Jaga Kebersihan Dan Kenyamanan Wajah Kota, Pengurus Alun-Alun Cianjur Apresiasi Respon Cepat DLH Angkut Sampah

Cianjur, jurnaltipikor.com,-Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat melakukan pengangkutan sampah di kawasan Alun-Alun Cianjur. Langkah ini mendapat apresiasi dari pengurus Alun-Alun Cianjur karena menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.

Kegiatan pengangkutan dilakukan pada Minggu (03/05/2026) pagi. Armada truk sampah dan petugas kebersihan DLH dikerahkan untuk mengangkut sampah sisa aktivitas warga yang berkunjung ke alun-alun. Sampah yang diangkut terdiri dari sampah plastik, sisa makanan, dan sampah organik lainnya.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Cianjur menyampaikan bahwa pengangkutan ini merupakan bagian dari pelayanan rutin, sekaligus respons cepat pasca meningkatnya volume sampah saat hari libur.

“Alun-alun adalah wajah kota. Kami berkomitmen menjaga agar tetap bersih dan nyaman untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca juga DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, Tekankan Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan

Ketua Pengurus Alun-Alun Cianjur, Erlin Marlina, mengapresiasi gerak cepat DLH. Menurutnya, sinergi antara pengelola alun-alun dan DLH sangat membantu menjaga fasilitas publik tetap tertata.

“Kami berterima kasih ke DLH Cianjur. Sampah langsung diangkut sehingga pengunjung tetap nyaman,” ucapnya.

Selain pengangkutan, DLH juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pemkab Cianjur berharap, kolaborasi antara Pemkab dengan masyarakat dan pengelola ruang publik terus diperkuat agar Cianjur tetap bersih, sehat, dan asri.

(Rama)

DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, Tekankan Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan

Sukabumi, Jurnal Tipikor – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kepada seluruh insan pendidikan di Kabupaten Sukabumi, Jumat (02/05/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas yang jatuh setiap 2 Mei menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan.

“Pendidikan adalah fondasi kemajuan daerah. Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk para guru, siswa, dan seluruh tenaga kependidikan di Sukabumi,” ujarnya.

DPRD pun menyoroti akan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok desa. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan sarana prasarana sekolah, kesejahteraan guru honorer, serta akses pendidikan vokasi yang sesuai dengan potensi wilayah Sukabumi.

Komisi IV DPRD yang membidangi pendidikan menyebut pihaknya terus mendorong alokasi anggaran pendidikan yang tepat sasaran.

“Kita ingin tidak ada lagi sekolah yang ruang kelasnya rusak berat atau kekurangan guru. Anak-anak Sukabumi berhak dapat layanan pendidikan yang layak dan berkualitas,” kata salah satu anggota Komisi IV.

Baca juga Mengakar di Tanah, Bertumbuh untuk Bangsa: Refleksi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94

Dalam momentum Hardiknas 2026 yang mengusung semangat merdeka belajar, DPRD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung dunia pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan dunia usaha dinilai kunci mencetak generasi Sukabumi yang unggul dan berkarakter.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026. Mari bergerak bersama, untuk Sukabumi yang lebih cerdas,” tutup Ketua DPRD.

(Rama)

Pembangunan Mushola di Perumahan BMI 6 Mulai Dikebut, Kiyai Pancuran “Mohon Do’a Agar Pembangunan Berjalan Lancar”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Pembangunan Mushola di Perumahan BMI 6, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, mulai dikebut pengerjaannya. Pembangunan rumah ibadah tersebut dilaksanakan di bawah koordinator pelaksana KH. Nanang Sumpena yang akrab disapa Kiyai Pancuran.

Proses pembangunan yang dimulai sejak awal Mei 2026 ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan agar segera bisa digunakan warga untuk ibadah harian dan kegiatan keagamaan. Saat ini progres sudah memasuki tahap pembuatan pondasi.

Saat dijumpai dilokasi pembangunan, pada Sabtu (02/05/2026) KH. Nanang Sumpena menyampaikan bahwa pembangunan mushola ini dimulai awal Mei dan akan rampung pertengahan juni mendatang. Pembangunan dikebut agar dapat segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya warga perumahan BMI 6.

