KPK CABUT ‘AKAR’ KORUPSI LAGI: Kepala KPP Madya Banjarmasin Terjaring OTT, Rekor Buram Pajak Berlanjut!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggetarkan publik dengan melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) keempat di tahun 2026. Kali ini, “radar” antirasuah menangkap basah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono, dalam sebuah operasi senyap di Kalimantan Selatan, Rabu (4/2/2026).

Penangkapan ini mempertegas tren mengkhawatirkan di sektor perpajakan, di mana ini merupakan kali kedua instansi di bawah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diobrak-abrik KPK hanya dalam waktu dua bulan pertama tahun ini.

Kronologi Penangkapan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penindakan mengamankan total tiga orang dalam operasi tersebut.

“KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Baca juga Bukan Sekadar Penutup Kepala: Manifesto ‘Pejuang Peci Hitam’ Tantang Arus Globalisasi, Deklarasikan Kedaulatan Identitas Bangsa!

Selain Mulyono, dua orang lainnya yang turut diringkus adalah:

  • Satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN).
  • Satu orang dari pihak swasta.
    Maraton OTT Awal Tahun 2026
    Tahun 2026 seolah menjadi tahun “panen” OTT bagi KPK.

Kasus Mulyono menandai rentetan aksi penindakan yang agresif:

  • 9-10 Januari: OTT perdana dengan 8 orang diamankan.
  • 11 Januari: Penetapan tersangka suap pajak di KPP Madya Jakarta Utara (termasuk Kepala KPP Dwi Budi).
  • Februari: OTT di lingkungan KPP Madya Banjarmasin.

Fenomena ini menunjukkan adanya pola sistemik dalam dugaan praktik lancung pemeriksaan pajak yang melibatkan pejabat tinggi di level kantor madya.

Status Hukum dalam 24 Jam

Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk memeriksa secara intensif para pihak yang terjaring.

Status hukum Mulyono dan dua rekannya akan segera diumumkan dalam konferensi pers resmi untuk menentukan apakah mereka akan langsung mengenakan rompi oranye.

Sumber : Antara

Editor : Azi

Upaya Memberikan Layanan Prima, Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi Gelar Proyek Pemasangan Pipa HDPE Di Cibadak

Sukabumi, JURNAL TIPIKOR,-Sebagai wujud nyata pemberian layanan prima kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) yang beralamat di Jl. Cireundeu No. 5 Cibadak, Sukabumi, menggelar proyek pemasangan pipa HDPE di Cibadak, pada Rabu (04/02/2026).

Dilaksanakannya proyek tersebut menunjukkan bahwa Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dengan melaksanakan pemasangan jaringan pipa untuk pemenuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi khususnya di wilayah Cibadak.

Pembangunan jaringan pipa ini merupakan langkah PDAM TJM dalam memperkuat distribusi air bersih, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen akan layanan air bersih yang lancar dan juga layak.

Baca juga Teddy Setiadi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Gerindra Dapil II Gelar Reses I Tahun 2026

Perumda AM TJM pun terus berupaya menghadirkan pelayanan prima dengan mengedepankan kualitas, kontinuitas, dan kelancaran distribusi air serta akan terus menjaga kualitas pelayanan agar distribusi air bersih dapat berjalan lancar dan juga berkesinambungan bagi para konsumen.

Dengan dilakukannya proyek ini, menjadi bukti keseriusan Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para konsumennya.

(Rama)

Teddy Setiadi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Gerindra Dapil II Gelar Reses I Tahun 2026

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Teddy Setiadi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) II, melaksanakan Reses masa sidang 1 Tahun 2026 bertempat di lapang Sekolah Pendidikan Islam ADDA'WAH, Kp. Citundun, Rt. 51 Rw. 21, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Rabu (04/02/2026).

Aara dihadiri oleh unsur Forkopimcam Parungkuda, Kepala UPTD PU Wilayah III, Kepala Desa Sundawenang, Kepala Desa Parungkuda, Kepala Desa Bojonggenteng, Kepala Desa Palasari, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta masyarakat.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi kepada legislator dari fraksi partai gerindra tersebut.

