Pemkot Bengkulu Diminta Perkuat Peran Pengendalian Inflasi, MBG dan Program Perumahan

Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota Bengkulu mendapat penekanan khusus untuk memperkuat peran strategisnya dalam pengendalian inflasi dan akselerasi program nasional.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat Data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pusda TPID) yang diikuti Staf Ahli Setda Kota Bengkulu, Dewi Dharma, bersama pejabat terkait melalui zoom meeting di Ruang Monitoring Center Diskominfo Kota Bengkulu, Senin, 17 November 2025.

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah didorong meningkatkan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga Karang Taruna: Tempat Menempa Mental dan Membesarkan Cita-Cita Generasi Muda

Pembahasan meliputi pemetaan kebutuhan bahan baku MBG, identifikasi potensi gejolak harga, hingga langkah mitigasi agar suplai tetap terjaga.

Pusda TPID menegaskan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kemampuan daerah mengantisipasi fluktuasi harga bahan pokok seperti cabai merah, telur ayam, dan bawang merah komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) di minggu kedua November.

Data yang dipaparkan dalam rakor mencatat sejumlah daerah mengalami kenaikan IPH tertinggi.

“Di Pulau Sumatera, Kabupaten Bengkulu Selatan mencatat perubahan IPH sebesar 1,30 persen.

Baca juga Rapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Sementara di Pulau Jawa, Kabupaten Mojokerto menjadi yang tertinggi dengan perubahan IPH 1,77 persen,” sampai Staf Ahli Setda Kota Bengkulu, Dewi Dharma.

Kenaikan harga komoditas strategis disebut menjadi pemicu utama peningkatan IPH tersebut.

Rakor juga membahas evaluasi Program 3 Juta Rumah, Pemerintah daerah dinilai perlu mempercepat dukungan teknis di tingkat lokal, termasuk penyediaan lahan, percepatan perizinan, penyediaan prasarana dan utilitas umum (PSU), serta harmonisasi program pusat dan daerah.

Pusda TPID menilai, tanpa intervensi aktif Pemda, target penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan sulit tercapai.

Baca juga Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Melalui rakor ini, pemerintah daerah termasuk Kota Bengkulu diharapkan memainkan peran lebih aktif sebagai fasilitator.

Stabilitas inflasi dianggap sebagai kunci keberhasilan pembangunan, terutama pada sektor konstruksi dan pelaksanaan MBG.

“Peran aktif daerah akan sangat menentukan stabilitas harga sekaligus memastikan manfaat program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Dewi.

Dengan dorongan ini, Pemkot Bengkulu diharapkan dapat memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mensukseskan program nasional yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

( JS – jurnaltipikor.com/ )

3 Event Unggulan Bengkulu Tunggu Hasil Kurasi KEN Kemenpar

Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Tiga event unggulan yang diajukan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) masih menunggu hasil penilaian tim kurator Kementerian Pariwisata RI.

Tiga event tersebut adalah Festival Tabut dari Kota Bengkulu, Kemumu Festival dari Kabupaten Bengkulu Utara, dan Festival Bumi Belitang dari Kabupaten Rejang Lebong.

Hingga kini, Dispar Provinsi mengaku belum menerima informasi resmi terkait lolos atau tidaknya event yang telah dipresentasikan ke tingkat pusat.

Baca juga Kemenkeu Pastikan Warung Es Teh Tidak Masuk Objek Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK)

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, mengatakan bahwa seluruh proses penilaian menjadi kewenangan penuh tim kurasi Kemenparekraf, sehingga daerah hanya dapat menunggu pengumuman resmi.

Tiga event yang diusulkan tahun ini merupakan kegiatan unggulan daerah yang dianggap paling representatif dari sisi budaya, pariwisata, dan daya tarik ekonomi kreatif.

“Belum tahu bagaimana hasilnya. Karena itu sepenuhnya kewenangan tim kurasi dari kementerian.

