Lawan Balik di Meja Hijau! Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Gugat Sah Penahanan, Kejagung: “Kami Hormati, Siap Hadapi”

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR  – Gelombang perlawanan hukum dalam skandal korupsi raksasa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas. Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang terseret sebagai tersangka, secara resmi menggugat sah atau tidaknya upaya paksa penahanannya melalui mekanisme praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Langkah agresif ini diambil Lodewyk pada Senin, 29 Juni 2026, teregistrasi dengan nomor perkara 105/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL. Dalam gugatan tersebut, Lodewyk menargetkan Jaksa Agung RI cq. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sebagai pihak termohon. Sidang perdana untuk memeriksa kelengkapan legal standing telah dijadwalkan pada 13 Juli 2026.

Menanggapi manuver hukum tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) bersikap dingin namun tegas. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan bahwa institusi penegak hukum siap menghadapi setiap bantahan yang dilontarkan oleh tersangka maupun tim kuasa hukumnya.

“Kami hormati itu dan kami nanti akan menjawab keberatan-keberatan yang diajukan bersangkutan atau oleh penasihat hukum yang bersangkutan,” ujar Syarief di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Baca juga Polres Sukabumi Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Komitmen “Polri untuk Masyarakat”

Pernyataan singkat nan padat ini mengisyaratkan bahwa Kejagung memiliki keyakinan penuh atas dasar-dasar penyidikan yang telah dilakukan. Bagi Kejagung, praperadilan bukan halangan, melainkan arena untuk mempertajam bukti-bukti korupsi yang telah mereka kumpulkan.

Kasus ini bukanlah pertempuran satu lawan satu. Lodewyk Pusung merupakan salah satu dari tujuh “petinggi” dan pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola program MBG periode 2025–2026. Nama-nama besar lainnya yang turut terseret meliputi mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Sony Sonjaya, hingga sejumlah komisaris perusahaan dan pihak swasta seperti Asep Yusuf Soemantri, Andri Mulyono, Glory Harimas Sihombing, dan LMI.

Dengan dijadwalkannya sidang praperadilan pada pertengahan Juli mendatang, publik kini menunggu apakah strategi “serangan balik” Lodewyk Pusung mampu menggoyahkan fondasi dakwaan Kejagung, atau justru menjadi batu ujian bagi keteguhan aparat dalam memberantas korupsi di sektor strategis nasional.

(Red)

KENDALI KODE SUMBER DAN ALGORITMA HARUS BERADA PADA YURISDIKSI HUKUM INDONESIA: DEMI KEAMANAN NASIONAL DAN KEDAULATAN DIGITAL

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Di era transformasi digital yang semakin masif, isu kedaulatan teknologi menjadi semakin krusial bagi Indonesia. Pemerintah dan para pakar keamanan siber mendesak agar kendali atas kode sumber (source code) dan algoritma sistem digital yang beroperasi di Indonesia harus berada di bawah yurisdiksi hukum nasional.

Mengapa Ini Penting?

Kode sumber dan algoritma merupakan “otak” dari setiap sistem digital. Ketika keduanya berada di luar kendali hukum Indonesia, negara kehilangan kemampuan untuk:

  • Memastikan tidak ada backdoor atau celah keamanan yang disengaja
  • Melindungi data warga negara dari penyalahgunaan
  • Mengaudit algoritma untuk mencegah bias diskriminatif
  • Menegakkan hukum ketika terjadi pelanggaran

Ancaman Kedaulatan Digital

Banyak platform teknologi global yang beroperasi di Indonesia namun menyimpan kode sumber dan menjalankan algoritma mereka di server luar negeri dengan yurisdiksi hukum asing. Hal ini menciptakan kerentanan strategis:

  1. Ketidakmampuan Audit: Pemerintah Indonesia tidak dapat memverifikasi apa yang sebenarnya dilakukan oleh algoritma tersebut
  2. Risiko Keamanan Nasional: Kode sumber tertutup berpotensi menyembunyikan fungsi pengintaian atau manipulasi
  3. Ketergantungan Teknologi: Indonesia tetap menjadi konsumen pasif teknologi tanpa kontrol nyata

Baca juga Pemerintah Kabupaten Kuningan Raih WTP dari BPK RI, Wujud Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan

Tuntutan Regulasi yang Tegas

Para ahli menyerukan pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi yang mewajibkan:

  • Penyimpanan salinan kode sumber di dalam negeri untuk sistem kritis
  • Transparansi algoritma yang berdampak pada publik
  • Kepatuhan penuh terhadap hukum Indonesia dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem
  • Sertifikasi keamanan dari lembaga berwenang Indonesia

