Raja Baru Inggris: Man City Pecahkan Rekor Liverpool, Kubur Mimpi Arsenal di Wembley!

LONDON, JURNAL TIPIKOR – Manchester City resmi menahbiskan diri sebagai penguasa tunggal sejarah Piala Liga Inggris (EFL Cup). Dalam drama partai final yang berlangsung di Stadion Wembley, Minggu (22/3/2026), skuad asuhan Pep Guardiola sukses membungkam Arsenal dengan skor meyakinkan 2-0, sekaligus mengklaim gelar ke-9 mereka di ajang ini.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan trofi di lemari piala Etihad Stadium. Dengan raihan ke-9 ini, Manchester City resmi melampaui rekor Liverpool sebagai klub dengan koleksi trofi Piala Liga terbanyak sepanjang masa.

Bagi Pep Guardiola, ini merupakan trofi ke-18 yang ia persembahkan untuk The Citizens, mempertegas dominasi era keemasannya di tanah Britania.

Baca juga Japek 1 Mulai Sesak, Polisi ‘Buka Keran’ Jalur Japek 2: Lewat Sadang ke Setu Gratis!

Jalannya Pertandingan: Tembok Arsenal yang Akhirnya Runtuh

Arsenal sebenarnya tampil luar biasa dan hampir membuat frustrasi sang juara bertahan. Sepanjang babak pertama, anak asuh Mikel Arteta menerapkan strategi pressing ketat yang memaksa pemain City melakukan beberapa kesalahan distribusi bola.

Namun, kematangan mental City berbicara di sepuluh menit terakhir:

  • Menit ke-82: Memecah kebuntuan, Rodri melepaskan tembakan terukur yang gagal dihalau kiper Arsenal, mengubah skor menjadi 1-0.
  • Menit ke-90: Saat Arsenal keluar menyerang habis-habisan, Erling Haaland menghukum lini pertahanan The Gunners dengan gol penutup yang memastikan kemenangan 2-0.

Komentar Pelatih

Pasca-pertandingan, Pep Guardiola memberikan apresiasi tinggi terhadap perlawanan sengit yang diberikan Arsenal. Ia mengakui bahwa kemenangan ini diraih dengan susah payah.

“Arsenal bermain luar biasa. Pressing mereka di babak pertama benar-benar ‘gila-gilaan’. Kami dipaksa bekerja ekstra keras untuk menemukan ruang. Tapi inilah final, Anda harus bersabar dan menunggu momen yang tepat,” ujar Guardiola.

Statistik Kunci Final Piala Liga 2026

Kategori

Manchester City

Arsenal

Skor Akhir

2

0

Pencetak Gol

Rodri (82′), Haaland (90′)

Total Gelar

9 (Rekor Baru)

2

Trofi Guardiola

18 bersama Man City

Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk menyapu bersih trofi di musim 2025/2026, sementara Arsenal harus puas kembali menjadi runner-up meski menunjukkan performa yang sangat kompetitif.

(Red)

Japek 1 Mulai Sesak, Polisi ‘Buka Keran’ Jalur Japek 2: Lewat Sadang ke Setu Gratis!

KARAWANG, JURNAL TIPIKOR – Menghadapi lonjakan volume kendaraan yang kian padat di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek 1), kepolisian mengambil langkah taktis untuk mengurai kemacetan.

Mulai hari ini, akses alternatif melalui Tol Japek 2 resmi dibuka sebagai jalur penyelamat bagi para pemudik.
Kebijakan strategis ini mengarahkan kendaraan dari arah Tol Cipularang yang masuk melalui Gerbang Tol Sadang untuk dialihkan menuju Japek 2, dan nantinya keluar di Tol Setu–Burangkeng, Kabupaten Bekasi.

Jadwal dan Ketentuan Operasional
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan, menjelaskan bahwa rekayasa arus ini tidak berlaku 24 jam, melainkan pada jam-jam krusial:

  • Waktu Operasional: Pukul 09.00 s.d. 17.00 WIB.
  • Masa Berlaku: Selama periode mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
  • Tarif: GRATIS (Tanpa biaya tol untuk jalur fungsional Japek 2).

“Pengalihan arus ini kami lakukan untuk mengurangi beban kendaraan di ruas utama Tol Japek 1. Dengan dibukanya jalur ini, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih lancar dan nyaman,” ujar IPDA Cep Wildan.