Kita doakan saja nanti diumumkan semuanya akan masuk KEN,” ujar Murlin, Senin, 17 November 2025.

Baca juga Karang Taruna: Tempat Menempa Mental dan Membesarkan Cita-Cita Generasi Muda

Ia menjelaskan, mekanisme kurasi KEN biasanya dilakukan bertahap dan hasil akhirnya akan diumumkan secara serentak oleh Kemenpar.

Sejumlah daerah lain pun saat ini tengah menunggu hasil yang sama, sehingga Provinsi Bengkulu tetap optimistis tiga event yang diusulkan dapat diterima.

Menurut Murlin, pihaknya telah menyiapkan materi presentasi, kelengkapan administrasi, hingga rekam jejak penyelenggaraan agar dapat menjadi bahan pertimbangan kurator pusat.

Ia juga berharap hasil kurasi tahun ini dapat memperluas promosi pariwisata Bengkulu sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Event yang kita ajukan bukan hanya sekadar agenda kegiatan tahunan, tetapi telah menjadi representasi kekuatan budaya dan potensi wisata yang menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.

Baca juga Rapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Dispar Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa jika ketiga event tersebut lolos KEN, maka akan mendapatkan dukungan promosi nasional, peningkatan eksposur wisata, serta peluang lebih besar dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Kita berharap semuanya lolos. Biasanya nanti diumumkan serentak oleh kementerian.

Kita tinggal menunggu dan berdoa yang terbaik untuk Bengkulu,” tutup Murlin.

( JS – jurnaltipikor.com/ )

Kemenkeu Pastikan Warung Es Teh Tidak Masuk Objek Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK)

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bahwa minuman berpemanis yang dijual dan dikonsumsi langsung di tempat, seperti es teh manis di warung-warung, tidak akan dikenakan pungutan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Kepastian ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (SEF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, hari Senin (17/11/2025).

“Ini tidak termasuk minuman yang dijual dan dikonsumsi langsung di tempat, misalnya warung. Jadi, kalau kita minum es teh manis, itu bukan cakupan MBDK,” tegas Febrio.

Baca juga Karang Taruna: Tempat Menempa Mental dan Membesarkan Cita-Cita Generasi Muda

Fokus pada MBDK Siap Minum dan Konsentrat EceranPungutan cukai MBDK akan difokuskan pada produk-produk yang berbentuk minuman siap minum (ready to drink) atau konsentrat untuk eceran yang dikemas.

Kebijakan ini merupakan bagian dari kehati-hatian pemerintah dalam menerapkan cukai MBDK yang sempat tertunda selama beberapa tahun.

Cukai MBDK yang telah masuk dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ini dirancang sebagai instrumen fiskal untuk mengendalikan konsumsi gula berlebih yang berisiko memicu berbagai penyakit seperti diabetes dan obesitas.

Baca juga Rapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Kehati-hatian dan Koordinasi Erat
Meskipun cukai MBDK telah diterapkan di 15 yurisdiksi di dunia, Kemenkeu akan berhati-hati dalam implementasinya di Indonesia. Pemerintah sangat memprioritaskan momentum pertumbuhan ekonomi agar tidak terganggu.

BajRapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Febrio Kacaribu menyatakan, penerapan kebijakan ini akan dilakukan saat ekonomi Indonesia dinilai sudah lebih stabil, yaitu pada tahun 2026.

Koordinasi erat akan dilakukan dengan Kementerian Perindustrian mengingat sektor makanan dan minuman adalah sektor padat karya yang menyerap hingga 6,3 juta pekerja.

Acuan Cukai di Kawasan ASEAN
Dalam penetapan kebijakan, pemerintah akan mengacu pada penerapan serupa di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Timor Leste.

“Rata-rata (nilai cukai MBDK) yang diterapkan di kawasan ASEAN itu sekitar Rp1.771 per liter,” ungkap Febrio.

