PERANG TOTAL LAWAN NARKOBA: Polda Jabar Gempur 47 Target Operasi, 1.112 Personel Siaga ‘Babat Habis’ Jaringan Hitam

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Jawa Barat tidak lagi sekadar siaga, melainkan telah memasuki mode “perang total” melawan narkoba. Kepolisian Daerah (Polda) Jabar resmi melancarkan operasi besar-besaran Operasi Antik Lodaya 2026, mengerahkan kekuatan elit sebanyak 1.112 personel untuk menyapu bersih peredaran gelap narkotika yang kian meresahkan.

Selama 10 hari penuh (7-16 Oktober 2026), tidak ada tempat bersembunyi bagi para bandar, pengedar, hingga kurir. Polda Jabar telah memetakan dan membidik 47 Target Operasi (TO)—jaringan otak dan tulang punggung peredaran narkoba—untuk dilumpuhkan hingga ke akar-akarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan eksekusi tegas terhadap “darurat narkoba” di wilayah hukumnya.

“Ini adalah pernyataan perang kami terhadap pengedar. Operasi Antik Lodaya adalah wujud komitmen darah dan jiwa kami untuk memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya. Kami tidak akan berhenti sampai kondisi kamtibmas di Jawa Barat benar-benar steril dari racun ini,” tegas Hendra di Bandung, Minggu (11/10/2026).

Baca juga Disdik Kabupaten Sukabumi Keluarkan SE Terkait Implementasi Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 Pada Pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan

Hendra menjamin bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara **terukur namun tanpa kompromi**. Kombinasi antara tindakan preemtif dan preventif di lapangan akan membuat ruang gerak pelaku semakin sempit. “47 target utama sudah kami kantongi. Mereka yang selama ini merasa aman, kini harus bersiap menghadapi keadilan,” tambahnya.

Strategi ‘Hulu ke Hilir’: Tak Ada Ampun bagi Pengendali

Dalam operasi ini, Polda Jabar mengubah strategi dengan pendekatan komprehensif. Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jabar, Kombes Pol. Benny Subandi, memperingatkan bahwa penangkapan tingkat bawah hanyalah langkah awal. Fokus utama kini adalah memenggal kepala jaringan.

“Penanganan parsial sudah tidak zaman. Kami tidak hanya menangkap kurir, kami memburu pengendalinya. Dari mana barang haram ini berasal, siapa yang mendanai, dan bagaimana jalur distribusinya, akan kami bongkar habis,” ujar Benny.

Benny menekankan bahwa setiap pengungkapan kasus wajib dikembangkan (*develop*) untuk menjerat pihak yang selama ini berlindung di balik bayang-bayang. “Kami akan kejar sampai ke sumbernya. Tidak ada impunitas bagi mereka yang merusak generasi bangsa,” tegasnya.

Baca juga DICARI SAMPAI MATI PUN TIDAK ADA!” Mahfud MD Tegaskan Ijazah SMA Gibran Tidak Pernah Ada di Berkas MK, Gugatan Otomatis Gugu”r

Mata-Mata Polisi Masuk ke Ruang Digital

Ancaman narkoba yang bermigrasi ke dunia maya juga menjadi sasaran tembak Operasi Antik Lodaya. Benny mengungkapkan bahwa pengawasan digital diperketat untuk mengintai transaksi-transaksi terselubung di dunia maya.

“Jaringan kejahatan narkotika kini beroperasi di ruang digital, memanfaatkan celah teknologi. Kami perkuat pengawasan siber. Aktivitas mencurigakan di dunia maya akan kami lacak dan kami tindak di dunia nyata,” pungkas Benny.

Masyarakat Jawa Barat diimbau untuk turut serta menjadi mata dan telinga polisi, sementara bagi para pelaku kejahatan, pesan Polda Jabar jelas: “Tinggalkan sekarang, atau kami yang akan menjemput Anda”.

Sumber : Bidang Humas Polda Jabar

Editor : Azi

 

PANGKAT BUKANLAH DEWA: KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO BERI ‘TAMPARAN’ MORAL BAGI JAJARAN POLRI

Dari atas mimbar Jumat, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menegaskan: Jabatan dan kekuasaan adalah amanah, bukan alat untuk merasa lebih hebat dari rakyat yang dilayani.

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Tidak ada ruang untuk kesombongan di tubuh Korps Bhayangkara. Pesan keras, reflektif, dan penuh makna itu disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto saat memimpin khotbah Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jumat (9/10/2026).

Di tengah hiruk-pikuk dinamika keamanan dan tantangan zaman, Kapolri memilih untuk “menelanjangi” ego. Ia mengingatkan ribuan personel kepolisian bahwa seragam, bintang di pundak, dan harta bukanlah tiket untuk merasa lebih tinggi dari masyarakat.