Dampak Ekonomi dan Inovasi

Kebijakan ini bukan berarti menutup diri dari teknologi global, melainkan memastikan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang setara. Dengan kendali atas kode sumber dan algoritma, Indonesia dapat:

  • Mendorong pengembangan talenta lokal di bidang teknologi
  • Menciptakan ekosistem startup yang lebih mandiri
  • Melindungi kekayaan intelektual bangsa
  • Membangun kepercayaan publik terhadap sistem digital

Seruan Aksi

Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia. Semua pemangku kepentingan – pemerintah, industri teknologi, akademisi, dan masyarakat sipil – perlu bersatu dalam mendorong kebijakan yang menempatkan kendali kode sumber dan algoritma di bawah yurisdiksi hukum Indonesia.

“Kedaulatan digital bukan pilihan, melainkan keharusan. Tanpa kendali atas kode sumber dan algoritma, Indonesia hanya menjadi penonton di panggung teknologi dunia,” tegas salah satu pakar keamanan siber.

Indonesia harus bertindak sekarang sebelum ketergantungan teknologi semakin dalam dan sulit diputus. Masa depan kedaulatan digital bangsa ada di tangan kita.

Sumber : Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn
Praktisi Hukum/Dosen

Editor : Azi

Jejak Korupsi Rp145 Miliar di Balik Pintu Imigrasi: KPK Geledah Kantor Denpasar, Skandal Pemerasan WNA Terus Terkuak

DENPASAR, JURNAL TIPIKOR – Aroma korupsi yang menyelimuti proses pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) kembali tercium tajam. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (19/6), menggeledah Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, Bali. Penggeledahan ini menjadi babak baru dari skandal pemerasan sistematis yang diduga telah mengeruk keuntungan hingga Rp145,5 miliar dari kantong para pencari visa.

Penyidik terlihat membawa keluar sejumlah koper berisi dokumen-dokumen krusial setelah melakukan penggeledahan sejak siang hari. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan aksi penyisiran bukti tersebut sebagai tindak lanjut serius atas kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

“Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Imigrasi Denpasar. Kegiatan geledah masih berlangsung,” ujar Budi saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat sore. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari penyidikan perkara pidana pemerasan terhadap WNA.

Baca juga Ketua Umum Komunitas Peci Hitam Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Politik Nasional

Jejak Panjang Penyalahgunaan Kekuasaan

Penggeledahan di Bali bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Ini adalah gelombang kedua setelah operasi tangkap tangan (OTT) dramatis pada awal Juni 2026 lalu, yang menangkap 17 orang—delapan aparatur sipil negara (ASN) dan sembilan perantara swasta.

Kasus ini menyingkap praktik kotor yang terjadi selama periode 2022–2026 di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM (kini Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan). Pada 4 Juni 2026, KPK telah menetapkan delapan tersangka kunci, termasuk figur-figur tinggi seperti Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (mantan Dirjen Imigrasi 2023–2024) dan Plt. Dirjen Imigrasi Saffar Muhammad Godam.

Selain itu, jajaran pejabat wilayah dan staf teknis juga terseret, seperti Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah, hingga staf-subdirektorat seperti Tessar Bayu Setyaji dan Gusti Benardiansyah.

Baca juga Revitalisasi SDN Sumurgede 2 Kecamatan Cilamaya Kulon Diduga Dikontraktualkan

Imigrasi Bukan Ladang Cuan

Dengan total kerugian negara atau keuntungan ilegal mencapai Rp145,5 miliar, kasus ini menampar wajah birokrasi keimigrasian Indonesia. Penggeledahan di Denpasar menunjukkan bahwa jaringan korupsi ini tidak hanya berpusat di Jakarta, tetapi telah merambah hingga ke pintu-pintu masuk utama wisatawan dan ekspatriat di Bali.

KPK belum merilis detail pihak spesifik yang diperiksa dalam penggeledahan hari ini, namun janji untuk memberikan perkembangan selanjutnya menegaskan bahwa lembaga antirasuah ini tidak akan berhenti hingga akar permasalahan dibongkar tuntas. Bagi para pelaku, masa di mana izin tinggal bisa “dibeli” dengan harga mahal tampaknya telah berakhir.

