Peresmian Arrafah Raya Gemilang (ARG) Cabang Kaur Di Hadiri Bupati Dan Wakil Bupati Kaur

KAUR, JURNAL TIPIKOR– PT Arrafah Raya Gemilang (ARG) secara resmi meluncurkan cabang terbarunya di Kabupaten Kaur, Bengkulu. Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah tersebut, ditandai dengan kehadiran langsung, Bupati Kaur Gusril Pausi dan Wabup Abdul Hamid

Acara peresmian yang berlangsung khidmat di Gedung ARG Cabang Kaur ini dihadiri oleh ratusan undangan yang terdiri dari tokoh agama, pelaku UMKM, komunitas muslimah, serta masyarakat umum. Kehadiran orang nomor satu dan dua di Pemerintah Kabupaten Kaur menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap hadirnya institusi keuangan dan ritel berbasis syariah yang mampu memberdayakan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Kaur Gusril Pausi mengapresiasi langkah strategis PT Arrafah Raya Gemilang dalam membuka cabang di Kaur. Menurutnya, kehadiran ARG tidak hanya sekadar menyediakan layanan transaksi atau produk, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dan kesejahteraan umat.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran Arrafah Raya Gemilang di Kaur Ini sejalan dengan visi kami untuk membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai syariah. Kami berharap ARG dapat menjadi jembatan bagi UMKM lokal untuk berkembang dan bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan yang halal dan transparan,” ujar Bupati Kaur Gusril Pausi

Sementara itu, Perwakilan PT Arrafah Raya Gemilang, yang diwakili Komisaris Utama ARG Irpini Hayati
menyatakan bahwa pemilihan Kabupaten Kaur sebagai lokasi ekspansi cabang baru didasari oleh potensi ekonomi yang besar dan antusiasme masyarakat terhadap produk-produk syariah.

“Kaur memiliki dinamika ekonomi yang potensial. Melalui cabang ini, ARG berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mulai dari tabungan emas, pembiayaan multiguna, hingga retail produk halal. Kami ingin menjadi bagian dari solusi keuangan bagi masyarakat Kaur,” jelasnya.

Acara peresmian ditutup dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Kaur, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas kantor cabang dan dialog interaktif dengan para calon nasabah dan mitra usaha.

Dengan dibukanya cabang ini, diharapkan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah di Kabupaten Kaur semakin solid, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil, makmur, dan berkah.

(Jusri)

Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP, Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Bibit Lele untuk Rutan Manna

BENGKULU SELATAN, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program rehabilitasi dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bukti nyata dukungan tersebut ditunjukkan melalui penyerahan bantuan bibit ikan lele kepada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Manna, yang diserahkan langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, Rifa’i Tajudin, pada Senin (01/06/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Klas IIB Manna. Dalam acara tersebut, Bupati Rifa’i Tajudin menyerahkan secara simbolis bibit lele kepada Kepala Rutan Klas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si. Turut hadir menyaksikan momen penting ini para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan, jajaran pejabat struktural, pegawai Rutan Manna, serta perwakilan instansi terkait setempat.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bantuan bibit lele ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan di within rutan sekaligus sebagai media pembelajaran keterampilan budidaya perikanan bagi para WBP. Program ini selaras dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan yang menekankan pada pembinaan kemandirian.

Baca juga Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Hadiri Peresmian Gedung Baru MUI

Usai seremonial penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan proses teknis di mana petugas pembinaan mendampingi para WBP dalam penyemaian bibit lele ke kolam-kolam yang tersedia di area SAE. Para WBP juga menerima edukasi awal mengenai teknik perawatan dan pembesaran ikan lele yang baik dan benar. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, kompak, dan penuh semangat dari seluruh pihak yang terlibat.

Kepala Rutan Klas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan Bupati Bengkulu Selatan. Ia menilai bantuan ini sangat strategis bagi pengembangan potensi diri warga binaan.

“Kami mengapresiasi langkah Bapak Bupati. Sinergi antara Rutan Manna dengan Pemerintah Daerah adalah kunci keberhasilan program ini,” ujar Hannibal.

Baca juga DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Lebih lanjut, Hannibal menginstruksikan kepada seluruh petugas pembinaan untuk melakukan monitoring rutin terhadap pertumbuhan bibit lele. Hal ini bertujuan agar program pembinaan kemandirian dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal.