Angka tersebut akan menjadi acuan bagi Kemenkeu untuk menetapkan kebijakan secara bertahap, menjadikannya sebagai sumber penerimaan negara sekaligus instrumen pengendalian konsumsi.

(Red)

Karang Taruna: Tempat Menempa Mental dan Membesarkan Cita-Cita Generasi Muda

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung yang juga Ketua Karang Taruna (Karta) Kota Bandung Periode 2024-2029, Andri Gunawan, A. Ak., S.M., menekankan bahwa Karang Taruna harus menjadi wadah utama untuk menempa kekokohan mental dan membesarkan cita-cita generasi muda.

Mental yang kuat ini, menurutnya, adalah kunci untuk menjalankan roda organisasi dan mengabdi secara maksimal kepada masyarakat.Penegasan ini disampaikan Andri saat menghadiri undangan pelantikan pengurus Karang Taruna Kecamatan Cicendo Masa Bakti 2025-2030 di Aula Kantor Kecamatan Cicendo, Bandung, pada Senin (17/11).

“Yang pertama perlu ditata dalam Karang Taruna ini adalah terkait mental dahulu, bagaimana generasi di dalam Karang Taruna mempunyai cita-cita namun tetap menjalaninya dengan mental yang kuat,” ujar Andri Gunawan.

Baca juga Rapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Berhutang Budi pada Karang Taruna
Andri secara pribadi mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Karang Taruna, yang ia sebut telah membesarkan mimpi dan mendidiknya hingga mencapai posisi saat ini

“Saya sangat berhutang budi pada Karang Taruna. Bagaimana Karang Taruna membesarkan mimpi dan mendidik saya seperti ini. Maka jangan takut, bercita-citalah setinggi langit, walaupun jatuh akan terjatuh di antara bintang-bintang. Maka jadikan Karang Taruna ini menjadi tempat berpikir dan bercita-cita besar,” tambahnya

Dalam sambutannya, Andri selaku Anggota DPRD Kota Bandung juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap program dan pokok pikiran yang akan dijalankan oleh Karang Taruna, baik di tingkat Kecamatan Cicendo maupun di seluruh Kota Bandung.

Baca juga M. Arsya Fadillah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Temu Ramah dan Serap Aspirasi Masyarakat Air Kulim

Kontribusi Remaja untuk Indonesia Emas

Acara pelantikan pengurus Karta Kecamatan Cicendo dipimpin langsung oleh Camat Cicendo, Dra. Siti Romlah, M.Si., yang memandu pengambilan sumpah dan janji pengurus baru.

Siti Romlah dalam sambutannya menegaskan pentingnya kontribusi remaja Karang Taruna dalam pembangunan Kota Bandung, khususnya di wilayah Cicendo.

“Sebagai remaja di Karang Taruna harus bisa berkontribusi dalam pembangunan. Karena posisi pemuda dan remaja sangatlah penting bagaimana mewujudkan visi dan misi Karang Taruna yang selaras dengan Indonesia Emas,” ucap Siti Romlah

Baca juga Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Ia menambahkan, salah satu tugas penting Karta adalah menyiapkan remaja agar mampu mengikuti perubahan dunia yang semakin dinamis.

Camat Cicendo juga secara spesifik mendorong Karang Taruna untuk aktif menyokong program-program prioritas Kota Bandung, seperti penurunan angka stunting, penanganan masalah sampah, dan pengembangan UMKM.

Memanfaatkan Posisi Strategis Cicendo
Mantan Ketua Karta Kecamatan Cicendo, Nandang Sutisna, yang hadir dalam acara tersebut, berpesan kepada pengurus baru untuk memanfaatkan amanah ini sebaik-baiknya“.

