Kota Bandung Raih Penghargaan ASEAN, Jadi Teladan dalam Pengelolaan Air Bersih

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Kota Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota kreatif yang peduli lingkungan. Dalam ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award and 5th Certificates of Recognition (CoR), Kota Bandung berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Clean Water for Big Cities.

Penghargaan bergengsi ini diumumkan pada 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME) di Langkawi, Malaysia, pada 2–3 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh para Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN, pejabat senior, dan perwakilan kota penerima penghargaan, termasuk Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Bersama empat kota lain dari Indonesia—Kota Malang, Kota Padang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Banyumas—Kota Bandung menonjol dalam upaya mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, hijau, dan layak huni, sejalan dengan tujuan program ESC yang diinisiasi ASEAN sejak 2008.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Konsistensi Menjaga Keberlanjutan Air
Penghargaan ESC diberikan kepada 10 kota dan CoR kepada 19 kota dalam lima kategori.

Bandung berhasil membuktikan konsistensi dalam penyediaan air bersih, kapasitas pasokan, pengelolaan sumber daya air, konservasi, dan edukasi masyarakat, yang menjadi kriteria ketat untuk kategori Clean Water for Big Cities.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kebanggaannya.

“Bandung merasa terhormat dinominasikan sebagai kota berkelanjutan yang ramah lingkungan. Sebagai wali kota, saya bangga memperkenalkan kota kami, pusat kreatif di Cekungan Bandung yang menjadi rumah bagi lebih dari 2,5 juta orang,” ungkapnya.

Farhan menambahkan, 91,68% penduduk Bandung kini memiliki akses terhadap air minum aman, dan 82,55% rumah tangga dilayani pengelolaan air domestik yang efektif.

“Menjaga air adalah menjaga kehidupan. Kami tanamkan nilai konservasi sejak dini melalui program sekolah, agar anak-anak tumbuh menjadi penjaga lingkungan,” tegas Farhan.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Pengakuan Internasional dan Komitmen ke Depan

Prestasi ini melengkapi serangkaian pengakuan internasional dan nasional yang telah diraih Kota Bandung, termasuk dari Circular City World 2024 dan penghargaan inovasi sanitasi berkelanjutan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Bandung bukan hanya kota kreatif, tetapi juga kota yang serius dalam menjaga masa depan lingkungannya.

“Kami akan terus melangkah maju untuk membangun Bandung yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan untuk Indonesia, untuk dunia,” tutup Farhan.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kota Bandung, tetapi juga menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.

Di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim, Bandung menunjukkan bahwa kota besar pun bisa menjadi teladan dalam tata kelola lingkungan, khususnya dalam penyediaan air bersih yang layak bagi warganya.

(Diskominfo kota Bandung)

Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Bandung, JURNAL TIPIKOR— Wali Kota Bandung, Farhan, melakukan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) ke tiga kelurahan pada Sabtu malam.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memantau keamanan, tetapi juga menjadi momen untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan.

Mulai pukul 19.30 WIB, rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, memulai kunjungan dari Kelurahan Merdeka, lalu melanjutkan ke Kelurahan Cihaurgeulis, dan terakhir ke Kelurahan Cikutra.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Wali Kota Farhan Tekankan Pentingnya Partisipasi Warga dalam Menjaga Keamanan

Dalam setiap kunjungannya, Wali Kota Farhan menekankan bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat.

“Bandung tidak mengenal zona merah. Yang menjaga keamanan bukan hanya aparat, tetapi juga warga. Prinsipnya adalah warga jaga warga, warga jaga kota,” ujar Farhan saat menyapa warga di RW 02 Kelurahan Merdeka.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Kegiatan Siskamling yang diintensifkan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Jawa Barat yang meminta seluruh daerah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Farhan menyebut bahwa semangat keguyuban warga Bandung adalah pertahanan terkuat untuk menjaga kota tetap kondusif. “Insyaallah dengan kebersamaan, Bandung akan selalu jadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.