“Diharapkan program ketahanan pangan ini menjadi langkah nyata dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. Sehingga, kelak setelah bebas, mereka siap kembali ke masyarakat dan mampu berkontribusi positif bagi daerah, tidak lagi menjadi beban sosial,” tambah Hannibal.

Dengan adanya fasilitas dan dukungan sarana seperti ini, Rutan Klas IIB Manna berharap dapat mencetak mantan warga binaan yang memiliki keahlian khusus, khususnya di sektor perikanan, yang dapat menjadi bekal hidup mereka pasca-masa pidana.

(Jusri)

 

Wujud Kepedulian kepada Sesama, Anggota DPRD Bengkalis Ibra Teguh, SH Salurkan 4 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing di Mandau

MANDAU, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis dari Dapil Kecamatan Mandau, Ibra Teguh, SH, melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Total ada empat ekor sapi dan dua ekor kambing yang disembelih sebagai bentuk implementasi keimanan dan kepedulian sosial terhadap masyarakat kurang mampu.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban tersebut berlangsung di kediaman pribadi Ibra Teguh, SH, yang berlokasi di Jalan Akasia, Kecamatan Mandau, pada Rabu (27/5/2026). Prosesi ini dimulai segera setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha usai, sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya, Ibra Teguh menghadirkan seorang ustadz serta melibatkan beberapa warga setempat untuk membantu proses penyembelihan. Terpantau, politisi dari Partai Golkar ini tidak hanya sekadar memantau, namun turut aktif membantu dalam kegiatan tersebut. Di sela-sela kesibukannya, beliau juga menyempatkan diri memberikan keterangan kepada awak media mengenai makna di balik pelaksanaan qurban tahun ini.

Baca juga Mundur Teratur di Tengah Badai: Pemohon Cabut Gugatan Kewenangan BPK Hitung Kerugian Negara, MK Batalkan Sidang Penuh

Menurut Ibra Teguh, pelaksanaan qurban merupakan wujud nyata dari ajaran Islam untuk berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini juga menjadi refleksi keimanan umat Muslim kepada Allah SWT, dengan meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.

“Kegiatan qurban ini adalah implementasi bahwa kita selaku umat Islam harus bisa berbagi kepada sesama, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu. Ini juga bentuk keimanan kita kepada Allah SWT, mengingat sejarah qurban bermula dari ujian keimanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail, namun kemudian oleh Allah diganti dengan seekor kibas atau kambing,” ujar Ibra Teguh saat ditemui di lokasi, Rabu siang.

Lebih lanjut, legislator dapil Mandau tersebut menekankan bahwa berqurban adalah bukti kepedulian terhadap lingkungan sosial, khususnya bagi warga kurang mampu di Kecamatan Mandau. Ia mengungkapkan rasa syukur karena pada tahun ini dirinya dan keluarga dapat menunaikan ibadah qurban dengan jumlah yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami sekeluarga berqurban 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Insya Allah, tahun depan kami berharap bisa meningkatkan lagi jumlah daging qurban yang disalurkan,” tambahnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi hewan qurban berupa sapi dan kambing yang disembelih terlihat sehat dan gemuk, menjamin kualitas daging yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat. Distribusi daging qurban nantinya diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga dan mempererat tali silaturahmi antarwarga di Kecamatan Mandau.

(Irwansyah Siregar)

Kepala Rutan Manna Hadiri Upacara HUT Kabupaten Kaur ke-23

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si bersama jajaran mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kaur ke-23 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kaur, Sabtu(23/5/2026) pukul 07.30 WIB.

Upacara berlangsung khidmat dan tertib dengan Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P, bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Aparat Penegak Hukum, instansi vertikal, OPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi lainnya.

Dari Rutan Kelas IIB Manna, turut hadir satu pleton yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Medi Ihwandi selaku Komandan Peleton dengan jumlah anggota terdiri dari 10 orang dan satu perwakilan Satops Patnal, Defron Edwar, S.M.