Baca juga POLRES BENGKALIS BONGKAR SARANG TPPO: Jaringan Penyelundup Manusia ke Malaysia Digulung, 4 Pelaku Diringkus!

Dalam reses tersebut, Teddy Setiadi manyampaikan realisasi aspirasi masyarakat yang disampaikan di tahun sebelumnya dan akan dilaksanakan di tahun 2026 diantaranya irigasi, ruas jalan, PJU dan juga jembatan yang mencakup 2 kecamatan yaitu parungkuda dan bojonggenteng.

“Alhamdulillah aspirasi masyarakat di tahun 2025 dapat terwujud di tahun 2026 ini. Saya berharap, ketua Rt, Rw dan desa juga masayrakat dapat bersinergi dengan baik,” ujarnya.

Lanjutnya, saya didapil dua menaungi 8 kecamatan, diantaranya kecamatan Bojonggenteng dan Parungkuda yang saat ini sedang diserap kembali aspirasi masyarakatnya.

“Semua Aspirasi masyarakat bagi saya adalah prioritas,” tegasnya.

Baca juga Sinergitas Pemdes Karangkancana, BPD dan Masyarakat Dusun Indrahayu Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Tedi pun menjelaskan, terkait program jalan lingkungan untuk sementara ditahun 2026 dihapus jd tidak dapat direalisasikan.

“Insya Allah, setelah kami rapat program untuk jalan lingkungan akan diprogramkan kembali ditahun 2027,” ucapnya.

Tedi mengingatkan kepada Rt, Rw, dan Kepala Desa untuk konsisten jika ingin memperjuangkan aspirasi dari rakyatnya dan harus ada tindak lanjut nyata yaitu dengan membuat proposal pengajuan biar dapat terinput di sistem.

“Jika ingin terealisasi, tidak cukup menunggu setelah penyampaian aspirasi tapi harus ada tindak lanjut nyata dengan mempersiapkan proposal pengajuannya supaya dapat diinput,” tegasnya.

Teddy pun berharap, realisasi aspirasi masyarakat ditahun ini dapat berjalan dengan aman, kondusif, lancar dan sukses.

“Mari kita kawal bersama-sama untuk realisasi aspirasi di tahun 2026 ini,” pungkasnya.

(Rama)

POLRES BENGKALIS BONGKAR SARANG TPPO: Jaringan Penyelundup Manusia ke Malaysia Digulung, 4 Pelaku Diringkus!

BENGKALIS, JURNAL TIPIKOR– Komitmen Polres Bengkalis dalam memberantas praktik perdagangan manusia kembali membuahkan hasil. Dalam sebuah operasi senyap pada Selasa (3/2/2026) dini hari, petugas berhasil membongkar jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang beroperasi di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana.

Empat orang tersangka yang diduga kuat sebagai otak dan penyedia jalan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tak berkutik saat diringkus polisi. Selain para pelaku, petugas juga menyelamatkan 12 orang calon korban yang terjebak dalam pusaran pengiriman tenaga kerja ilegal tersebut.

Berawal dari Laporan Warga Melalui Jalur “Hotline”

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas AIPDA Julianda Bazrah, S.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bermula dari kepedulian masyarakat.

“Informasi masuk melalui nomor WhatsApp Kapolres dan layanan darurat 110. Masyarakat melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait penempatan PMI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia,” ujar AIPDA Julianda.

Baca juga Bukan Sekadar Penutup Kepala: Manifesto ‘Pejuang Peci Hitam’ Tantang Arus Globalisasi, Deklarasikan Kedaulatan Identitas Bangsa!

Penggerebekan Dini Hari di Desa Sepahat

Tim Opsnal Polres Bengkalis bergerak cepat melakukan penyelidikan di Jalan Intan Baiduri. Tepat pukul 03.00 WIB, petugas melakukan penggerebekan di beberapa rumah yang dicurigai sebagai tempat penampungan.