Bantuan Sosial untuk Lansia, Bentuk Kepedulian di Tengah Pemulihan Ekonomi

Di sela agenda patroli, Farhan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial secara simbolis menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi para lansia.

Menurut Farhan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok yang paling rentan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya merata.

“Ekonomi memang mulai membaik, tetapi belum merata. Lansia adalah kelompok yang paling rentan, sehingga kita prioritaskan bantuan bagi mereka,” jelasnya.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Ia berharap dukungan sosial ini dapat memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi para orang tua di Bandung.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari warga dan tokoh masyarakat, yang menilai kehadiran langsung Wali Kota menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kota Bandung dalam melayani masyarakat secara merata.

Di Kelurahan Cihaurgeulis, Farhan bahkan disambut hangat oleh warga yang tengah merayakan HUT ke-80 RI dengan menggelar bazar, menunjukkan interaksi langsung dan positif antara pemimpin dan warganya.

(Red)

WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memberikan apresiasi tinggi kepada warga RW 14 Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, atas inisiatif mereka menampilkan kesenian wayang golek dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Acara yang digelar pada Jumat (5/9) malam tersebut dinilai sebagai bukti nyata komitmen warga dalam melestarikan budaya Sunda.

“Saya ucapkan terima kasih karena RW 14 melaksanakan peringatan kemerdekaan dengan menghadirkan wayang golek. Ini bentuk cinta budaya Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Erwin.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Pentingnya Kolaborasi dan Gotong Royong

Selain mengapresiasi pelestarian budaya, Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong royong di kalangan warga, khususnya Karang Taruna. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Bandung yang berlandaskan kebersamaan.

“Pemuda RW 14 harus terus semangat, jadilah generasi yang tangguh. Insyaallah, doa orang tua akan selalu menyertai kalian untuk sukses dunia akhirat,” pesannya, mengingatkan agar generasi muda menjadi pribadi yang saleh, sukses, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Mengisi Kemerdekaan dengan Perjuangan Positif

Erwin juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan. Oleh karena itu, warga harus mengisi kemerdekaan dengan menjaga lingkungan, mencegah kemungkaran, dan mempererat tali silaturahmi.

“Insyaallah RW 14 bisa menjadi lingkungan yang rukun, kompak, dan menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur,” pungkasnya.

(Red)

KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami status satu unit kendaraan roda empat, Mercedes-Benz 280 SL, yang disita dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Langkah ini diambil untuk menemukan solusi terbaik dalam proses asset recovery atau pemulihan kerugian keuangan negara, menyusul informasi bahwa kendaraan tersebut ternyata belum lunas dibayarkan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari keterangan yang diperoleh penyidik, pembayaran atas aset tersebut belum selesai.

“Agar tidak ada kendala jika dilakukan lelang, saat ini penyidik masih mendalami kedudukan barang bukti tersebut untuk mendapatkan solusi terbaik dalam optimalisasi asset recovery bagi negara,” ujar Budi.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Mobil klasik yang terdaftar atas nama Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, ini disita KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021-2023.

Budi menambahkan, jika ada pihak terkait, seperti Ilham Akbar Habibie, putra B.J. Habibie, yang ingin memiliki kembali mobil tersebut, mereka harus mengikuti mekanisme lelang yang akan diselenggarakan oleh KPK.

Saat ini, mobil tersebut masih dalam status sitaan KPK dan menunggu putusan majelis hakim. “Jika nanti diputuskan oleh majelis hakim dirampas untuk negara, maka mobil itu selanjutnya dapat dilakukan lelang ataupun mekanisme lainnya sehingga dapat dikonversi menjadi rupiah untuk masuk dalam siklus keuangan negara,” jelas Budi.

Baca juga Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

Lima Tersangka dalam Kasus Korupsi BJB

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025. Mereka adalah:

  • Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi (YR)
  •  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB, Widi Hartoto (WH)
  • Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD)
  • Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, Suhendrik (Suh)
  • Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma (SJK)

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus ini mencapai sekitar Rp222 miliar.