(Red)

Drama 97 Menit, Jantung Maung, dan Satu Tandukan yang Lebih Berharga daripada Gaji Setahun: Persib Menang, Tapi Saraf Penonton Hampir Putus

PAREPARE, JURNAL TIPIKOR– Jika Anda mencari definisi literal dari “menyiksa diri sendiri secara sukarela”, silakan tonton rekaman pertandingan Persib Bandung melawan PSM Makassar tadi malam. Di Stadion Gelora BJ Habibie, Persib tidak sekadar bermain sepak bola; mereka menggelar pertunjukan teater absurd berdurasi 90+7 menit, di mana tiket masuknya adalah tekanan darah tinggi para pendukung setia.

Hasil akhirnya? Persib menang 2-1. Poin bertambah menjadi 78, unggul tipis dua angka dari Borneo FC yang sibuk tidur-tiduran di Jepara. Gelar juara masih belum resmi, tapi gelar “Raja Drama Liga Indonesia” sepertinya sudah bisa diklaim sementara oleh skuat Bojan Hodak—yang ironisnya, bahkan tidak hadir di pinggir lapangan karena alasan yang hanya diketahui oleh manajemen dan dewa keberuntungan.

Babak Pertama: Ilusi Keamanan

Pertandingan dimulai dengan nuansa yang menipu. Thom Haye, si maestro yang kakinya sering diasuransikan lebih mahal daripada rumah mewah di Dago, mencetak gol indah di menit ke-33. Stadion Parepare mendadak hening, sementara ribuan suporter Persib di berbagai watch party mulai bersiap-siap membuka botol sampanye prematur.

Namun, seperti biasa, Persib memiliki bakat unik untuk membuat hal-hal sederhana menjadi rumit. Tanpa Federico Barba dan Luciano Guaycochea yang sedang “liburan paksa” akibat akumulasi kartu kuning, lini pertahanan Persib berubah menjadi ayunan taman kanak-kanak: menyenangkan untuk dilihat, tapi mudah goyah.

Baca juga Desy Ratnasari Gelar Kunker ke Koramil 0607-12/Parungkuda, Soroti Kantor Koramil dan Kesejahteraan Prajurit

Babak Kedua: Panic Mode Activated

Menit ke-54, realitas menampar wajah Persib. Yuran Fernandez, yang mungkin merasa tersinggung karena tidak diajak narsis di Instagram pemain Persib, menyunduk bola masuk. Skor 1-1.

Di sinilah kekacauan dimulai. Marc Klok masuk menggantikan Kakang Rudianto, bukan karena taktik jenius, tapi karena kebutuhan darurat. Gesekan terjadi di mana-mana. Klok bertengkar mulut dengan pelatih interim PSM, Ahmad Amiruddin. Wasit Asker Nadjfaliev dari Uzbekistan, yang tampaknya bingung apakah dia mengadili sepak bola atau gulat bebas, menghujani kartu kuning seperti membagikan permen saat Halloween.

Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, bahkan mendapat kartu kuning karena protes keras. Entah apa yang diteriakannya, tapi kemungkinan besar itu adalah teriakan frustrasi kolektif dari 20 juta orang Jawa Barat yang bertanya, “Kenapa harus sesulit ini?”

Baca juga Jangan Menggurui Independensi Jika Masih Duduk di Pangkuan Kekuasaan

Menit-Menit Akhir: Doa, Hope, dan Julio Cesar

Beckham Putra Nugraha dan Andre Jung dimasukkan. Mereka berusaha, mereka berlari, mereka menciptakan peluang, tapi gawang PSM yang dijaga Hilman Syah berubah menjadi benteng tak tertembus. Adam Alis nyaris mencetak gol bunuh diri bagi mental suporter ketika tendangannya melebar tipis.

Lalu, datanglah waktu tambahan. Tujuh menit. Tujuh menit yang terasa lebih lama dari masa kampanye presiden.

Di menit ke-90+7, saat semua orang sudah pasrah dan siap-siap menulis status galau di media sosial, Thom Haye kembali menjadi pahlawan. Umpan pojoknya menemukan kepala Julio Cesar. Bum! Bola masuk. 2-1.

Stadion meledak. Bukan karena keindahan permainan, tapi karena rasa lega yang luar biasa bahwa siksaan telah berakhir. Julio Cesar merayakan golnya seolah-olah dia baru saja menyelamatkan dunia dari kiamat, dan secara teknis, bagi jantung para suporter Persib, dia memang melakukannya.

JAKARTA TETAP IBU KOTA SAH: Tanpa Keppres, IKN Hanya “Janji di Atas Kertas”

Apa Selanjutnya?

Persib kini “di atas angin”. Istilah yang lucu, mengingat mereka hampir tertiup badai berkali-kali selama pertandingan. Mereka unggul dua poin dari Borneo FC. Gelar juara akan ditentukan pekan depan saat menjamu Persijap Jepara di Stadion GBLA.