“Alhamdulillah antusias warga luar biasa. Saya pun dan tim jadi lebih semangat dalam mengerjakan pembangunan mushola ini. InsyaAllah 90 hari kedepan pembangunan akan rampung dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah dan keagamaan,” ujarnya.

Baca juga Mengakar di Tanah, Bertumbuh untuk Bangsa: Refleksi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94

Mushola yang dibangun di area fasum perumahan tersebut nantinya akan dilengkapi tempat wudhu dan toilet. Warga berharap, keberadaan mushola dapat memperkuat ukhuwah dan memudahkan aktivitas ibadah, terutama salat berjamaah.

Pembangunan mushola ini juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat dan pemuda perumahan.

“Mohon Do’anya agar pembangunan mushola ini berjalan lancar dan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Dengan dikebutnya pembangunan, warga BMI 6 optimis mushola sudah bisa digunakan di pertengahan bulan Juni depan.

(Rama)

Mengakar di Tanah, Bertumbuh untuk Bangsa: Refleksi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah tidak berhenti pada seremoni dan romantisme sejarah. Tema *“Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”* menuntut pembacaan yang lebih tajam: pertumbuhan bukan sekadar ekspansi struktur, melainkan peningkatan kualitas kader. sementara mengakar bukan hanya jargon kedekatan dengan rakyat, tetapi keterlibatan langsung dalam denyut ekonomi dan problem keseharian masyarakat.

Dalam konteks ini, gerakan Pemuda Muhammadiyah Kuningan menunjukkan arah yang tepat—menjadikan kewirausahan Sosial kemasyarakatan sebagai basis penguatan kader sekaligus instrumen kedaulatan ekonomi. Di tengah ancaman krisis pangan global, fluktuasi harga komoditas, dan melemahnya daya beli masyarakat, langkah ini bukan hanya relevan, tetapi strategis.

Selama ini, salah satu problem organisasi kepemudaan adalah terjebak pada diskursus tanpa produksi. Pemuda Muhammadiyah Kuningan mencoba memutus rantai itu. Kader tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga turun ke lahan mengelola kopi, membudidayakan buah markisa, mengembangkan ubi, dan menghidupkan potensi pertanian lokal di berbagai kecamatan.

Baca juga Polres Sukabumi Kawal Pemberangkatan Ribuan Buruh ke Monas, Kapolres “Jaga Ketertiban”

Ini penting ditegaskan pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi ruang ideologis. Di sana ada kemandirian, keberlanjutan, dan keadilan distribusi. Ketika kader terlibat langsung dalam produksi pangan, mereka sedang membangun pondasi ketahanan nasional dari bawah.

Namun, gerakan ini tidak boleh berhenti pada skala komunitas yang sporadis. Ia harus naik kelas menjadi gerakan terukur, terintegrasi, dan berdampak luas.

Fokus penguatan kader di tingkat kecamatan melalui kewirausahaan sosial adalah langkah cerdas, membutuhkan desain yang lebih sistemik. tidak cukup hanya menjadi pelaksana program, tetapi peran kader pemuda muhammadiyah harus menjadi pusat inovasi ekonomi berbasis komunitas.

Baca juga Bupati Sukabumi H. Asep Japar Buka Rakercab Gerakan Pramuka Tahun 2026

Apa yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah Kuningan sesungguhnya adalah miniatur dari agenda besar bangsa dalam ketahanan pangan. Dalam hal ini, kader tidak hanya menjadi pelaksana di lapangan, tetapi juga aktor yang memengaruhi kebijakan.

Pemuda Muhammadiyah tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan pusat bukan sekadar pendukung, tetapi penggerak. Data, pengalaman lapangan, dan model yang sudah berjalan harus diangkat menjadi rekomendasi kebijakan mulai dari pembersayaan petani muda, monitoring berkelanjutan, hingga penguatan pasar produk lokal.