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Kapolri di hadapan jamaah, Jumat siang.(9/10)

Baca juga Skandal ‘Bakar Uang’ Iklan BJB Rp223 Miliar: Eks Dirut Beralasan ‘Sakit’, Saksi Kunci Malah Tak Kunjung Hadir di KPK!

Narasi yang dibangun oleh orang nomor satu di Polri ini bukanlah sekadar nasihat spiritual rutin. Ini adalah sebuah kompas moral dan peringatan keras di tengah era di mana arogansi kekuasaan sering kali menggerus kepercayaan publik. Kapolri secara gamblang menyatakan bahwa segala kedudukan yang melekat pada diri seorang anggota kepolisian adalah titipan Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan, bukan privilese untuk menindas.

Menurut Kapolri, cerminan akhlak mulia harus menjadi detak jantung dalam setiap langkah kepolisian. Semakin tinggi pangkat yang disandang, seharusnya semakin dalam pula rasa bijaksana, kepedulian, dan keteladanan yang ditunjukkan.

“Polri harus hadir sebagai pelindung yang merangkul, bukan penguasa yang menakutkan. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” tambah Kapolri, mengingatkan agar nilai-nilai keimanan tidak berhenti di atas sajadah, melainkan mewujud dalam tindakan nyata di jalanan, di kantor, hingga di tengah keluarga.

Baca juga 57 Tulang Punggung Keluarga Akhirnya Bisa Bernapas Lega: Pemkot Bandung Pastikan Eks Pegawai Kebun Binatang Kembali Bekerja

Kegiatan yang berlangsung khidmat dari pukul 11.50 hingga 12.50 WIB ini menjadi momentum krusial bagi institusi Polri untuk melakukan “rekalkibrasi” jiwa. Sebuah pengingat kolektif bahwa pada akhirnya, kekuasaan akan sirna, namun amanah dan bagaimana seorang polisi memperlakukan rakyatnya akan menjadi hisab yang paling berat.

Melalui mimbar ini, Kapolri Suyudi Ario Seto kembali menegaskan komitmennya: Membangun Polri yang tidak hanya tangguh dalam menegakkan hukum, tetapi juga rendah hati dalam memanusiakan manusia.

Sumber :
Divisi Humas Polri
Pusat Komunikasi Kepolisian
Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan
Email: pressrelease@polri.go.id
Telepon: (021) 7218513

Skandal Judol di KPAD Cijantung: TNI Ancam Perwira Terlibat, Tak Ada Tempat Persembunyian bagi Oknum!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Institusi TNI menarik garis merah yang tegas. Dugaan bersarangnya operasional judi daring (judol) di jantung Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, bukan sekadar masalah disiplin, melainkan “pengkhianatan” yang akan dibabat habis. TNI kini membuka peluang besar untuk menyeret dan memeriksa perwira TNI AD yang diduga terlibat atau melindungi praktik ilegal tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, memberikan sinyal keras bahwa seragam dan pangkat tidak akan menjadi tameng bagi siapa pun yang bermain api.

“Semua yang dinilai perlu untuk kepentingan penyelidikan pasti diperiksa,” tegas Mayjen Nas di Jakarta, Kamis (8/10).

Pernyataan ini adalah tamparan keras bagi oknum yang mencoba memanfaatkan fasilitas negara untuk kejahatan siber. Nas memastikan, proses hukum akan berjalan tanpa tebang pilih. “Bila terbukti pasti ada sanksi sesuai undang-undang yang berlaku,” tambahnya, menutup celah bagi upaya negosiasi atau perlindungan internal.

Baca juga AKHIR PENANTIAN! DPR dan Pemerintah Lahirkan Perpres 27/2026: Era Eksploitasi Ojol Berakhir, Aplikator Resmi Dikekang

Markas Judol di Tanah Suci Prajurit

Ironi menyelimuti KPAD Cijantung. Rumah dinas yang sejatinya menjadi tempat istirahat bagi para prajurit dan keluarganya, justru disulap menjadi markas operasional judi online yang merugikan jutaan rakyat Indonesia.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di kompleks elit tersebut. Menindaklanjuti laporan intelijen, personel Kodim 0505/Jakarta Timur melakukan penggerebekan pada Minggu (4/10) lalu.

Hasilnya mengejutkan: petugas menemukan “sarang” komputer yang beroperasi 24 jam. Sebanyak 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP disita sebagai barang bukti. Sebanyak 11 warga sipil (6 laki-laki, 5 perempuan) yang menjadi operator langsung digelandang ke Detasemen Polisi Militer (Denpom).

