Gerak cepat Polsek Kotanopan Turun Cek TKP tangani longsor dan evakuasi para korban

MANDAILING NATAL, JURNAL TIPIKOR – Kepolisian Sektor (Polsek) Kotanopan bergerak cepat menangani peristiwa longsor tebing di lokasi penambangan emas tradisional yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka, Sabtu ( 31/01/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di area penambangan emas tradisional yang berada di sekitar aliran sungai dan persawahan, dengan jarak cukup jauh dari permukiman warga. Lokasi tersebut diduga merupakan area galian tambang tradisional yang kerap digunakan masyarakat setempat.

Akibat longsoran tanah dan batuan, seorang warga bernama Hartono (40), petani asal Desa Hutadangka, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya, yakni Masdi (50) dan Ahmad Sarif (28), yang juga berprofesi sebagai petani dan berasal dari desa yang sama, mengalami luka-luka pada bagian kaki akibat tertimbun material longsor.

Baca juga Pembangunan Gedung KDMP Desa BojongkokosanHampir Rampung, Kades “Optimis, Akan Memperkuat Kemandirian Desa”

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun dari masyarakat dan disampaikan kepada pihak kepolisian, ketiga korban bukanlah operator maupun pekerja mesin dompeng. Mereka merupakan warga yang sedang melakukan aktivitas penambangan emas secara tradisional di lokasi tersebut.

Saat kejadian berlangsung, aktivitas penambangan menggunakan mesin dompeng diketahui telah selesai dan mesin dalam kondisi tidak beroperasi. Di lokasi kejadian terdapat dua unit mesin dompeng.

Namun, secara tiba-tiba tebing galian tambang mengalami longsor dan material tanah serta batuan runtuh ke area bawah, menimpa para korban yang berada di sekitar galian.

Baca juga Guncang Struktur Pasar Modal, Danantara Buka Pintu Asing Kuasai Saham Bursa Efek Indonesia

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Kotanopan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal. Dua korban luka segera dievakuasi bersama masyarakat ke Puskesmas Kotanopan guna mendapatkan perawatan medis. Sementara korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, pihak Polsek Kotanopan juga mendatangi kediaman almarhum untuk menyampaikan duka cita dan belasungkawa kepada keluarga korban.

Melalui Kapolsek Kotanopan dan jajarannya, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy,S.I.K.M.Si., menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya melakukan pengecekan TKP, evakuasi korban, pendataan dan pemeriksaan saksi-saksi, koordinasi dengan tenaga medis terkait keperluan visum et repertum (VER), serta pemasangan garis polisi (police line) di lokasi kejadian bersama tim Inafis Polres Mandailing Natal.

Hingga saat ini, Polsek Kotanopan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti terjadinya longsor serta mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian yang berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

(Siregar)

Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal Longsor, Telan Korban Jiwa

MADINA, JURNAL TIPIKOR – Aktivitas tambang ilegal bermesin dompeng di Muara Tagor, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal, kembali memakan korban jiwa. Longsor di lokasi tambang ilegal yang terjadi pada Sabtu sore (31/1/2026) diduga menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka parah setelah tertimbun material longsor.

Peristiwa tersebut terjadi di lokasi tambang ilegal yang diduga berada di lahan milik inisial Jy. Tambang itu beroperasi menggunakan mesin dompeng dan tidak mengantongi izin resmi, serta diduga mengabaikan standar keselamatan kerja.

Korban meninggal dunia pertama diketahui berinisial BH (45), seorang petani, warga Desa Huta Dangka, yang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimbun material longsor.

Baca juga BOROK PENDIDIKAN MADINA TERBONGKAR: ALIANSI GABUNGAN ORMAS & ORMAWA DESAK KEJAKSAAN PERIKSA KABID DIKDAS! MANDAILING NATAL

Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar yang enggan disebutkan namanya, jumlah korban meninggal dunia diduga bertambah menjadi dua orang. Namun, identitas korban kedua masih belum diketahui secara pasti.