Baca juga Kapolres Sukabumi Pantau Langsung Pesisir Pantai Pelabuhanratu, Kapolres “Jaga Keselamatan Keluarga”

Waspada Jalur Baru

Meski menjadi solusi “jalur cepat” dan bebas biaya, pihak kepolisian memberikan catatan penting bagi para pengguna jalan. Karena statusnya yang masih fungsional dan tergolong baru, kondisi infrastruktur memerlukan kewaspadaan ekstra dari pengemudi.

Pesan Keselamatan untuk Pemudik:

  •  Jaga Kecepatan: Jangan terlena dengan jalan yang relatif kosong.
  • Patuhi Rambu: Perhatikan petunjuk arah darurat dan arahan petugas di lapangan.
  • Cek Kondisi Fisik: Pastikan kendaraan dan pengemudi dalam stamina prima sebelum memasuki jalur alternatif.

“Kami mengingatkan kepada para pemudik agar tetap waspada dan menjaga kecepatan kendaraan. Polres Karawang bersama seluruh stakeholder akan terus memantau situasi secara real-time demi menjamin arus mudik yang aman, tertib, dan lancar,” tutupnya.
(Red)

Deklarasi Nasionalisme: Integritas Harga Mati, Jaga Kedaulatan NKRI!

Oleh : A.Tarmizi

Ketua Umum Komunitas Peci Hitam

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Di tengah derasnya arus perubahan global yang tak terbendung, semangat nasionalisme kembali diuji. Bukan hanya oleh tekanan ekonomi dan ketimpangan sosial, tetapi juga oleh infiltrasi ideologi yang berpotensi menggerus jati diri bangsa. Dalam situasi seperti ini, kesadaran kolektif sebagai bagian dari harus bangkit—bukan sekadar sebagai wacana, tetapi sebagai gerakan nyata.

Bangsa ini tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari perjuangan panjang, darah, dan air mata para pendiri negeri. bukan sekadar batas geografis, tetapi simbol persatuan yang tidak bisa ditawar. Namun hari ini, realitas menunjukkan bahwa kesejahteraan belum merata. Ketimpangan ekonomi masih terasa, kemiskinan belum sepenuhnya terselesaikan, dan praktik korupsi masih menjadi ancaman serius bagi kepercayaan publik.

Dalam ruang-ruang ketidakpuasan itulah, paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan berusaha masuk—mencari celah, memecah belah, dan merongrong fondasi negara. Maka, nasionalisme tidak boleh lagi dipahami sebagai simbol atau seremoni. Nasionalisme adalah sikap hidup. Ia adalah keberanian untuk berdiri tegak menjaga kedaulatan bangsa.

Komunitas Peci Hitam, bersama berbagai elemen masyarakat, menyatakan sikap tegas: berdiri dalam satu barisan untuk memperkuat integritas, menjaga persatuan, dan menolak segala bentuk ideologi yang mengancam keutuhan bangsa. Ini bukan sekadar deklarasi—ini adalah panggilan moral untuk seluruh anak negeri.

Wakil Panglima Komunitas Peci Hitam, Muhtar. Poto : Jurnal Tipikor

Hal senada, Wakil Panglima Komunitas peci hitam, Muchtar mengatakan, Peran (TNI) sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan tetap tidak tergantikan. Namun, kekuatan sejati bangsa tidak hanya terletak pada senjata, melainkan pada kesadaran rakyatnya. Dukungan masyarakat terhadap TNI adalah benteng kokoh dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Lebih jauh, pendidikan bela negara harus menjadi prioritas. Generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus kuat secara karakter. Cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang berdaulat.

Kami juga menyerukan kepada pemerintah untuk tidak abai. Kebijakan harus hadir secara nyata dan berpihak kepada rakyat: pemerataan ekonomi, akses pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang adil, serta penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Karena nasionalisme tidak akan tumbuh di atas ketimpangan—ia hanya akan hidup dalam keadilan.

Indonesia tidak boleh goyah. Indonesia tidak boleh kalah.

Demi keutuhan NKRI, harga mati!
Bersama Komunitas Peci Hitam, kita jaga Indonesia! 🇮🇩

Kapolres Sukabumi Pantau Langsung Pesisir Pantai Pelabuhanratu, Kapolres “Jaga Keselamatan Keluarga”

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. turun langsung ke kawasan wisata Pantai Palabuhanratu untuk memastikan situasi keamanan dan keselamatan para wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran, Minggu (22/03).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan secara langsung kepada para pengunjung agar selalu mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan pantai.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Namun kami tegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Dr. Samian.

