tersangka perorangan.
  3. Dua (2) Oknum Pegawai Pajak yang ikut bermain dalam pusaran penyelewengan anggaran negara ini.

Kejaksaan Agung menegaskan tidak akan berhenti pada nama-nama tersebut. Penggeledahan dan penyegelan ruang rahasia di PT IPPS menjadi bukti bahwa perburuan bukti dan tersangka baru masih terus meluas demi mengembalikan hak keuangan negara yang telah dirampok.

Sumber : Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI

Editor : Azi

PIMPIN REVOLUSI DIGITAL AMAN: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Sabet Penghargaan Prestisius ‘Digital Safety Leadership’

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR— Di tengah pesatnya laju teknologi dan ancaman siber yang kian kompleks, Pemerintah Kota Bandung membuktikan kesiapannya berdiri di barisan terdepan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, resmi dianugerahi penghargaan Digital Safety Leadership in Governance Award atas keberanian dan visi kepemimpinannya dalam mendoronk transformasi digital yang aman serta inklusif di lingkungan pemerintahan.

Penyerahan penghargaan bergengsi tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026 yang digelar di Pendopo Wali Kota Bandung pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan konkret atas komitmen tajam Muhammad Farhan yang tidak hanya sekadar mengadopsi teknologi, tetapi juga memastikan tata kelola pemerintahan tetap adaptif, tangguh, dan akuntabel di tengah benturan arus modernisasi.

Baca juga Peduli Tempat Ibadah, Kapolres Sukabumi Bantu Pembangunan Masjid Ar-Rahman Cidahu

Sinergi Lintas Sektor Benteng Pertahanan Digital

Ajang Bandung Digital Safety Forum 2026 terlaksana atas kolaborasi strategis antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat dan Jurnalis Hukum Bandung (JHB). Mengusung tema yang amat krusial, “Ruang Digital Aman di Era AI: Mitigasi Risiko, Perlindungan Transaksi Digital, dan Penguatan Kepercayaan Publik”, forum ini hadir sebagai panggung edukasi masif sekaligus ruang kolaborasi lintas sektor.

Forum tersebut menyoroti urgensi peningkatan literasi digital dan kewaspadaan publik terhadap beraneka modus kejahatan siber serta penipuan daring yang kian canggih berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

Capaian ini mempertegas langkah Pemkot Bandung untuk terus mengakselerasi pelayanan publik berbasis digital tanpa mengabaikan aspek perlindungan data dan keamanan masyarakat. Transformasi digital bukan sekadar tentang modernisasi sistem, melainkan tentang membangun benteng kepercayaan publik di ruang siber.

Dengan diterimanya penghargaan ini, Kota Bandung di bawah kepemimpinan Muhammad Farhan optimis untuk terus melangkah maju—mewujudkan kota cerdas (smart city) yang tak hanya canggih, namun juga aman dan melindungi setiap warga di dalamnya.

Sumber : Humas Pemkot Bandung

Editor : Azi