Selain korban meninggal, dua korban lainnya mengalami luka berat. AS (30), seorang wiraswasta, mengalami patah kaki kiri, sedangkan ML (50), seorang petani, mengalami luka sobek di bagian kepala. Kedua korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini menggegerkan warga sekitar dan kembali menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Kota Nopan yang dinilai sangat berbahaya. Penggunaan mesin dompeng di area rawan longsor disebut menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kecelakaan kerja.

Baca juga Songsong Usia Sewindu, IWO Indonesia Usung Tema Strategis : “Mengukuhkan Pers Online yang Berintegritas, Membangun Ekonomi Kuat, Menjaga Kedaulatan Bangsa”

Menanggapi informasi tersebut, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menangani peristiwa tersebut.

“Terima kasih informasinya, Bapak. Saat ini peristiwa tersebut sedang dalam penanganan Polsek Kotanopan dan Sat Reskrim Polres Madina,” ujar AKBP Bagus Priandy.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab longsor, jumlah korban secara pasti, serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

(Siregar)

Haramkan KKN, PN Mandailing Natal Turun ke Jalan Deklarasikan Perang Terhadap Gratifikasi!

PANYABUNGAN, JURNAL TIPIKOR – Pengadilan Negeri (PN) Mandailing Natal mengirimkan pesan keras terhadap praktik lancung birokrasi.

Dipimpin langsung oleh unsur pimpinan, seluruh jajaran hakim dan pegawai “turun gunung” ke Alun-alun Panyabungan untuk menggelar Public Campaign Zona Integritas (ZI), Jumat (30/01/2026).

Aksi simpatik ini bukan sekadar baris-berbaris formalitas. Di bawah panji tema “Satu Padu dalam Integritas: Transformasi Pelayanan Prima PN Mandailing Natal Menuju WBK/WBBM”, PN Mandailing Natal menegaskan bahwa hari-hari birokrasi yang tertutup telah berakhir.

Baca juga Komut BPR Christa Jaya Tersangka Korupsi Bank NTT, Jaksa Cium Aroma Kredit Fiktif Rp5 Miliar!

Bukan Seremonial, Tapi Janji Publik
Ketua PN Mandailing Natal melalui Juru Bicara, Fadil Aulia, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kontrak sosial langsung dengan masyarakat. PN Mandailing Natal kini bertransformasi total menjadi lembaga yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa di PN Mandailing Natal, pelayanan berkualitas adalah hak warga dan kewajiban kami—tanpa pungutan liar, tanpa gratifikasi. Integritas tidak bisa tegak sendirian; kami butuh masyarakat untuk ikut mengawal,” tegas Fadil Aulia di sela-sela interaksi dengan warga.

Poin Utama Aksi Simpatik:

  • Sosialisasi WBK/WBBM: Mengedukasi warga mengenai standar pelayanan baru yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  • Interaksi Langsung: Pimpinan dan staf membagikan informasi layanan serta mendengar langsung aspirasi masyarakat.
  • Seruan Anti-Imbalan: Masyarakat diminta secara tegas untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apa pun kepada petugas pengadilan.

Baca juga Invasi Maung di Tanah Gajah Putih: Persib Bandung Siap Terkam Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2!

Satu Tekad, Satu Komando

Kehadiran seluruh personel—mulai dari Hakim, Pejabat Struktural, hingga ASN—menunjukkan bahwa semangat pembersihan birokrasi ini telah menjadi komitmen kolektif, bukan sekadar instruksi atasan.

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi peradilan di Kabupaten Mandailing Natal.

PN Mandailing Natal berjanji akan terus berinovasi demi mewujudkan peradilan modern yang bersih dan melayani.

(Siregar)

RUTAN MANNA ‘SULAP’ LAHAN JADI LUMBUNG PANGAN, PANEN KANGKUNG JADI BUKTI NYATA

BENGKULU SELATAN, JURNAL TIPIKOR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna membuktikan bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk produktivitas.

Melalui langkah nyata mendukung kedaulatan pangan, jajaran Rutan Manna berhasil melaksanakan panen kangkung di lahan ketahanan pangan lingkungan luar Rutan, Selasa (27/1).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Muhamad Nur, dengan melibatkan sinergi penuh antara staf pengelolaan, CPNS, peserta magang, hingga para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Baca juga DARI PELOSOK SIAK KE MEJA OPERASI FKUI: JEJAK PENGABDIAN SUNYI SEORANG GURU DESA YANG BERBUAH DOKTER SPESIALIS

Akselerasi Program Menteri: Dari Lahan untuk Rakyat

Panen ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan implementasi langsung dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendukung program strategis nasional, tetapi juga memberikan bekal keterampilan hidup (life skill) yang nyata bagi Warga Binaan.