Baca juga Distributor Jadi Pengecer, Dinas Perdagangan Kab. Bandung Sedang “Tidur Nyenyak” atau Pura-Pura Buta?

Ia menekankan bahwa kawasan Pantai Palabuhanratu memiliki karakter ombak yang cukup besar dan arus laut yang kuat, sehingga wisatawan diminta untuk tidak berenang di area yang telah ditandai sebagai zona berbahaya.

“Jangan pernah abaikan rambu peringatan. Jika sudah ada tanda larangan, itu berarti area tersebut berisiko tinggi. Jangan sampai liburan yang seharusnya menyenangkan justru berubah menjadi musibah,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar pantai guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Khusus kepada para orang tua, kami minta untuk tidak lengah. Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan, terutama saat berada dekat air,” tambahnya.

Baca juga Pemkab Sukabumi Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriyah Di Bale Budaya Pudak Arum, Bupati “Mari Kita Saling Memaafkan”

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sukabumi juga menyoroti masih adanya penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut wisatawan. Ia menegaskan bahwa hal tersebut sangat berbahaya dan dilarang.

“Kami melarang keras penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang. Risiko kecelakaannya sangat tinggi, apalagi di jalur wisata yang padat. Gunakan kendaraan yang layak dan sesuai peruntukannya,” ujarnya dengan tegas.

Kapolres berharap seluruh masyarakat dapat lebih disiplin dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama berwisata.

“Kami ingin semua yang datang ke Palabuhanratu bisa kembali pulang dengan selamat dan membawa kenangan indah, bukan duka. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Polres Sukabumi bersama instansi terkait akan terus meningkatkan patroli, pengamanan, serta memberikan edukasi secara humanis kepada masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di kawasan wisata Pantai di Kabupaten Sukabumi.

(Rama)

Pemkab Sukabumi Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriyah Di Bale Budaya Pudak Arum, Bupati “Mari Kita Saling Memaafkan”

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di Bale Budaya Pudak Arum, Pendopo Sukabumi, pada Minggu, (22/03/2026). Kegiatan halal bihalal tersebut dihadiri berbagai unsur yang ada di Kabupaten Sukabumi. Baik dari pemerintah, swasta, organisasi, partai politik, hingga yang lainnya.

Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., mengatakan bahwa halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari segala khilaf, serta mempererat tali persaudaraan. Bahkan, semangat fitrah ini menjadi energi baru untuk memperkokoh kebersamaan, meningkatkan etos kerja, integritas, serta profesionalisme dalam melayani masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Baca juga  Besok Puncak “Serbuan” Pemudik Lokal, Kakorlantas Siagakan Personel di Jalur Aglomerasi

H. Asep Japar meyakini, semangat kebersamaan akan berdampak besar dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Terutama dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul,berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Dengan semangat kebersamaan, kami yakin visi Mubarakah dapat terwujud. Meskipun di tengah tantangan zaman yang luar biasa,” ucapnya.

Di momen tersebut, H. Asep Japar pun meminta maaf kepada masyarakat atas kinerjanya selama setahun yang belum maksimal. Namun masih terdapat empat tahun ke depan yang akan dimaksimalkan untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi.

“Satu tahun kerja bersama Pak wakil bupati,masih banyak hal yang belum maksimal. Masih ada waktu empat tahun ke depan yang akan kami maksimalkan,” ungkapnya.

Baca juga KPK: 10 Kepala Daerah Terjaring OTT, Korupsi Masih Pakai ‘Lagu Lama’ dan Rapuhnya Integritas

Namun sejumlah prestasi pun diraih di satu tahun kepemimpinan. Salah satunya ialah penurunan angka kemiskinan, swasembada pangan, hingga peningkatakan SDM.

“Sejak 2025 ratusan beasiswa telah kami berikan untuk putra/putri terbaik di Kabupaten Sukabumi. Beasiswa ini terus bergulir di 2026 ini. Semua ini dilaksanakan untuk meningkatkan SDM Kabupaten Sukabumi,” bebernya

Di momen yang fitrah ini, Bupati pun memohon doa untuk Kabupaten Sukabumi. Terutama berkaitan kemajuan Kabupaten Sukabumi.

“Kami mohon doanya akan Sukabumi semakin maju. Semoga pula Sukabumi dapat terbebas dari bencana,” pungkasnya.

