Gunakan Dana Bermasa, Pemdes Buluh Manis Salurkan Stimulus Perlengkapan Usaha bagi 35 Pelaku UMKM

BHATIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR – Selasa (30/12/2025). Pemerintah Desa Buluh Manis, Kecamatan Bhatin Solapan, merealisasikan program peningkatan keterampilan dan pemberian stimulus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang bersumber dari Dana Bermasa—program unggulan Bupati Bengkalis, Kasmarni, S.Sos., MMP—ini ditujukan untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Sebanyak 35 pelaku usaha mikro di Desa Buluh Manis menerima bantuan sarana pendukung usaha yang bervariasi, mulai dari perlengkapan usaha kuliner, usaha laundry, hingga usaha minuman jus.

Penyerahan bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini berjuang mempertahankan usahanya di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Baca juga Gotong Royong Bersama Warga, Sat Samapta Polres Sukabumi Bangun Jembatan Sementara di Desa Bojongsari Nyalindung

Mendorong UMKM Naik Kelas

Penjabat (PJ) Kepala Desa Buluh Manis, Samsul, menegaskan bahwa pemberian stimulus ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan langkah strategis pemerintah desa untuk memastikan UMKM lokal tetap bertahan dan berkembang.

“Tujuan utama pemberian stimulus ini adalah memperkuat sektor UMKM agar mampu bertahan, terutama saat menghadapi krisis. Kami ingin menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan unit-unit usaha kecil ini,” ujar Samsul dalam sambutannya.

Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan UPT Koperasi dan UMKM Kabupaten Bengkalis, Devi Oktiansyah, SH, Sekretaris Desa Marawen, jajaran BPD, pengurus Koperasi Desa, serta perangkat desa lainnya.

Menjawab Harapan Masyarakat

Selama ini, banyak pelaku UMKM mengeluhkan minimnya bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan operasional mereka. Hal ini diakui oleh Mawar, salah satu peserta yang sehari-hari berjualan sarapan pagi.

“Jujur, selama ini saya belum pernah merasakan bantuan apapun untuk menopang usaha agar tetap bertahan di masa sulit. Tapi alhamdulillah, hari ini saya menerima bantuan kompor Rinnai dua tungku dari pihak desa,” ungkap Mawar penuh syukur.

Bagi Mawar, bantuan tersebut sangat berarti untuk mendukung rutinitasnya berjualan setiap pagi guna menambah pendapatan keluarga.

Rasa syukur serupa juga terpancar dari para pelaku usaha laundry dan minuman yang mendapatkan bantuan perlengkapan kerja sesuai bidang masing-masing.

Sinergi Program Bermasa

Program ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan Dana Bermasa yang dialokasikan Pemkab Bengkalis ke tingkat desa. Melalui stimulus ini, Pemerintah Desa Buluh Manis berharap tidak ada lagi pelaku usaha yang merasa berjalan sendirian.

Dengan peralatan yang lebih memadai, diharapkan produktivitas warga meningkat dan kemandirian ekonomi desa dapat terwujud.

Pewarta: Irwansyah Siregar

Rutan Manna Ciptakan Suasana Humanis Pegawai dan WBP, Melalui Perlombaan Akhir Tahun

Bengkulu Selatan, JURNAL TIPIKOR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna menggelar perlombaan akhir tahun yang melibatkan pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kebersamaan sekaligus upaya menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif di lingkungan Rutan Manna.

Adapun jenis perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba tenis meja, domino, karaoke, serta lomba kartu remi. Seluruh perlombaan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, baik pegawai maupun WBP, yang turut berpartisipasi secara aktif.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna M Nur Nawawi Mahbub menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan akhir tahun ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara petugas dan WBP, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memberikan hiburan positif bagi WBP sebagai bagian dari kegiatan pembinaan kepribadian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran bagi pegawai di sela-sela pelaksanaan tugas.

Baca juga Kejaksaan Negeri Kaur Gunakan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Pelarangan Liputan Proyek: “Berita Tersebut Tendensius dan Tidak Berimbang”

Selama kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan dan sportivitas sangat terasa. Pegawai dan WBP saling berinteraksi secara positif, menjunjung tinggi aturan, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama perlombaan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Manna berharap dapat terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis, aman, dan kondusif, serta mendukung tercapainya tujuan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
(Jusri)

Wujudkan Desa Inovatif, Pemdes Buluh Manis Gelar Pelatihan Posyantek Melalui Program Unggulan Bupati Kasmarni

BHATIN SOLAPAN – JURNAL TIPIKOR | Pemerintah Desa (Pemdes) Buluh Manis secara resmi menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa mengenai Pengelolaan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) pada Senin, 29 Desember 2025.