Satu pertanyaan besar tetap menggantung: Apakah Persib bisa memenangkan gelar tanpa membuat penontonnya membutuhkan terapi intensif terlebih dahulu? Kita akan lihat Sabtu depan. Siapkan obat maag Anda, Maung. Petualangan belum selesai, dan drama pasti akan berlanjut.

(Red)

 

Kakang Rudianto menegaskan kesiapannya untuk tampil habis-habisan dalam dua pertandingan terakhir Super League 2025/2026

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Bek muda PERSIB, Kakang Rudianto menegaskan kesiapannya untuk tampil habis-habisan dalam dua pertandingan terakhir Super League 2025/2026. Salah satu laga krusial yang sudah menanti adalah menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu, 17 Mei 2026.

Persaingan menuju tangga juara kini semakin memanas. PERSIB dan Borneo FC Samarinda sama-sama mengoleksi 75 poin di puncak klasemen sementara. Situasi tersebut membuat dua laga tersisa terasa layaknya partai final bagi Maung Bandung.

“Cukup seru karena poinnya sama. Jadi, kami bakal lebih kerja keras di dua laga nanti,” ujar Kakang.

Pemain bernomor punggung 5 itu menilai, tekanan perebutan gelar justru menjadi suntikan motivasi bagi seluruh pemain PERSIB. Setelah menjalani perjalanan panjang sepanjang musim, Kakang ingin timnya menuntaskan perjuangan dengan hasil terbaik.

“Enggak jadi beban buat kami. Kami bakal lebih berpikir untuk tampil habis-habisan di dua pertandingan, karena setahun sudah kami lewatin. Jadi, dua pertandingan itu cukup seru buat kami,” tambah bek asal Cianjur tersebut.

Baca juga DARAH ADIK IPAR TUMPAH KARENA “URUSAN ORANG LAIN”: POLRESTABES BANDUNG JERAT PELAKU PEMBUNUHAN BERENCANA, ANCAMAN SEUMUR HIDUP MENANTANG

PERSIB memiliki modal persiapan selama sepekan penuh usai pertandingan sebelumnya. Waktu tersebut dimanfaatkan pelatih Bojan Hodak untuk mematangkan taktik sekaligus menjaga kondisi fisik pemain jelang lawatan penting ke Parepare.

Menghadapi PSM, Kakang menilai tim berjuluk Juku Eja memiliki kekuatan merata di semua lini. Karena itu, ia memastikan PERSIB harus tampil dengan kerja keras ekstra demi menjaga asa juara tetap berada di tangan sendiri.

“Ya, Makassar tim yang bagus. Mereka sangat kuat, baik bertahan maupun menyerang. Jadi kami bakal lebih kerja keras lagi karena ini akan menentukan kita menjadi juara di tahun ini,” tuturnya.***

DRAMA BANDAR LAMPUNG! PERSIB BANGKIT DARI KETERTINGGALAN, HAJARKAN BHAYANGKARA FC 4-2 UNTUK REBUT TAKHTA PEMIMPIN SUPER LEAGUE!

Bandar Lampung, JURNAL TIPIKOR – Sebuah malam yang akan dikenang selamanya oleh para Bobotoh. Di Stadion Sumpah Pemuda yang panas, Persib Bandung menampilkan mental juara sejati. Setelah sempat terpuruk dan tertinggal 1-2 di babak pertama melawan Bhayangkara FC, Maung Bandung melakukan remontada spektakuler dengan mencetak empat gol tanpa balas untuk menang 4-2 dalam laga pekan ke-30 Super League 2025/2026.

Kemenangan dramatis ini membawa Persib kembali menduduki puncak klasemen sementara dengan koleksi 69 poin. Meski memiliki poin yang sama dengan Borneo FC, Persib unggul tipis berkat rekor head-to-head, mengukuhkan posisi mereka sebagai kuda hitam terdepan menuju gelar juara.

Awal yang Buruk, Mental Baja yang Menguji

Pertandingan tidak berjalan sesuai skenario Robert Alberts (atau pelatih kepala saat ini). Persib justru kaget lebih dulu. Bernard Doumbia membekukan pertahanan Persib hanya pada menit ke-6, disusul oleh gol Mousa Sidibe di menit 26 yang membuat skor berubah menjadi 0-2. Tekanan hebat sempat melanda lini belakang Persib yang diperkuat Robi Darwis, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Federico Barba.