Hasilnya, polisi mengamankan empat terduga pelaku berinisial:

  • Z (44)
  • MR (54)
  • SS (25)
  • C (27)

Di lokasi yang sama, ditemukan pula para calon PMI yang tidak memiliki dokumen resmi. Menariknya, dari daftar korban yang diamankan, terdapat satu warga negara asing asal Myanmar (Rohingya) yang turut menjadi korban sindikat ini.

Barang Bukti dan Jerat Hukum
Dalam penggeledahan yang disaksikan warga setempat, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa:

  • 8 unit telepon genggam (digunakan untuk koordinasi penyelundupan).
  • 1 buah paspor milik salah satu korban.

“Para tersangka kini terancam hukuman berat berdasarkan UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” tegas Kasi Humas.

“Jangan biarkan nyawa manusia diperdagangkan. Kami mengimbau masyarakat untuk terus aktif melapor melalui layanan 110 jika melihat praktik PMI ilegal di lingkungannya,” tutup AIPDA Julianda.

Saat ini, kasus tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/04/II/2026/SPKT/RIAU/RES-BKS. Seluruh pelaku dan korban telah berada di Mapolres Bengkalis untuk proses hukum lebih lanjut.

(Irwansyah Siregar)

Lawan Longsor dengan Bambu: Ambisi KDM Sulap Pasirlangu Jadi “Arashiyama” Jawa Barat

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana mengubah lahan bekas longsor Kampung Pasirlangu menjadi hutan bambu dan kebun buah. Hal ini dilakukan sebagai langkah pemulihan lingkungan paska bencana di wilayah tersebut. “Untuk tanah milik perhutani kami akan hutankan, tapi prosesnya tidak akan mengganggu penghasilan warga> Penggarapnya nanti langsung diberi tanaman, mulai dari bambu, tanaman hutan, sampai tanaman kebun buah”. (Kompas.Com, Selasa 27/1/2016).

Rencana KDM mengubah lahan bekas longsor sesuai dengan filosofi bambu : “Panjangnya umur bambu menjadikannya ia sebagai simbol keteguhan, ketulusan di Cina, dan sebagai tanda persahabatan di India”. Bambu, merupakan tanaman perdu yang memiliki ketahanan pada kustur tanah yang rentan bencana, dan mempunyai kecepatan pertumbuhan 30-60 cm perhari. Pertumbuhan bambu ini, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ditanamnya bambu. Dengan fakta tersebut, bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki pertumbuhan paling cepat.

Potensi Bambu Duni

Bambu memiliki lebih dari 1.250 jenis, dan ada lebih dari 10 % (125 jenis) atau sekitar 75 marganya di Indonesia. Kita, tahu bambu oleh para ahli menempatkan bambu dalam tribe bambusease, yang masuk pada family poacease. Dimana, family ini memiliki lebih dari 10.000 spesies, seperti bambu ukuran kecil (poa annua) sampai ukuran besar (dendracalamus giganteus). Sebaran bambu berdasarkan luasan lahan, Asia (Tiongkok, India, Indonesia, Vietnam), disusul oleh Afrika dan Amerika Latin. Secara global luas hutan bambu ada 36.777 juta hektar (Lobovikov et al. (2007). Dan Tiongkok kini memiliki hutan bambu seluas 3.856 juta ha, India 5,232 juta ha pada tahun 2000. Sementara, Indonesia baru memiliki 2 juta ha (5 %) dari total hutan bambu Asia. Dari, angka tersebut, seluas 723.000 ha merupakan hutan alam, dan luasan hutan tanaman bambu sekitar 1,4 juta ha.

Baca juga Bukan Sekadar Penutup Kepala: Manifesto ‘Pejuang Peci Hitam’ Tantang Arus Globalisasi, Deklarasikan Kedaulatan Identitas Bangsa!