Cicendo adalah strategis, ada dekat tol dan salah satu pintu masuk Kota Bandung. Ada bandara dan lain-lain, maka manfaatkan pusat-pusat ekonomi tersebut, selain untuk produktivitas selaku Karta juga memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkas Nandang.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Cicendo, para lurah, serta anggota Karang Taruna dari berbagai kelurahan di Kecamatan Cicendo.

(Humas DPRD KOTA BANDUNG)

Rapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Kaur, JURNAL TIPIKOR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar bupati terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bertempat di gedung rapat DPRD kabupaten Kaur yang di hadiri oleh wakil bupati kaur, forkopimda, Anggota DPRD, Sekda, Staf Ahli, Kepala OPD Kabag Dir. RSUD dan seluruh camat se kabupaten kaur. Senin (17/11/2025).

Dalam sambutannya, wakil bupati kaur Abdul Hamid S. Pd. I menjelaskan bahwa dua Raperda tersebut meliputi :

  1. Raperda tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak. 2. Raperda tentang Rencana pembangunan industri kabupaten kaur tahun 2025 / 2026.
  2. Regulasi tersebut disusun untuk mendukung arah pembangunan daerah tahun 2025 dan 2026, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Penyusunan dua Raperda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat proses pembangunan daerah,” ujar. wakil bupati kaur dalam nota pengantarnya.

Baca juga M. Arsya Fadillah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Temu Ramah dan Serap Aspirasi Masyarakat Air Kulim

Wakil Bupati menjelaskan bahwa

1. Raperda tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak. bertujuan untuk merespon banyak pengaduan masyarakat terkait berkeliarannya hewan ternak yang ada di lingkungan baik di jalan jalan umum, perkantoran, pasar pasar dan lokasi pertanian warga yang mana tujuan nya untuk menjaga kebersihan lingkungan kabupaten kaur dan meningkatkan produksi pertanian masyarakat kabupaten kaur.

Sementara Raperda 2. Tentang rencana pembangunan industri kabupaten Kaur diarahkan untuk peningkatan jumlah komposisi dan kesejahteraan penduduk serta ke aripan loka yang tumbuh di masyarakat, dimana kearifan lokal merupakan kekayaan budaya yang tumbuh berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa implementasi dua regulasi tersebut penting untuk menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Kaur saat ini.

Baca juga Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kaur Herdrian Sapta Nugraha SH. menyambut penyampaian tersebut dan menyatakan bahwa DPRD akan segera menindaklanjuti melalui pembahasan di tingkat komisi maupun panitia khusus.

“DPRD siap membahas kedua Raperda ini secara komprehensif demi menghasilkan regulasi yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Rapat paripurna ditutup dengan penyerahan resmi dokumen dua Raperda dari Wakil Bupati kepada pimpinan DPRD.

( JS – jurnaltipikor.com/ )

M. Arsya Fadillah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Temu Ramah dan Serap Aspirasi Masyarakat Air Kulim

BATHIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR – Wakil Ketua DPRD Bengkalis, M. Arsya Fadillah, didampingi Camat Bathin Solapan, M. Rusydy, melaksanakan kunjungan silaturahmi dan temu ramah dengan masyarakat di Aula Desa Air Kulim pada Senin, 17 November 2025.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pj. Kepala Desa Air Kulim, Suryati, bersama dengan berbagai elemen masyarakat.

Acara temu ramah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi informasi dan sharing terkait pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD dalam mendukung pembangunan daerah.

Infrastruktur dan Janji Perbaikan Jembatan

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, M. Arsya Fadillah, menyampaikan fokus utamanya, yaitu masalah skala prioritas pembangunan infrastruktur dan optimalisasi lapangan kerja untuk masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi tingkat pengangguran di wilayah tersebut.
Secara spesifik, M. Arsya Fadillah juga berjanji akan memberikan bantuan perbaikan jembatan di Air Kulim pada tahun anggaran 2026 melalui anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) beliau.

