Terkait Insiden Bus Terperosok Lubang Galian Proyek, Perumda AM TJM Sampaikan Permohonan Maaf

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi, H.M. Kamaludin Zen, S.H.,M.M, Tenaga Ahli Humas dan Hukum, Kompol (Purn) Suryana Ishak, S.H.,M.H., menyampaikan keprihatinan mendalam terkait insiden yang terjadi yaitu terperosoknya satu unit bus kedalam lubang galian proyek pemasangan pipa HDPE di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Kebonrandu, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada sabtu 14 februari 2026 lalu.

Insiden yang terjadi, sebuah bus angkutan umum terperosok diduga disebabkan oleh kondisi tanah urugan galian pipa yang belum sepenuhnya padat (re-kondisi), sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan berat saat melintas.

Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, saat ini tengah melakukan percepatan pembangunan jaringan pipa air bersih dari depan RS Sekarwangi Cibadak sampai Cikembang – Cikembar guna meningkatkan pelayanan distribusi air kepada masyarakat.

Baca juga Potensi Desa Ambarjaya Sukabumi, Mulai Dari Wisata Alam, Pertanian Dan Perkebunan

Pihak Perumda AM TJM melalui Tenaga Ahli Humas dan Hukum, Kompol Purn Sunarya ishak SH, MH menyatakan bahwa pihak kontraktor pelaksana telah diinstruksikan untuk segera turun ke lapangan guna melakukan evakuasi dan penguatan area galian.

“Kami dari Perumda AM TJM memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kru bus, para penumpang, dan seluruh masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pengerjaan proyek ini,” ucapnya.

Lanjut Sunarya, kami menyadari bahwa aktivitas pembangunan jaringan ini mengganggu kelancaran lalu lintas di sepanjang jalur pengerjaan. Oleh karena itu, kami dari Perumda AM TJM memohon maaf atas ketidaknyamanan nya selama proses pekerjaan berjalan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah mengambil langkah-langkah Evaluasi Teknis untuk memeriksa kembali seluruh titik pengurugan tanah di sepanjang jalur proyek untuk memastikan pemadatan dilakukan sesuai standar keamanan,” ujarnya.

Baca juga Strategi Kendalikan Laju Inflasi, Bupati Sukabumi Hadirkan Mobil Sabumi

Sunarya pun menegaskan, bahwa pihak Perumda AM TJM melakukan peningkatan keamanan dengan menambah rambu-rambu peringatan dan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik rawan agar pengendara lebih waspada. Ia pun mengimbau kepada para pengendara, khususnya kendaraan dengan tonase besar, untuk berhati-hati saat melintasi area yang baru saja dilakukan pengurugan.

“Pembangunan jaringan ini merupakan upaya jangka panjang kami untuk memastikan aliran air bersih sampai ke seluruh rumah warga untuk memberikan pelayanan kepada sekitar 60 ribu pelanggan di wilayah Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Sunarya memohon doa dan dukungan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan publik.

“Mohon Do’a dan dukungannya kepada semua elemen masyarakat, agar proyek ini dapat selesai tepat waktu,” pungkasnya

(Rama)

Potensi Desa Ambarjaya Sukabumi, Mulai Dari Wisata Alam, Pertanian Dan Perkebunan

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Desa Ambarjaya di Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi utama di bidang perkebunan, agroforestri, dan wisata alam berbasis ekosistem kaki Gunung Gede.

Pengembangan desa diarahkan menjadi sentra buah-buahan, didukung kekayaan hasil tani seperti pisang, serta keindahan alam berupa air terjun (Curug Luhur, Curug Karut) dan camping ground.

Berikut adalah rincian potensi Desa Ambarjaya, Sukabumi :

Pertanian dan Perkebunan : Wilayah ini memiliki lahan perkebunan yang luas dan sedang dikembangkan menjadi pusat tanaman buah-buahan. Tanaman pisang juga menjadi salah satu komoditas potensial yang dapat diolah untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Wisata Alam dan Edukasi : Desa ini memiliki potensi wisata alam yang masih asri, antara lain Curug Luhur, Curug Karut, dan Patiwel Riverside Camping Ground. Curug Luhur, yang terletak di Kampung Genteng, menawarkan objek wisata air terjun yang alami.