Kegiatan yang bersumber dari dana Program Unggulan Bupati Bengkalis Kasmarni ini dilaksanakan di Aula Desa Buluh Manis mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Buluh Manis, Samsul. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata desa dalam mengimplementasikan visi Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera (BERMASA).

“Melalui program unggulan Ibu Bupati Kasmarni, kita ingin aparatur desa memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mengelola Posyantek.

Kami berharap Posyantek bukan sekadar papan nama, tapi menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat dengan teknologi tepat guna,” ujar Samsul.

Baca juga Kasus Suap Katalis Pertamina: KPK Panggil Mantan Direktur Pengolahan Chrisna Damayanto sebagai Tersangka Terakhir

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Marawen, Ketua BPD Masriyanto, perangkat dan staf desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta Koordinator Kecamatan (Korcam) Bhatin Solapan, M. Yassin.

Fokus pada Peningkatan Ekonomi Desa

Pelatihan ini menghadirkan Narasumber Panca Darma Pasaribu, yang membedah secara mendalam strategi pengelolaan Posyantek agar mampu berfungsi optimal sebagai mesin inovasi desa.
Terdapat lima tujuan utama yang menjadi fokus dalam pelatihan ini:

  1. Peningkatan Kapasitas: Membekali aparatur desa tentang manajemen operasional dan fungsi strategis Posyantek.
  2. Optimalisasi Teknologi: Memastikan Teknologi Tepat Guna (TTG) di bidang pertanian, energi, dan pengelolaan limbah dapat diakses langsung oleh warga.
  3. Inovasi Lokal: Mengidentifikasi potensi unik Desa Buluh Manis untuk dikembangkan menjadi produk inovasi unggulan.
  4. Efisiensi Layanan: Mempercepat akses masyarakat terhadap informasi teknologi untuk pelayanan publik yang lebih efektif.
  5. Penguatan Lembaga: Memposisikan Posyantek sebagai lembaga resmi desa yang menopang kemandirian ekonomi.

Baca juga BRIN Pantau Aktivitas Sesar Lembang: Fenomena Kenaikan Gunung Batu dan Urgensi Mitigasi Bandung Raya

Mendukung Kemandirian Desa

Koordinator Kecamatan Bhatin Solapan, M. Yassin, mengapresiasi langkah cepat Pemdes Buluh Manis dalam menyerap program unggulan daerah.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi di level desa adalah kunci agar desa bisa mandiri secara ekonomi dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan diskusi interaktif antara narasumber dan para perangkat desa.

Diharapkan pasca-pelatihan ini, struktur Posyantek Desa Buluh Manis segera bergerak melakukan pemetaan kebutuhan teknologi bagi para petani dan pelaku UMKM lokal.

(Irwansyah Siregar)

Banjir Bandang Terjang Balangan: 1.615 KK Terdampak dan Fasilitas Publik Lumpuh di 8 Desa

BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN, JURNAL TIPIKOR – Bencana banjir bandang hebat melanda wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (27/12). Luapan air yang datang secara tiba-tiba dilaporkan merendam permukiman warga hingga setinggi atap rumah dan melumpuhkan berbagai fasilitas infrastruktur penting.

Berdasarkan data terkini dari Polres Balangan, sebanyak 1.466 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat.

Baca juga Raport Merah-Putih Setahun Farhan: Prestasi Internasional yang Tercoreng Skandal Korupsi internal

Musibah ini berdampak langsung pada 1.615 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di delapan desa.
Delapan desa yang terdampak meliputi:

  • Desa Mayanau
  • Desa Tebing Tinggi
  • Desa Simpang Bumbuan
  • Desa Simpang Nadong
  • Desa Sungsum
  • Desa Juuh
  • Desa Gunung Batu
  • Desa Langkap

Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Sungsum, menyampaikan bahwa terjangan arus banjir kali ini sangat kuat sehingga mengakibatkan kerusakan bangunan yang signifikan.

“Banyak rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus. Kami bersama tim gabungan terus berupaya memastikan keselamatan warga di pengungsian,” ujar AKBP Yulianor.