(Rama)

Gas untuk Rakyat, Untung untuk Oknum? Dugaan Bisnis Tabung Subsidi Lintas Provinsi Terkuak

Konawe, JURNAL TIPIKOR – Di tengah upaya pemerintah menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran, muncul dugaan praktik yang justru berbanding terbalik. Sebuah kendaraan roda empat dilaporkan mengangkut tabung gas bersubsidi secara ilegal dari Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, menuju Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Informasi yang beredar mengindikasikan bahwa aktivitas ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bagian dari rantai distribusi ilegal yang berpotensi merampas hak masyarakat kecil. Tabung gas yang sejatinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu diduga dialihkan demi kepentingan keuntungan pribadi.

Yang lebih memprihatinkan, dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam praktik ini turut mencuat. Jika benar, hal ini menjadi ironi tersendiri—di saat hukum seharusnya ditegakkan, justru diduga dimanfaatkan sebagai tameng kepentingan bisnis ilegal.

Mobil Pengangkut Tabung Gas yang di duga ilegal. Poto : Jurnal Tipikor

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang terkait identitas maupun status hukum pihak yang diduga terlibat. Sikap tidak kooperatif terhadap media semakin menambah tanda tanya besar di tengah publik.

Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa pengawasan distribusi barang bersubsidi masih memiliki celah yang perlu segera diperbaiki. Aparat penegak hukum dan instansi terkait diharapkan tidak tinggal diam, melainkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.

Publik menunggu: apakah hukum akan berdiri tegak, atau justru kembali tunduk pada kepentingan oknum?

Pewarta : Asri

Editor: Azi

 

 

Besok Puncak “Serbuan” Pemudik Lokal, Kakorlantas Siagakan Personel di Jalur Aglomerasi

KABUPATEN BEKASI, JURNAL TIPIKOR – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan peringatan dini terkait lonjakan pergerakan masyarakat di wilayah perkotaan. Puncak kepadatan pemudik lokal di wilayah aglomerasi diprediksi akan meledak pada Minggu (22/3/2026) atau tepat pada H+1 Lebaran 2026.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa fenomena “mudik lokal” antarkota bertetangga sering kali menciptakan simpul kemacetan yang lebih kompleks dibanding arus mudik utama.

 “Justru besok ini akan padat aglomerasi itu. Jadi, mudik lokal dari Solo ke Semarang, Semarang ke Solo, dari Bogor ke Bekasi, itu kita antisipasi, besok,” ujar Irjen Pol. Agus di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Sabtu (21/3).

Titik Pantau Utama & Strategi Keamanan

Untuk membendung kepadatan tersebut, Polri telah memetakan wilayah-wilayah krusial yang menjadi titik kumpul silaturahmi warga, antara lain:

  • Solo Raya & Semarang Raya
  • Malang Raya
  •  Jabodetabek
  • Bali

Langkah antisipasi dilakukan dengan menyiagakan penuh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu di jalur-jalur rawan macet.

Seluruh personel diinstruksikan untuk tetap berada di posisi (stand by) guna memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi warga yang tengah bersilaturahmi.

Menatap Arus Balik Nasional

Selain fokus pada dinamika aglomerasi, Korlantas Polri bersama stakeholders terkait juga mulai mematangkan strategi untuk menghadapi arus balik nasional. Berdasarkan data prakiraan, gelombang kepulangan pemudik akan terbagi menjadi dua fase utama:


“Kami mengharapkan seluruh petugas tetap siaga memantau perjalanan, baik itu mudik lokal maupun pemudik dari Jakarta yang sedang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” pungkasnya.

Sumber : Antara

Editor : Azi

Rakyat Merajut Rindu di Jantung Istana: Lebaran Haru Bersama Presiden Prabowo

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta yang biasanya kaku dan formal, berubah menjadi lautan senyum dan haru pada Sabtu (21/03/2026).

Presiden Prabowo Subianto menggelar Open House (Gelar Griya) Idul Fitri 1447 Hijriah, membuka pintu lebar-lebar bagi ribuan warga yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pemimpinnya.

Bagi masyarakat yang memadati kawasan Istana sejak pagi buta, momen ini bukan sekadar tradisi tahunan. Ini adalah pengalaman langka yang mengikis sekat antara penguasa dan rakyatnya.

Baca juga Tips Mudik Lebaran 2026

Harapan yang Terwujud

Ribuan warga dari berbagai latar belakang rela mengantre demi momen berjabat tangan. Reza, salah satu warga yang hadir, mengaku telah lama menantikan kesempatan ini setelah terinspirasi dari pelaksanaan gelar griya pada tahun-tahun sebelumnya.

