Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Raih Kinerja Signifikan di Bawah Kepemimpinan Menteri Agus Andrianto

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR—– Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus menunjukkan performa luar biasa melalui berbagai program strategis dan inovasi signifikan, setelah pemisahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Hal ini disampaikan oleh Dr. Suriyanto Pd, SH., MH., M.Kn., yang mencatat efektivitas pemisahan tersebut dalam meningkatkan fokus dan kinerja kementerian.

Sejak dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Agus Andrianto, Kemenimipas telah mencatatkan berbagai pencapaian penting. Dikenal dengan prinsip “tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja,” Menteri Agus Andrianto telah memimpin berbagai terobosan yang berdampak luas.

Baca juga Warga Padasuka Ajak Warga Bandung Menuju Nol Sampah

Pencapaian dan Inovasi Utama

  • Peningkatan Keuangan Negara: Kemenimipas berhasil meningkatkan pendapatan dari sektor keimigrasian secara signifikan.
  • Program Kesejahteraan Warga Binaan: Kementerian fokus pada program yang memungkinkan warga binaan memiliki tabungan saat mereka keluar dari penjara, serta melakukan pembenahan fasilitas di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.
  • Ketahanan Pangan: Kemenimipas mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melibatkan warga binaan dalam penanaman padi, peternakan, dan pelatihan kerajinan.

Dukungan untuk Program Pemerintah dan Kesejahteraan Pegawai
Dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, Kemenimipas bekerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk menyediakan 6.000 unit rumah terjangkau bagi pegawai yang belum memiliki tempat tinggal. Inisiatif ini selaras dengan target RPJMN 2025–2029 untuk pembangunan tiga juta rumah.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia
Kementerian juga berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan demi mewujudkan sistem yang modern dan terintegrasi.
Menteri Agus Andrianto juga menyoroti lima prioritas yang ditekankan oleh Presiden Prabowo, yaitu:

  • Pemberantasan peredaran narkoba di lapas.
  • Pengembangan ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan.
  • Mengatasi masalah kelebihan kapasitas (overcapacity) di lapas.
  • Mempersiapkan lapas modern dan lembaga pendidikan yang layak.
  • Memperhatikan keselamatan pekerja migran.

Akselerasi Program dan Komitmen Pelayanan Publik

Beberapa program lain yang sedang diakselerasi meliputi pemberantasan narkoba di lapas, dukungan ketahanan pangan dengan produksi hidroponik dan tambak ikan oleh warga binaan, serta bantuan sosial untuk keluarga warga binaan yang tidak mampu.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Selain itu, Kemenimipas juga fokus pada peningkatan layanan publik di bidang keimigrasian dan penguatan kebanggaan lembaga pendidikan dengan mengembalikan nama POLTEKIM dan POLTEKIP menjadi Akademi Imigrasi dan Akademi Ilmu Pemasyarakatan.

Menteri Agus Andrianto menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyederhanaan birokrasi sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.

(Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan)

 

Kepolisian Resor Garut Mengolah TKP Kematian Aktor Preman Pensiun Encuy

GARUT, JURNAL TIPIKOR – Kepolisian Resor Garut tengah melakukan penyelidikan atas meninggalnya Nandi Juliawan, seorang aktor yang dikenal dengan perannya sebagai Encuy dalam sinetron komedi Preman Pensiun.

Encuy ditemukan meninggal di rumahnya di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menyatakan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Inafis menunjukkan adanya indikasi bunuh diri. “Ditemukan tanda-tanda bunuh diri,” ujar AKP Joko di Garut, Minggu (7/9)

Baca juga Warga Padasuka Ajak Warga Bandung Menuju Nol Sampah

Menurut AKP Joko, polisi menerima laporan pada Sabtu (6/9) malam mengenai meninggalnya Encuy. Sejumlah personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk anggota keluarga.

Saksi mata mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung. Istri korban adalah orang pertama yang menemukan kejadian ini, setelah ia pulang dari berjualan. Ia kemudian langsung melaporkan peristiwa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, Encuy telah meninggal dunia dengan tanda-tanda gantung diri. Jenazah korban pun langsung dimakamkan pada malam itu juga.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

AKP Joko menambahkan bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga penyebab pasti kematiannya tidak dapat dipastikan lebih lanjut. “Keluarga keberatan untuk autopsi,” pungkasnya.

(Antara)

Warga Padasuka Ajak Warga Bandung Menuju Nol Sampah

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR-— Antusiasme luar biasa terlihat di Kelurahan Padasuka dalam acara Pazero Fest, sebuah gerakan kolaboratif untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung. Acara ini dipusatkan di Gedung Serbaguna RW 06 dan dimulai dengan apel pembukaan serta pemukulan gong yang menandai dimulainya kerja bakti massal.