Penggeledahan di rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025, yang juga menyita sejumlah kendaraan, merupakan bagian dari penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti.

(AZI)

DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO-I ) Kabupaten Sukabumi menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H sekaligus pembagian santunan bagi anak-anak yatim piatu dan jompo yang bertempat di Kantor DPD IWO-I, Jln. Pakuwon, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A9, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Jum'at (05/09/2025).

Acara tersebut dihadiri Asda 3, H. Yulipri, ST.,M.T., sebagai perwakilan dari Pemda Sukabumi, Camat Parungkuda, Kurniawan Lismana, AP., Kepala Desa Parungkuda, Didih Jaenudin, Ketua GAPPS yang akrab disapa Bang Rian dan tamu undangan lainnya.

Adapun penceramah diisi oleh Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) Ar-Ridho, KH. Nanang Sumpena, S.Pd.I. (Ki Pancuran).

Baca juga Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

Acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim piatu ini merupakan wujud dari kepedulian DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan jompo. Berkat bantuan dari para dermawan yang peduli dengan nasib anak-anak yatim piatu sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses

Ketua DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur dan juga terimakasih kepada para donatur baik itu dari Pemerintahan, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Kepala Desa dan juga dari yang lainnya sehingga acara ini dapat terselenggara dengan sukses.

“Alhamdulillah, Saya selaku Ketua DPD-IWO-I Kabupaten Sukabumi mengucapkan Terimakasih Banyak kepada Pemda Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi, Kejari Sukabumi, para Kepala Dinas dan Jajaran, Pak Camat Parungkuda, Pak Kades, Bang Rian (Ketua GAPPS) dan seluruh donatur lainnya yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu, semoga apa yang telah dikeluarkan baik itu materi, waktu dan juga tenaganya untuk kelancaran acara ini, InsyaAllah Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda,”ucapnya.

Baca juga Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

Lanjut Heriyadi, Dengan lancarnya acara ini kita bisa belajar bahwa dengan persatuan, gotong royong dan juga kepedulian tidak ada yang tidak bisa kita lakukan, tidak ada yang sulit. Saya berharap, kita semua dapat terus berkolaborasi, bergandengan tangan dan saling bahu membahu bersama untuk mewujudkan cita-cita Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.

Di lokasi yang sama, Asda 3, H. Yulipri, menyampaikan apresiasi terhadap DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi. Dimana, acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim piatu ini merupakan wujud dari kepedulian DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu.

“Saya mewakili pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sangat mengapresiasi dan kita harus selalu menjaga silaturahmi juga mengasihi anak yatim piatu, karena mereka adalah bagian dari kita semua. Salah satunya, Dengan kegiatan positif seperti inilah Kabupaten Sukabumi akan menjadi Mubarokah”ujarnya.

Baca juga KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek

Sementara itu, KH. Nanang Sumpena, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

“Marilah kita memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta menjaga silaturahmi dan mengasihi anak yatim piatu,”ajaknya.

Dalam acara ini, diberikan juga santunan kepada anak-anak yatim piatu. Santunan ini diberikan sebagai wujud dari kepedulian DPD IWO-I beserta para donatur baik itu dari Pemerintah, DPRD, Kejaksaan, pengusaha yang peduli terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu.

Dengan demikian, acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim piatu ini diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta menjaga silaturahmi dan mengasihi anak yatim piatu. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama.

(Rama)

Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat merupakan benteng utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bandung.

Hal ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan langsung ke tiga kecamatan, yaitu Mandalajati, Ujungberung, dan Arcamanik, pada Kamis malam (4/9/2025).

Dalam kunjungannya, Farhan mendorong semangat “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” di setiap lingkungan.

Ia menekankan bahwa sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat, seperti ronda malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling), telah terbukti sangat efektif untuk menciptakan kondisi yang kondusif.