Besar potensi bambu, menempatkan Indonesia sebagai negara yang bisa menjadi negara penghasil bambu dunia. Mengingat, bambu merupakan bagian dari tradisi leluhur yang sejak lama dimanfaatkan dan menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat, baik sebagai bahan konstruksi rumah, jembatan, alat penangkap ikan, Bahan baku kerajinan, meubel, hiasan, peralatan dapur, bahan baku industri sumpit, tooth stick, dan pisau makan. Bahkan, konteks pisau seiring maraknya gerakan locavore di negara-negara Eropa, permintaan alat makan berbahan bambu.

Selain itu, bambu muda atau kita kenal dengan nama rebung, seperti di Tiongkok, Jepang, Indonesia, Malaysia dan Thailand, sering diolah menjadi bahan makanan (kuliner berbahan bambu) dan tentu pakan hewan (sapi, kambing, Kuda, Panda, dan lainnya). Selain, itu daun bambu juga bisa diolah menjadi obat herbal untuk meluruhkan dahak, meredakan batuk, susah nafas, menetralkan racun dalam tubuh, mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, melancarkan air seni, mengatasi dan menurunkan kecemasan).

Jawa Barat Provinsi Hutan Bambu Dunia

Jika Jepang memiliki Hutan Bambu Arashiyama Bamboo Grove (unsplash.com/Fynn Geerdsen) dan Sagano Bamboe. Dimana, hutan bambu Arashiyama di Kyoto adalah salah satu tujuan paling ikonik di Jepang. Batang-batang bambu yang menjulang tinggi menciptakan lorong alami yang indah, memberikan pengalaman berjalan yang penuh kedamaian. Tidak heran jika tempat ini sering dianggap sebagai salah satu hutan terindah di dunia. Begitu juga, Hutan bambu Sagano –Sagano Bamboo Forest, Kyoto Jepang, yang memiliki daya tarik dan bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat untuk menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk dunia. Keindahan alamnya yang autentik dan suasananya yang damai menjadikan setiap kunjungan terasa seperti perjalanan spiritual.

Selain Jepang, Tiongkok tidak kalah fantastik dalam pemanfaatan bambu sebagai destinasi wisata. Tiongkok, memiliki banyak hutan bambu, Shunan Bamboo Forest, yang memilik9i luas sekitar 120 kilometer persegi, kawasan ini dihiasi oleh rumpun bambu yang menjulang tinggi, air terjun, serta lanskap hijau yang menenangkan. Tiongkok, juga memiliki Anji Bamboo Sea, China dengan luas lebih dari 200 mil persegi, dengan koleksi bambu sekitar 40 spesies; ada juga Yixing Bamboo Forest, China yang memmpunyai luas fantastik lebih dari 15.000 hektar dengan lebih dari 100 spesies bambu, termasuk bambu moso yang terkenal. Keberagaman flora ini menjadikan Yixing salah satu hutan bambu terkaya di dunia.

Indonesia belum memiliki hutan bambu?. Indonesia telah ada Hutan Bambu Surabaya seluas 8,5 ha, Hutan Bambu Candipuro–Lumajang (14 ha), Hutan Bambu Klatakan – Magelang, Hutan Bambu, Hutan Bambu Mligi–Mojekerto, Hutan Bambu Boon Pring Andeman–Malang, Hutan Bambu Margahayu-_Bekasi (kini luasnya 2, 6 ha), dan yang paling terkenal adalah Hutan Bambu Penglipuran–Bali yang kini memiliki 14 jenis tanaman bambu.

Baca juga Sinergitas Pemdes Karangkancana, BPD dan Masyarakat Dusun Indrahayu Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Mirisnya, kehadiran hutan bambu di Indonesia itu belum menjadi prioritas pengembangan destinasi wisata edukasi ekologis. Dimana, keberadaan bambu hutan itu, baru sekedar pelengkap wahana destinasi wisata, bukan yang utama. “ Saya herang mengapa bambu di kita belum dilirik sebagao potensi prioritas dalam program ekologis, yang dipandu dalam riadmap pembangunan lingkungan nasional, dan memiliki masterplan penge,mbangan hutan bambu yang secara terintegrasi dalam agenda besar pembangunan lingkungan nasional, untuk penanganan perubahan iklim”, ujar Ali Wardhana Isha–Direktur Republik Bambu Indonesia (RepBI).