Pazero Fest melibatkan ratusan warga dari 16 Rukun Warga (RW) yang bergotong-royong membersihkan tiga sungai, yaitu Sungai Cidurian, Sungai Ciharalang, dan Sungai Ciparungpung. Ketua pelaksana kegiatan, Adang Hidayat, menjelaskan bahwa Pazero Fest adalah inisiatif bersama dari ketua RW dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dengan dukungan penuh dari pihak kelurahan dan kecamatan.

“Kegiatan ini bukan hanya kerja bakti massal, tapi juga serangkaian acara seperti lomba kebersihan antar-RW, lomba daur ulang, dan lomba mewarnai untuk anak-anak,” ujar Adang.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Ia berharap Pazero Fest dapat menjadi tradisi tahunan yang mengakar kuat di Padasuka.

Padasuka, Pionir Kawasan Bebas Sampah (KBS)

Lurah Padasuka, Zimmi Muslim, mengungkapkan bahwa 16 RW di wilayahnya telah berhasil meraih kategori Kawasan Bebas Sampah (KBS) Pratama. Bahkan, dua RW (RW 02 dan RW 12) telah naik ke kategori Madya, dan RW 06 mencapai kategori Utama.

“Di RW 06, lebih dari 80 persen warga sudah memilah sampah. Kami bahkan sudah memiliki mesin insinerator, rumah maggot, bank sampah, dan ‘buruan pangan’ seperti kolam ikan,” jelas Zimmi.

Ia menambahkan, kolaborasi kuat antara kader PKK, posyandu, dan masyarakat menjadikan Padasuka sebagai percontohan bagi kelurahan lain di Kota Bandung.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turut mengapresiasi komitmen warga Padasuka. Menurutnya, kerja bakti ini adalah manifestasi nyata dari komitmen warga terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Padasuka menjadi pelopor gerakan nol sampah (Zero Waste) dengan paradigma baru, yaitu kolaborasi dan gotong royong,” tegas Erwin.

Penyerahan Alat Kebersihan & Rangkaian Acara Mendatang
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis alat kebersihan dari Pemerintah Kota Bandung kepada para ketua RW, sebagai bentuk dukungan atas gerakan warga.

Rangkaian acara Padasuka Festival akan terus berlanjut hingga 20 September 2025, dengan agenda puncak berupa karnaval budaya nusantara. Melalui acara ini, Kelurahan Padasuka meneguhkan posisinya sebagai pelopor gerakan Zero Waste berbasis komunitas di Kota Bandung. (ZIZ)

Kota Bandung Raih Penghargaan ASEAN, Jadi Teladan dalam Pengelolaan Air Bersih

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Kota Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota kreatif yang peduli lingkungan. Dalam ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award and 5th Certificates of Recognition (CoR), Kota Bandung berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Clean Water for Big Cities.

Penghargaan bergengsi ini diumumkan pada 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME) di Langkawi, Malaysia, pada 2–3 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh para Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN, pejabat senior, dan perwakilan kota penerima penghargaan, termasuk Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Bersama empat kota lain dari Indonesia—Kota Malang, Kota Padang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Banyumas—Kota Bandung menonjol dalam upaya mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, hijau, dan layak huni, sejalan dengan tujuan program ESC yang diinisiasi ASEAN sejak 2008.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Konsistensi Menjaga Keberlanjutan Air
Penghargaan ESC diberikan kepada 10 kota dan CoR kepada 19 kota dalam lima kategori.

Bandung berhasil membuktikan konsistensi dalam penyediaan air bersih, kapasitas pasokan, pengelolaan sumber daya air, konservasi, dan edukasi masyarakat, yang menjadi kriteria ketat untuk kategori Clean Water for Big Cities.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kebanggaannya.

“Bandung merasa terhormat dinominasikan sebagai kota berkelanjutan yang ramah lingkungan. Sebagai wali kota, saya bangga memperkenalkan kota kami, pusat kreatif di Cekungan Bandung yang menjadi rumah bagi lebih dari 2,5 juta orang,” ungkapnya.

Farhan menambahkan, 91,68% penduduk Bandung kini memiliki akses terhadap air minum aman, dan 82,55% rumah tangga dilayani pengelolaan air domestik yang efektif.