Kami ingin mereka siap berdaya guna saat kembali ke masyarakat nanti,” tegas Muhamad Nur.

Poin Penting Kegiatan Panen:

  • Hasil Panen: Sebanyak 5 kilogram kangkung segar berhasil dipetik dan langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal.
  • Pemberdayaan WBP: Narapidana dilibatkan aktif guna mengasah keahlian bertani secara profesional sebagai bekal mandiri pasca-bebas.
  • Sinergi Instansi: Melibatkan CPNS dan peserta magang untuk memperkuat kerja sama tim dalam mendukung pembinaan yang optimal.

Baca juga Polres Sukabumi Laksanakan Shalat Ghaib dan Doa Bersama untuk Dua Anggota Polri yang Gugur serta Korban Bencana Cisarua

Komitmen Berkelanjutan

Keberhasilan panen kangkung ini menjadi pemantik bagi Rutan Manna untuk terus mengoptimalkan sisa lahan yang ada.

Ke depan, program ketahanan pangan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi Rutan menjadi tempat pembinaan yang lebih produktif dan manusiawi.

Rutan Manna menegaskan bahwa transformasi fungsi pemasyarakatan kini berfokus pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung, baik oleh internal Rutan maupun sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.

(Jusri)

Senin Depan Di Jadwalkan, Hearing Dengan Dinas Dan DPR Daerah, Prihal Terkait Berikut Ini

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Perwakilan Dari Masyarakat Kaur, Amli menyampaikan, telah memasukan surat pemberitahuan terkait dengan waktu dan jadwal hearing bersama

Kata Amli, surat pemberitahuan sudah kami sampaikan di DPR Daerah Kabupaten Kaur, Bengkulu hari ini dan hearing tersebut berkait dengan HGU perusahaan PT.DSJ ( Dinamika Selaras Jaya ) dengan dana hibah dari Pemda Kaur, Bengkulu kepada instansi Vertikal

Hemat kami kata Amli, aksi hearing dilakukan bersama instansi terkait dan DPRD (Banggar) maupun tim pengguna anggaran (TAPD) dan LPSe, dengan pasal, dugaan tumpang tindih dana hibah yang menjadi kewenangan APBN (Pusat)

Baca juga Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

Peserta hearing diperkirakan berjumlah 15 anggota, dan hearing direncanakan di gedung DPRD Kabupaten Kaur, Bengkulu pada tanggal 02/02/2026, dan dalam hearing ini nanti, kami akan mempertanyakan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dengan bukti serah terima hibah daerah (BSTHD). Demikian Amli

(Jusri)

Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

BATHIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR | Awal tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi kedaulatan pangan di Kabupaten Bengkalis. Sejalan dengan visi Presiden H. Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, memimpin langsung aksi nyata penanaman jagung serentak yang dipusatkan di KM 14, Kecamatan Bathin Solapan, Senin (26/01/2026).

Langkah agresif ini bukan sekadar seremoni. Di atas lahan seluas 2,5 hektar, sebanyak 12.600 bibit jagung dan semangka mulai ditanam sebagai bagian dari Gerakan Nasional Penanaman Jagung.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Upaya ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan kolaborasi Polri dan petani di tahun 2025 yang telah berhasil mengelola ratusan ribu hektar lahan di seluruh Indonesia.

Sinergi Lintas Sektor di Garis Depan
Pj Kades Air Kulim, Suryati, yang hadir mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah harga mati bagi kesejahteraan warga Desa Air Kulim.

“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton. Desa Air Kulim harus menjadi lumbung pangan yang mandiri. Jagung adalah komoditas strategis yang mampu mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan,” tegas Suryati di sela-sela kegiatan penanaman.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Suryati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas dukungan penuh berupa bantuan bibit unggul, pupuk, hingga pendampingan teknis yang menjadi bahan bakar utama keberhasilan program ini.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, (Poto Dok.Jurnal Tipikor)

Bukan Sekadar Seremonial

Nada optimisme serupa disampaikan oleh Direktur BUMDes Air Kulim, Aditya Kurniawan, S.Pd., Gr. Ia menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah harus membuahkan hasil konkret di tangan masyarakat.