Baca juga Jerat TPPU Makin Mencekik: KPK Gali Peran Khairudin dari Mulut Rita Widyasari, Bayang-Bayang Tambang Batu Bara Kukar Tak Kunjung Padam

Ultimatum KSAD: Bersihkan Kotoran di Halaman Sendiri

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa KSAD telah memberikan ultimatum: jangan harap ada ampun.

“TNI AD tidak akan membiarkan fasilitas yang berada di lingkungannya digunakan untuk kegiatan ilegal yang merugikan masyarakat,” ujar Donny dengan nada dingin.

Kasus ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas TNI di mata publik. Jika terbukti ada perwira yang “bermain mata” atau membiarkan rumah dinasnya disewa untuk server judol, maka hukuman maksimal menanti. Publik kini menanti “operasi bersih-bersih” internal TNI untuk membuktikan bahwa institusi ini steril dari oknum yang merusak marwah prajurit.

TNI sedang bergerak. Dan kali ini, mereka tidak akan berhenti sampai ke akar-akarnya.

Sumber : Antara

Editor : azi

 

Kapolri Baru Tak Buang Waktu: 88 Pati-Pamen Digeser dalam 24 Jam, Pengamat Sebut “Dream Team” Polri Terbentuk

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Baru dua hari resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto langsung tancap gas. Tanpa jeda, tanpa kompromi: 88 perwira tinggi dan menengah Polri dimutasi dan dirotasi dalam satu sapuan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Langkah kilat yang mengirim sinyal keras ke seluruh tubuh Korps Bhayangkara — era baru telah dimulai, dan tidak ada ruang untuk pejabat yang sekadar “duduk manis”.

Pengamat kepolisian Poengky Indarti, mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), tidak menyembunyikan apresiasinya. Dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (4/10), ia menyebut jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri yang baru bukan sekadar hasil pergeseran kursi, melainkan penempatan orang-orang dengan kapabilitas yang tepat di posisi yang tepat.

“Ini bukan mutasi biasa. Saya melihat profesionalisme semakin menguat, dan hal ini menunjukkan sangat positif bagi peningkatan prestasi Polri,” tegas Poengky.

Baca juga GUNCANGAN ISTANA: Prabowo Jalankan ‘Operasi Presisi’, Preteli Siji-Siji Figur Kunci Solo, Konsolidasi Kekuasaan Penuh Dimulai!

Nama-Nama Besar di Balik “Dream Team” Baru

Poengky menyoroti empat jabatan strategis di Mabes Polri yang menurutnya diisi oleh figur-figur dengan rekam jejak tak terbantahkan:

Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam). Jenderal bintang dua ini pernah bertugas langsung di bidang intelijen, sehingga memiliki fokus, keahlian, dan pengetahuan yang tajam. “Skill dan knowledge-nya mumpuni,” kata Poengky singkat namun tegas.

Irjen Pol. Herry Heryawan dipercaya memegang tampuk Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam). Bagi Poengky, ini adalah penempatan yang nyaris sempurna. “Cocok dengan pengalaman beliau yang lama di penegakan hukum dan keamanan, sehingga diharapkan mampu menangani pemeliharaan keamanan dengan baik,” ujarnya.

Irjen Pol. Asep Safrudin mengisi posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) — jabatan yang kerap menjadi sorotan publik. Latar belakang reskrim yang kuat membuatnya, menurut Poengky, pilihan yang sudah tepat.

Sementara itu, Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi ditunjuk sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor), sebuah jabatan krusial di tengah tuntutan publik akan pemberantasan korupsi yang tanpa pandang bulu. Poengky menilai kombinasi latar belakang penegakan hukum dan pengalaman sebagai pimpinan kewilayahan menjadikan Arie figur yang pas untuk posisi panas ini.

Baca juga SAPU BERSIH DI HARI PERTAMA! Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda, Kursi Panas Metro Jaya Jadi ‘Panggung’ Pembuktian

Kapolda Metro Jaya: Medan Tempur Paling Berat

Tak hanya di tingkat Mabes, Poengky juga menyoroti penunjukan **Irjen Pol. Dadang Hartanto** sebagai Kapolda Metro Jaya — wilayah yang diakui sebagai medan paling menantang bagi seorang Kapolda di seluruh Indonesia.

Dadang bukan orang baru di medan berat. Ia pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara yang penuh dinamika, lalu teruji sebagai Kapolda Maluku. Kini, ia dipanggil ke Jakarta untuk memimpin kepolisian di ibu kota negara yang kompleksitasnya tak tertandingi.

“Irjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut yang penuh tantangan serta teruji di Maluku sebagai Kapolda Maluku, saat ini dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang tantangannya jelas lebih berat. Itu menunjukkan penguatan *skill and knowledge* untuk memimpin kewilayahan,” jelas Poengky.

Baca juga GEbrakan Cepat Kapolri Suyudi Ario Seto: ‘Bongkar Pasang’ 27 Kursi Panas Pati dan Kapolda, Sinyal Keras Percepatan Kinerja Polri!

Pesan di Balik Kecepatan

Langkah Kapolri baru yang langsung merombak 88 pati dan pamen hanya dalam hitungan hari setelah pelantikan bukan tanpa makna. Polri sendiri menyebut mutasi ini sebagai “percepatan yang dibutuhkan” — sebuah pengakuan bahwa institusi memerlukan penyegaran segera untuk menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang.

Bagi Poengky, susunan baru ini adalah fondasi kuat. Ketika orang yang tepat duduk di kursi yang tepat, profesionalisme bukan lagi slogan, melainkan praktik nyata.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Kapolri baru berani bertindak, melainkan seberapa jauh “dream team” ini mampu membuktikan diri di lapangan. Publik menunggu — dan ekspektasi sudah terlanjur tinggi.

Narasumber:
Poengky Indarti – Pengamat Kepolisian, Mantan Anggota Kompolnas

Sumber Data:
Surat Telegram Kapolri No. ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026

 

SAPU BERSIH DI HARI PERTAMA! Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda, Kursi Panas Metro Jaya Jadi ‘Panggung’ Pembuktian

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Tidak ada basa-basi, tidak ada masa adaptasi yang panjang. Baru sehari resmi menyandang jabatan orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto langsung menunjukkan taringnya. Melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Suyudi merombak total peta kekuatan kewilayahan dengan merotasi 19 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) secara bersamaan.

Langkah kilat ini sontak menjadi sinyal keras bahwa era baru kepemimpinan Polri di bawah Suyudi Ario Seto akan berjalan dengan dinamis, tegas, dan tanpa kompromi.

Yang paling menyita perhatian dan menjadi “pukulan” pertama bagi struktur lama, kursi paling panas dan strategis di negeri ini—Kapolda Metro Jaya—langsung “dibongkar”. Irjen Pol. Dadang Hartanto ditunjuk untuk mengambil alih komando keamanan di ibu kota negara, menggantikan pejabat sebelumnya.

Baca juga GEbrakan Cepat Kapolri Suyudi Ario Seto: ‘Bongkar Pasang’ 27 Kursi Panas Pati dan Kapolda, Sinyal Keras Percepatan Kinerja Polri!

Tak hanya Metro Jaya, Suyudi juga menyasar provinsi-provinsi dengan indeks kerawanan tinggi, pusat ekonomi, dan lumbung suara politik. Peta kekuatan di Jawa dan Bali diacak ulang. Irjen Pol. Hengki (Jawa Barat), Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono (Jawa Timur), Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan (Jawa Tengah), dan Brigjen Pol. Pasma Royce (Bali) mendapat mandat baru. Di Sumatera, Brigjen Pol. Sonny Irawan (Sumut) dan Brigjen Pol. Rony Samtana (Sumsel) diturunkan untuk mengamankan wilayah vital tersebut.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan resminya mencoba meredam spekulasi dengan menyebut rotasi massal ini sebagai “kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran”.

Namun, pengamat keamanan dan politik membaca ini jauh lebih dalam dari sekadar “penyegaran”. Ini adalah manuver **konsolidasi kekuasaan yang agresif dan terukur**.

“Rotasi 19 Kapolda dalam waktu kurang dari 24 jam pasca-pelantikan adalah sebuah *gebrakan psikologis*. Kapolri baru ingin mengirimkan pesan bahwa tidak ada zona nyaman di tubuh Polri. Ia langsung memegang kendali penuh atas pusat-pusat gravitasi keamanan, ekonomi, dan politik nasional,” ujar seorang pengamat kepolisian yang enggan disebutkan namanya, menanggapi rilis mutasi tersebut.

Baca juga DULU COVER BOY, KINI JENDERAL BINTANG EMPAT: Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Polri, Prabowo Subianto Titipkan Reformasi Hukum dan Stabilitas Nasional

Selain nama-nama besar di Pulau Jawa dan Sumatera, Suyudi juga merotasi komando di wilayah rawan konflik dan perbatasan seperti Maluku (Irjen Pol. Suwondo Nainggolan), Kepri (Irjen Pol. Suhendri), NTT (Irjen Pol. Reza Arief Dewanto), serta Sulawesi Tengah dan Barat. Total, 19 kursi empuk para jenderal bintang dua di daerah kini dihuni oleh wajah-wajah baru yang dipilih langsung oleh Suyudi.