Baca juga Satu Tahun Kepemimpinan Mohammad Farhan: Antara Fondasi Integritas dan Badai Politik Lokal

Selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas publik dilaporkan lumpuh total akibat terendam air dan material lumpur, di antaranya:

  • Pendidikan: SDN Mayanau, SDN Sungsum, dan SDN Juuh.
  • Kesehatan: Puskesmas Desa Simpang Nadong.
  • Pemerintahan: Polsubsektor Tebing Tinggi, Kantor Desa Tebing Tinggi, dan Kantor Kecamatan Tebing Tinggi.
  • Rumah Ibadah: Sejumlah masjid dan musala di seluruh desa terdampak.

Kondisi Terkini dan Penanganan

Hingga Sabtu malam, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan melaporkan bahwa debit air mulai menunjukkan tren menurun atau surut. Fokus utama petugas saat ini telah bergeser pada penanganan pascabencana, yang meliputi:

  • Pembersihan material lumpur dan puing bangunan.
  • Pendistribusian bantuan logistik, makanan siap saji, dan kebutuhan medis.
  • Pendampingan psikologis bagi warga di titik-titik pengungsian.

Meski kondisi mulai kondusif, pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada. Mengingat curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, potensi banjir susulan tetap perlu diantisipasi secara serius.

Sumber :
Humas Polres Balangan / BPBD Kabupaten Balangan

PELAKSANAAN MUSRENBANG DESA BUKIT MAKMUR WUJUD KOMITMEN BERSAMA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

KAUR, BENGKULU, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Desa Bukit Makmur, Kecamatan Muara Sahung, telah sukses menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) pada hari Selasa, 23 Desember 2025.

Acara ini menandai tahapan krusial dalam proses penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan Daftar Usulan RKP (DU RKP) untuk tahun anggaran 2026.

Musrenbang Desa Bukit Makmur yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bukit Makmur bertujuan utama untuk membahas dan menyepakati prioritas kegiatan pembangunan tahun 2026, serta merumuskan daftar usulan kegiatan pembangunan untuk DU RKP Desa tahun 2027 yang akan diajukan ke forum Musrenbang Kecamatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Camat Kecamatan Muara Sahung, Bapak Ahmad Gusran S.Sos,

Baca juga Posko Nataru Kementerian Pekerjaan Umum 2025/2030 Exit Toll Bocimi Parungkuda Berikan Layanan Prima

Kepala Desa Bukit Makmur, Bapak M Zari Azis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang Desa ini merupakan momen penting dalam proses pembangunan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Musrenbangdes adalah wadah partisipatif untuk menentukan arah pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Camat Kecamatan Muara Sahung, Bapak Ahmad Gusran S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan Musrenbang Desa merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Tujuannya adalah dalam rangka penetapan skala prioritas RKP Desa Tahun 2026 di pemerintah Desa,” jelasnya.

Baca juga Wujudkan Desa Berwawasan Lingkungan, Pemdes Petani Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Kegiatan ini dihadiri oleh beragam unsur, termasuk Bapak Kapolsek Kecamatan Muara Sahung Bapak Suharno, Sekdes, Ketua BPD beserta anggota, Korcam Pendamping Desa, perwakilan UPT, Kepala Dusun, RT/RW se-Desa Bukit Makmur, Kepala Sekolah SD dan SMP se-Desa Bukit Makmur, Perangkat Desa, Ketua BUMDES, Kader Posyandu, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan seluruh masyarakat undangan lainnya.

Pelaksanaan Musrenbang ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat Desa Bukit Makmur dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran, memastikan bahwa program yang akan dijalankan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi warga.

(Jusri)

Wujudkan Desa Berwawasan Lingkungan, Pemdes Petani Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

BHATIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR- – Pemerintah Desa Petani, Kecamatan Bhatin Solapan, mengambil langkah nyata dalam mewujudkan visi desa yang bersih, rapi, dan berwawasan lingkungan. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Pemdes Petani menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik bertempat di wilayah KM 10, Desa Petani.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, S.AP, Korcam Kecamatan Fhatiriyawi, perwakilan Bank Sampah Sakai Indah Bomban Bapak Abiyan, Tim Bank Sampah Desa Pematang Pudu Lambas Hutabarat, serta jajaran Ketua RW, RT, dan tokoh masyarakat Desa Petani.

Edukasi Praktis Menggunakan Teknologi Komposter
Pelatihan ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi tong komposter dengan bantuan aktivator EM4 dan molase untuk mempercepat proses dekomposisi. Agenda dibagi menjadi dua sesi utama:

  •  Sesi Teori: Pemaparan mengenai jenis-jenis sampah dan teknik penggunaan tong komposter.
  • Sesi Praktik: Simulasi langsung pengolahan sampah organik rumah tangga hingga menjadi pupuk kompos yang siap guna.

Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, S.AP, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan moto desa yaitu “Berjuang untuk Rakyat”. Beliau berharap masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani sawit dan hortikultura dapat memanfaatkan hasil kompos ini untuk menekan biaya pupuk kimia.

“Visi kami adalah membangun desa yang religius, berbasis kultural, dan berwawasan lingkungan. Pelatihan ini adalah bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas SDM agar mampu mengelola potensi asli daerah secara mandiri dan bernilai ekonomi,” ujar Ali Ridwan.

Baca juga Tak Digubris Pemerintah Kota, Cipayung Plus Bandung Konsolidasi Lanjutan: Desak Wali Kota Serahkan Diri

Sinergi Hingga ke Lingkungan Sekolah

Dalam arahannya, Ali Ridwan mengimbau kepada seluruh Ketua RW dan RT untuk bersinergi aktif dalam penanggulangan sampah di lingkungan masing-masing. Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya peran dunia pendidikan.

“Saya menghimbau sekolah-sekolah di wilayah Desa Petani untuk ikut serta mengedukasi siswa-siswi dalam penanggulangan sampah. Pemerintah desa siap mendukung penuh program pelatihan sampah di tiap sekolah agar budaya bersih ini tertanam sejak dini,” tambahnya.

Manfaat Jangka Panjang

Selain mengurangi beban sampah di tempat pembuangan akhir, penggunaan pupuk organik hasil mandiri diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah pertanian di Desa Petani secara berkelanjutan. Dengan adanya produk kompos yang berkualitas, masyarakat juga memiliki peluang untuk menjadikannya sebagai produk bernilai ekonomi tambahan.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Petani optimis dapat menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung ketahanan pangan warga melalui pertanian organik yang mandiri.

Kontributor: Irwansyah Siregar

Pemerintah Desa Air Kulim Gelar Sosialisasi DRPPA, Tekan Angka Kekerasan dan Bentuk Relawan SAPA

BHATIN SOLAPAN – JURNAL TIPIKOR | Pemerintah Desa Air Kulim sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang bertempat di Aula Kantor Desa Air Kulim, Selasa (23/11/2025).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata implementasi tata kelola pemerintahan desa yang inklusif dan berperspektif gender.

Wujudkan Visi 5 Arahan Presiden

DRPPA merupakan model desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat secara terencana dan berkelanjutan.

Program ini merujuk langsung pada 5 Arahan Presiden RI, yakni:

  1. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan.
  2. Peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak.
  3. Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  4.  Penurunan pekerja anak.
  5. Pencegahan perkawinan anak

Baca juga Mahkamah Agung Tolak Peninjauan Kembali Mantan Wali Kota Bima Muhammad Lutfi

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, S.Sos., M.Si., Sekretaris Desa (Sekdes), BPD, LKMD, LPMD, serta perangkat desa. Turut hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta dewan guru dari SDN, SMPN 6, dan SMPN 11.

Darurat Kekerasan Seksual di Bengkalis
Dalam paparannya, narasumber dari UPT Dinas DRPPA, Ibu Fitriani Ekaputri, S.Sos., mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa Kabupaten Bengkalis saat ini masuk dalam jajaran 3 besar dengan tingkat kasus kekerasan seksual tertinggi.

“Edukasi ini sangat krusial. Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan dari diskriminasi dan eksploitasi. Perempuan harus berdaya dan setara melalui pemahaman hak serta keberanian dalam melaporkan kasus,” tegas Fitriani.

Baca juga KPK Resmi Tahan Jaksa Kejari Hulu Sungai Utara Tri Taruna Fariadi Pasca-Buron dalam OTT

Beliau juga menekankan pentingnya pembentukan lingkungan aman yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari guru hingga orang tua, guna memutus rantai kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah.

Peran Aktif Ayah dan Pembentukan Relawan SAPA
Senada dengan hal tersebut, Sekdes Air Kulim dalam penyampaiannya menggarisbawahi bahwa urusan pengasuhan bukan hanya tugas ibu.