“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan untuk kemandirian ekonomi masyarakat,” cetus Aditya.

Baca juga “Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

Aksi Simbolis di Lapangan

Puncak acara ditandai dengan penanaman benih jagung secara simbolis oleh Pj Kades Suryati bersama Aditya Kurniawan dan perwakilan kepolisian sektor Mandau. Aksi ini disaksikan langsung oleh jajaran tokoh penting, di antaranya:

  •  Suparno (Ketua BPD Desa Air Kulim)
  • R. Gultom (Perwakilan Kapolsek Mandau)
  • Safrizal Rianto (Sekretaris Desa Air Kulim)
  • Arben Tobing, S.E. (Perwakilan PT. Darma Jaya Lestari)
  • Jajaran Babinkamtibmas dan Babinsa yang mewakili Danramil 03/03 Mandau.

Dengan target produksi nasional yang terus dipacu, gerakan di Desa Air

Kulim ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkalis untuk memaksimalkan potensi lahan tidur demi masa depan pangan Indonesia yang lebih tangguh.

Pewarta : Irwansyah Siregar

Editor : Azi

PEMALANG SIAGA SATU: Banjir Kiriman Gunung Slamet Terjang Pemalang Selatan, Warga Diimbau Waspada Wabah Penyakit!

PEMALANG, JURNAL TIPIKOR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah beberapa hari terakhir mulai menunjukkan dampak serius. Curah hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya mengguyur pemukiman, tetapi juga memicu banjir di sejumlah titik strategis di wilayah Pemalang bagian selatan.

Titik Banjir dan Pengaruh Gunung Slamet

Berdasarkan laporan lapangan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pulosari (Desa Sima dan Penakir) hingga wilayah Randudongkal dan Sikasur. Banjir ini disinyalir merupakan fenomena kompleks; selain akibat curah hujan lokal yang ekstrem, kondisi di hulu yakni Gunung Slamet turut memicu luapan air.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah tetangga, yakni daerah Serang (Kabupaten Purbalingga) dan kawasan Guci (Kabupaten Tegal), yang hingga kini dikabarkan masih terendam banjir. Aliran air dari dataran tinggi ini menjadi ancaman nyata bagi warga di daerah bawah.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Ancaman Kesehatan Mengintai

Di tengah kepungan air, masyarakat diingatkan untuk tidak lengah terhadap ancaman “bencana kedua”, yaitu gangguan kesehatan.

Cuaca yang lembap dan lingkungan yang kotor pasca-banjir menjadi sarana penyebaran penyakit yang cepat.

Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat mengimbau warga untuk mewaspadai:

  • Infeksi Saluran Pernapasan: Demam, flu, pileg, dan batuk.
  • Penyakit Endemik: Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dipicu oleh genangan air sebagai sarang nyamuk.
  • Pola Hidup Bersih: Tetap mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan meski dalam kondisi darurat.

Harapan Kedepan

Meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, warga diharapkan tetap tenang namun selalu siaga terhadap evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat.

“Semoga cuaca bisa segera membaik dan air cepat surut agar aktivitas warga kembali normal,” pungkas laporan tersebut.

Pewarta : JT Biro Pemalang

Editor : Azi

 

Dari Kampus untuk Kampung Halaman, FORMABA Peduli Sampaikan Aspirasi Warga Batahan

Batahan, JURNAL TIPIKOR – Forum Mahasiswa Batahan Peduli (FORMABA Peduli) menggelar audiensi bersama Pemerintah Kecamatan Batahan pada Rabu, 21 Januari 2026.

Audiensi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang hingga kini masih dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Batahan.

Audiensi tersebut dipimpin oleh Koordinator Umum FORMABA Peduli, Fadil Fauzan, didampingi Koordinator Lapangan Zilgio Winata, dan diterima langsung oleh Camat Batahan, Sukiman, S.E. Pertemuan ini turut dihadiri oleh para Kepala Desa se-Kecamatan Batahan, termasuk Kepala Desa Batahan.