Baca juga Bupati Sukabumi Gelar Nobar Laga Persib vs Persijap, UKA Group dan Bobotoh Padati Lapang Gumbira Nagrak

Rangkaian peringatan HUT ke-23 Kabupaten Kaur juga diisi dengan pemotongan tumpeng. Kehadiran Kepala Rutan Manna beserta jajaran merupakan bentuk sinergi dan dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Kaur.

Dalam kesempatan itu, disampaikan ucapan selamat serta harapan agar Kabupaten Kaur semakin maju, sejahtera, dan terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna mengkonfirmasi bahwa kehadiran beliau dan jajaran di kegiatan upacara HUT Kabupaten Kaur tersebut adalah sebagai wujud sinergitas antara Rutan Kelas IIB Manna dan Kabupaten Kaur yang telah terjalin dengan baik selama ini.
“Kehadiran kami di upacara HUT Kabupaten Kaur ini adalah wujud komitmen Rutan Manna untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan APH. Kami siap mendukung program pembangunan daerah melalui pembinaan pemasyarakatan yang humanis dan produktif,” ujar Hannibal.

Baca juga SIKAP TEGAS DPRD SIAK: LAHAN WARISAN KESULTANAN SIAK DIUBAH JADI “BALAI KAYANG SQUARE”, RAKYAT MENOLAK!

Rutan Manna menyatakan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Kaur dan APH, serta mendukung program pemerintah daerah melalui peran dan fungsi pemasyarakatan.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kaur yang diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir di Gedung DPRD Kabupaten Kaur.

(Jusri)

SIKAP TEGAS DPRD SIAK: LAHAN WARISAN KESULTANAN SIAK DIUBAH JADI “BALAI KAYANG SQUARE”, RAKYAT MENOLAK!

Siak, JURNAL TIPIKOR – Sebuah hearing panas di DPRD Kabupaten Siak pada Senin (18/5/2026) telah membuka tabir panjang sejarah lahan Balai Kayang yang kini menjadi polemik besar di tengah masyarakat Kota Siak. Dalam forum tersebut, satu per satu fakta terungkap, mulai dari jejak Kesultanan Siak, status eks HGU dan HGB, hingga dugaan aliran ganti rugi miliaran rupiah dari APBD kepada pihak perusahaan.

Tokoh masyarakat Siak, Tatang Syafrawi, dengan tegas menyatakan bahwa Balai Kayang bukan tanah kosong dan bukan kawasan baru yang tiba-tiba muncul untuk kepentingan bisnis. “Tanah Balai Kayang ini sudah ada jauh sebelum NKRI berdiri. Dulu namanya Balai Kajang,” tegas Tatang di hadapan anggota dewan.

Pria kelahiran Kampung Rempak itu mengaku lahir di tepian Sungai Jantan Siak, wilayah yang kini sebagian telah hilang akibat abrasi sungai. Ia memaparkan, sejak era Kesultanan Siak, kawasan Balai Kayang merupakan bagian penting wilayah kerajaan yang dahulu memiliki pengaruh hingga Semenanjung Malaya. Setelah Indonesia merdeka dan Kesultanan Siak bergabung ke NKRI, kawasan tersebut menjadi kebun karet yang dikelola Datuk Daham dan diteruskan oleh keturunannya.

Baca juga Kajari Sukabumi Masuk Kedalam 17 Pejabat Kejaksaan Yang Di Mutasi Jaksa Agung RI

Namun keadaan berubah ketika Kabupaten Siak dimekarkan dari Bengkalis. Demi pembangunan kota, Pemkab Siak saat itu membeli lahan Balai Kayang untuk dibagikan kepada masyarakat. “Rakyat bayar kapling Rp1,8 juta. Bahkan tahun 2011 Pemda Siak pernah menganggarkan APBD Rp10 miliar untuk mendapatkan lahan itu,” ungkap Tatang. Pernyataan itu sekaligus mematahkan narasi bahwa Balai Kayang hanyalah lahan tidur tanpa nilai sejarah dan keterikatan masyarakat adat Siak.

Mantan anggota DPRD Siak, Budi Harjo, juga mempertegas bahwa Balai Kayang merupakan peninggalan Kesultanan Siak yang jejaknya bahkan tercatat dalam denah Belanda. Namun ironisnya, hingga hari ini status hukum lahan tersebut belum juga tuntas. Banyak sertifikat masyarakat masih berada di dalam kawasan HPL Pemda Siak sehingga SHM warga tidak bisa dimanfaatkan untuk agunan bank. Masyarakat kini dihantui ketakutan lebih besar: jangan sampai suatu hari rumah, ruko, dan permukiman mereka dianggap berdiri di atas HGB perusahaan. “Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat bisa sewaktu-waktu jadi korban,” ujar salah seorang peserta hearing.

