Purbalingga, JURNAL TIP Kegiatan Car Free Day (CFD) yang secara rutin diselenggarakan setiap dua minggu sekali di Kabupaten Purbalingga kini semakin menunjukkan geliat positif.
Dipusatkan di Alun-Alun Purbalingga, agenda mingguan ini tidak hanya menarik animo masyarakat lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi warga dari kabupaten tetangga, termasuk Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Banyumas.
CFD di Alun-Alun Purbalingga telah terbukti memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Baca juga DIDUGA OKNUM ASN JADI MAKELAR PROYEK PT. BSP, CIPTAKAN PRAKTEK MONOPOLI”
Selain berfungsi sebagai sarana hiburan yang menyegarkan, kegiatan ini juga menyediakan ruang yang nyaman dan aman bagi warga untuk berolahraga.
Manfaat Ekonomi dan Layanan Publik
Aspek ekonomi juga menjadi salah satu nilai tambah yang signifikan. Kehadiran CFD telah memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar arena, menciptakan perputaran ekonomi mikro yang bermanfaat.
Beragam stan meramaikan Alun-Alun setiap kali CFD diselenggarakan, menawarkan berbagai kebutuhan dan layanan, di antaranya:
- Stan Kuliner: Menyajikan aneka ragam makanan dan minuman.
- Stan Pelayanan/Pengecekan Kesehatan: Memberikan kemudahan akses pemeriksaan kesehatan dasar.
- Stan Olahraga: Menyediakan fasilitas atau produk terkait aktivitas fisik.
- Stan Layanan Publik Lainnya: Menyediakan informasi dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Jadwal dan Harapan ke Depan
Terkait pelaksanaan teknisnya, salah satu tokoh Purbalingga, Bapak Gunanto Eko Saputro, saat dihubungi melalui pesan singkat, mengonfirmasi bahwa CFD di Alun-Alun Purbalingga diadakan setiap dua minggu.
Penutupan akses jalan di sekitar lokasi dilakukan mulai pukul 05.30 hingga pukul 09.00 WIB.
“Diharapkan CFD bisa menjadi agenda rutin dan juga bisa diselenggarakan di setiap Kabupaten, mengingat begitu besarnya dampak positif untuk masyarakat,” ujar Bapak Gunanto Eko Saputro, menyampaikan harapannya agar inisiatif positif ini dapat direplikasi di daerah lain.
Kegiatan CFD di Purbalingga diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menyediakan ruang publik yang sehat, rekreatif, sekaligus ekonomis bagi warganya.
[JT Kabupaten Pemalang]