Baca juga Kapolsek Parungkuda Dan Camat Hadiri Acara Launching SPPG Yayasan Shaiba Insan Sejahtera

Dalam audiensi tersebut, FORMABA Peduli menyerahkan delapan tuntutan utama yang disertai dengan kajian strategis. Kajian ini merupakan hasil konsolidasi mahasiswa yang dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di Aula Kantor Desa Sari Kenanga.

Mahasiswa yang tergabung berasal dari berbagai perguruan tinggi dan disatukan oleh kepedulian terhadap kondisi sosial, lingkungan, serta pelayanan publik di kampung halaman mereka.

Koordinator Umum FORMABA Peduli, Fadil Fauzan, menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menghadirkan dialog yang terbuka dan solutif antara masyarakat dan pemerintah.

“Aspirasi yang kami sampaikan menyangkut keselamatan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata dan berkelanjutan demi kepentingan warga Batahan,” ujarnya.

Baca juga Bukan Setoran Warga, KPK Bongkar Fakta Video “Uang Sekarung” dalam OTT Bupati Pati Sudewo

Adapun delapan aspirasi yang disampaikan meliputi:

1. Pemberantasan peredaran narkoba, kriminalitas, dan balap liar.
2. Penanganan ancaman buaya di Sungai Batahan.
3. Penyusunan dan penerapan program mitigasi banjir.
4. Fasilitasi penyelesaian konflik agraria.
Percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
5. Penyediaan Tempat Pembuangan Sampah 6. 6. (TPS) serta pengawasan aktivitas tambang pasir.
7. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penertiban hewan ternak.
8. Penguatan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya berbasis kearifan lokal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Batahan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa secara bertahap sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Untuk persoalan yang berada di luar kewenangan kecamatan, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten.

Pemerintah Kecamatan Batahan juga berjanji memberikan respon awal secara tertulis paling lambat 14 hari kerja, memulai langkah konkret dalam 30 hari kerja, serta menyampaikan laporan perkembangan paling lambat 60 hari kerja sejak audiensi berlangsung. Selain itu, ruang komunikasi dan evaluasi bersama akan dibuka sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Baca juga BPKP Bongkar “Patologi Kronis” Pasca Pilkada 2024: Jual Beli Jabatan Adalah Kejahatan Jabatan Sempurna, Pelaku Terancam PTDH hingga Penjara Seumur Hidup!

Sementara itu, FORMABA Peduli menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hasil audiensi secara kritis dan konstruktif. Mahasiswa juga menyatakan kesiapan untuk menempuh langkah advokasi lanjutan secara damai dan sesuai ketentuan hukum apabila tidak terdapat kejelasan tindak lanjut dari pemerintah.

Audiensi ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir dari kampus untuk kampung halaman, demi mendorong penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Batahan yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

(Siregar )

Wakil Ketua DPRD Bengkalis Arsya Fadillah Resmi Tutup Turnamen Bola Voli Dana Bermasa Cup I di Desa Petani

BHATIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR– Rangkaian Kejuaraan Turnamen Bola Voli Dana Bermasa Kabupaten Bengkalis Cup I Antar Kampung (Tarkam) Tahun 2025 di Desa Petani resmi berakhir.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Arsya Fadillah, secara formal menutup turnamen tersebut pada Selasa (13/01/2026) setelah partai final putri yang berlangsung penuh antusiasme.
Pertandingan puncak yang mempertemukan Club RPC Petani melawan IKBC Rantau Kopar (Rohil) tersebut berlangsung sengit.

Laga dipimpin oleh wasit nasional dari PBVSI Provinsi Riau, Rahmi, dan berakhir dengan kemenangan dramatis Club RPC Petani dengan skor tipis 3-2.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Stakeholder

Baca juga Dari Bengkulu ke Madina, Begini Perjalanan Karier Kapolres AKBP Bagus Priandy

Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya:

    • Camat Bhatin Solapan, M. Rusydy
    • Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, S.A.P.
    • Kasi PMD Kecamatan, Beni
    • Kasipem Desa Petani, Parno, S.P.D.
    • Bhabinkamtibmas Polsek Mandau, Aiptu Hidayat
    • Ketua Harian PBVSI Kabupaten Bengkalis dan perwakilan PBVSI Riau.

