Kapolri Pastikan Bantuan Logistik dan Personel Berhasil Jangkau Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera

Serang, JURNAL TIPIKOR – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa tim gabungan yang membawa bantuan logistik dan personel telah berhasil menjangkau lokasi bencana di wilayah Sumatera, meskipun sempat menghadapi kendala akses yang terputus.

Penegasan ini disampaikan Kapolri usai acara peluncuran tahapan (kick-off) Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Alun-alun Kota Serang, Banten, pada Minggu (30/11/2025).

“Alhamdulillah kami mendapatkan laporan bahwa beberapa personel sudah bisa masuk dan segera membagikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya logistik,” ujar Kapolri yang saat itu didampingi oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.

Baca juga Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Langsung Bencana Sumatera: Fokus Utama Evakuasi dan Penyelamatan, Evaluasi Dilakukan Pasca Tanggap Darurat

Kapolri Sigit mengakui bahwa penyaluran bantuan di beberapa lokasi bencana, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menghadapi tantangan berat.

Beberapa titik sulit ditembus karena terputusnya jalur komunikasi dan akses transportasi darat akibat dampak bencana.

Untuk mengatasi kendala ini, Polri bekerja sama dengan TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat dengan mengerahkan pesawat untuk mengangkut bantuan dan mengevakuasi korban di wilayah yang terisolir.

“Diperlukan usaha lebih untuk mencapai lokasi. Kita turunkan personel dan pesawat untuk membawa bantuan logistik, baik makanan, pakaian, maupun alat komunikasi,” jelas Jenderal bintang empat tersebut.

Baca juga Terobosan Arkeologi: Situs Gunung Padang Dipastikan Dibangun Sejak 6.000 SM, Melampaui Usia Piramida Giza

Kapolri menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk terus hadir membantu warga terdampak bencana. Ia juga mengumumkan rencana untuk meninjau langsung lokasi bencana dalam waktu dekat guna memastikan bahwa seluruh upaya penanganan berjalan secara optimal.

“Kami juga akan ke sana. Mudah-mudahan seluruh kegiatan bantuan dari pemerintah pusat dapat segera menanggulangi situasi, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas,” pungkas Kapolri.(*)

 

Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Langsung Bencana Sumatera: Fokus Utama Evakuasi dan Penyelamatan, Evaluasi Dilakukan Pasca Tanggap Darurat

AGAM, JURNAL TIPKOR – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.

Hal ini disampaikan Raja Juli saat meninjau langsung lokasi bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11).

Dalam kunjungannya, Menhut menekankan pentingnya mendahulukan evakuasi korban, pembukaan akses wilayah terisolir, penyaluran bantuan, serta pemulihan psikologis para penyintas, khususnya anak-anak.

Baca juga Terobosan Arkeologi: Situs Gunung Padang Dipastikan Dibangun Sejak 6.000 SM, Melampaui Usia Piramida Giza

Ia menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terkait pengelolaan hutan akan dilakukan secara transparan setelah masa kritis ini terlewati.

“Kita fokus dulu menyelesaikan persoalan yang kita hadapi hari ini. Setelah masa tanggap darurat ini selesai, tentu saya sangat terbuka untuk evaluasi, kritik, investigasi apa pun. Tapi sekali lagi, mari kita fokus dulu menyelesaikan apa yang dialami oleh rakyat ini secara bersama-sama,” ujar Raja Juli dalam keterangan resminya.

Peninjauan Lapangan dan Evakuasi Korban

Didampingi oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd Lutfi, Raja Juli memastikan proses penanganan bencana berjalan maksimal.

Dalam kunjungan tersebut, Menhut turut memantau langsung proses evakuasi dua jenazah korban yang baru ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Barusan saja saya bersama Kapolda Sumbar, Riau, dan TNI, mengevakuasi dua jenazah. Saya kira hari-hari ini, hal seperti ini yang masih menjadi fokus utama kita, melakukan tanggap darurat,” tegasnya.