Milad ke-94 ini seharusnya menjadi titik tolak konsolidasi gerakan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak lagi cukup dikenal sebagai organisasi besar, tetapi harus diakui sebagai kekuatan yang produktif dan solutif.

Mengakar berarti hadir di tanahdi kebun kopi, di lahan markisa, di ladang ubi bersama masyarakat. Bertumbuh berarti meningkatkan kapasitas kader agar mampu mengelola, mengembangkan, dan memperluas dampak dari kerja-kerja tersebut.

Indonesia Jaya tidak lahir dari pidato, tetapi dari kerja nyata yang konsisten dan terukur. Dan jika Pemuda Muhammadiyah mampu menjaga arah ini menggabungkan idealisme dengan produktivitas maka bukan hanya organisasi yang akan bertumbuh, tetapi juga harapan masyarakat yang akan menemukan akarnya.

Alvian R Nugraha
Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Kab. Kuninga

(Deden)

Anggota Komisi III DPRD Gelar Kunker Ke Sekolah SMP Dan SMA PGRI Bantargadung

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd., melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) istimewa ke sekolah SMP dan SMA PGRI Bantargadung yang berlokasi di Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, pada Jumat (01/05/2026).

Kunjungan tersebut digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional dan bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan membawa misi strategis yang telah lama dinantikan oleh seluruh warga sekolah, yakni memberikan dukungan konkret sekaligus mendorong percepatan proses legalisasi lahan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.

Seluruh elemen sekolah mulai dari jajaran baik itu pimpinan yayasan, para guru, hingga peserta didik juga para wali murid menyambit hangat kehadiran legislator dari komisi III tersebut.

Baca juga Polres Sukabumi Kawal Pemberangkatan Ribuan Buruh ke Monas, Kapolres “Jaga Ketertiban”

Dalam kesempatan tersebut, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, menegaskan komitmennya untuk mengawal secara langsung proses pengesahan aset pendidikan berupa lahan seluas kurang lebih 3 hektar yang selama ini digunakan oleh pihak sekolah.

la mengungkapkan, bahwa salah satu kendala utama yang sebelumnya dihadapi, yakni persoalan dengan pihak perkebunan PT. Citimu, kini telah terselesaikan. Dengan demikian, proses legalisasi dinilai tinggal memasuki tahapan administrasi yang diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

“Saya siap mengawal dan mendukung sepenuhnya proses legalisasi lahan seluas 3 hektar ini. Tidak perlu menunggu satu atau dua tahun, saya targetkan dalam waktu dua bulan ke depan seluruh proses sudah dapat diselesaikan. Apalagi urusan dengan pihak perkebunan sudah beres, tinggal kita dorong percepatan di sisi administrasi,” tegasnya.

Baca juga Bupati Sukabumi H. Asep Japar Buka Rakercab Gerakan Pramuka Tahun 2026

Pernyataan tersebut disambut positif oleh seluruh pihak yang hadir. Ketua Yayasan SMP dan SMA PGRI Bantargadung, H. Dede Rukmana, S.Pd., MM., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian serta komitmen yang diberikan oleh anggota DPRD tersebut.

Menurutnya, dukungan dari pihak legislatif menjadi angin segar bagi keberlangsungan dan pengembangan pendidikan di wilayah Bantargadung, khususnya dalam memberikan kepastian hukum atas aset lahan sekolah yang selama ini digunakan.

“Kami sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan kehadiran serta komitmen Bapak Dewan. Ini menjadi harapan besar bagi kami agar proses legalisasi lahan dapat segera terealisasi, sehingga ke depan kami bisa lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan,”pungkasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan penyelesaian status legalitas lahan, sekaligus wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

(Rama)

Bupati Sukabumi H. Asep Japar Buka Rakercab Gerakan Pramuka Tahun 2026

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., membuka rapat kerja Kwartir Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi tahun 2026 di Pondok Modern Assalam Putri Warungkiara, pada Kamis (30/04/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi Gerakan Pramuka di Kabupaten Sukabumi yang selalu aktif di berbagai aksi kemanusiaan.