“Penting bagi para ayah untuk berperan aktif dalam pendidikan dan pengurusan anak. Kita ingin 10 program DRPPA ini benar-benar terwujud sehingga Desa Air Kulim menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Baca juga Raih Predikat Sangat Memuaskan, Disperdagin Kabupaten Bandung Terima Penghargaan Bergengsi dari Kemendag RI

Sebagai tindak lanjut nyata, dalam kegiatan ini juga resmi dibentuk Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Desa Air Kulim.

Relawan ini bertugas menjadi garda terdepan dalam mencegah kenakalan remaja, mengawasi peredaran narkoba, serta mencegah terjadinya pelecehan seksual dan aksi perundungan (bullying) di tingkat desa.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Desa Air Kulim berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bersinergi menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam hal negatif dan menciptakan tatanan sosial yang menjunjung tinggi hak asasi perempuan dan anak.

Editor: Jurnal Tipikor
Pewarta : Irwansyah Siregar

Lewat Dana Bermasa, Camat Rusydy Buka Turnamen Bola Voly Bermasa Cup I di Desa Petani

BHATIN SOLAPAN, Jurnal Tipikor – Camat Bhatin Solapan, M. Rusydy MR, S.STP, M.Si., secara resmi membuka Semi Open Turnamen Bola Voly Bermasa Cup I Kecamatan Bhatin Solapan.

Perhelatan olahraga ini dipusatkan di Lapangan Voly Desa Petani, KM 16, RT 02 RW 10, pada Senin (22/12/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 18 klub (10 klub pria dan 8 klub wanita) ini menampilkan talenta-talenta dari berbagai tim lokal, di antaranya Desa Petani, Besmindo, AVC, BHC, Radesta Tegar, GAB, Anti Asap, Ikada, hingga GMVC Sebangar.

Implementasi Program Unggulan Bupati Bengkalis
Dalam sambutannya, Camat M. Rusydy menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari realisasi Program Dana Bermasa (Bantuan Keuangan Khusus Satu Miliar Satu Kecamatan, Satu Desa, dan Satu Kelurahan) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

“Penyelenggaraan turnamen ini adalah implementasi nyata dari program unggulan Ibu Bupati Bengkalis. Melalui dana Bermasa ini, kami menyelaraskan tugas fungsi kecamatan untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat, baik melalui percepatan infrastruktur maupun penguatan sumber daya lokal,” ujar Rusydy.

Beliau menambahkan bahwa melalui dana ini, kegiatan kemasyarakatan berskala kecil dapat dieksekusi langsung oleh kecamatan dan desa sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten

Camat Bhatin Solapan, M. Rusydy MR, S.STP, M.Si., secara resmi membuka Semi Open Turnamen Bola Voly Bermasa Cup I Kecamatan Bhatin Solapan.(Poto : Dok.Jurnal Tipikor)

 

Ajang Prestasi dan Sinergi Masyarakat

Camat Rusydy berharap turnamen ini menjadi wadah konsolidasi serta ajang adu bakat bagi para atlet voli di Desa Petani dan sekitarnya. Beliau optimis bahwa kompetisi rutin seperti ini akan melahirkan atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik Kecamatan Bhatin Solapan di masa depan..

“Kami memohon dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat agar program Dana Bermasa ini dapat terus berlanjut demi mewujudkan visi Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.

Jalannya Pembukaan

Acara pembukaan ditandai dengan pertandingan perdana di kategori wanita yang mempertemukan tim Desa Petani vs Desa Rangau. Kehadiran para penonton menambah kemeriahan suasana di lapangan.

Turut hadir dalam acara tersebut:

  • Camat Bhatin Solapan, M. Rusydy MR, S.STP, M.Si.
  • Pj. Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, S.A.P.
  • BPD Desa Petani.
  • Ketua Panitia, Ramli dan Rizal.
  •  Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

(Irwansyah Siregar)

Pasca Insiden MBG, Warga Kembali Percaya Polri: Bandar Narkoba Diburu Hingga Tuntas

MADINA, JURNAL TIPIKOR – Pasca insiden gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjadi di wilayah Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal, situasi berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal seiring langkah pengamanan dan pendekatan persuasif yang dilakukan jajaran kepolisian.

Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh, S.H., S.I.K., Sebelumnya Melalui Plt. Kasi Humas IPDA Fahrul Sya’ban Simanjuntak, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen menangani setiap permasalahan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri serta mempercayakan penanganan permasalahan ini kepada Polri. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar sya’ban.

Baca juga NEGARA MANFAATKAN IKOPIN, SEBATAS LEGALITAS AKADEMIK?