Baca juga Korban Meninggal Bencana Longsor dan Banjir Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Terparah

Selain memantau evakuasi, Raja Juli juga menyambangi posko pengungsian untuk berdialog dengan para korban. Ia sempat berbincang dengan seorang ibu yang kehilangan adik kandung serta keponakannya dalam tragedi tersebut. Menhut memastikan pemerintah memberikan perhatian khusus agar seluruh korban terdata dan tertangani dengan baik.

Koordinasi Lintas Sektoral

Kementerian Kehutanan terus berkoordinasi intensif dengan TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Bantuan Alhamdulillah sudah banyak masuk. Kami terus mendata wilayah yang masih terisolir dan mengarahkan alat berat ke titik-titik tersebut,” tambah Raja Juli.

Baca juga 7 Tersangka Korupsi SPPD Setwan Provinsi Bengkulu Segera Disidangkan, 10 JPU Ditugaskan

Data Terkini Bencana

Bencana banjir bandang dan tanah longsor ini melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (29/11) sore, total korban meninggal dunia mencapai 303 orang.

Kepala BNPB Suharyanto merinci bahwa korban jiwa terbanyak berasal dari Sumatera Utara dengan 166 orang meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kehadiran negara dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak di Pulau Sumatera.

Tentang Kementerian Kehutanan:
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kehutanan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

(Red)

Terobosan Arkeologi: Situs Gunung Padang Dipastikan Dibangun Sejak 6.000 SM, Melampaui Usia Piramida Giza

CIANJUR, Jawa Barat – JURNAL TIPIKOR – Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang hari ini mengumumkan temuan monumental yang mengubah peta sejarah peradaban dunia.

Berdasarkan hasil penelitian dan uji karbon terbaru, situs punden berundak yang terletak di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, ini dipastikan telah dibangun sejak 6.000 Sebelum Masehi (SM).

Fakta ilmiah ini menempatkan Situs Gunung Padang sebagai struktur megalitikum yang jauh lebih tua dibandingkan Piramida Giza di Mesir, yang tercatat dibangun sekitar tahun 2580-2560 SM.

Temuan ini tidak hanya menjadi kabar mengejutkan, tetapi juga pencapaian yang sangat membanggakan bagi dunia arkeologi Indonesia.

Baca juga 7 Tersangka Korupsi SPPD Setwan Provinsi Bengkulu Segera Disidangkan, 10 JPU Ditugaskan

Bukti Ilmiah dari Kedalaman Empat Meter

Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran, Ali Akbar, menjelaskan bahwa kesimpulan ini merupakan hasil dari ekskavasi intensif dan pengujian sampel selama beberapa bulan terakhir. Kunci dari penemuan ini terletak pada sampel karbon yang diambil dari Teras Kelima.

“Sampel yang diteliti dan diuji termasuk kandungan karbon yang diambil dari teras kelima, tepatnya di kedalaman empat meter di bawah permukaan situs. Sehingga diketahui usia dari struktur terluar yang dapat dilihat usianya berapa tahun,” ujar Ali Akbar di Cianjur, Minggu (30/11).

Struktur Fondasi Canggih dan Terencana
Selain penanggalan karbon, tim peneliti menemukan bukti fisik berupa struktur fondasi yang unik dan rapi di kedalaman empat meter tersebut.

Baca juga DPRD dan Pemkot Bandung Sepakati Raperda APBD TA 2026, Prolegda 2025-2026 Turut Ditetapkan

Berbeda dengan batuan columnar joint (memanjang) yang mendominasi permukaan, fondasi di kedalaman ini terdiri dari bebatuan berbentuk bulat dan persegi lima yang disusun menjadi satu hamparan padat.

Temuan ini mengindikasikan adanya perencanaan teknik sipil yang matang dan pembangunan yang dilakukan secara bertahap lintas generasi.

“Pembangunan situs ini dilakukan secara bertahap sampai di akhir yang dapat kita lihat saat ini. Setelah fondasi terbentuk, dilanjutkan dengan pembangunan struktur di atasnya dan seterusnya,” jelas Ali.