Dalam hearing itu, Kepala BPN Siak Martin mengungkap bahwa PT Eka Daya Mandiri memperoleh lahan tersebut melalui pembelian eks HGU PT Balai Kayang yang kemudian dijadikan HGB. Namun fakta yang mengejutkan publik, kawasan yang kini dipolemikkan ternyata berada di wilayah RT/RW pertokoan, bisnis, dan permukiman masyarakat — bukan kawasan hutan kota ataupun ruang penghijauan sebagaimana isu yang berkembang selama ini. Martin juga mengakui sebagian HGB telah dipecah-pecah dan terdapat perbedaan luas lahan antara data administrasi dan kondisi di lapangan.

Baca juga BONGKAR SKANDAL POKIR “TANAH ORANG LAIN”: BPKP DESAK AGUNG ROHANA SHODIQ JELASKAN INDIKASI MALADMINISTRASI & POTENSI PIDANA

Di sisi lain, Kadis PUPR Siak Ardi Irfandi melihat kawasan itu sebagai kawasan strategis ekonomi masa depan. Ia bahkan menggagas konsep “Balai Kayang Square”, kawasan terpadu berisi pusat pertokoan, ruang bermain rakyat, lapangan olahraga, hingga wisata keluarga. “Selain Istana Siak, kawasan ini bisa jadi ikon baru kota,” ujarnya. Namun di balik gagasan pembangunan itu, publik justru mempertanyakan alur kepemilikan dan transaksi lahan yang dinilai semakin membingungkan.

Sebab di tengah masyarakat berkembang pertanyaan besar: bagaimana mungkin lahan peninggalan Kesultanan Siak yang dulunya kebun karet kerajaan bisa berpindah menjadi HGB perusahaan dan terus diperjualbelikan? Bahkan lahan yang disebut-sebut pernah terlantar itu semestinya dapat dikuasai negara atau menjadi aset Pemda Siak. Tetapi fakta di lapangan justru memperlihatkan kondisi sebaliknya.

PT Eka Daya Mandiri di tengah masyarakat mengaku telah banyak menghibahkan lahan untuk fasilitas publik kepada Pemda Siak. Nilainya disebut mencapai lebih dari 30 hektare. Namun muncul kejanggalan lain. Di satu sisi disebut hibah, tetapi di sisi lain terdapat dugaan pembayaran ganti rugi menggunakan APBD terhadap sejumlah lahan yang disebut berada dalam kawasan HGB tersebut.

Baca juga Kades Sukarame Selaku Ketua P2SP Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Pelaksanaan Proyek Revitalisasi SMP PGRI 3 Cisolok Senilai Rp 1,14 Miliar, Ada Apa ?

Beberapa aset penting yang ramai dibicarakan masyarakat di antaranya:

  1. Lahan RSUD Tengku Rafian Siak yang diduga pernah diganti rugi Pemda kepada PT Eka Daya.
  2. Lahan terminal di sebelah RSUD yang pada tahun 2023 disebut akan diganti rugi sekitar Rp25 miliar oleh Dinas Perhubungan, namun terkendala anggaran.
  3. Rumah dinas Bupati Siak dan rumah dinas pimpinan DPRD yang kabarnya masih menyisakan utang sekitar Rp1 miliar kepada pihak perusahaan.
  4. Masjid Islamic Center yang disebut pernah diganti rugi pada masa Bupati Arwin.
  5. Masjid Al-Fatah Sutomo yang juga disebut berada dalam kawasan lahan tersebut.

Deretan fakta itu kini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Siak: Kalau benar sebagian lahan sudah dihibahkan, mengapa masih ada pembayaran ganti rugi menggunakan uang rakyat? Kalau kawasan itu memang tanah peninggalan Kesultanan Siak yang telah ditempati masyarakat turun-temurun, mengapa status hukumnya justru semakin kabur? Dan yang paling mengusik publik hari ini: siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari polemik panjang lahan Balai Kayang ini?