Adanya rencana KDM yang akan menjadikan Bekas lonsor Pasirlangu, sebagai kawasan konservasi bambu tentu angin segar bagi langkah-langkah strategis kita Indonesia, yang fokus menjadikan bambu sebagai tanaman ekologis lingkungan di daerah rawan longsor, banjir dan abrasi. “Kita sudah seharusnya menjadikan bambu sebagai bagian penting dalam kebijakan kehutanan dan ekonomi hijau, seperti China, Jepang, India, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, Ethiopia dan Kenya yang telah lebih dulu mengembangkan kawasan hutan bambu skala besar”, sambung Awi biasa dipanggil.

Etikat KDM yang telah menyebut bambu, sebagai alternatif tanaman yang akan ditanam pada daerah bekas longsor pasirlangu merupakan angin cerah bagi pengembangan industri bambu dan menjaga keseimbangan ekologis. Bahkan, akan menjadi keikonikan destinasi, pendidikan, penelitian, kerajinan dan kuliner jika dipadukan pada program strategis nasional dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan, mengkoloni 125 jenis bambu dunia yang ada di Indonesia.

Sehingga, akhirnya Jawa Barat akan menjadi provinsi satu-satunya yang memiliki Hutan Bambu Internasional dengan mengkoleksi sebanyak 125 jenis bambu nusantara. Dan, pemulihan kawasan rawan longsor, abrasi dan banjir bukan lagi sekedar menanami tapi menjadikannya industri hijau. “Rehabilitasi kawasan harus disertai konservasi tanah dan air, yang sesuai dengan kemiringan, drainase lereng, sumur resapan, penutupan tanah permanen, dan larangan pemotongan lereng serta tanaman keras”. Semoga!.

(Her)

Sinergitas Pemdes Karangkancana, BPD dan Masyarakat Dusun Indrahayu Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Desa Karangkancana bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat Dusun Indrahayu Desa Karangkancana menunjukkan sinergitas dan semangat kebersamaan melalui kegiatan gotong royong memperbaiki jalan Kabupaten yang mengalami kerusakan, pada hari Selasa (3/2/2026).

Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Pj. Kepala Desa Karangkancana Uhen Suhendi, S.IP menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Desa, BPD, dan Masyarakat. “Gotong royong adalah nilai luhur yang harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan, pekerjaan berat menjadi ringan dan hasilnya dapat dirasakan bersama,” ujarnya.

Baca juga Bukan Sekadar Penutup Kepala: Manifesto ‘Pejuang Peci Hitam’ Tantang Arus Globalisasi, Deklarasikan Kedaulatan Identitas Bangsa!

Senada dengan hal tersebut, Ketua BPD Karangkancana E. Rasmad mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Dusun Indrahayu. Menurutnya, keterlibatan langsung warga dalam pembangunan desa menjadi kunci keberhasilan program-program desa. “Sinergi seperti ini perlu terus dipupuk agar pembangunan desa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Masyarakat Dusun Indrahayu pun menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memperbaiki kondisi jalan, gotong royong ini juga mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum desa.

Kepala Dusun Indrahayu Elon Darlan menyampaikan terimakasih atas kekompakan jajaran Perangkat Desa yang sudah bersama-sama membantu kegiatan perbaikan jalan. “Alhamdulillah warga indrahayu antusias bergotong royong memperbaiki jalan rusak, dan terimakasih kepada Pemdes Karangkancana yang sudah kompak membantu kegiatan ini,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Karangkancana berharap semangat kebersamaan antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dapat terus terjalin serta menjadi contoh dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

(Deden)

Bukan Sekadar Penutup Kepala: Manifesto ‘Pejuang Peci Hitam’ Tantang Arus Globalisasi, Deklarasikan Kedaulatan Identitas Bangsa!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Di tengah gempuran budaya luar yang kian mengaburkan jati diri anak muda, sebuah gerakan moral bertajuk “Pejuang Peci Hitam” resmi meluncurkan manifesto nasionalnya hari ini.