Restorasi Ekosistem : Adanya program restorasi ekosistem di kaki Gunung Gede menjadikan desa ini memiliki keunggulan dalam konservasi lingkungan yang dikelola bersama warga.

UMKM dan Pengolahan Pangan : Terdapat potensi pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian, terutama pengolahan kreativitas produk pangan seperti olahan pisang oleh kelompok ibu rumah tangga.

Baca juga Strategi Kendalikan Laju Inflasi, Bupati Sukabumi Hadirkan Mobil Sabumi

Pemerintah Desa Ambarjaya pun telah merealisasikan beberapa proyek pembangunan infrastruktur dalam menunjang pengembangan wisata seperti pengaspalan jalan desa dan lingkungan, serta pembangunan jalan usahatani. Ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat serta memudahkan akses menuju lokasi wisata dan pertanian.

Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan desa melalui program-program yang terencana dan berkelanjutan.

“Inshaa Allah, kita akan membangun Desa Ambarjaya dari berbagai sektor, baik melalui Dana Desa maupun Bantuan Keuangan dari pemerintah provinsi, untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Eman kepada awak media, Senin (16/02/2026).

Dengan potensi dan komitmen yang ada, Desa Ambarjaya diharapkan dapat menjadi contoh desa yang maju dan sejahtera di Kabupaten Sukabumi.

(Rama)

Strategi Kendalikan Laju Inflasi, Bupati Sukabumi Hadirkan Mobil Sabumi

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M.,secara resmi meluncurkan Mobil Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (Sabumi) di Pendopo Sukabumi, Jumat 13 Februari 2026. Peluncuran mobil yang diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sukabumi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi.

Bupati menegaskan bahwa kehadiran Mobil Sabumi merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.

“Keberadaan mobil ini merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam upaya mengendalikan inflasi secara terukur, terarah, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Baca juga Wujudkan Sukabumi Mubarokah, Pemkab Sukabumi Siapkan Berbagai Strategi

Menurut bupati , pengendalian inflasi harus melalui langkah sistematis yang menyentuh langsung masyarakat. Terutama di wilayah yang rentan terhadap gejolak harga dan rawan pangan.

Mobil Sabumi dirancang untuk memperluas jangkauan operasi pasar murah atau gerakan pasar murah hingga ke daerah-daerah pelosok.

Dengan sistem jemput bola, kendaraan ini akan mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas penting lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.

Baca juga Polsek Sei Apit: “Jangan Coba-Coba Bermain Api!”, Ultimatum Keras Berantas Judi Online dan Narkoba di Kayu Ara Permai

Bupati juga menekankan bahwa sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui koordinasi TPID bersama perangkat daerah, distributor, dan pelaku usaha, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga terkendali.
“Dengan peluncuran ini, Mobil Sabumi telah resmi beroperasi,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat pengendalian inflasi melalui berbagai langkah strategis.

“Mobil Sabumi diharapkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

(Rama)

Wujudkan Sukabumi Mubarokah, Pemkab Sukabumi Siapkan Berbagai Strategi

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menyiapkan berbagai strategi untuk mewujudkan Sukabumi maju, unggul, berbudaya, dan berkah. Di sektor perdagangan bahan pangan pokok, pemkab akan menggelar operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

"Menjelang hari raya, biasanya harga tinggi. Kita mencoba menstabilkan melalui operasi pasar murah," ujar Bupati Sukabumi H. Asep Japar kepada jajaranya di Pendopo Sukabumi, Jumat 13 Februari 2026.

Tak hanya sekadar operasi pasar murah, Pemkab Sukabumi pun telah menyiapkan kendaraan untuk mobilisasi membawa bahan pokok murah.

"Kami baru saja meluncurkan mobil Sabumi untuk membawa sembako yang dijual murah ke tempat tempat yang jauh," ucapnya.