Menyambut baik komitmen tersebut, Camat Bathin Solapan, M. Rusydy, menyatakan dukungannya agar skala prioritas pembangunan, termasuk perbaikan jembatan penghubung, dapat dioptimalkan pelaksanaannya.

Camat berharap perbaikan jembatan ini juga bisa berfungsi mengurangi potensi banjir di pemukiman masyarakat.

Baca juga Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Sinergi dan Aspirasi Masyarakat

Pj. Kepala Desa Air Kulim, Suryati, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, BPD, dan perangkat desa.

Selain bertukar informasi, kunjungan ini diharapkan dapat menambah erat hubungan silaturahmi antara DPRD dan masyarakat, sehingga ke depan dapat terjalin kesamaan pandang dalam menyikapi berbagai regulasi yang diturunkan.

( Jurnal Tipikor / Irwansyah)

Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Kaur, JURNAL TIPIKOR – Melalui peran lintas sektor dan kolaborasi hingga ke tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur di tahun ini menargetkan zero stunting.

Hal ini ditekankan langsung oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 melalui zoom meeting beberapa waktu yang lalu.

Wabup mengatakan, di tahun 2025 penurunan angka stunting di Kabupaten Kaur ditargetkan di angka 12,5 persen.

Baca juga SMAN 3 Bengkulu Selatan Gelar Aneka Lomba Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan

Maka dari itu pentingnya, peran lintas sektoral hingga tingkat desa supaya bisa mewujudkan zero Stunting untuk Kabupaten Kaur.

“2025 targetnya zero stunting, harus ada pengawasan ketat yang dilakukan.

Pendampingan intensif serta, intervensi cepat melalui lintas sektoral,” kata Wabup.

Ia menyebutnya, bahwa intervensi telah dilakukan pada 166 kasus stunting di berbagai kecamatan, menggunakan pendekatan spesifik dan sensitif, serta berfokus pada keluarga berisiko berdasarkan data by name by address.

Baca juga Dugaan Realisasi Pembangunan Proyek Revitalisasi SDN 64 Kaur Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

Untuk tahun 2024 lalu angka prevalensi stunting Kaur di angka 15,9 persen dan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 di angka 14,5 persen.

Meskipun angka tersebut masih di atas target nasional, Pemkab Kaur terus berupaya maksimal melalui intervensi menyeluruh, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif serta memperkuat strategi percepatan penurunan stunting pada tahun 2025.

“Upaya kita teeus lakukan untuk penurunan stunting, salah satunya adalah peningkatan rumahnya, sanitasinya, air bersih dan lainnya.

Sedangkan spesifik, melalui pemberian makan tambahan terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan balita,”

Baca juga Kedatangan Menteri Desa PDTT Yandri Susanto Disambut Antusias Masyarakat Seluma

Dijelaskannya, langkah yang diambil oleh Pemkab Kaur untuk menekan angkat Stunting sesuai dengan amanat yang diberikan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Yang mana salah satu langkah jitu untuk menekan jumlah kasus Stunting adalah memperbaiki kerjasama pendataan dalam pelaksanaan program percepatan penurunan Stunting.

Data yang akurat. adalah dasar utama untuk merumuskan kebijakan efektif dan juga tepat sasaran.

Serta dalam upaya percepatan penurunan angka Stunting yang butuh kerja bersama lintas sektor, tidak hanya kesehatan, tetapi juga seluruh perangkat pendukung pembangunan manusia.

“Komitmen yang kuat antar lintas sektoral saya yakini bisa menjadi salah satu langkah jitu untuk menekan angka Stunting di Kabupaten Kaur,” tukasnya.

( SM )

SMAN 3 Bengkulu Selatan Gelar Aneka Lomba Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan

Bengkulu Selatan, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Hari Sumpah Pemuda, serta Hari Pahlawan, SMA Negeri 3 Bengkulu Selatan menggelar berbagai kegiatan perlombaan antar kelas dengan tema “Pemuda dan Pemudi Berkarya, Berbahasa, dan Berjiwa Pahlawan”, Kamis, 13 November 2025.