Gerakan ini hadir bukan sekadar untuk bergaya, melainkan sebagai sebuah tamparan keras terhadap hilangnya kebanggaan nasional di ruang publik.

Dalam manifesto berjudul “Menjunjung Langit Identitas, Membumikan Jiwa Kebangsaan,” komunitas ini menegaskan bahwa Peci Hitam adalah “Mahkota Rakyat Jelata”.

Simbol ini diposisikan sebagai alat perlawanan terhadap rasa rendah diri (inferioritas) bangsa Indonesia di hadapan budaya asing.

Baca juga Peci Hitam Mengguncang: Menolak Lupa Akar Bangsa, Komunitas Peci Hitam Resmi Lahir untuk Jaga Marwah NKRI!

Menggugat Logika Modernitas

Pejuang Peci Hitam menilai bahwa selama ini Peci Hitam seringkali hanya dianggap sebagai atribut seremonial atau keagamaan semata.

Manifesto ini mendobrak stigma tersebut dengan mengembalikan fungsi Peci sebagai:

  1. Simbol Persatuan Lintas Batas: Menembus sekat agama, suku, dan kelas sosial.
  2. Benteng Kedaulatan Budaya: Melawan hegemoni gaya hidup barat yang mencabut akar tradisi.
  3. Identitas Intelektual: Mengingatkan kembali bahwa pemikiran besar pendiri bangsa lahir di bawah naungan Peci Hitam.

“Peci Hitam bukan sekadar kain beludru. Ia adalah garis tegas yang memisahkan antara bangsa yang punya jati diri dengan bangsa yang hanya mengekor. Kami tidak sedang bernostalgia, kami sedang membangun masa depan dengan harga diri,” ujar Ketua Umum komunitas Peci Hitam, A.Tarmizi.

SK Kemenkumham Komunitas Peci Hitam (Poto : Jurnal Tipikor)

Empat Pilar Perjuangan

Gerakan ini tidak hanya berhenti pada retorika. Manifesto tersebut memuat empat pilar aksi nyata:

  1. Restorasi Marwah: Mengembalikan citra Peci sebagai simbol kepemimpinan yang sederhana.
  2. Edukasi Historis: Kampanye masif mengenai peran Peci dalam diplomasi kemerdekaan.
  3. Gotong Royong: Aksi sosial yang diwajibkan bagi seluruh anggota komunitas.
  4. Ekonomi Berdikari: Komitmen penuh untuk hanya menggunakan produk dari pengrajin lokal guna memutar roda ekonomi kerakyatan.

Panggilan untuk Bertindak

Pejuang Peci Hitam mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga pejabat publik, untuk kembali mengenakan Peci Hitam dengan bangga dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk pernyataan sikap: “Saya Indonesia, dan saya berdaulat.”

Tentang Pejuang Peci Hitam:

Pejuang Peci Hitam adalah gerakan akar rumput yang berfokus pada penguatan identitas nasional melalui simbol-simbol budaya Indonesia. Berdiri atas dasar kegelisahan akan lunturnya nasionalisme, komunitas ini bertujuan menyatukan visi bangsa di bawah satu simbol kolektif yang inklusif.
(Red)

Peci Hitam Mengguncang: Menolak Lupa Akar Bangsa, Komunitas Peci Hitam Resmi Lahir untuk Jaga Marwah NKRI!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR  – Di tengah gempuran krisis identitas dan polarisasi yang kian tajam, sebuah kekuatan baru lahir dari rahim rakyat. Komunitas Peci Hitam, sebuah organisasi kemasyarakatan yang membawa semangat nasionalisme murni.