“Pramuka di Kabupaten Sukabumi selalu tampil di depan. Terutama di setiap aksi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut bupati, hal itu menunjukan peran nyata Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, disiplin, dan peduli sesama.

Baca juga DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Buruh, Dorong Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Hal itu tentu saja sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sukabumi, yakni terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul berbudaya, dan berkah (Mubarakah)

“Di tengah tantangan saat ini, saya yakin Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi akan terus berkembang dengan semangat kemandirian dan gotong royong,” ucapnya.

Bupati berpesan agar meningkat pengabdian kepada masyarakat melalui karya bakti, hingga aksi kemanusiaan. Selain itu, perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Bangunlah sinergi dan kebersamaan. Jadikan forum ini sebagai langkah evaluasi dan sarana konsolidasi serta koordinasi dengan seluruh kwartir,” bebernya

Baca juga Potensi Kecamatan Cikidang Sukabumi : Dari Perkebunan Hingga Wisata Alam yang Menjanjikan

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengatakan, rakercab ini merupakan forum untuk melaporkan hasil kegiatan selama satu tahun ke belakang sekaligus membuat program kerja untuk satu tahun ke depan.

“Dalam pelaksanaan tugas, pasti ada plus dan minusnya. Apabila ada kekurangan, kita perbaiki dan ketika ada kelebihan, kita pertahankan. Terima kasih telah melaksanakan tugas di 2025 dengan baik,” pungkasnya

Dalam kesempatan itu pula, dilaksanakan berbagai penyerahan penghargaan.

(Rama)

DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Buruh, Dorong Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei kepada seluruh pekerja dan buruh di Kabupaten Sukabumi,Jum’at (01/05/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi mengatakan bahwa momentum Hari Buruh menjadi pengingat pentingnya peran pekerja dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. “Kami mengapresiasi dedikasi dan kerja keras para buruh. Tanpa mereka, pembangunan di Sukabumi tidak akan berjalan,” ujarnya.

DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perlindungan hak-hak pekerja. Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain: kepastian upah layak, jaminan keselamatan kerja, kebebasan berserikat, serta peningkatan kualitas pelatihan vokasi agar pekerja Sukabumi lebih berdaya saing.

Baca juga Potensi Kecamatan Cikidang Sukabumi : Dari Perkebunan Hingga Wisata Alam yang Menjanjikan

Komisi IV DPRD yang membidangi ketenagakerjaan juga mengajak perusahaan di Kabupaten Sukabumi untuk membangun hubungan industrial yang harmonis dengan pekerja. Dialog dan komunikasi dua arah dinilai kunci mencegah perselisihan serta menciptakan iklim kerja yang kondusif.

Dalam momentum Hari Buruh 2026 ini, DPRD berharap sinergi antara pemerintah daerah, pengusaha, dan serikat pekerja semakin kuat. Tujuannya agar tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan mensejahterakan semua pihak.

“Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Buruh sejahtera, Sukabumi maju,” tutup Ketua DPRD.

(Rama)

Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk Indonesia Jaya

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah yang didirikan pada 2 Mei 1932 untuk menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi pemuda Islam. Sebagai kader persyarikatan, umat, dan bangsa, organisasi ini berfokus pada dakwah amar ma’ruf nahi munkar, keilmuan, sosial, dan kewirausahaan.

Pada tahun ini pada 2 mei 2026 Pemuda muhammadiyah berusia ke-94 tahun dengan tema yang diangkat Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya. Tema ini melambangkan komitmen untuk tetap membumi, memgang teguh nilai-nilai luhur yang bermandaat langsung bagi masyarakat serta melambangkan kapasitas, kaderisasi inovasi yang terus menerus untuk kemajuan pemuda dengan tujuan akhir untuk membawa negara menuju masa depan yang lebih baik, adil dan makmur seperti yang disampaikan semangat persatuan pembangunan diberbagai sektor.