Sementara itu, Kepala Desa Pasar Singkuang I, Sapihuddin Tampubolon, S.Pd.I., menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat terkait penanganan seorang terduga bandar narkoba bernama dengan inisial R.

Ia menyampaikan, terduga bandar tersebut awalnya diamankan oleh warga Desa Pasar Singkuang II, kemudian diserahkan kepada pihak Polsek Muara Batang Gadis untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum. Pada awalnya, masyarakat mengapresiasi langkah kepolisian tersebut.

Namun, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, warga yang sedang melaksanakan ronda malam melihat terduga yang sebelumnya diamankan melintas di sekitar pos keamanan desa dalam keadaan bebas bersama keluarganya. Hal ini memicu pertanyaan dan kecurigaan warga yang belum mendapatkan penjelasan pasti, sehingga emosi masyarakat pun memuncak.

Baca juga KPK Bongkar Praktik Ijon Proyek di Pemkab Bekasi: Bupati, Ayah, dan Pihak Swasta Resmi Ditahan

Sapihuddin menuturkan, kemarahan warga tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh keresahan berkepanjangan akibat maraknya peredaran narkoba yang dinilai telah merusak generasi muda dan ketenteraman lingkungan.

“Harapan masyarakat saat ini, pihak kepolisian terus memburu dan menindak tegas para pelaku, baik pengedar maupun bandar narkoba, agar permasalahan ini benar-benar tuntas,” ujar Sapihuddin.

Ia menambahkan, setelah adanya pertemuan antara masyarakat dengan Kapolres Mandailing Natal, kepercayaan warga terhadap Polri mulai kembali tumbuh.

Masyarakat berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih kuat antara kepolisian, pemerintah desa, dan warga dalam memberantas peredaran narkoba.

“Kami ingin penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tutup Sapihuddin Tampubolon, S.Pd.I.

(Siregar)

*IMA Madina Pekanbaru Desak Kapolres Mandailing Natal Copot Kapolsek Muara Batang Gadis*

Pekanbaru, JURNAL TIPIKOR – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru menyoroti keras peristiwa amukan massa yang berujung pada perusakan dan pembakaran Markas Polsek Muara Batang Gadis dan menghanguskan satu unit mobil dinas, yang terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Ketua IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai insiden tersebut tidak dapat dilihat semata-mata sebagai tindakan anarkis dan perusakan fasilitas negara. Lebih dari itu, peristiwa tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkoba yang sudah lama meresahkan warga Muara Batang Gadis.
“Peristiwa ini adalah alarm keras runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di tingkat bawah.

Baca juga KPK Bongkar Praktik Ijon Proyek di Pemkab Bekasi: Bupati, Ayah, dan Pihak Swasta Resmi Ditahan

Lepasnya terduga pengedar narkoba yang sebelumnya ditangkap warga menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat,” tegas Gusti,.

Menurutnya, maraknya peredaran narkoba di Muara Batang Gadis menunjukkan kegagalan kepemimpinan dan lemahnya kontrol serta pengawasan di wilayah hukum Polsek Muara Batang Gadis. Oleh karena itu, IMA Madina Pekanbaru mendesak Kapolres Mandailing Natal untuk segera mencopot Kapolsek Muara Batang Gadis, karena dinilai tidak mampu mengatasi persoalan serius peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Jika masyarakat sampai bertindak sejauh ini, maka ada yang salah dalam sistem penegakan hukum di lapangan. Kapolsek Muara Batang Gadis harus dicopot demi memulihkan kepercayaan publik serta menjaga marwah institusi kepolisian,” ujar Gusti.

Gusti juga menambahkan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang telah merusak sendi-sendi sosial dan mengancam generasi muda Mandailing Natal. Ketika masyarakat berani menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada aparat, seharusnya proses hukum berjalan tegas, adil, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga Tingkatkan Profesionalisme Pers, Pemdaprov Jabar Fasilitasi UKW di Bandung dan Majalengka pada 2026

Ketika harapan masyarakat akan keadilan justru dikhianati oleh dugaan pelepasan pelaku, maka wajar jika kemarahan muncul. Namun ini tidak boleh terus berulang. Kapolres harus mengambil langkah tegas,” lanjutnya.

IMA Madina Pekanbaru juga mendesak Polres Mandailing Natal untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan objektif kepada publik, serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan adalah kunci utama mencegah konflik sosial. Kapolres Mandailing Natal harus berani mengambil keputusan tegas demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.

(Siregar)