Hearing tersebut ditutup dengan janji tindak lanjut dari DPRD Siak untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait status hukum lahan Balai Kayang serta transparansi penggunaan APBD dalam proses pengambilalihan lahan tersebut. Masyarakat Siak berharap agar hak-hak mereka sebagai pemilik sah tanah warisan leluhur dapat dilindungi dan diakui secara resmi oleh pemerintah daerah.

(Farizal)

Air Mata dan Doa Mengalir: 147 Siswa MTsN 4 Bengkalis Lepaskan Masa Remaja, Pelepasan Angkatan XVII Penuh Haru dan Inspirasi

BHATIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR – Lapangan MTsN 4 Bengkalis berubah menjadi lautan emosi pada Selasa (12/5/2026). Sebanyak 147 siswa-siswi Kelas IX Angkatan XVII, yang terdiri dari 78 siswa laki-laki dan 69 siswi perempuan, resmi mengakhiri masa bakti mereka di madrasah tercinta. Acara perpisahan yang dikemas dengan tema “Kenangan Manis dan Penuh Haru” ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan tiga tahun menuntut ilmu, diwarnai dengan pelepasan Qatam Al-Qur’an dan pesan-pesan inspiratif dari para tokoh masyarakat.

Acara dimulai dengan sambutan Kepala Madrasah MTsN 4 Bengkalis, Ibu Iin Fatimah, M.Pd. Dengan suara bergetar, beliau menyampaikan rasa bangga atas transformasi para siswa sejak pertama kali menginjakkan kaki di madrasah hingga hari kelulusan.

“Hari ini adalah momen penting bagi kita semua. Saya melihat bukan hanya nilai akademik, tetapi kematangan akhlak anak-anak kita. Ini adalah awal dari babak baru. Saya berharap mereka terus meraih prestasi lebih tinggi dan tetap menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ujar Ibu Iin di hadapan ratusan hadirin yang meliputi orang tua wali, guru, komite sekolah, serta tamu undangan istimewa.

Baca juga VONIS HARI INI: Momen Penentu Nasib 8 Tersangka Raksasa Korupsi Minyak, Kerugian Negara Capai Rp285 Triliun

Momen paling menyentuh terjadi saat sesi pelepasan guru kelas. Ibu Dilla, M.Pd., yang telah mendampingi siswa sejak tingkat VII hingga IX, tak kuasa menahan haru. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya konsistensi belajar sebagai kunci kesuksesan di jenjang berikutnya. Salaman antara siswa dan guru pun diwarnai air mata, tanda terima kasih atas ilmu dan kesabaran yang telah diberikan selama tiga tahun.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari elemen pemerintahan dan legislatif. Anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad, S.Kom., hadir memberikan motivasi yang sangat personal dan menggugah. Berbagi kisah hidupnya, Rahmad menceritakan perjuangan kerasnya menempuh pendidikan meski yatim  dan berasal dari keluarga kurang mampu.

“Perjuangan hidup saya menuntut ilmu dimulai sejak kecil setelah ditinggal orang tua. Meski harus kerja serabutan demi bertahan hidup, saya tidak pernah meninggalkan pendidikan. Itulah yang membawa saya hingga bisa duduk di DPRD hari ini. Jadikan ilmu sebagai senjata untuk membahagiakan orang tua dan berbakti kepada negara,” pesan Rahmad yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.

Baca juga KPK Peringatan Keras: Kepala Daerah Dilarang Berikan THR atau Hibah ke Instansi Vertikal

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala KUA Bhatin Solapan, Camat Bhatin Solapan M. Rusydy, M.R.S.S.TP., PJ Lurah Sebagar Beny, S.TP., M.Si., Kepala Desa Buluh Manis Samsul, Kepala Desa Petani Masanya Bapak Rasikun, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh masyarakat terhadap kemajuan pendidikan di MTsN 4 Bengkalis.

Puncak kebanggaan acara ditandai dengan prosesi pelepasan Qatam Al-Qur’an oleh para lulusan. Para orang tua tampak bersinar bangga menyaksikan anak-anak mereka berhasil menuntaskan hafalan dan bacaan ayat suci Al-Qur’an. Momen ini menegaskan identitas MTsN 4 Bengkalis sebagai lembaga pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan umum dan agama.