Baca juga DPRD dan Pemkot Bandung Sepakati Raperda APBD TA 2026, Prolegda 2025-2026 Turut Ditetapkan

Rencana Pemugaran Skala Besar 2026
Menindaklanjuti kepastian usia dan signifikansi sejarah situs ini, tim peneliti akan segera melakukan langkah preservasi.

Ali Akbar memaparkan bahwa proses pemugaran akan dibagi menjadi dua fase utama:

  1.  Pemugaran Awal (Desember 2025): Fokus pada perbaikan minor, termasuk mengembalikan posisi batu-batu yang bergeser atau berpindah akibat faktor alam dan usia ke posisi semula.
  2. Pemugaran Skala Besar (Awal 2026): Dilakukan secara menyeluruh untuk mengembalikan kejayaan dan integritas struktur situs megalitikum tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelestarian Gunung Padang sebagai warisan peradaban tertua yang kini menjadi sorotan dunia.

Baca juga Ketua Jimly: Mandat Presiden untuk Percepatan Reformasi Polri Mutlak dan Tidak Dapat Dinegosiasikan

Tentang Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang adalah situs prasejarah punden berundak besar yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Situs ini telah lama menjadi objek penelitian karena ukuran dan kompleksitas strukturnya, yang kini terbukti menyimpan jejak peradaban yang jauh lebih tua dari perkiraan sebelumnya.

(Red/CNN)

7 Tersangka Korupsi SPPD Setwan Provinsi Bengkulu Segera Disidangkan, 10 JPU Ditugaskan

Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Tujuh tersangka kasus korupsi SPPD di Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2024 segera disidangkan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Bengkulu pada Rabu 27 November 2025.

Kejati Bengkulu juga menugaskan sepuluh jaksa untuk mengawal proses penuntutan hingga persidangan dimulai.

Kasi Penuntutan Kejati Bengkulu, Arief Wirawan, mengatakan tim jaksa saat ini menyiapkan berkas dakwaan sambil menunggu penetapan jadwal sidang dari pengadilan.

Baca juga KPK Yakin Hakim Praperadilan Paulus Tannos Akan Merujuk SEMA 1/2018 Larangan Praperadilan Bagi Buronan

Ia memastikan seluruh berkas telah dikirim melalui sistem pelimpahan elektronik.

“Untuk berkas perkara sudah kita limpahkan melalui website dan saat ini tinggal menunggu jadwal sidang dari pengadilan,” ungkap Arief pada RB 27 November 2025.

Dengan pelimpahan berkas tersebut, ketujuh tersangka resmi menjadi tahanan pengadilan.

Para tersangka juga telah diserahkan ke pengadilan meskipun tanggung jawab pengawasan tetap berada pada jaksa.

“Bukan hanya berkas namun tersangka juga dilimpahkan untuk menjadi tahanan pengadilan namun untuk tanggung jawab masih di jaksa,” tutup Arief.

Baca juga DPRD dan Pemkot Bandung Sepakati Raperda APBD TA 2026, Prolegda 2025-2026 Turut Ditetapkan

Ketujuh tersangka itu ialah mantan Sekretaris DPRD Provinsi Bengkulu, Erlangga, Kasubag Umum Rizan Putra Jaya, Bendahara Dahyar, serta tiga pembantu bendahara pengeluaran, Rely Pribadi dan Ade Yanto Pratama. Seluruh berkas ditangani dalam tujuh dokumen terpisah.

Dalam pelimpahan sebelumnya, jaksa menyerahkan 1.389 dokumen dan barang bukti kepada pengadilan. Barang bukti tersebut berasal dari penanganan tujuh berkas terpisah yang disusun tim penyidik.

Ada 7 berkas saat pelimpahan beberapa waktu lalu dengan total dokumen dan barang bukti sebanyak 1.389 item,” tutur Arief.

Kerugian negara pada perkara korupsi SPPD Setwan DPRD Provinsi Bengkulu ditaksir mencapai Rp3 miliar. Nilai ini berasal dari 204 perjalanan dinas yang sudah dicairkan namun tidak disalurkan kepada penerima.