Namun, jelang turun minum, harapan itu muncul. Pada masa tambahan waktu babak pertama (45+2), Federico Barba berhasil menyulam mimpi dengan menyarangkan bola, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membawa angin segar ke ruang ganti.

Baca juga Jaring Korupsi Makin Meluas: Wakil Ketua DPRD Pekalongan Ruben R. Prabu Faza Diperiksa KPK, Didalami Perannya di PT RNB Milik Keluarga Bupati Fadia Arafiq

Revolusi Babak Kedua: Kurzawa dan Gol-Gol Penentu

Perubahan strategi di masa jeda terbukti menjadi kunci kemenangan. Robi Darwis digantikan oleh mantan bintang internasional, Layvin Kurzawa. Keputusan ini langsung membuahkan hasil. Baru saja babak kedua bergulir, serangan Persib lewat Adam Alis Setyano membuka ruang bagi Kurzawa untuk mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kiri. Rosembergne “Berguinho” da Silva menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu ditepis kiper Aqil Savik. Skor imbang 2-2 tercipta di menit 49.

Euforia belum berhenti. Di menit 60, Beckham Putra Nugraha menjadi pahlawan berikutnya. Tembakan kakinya yang awalnya terlihat terbentur bek Bhayangkara FC ternyata mengelabui semua orang dan masuk ke gawang, membalikkan keadaan menjadi 3-2 untuk keunggulan Persib.

Penyelamatan Teja dan Gol Pengunci Adam Alis

Permainan semakin memanas. Pelatih melakukan rotasi; Beckham digantikan Uilliam Barros (menit 64), sementara Andrew Jung memberi tempat bagi Ramon “Tanque” de Andrade Souza di menit 76. Momen krusial terjadi semenit setelah pergantian Jung, ketika kiper Teja Paku Alam melakukan penyelamatan gemilang menggagalkan upaya Mousa Sidibe yang sudah bebas, menjaga agar Persib tidak kembali tertinggal.

Menjelang akhir laga, ban kapten beralih ke Federico Barba setelah Marc Klok dan Berguinho digantikan oleh Julio Cesar dan Saddil Ramdani di menit 82. Penguasaan permainan Persib kian dominan hingga puncaknya di menit 89. Adam Alis Setyano, yang tampil konsisten sepanjang laga, melepaskan tembakan keras yang menghujam jala, memastikan skor 4-2.

Baca juga Bukan Sekadar ‘Salah Paham Bisnis’: Saat BUMD Kabupaten Bandung Mendadak Amnesia Kolektif di Tengah Tumpukan Kerugian Rp128 Miliar

Drama VAR dan Tiga Poin Penting
Pertandingan memasuki tujuh menit tambahan waktu. Bhayangkara FC sempat mencetak gol melalui Dendy Sulistyawan di menit 90+5 yang seolah mengecilkan jarak menjadi 3-4. Namun, wasit Nazmi segera meninjau layar VAR dan memutuskan untuk membatalkan gol tersebut. Keputusan ini menjadi penegas akhir bahwa tiga poin penuh milik Persib.

Peluit panjang berbunyi, menutup pertandingan dengan skor 2-4. Persib Bandung berhasil membawa pulang tiga poin vital dari Bandar Lampung, mengirim pesan kuat kepada seluruh pesaing di Super League: Takhta pimpinan telah kembali ke tangan Maung Bandung, dan mereka siap mempertahankannya hingga akhir musim. ***

BPKP SOROTI POTENSI SENGKETA SOP DALAM HIBAH LAHAN 2 RS BARU TASIKMALAYA “Jangan Sampai SOP Jadi Sel Sultan Jilid 2”

Tasikmalaya, JURNAL TIPIKOR – Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membuka seluruh dokumen dan SOP terkait rencana hibah lahan 1 hektar untuk pembangunan 2 Rumah Sakit baru di Desa Tobongjaya, Cipatujuh dan Desa Pamoyanan, Kadipaten, hal tersebut disampaikan Ketua Umum BPKP, A.Tarmizi kepada awak media, Kamis (30/4).

Desakan ini menyusul disetujuinya hibah tersebut oleh DPRD Kab. Tasikmalaya pada Rapat Paripurna Rabu, 29 April 2026. BPKP menilai, proyek strategis yang melibatkan kerjasama dengan UNPAD dan PP Persis ini  “seksi dan rawan sengketa SOP” karena kuatnya irisan antara politik dan kepentingan pengusaha di Tasikmalaya Raya.