Baca juga Guncang Langit Margaasih, Ribuan Kader Ansor Se-Indonesia Kumpul di Bandung: Jaga NKRI Harga Mati!

Di sisi lain penataan kawasan pantai pun akan ditingkatkan dengan dibersihkan untuk menjaga keindahan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut akan melibatkan sejumlah perangkat daerah.

“Kalau tidak ada halangan, Rabu depan kami akan bersih-bersih pantai. Semoga saja kegiatannya berjalan lancar. Pantai di Sukabumi semakin bersih dan indah,” ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur pun terus didorong. Hal itu agar pengerjaan bisa cepat terealisasi. Baik infrastruktur jalan maupun bangunan.

“Sudah kami instruksi dinas terkait untuk mempercepat realisasi pengerjaan jalan. Termasuk huntap bagi masyarakat terdampak bencana,” bebernya.

Baca juga HARGA DIRI HARGA MATI! Umuh Muchtar Bakar Semangat Skuad Maung Bandung: Gilas Ratchaburi di GBLA!

Selama Ramadan, Pemkab Sukabumi berencana menggelar muhibah. Kegiatan rutin setiap Ramadan ini, direncanakan berlangsung di 10 titik.

“Insya Allah muhibah akan hadir selama Ramadan, namun dengan konsep yang sedikit berbeda,” terangnya.

Berkaitan Ramadan, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menambahkan, dirinya mengimbau semua warung makan dan tempat hiburan malam agar ditutup sesuai aturan. Selain itu, dirinya meminta para camat untuk menjaga wilayahnya agar aman.

“Tolong para camat perhatikan Kamtibmas, awasi peredaran miras dan obat terlarang. Termasuk tawuran usai terawih. Semua harus waspada. Mari menyambut Ramadan dengan segala kebaikan,” tegasnya.

Baca juga AHMAD TARMIZI: REFORMIS BERDARAH PRAJURIT YANG TOLAK KOMPROMI DENGAN KORUPSI

Selain itu para camat diimbau untuk mengecek jaminan kesehatan warganya dan senantiasa proaktif dalam melayani warganya.

“Para camat dapat berkolaborasi untuk mengawasi lingkungannya. Tolong perhatikan warganya dan pastikan setiap bantuan tepat guna dan tepat sasaran,” pungkasnya

(Rama)

Guncang Langit Margaasih, Ribuan Kader Ansor Se-Indonesia Kumpul di Bandung: Jaga NKRI Harga Mati!

KAB. BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Gema selawat dan doa membumbung tinggi dari Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Kecamatan Margaasih, saat Kabupaten Bandung resmi menjadi titik temu spiritual bagi kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari berbagai penjuru nusantara.

Pada Minggu (15/2/2026), Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat menggelar Istighotsah, Doa Bersama, sekaligus Munggahan yang dihadiri oleh perwakilan Pengurus Pusat serta jajaran Pengurus Wilayah dari Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Bali, serta ribuan kader dari kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Bupati Bandung: Kemerdekaan RI Tak Lepas dari Peran Ansor

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi mendalam terhadap eksistensi organisasi pemuda nahdliyin ini.

Baca juga Polsek Sei Apit: “Jangan Coba-Coba Bermain Api!”, Ultimatum Keras Berantas Judi Online dan Narkoba di Kayu Ara Permai

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kontribusi GP Ansor sejak berdiri pada 24 April 1934.

“Jangan sampai semangat menjaga NKRI padam. Kemerdekaan negara kita tidak terlepas dari peran Ansor,” tegas Dadang di hadapan ribuan jemaah.

Ia berharap GP Ansor terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian bangsa, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung. Dadang juga menyoroti sinergi kuat antara Ansor dengan pemerintah (umara) dalam berbagai aksi sosial yang menjaga stabilitas daerah.

“Kontribusi GP Ansor turut mendukung terciptanya kondisi Kabupaten Bandung yang stabil, aman, dan kondusif, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan fokus,” tambahnya.