Bukan Promosi untuk Duduk Manis

Johnny menegaskan bahwa para pejabat baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program yang sudah berjalan. Namun, narasi di lapangan membaca ini sebagai **”Panggung Pembuktian”**.

Mandat untuk “melanjutkan tugas yang sudah berjalan” sejatinya adalah ujian ganda bagi para Kapolda baru. Mereka dituntut untuk menjaga stabilitas keamanan warisan sebelumnya, namun di saat yang sama harus membuktikan loyalitas dan eksekusi cepat terhadap visi-misi Kapolri Suyudi Ario Seto ke depan.

Bagi 19 Kapolda yang baru saja menerima SK mutasi, ini bukan sekadar promosi untuk duduk manis di kursi kebesaran. Ini adalah penugasan di garis depan. Jika gagal menjaga stabilitas di wilayah masing-masing—terutama bagi Kapolda Metro Jaya yang akan menjadi sorotan tajam nasional dan internasional—maka rotasi berikutnya bisa jadi tidak akan menunggu hingga satu tahun ke depan.

Kapolri Suyudi telah menggambar ulang peta kekuatan Polri. Sekarang, saatnya para jenderal baru ini membuktikan apakah mereka mampu menjawab tantangan di “panggung” yang baru saja disiapkan oleh sang nahkoda.(*)

GEbrakan Cepat Kapolri Suyudi Ario Seto: ‘Bongkar Pasang’ 27 Kursi Panas Pati dan Kapolda, Sinyal Keras Percepatan Kinerja Polri!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Malam pergantian jabatan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Sabtu (3/10) malam, menjadi saksi mata tancap gas dari nahkoda baru Polri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Tanpa membuang waktu, Suyudi langsung melakukan ‘bongkar pasang’ masif dengan melantik dan merotasi 27 perwira tinggi (Pati) yang mengisi kursi strategis pejabat utama dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).

Langkah kilat ini merujuk pada Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Karopenmas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa agenda yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Jenderal Suyudi.

Dalam eksekusi malam itu, sebanyak 25 perwira menjalani serah terima jabatan (sertijab), sementara dua perwira lainnya dilantik langsung untuk menempati posisi krusial sebagai Aster (Asisten Perencanaan) dan Kepala Korps Polisi Pamong Praja (Korspripim).

Baca juga TANPA BASA-BASI! Baru Sehari Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Langsung ‘Bongkar’ Jajaran Elit Bareskrim hingga Densus 88

Namun, di balik agenda yang disebut sebagai “rotasi rutin” ini, tersimpan sinyal yang jauh lebih keras dari sang Kapolri. Trunoyudo menegaskan bahwa pesan utama Jenderal Suyudi sangat jelas: Polri harus berhenti lambat dan langsung turun ke bawah.

“Kapolri menekankan kepada anggotanya agar hadir bersama-sama masyarakat. Percepatan ini akan membuat dinamika semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat yang kini menuntut respons instan,” tegas Trunoyudo.

Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi. Ini adalah ultimatum halus dari Jenderal Suyudi kepada jajarannya bahwa era birokrasi kepolisian yang lamban telah berakhir. Dinamika kejahatan dan tuntutan publik saat ini tidak lagi bisa dilayani dengan cara-cara konvensional. Polri dipaksa untuk beradaptasi atau tersingkir.

Baca juga TEGAS! DEDI MULYADI SETOP PAKSA PROYEK RAKSASA DATA CENTER AI BDX DI JATILUHUR: TANPA AMDAL DAN PBG, INVESTASI TIDAK BOLEH MENGORBANKAN RAKYAT!

Reformasi Total: Ratusan Jabatan Diputar dalam Hitungan Hari

Gebrakan malam Sabtu ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Ini adalah kelanjutan dari “cuci gudang” besar-besaran yang dilakukan Polri sehari setelah Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menyandang bintang empat dan menjabat sebagai Kapolri.

Sebelumnya, Suyudi telah merotasi tidak main-main: 88 perwira tinggi dan menengah (Pati dan Pamen) dimutasi dalam sekejap. Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapat promosi atau jabatan baru, mencakup 14 kursi pejabat utama di Mabes Polri dan 19 kursi Kapolda di seluruh Indonesia.

Pola mutasi yang sangat agresif dan masif ini menunjukkan bahwa Kapolri baru sedang membangun ulang fondasi kepemimpinan Polri dari tingkat paling atas hingga ke daerah. Suyudi tidak sedang main-main dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya dan para perwira yang dinilai memiliki visi akseleratif ke dalam pos-pos kunci.