“Menjaga air adalah menjaga kehidupan. Kami tanamkan nilai konservasi sejak dini melalui program sekolah, agar anak-anak tumbuh menjadi penjaga lingkungan,” tegas Farhan.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Pengakuan Internasional dan Komitmen ke Depan

Prestasi ini melengkapi serangkaian pengakuan internasional dan nasional yang telah diraih Kota Bandung, termasuk dari Circular City World 2024 dan penghargaan inovasi sanitasi berkelanjutan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Bandung bukan hanya kota kreatif, tetapi juga kota yang serius dalam menjaga masa depan lingkungannya.

“Kami akan terus melangkah maju untuk membangun Bandung yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan untuk Indonesia, untuk dunia,” tutup Farhan.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kota Bandung, tetapi juga menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.

Di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim, Bandung menunjukkan bahwa kota besar pun bisa menjadi teladan dalam tata kelola lingkungan, khususnya dalam penyediaan air bersih yang layak bagi warganya.

(Diskominfo kota Bandung)

Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Bandung, JURNAL TIPIKOR— Wali Kota Bandung, Farhan, melakukan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) ke tiga kelurahan pada Sabtu malam.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memantau keamanan, tetapi juga menjadi momen untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan.

Mulai pukul 19.30 WIB, rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, memulai kunjungan dari Kelurahan Merdeka, lalu melanjutkan ke Kelurahan Cihaurgeulis, dan terakhir ke Kelurahan Cikutra.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Wali Kota Farhan Tekankan Pentingnya Partisipasi Warga dalam Menjaga Keamanan

Dalam setiap kunjungannya, Wali Kota Farhan menekankan bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat.

“Bandung tidak mengenal zona merah. Yang menjaga keamanan bukan hanya aparat, tetapi juga warga. Prinsipnya adalah warga jaga warga, warga jaga kota,” ujar Farhan saat menyapa warga di RW 02 Kelurahan Merdeka.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Kegiatan Siskamling yang diintensifkan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Jawa Barat yang meminta seluruh daerah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Farhan menyebut bahwa semangat keguyuban warga Bandung adalah pertahanan terkuat untuk menjaga kota tetap kondusif. “Insyaallah dengan kebersamaan, Bandung akan selalu jadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.

Bantuan Sosial untuk Lansia, Bentuk Kepedulian di Tengah Pemulihan Ekonomi

Di sela agenda patroli, Farhan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial secara simbolis menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi para lansia.

Menurut Farhan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok yang paling rentan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya merata.

“Ekonomi memang mulai membaik, tetapi belum merata. Lansia adalah kelompok yang paling rentan, sehingga kita prioritaskan bantuan bagi mereka,” jelasnya.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Ia berharap dukungan sosial ini dapat memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi para orang tua di Bandung.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari warga dan tokoh masyarakat, yang menilai kehadiran langsung Wali Kota menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kota Bandung dalam melayani masyarakat secara merata.

Di Kelurahan Cihaurgeulis, Farhan bahkan disambut hangat oleh warga yang tengah merayakan HUT ke-80 RI dengan menggelar bazar, menunjukkan interaksi langsung dan positif antara pemimpin dan warganya.

(Red)

WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memberikan apresiasi tinggi kepada warga RW 14 Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, atas inisiatif mereka menampilkan kesenian wayang golek dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Acara yang digelar pada Jumat (5/9) malam tersebut dinilai sebagai bukti nyata komitmen warga dalam melestarikan budaya Sunda.

“Saya ucapkan terima kasih karena RW 14 melaksanakan peringatan kemerdekaan dengan menghadirkan wayang golek. Ini bentuk cinta budaya Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Erwin.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Pentingnya Kolaborasi dan Gotong Royong

Selain mengapresiasi pelestarian budaya, Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong royong di kalangan warga, khususnya Karang Taruna. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Bandung yang berlandaskan kebersamaan.

“Pemuda RW 14 harus terus semangat, jadilah generasi yang tangguh. Insyaallah, doa orang tua akan selalu menyertai kalian untuk sukses dunia akhirat,” pesannya, mengingatkan agar generasi muda menjadi pribadi yang saleh, sukses, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Mengisi Kemerdekaan dengan Perjuangan Positif

Erwin juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan. Oleh karena itu, warga harus mengisi kemerdekaan dengan menjaga lingkungan, mencegah kemungkaran, dan mempererat tali silaturahmi.

“Insyaallah RW 14 bisa menjadi lingkungan yang rukun, kompak, dan menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur,” pungkasnya.

(Red)

KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami status satu unit kendaraan roda empat, Mercedes-Benz 280 SL, yang disita dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Langkah ini diambil untuk menemukan solusi terbaik dalam proses asset recovery atau pemulihan kerugian keuangan negara, menyusul informasi bahwa kendaraan tersebut ternyata belum lunas dibayarkan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari keterangan yang diperoleh penyidik, pembayaran atas aset tersebut belum selesai.