Baca juga AHMAD TARMIZI: REFORMIS BERDARAH PRAJURIT YANG TOLAK KOMPROMI DENGAN KORUPSI

Ikhtiar Batin untuk Keselamatan Bangsa

Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi, menjelaskan bahwa pemilihan momentum “Munggahan” menjelang Ramadan ini bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan simbol penguatan batin dan solidaritas organisasi.

“Munggahan bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk saling menguatkan. Melalui istighotsah ini, kami berupaya menitipkan doa bagi keselamatan bangsa agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” ujar Fahmi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen GP Ansor dalam menjalankan dua fungsi utamanya: pengabdian kepada kiai (ulama) dan loyalitas mutlak kepada NKRI.

Kehadiran perwakilan dari ujung barat (Aceh) hingga timur (NTT) menunjukkan bahwa solidaritas Ansor tetap solid meski di tengah dinamika zaman.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kiai sepuh, menciptakan suasana khidmat yang menggetarkan semangat nasionalisme di tanah Pasundan.

Pewarta: Uus

Editor: Azi

Polsek Sei Apit: “Jangan Coba-Coba Bermain Api!”, Ultimatum Keras Berantas Judi Online dan Narkoba di Kayu Ara Permai

SIAK, JURNAL TIPIKOR – Jajaran Polsek Sei Apit mengeluarkan peringatan keras bagi siapa pun yang masih nekat terlibat dalam praktik judi online dan penyalahgunaan narkoba.

Penegasan ini disampaikan dalam sosialisasi intensif bersama Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Siak dan Pemerintah Kampung Kayu Ara Permai, Jumat (13/2/2026), di Aula Teras Balai Desa Mangrove.

Dalam forum tersebut, pihak Kepolisian menekankan bahwa judi online dan narkoba bukan lagi sekadar masalah sosial biasa, melainkan predator ekonomi dan penghancur masa depan yang memicu berbagai tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

Baca juga AHMAD TARMIZI: REFORMIS BERDARAH PRAJURIT YANG TOLAK KOMPROMI DENGAN KORUPSI

Tanpa Kompromi, Tanpa Ruang bagi Pelanggar

Perwakilan Polsek Sei Apit menyatakan komitmen penuh untuk menyapu bersih segala bentuk praktik terlarang di wilayah hukumnya. Polisi memastikan tidak akan ada “ruang bernapas” bagi bandar maupun pengguna.

“Kami tegaskan, siapa pun yang terlibat judi online atau narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan coba-coba bermain api. Dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga keluarga dan masa depan anak-anak kita,” ujar perwakilan Polsek Sei Apit dengan nada tegas.

Pihak kepolisian juga membongkar mitos “cepat kaya” yang kerap ditawarkan oleh situs judi. Polisi mengingatkan bahwa sistem tersebut dirancang untuk merugikan masyarakat. “Tidak ada yang namanya untung dalam judi. Yang ada hanya kerugian dan penyesalan,” pungkasnya.

Baca juga Perkuat Sinergitas, SPRI Kaur Silaturahmi ke Kapolres Kaur

Sinergi Masyarakat: Kunci Memutus Mata Rantai

Ketua BPKP Kabupaten Siak, Farizal, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari perangkat desa hingga pemuda—untuk menjadi “mata dan telinga” bagi aparat penegak hukum.

  • Pengawasan Aktif: Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan indikasi transaksi narkoba atau aktivitas judi di lingkungannya.
  • Pencegahan Dini: Edukasi terus diperkuat agar warga paham risiko hukum dan kerusakan sosial yang ditimbulkan.
  • Sinergi Kelembagaan: Melibatkan Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bapekam, dan lembaga kampung lainnya untuk menciptakan benteng pertahanan sosial.

Menuju Kampung Bebas Penyakit Sosial

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh elemen Pemerintah Kampung Kayu Ara Permai ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman.