Baca jug Ketua Jimly: Mandat Presiden untuk Percepatan Reformasi Polri Mutlak dan Tidak Dapat Dinegosiasikan

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 juncto pasal 18 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

(JSjurnaltipikor.com/)

DPRD dan Pemkot Bandung Sepakati Raperda APBD TA 2026, Prolegda 2025-2026 Turut Ditetapkan

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berhasil menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Paripurna yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD Kota Bandung pada hari Jumat, 28 November 2025.

Selain persetujuan Raperda APBD 2026, Rapat Paripurna juga menetapkan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2025 dan Penetapan Propemperda Tahun 2026.

Baca juga KPK Yakin Hakim Praperadilan Paulus Tannos Akan Merujuk SEMA 1/2018 Larangan Praperadilan Bagi Buronan

Persetujuan Raperda APBD 2026

Persetujuan bersama atas Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 ini merupakan tahapan krusial dalam proses penganggaran daerah.

Sesuai amanat ketentuan yang berlaku, Raperda yang telah disetujui tersebut akan segera disampaikan kepada Wali Kota Bandung untuk proses penetapan selanjutnya menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Sebelum pengambilan keputusan, rapat paripurna mendengarkan Pendapat Akhir Wali Kota atas pengambilan keputusan terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026, sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan DPRD Kota Bandung Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib.

“Kepada Yth. Pimpinan dan Anggota Bapemperda dan Yth. rekan-rekan di Badan Anggaran yang telah melaksanakan tugasnya, dan juga kepada segenap jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang telah bersama-sama melakukan pembahasan, kami atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya disertai ucapan terima kasih atas pelaksanaan tugasnya,” tutur Pimpinan Rapat Paripurna, H. Asep Mulyadi, S.H.

Baca juga Ketua Jimly: Mandat Presiden untuk Percepatan Reformasi Polri Mutlak dan Tidak Dapat Dinegosiasikan

Propemperda 2025 dan 2026 Ditetapkan

Rapat Paripurna juga menetapkan Propemperda Tahun 2026 dan menyetujui perubahan Propemperda Tahun 2025. Penetapan ini dilakukan sebelum penetapan Raperda tentang APBD, sejalan dengan ketentuan Pasal 239 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Perubahan dan penetapan Propemperda ini merupakan hasil persetujuan bersama antara Pemkot dan DPRD, berdasarkan hasil Rapat Badan Musyawarah yang digelar pada hari yang sama. Penetapan ini akan menjadi pedoman pembentukan peraturan daerah dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

Perubahan Keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan

Dalam kesempatan yang sama, Rapat Paripurna turut menetapkan perubahan keanggotaan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Penetapan ini merespons surat masuk dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kota Bandung.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) kini diisi oleh Sendi Lukmanulhakim, S.H., yang menggantikan H. Sutaya, S.H., M.H. Perubahan susunan keanggotaan ini selanjutnya akan dituangkan dalam Keputusan DPRD Kota Bandung.

(Red)

Korban Meninggal Bencana Longsor dan Banjir Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Terparah

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) terus meningkat. Hingga Sabtu (29/11) sore, total korban jiwa tercatat mencapai 303 orang.

Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers, merinci bahwa Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah, menyumbang lebih dari separuh total korban.

Rincian Korban Jiwa per Provinsi

Sumatra Utara (Sumut)

Korban jiwa di Sumut melonjak drastis dari 116 menjadi 166 orang meninggal dunia. Selain itu, 143 jiwa dilaporkan masih dalam pencarian.

Baca juga KPK Yakin Hakim Praperadilan Paulus Tannos Akan Merujuk SEMA 1/2018 Larangan Praperadilan Bagi Buronan

Sumatra Barat (Sumbar)

Jumlah korban meninggal di Sumbar kini menjadi yang tertinggi kedua, dengan 90 jiwa meninggal dunia, menggeser Aceh. Peningkatan ini didorong oleh tambahan korban signifikan dari Kabupaten Agam yang mencapai 74 orang. Selain itu, 85 orang dilaporkan hilang dan 10 orang mengalami luka-luka.