“Kasus ‘Sel Sultan’ Rp100 juta di Lapas Blitar harus jadi pelajaran. Korupsi hari ini lahir dari SOP yang dilanggar kemarin.
Jangan sampai hibah lahan RS yang niatnya mulia untuk pemerataan kesehatan di Utara-Selatan Tasik, justru jadi ‘Sel Sultan’ jilid 2 versi proyek infrastruktur,” tegas Tarmizi

Baca juga Bukan Sekadar ‘Salah Paham Bisnis’: Saat BUMD Kabupaten Bandung Mendadak Amnesia Kolektif di Tengah Tumpukan Kerugian Rp128 Miliar

Tiga Titik Rawan Sengketa SOP yang Disorot BPKP:

  1. Legalitas & Nilai Wajar Lahan:* SOP Pengadaan Tanah dan Hibah Daerah wajib mengacu pada NJOP dan appraisal KJPP sesuai Permendagri 19/2016. BPKP mempertanyakan: Siapa pemilik awal lahan? Kapan dibeli Pemkab? Apakah ada penggelembungan harga sebelum dihibahkan?
  2. Skema Kerjasama & Kepemilikan Aset:* SOP Kerjasama Daerah PP 28/2018 menegaskan aset hasil kerjasama tetap menjadi Barang Milik Daerah. BPKP mendesak MoU dengan UNPAD dan PP Persis dibuka ke publik untuk memastikan RS tidak beralih 100% menjadi milik swasta setelah dibangun di atas tanah hibah.
  3. Klaim “Tanpa Kuras APBD”:* SOP Perencanaan APBD mewajibkan seluruh biaya pendamping dicatat. BPKP meminta DPA/RKA Dinas Kesehatan 2026 dibuka untuk membuktikan tidak ada “biaya siluman” seperti pembangunan jalan akses, listrik, dan pematangan lahan yang dibebankan pada APBD.

Langkah BPKP:

“Jiwa raga kami tak berarti jika hanya jadi penonton. Sebagai ‘Mata Hukum’ rakyat, BPKP hari ini telah melayangkan Surat Permohonan Informasi Publik ke PPID Pemkab Tasikmalaya untuk meminta 4 dokumen kunci: Naskah Hibah DPRD, Sertifikat Tanah, MoU, dan DPA Dinkes,” ujar Tarmizi

BPKP menegaskan, jika permintaan informasi dihalangi, pihaknya siap membawa sengketa ini ke Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. “SOP itu untuk dipatuhi, bukan untuk diakali. Tasikmalaya Raya butuh RS, tapi lebih butuh kepastian bahwa tidak ada bancakan di baliknya,” pungkasnya.

BPKP juga mengajak Inspektorat, Kejari Tasikmalaya, dan seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama “masuk ke jantung” persoalan, mengawal dari tahap perencanaan agar RPJMD benar-benar berpihak pada rakyat.

(Sobur08)

 

Puncak Klasemen Bergetar! Borneo FC Salip, Hodak Malah Sindir “Keberuntungan” Penalti Sambil Fokus Hajar Bhayangkara FC

BANDAR LAMPUNG, JURNAL TIPIKOR– Peta kekuatan Super League 2026 kembali berubah drastis pada Rabu (29/4). Borneo FC berhasil menyelinap ke puncak klasemen sementara setelah menaklukkan Persik Kediri dengan skor tipis 1-0 di Stadion Brawijaya. Kemenangan ini memberikan mereka keunggulan tiga poin krusial di tengah musim yang semakin memanas.

Namun, gejolak di papan atas liga tampaknya tidak menggoyahkan konsentrasi Persib Bandung. Pelatih kepala, Bojan Hodak, justru merespons pergeseran tersebut dengan sikap tenang yang disertai sindiran tajam terkait jalannya pertandingan rival mereka tadi sore.

Saat ditemui dalam sesi jumpa pers jelang laga pekan ke-30 melawan Bhayangkara FC yang akan digelar besok, Kamis (30/4) pukul 19.00 WIB di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Hodak tampak santai ketika ditanya soal kemenangan Borneo.

“Terkait Borneo, oh mereka menang?! Baiklah,” ucap Hodak singkat, seolah hasil tersebut bukan beban bagi skuad Maung Bandung.

Baca juga Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sekaligus Wakil Menteri P2MI Dijadwalkan Hadiri Milad ke-94 di Kuningan

Meski mengaku tidak menonton langsung duel Persik vs Borneo, pria asal Kroasia itu mengaku telah menerima banyak laporan mengenai kontroversi penalti yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Ia pun tak ragu membandingkannya dengan nasib Persib saat bertandang ke markas Borneo sebelumnya.