Publik kini menanti pembuktian. Dengan ratusan kursi panas yang telah diputar dalam hitungan hari sejak ia menjabat, Jenderal Suyudi Ario Seto pada dasarnya telah meletakkan taruhannya: akselerasi kinerja Polri adalah harga mati. Masyarakat tidak lagi butuh janji, mereka butuh polisi yang benar-benar hadir dan bekerja secepat denyut nadi mereka sendiri.

Sumber : Antara

Editor Azi

TANPA BASA-BASI! Baru Sehari Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Langsung ‘Bongkar’ Jajaran Elit Bareskrim hingga Densus 88

Surat Telegram ‘Petir’ di hari kedua kerja mengisyaratkan konsolidasi total. Publik menanti: Sekadar ganti wajah, atau awal dari revolusi total kepolisian?

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Belum genap 24 jam menempati kursi nomor satu di Mabes Polri, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto langsung menunjukkan taringnya. Tanpa masa transisi atau basa-basi, Kapolri baru ini langsung mengeluarkan “surat petir” dengan merombak total jajaran elit pemegang kendali operasi kepolisian negara.

Melalui Surat Telegram (ST) Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Suyudi secara kilat mencopot dan mengganti tiga pilar utama: Kepala Bareskrim, Kabaharkam, hingga Komandan Densus 88 Antiteror. Ini bukan mutasi rutin, ini adalah pembersihan meja dan konsolidasi kekuatan di hari pertama kerja.

Di posisi paling strategis, **Irjen Pol. Asep Safrudin** ditarik dari kursi Kapolda Kepulauan Riau untuk menaklukkan jabatan sebagai Kabareskrim, menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono. Asep tidak sendirian; ia akan dikawal oleh **Brigjen Pol. Putu Putera Sadana** yang naik kelas sebagai Wakabareskrim.

BaajoTEGAS! DEDI MULYADI SETOP PAKSA PROYEK RAKSASA DATA CENTER AI BDX DI JATILUHUR: TANPA AMDAL DAN PBG, INVESTASI TIDAK BOLEH MENGORBANKAN RAKYAT!

Tak berhenti di sana, Suyudi juga merestrukturisasi Baharkam dan Densus 88. **Irjen Pol. Hery Herjawan** ditunjuk mengambil alih Baharkam menggantikan Komjen Pol. Karyoto yang pensiun dini untuk mengemban amanat negara sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sementara itu, kursi panas Komandan Densus 88 Antiteror kini dipegang oleh **Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani**, menggantikan Irjen Pol. Sentot Prasetyo yang juga memasuki masa purnabakti.

**Sinyal Perang Kejahatan Siber**
Langkah Suyudi kali ini menyimpan pesan yang sangat keras. Penempatan **Brigjen Pol. Suhermanto**, figur yang selama ini berkiprah di Badan Narkotika Nasional (BNN), sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim adalah sebuah manuver brilian.

Ini mengisyaratkan bahwa di era Suyudi, medan tempur Polri tidak lagi hanya di jalanan, melainkan di dunia maya. Kolaborasi antara pemahaman narkotika dan kejahatan siber akan menjadi senjata utama Bareskrim untuk membongkar sindikat kejahatan transnasional yang kini semakin canggih.

Baca juga BANDUNG ‘SMART CITY’ RASA PASAR LOAK: Kabel Traffic Light Raib Digondol Maling, Dishub Bilang ‘Sabar’, Warga Disuruh Main ‘Feeling’ di Persimpangan

Dinamika Organisasi atau Tuntutan Zaman?

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, secara resmi menyebut mutasi massal ini sebagai bagian dari “dinamika organisasi” dan “penyegaran” untuk pembinaan kariernya

“Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Johnny dalam keterangannya, seraya berharap para pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan pelayanan optimal.

Namun, bagi publik dan pengamat kepolisian, kecepatan dan skala rotasi di posisi se-strategis Bareskrim dan Densus 88 ini adalah sinyal bahwa Kapolri Suyudi tidak ingin membuang waktu. Ia ingin memastikan “mesin” kepolisian langsung berjalan sesuai ritme, visi, dan komandonya.

Gebrakan perdana ini kini menjadi taruhannya. Publik tidak lagi tertarik dengan janji manis pelantikan. Rotasi kilat ini akan langsung diuji dengan timbangan kepercayaan: apakah ini hanya sekadar pergantian kursi di ruang ber-AC, atau awal dari era baru kepolisian yang lebih tajam, bersih, dan responsif terhadap ancaman?