Aceh

Di Aceh, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 47 jiwa, dengan 51 jiwa masih dinyatakan hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa data ini bersifat dinamis dan akan terus berkembang seiring dengan upaya pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) gabungan.

Respons Pemerintah dan Bantuan Logistik

Bencana ini telah merendam puluhan kabupaten dan kota di ketiga provinsi tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini dan mendoakan para korban.

“Pada saat sekarang kita merasakan bahwa ada saudara-saudara kita yang mengalami duka, musibah, akibat bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Nusantara kita ini, yang terakhir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tentunya kita berdoa agar mereka senantiasa dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, diringankan duka dan penderitaan mereka,” kata Presiden Prabowo pada Hari Guru Nasional, Jumat (28/11).

Baca juga Ketua Jimly: Mandat Presiden untuk Percepatan Reformasi Polri Mutlak dan Tidak Dapat Dinegosiasikan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian, menyalurkan bantuan logistik melalui jalur darat maupun udara.

Meskipun kondisi lapangan sangat berat—dengan banyak akses terputus dan cuaca yang tidak menentu menghambat pendaratan helikopter dan pesawat—upaya maksimal terus dilakukan.

Hingga saat ini, pemerintah telah mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400 untuk memastikan bantuan segera sampai ke warga terdampak bencana.

Presiden memastikan pengiriman bantuan akan dilakukan secara berkesinambungan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

(Red)

KPK Yakin Hakim Praperadilan Paulus Tannos Akan Merujuk SEMA 1/2018 Larangan Praperadilan Bagi Buronan

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keyakinannya bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2018 saat menangani permohonan praperadilan yang diajukan oleh buronan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa SEMA tersebut secara jelas melarang tersangka yang berstatus buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk mengajukan praperadilan.

“Kami meyakini hakim praperadilan akan merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2018 yang melarang tersangka berstatus buron mengajukan praperadilan,” ujar Budi Prasetyo kepada jurnalis di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Baca juga Ketua Jimly: Mandat Presiden untuk Percepatan Reformasi Polri Mutlak dan Tidak Dapat Dinegosiasikan

SEMA No. 1 Tahun 2018 mengatur bahwa tersangka yang melarikan diri atau berstatus DPO tidak dapat mengajukan praperadilan.

Budi menjelaskan bahwa jika permohonan tetap diajukan oleh penasihat hukum atau keluarga, maka hakim wajib menyatakan permohonan tersebut tidak dapat diterima, dan putusan tersebut tidak dapat ditempuh upaya hukum apa pun.

Budi juga mengingatkan bahwa penerbitan SEMA ini bertujuan untuk mencegah upaya gugatan terhadap keabsahan penyidikan oleh pihak-pihak yang secara sengaja melarikan diri dari proses hukum.

“Tidak adil bila seseorang menolak hadir, tidak kooperatif, bahkan melarikan diri, namun tetap ingin mempersoalkan keabsahan penetapan tersangka dan tindakan penyidikan oleh KPK melalui praperadilan. Negara tentu tidak memberikan ruang untuk itu,” katanya.

Baca juga KPK Panggil Tersangka Kasus Korupsi Bansos Beras, Komisaris Utama DNR Logistics Diperiksa sebagai Saksi

Budi Prasetyo menambahkan bahwa KPK telah menempuh seluruh prosedur pemanggilan sebelum akhirnya menerbitkan status DPO untuk Paulus Tannos. Saat ini, fokus utama KPK adalah membawa Paulus Tannos kembali ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan.

“KPK masih terus berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk proses pemulangan Paulus Tannos ke Indonesia. Dengan demikian, sebetulnya yang diperlukan saat ini bukan praperadilan, tetapi kehadiran tersangka agar proses hukumnya dapat berjalan efektif,” tutup Budi.

Narahubung:
Biro Hubungan Masyarakat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Ketua Jimly: Mandat Presiden untuk Percepatan Reformasi Polri Mutlak dan Tidak Dapat Dinegosiasikan

Jakarta, JURNAL TIPIKOR  – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Prof. Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa pembentukan dan kerja Komisi yang dipimpinnya adalah mandat langsung dari Presiden yang bersifat mutlak dan tidak bisa dinegosiasikan.