Suasana kian hangat dengan penampilan bakat siswa, termasuk tari tradisional yang menggambarkan kehidupan madrasah yang dinamis dan penuh cerita. Namun, inti dari acara tetaplah pada penghormatan kepada guru. Deretan siswa yang menyalami satu per satu gurunya menjadi pemandangan ikonik yang akan terus dikenang.

Selasa, 12 Mei 2026, kini tercatat dalam sejarah MTsN 4 Bengkalis bukan sebagai akhir, melainkan gerbang menuju masa depan. Bagi 147 lulusan Angkatan XVII, perpisahan ini adalah janji untuk kembali sukses dan membanggakan almamater.

(Irwansyah Siregar)

Tentang MTsN 4 Bengkalis:
MTsN 4 Bengkalis merupakan salah satu madrasah tsanawiyah negeri unggulan di Kabupaten Bengkalis yang berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan hafiz Al-Qur’an. Located di Kecamatan Bhatin Solapan, madrasah ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

 

Tanamkan Disiplin dan Karakter, WBP Rutan Manna Mulai Aktif Ikuti Kegiatan Pramuka

Bengkulu Selatan, JURNAL TIPIKOR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna secara resmi memulai program pembinaan kepribadian melalui kegiatan kepramukaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Bengkulu Selatan ini dibuka langsung oleh Kepala Rutan Manna di Lapangan Blok E, Sabtu (02/05/2026) pukul 15.00 WIB.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka merupakan sarana strategis untuk membentuk watak dan karakter warga binaan.
“Pramuka bukan sekadar latihan baris-berbaris, tetapi tentang menanamkan nilai-nilai Dasa Dharma, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme. Kami berharap melalui kegiatan ini, WBP memiliki bekal mental yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Hannibal di hadapan para peserta.

Pembukaan ini turut didampingi oleh Plh. Kasubsi Pelayanan Tahanan, Yoki Ismanto, S.H., dan Kasubsi Pengelolaan, Hastomo Arbi. Pelaksanaan teknis di lapangan dipandu oleh Kait Hidayatulah, S.I.P., selaku pembina dari Gugus Depan Rutama (Rutan Manna), berkolaborasi dengan instruktur berpengalaman dari Kwarcab Bengkulu Selatan, yakni Tri Susanti dan Nazwzan Milyan.

Baca juga Terima Aduan Masyarakat, PDAM Cabang Parungkuda Gerak Cepat Tangani Kebocoran Pipa di Kp. Kompa

Kegiatan perdana ini diisi dengan pengenalan dasar kepramukaan dan latihan kedisiplinan yang diikuti dengan antusias oleh para WBP. Kerjasama dengan Kwarcab Bengkulu Selatan ini dipastikan akan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan kepribadian di lingkungan Rutan.
“Sinergi dengan pihak eksternal seperti Kwarcab sangat penting agar standar pembinaan kepramukaan yang diterima WBP sama dengan Pramuka pada umumnya di luar sana,” tambah Hannibal.

Dengan dimulainya kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Manna berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan program pembinaan yang bermanfaat dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara optimal.

Jusri
Sumber: Humas Rutama

Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Tanjung Beringin, Camat Luas Berikan Dukungan Moril dan Bantuan

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Camat Kecamatan Luas Rina Aryani, S, sos menunjukkan kepeduliannya dengan meninjau langsung lokasi musibah kebakaran yang menghanguskan rumah salah satu warga di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Luas, pada Sabtu (2/5/2026).

Kedatangan Camat Kecamatan Luas Rina Aryani didampingi langsung oleh Kepala Desa Tanjung Beringin, Evan Jayadi. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat secara dekat kondisi pasca-insiden serta memberikan dukungan langsung kepada keluarga korban.

Peristiwa pilu tersebut menimpa kediaman Darwin (30) pada Jumat malam (1/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Api dengan cepat melalap bangunan rumah hingga ludes. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Baca juga DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, Tekankan Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan

Di sela-sela kunjungannya, Rina menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Darwin. Ia berharap korban diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan berat ini.

“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan moril. Kami berharap saudara Darwin beserta keluarga tetap sabar dan tabah menghadapi ujian ini. Setiap musibah pasti ada hikmahnya,” ujar Rina saat berbincang dengan pemilik rumah.