Mata Presiden Prabowo Subianto dan rakyat Indonesia kini tertuju pada Mabes Polri. Bola panas kini berada di tangan Jenderal Suyudi. Pembuktian bukan di atas kertas, melainkan di lapangan. (Red)

DULU COVER BOY, KINI JENDERAL BINTANG EMPAT: Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Polri, Prabowo Subianto Titipkan Reformasi Hukum dan Stabilitas Nasional

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Dunia politik dan keamanan nasional dikejutkan oleh wajah baru yang memegang tongkat komando tertinggi Korps Bhayangkara. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di balik seragam dinas berbingkai bintang empat yang kini dikenakannya, tersimpan kisah perjalanan hidup yang unik, humanis, dan penuh inspirasi. Jauh sebelum mengabdikan diri di dunia penegakan hukum, Suyudi muda pernah menjajal panggung mode nasional. Arsip *Majalah Mode* edisi 30 Mei 1988 mengabadikan namanya sebagai salah satu semifinalis ajang bergengsi “Cover Boy”.

Kala itu, Suyudi yang baru berusia 16 tahun dan berstatus siswa SMPN 70 Jakarta, tampil berdampingan dengan figur ternama era tersebut seperti Gugun Gondrong dan Candy Satrio. Potret masa mudanya dengan rambut tebal menyamping dan tatapan tegas kini mendadak viral di media sosial, menjadi simbol transformasi luar biasa dari idola remaja menjadi penjaga ketertiban negara.

Namun, takdir membawa langkahnya ke panggung pengabdian yang lebih besar. Lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1994, Jenderal Suyudi membangun rekam jejak panjang dan solid di bidang reserse dan kewilayahan. Berbagai posisi strategis pernah diembannya dengan penuh dedikasi, mulai dari Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakil Kepala Polda Metro Jaya (2023), Kapolda Banten (2024), hingga dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada 2025.

Baca juga CEPAT DAN AKLAMATIK: Suyudi Ario Seto Resmi Nahkodai Polri Siang Ini, Era Baru ‘Polri Bersama Masyarakat’ Dimulai

Puncak kariernya terwujud pada Oktober 2026 setelah ia lolos uji *fit and proper test* di DPR RI dan resmi mengemban amanah kepemimpinan tertinggi di Polri. Kehadiran sosok pimpinan baru ini membawa harapan segar bagi penguatan institusi penegak hukum di Indonesia yang lebih akuntabel dan dekat dengan masyarakat.

Saat mengawali langkah pertamanya pascapelantikan, Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi institusi dan menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Trust publik adalah kunci. Kami akan memastikan penegakan hukum berjalan adil, transparan, dan profesional demi menjaga kondusivitas serta stabilitas pembangunan negara,”* tegas Jenderal Suyudi Ario Seto dalam pernyataannya.

Transformasi dari model sampul majalah era 80-an menjadi pemegang komando tertinggi kepolisian menjadi catatan menarik dan inspiratif dalam dinamika kepemimpinan nasional masa kini. Ini membuktikan bahwa dedikasi, integritas, dan pelayanan tanpa henti dapat membawa seorang anak bangsa ke puncak pengabdian tertinggi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber : Pusat Penerangan Masyarakat (Puspenmas) Polri
Email: info@puspenmas.polri.go.id
Telepon: (021) 7218xxx
Website: www.polri.go.id

-Catatan: Rilis ini disusun berdasarkan fakta pelantikan dan rekam jejak resmi per Oktober 2026.

CEPAT DAN AKLAMATIK: Suyudi Ario Seto Resmi Nahkodai Polri Siang Ini, Era Baru ‘Polri Bersama Masyarakat’ Dimulai

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Kurang dari 24 jam. Itulah waktu yang dibutuhkan parlemen untuk memberikan mandat tanpa celah bagi Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin Korps Bhayangkara. Ketua DPR RI, Puan Maharani, memastikan Suyudi akan resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) siang ini, mengakhiri spekulasi dan membuka babak baru penegakan hukum di Indonesia.

Langkah kilat ini bukan tanpa alasan. Puan menegaskan, transisi kekuasaan di tubuh kepolisian harus berjalan mulus tanpa ruang kosong. *”Insyaallah supaya tidak terjadi kekosongan… setelah Zuhur, calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden,”* tegas Puan dalam Rapat Paripurna yang diwarnai persetujuan bulat dari seluruh fraksi politik.

Surat Presiden yang diterima Rabu (30/9) kemarin langsung diproses secara ekspres oleh Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III, Habiburokhman, melaporkan bahwa uji kelayakan dan kepatutan (*fit and proper test*) yang digelar tepat sebelum paripurna berakhir dengan kemenangan mutlak: **Aklamasi**. Tidak ada satu pun fraksi yang menggugat. Ini adalah lampu hijau dari wakil rakyat agar Suyudi segera mengeksekusi reformasi di tubuh Polri.