 “Saya berkaca dari tahun-tahun sebelumnya yang mana Istana Negara selalu membuka open house. Jadi, tahun ini saya mencoba untuk ikut,” ucap Reza dengan nada antusias.

Kehangatan Tanpa Batas

Di sudut lain, suasana haru menyelimuti kehadiran Nina yang mendampingi adiknya, Samuel, seorang penyandang disabilitas. Bagi mereka, menembus kerumunan bukanlah hambatan demi satu tujuan: bertemu Presiden.

“Saya senang sekali, memang niatnya untuk datang Lebaran ke sini, terutama adikku ini. Kita sama-sama tadi naik busway, satu tujuan untuk datang mau ketemu Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terbaik,” ungkap Nina penuh syukur.

Keceriaan masa kecil pun turut mewarnai Istana. Ayu, seorang anak yang datang bersama orang tuanya, tak bisa menyembunyikan binar matanya setelah berhasil bersalaman dan menerima hadiah langsung dari tangan Presiden. “Senang banget, bahagia. Bisa ketemu, dapat mainan,” tuturnya singkat namun bermakna.

Baca juga Kasus Andrie Yunus Jadi ‘Batu Uji’ Kepercayaan Dunia, Kementerian HAM: Jangan Ada Distorsi Hukum!

Doa untuk Indonesia Maju

Momen pertemuan ini juga menjadi ajang bagi rakyat untuk menitipkan doa bagi sang pemimpin. Thalia dan Marco, yang biasanya hanya melihat sang Presiden melalui layar gawai, mengaku tergetar saat bisa berhadapan langsung.

“Senang banget bisa salaman langsung sama Pak Prabowo. Semoga beliau sehat selalu dan sukses selalu untuk memajukan Indonesia,” ujar Thalia.

Gelar Griya Idul Fitri 1447 H di Istana Kepresidenan tahun ini membuktikan bahwa di balik dinding kokoh pusat kekuasaan, terdapat ruang pertemuan yang hangat dan humanis. Momen ini menjadi penanda kuatnya ikatan batin antara Presiden Prabowo Subianto dengan rakyatnya di hari kemenangan.

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

KPK: 10 Kepala Daerah Terjaring OTT, Korupsi Masih Pakai ‘Lagu Lama’ dan Rapuhnya Integritas

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat daerah di Indonesia.

Berdasarkan evaluasi terhadap 10 Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan kepala daerah sepanjang periode 2025 hingga Maret 2026, KPK menemukan fakta bahwa modus operandi korupsi terus berulang tanpa ada perubahan signifikan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pola-pola yang ditemukan di lapangan mencerminkan penyakit lama yang belum sembuh dalam birokrasi.

 “Polanya serupa, dan modus yang sama kerap terjadi atau berulang. Mulai dari suap proyek, pemerasan, jual beli jabatan, hingga gratifikasi,” ujar Budi Prasetyo kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (20/3).

Bukan Sekadar Celah Sistem, Tapi Masalah Integritas

KPK menegaskan bahwa rentetan penangkapan ini menunjukkan bahwa perbaikan sistem saja tidak cukup. Benang merah dari seluruh kasus ini adalah penyalahgunaan kewenangan.

“Hal ini menunjukkan bahwa celah korupsi tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada integritas individu yang menjalankannya,” tegas Budi.

Baca juga Gema Takbir di Balik Jeruji: KPK Fasilitasi Salat Id 67 Tahanan Koropsi, Termasuk Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang rapuh secara moral menjadi pintu masuk utama terjadinya tindak pidana korupsi.

Peringatan untuk Hasil Pilkada 2024
Data KPK menunjukkan bahwa 10 kepala daerah yang terjaring OTT merupakan hasil Pilkada 2024.

Hal ini menjadi sinyal merah sekaligus peringatan bagi pemimpin daerah lainnya agar segera melakukan perbaikan menyeluruh, tidak hanya pada tata kelola administrasi tetapi juga pada budaya kepemimpinan.