Rangkaian perlombaan yang digelar meliputi Lomba Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), lomba baca puisi, serta lomba fashion show bertema pahlawan. Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk unjuk kreativitas dan kemampuan, baik dalam hal seni, literasi, maupun penampilan yang merepresentasikan nilai-nilai kepahlawanan.

Panitia menetapkan juara 1, 2, dan 3 untuk setiap cabang lomba. Para pemenang berhak mendapatkan bingkisan dan piagam penghargaan yang disiapkan oleh panitia. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Pengurus OSIS SMAN 3 Bengkulu Selatan dengan bimbingan para pembina.

Baca juga Dugaan Realisasi Pembangunan Proyek Revitalisasi SDN 64 Kaur Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

Kepala SMAN 3 Bengkulu Selatan, Herdi Agustiar, M.Pd, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kreativitas siswa dan kerja keras OSIS dalam menyelenggarakan kegiatan.

Menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dan semangat berkarya para siswa.

Dan berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah pembentukan generasi muda yang aktif dan produktif.

Melalui momentum Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan, kita ingin menanamkan nilai-nilai karakter, kebangsaan, serta kemampuan berbahasa yang baik kepada peserta didik,” ujar Herdi.

Baca juga Penca: Warisan Jiwa yang Membentuk Karakter Utama Bandung

Sementara itu, Pembina OSIS sekaligus koordinator kegiatan, Erlin Susanti, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini disiapkan sepenuhnya oleh OSIS dengan penuh tanggung jawab. Ia memuji kekompakan panitia dan semangat seluruh peserta.

“Persiapan kegiatan sudah berjalan sekitar dua minggu. OSIS bekerja sangat solid, mulai dari menyusun konsep, menyiapkan teknis lomba, hingga memandu jalannya acara. Saya apresiasi kerja keras mereka,” ungkap Erlin.

Erlin menambahkan bahwa tema yang diangkat tahun ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya berkarya dan menghargai bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

“Kami ingin siswa memahami bahwa semangat kepahlawanan hari ini bisa diwujudkan melalui karya, prestasi, dan kemampuan berbahasa yang baik. Itu nilai yang ingin kami tekankan melalui kegiatan ini,” katanya.

Seluruh dewan guru turut hadir menyaksikan penampilan siswa. Berbagai kreasi dan bakat siswa terlihat menonjol dalam setiap penampilan. Dukungan dari teman-teman sekelas membuat suasana acara semakin semarak.

( Siprian )

Dugaan Realisasi Pembangunan Proyek Revitalisasi SDN 64 Kaur Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

Kaur, JURNAL TIPIKOR – Proyek revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 64 Kaur tahun 2025 dengan anggaran Rp 1.581.532.064 dari APBN tahun anggaran 2025 menuai dugaan penyelewengan. Proyek yang diduga dikerjakan secara swakelola oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini mencakup pembangunan baru dan rehab bangunan.

Saat awak media mendatangi lokasi proyek, hanya mandor yang berada di lokasi dan mengaku bahwa proyek tersebut telah diborongkan. “Kepala Sekolah dan pengelola proyek tidak berada di kantor karena sedang dinas luar ke Jakarta, sehingga kami tidak bisa melakukan konfirmasi secara detail,” kata wartawan tersebut.

Dugaan penyelewengan yang terjadi pada proyek ini cukup serius, seperti: bangunan baru yang diduga tidak menggunakan cakar ayam, pembangunan rehab yang diduga hanya menempelkan besi pada slop lama, dan penggunaan kayu yang diduga berasal dari limbah bangunan lama.

Baca juga.Penca: Warisan Jiwa yang Membentuk Karakter Utama Bandung

Masyarakat dan pihak terkait berharap agar proyek ini dapat diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa anggaran yang digelontorkan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Dugaan penyelewengan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Wartawan telah mencoba menghubungi Kepala Sekolah SDN 64 Kaur, namun belum mendapatkan konfirmasi. Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan.