“Agar tidak ada kendala jika dilakukan lelang, saat ini penyidik masih mendalami kedudukan barang bukti tersebut untuk mendapatkan solusi terbaik dalam optimalisasi asset recovery bagi negara,” ujar Budi.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Mobil klasik yang terdaftar atas nama Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, ini disita KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021-2023.

Budi menambahkan, jika ada pihak terkait, seperti Ilham Akbar Habibie, putra B.J. Habibie, yang ingin memiliki kembali mobil tersebut, mereka harus mengikuti mekanisme lelang yang akan diselenggarakan oleh KPK.

Saat ini, mobil tersebut masih dalam status sitaan KPK dan menunggu putusan majelis hakim. “Jika nanti diputuskan oleh majelis hakim dirampas untuk negara, maka mobil itu selanjutnya dapat dilakukan lelang ataupun mekanisme lainnya sehingga dapat dikonversi menjadi rupiah untuk masuk dalam siklus keuangan negara,” jelas Budi.

Baca juga Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

Lima Tersangka dalam Kasus Korupsi BJB

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025. Mereka adalah:

  • Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi (YR)
  •  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB, Widi Hartoto (WH)
  • Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD)
  • Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, Suhendrik (Suh)
  • Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma (SJK)

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus ini mencapai sekitar Rp222 miliar.

Penggeledahan di rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025, yang juga menyita sejumlah kendaraan, merupakan bagian dari penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti.

(AZI)

DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO-I ) Kabupaten Sukabumi menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H sekaligus pembagian santunan bagi anak-anak yatim piatu dan jompo yang bertempat di Kantor DPD IWO-I, Jln. Pakuwon, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A9, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Jum'at (05/09/2025).

Acara tersebut dihadiri Asda 3, H. Yulipri, ST.,M.T., sebagai perwakilan dari Pemda Sukabumi, Camat Parungkuda, Kurniawan Lismana, AP., Kepala Desa Parungkuda, Didih Jaenudin, Ketua GAPPS yang akrab disapa Bang Rian dan tamu undangan lainnya.

Adapun penceramah diisi oleh Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) Ar-Ridho, KH. Nanang Sumpena, S.Pd.I. (Ki Pancuran).

Baca juga Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

Acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim piatu ini merupakan wujud dari kepedulian DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan jompo. Berkat bantuan dari para dermawan yang peduli dengan nasib anak-anak yatim piatu sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses

Ketua DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur dan juga terimakasih kepada para donatur baik itu dari Pemerintahan, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Kepala Desa dan juga dari yang lainnya sehingga acara ini dapat terselenggara dengan sukses.

“Alhamdulillah, Saya selaku Ketua DPD-IWO-I Kabupaten Sukabumi mengucapkan Terimakasih Banyak kepada Pemda Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi, Kejari Sukabumi, para Kepala Dinas dan Jajaran, Pak Camat Parungkuda, Pak Kades, Bang Rian (Ketua GAPPS) dan seluruh donatur lainnya yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu, semoga apa yang telah dikeluarkan baik itu materi, waktu dan juga tenaganya untuk kelancaran acara ini, InsyaAllah Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda,”ucapnya.

Baca juga Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

Lanjut Heriyadi, Dengan lancarnya acara ini kita bisa belajar bahwa dengan persatuan, gotong royong dan juga kepedulian tidak ada yang tidak bisa kita lakukan, tidak ada yang sulit. Saya berharap, kita semua dapat terus berkolaborasi, bergandengan tangan dan saling bahu membahu bersama untuk mewujudkan cita-cita Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.

Di lokasi yang sama, Asda 3, H. Yulipri, menyampaikan apresiasi terhadap DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi. Dimana, acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim piatu ini merupakan wujud dari kepedulian DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu.

“Saya mewakili pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sangat mengapresiasi dan kita harus selalu menjaga silaturahmi juga mengasihi anak yatim piatu, karena mereka adalah bagian dari kita semua. Salah satunya, Dengan kegiatan positif seperti inilah Kabupaten Sukabumi akan menjadi Mubarokah”ujarnya.

Baca juga KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek

Sementara itu, KH. Nanang Sumpena, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

“Marilah kita memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta menjaga silaturahmi dan mengasihi anak yatim piatu,”ajaknya.

Dalam acara ini, diberikan juga santunan kepada anak-anak yatim piatu. Santunan ini diberikan sebagai wujud dari kepedulian DPD IWO-I beserta para donatur baik itu dari Pemerintah, DPRD, Kejaksaan, pengusaha yang peduli terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu.