Baca juga Obral Murah Derajat Hilal: PBNU Endus Aroma“Pesanan” Lebaran Serentak yang Paksa Logika

Berikut adalah daftar kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK periode 2025–2026:

Tahun 2025:

  1. Abdul Azis (Bupati Kolaka Timur)
  2. Abdul Wahid (Gubernur Riau)
  3. Sugiri Sancoko (Bupati Ponorogo)
  4. Ardito Wijaya (Bupati Lampung Tengah)
  5. Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi)

Januari – 20 Maret 2026:

  1. Maidi (Wali Kota Madiun)
  2. Sudewo (Bupati Pati)
  3. Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan)
  4. Muhammad Fikri Thobari (Bupati Rejang Lebong)
  5.  Syamsul Auliya Rachman (Bupati Cilacap)

Langkah ke Depan

KPK meminta seluruh kepala daerah untuk memprioritaskan pelayanan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

“Tidak hanya memperkuat tata kelola, tetapi juga membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutup Budi.

(Azi)

Obral Murah Derajat Hilal: PBNU Endus Aroma “Pesanan” Lebaran Serentak yang Paksa Logika

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah (LF) mencium aroma tidak sedap menjelang penetapan 1 Syawal 1447 H.

Di tengah kerinduan umat akan gema takbir, muncul indikasi adanya “tangan-tangan kreatif” yang mencoba mengutak-atik angka dan kriteria ilmiah demi mengejar kosmetik politik bernama “Lebaran Serentak”.

PBNU secara tegas memperingatkan Kementerian Agama (Kemenag) agar tidak terjebak dalam permainan angka yang menggadaikan aturan hukum demi simbolisme semu.

Baca juga Kasus Andrie Yunus Jadi ‘Batu Uji’ Kepercayaan Dunia, Kementerian HAM: Jangan Ada Distorsi Hukum!

Matematika yang Dipaksa “Selingkuh”

Berdasarkan data hisab LF PBNU pada Kamis, 29 Ramadhan 1447 H (19 Maret 2026 M), posisi hilal di seluruh Indonesia masih konsisten “tiarap” di bawah standar. Padahal, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 yang merujuk kriteria MABIMS sudah sangat jelas mematok harga mati:

  • Tinggi Hilal Minimal: 3 derajat
  • Elongasi Minimal: 6,4 derajat

Faktanya: Di titik tertinggi sekalipun (Sabang, Aceh), tinggi hilal hanya mentok di 2 derajat 53 menit dengan elongasi 6 derajat 09 menit. Sementara di Jakarta, hilal makin mungil di posisi 1 derajat 43 menit.

Waspada Rukyah “By Design”

Katib Syuriyah PBNU, KH Sarmidi Husna, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap upaya menurunkan standar elongasi secara mendadak menjadi 6 derajat saja—sebuah “diskon” ilmiah yang hanya bertujuan agar hilal dipaksakan memenuhi syarat.

 “Kami mencium ada upaya mengirim tim rukyah ke wilayah tertentu dengan target ‘pesanan’ hasil: harus melihat hilal. Jangan sampai data ilmiah dikalahkan oleh ambisi seragam yang dipaksakan. Ini urusan ibadah, bukan proyek seremonial,” tegas Kiai Sarmidi.

Istikmal: Karena Ibadah Bukan Barang Dagangan

Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa, menilai logika memaksakan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026 sebagai tindakan yang “berantakan”.

Secara syar’iyyah, jika hilal tidak mungkin terlihat (di bawah limit imkanur rukyah), maka tidak ada pilihan lain selain Istikmal—menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari.

“Jangan gegabah mengotak-atik angka demi kemauan pihak tertentu. Menggampangkan (tasaahul) urusan ibadah syar’iyyah sangat dibenci oleh Syara’. Kita harus konsisten pada aturan yang kita buat sendiri, bukan malah menjadi pesulap angka di detik-detik terakhir,” ujar Kiai Sirril pedas.

PBNU mendesak Kemenag untuk tetap tegak lurus pada aturan hukum dan hasil sains falak yang valid. Jika hilal memang belum saatnya muncul, jangan dipaksa lahir prematur hanya demi foto bersama saat Idul Fitri yang seragam.

Baca juga Plafon RS Bedas Pacira “Ambruk”, Bupati Dadang Supriatna Perintahkan Perbaikan Total: Ganti GRC!

Kesimpulan PBNU

Berdasarkan hasil halaqah Nasional, PBNU telah mengbil sikap resmi:

  1. Menolak setiap kesaksian Rukyah (melihat bulan) jika data hisab menunjukan posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah
  2. Menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 M
  3. Meminta Kemenag untuk menjunjung tinggi asas Ikhtiyath (kehati-hatian) dan tidak tunduk pada tekanan politik penyatuan kalender yang menabrak aturan hukum

(Red)