Bukan sekadar penutup kepala, “Peci Hitam” dipilih sebagai simbol perlawanan terhadap pudarnya rasa cinta tanah air. Organisasi ini hadir untuk mengembalikan marwah Bung Karno dan para pendiri bangsa yang menjadikan peci hitam sebagai identitas pemersatu lintas suku, agama, dan golongan.

Kembali ke Khitah Kebangsaan

Ketua Umum Komunitas Peci Hitam, A.Tarmizi menegaskan bahwa ormas ini tidak berafiliasi dengan kepentingan politik praktis mana pun. Fokus utamanya adalah Radikalisme Nasionalisme—sebuah gerakan untuk mengakar kembali pada Pancasila dan UUD 1945 secara totalitas.

“Peci Hitam adalah mahkota perjuangan. Kami lahir bukan untuk menambah kegaduhan, tapi untuk menjadi benteng terakhir ketika rasa bangga menjadi Indonesia mulai luntur.

Kami adalah kawan bagi siapapun yang setia pada Merah Putih, dan lawan bagi siapapun yang mencoba mengoyaknya,” tegasnya

Tiga Pilar Pergerakan Komunitas Peci Hitam:

  1. Edukasi Kebangsaan: Menghidupkan kembali literasi sejarah perjuangan di kalangan generasi Z dan Alpha.
  2.  Kedaulatan Ekonomi Lokal: Membangun jejaring UMKM berbasis komunitas untuk mengurangi ketergantungan pada produk asing.
  3. Sosial Kemanusiaan: Aksi cepat tanggap untuk membela hak-hak rakyat kecil yang terpinggirkan

Simbol Persatuan, Bukan Sekat
Meskipun identik dengan budaya tertentu, Komunitas Peci Hitam menegaskan bahwa keanggotaan mereka terbuka luas bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa memandang latar belakang.

Peci Hitam adalah simbol kesetaraan; bahwa di bawah naungan satu simbol, semua kepala memiliki derajat yang sama sebagai putra-putri bangsa.

Dengan semboyan “Satu Atap, Satu Bangsa, Satu Nyawa,” Komunitas Peci Hitam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memakai “peci” di dalam hati—sebuah komitmen untuk selalu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

(Red)

Nyanyian Eks PPK Kemendikbudristek: Bongkar Aliran Suap Chromebook, Dari Operasional Kantor Hingga Beli Laptop Staf

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Tabir gelap dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019-2022 kian benderang.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (2/2), Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMA, Dhany Hamiddan Khori, secara blak-blakan mengaku menerima uang panas senilai total Rp701 juta.

Uang tersebut diakuinya berasal dari Susy Mariana, rekanan salah satu perusahaan pemenang tender. Dhany merinci bahwa gratifikasi tersebut terdiri dari USD 30.000 (setara Rp501 juta) dan Rp200 juta tunai.

Baca juga KPK Bidik Peran Eks Kepala Balai Jatim: Usut Tuntas Gurita Suap Proyek Jalur Kereta Api

Aliran Dana: Bagi-Bagi Dolar dan “Kebaikan” Pakai Uang Haram

Dalam kesaksiannya, Dhany mengungkapkan bahwa uang suap tersebut tidak dinikmati sendiri, melainkan mengalir ke beberapa pihak dan digunakan untuk kepentingan kantor:

  • Pejabat Lain: Sebanyak USD 7.000 diserahkan kepada Pak Purwadi dan USD 7.000 kepada Pak Suhartono.
  • Operasional: Digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perkantoran.
  • Fasilitas Staf: Secara ironis, Dhany mengaku menggunakan sebagian uang tersebut untuk membelikan laptop bagi stafnya yang membutuhkan.

“Namun demikian, uang yang saya terima tersebut kini sudah dikembalikan kepada negara,” tegas Dhany di hadapan majelis hakim.

Baca juga HUT SMA N 8 Kaur Dengan Slogan SMA Berdasi (Bertaqwa Disiplin Aman Sejuk Serta Indah)

Pusaran Korupsi Rp2,18 Triliun: Menyeret Nama Nadiem

Kesaksian Dhany ini menjadi bagian dari kasus megakorupsi digitalisasi pendidikan yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,18 triliun. Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, didakwa melakukan penyimpangan dalam pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada Tahun Anggaran 2020-2022.