“Saya sendiri tidak menonton pertandingannya. Tapi saya dengar banyak informasi terkait penalti dan katanya situasinya sama dengan saat kami bertanding di Borneo. Bedanya kami kena penalti, mereka tidak. Borneo beruntung, dan ini menarik,” jelas Hodak, pelatih yang telah mengantarkan dua trofi Liga 1 ke kandang Persib ini.

Bagi Hodak, posisi di puncak klasemen adalah tempat yang penuh tekanan di mana setiap tim berusaha menjegal sang pemimpin. Situasi semacam ini sudah menjadi makanan sehari-hari baginya selama tiga tahun terakhir menukangi Persib.

“Kami sering di puncak klasemen dan setiap tim berusaha untuk menjegal kami. Kami hanya harus fokus dengan pertandingan yang kami hadapi sendiri,” tegasnya.

Baca juga Petani di Bandar Jaya Siak Kecil Diciduk Polisi, Sabu Disembunyikan dalam Name Tag

Pernyataan Hodak ini mengirimkan pesan jelas: apapun yang terjadi di luar lapangan, fokus Persib hanyalah tiga poin di hadapan mata. Laga melawan Bhayangkara FC besok malam akan menjadi ujian nyata bagi mentalitas juara Persib untuk tetap berada di jalur persaingan gelar, bất chấp “keberuntungan” yang mungkin dialami lawan-lawannya.

Persib dijadwalkan terbang ke Bandar Lampung hari ini juga untuk memastikan kesiapan fisik dan taktik menjelang laga penting yang bisa menentukan arah kompetisi di sisa musim 2026 ini.

Tentang Persib Bandung:
Persib Bandung adalah salah satu klub sepak bola paling populer di Indonesia dengan basis penggemar yang masif. Di bawah asuhan Bojan Hodak, Persib telah menunjukkan konsistensi performa tinggi dan meraih dua gelar Liga 1 dalam tiga tahun terakhir.

(Red)

PERSIB terhindar dari kekalahan setelah memaksakan hasil imbang 2-2

Banten, JURNAL TIPIKOR – PERSIB terhindar dari kekalahan setelah memaksakan hasil imbang 2-2 kepada Dewa United pada pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/26 di Stadion Internasional Banten, Senin, 20 April 2026. Sempat tertinggal dua gol yang dicetak Alex Martins Ferreira menit 24 dan Ricky Kambuaya menit 61, PERSIB menyamakan skor lewat tendangan penalti Thom Haye menit 77 dan tandukan Andrew Jung menit 86.

PERSIB masih berada di puncak klasemen sementara dengan mengumpulkan nilai 65 dari 28 pertandingan. PERSIB kini unggul dua poin dari Borneo FC yang berada di peringkat kedua.

Dalam pertandingan ini, pelatih PERSIB, Bojan Hodak menurunkan 11 pemain pertama Teja Paku Alam (PG); Eliano Reinjders, Julio Cesar, Kakang Rudianto, Federico Barba; Marc Klok (C), Thom Haye; Beckham Putra Nugraha, Adam Alis,  Rosembergne “Berguinho” Da Silva; dan Ramon “Tanque” De Andrade Souza.

Baca juga Bahas Pengawasan Izin IPAT, PBG, dan SLF, Kepala DPMPTSP Dampingi Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Kunjungi PT. Prosweal Indomax

Tertinggal 0-1 di babak pertama oleh gol Alex Martins, PERSIB memasukkan Frans Putros menggantikan Kakang. Pada gebrakan pertama, tendangan setengah salto Berguinho dari depan gawang Dewa United masih bisa diselamatkan penjaga gawang Sonny Stevens.

Pada menit 50, Dewa United kembali membobol gawang PERSIB melalui tendangan Alexis Messidoro memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Ricky Kambuaya yang diadang Teja. Setelah ditinjau ulang melalui VAR, gol Dewa United dianulir wasit Yoko Supriyanto karena dianggap off-side.

PERSIB melanjutkan tekanan untuk mencetak gol balasan. Namun, pada menit 60, sebuah kesalahan yang dilakukan Julio Cesar berhasil dimanfaatkan pemain Dewa United untuk membobol gawang PERSIB oleh Ricky Kambuaya, memanfaatkan sodoran bola Noah Badaoui menit 62. Namun, setelah pengecekan VAR, wasit

Baca juga Hentikan Penindasan!”: Aliansi Adat Melayu-Nias Kepung PT Tumpuan, Tuntut Keadilan Atas Diskriminasi dan Kekerasan

Pada menit 63, Alex Martins diusir wasit karena mendapatkan kartu kuning kedua akibat protes kepada wasit. Sedangkan gol Kambuaya tetap disahkan dan PERSIB tertinggal 0-2.