Tidak hanya memberikan penguatan secara psikis, dalam kesempatan tersebut Rina juga menyerahkan bantuan alakadarnya untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok keluarga korban pasca musibah.

Baca juga Mengakar di Tanah, Bertumbuh untuk Bangsa: Refleksi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Tanjung Beringin, Evan Jayadi, mengapresiasi kehadiran Camat Kecamatan Luas yang terjun langsung ke lapangan. Menurutnya, kehadiran tokoh masyarakat serta bantuan yang diberikan sangat berarti bagi warganya yang sedang berduka untuk membangkitkan kembali semangat mereka.

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendalaman mengenai penyebab pasti munculnya api yang menghanguskan hunian warga tersebut.

(Jusri)

TTKKBI dan Disdikbud Banten Bahas Masa Depan Kebudayaan, dari Gedung Kesenian hingga Dewan Kebudayaan

Serang, JURNAL TIPIKOR — Upaya memperkuat posisi kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah mengemuka dalam audiensi antara DPW I Banten Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) dengan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Rabu (29/4/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat gagasan itu berkembang menjadi ruang dialog strategis yang membahas berbagai isu mendasar kebudayaan Banten—mulai dari minimnya infrastruktur seni, penguatan kurikulum budaya lokal, hingga rencana pembentukan Dewan Kebudayaan sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan.

Rombongan TTKKBI dipimpin langsung Ketua DPW I Banten, H. Hudi Nurhudiyat, didampingi Sekretaris Wilayah II, Uyeng Saepulrohman, bersama jajaran pengurus lainnya. Mereka diterima Sekretaris Disdikbud Banten, Rahmat Tamam, serta Kepala Bidang Kebudayaan, Rohaendi.

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah belum tersedianya gedung kesenian representatif di Banten—sebuah ruang yang selama ini dinilai penting sebagai pusat pertunjukan, ekspresi budaya, sekaligus titik temu komunitas seni dan budaya di daerah.
Dalam dialog itu, Uyeng Saepulrohman menyampaikan keresahan yang selama ini dirasakan para pegiat budaya.

“Kami sebetulnya ingin menyampaikan banyak hal terkait budaya ini. Ya salah satunya terkait keberadaan gedung kesenian, apa itu ada atau tidak ya?” ungkap Uyeng.

Baca juga Bukan Sekadar ‘Salah Paham Bisnis’: Saat BUMD Kabupaten Bandung Mendadak Amnesia Kolektif di Tengah Tumpukan Kerugian Rp128 Miliar

Menjawab hal tersebut, Rahmat Tamam mengakui bahwa secara ideal Banten memang belum memiliki gedung kesenian khusus yang dapat menjadi rumah bersama bagi aktivitas budaya. Namun, untuk kebutuhan sementara, pemerintah daerah membuka opsi pemanfaatan Gedung Plaza Aspirasi sebagai ruang pertunjukan budaya.

“Kami mengakui secara ideal belum ada gedung itu. Tetapi apabila memang membutuhkan gedung untuk pertunjukan, kami bisa fasilitasi untuk menggunakan Gedung Plaza Aspirasi. Ya selama bisa dipakai, bisa gunakan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Rohaendi menegaskan bahwa pembangunan gedung kesenian sebenarnya telah masuk dalam agenda perencanaan pemerintah. Saat ini, kata dia, fokus diarahkan pada skema pembiayaan, termasuk kemungkinan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ya sedang mengusahakan anggarannya, salah satunya dengan menggunakan dana CSR,” jelasnya.

Baca juga Cukup Basa-Basi! Aliansi Cipayung Tampar Wajah Pemkot Bandung: Krisis Tata Kelola Bukan Lelucon, Atau Kami yang Akan Menggulingkan Narasi Palsu Anda!

Pembahasan kemudian berkembang pada isu yang lebih mendasar: integrasi kebudayaan ke dalam sistem pendidikan. Dalam forum itu, TTKKBI mendorong agar unsur budaya lokal mendapat porsi yang lebih kuat dalam kurikulum muatan lokal, agar generasi muda Banten tumbuh dengan kedekatan terhadap akar tradisi dan identitas budayanya sendiri.