Beberapa poin krusial dalam dakwaan meliputi:

  • Pelanggaran Prinsip: Pengadaan tidak sesuai perencanaan dan prinsip pengadaan barang/jasa pemerintah.
  • Kerugian Negara: Meliputi Rp1,56 triliun dari program digitalisasi dan USD 44,05 juta dari pengadaan CDM yang dinilai tidak bermanfaat.
  • Aliran Dana ke Terdakwa: Nadiem diduga menerima uang sebesar Rp809,59 miliar yang bersumber dari investasi raksasa teknologi Google melalui PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB).
  • Lonjakan Harta: Jaksa menyoroti kekayaan Nadiem dalam LHKPN 2022 yang mencatatkan kepemilikan surat berharga senilai Rp5,59 triliun.

Ancaman Pidana

Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Skandal ini mencoreng upaya digitalisasi pendidikan yang seharusnya menjadi tonggak kemajuan sekolah-sekolah di Indonesia.

(AZI)

HUT SMA N 8 Kaur Dengan Slogan SMA Berdasi (Bertaqwa Disiplin Aman Sejuk Serta Indah)

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 SMA Negeri 8 Kaur berlangsung meriah di halaman sekolah, Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini mengusung slogan “SMA BERDASI” (Bertaqwa, Disiplin, Aman, Sejuk, dan Indah) sebagai identitas dan semangat pembangunan sekolah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tamu penting dari berbagai unsur, di antaranya Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur, Dispora Kabupaten Kaur, DPRD Kabupaten Kaur, Camat Muara Sahung, Polsek Muara Sahung, Babinsa, Kepala Puskesmas Kecamatan Muara Sahung, BKKBN, Kepala KUA Kecamatan Muara Sahung, kepala sekolah se-Kecamatan Muara Sahung, serta berbagai elemen masyarakat.

Baca juga Pembangunan Gedung KDMP Desa BojongkokosanHampir Rampung, Kades “Optimis, Akan Memperkuat Kemandirian Desa”

Untuk memeriahkan HUT sekolah, panitia penyelenggara menggelar beragam perlombaan dan kegiatan hiburan. Di antaranya lomba tari dan mewarnai lukisan yang diikuti peserta dari tingkat PAUD, SD, SMP, dan MTs, serta turnamen bola voli putra dan putri. Seluruh kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari warga sekolah maupun masyarakat Kecamatan Muara Sahung.

Kepala SMA Negeri 8 Kaur, Asmawi, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta warga sekolah yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-14 ini.

“Momen bahagia ini patut kita syukuri bersama. Peringatan HUT SMA Negeri 8 Kaur juga menjadi sarana promosi slogan SMA BERDASI, yaitu bertaqwa, disiplin, aman, sejuk, dan indah,” ujarnya.

Baca juga Guncang Struktur Pasar Modal, Danantara Buka Pintu Asing Kuasai Saham Bursa Efek Indonesia

Ia berharap, dengan terwujudnya nilai-nilai BERDASI, prestasi siswa dapat terus meningkat. Selain itu, ke depan peringatan HUT sekolah diharapkan dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar serta mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat.

“Melalui HUT ini, kami berharap SMA Negeri 8 Kaur semakin dikenal dan mendapat dukungan masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur yang diwakili oleh Pengawas SMA Negeri 8 Kaur, Ghozali, M.Pd, yang dipercaya membuka secara resmi kegiatan HUT tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara dengan sukses.

“Semoga melalui peringatan HUT ini dapat terjaring bakat-bakat peserta didik dan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di SMA Negeri 8 Kaur,” tutupnya.

Peringatan HUT ke-14 SMA Negeri 8 Kaur ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus penguatan komitmen seluruh pihak dalam memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Muara Sahung.

(Jusri)