Dalam mencapai harapan tersebut saya berpendapat bahwa pemuda muhammadiyah tidak boleh hanya hanyan tumbuh secara kuantitas namun pemuda muhammadiyah harus kuat secara kualitas dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik.

Baca juga Potensi Kecamatan Cikidang Sukabumi : Dari Perkebunan Hingga Wisata Alam yang Menjanjikan

Solusi, ide dan gagasan kreatif mesti banyak dilahirkan oleh para kader pemuda muhammadiyah dalam menjalankan kesehariannya sehingga dapat memberikan kebermanfaatan bagi Ummat, bangsa dan negara.

Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai garda terdepan dalam berbagai sektor sebagai guna menciptakan peluang-peluang baru untuk mempersiapkan masa yang akan datang, menumbuhkan semangat membangun bangsa yang mandiri dalam berbagai hal sehingga siap menghadapi kemungkinnan terburuk seperti dalam situasi global yang sedang tidak menentu.

Usia 94 tahun bukanlah usia yang muda lagi, sudah cukup umur dan bahkan lebih tua dari umur republik ini. Usia 94 tahun bisa digambarkan sebagai bentuk kematangan, kedewasaan dan kesuksesan. Sebab sudah melewati berbagai macam tantangan masa sulit dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, eksistensi untuk bisa bertahan dan terus mencerahkan itu suatu prestasi dan hal yang luar biasa. Artinya, organisasi ini memang memiliki mental pejuang, mental penggerak serta mental pemenang sebagaimana apa yang menjadi tujuan dari organisasi ini didirikan.

Bac juga BPKP Ungkap Dugaan Penggelapan 17 Juta oleh Koperasi Cimahi yang “Ngetem” di Kantor Pos Bandung

Memasuki usia yang semakin dewasa diharapkan Pemuda Muhammadiyah lebih mampu lagi memberikan nilai kemanfaatan akan kehadirannya di tengah persoalan bangsa yang semakin kompleks. Pemuda Muhammadiyah harus lebih berpikir maju kedepan untuk terus menggerakkan potensi pemuda ke arah yang diharapkan. Pemuda Muhammadiyah diharapkan memperkuat internalisasi diri dan memperbaiki kualitas ekternalisasi organisasinya.

Pemuda Muhammadiyah haris Menyiapkan bekal keimanan, keilmuan dan kemandirian kepada kader dan anggotanya merupakan ha yang mesti dan terus dilakukan. Sebuah pepatah Arab mengatakan bahwa “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang”. Baik buruknya pemimpin di masa yang akan datang bisa dilihat dari kondisi pemuda hari ini.

Pemuda Muhammadiyah harus menyadari hal ini dan lebih serius menyiapkan bekal itu kepada kader dan anggotanya. Ini guna menyongsong hari esok dan masa depan yang tantangannya akan jauh lebih besar dari sekarang. Kader Pemuda Muhammadiyah harus tetap eksis meskipun berada di tengah krisis sekalipun. Begitulah semangatnya.

Dalam milad 94 Khususnya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kuningan Jargon Bareng Pemuda Kolaborasi kebaikan terhadap sesama serta semangat untuk selalu mencerahkan dalam ide dan gagasan. Guna mencapai cita-cita untuk indonesia jaya.

Sebagai kader pemuda muhammadiyah pemerintah merupakan mitra strategis dalam pembangunan bangsa sekaligus objek kritis yang harus dikawal kebijakannya. Selain itu kita juga perlu mensajika solusi-solusi yang bersifat jangka pangjang berfokus pada akar permasalahan.

Refleksi milad ke 94 ini menjadi pengingat bahwa kita merupakan bagian dari masa depan bangsa indonesia yang harus menjadi garda terdepan dalam perubahan menuju indonesia Jaya.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk terus berkolaborasi kebaikan Demi menciptakan pemuda yang mandiri yang bermanfaat untuk Ummat melalui gerakan-gerakan kemuhammadiyahan.