Proyek revitalisasi SDN 64 Kaur ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan guru di sekolah tersebut. Namun, dugaan penyelewengan ini harus diusut tuntas untuk memastikan bahwa anggaran yang digelontorkan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Kami berharap agar pihak berwenang dapat segera menginvestigasi dugaan penyelewengan ini dan mengambil tindakan yang sesuai jika terbukti ada penyelewengan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang transparan dan akuntabel tentang pengelolaan anggaran.

( SM )

Penca: Warisan Jiwa yang Membentuk Karakter Utama Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Penca atau Pencak Silat bukan sekadar seni bela diri fisik, melainkan “warisan jiwa” dan identitas budaya yang menjadi bahasa leluhur masyarakat Sunda.

Hal ini disampaikannya saat membuka Festival Inovasi Penca Tradisi “Padungdung Jawara Bandung Utama” di Teras Sunda Cibiru, Minggu (16/11/2025).

Wali Kota Farhan menuturkan bahwa di setiap gerakan penca terkandung nilai-nilai luhur seperti kehormatan, kesederhanaan, kedisiplinan, keberanian, dan keharmonisan yang membentuk karakter dan jati diri masyarakat.

“Penca bagi urang Sunda bukan hanya gerak bela diri, tetapi warisan jiwa,” ujar Farhan. Ia menambahkan, penca adalah kebanggaan yang hidup di komunitas, paguron, dan kampung-kampung budaya di Kota Bandung.

Baca juga CORONG JABAR MENDESAK PEMPROV DAN PEMKOT/PEMKAB SERIUS ATASI SAMPAH, HENTIKAN SALING SALAHKAN!

Inovasi dan “Jawara Baru” Berakhlak Mulia

Wali Kota Farhan memandang festival ini sebagai ruang penting untuk mempertemukan tradisi dan inovasi tanpa harus menghilangkan akar jati diri penca.

“Inovasi bukan berarti meninggalkan akar budaya. Justru melalui inovasi, penca menemukan cara baru untuk tetap hidup, dikenal, dan dicintai generasi muda,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa tema “Padungdung Jawara Bandung Utama” membawa pesan bahwa Kota Bandung membutuhkan “jawara-jawara baru”—generasi yang mengutamakan etika, bukan ego.

“Jawara sejati bukan hanya kuat fisiknya, tetapi juga mulia akhlaknya, jernih budinya, dan kokoh jati dirinya. Jawara yang bersahabat dengan perubahan, namun tetap setia pada akar budaya,” tegasnya.

Baca juga Kedatangan Menteri Desa PDTT Yandri Susanto Disambut Antusias Masyarakat Seluma

Komitmen Pemerintah Kota dan Pelestarian Budaya

Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan merawat budaya lokal, termasuk penca tradisi. Dukungan terhadap festival ini merupakan wujud keseriusan Pemkot dalam merawat identitas budaya agar tidak tergilas zaman.

“Kita ingin Bandung tetap menjadi kota kreatif tanpa kehilangan akar tradisinya. Kota modern yang tetap hormat pada budayanya sendiri. Bandung telah membuktikan bahwa inovasi dan budaya bisa berjalan seiring,” jelasnya.

Wali Kota Farhan berharap festival ini dapat menjadi gerbang lahirnya program-program pelestarian budaya yang lebih besar, dengan harapan penca dapat hadir di sekolah, ruang publik, hingga ruang digital agar semakin dekat dengan keseharian masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa silaturahmi antar paguron dan para pencinta seni budaya adalah energi penting yang membuat tradisi tetap hidup.

“Budaya bertahan bukan hanya karena diajarkan, tetapi karena diamalkan, dicintai, dan diwariskan dengan kebahagiaan,” tutupnya.(*)