Dalam sambutannya, Arsya Fadillah menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia, pemerintah desa, dan kecamatan atas suksesnya penyelenggaraan ini.

“Tarkam ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan ruang untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat. Semoga tahun depan pelaksanaannya lebih meriah dan mampu melahirkan bibit atlet unggul dari desa kita,” ujar Arsya Fadillah.

Kemeriahan dan Sportivitas Tinggi
Tribun lapangan voli dipadati oleh suporter yang memberikan dukungan luar biasa bagi tim kesayangan mereka. Kehadiran tokoh-tokoh daerah di pinggir lapangan menjadi simbol dukungan moral yang nyata bagi para atlet yang bertanding dengan sportivitas tinggi.

Camat Bhatin Solapan, M. Rusydy, bersama Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, juga menyampaikan harapan agar turnamen ini menjadi agenda tahunan.

Mereka menilai Dana Bermasa telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa melalui kegiatan positif seperti olahraga.

Penyerahan Hadiah
Di penghujung acara, dilakukan prosesi penyerahan hadiah kepada para pemenang:

  • Juara 1 (Club RPC Petani): Hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Arsya Fadillah.
  • Juara 2 (IKBC Rohil): Hadiah diserahkan oleh Camat Bhatin Solapan, M. Rusydy.

Panitia lokal mencatat bahwa seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan tertib berkat koordinasi yang baik dengan pihak kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas Polsek Mandau.

Baca juga Ilegal dan Tanpa Izin, Wali Kota Bandung Pastikan Teras Cihampelas Segera Rata dengan Tanah!

Evaluasi akan segera dilakukan terkait fasilitas dan mekanisme pendaftaran agar penyelenggaraan di masa mendatang dapat menjangkau cakupan yang lebih luas hingga tingkat kecamatan.

Dengan suksesnya Dana Bermasa Cup I ini, Desa Petani membuktikan diri siap menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi lainnya di masa depan.

Pemerintah Desa Petani / Panitia Turnamen Dana Bermasa Cup 2025.
Apakah ada bagian atau gelar nama yang ingin Anda tambahkan atau sesuaikan kembali?

(Iwansyah)

Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Bersih Narkoba, Rutan Manna Laksanakan Tes Urine Bersama BNNK

Bengkulu Selatan, JURNAL TIPIKOR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan tes urine/narkoba bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (7/1). Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Tes urine melibatkan petugas kesehatan Rutan Kelas IIB Manna, petugas BNNK Kabupaten Bengkulu Selatan, petugas pengamanan, serta sejumlah WBP dan petugas Rutan. Pemeriksaan difokuskan kepada WBP dan petugas yang berkaitan atau terindikasi dengan kasus narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar, sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan.

Pelaksanaan tes urine dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan kesehatan, sehingga seluruh proses berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kegiatan berlangsung dengan tertib serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban di dalam Rutan.

Baca juga Pemerintah Desa Karangkancana Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan dan petugas Rutan Kelas IIB Manna yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba. Hal ini menegaskan bahwa Rutan Kelas IIB Manna berada dalam kondisi bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Muhamad Nur, menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari komitmen dan pengawasan yang konsisten dalam menjaga integritas serta profesionalitas petugas, sekaligus pembinaan berkelanjutan terhadap WBP.

“Alhamdulillah, hasil tes urine menunjukkan seluruh WBP dan petugas negatif narkoba. Ini membuktikan bahwa Rutan Kelas IIB Manna bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kami akan terus berkomitmen mendukung program nasional pemberantasan narkotika serta menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan sehat,” ujar Muhamad Nur.

Baca juga Kapolres Sukabumi Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI

Lebih lanjut, Kepala Rutan menegaskan bahwa kegiatan tes urine akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan, pencegahan, serta pembinaan terhadap WBP dan petugas.

Secara keseluruhan, kegiatan tes urine/narkoba berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Kondisi keamanan dan ketertiban Rutan Kelas IIB Manna tetap terjaga, serta seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(Jusri)