Fastabiqul Khairat
Nova Rizky Sugema, S.Pd., C.BJ
Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah
Kabupaten Kuningan

(DEDEN)

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sekaligus Wakil Menteri P2MI Dijadwalkan Hadiri Milad ke-94 di Kuningan

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR — Antusiasme Kader Pemuda Muhammadiyah Se- Kabupaten Kuningan yang tersebar di 32 Kecamatan kian terasa menjelang peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah yang akan digelar dalam waktu dekat. Momentum bersejarah ini dipastikan semakin semarak dengan rencana kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd.,M.Ikom.

Kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan kader Muhammadiyah di wilayah Kuningan dan sekitarnya. Sekertaris Pemuda Muhammadiyah Kab Kuningan menyebutkan bahwa rangkaian acara telah dipersiapkan secara matang untuk menyambut momen penting ini.

“Ini bukan sekadar peringatan milad, tetapi juga momentum kebangkitan dan konsolidasi gerakan pemuda. Kehadiran Wakil Menteri tentu menjadi kehormatan besar bagi kami dan masyarakat Kuningan,” ujar Sandi Ketum Pemuda Muhammadiyah Kuningan.

Baca juga Petani di Bandar Jaya Siak Kecil Diciduk Polisi, Sabu Disembunyikan dalam Name Tag

Acara yang akan berlangsung di wilayah Kabupaten Kuningan ini diproyeksikan menarik perhatian luas, tidak hanya dari warga lokal tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari kegiatan seremonial, dialog kepemudaan, hingga penguatan peran pemuda dalam isu-isu strategis nasional, termasuk perlindungan pekerja migran.

Euforia kader muhammadiyah mulai terasa sejak ada kabar akan kedatangan Wakil Menteri tersebar. Momentum Milad ke-94 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, sejalan dengan semangat yang diusung oleh Pemuda Muhammadiyah. Ujar sandi.

Selain itu juga Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan mengenalkan salah satu produk asli olahan dari kader pemuda muhammadiyah kuningan yaitu prodak Kopi Ragasakti ke Wakil Mentri Perlindungan Migran Indonesia (Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah).

(Deden)

Respon Cepat Kantor Cabang PDAM Parungkuda Tangani Kebocoran Pipa di Kp. Suweng Desa Sundawenang

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Kantor Cabang PDAM Perumda AM TJM Parungkuda bergerak cepat menindaklanjuti adanya aduan masyarakat terkait kebocoran pipa distribusi di Kp. Suweng RT 014 RW 06, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, pada Selasa (28/04/2026).

Aduan warga masuk pada pagi hari dan langsung ditindak lanjuti dengan menurunkan tim teknis PDAM ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan. Kebocoran terjadi pada pipa distribusi yang menyebabkan air terbuang mengalir deras.

Kepala Cabang PDAM Parungkuda, Hj. Neneng Kartika, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan kurang dari 2 jam setelah laporan diterima.

“Begitu dapat laporan, tim langsung ke lapangan bawa peralatan. Saat ini kebocoran sudah diatasi dan aliran ke pelanggan kembali normal,” ujarnya.

Baca juga DARURAT: Malam Mencekam di Bekasi Timur, KAI Memohon Maaf Usai Kereta Jarak Jauh Hantam CommuterLine dari Belakang; Fokus Total pada Evakuasi Penumpang

Warga Kp. Suweng pun mengapresiasi langkah cepat petugas PDAM. Menurut salah satu warga, Kekes (45) kebocoran pipa PDAM terdengar deras, banyak air terbuang tapi Alhamdulillah pekerja PDAM cabang Parungkuda meresponnya dengan cepat dan sekarang sudah diperbaiki.

Hj. Neneng mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kebocoran atau gangguan layanan melalui call center dan WhatsApp pengaduan resmi agar dapat segera ditangani.

“Jika terjadi kebocoran ataupun gangguan, silahkan masyarakat menghubungi kantor cabang PDAM atau melalui layanan call center/Whatsapp 0857 7512 6603,” pungkasnya.

Langkah cepat ini menjadi komitmen Perumda AM TJM dalam menjaga kualitas pelayanan dan meminimalisir kehilangan air akibat kebocoran pipa.

(Rama)