Merespons hal tersebut, Rohaendi menjelaskan bahwa sejumlah unsur budaya sejatinya telah mulai diakomodasi, mulai dari penggunaan batik sebagai identitas budaya, pengenalan seni rapak bedug, hingga pencak silat sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Namun demikian, untuk pelajaran bahasa daerah, implementasinya masih dalam tahap penyusunan.

“Namun memang kami belum memasukan secara khususnya untuk penerapan pelajaran bahasa daerah. Namun sedang diupayakan. Kita tahu di Banten ini ada tiga bahasa, sunda, jawa dan betawi. Tentu penerapannya sesuai wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Baca juga BUKAN GEMPA! Misteri “Dentuman Abadi” Ratusan Tahun Terungkap: Ilmuwan Pastikan Itu Fenomena Langit, Bukan Getaran Bumi

Harapan baru kemudian muncul di penghujung audiensi. Menjawab aspirasi mengenai pentingnya kehadiran lembaga adat atau forum kebudayaan yang dapat menjadi mitra resmi pemerintah, Rohaendi mengungkapkan bahwa Pemprov Banten tengah memfinalisasi Pergub ‘Pemajuan Kebudayaan’.

Regulasi ini nantinya diharapkan menjadi landasan penataan ekosistem kebudayaan di Banten, termasuk membuka jalan bagi pembentukan Dewan Kebudayaan sebagai wadah representatif yang menjembatani aspirasi komunitas budaya dengan arah kebijakan pemerintah.

“Terus terang, hal itu bukan lagi kami pikirkan tetapi sudah kami persiapkan. Kebetulan saat ini pemerintah Banten sedang menggodok Pergub ‘Pemajuan Kebudayaan’. Dan tampaknya sudah mulai final. Nanti kalau sudah final TTKKBI akan kami undang,” ungkap Rohaendi.

Audiensi tersebut memberi pesan kuat bahwa kebudayaan di Banten mulai diposisikan bukan lagi sekadar ornamen seremonial, melainkan sebagai bagian penting dari fondasi pembangunan daerah. Ketika komunitas budaya dan pemerintah duduk dalam satu meja, yang tumbuh bukan hanya diskusi, tetapi peluang lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada pelestarian identitas, penguatan tradisi, dan masa depan kebudayaan Banten yang lebih terarah.(*)

Warga Keluhkan Jalan Lintas Provinsi Bengkulu Tanjung Iman – Muara Sahung Rusak Parah

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Warga masyarakat pengguna jalan lintas Provinsi Bengkulu mengeluhkan kondisi jalan rusak parah, berlubang, hingga digenangi air seperti rawa dan kolam. Kerusakan ini dikhawatirkan membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.

Hingga 2026, Jalan Lintas Provinsi Bengkulu ruas Tanjung – Iman Muara Sahung dilaporkan masih rusak parah. Lubang menganga di sepanjang badan jalan kerap membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok atau mengalami kecelakaan.

Warga menyebut kondisi jalan yang tergenang air saat hujan membuatnya mirip kolam ikan . Pengendara roda dua dan roda empat terpaksa melambatkan laju kendaraan bahkan mencari jalur alternatif agar tetap aman melintas “Parahnya lagi, selain berlobang di beberapa titik jalan menuju kecamatan muara sahung,pinggir jalan/sisi jalannya jatuh tergerus, “ungkap Dahrulkutni

Baca juga Dharma Wanita Persatuan Rutan Kelas IIB Manna Gelar Pertemuan Rutin, Perkuat Sinergi, Kekompakan, dan Peran Organisasi

Kondisi ini sudah berlangsung lama dan dikeluhkan masyarakat setiap tahunnya. Kerusakan jalan dinilai menghambat aktivitas warga, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk segera membangun dan memperbaiki ruas Jalan Tanjung – Iman Muara Sahung. Perbaikan dinilai mendesak agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terus terganggu.

“Jalan ini urat nadi masyarakat. Kami minta Pemprov segera turun tangan, jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki,” ujar Dahrul seorang warga pengguna jalan.

Dengan perbaikan jalan, warga berharap pengendara dapat melintas dengan nyaman dan selamat, serta roda perekonomian di wilayah Muara Sahung dan sekitarnya kembali lancar.

Jusri