Melalui sinergi antara BPKP, Kepolisian, dan Pemerintah Desa, diharapkan Kayu Ara Permai dapat menjadi contoh wilayah yang berani mengambil sikap tegas menolak judi online dan narkoba demi kesejahteraan warga.(*)

HARGA DIRI HARGA MATI! Umuh Muchtar Bakar Semangat Skuad Maung Bandung: Gilas Ratchaburi di GBLA!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Manajer PERSIB, H. Umuh Muchtar, mengirimkan sinyal perang jelang laga krusial leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).

Menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026, Umuh menginstruksikan seluruh pemain untuk tampil “kesetanan” demi membalikkan keadaan.

Meski membawa beban berat akibat kekalahan 0-3 pada leg pertama, pria yang akrab disapa Pak Haji ini menolak untuk mengibarkan bendera putih. Menurutnya, skor di Thailand sama sekali tidak mencerminkan jalannya pertandingan yang sebenarnya seimbang.

“Kalau dipikir pasti berat, tapi Insha Allah kami akan berusaha. Tidak menutup kemungkinan nanti di Bandung kami bisa mendapat gol lebih dari tiga,” ujar Umuh dengan nada optimis.

Baca juga AHMAD TARMIZI: REFORMIS BERDARAH PRAJURIT YANG TOLAK KOMPROMI DENGAN KORUPSI

Misi Mustahil? Tidak bagi Pangeran Biru

Umuh menilai faktor keberuntungan saja yang belum memihak Pangeran Biru di laga sebelumnya. Untuk laga penentuan esok, ia menuntut konsentrasi penuh dan permainan tanpa kompromi.

Margin empat gol memang terlihat lebar, namun atmosfer angker GBLA diyakini akan menjadi pemain ke-12 yang mampu melumpuhkan mental lawan.

Poin Utama Instruksi Manajer:

  • Wajib Menang Telak: Target kemenangan minimal di atas 3-0 untuk mengamankan tiket perempat final.
  • Disiplin Tinggi: Larangan keras untuk tampil lengah; hasil imbang apalagi kalah bukanlah opsi.
  • Tekanan Mental: Memanfaatkan faktor kelelahan pemain Ratchaburi FC akibat perjalanan jauh dan jadwal padat.

Baca juga BANDUNG DARURAT JAM RAWAN: KPAD dan Tim Gabungan Amankan Puluhan Remaja Luar Kota dalam Operasi Yustisia Malam Hari

Seruan untuk Bobotoh

Umuh menekankan bahwa dukungan masif dari Bobotoh adalah kunci utama. Ia berharap tribun GBLA membiru dan bergemuruh, menciptakan tekanan psikologis yang tak tertahankan bagi tim tamu sejak peluit pertama dibunyikan.

“Harapannya di kandang harus lebih semangat, lebih tinggi. Kita harus lebih hati-hati, jangan sampai kalah atau draw. Harus menang di atas 3-0,” tegasnya menutup pembicaraan.

Pertempuran ini bukan sekadar mengejar skor, melainkan pembuktian bahwa Persib Bandung layak berbicara banyak di panggung sepak bola Asia.

(Her)

AHMAD TARMIZI: REFORMIS BERDARAH PRAJURIT YANG TOLAK KOMPROMI DENGAN KORUPSI

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR  – Di saat panggung politik Jawa Barat kerap diwarnai retorika kosong, Ahmad Tarmizi, S.E., muncul sebagai antitesis.

Sang aktivis lintas zaman ini secara resmi mempertegas posisinya sebagai “Barisan Terdepan” dalam menjaga transparansi publik, membawa semangat disiplin militer ke dalam ring perlawanan terhadap ketidakadilan sistemik.

Integritas “Anak Kolong”: Disiplin Baja di Nadi Pergerakan

Lahir dan besar di asrama sebagai putra dari Pelda CPM (Purn) Moch. Alwi, Tarmizi tidak mengenal kata “abu-abu”.

Karakter “Anak Kolong” yang melekat padanya bukan sekadar identitas, melainkan kompas moral yang menuntunnya menavigasi intrik politik yang kotor.