Pada menit 66, Hodak memasukkan Andrew Jung dan Uillian Barros menggantikan Beckham dan Adam Alis untuk menambah daya dobrak dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Pada menit 73, wasit menunjuk titik penalti setelah Berguinho dijatuhkan Jonathan Carlos saat hendak menerima umpan Klok. Haye yang melakukan eksekusi berhasil membobol gawang Stevens. Gol keempat Haye mengubah skor menjadi 1-2 pada menit 77.

Baca juga KETUA PIPAS RUTAN MANNA HADIRI PELEPASAN KAKANWIL DITJENPAS DAN KETUA PIPAS SULUT HAPOSAN SILALAHI BESERTA ISTRI

PERSIB terus menggempur. Upaya keras PERSIB membuahkan hasil pada menit 86 melalui tandukan Jung memanfaatkan umpan Reijnders dari sisi kanan pertahanan Dewa United. Ini adalah gol ke-11 Jung pada musim ini.

Setelah skor 2-2, Hodak memasukkan Saddil Ramdani dan Luciano Guaycochea menggantikan Berguinho dan Haye pada menit 86. Dua menit berselang, Putros gagal memaksimalkan peluang yang didapatkannya untuk mencetak gol ketiga PERSIB.

Tambahan waktu sembilan menit, PERSIB terus menggempur. Namun, PERSIB tidak mampu mencetak gol penentu kemenangan di sisa pertandingan.***

DUNIA BERNAPAS LEGA: China Desak Stabilitas Permanen Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon dan Pembukaan Selat Hormuz

BEIJING, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah China secara resmi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sepuluh hari antara Lebanon dan Israel yang mulai berlaku Jumat (17/4).

Di tengah krisis energi global yang kian mencekik, Beijing menegaskan bahwa solusi diplomatik adalah satu-satunya jalan “bertanggung jawab” untuk mengakhiri pertumpahan darah di Timur Tengah.

Seruan Beijing: Akhiri Kekacauan Energi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, **Guo Jiakun**, menyatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa prioritas dunia saat ini adalah memastikan pertempuran tidak meletus kembali.

“Prioritas utama sekarang adalah mencegah dengan segala cara terjadinya kembali pertempuran dan mencegah kekacauan lebih lanjut yang dapat lebih merusak keamanan energi global,” tegas Guo.

Meski menjadi kekuatan ekonomi besar, China mengaku belum mengirimkan bantuan energi spesifik ke negara-negara terdampak krisis karena hambatan pasokan yang masif.

China berkomitmen menjaga komunikasi dengan seluruh pihak demi mengamankan rantai pasok bahan bakar dunia yang sempat lumpuh.

Titik Balik di Selat Hormuz

Momentum perdamaian ini diperkuat dengan pengumuman mengejutkan dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalur nadi yang membawa 20% pasokan energi dunia—kini dibuka sepenuhnya untuk lalu lintas komersial selama masa gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump merespons cepat melalui unggahan di Truth Social:

  • Apresiasi: Trump berterima kasih atas pembukaan jalur tersebut (yang ia sebut sebagai “Selat Iran”).

  • Ketegasan: Namun, Trump menekankan bahwa **blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlanjut hingga negosiasi bilateral mencapai kesepakatan final.

  • Negosiasi di Ujung Tanduk

    Gencatan senjata 10 hari ini terjadi di tengah dinamika diplomatik yang fluktuatif:

Tanggal

Peristiwa Penting

28 Februari 2026

Serangan militer AS dan Israel ke Iran memicu krisis besar.

11 April 2026

Perundingan putaran pertama di Islamabad dinyatakan gagal oleh Wapres AS J.D. Vance.

16 April 2026

Trump umumkan gencatan senjata Israel-Lebanon (berlaku mulai 21:00 GMT).

19 April 2026

Rencana Negosiasi Babak Kedua antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan.

Undangan ke Washington

Sebagai mediator utama, Presiden Trump berencana mengundang Presiden Lebanon **Joseph Aoun dan PM Israel Benjamin Netanyahu ke Washington DC untuk pembicaraan tingkat tinggi yang lebih mendalam.

Dunia kini menanti apakah gencatan senjata singkat ini akan menjadi fondasi perdamaian abadi atau sekadar “jeda” sebelum eskalasi berikutnya, terutama menjelang negosiasi krusial AS-Iran akhir pekan ini di Islamabad.(***)