Dengan demikian, acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim piatu ini diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta menjaga silaturahmi dan mengasihi anak yatim piatu. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama.

(Rama)

Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat merupakan benteng utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bandung.

Hal ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan langsung ke tiga kecamatan, yaitu Mandalajati, Ujungberung, dan Arcamanik, pada Kamis malam (4/9/2025).

Dalam kunjungannya, Farhan mendorong semangat “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” di setiap lingkungan.

Ia menekankan bahwa sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat, seperti ronda malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling), telah terbukti sangat efektif untuk menciptakan kondisi yang kondusif.

“Prinsip ‘Warga Jaga Warga’ yang akan berujung pada ‘Warga Jaga Kota’ ini bentuknya siskamling, karena sudah terbukti paling ditakuti. Dengan siskamling, kita bisa melakukan deteksi dini dan pencegahan,” ujar Farhan.

Baca juga Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan tidak bisa bekerja sendirian. Peran serta masyarakat adalah kunci untuk memastikan keamanan kota tetap terjaga.

“Walaupun di Kota Bandung banyak polisi, ada Satpol PP, tapi kita tidak bisa meng-cover semua wilayah. Maka dari itu, kita memerlukan kerja sama dengan warga,” tambahnya.

Selama kunjungan, Farhan sempat berdialog dengan warga di RW 04 dan RW 06 Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, serta RW 05 Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung.

Baca juga KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek

Di hadapan warga, ia mengajak mereka untuk tidak terlena dengan suasana aman dan terus bersatu.
“Pertahanan terbaik Kota Bandung bukan hanya dari kepolisian, TNI, atau Satpol PP, tetapi kekuatan warga,” tegasnya.

Farhan melanjutkan monitoringnya ke Pos Kamling RW 14 Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, dan RW 03 Bojong Awi Kaler, Kecamatan Arcamanik. Ia mengaku bangga melihat semangat warga yang tetap siaga hingga larut malam.

“Sekarang sudah jam setengah 11, tapi warga masih bersemangat menjaga kota tercinta. Prinsip ‘Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota’ ini menjadi fondasi utama Bandung,” katanya.

Baca juga oKPK Buka Kemungkinan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud

Di akhir kunjungannya, Wali Kota Farhan juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim penghujan. Ia menutup pernyataan dengan kembali menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan.

“Mari kita teguhkan niat agar prinsip ‘Warga Jaga Warga’ terus dijalankan. Bandung akan selalu kuat karena kekompakan warganya,” pungkasnya.
Keterangan Tambahan

Dalam kunjungannya, Wali Kota Farhan didampingi oleh camat, lurah, tokoh agama, hingga anggota DPRD Kota Bandung.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini, menurutnya, menunjukkan bahwa semua pihak dapat berjalan bersama tanpa sekat, yang menjadi kekuatan utama Kota Bandung.
(Red)

Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

PEKANBARU, JURNAL TIPIKOR— PT Bumi Siak Pusako (BSP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor perminyakan, mengonfirmasi pengunduran diri Direktur utamanya, Iskandar.

Pengunduran diri ini berlaku sejak minggu lalu, dengan surat pengunduran diri yang dikirimkan melalui surel.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi tidak lama setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2025. Dalam RUPS tersebut, diumumkan pengunduran diri Komisaris PT BSP Hendrisan, yang kemudian digantikan oleh Plt Komisaris H Heriyanto.

Baca juga Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Menanggapi situasi ini, Direktur Pengawas Teritorial (Dirwaster) Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Provinsi Riau, Farizal, S.E. mendesak Bupati Siak untuk memanfaatkan momentum ini guna membenahi manajemen PT BSP secara menyeluruh.

Ia menekankan perlunya perombakan struktur organisasi, mulai dari direksi hingga supervisor, untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Farizal juga menyoroti dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di dalam tubuh perusahaan, termasuk penunjukan kerabat dalam posisi penting dan adanya oknum pegawai yang bermain proyek.

Baca juga Jaga Warga Jaga Kota: Kecamatan Sukajadi, Sukasari dan Cidadap Kondusif

Ia juga menuntut efisiensi sumber daya manusia dengan mengevaluasi pegawai titipan yang tidak memiliki deskripsi pekerjaan jelas.

PT BSP adalah BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak (72,29%), Pemerintah Provinsi Riau (18,07%), Kabupaten Kampar (6,02%), Kabupaten Pelalawan (2,41%), dan Kota Pekanbaru (1,21%).

 

(Tim)