“Kejujuran dan ketegasan adalah warisan terbesar ayah saya. Di lapangan, nilai itu harga mati,” tegas Tarmizi, yang kini tengah menajamkan pisau intelektualnya di program Magister Manajemen SDM ARS University.

Rekam Jejak: Dari Barikade 98 Hingga Meja Redaksi

Tarmizi bukanlah tokoh instan hasil polesan citra. Ia adalah produk dari pergolakan sejarah:

  • Panglima Jalanan: Memimpin Serikat Mahasiswa Untuk Rakyat  saat reformasi 1998, bertaruh nyawa demi perubahan.
  • Mata Rakyat: Mendirikan LSM Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) pada 2018 untuk melucuti inefisiensi birokrasi.
  • Pena Tajam: Meluncurkan Media Jurnal Tipikor (2023), menjadikan data sebagai senjata utama untuk membongkar praktik rasuah.

Gebrakan 2026: Komunitas Peci Hitam

Memasuki tahun 2026, Tarmizi melakukan manuver strategis dengan mendirikan Komunitas Peci Hitam. Ini bukan sekadar organisasi sosial; ini adalah gerakan moral yang menyatukan religiusitas dan nasionalisme untuk memastikan politik di Jawa Barat kembali memiliki “Hati Nurani”.

Kematangan Politik: Infiltrasi

Gagasan, Bukan Sekadar Jabatan
Sebagai sosok yang pernah membidani lahirnya Partai Nasdem di Kota Cimahi, Tarmizi memahami bahwa perubahan besar harus diperjuangkan lewat jalur struktural.

Pengalamannya sebagai Caleg pada 2019 membuktikan bahwa baginya, politik adalah alat infiltrasi gagasan pro-rakyat, bukan sekadar perburuan kursi.

Kini, dengan kombinasi latar belakang ekonomi, kedisiplinan lapangan, dan kekuatan media, Ahmad Tarmizi berdiri tegak sebagai tokoh yang paling vokal menuntut pembersihan sistem pemerintahan. Ia tidak sekadar mengamati; ia mengawasi.

(Her)

Lawan Darurat Sampah, Kodam I/Bukit Barisan Ciptakan Incinerator Mobile: Solusi Taktis Tanpa Polusi!

MEDAN, JURNAL TIPIKOR – Di tengah tantangan pengelolaan limbah yang kian mendesak, Kodam I/Bukit Barisan (BB) melakukan terobosan nyata.

Melalui tangan terampil personel Satuan Peralatan Kodam (Paldam) I/BB, TNI Angkatan Darat berhasil menciptakan alat incinerator (pembakar sampah) ramah lingkungan dalam dua varian: skala rumah tangga dan model mobile.

Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengelolaan sampah di titik-titik strategis kompleks Kodam serta wilayah sekitarnya. Berdasarkan keterangan resmi Penkodam I/BB pada Sabtu (14/2), alat ini dirancang sebagai solusi berbasis teknologi yang efektif, efisien, dan tetap menjaga kualitas udara.

Baca juga BANDUNG DARURAT JAM RAWAN: KPAD dan Tim Gabungan Amankan Puluhan Remaja Luar Kota dalam Operasi Yustisia Malam Hari

Inovasi Dua Lapis: Taktis di Lapangan, Aman di Pemukiman

Kodam I/BB menghadirkan dua model utama yang disesuaikan dengan kebutuhan medan:

  • Incinerator Mobile: Dirancang untuk fleksibilitas tinggi. Menggunakan rangka baja beroda agar mudah dipindahkan ke lokasi mana pun yang membutuhkan penanganan sampah cepat. Alat ini dilengkapi ruang bakar drum logam dengan sistem filter khusus untuk menyaring polutan sebelum asap dilepaskan ke udara.
    * Incinerator Rumah Tangga: Ditujukan untuk area pemukiman dengan desain lebih ringkas. Sistem sirkulasi udaranya memastikan pembakaran sempurna, sementara saluran asap diarahkan menjauhi bangunan untuk menjamin keamanan warga sekitar.

Komitmen untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar alat pembakar, melainkan bagian dari strategi besar TNI dalam mendukung penanganan darurat sampah nasional.

“Melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang sederhana dan ramah lingkungan, Kodam I/BB berupaya menekan volume sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Kapendam.

Baca juga KSAD Jenderal Maruli: TNI AD ‘Gas Pol’ Kawal Program Prabowo, Dari Makan Siang Gratis Hingga Kesejahteraan Prajurit

Selain menekan penumpukan limbah di TPA, penggunaan alat ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya manajemen sampah yang praktis namun tetap bertanggung jawab secara ekologis.

Tentang Kodam I/Bukit Barisan:

Kodam I/Bukit Barisan terus berkomitmen pada pengabdian masyarakat melalui berbagai inovasi teknologi tepat guna yang mendukung kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Sumber : Penkodam I/BB

Editor : Azi

 

BANDUNG DARURAT JAM RAWAN: KPAD dan Tim Gabungan Amankan Puluhan Remaja Luar Kota dalam Operasi Yustisia Malam Hari

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bandung mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan dan hak anak di wilayahnya.

Pada Sabtu dini hari (14/02/2026), KPAD bersama Dinas Sosial (Dinsos), DP3A, dan Satpol PP Kota Bandung menggelar Operasi Gabungan (OPSGAB) Yustisia di sejumlah titik rawan pusat kota.

Operasi ini menyisir area strategis mulai dari Perempatan Lima, Asia Afrika, Masjid Agung, Kepatihan, Kebon Kalapa, Pendopo, Otista, hingga Kautamaan Istri. Langkah ini merupakan bentuk pengawasan nyata terhadap kerentanan anak pada jam-jam rawan malam hari.

Baca juga Tak Berizin, Satpol PP Kota Bandung ‘Ratakan’ Bangunan Ilegal di Pandanwangi!

Temuan Operasi: 30 Pelajar Luar Kota Terjaring

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sekelompok remaja yang masih berkeliaran di luar rumah saat dini hari.

Dalam Operasi, Petugas menemukan sekelompok remaja yang masih berkeliaran di luar rumah saat dini hari. Sabtu (14/2/2026) Poto : Dok.Jurnal Tipikor

Hasil identifikasi menunjukkan:

  • Sekitar 30 remaja berstatus pelajar setingkat SMP ditemukan di lokasi.
  • Seluruh remaja tersebut diketahui berasal dari luar Kota Bandung.
  • Petugas juga menemukan anak-anak di bawah umur yang dibawa orang tuanya bekerja hingga larut malam.

Sebagai tindakan preventif, para remaja luar kota tersebut didata dan langsung dipulangkan ke daerah asal menggunakan armada truk Satpol PP.

Sementara itu, para orang tua yang membawa anak saat bekerja diberikan peringatan keras dan edukasi agar memastikan anak-anak mereka tetap mendapatkan hak pendidikan serta tidak berada di lingkungan kerja yang berisiko.

Baca juga Gurita Bisnis di Balik Meja Pajak: KPK Bidik Modus Rangkap Jabatan 12 Perusahaan Tersangka Mulyono

Komitmen Lintas Sektor

Wakil Ketua KPAD Kota Bandung, M. Arif Djajanagara, S.H., M.Kn., yang turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar penertiban administratif.

“Langkah penertiban dilakukan semata-mata sebagai bentuk pencegahan risiko dan perlindungan terhadap anak, mengingat kerentanan mereka pada jam rawan malam hari sangat tinggi,” ujar Arif.

Di sisi lain, Ketua KPAD Kota Bandung, Ita Dianawati, S.Pd, menyatakan bahwa kolaborasi ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinsos yang dipimpin dr. H. Yorisa Sativa, M.Kes dan DP3A di bawah arahan Dra. Uum Sumiati, M.Si.

“Kami berkomitmen terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemenuhan hak anak melalui kolaborasi lintas OPD, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil.

Ini adalah langkah nyata mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Layak Anak dan Ramah Anak, yang menjadi program prioritas Bapak Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E.,” tegas Ita.

(Her)