Pernyataan ini disampaikan Jimly usai menjadi Keynote Speaker dalam Focus Group Discussion (FGD) Reformasi Polri yang diselenggarakan oleh GREAT Institute di Jakarta, Sabtu (29/11).

“Komisi ini dibentuk karena reformasi Polri sudah berjalan, tetapi perlu dipacu. Presiden memberikan mandat langsung, dan mandat itu tidak bisa dinegosiasikan,” ujar Jimly.

Baca juga Indahnya Berbagi, DPD IWO I Kabupaten Sukabumi Santuni 40 Anak Yatim di Jumat Berkah

Tiga Bulan untuk Rekomendasi Komprehensif

Jimly menjelaskan bahwa Komisi hanya memiliki waktu tiga bulan untuk merumuskan rekomendasi komprehensif kepada Presiden, dengan fokus kerja terbagi dalam tiga tahap:

  • Bulan Pertama (Tahap 1): Penyerapan Aspirasi.
  • Komisi telah menghimpun puluhan ribu masukan dari masyarakat, akademisi, ormas, lembaga riset, hingga internal Polri melalui berbagai kanal resmi.
  • Bulan Kedua (Tahap 2): Penyusunan Keputusan dan Rekomendasi.
  • Sepuluh anggota komisi akan menyusun langkah kebijakan berbasis data dan kebutuhan reformasi.
  •  “Semua keputusan harus menggunakan akal sehat dan hati nurani… masing-masing anggota harus menuliskan pikirannya berdasarkan data, fakta dan saintifik dan berdebat keras dalam forum,” tegas Jimly.
  • Bulan Ketiga (Tahap 3): Finalisasi Laporan.
  • Fase finalisasi mencakup laporan akhir, termasuk usulan revisi aturan, penyempurnaan kode etik, dan perubahan regulasi.

Fokus Tiga Aspek Utama Reformasi
Reformasi Polri yang dipercepat ini akan difokuskan pada tiga aspek fundamental yang tidak boleh dipisahkan:

  1. Aspek Struktural: Terkait organisasi dan tata kewenangan.
  2. Aspek Instrumental: Untuk penyempurnaan peraturan, Standar Operasional Prosedur (SOP), kode etik, rule of law, dan rule of ethics.
  3. Aspek Kultural: Untuk pembenahan mentalitas dan budaya kerja.

“Pendekatan budaya penting, tetapi hasilnya jangka panjang. Oleh karena itu, pembenahan struktural dan aturan harus dilakukan sekarang,” tambahnya.

Baca juga KPK Panggil Tersangka Kasus Korupsi Bansos Beras, Komisaris Utama DNR Logistics Diperiksa sebagai Saksi

Independensi Komisi dan Dialog Publik

Meskipun terdapat unsur internal Polri (termasuk Kapolri) dalam Komisi, Jimly memastikan KPRP akan tetap independen dan berkoordinasi langsung dengan Presiden untuk menjaga objektivitas.

Jimly juga kembali mengajak publik untuk mengirimkan masukan yang bersifat solutif dan konkret yang dapat dikaji sebagai rumusan kebijakan, bukan sekadar keluhan.

“Peluang aspirasi publik masih dibuka hingga 9 Desember 2025.”

“Komisi ini bekerja untuk kepentingan bangsa. Dengan dialog publik yang luas dan kerja berbasis data, kami berharap dapat melahirkan rekomendasi reformasi Polri yang substantif,” tutup Jimly.

(AZI)

Indahnya Berbagi, DPD IWO I Kabupaten Sukabumi Santuni 40 Anak Yatim di Jumat Berkah

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO I) Kabupaten Sukabumi kembali menggelar aksi sosial rutin "Jumat Santuni Anak-Anak Yatim Piatu" yang berlokasi di Kantor DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, Jalan Parungkuda‑Parakansalak, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A‑06, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda. Kegiatan kali ini menghadirkan 40 anak yatim piatu, jum'at (28/11/2025).