Baca juga Madiun ‘Digoyang’ Jilid Dua: KPK Berburu Harta Karun Maidi yang Konon Pandai Menguap*

Di balik kecepatan politik tersebut, terdapat pesan keras yang dibawa Suyudi ke Senayan: “Polri Bersama Masyarakat”.

Visi ini bukan sekadar slogan pelantikan, melainkan sinyal kuat adanya pergeseran paradigma. Suyudi dituntut untuk menarik Polri kembali ke akar rumput, menjauhkan institusi dari kesan elitis, dan memastikan bahwa perisai negara ini benar-benar memihak pada denyut nadi rakyat. Publik tidak lagi ingin melihat Polri yang berjarak dengan masyarakat; era baru ini menuntut kepolisian yang humanis, transparan, dan berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Bersamaan dengan itu, parlemen juga memberikan penghormatan dan pelepasan resmi bagi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengakhiri masa jabatannya. Puan menutup celah kritik atas proses pergantian ini dengan menegaskan bahwa semuanya berjalan di atas rel konstitusi. *”Selama tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan, sesuai mekanisme, dan sesuai dengan tata tertib yang ada, ya, bisa saja itu segera dilakukan,”* tutup Puan.

Mata publik kini tertuju pada Istana Negara siang ini. Apakah visi *”Polri Bersama Masyarakat”* akan segera diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang membumi, atau hanya berakhir sebagai basa-basi seremonial? Suyudi Ario Seto kini memegang palu, dan pekerjaan rumah yang menanti di atas mejanya tidak lagi bisa ditunda.

(Red)

Polres Bengkalis Dukung Penguatan Restorasi Gambut dan Pencegahan Karhutla Bersama Pemerintah Pusat dan Daerah

BENGKALIS, JURNAL TIPIKOR– Polres Bengkalis turut mengawal dan mendukung pelaksanaan kegiatan kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D., bersama Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.AP., MM., CHRMP., serta sejumlah pejabat terkait dalam kegiatan Ekspos Capaian Restorasi Gambut dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Rumah Runding Restorasi, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Forkopimda Kabupaten Bengkalis, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, penggiat restorasi gambut, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Gambut (MPG), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis memaparkan kondisi terkini penanganan Karhutla sekaligus berbagai langkah strategis yang telah dilakukan. Berdasarkan data hasil pengecekan lapangan per 22 September 2026, tercatat luas Karhutla sebesar 946 hektare dengan 87 titik api. Sementara berdasarkan pantauan citra satelit per 28 September 2026, terdeteksi luas Karhutla mencapai 8.573,25 hektare dengan 73 titik api.

Baca juga Kadisdik Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Diselenggarakannya Olimpiade Pendidikan Pancasila Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi,

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Bengkalis telah melakukan berbagai langkah, antara lain menetapkan status siaga darurat Karhutla, mengaktifkan Satgas Operasi Bersama yang melibatkan unsur TNI dan Polri, meningkatkan patroli serta koordinasi lintas instansi, dan mengoptimalkan sarana-prasarana pemadaman di lapangan.

Dari sisi jangka panjang, Pemkab Bengkalis juga terus mendorong perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut melalui implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG), program Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE), serta penguatan upaya pembukaan lahan tanpa membakar.

Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa Polres Bengkalis bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat. Polres Bengkalis berkomitmen mendukung setiap upaya pencegahan, penanganan dan penegakan hukum terhadap Karhutla,” tegasnya.

Dalam ekspos tersebut juga dipaparkan capaian restorasi gambut melalui berbagai program, di antaranya restorasi dan pembasahan gambut, pengelolaan tata air, penguatan kelembagaan masyarakat, pusat pembelajaran gambut, serta Sekolah Restorasi Gambut yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.

Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menjaga serta memulihkan ekosistem gambut. Upaya pencegahan Karhutla didorong tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pada pemulihan ekosistem melalui pembasahan kembali lahan gambut, pembangunan sekat kanal, penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap lingkungan.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya penguatan mitigasi dan pencegahan, khususnya dalam menjaga kondisi lahan gambut agar tidak mengalami pengeringan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran serta emisi karbon.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dan demonstrasi lapangan, meliputi peninjauan Monumen Bitangor, sekat kanal, sistem tata air dan berbagi air, peletakan prototipe pemantauan penurunan permukaan tanah (land subsidence), serta pengeboran gambut.

Bagi Polres Bengkalis, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Polres Bengkalis juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan Karhutla.

(Irwansyah)