Ketua DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, menyampaikan rasa syukur karena acara yang telah menjadi agenda mingguan itu dapat berjalan lancar.

"Alhamdulillah, Jumat ini kami dapat kembali berbagi kebahagiaan dengan anak‑anak yatim. Semoga kebaikan ini menjadi berkah bagi semua yang terlibat," ujarnya dengan senyum.

Baca juga KPK Panggil Tersangka Kasus Korupsi Bansos Beras, Komisaris Utama DNR Logistics Diperiksa sebagai Saksi

Selain penyerahan santunan berupa makanan dan uang, para relawan IWO I juga mengadakan doa bersama serta sesi silaturahmi.

“Kegiatan ini bukan hanya soal memberi materi, tapi juga menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan,” tambah Heriyadi, mengacu pada semangat Indahnya Berbagi yang selalu digaungkan organisasi ini.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD IWO I Kabupaten Sukabumi dan 40 anak-anak yatim piatu. Mereka berharap, agenda “Jumat Santuni Anak-Anak Yatim Piatu” ini dapat terus berlanjut sebagai wujud kepedulian sosial di Kabupaten Sukabumi.

(Rama)

KPK Panggil Tersangka Kasus Korupsi Bansos Beras, Komisaris Utama DNR Logistics Diperiksa sebagai Saksi

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Jumat (28/11) memanggil salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras di Kementerian Sosial (Kemensos) tahun 2020.

Tersangka yang dipanggil adalah Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudy Tanoe (BRT), yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DNR Logistics).

“Pemeriksaan atas nama BRT selaku Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DNR Logistics) diagendakan hari ini sebagai saksi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Baca juga “PENUNJUKAN PLT. DIRUT PERUMDA TIRTAWENING EKS-PENSIUNAN: ANCAMAN MAL ADMINISTRASI! BPKP Tuntut KPM Batalkan Keputusan yang Diduga Kuat Menyalahi Aturan”

Lebih lanjut, Budi menyebutkan bahwa Rudy Tanoe diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Latar Belakang Kasus

Pemanggilan ini merupakan bagian dari penyidikan yang telah dilakukan KPK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kemensos.

  • 15 Maret 2023: KPK mengumumkan dimulainya penyidikan.
  • 23 Agustus 2023: KPK mengumumkan enam tersangka pada klaster awal kasus yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp326 miliar. Mereka adalah IW, RR, RR (Richard Cahyanto), MKW, BS, dan AC.
    Pengembangan Kasus dan Penetapan Tersangka Baru
    Kasus ini kemudian dikembangkan ke klaster penyaluran bansos beras oleh PT Dosni Roha Indonesia:
  • 19 Agustus 2025: KPK mengumumkan pengembangan kasus untuk klaster PT Dosni Roha Indonesia dan melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang, termasuk Rudy Tanoe (BRT). Pada tanggal yang sama, KPK menetapkan tiga orang dan dua korporasi sebagai tersangka, dengan kerugian negara pada klaster ini mencapai Rp200 miliar.
  • 11 September 2025: KPK mengonfirmasi Rudy Tanoe sebagai salah satu tersangka, menyusul pengajuan praperadilan yang bersangkutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
  • Oktober 2025: KPK kembali mengungkapkan tersangka lain, yakni Edi Suharto (ES), Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial.

Baca.juga KPK Imbau BUMN Tetap Lanjutkan Aksi Korporasi di Tengah Kasus Korupsi ASDP

Dengan terungkapnya Rudy Tanoe dan Edi Suharto, KPK telah mengumumkan dua dari tiga tersangka perorangan, sementara satu tersangka perorangan dan dua korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka pada klaster penyaluran bansos beras oleh PT Dosni Roha Indonesia masih belum diumumkan secara resmi.

Pemeriksaan saksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan bagi para tersangka dalam kasus yang terus bergulir ini.

Kontak Pers:
Biro Hubungan Masyarakat KPK