“Prinsip ‘Warga Jaga Warga’ yang akan berujung pada ‘Warga Jaga Kota’ ini bentuknya siskamling, karena sudah terbukti paling ditakuti. Dengan siskamling, kita bisa melakukan deteksi dini dan pencegahan,” ujar Farhan.

Baca juga Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan tidak bisa bekerja sendirian. Peran serta masyarakat adalah kunci untuk memastikan keamanan kota tetap terjaga.

“Walaupun di Kota Bandung banyak polisi, ada Satpol PP, tapi kita tidak bisa meng-cover semua wilayah. Maka dari itu, kita memerlukan kerja sama dengan warga,” tambahnya.

Selama kunjungan, Farhan sempat berdialog dengan warga di RW 04 dan RW 06 Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, serta RW 05 Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung.

Baca juga KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek

Di hadapan warga, ia mengajak mereka untuk tidak terlena dengan suasana aman dan terus bersatu.
“Pertahanan terbaik Kota Bandung bukan hanya dari kepolisian, TNI, atau Satpol PP, tetapi kekuatan warga,” tegasnya.

Farhan melanjutkan monitoringnya ke Pos Kamling RW 14 Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, dan RW 03 Bojong Awi Kaler, Kecamatan Arcamanik. Ia mengaku bangga melihat semangat warga yang tetap siaga hingga larut malam.

“Sekarang sudah jam setengah 11, tapi warga masih bersemangat menjaga kota tercinta. Prinsip ‘Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota’ ini menjadi fondasi utama Bandung,” katanya.

Baca juga oKPK Buka Kemungkinan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud

Di akhir kunjungannya, Wali Kota Farhan juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim penghujan. Ia menutup pernyataan dengan kembali menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan.

“Mari kita teguhkan niat agar prinsip ‘Warga Jaga Warga’ terus dijalankan. Bandung akan selalu kuat karena kekompakan warganya,” pungkasnya.
Keterangan Tambahan

Dalam kunjungannya, Wali Kota Farhan didampingi oleh camat, lurah, tokoh agama, hingga anggota DPRD Kota Bandung.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini, menurutnya, menunjukkan bahwa semua pihak dapat berjalan bersama tanpa sekat, yang menjadi kekuatan utama Kota Bandung.
(Red)

Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

PEKANBARU, JURNAL TIPIKOR— PT Bumi Siak Pusako (BSP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor perminyakan, mengonfirmasi pengunduran diri Direktur utamanya, Iskandar.

Pengunduran diri ini berlaku sejak minggu lalu, dengan surat pengunduran diri yang dikirimkan melalui surel.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi tidak lama setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2025. Dalam RUPS tersebut, diumumkan pengunduran diri Komisaris PT BSP Hendrisan, yang kemudian digantikan oleh Plt Komisaris H Heriyanto.

Baca juga Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Menanggapi situasi ini, Direktur Pengawas Teritorial (Dirwaster) Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Provinsi Riau, Farizal, S.E. mendesak Bupati Siak untuk memanfaatkan momentum ini guna membenahi manajemen PT BSP secara menyeluruh.

Ia menekankan perlunya perombakan struktur organisasi, mulai dari direksi hingga supervisor, untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Farizal juga menyoroti dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di dalam tubuh perusahaan, termasuk penunjukan kerabat dalam posisi penting dan adanya oknum pegawai yang bermain proyek.

Baca juga Jaga Warga Jaga Kota: Kecamatan Sukajadi, Sukasari dan Cidadap Kondusif

Ia juga menuntut efisiensi sumber daya manusia dengan mengevaluasi pegawai titipan yang tidak memiliki deskripsi pekerjaan jelas.

PT BSP adalah BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak (72,29%), Pemerintah Provinsi Riau (18,07%), Kabupaten Kampar (6,02%), Kabupaten Pelalawan (2,41%), dan Kota Pekanbaru (1,21%).

 

(Tim)

KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus menyelidiki kasus dugaan korupsi terkait pengadaan layanan Google Cloud di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Penyelidikan ini tetap berjalan meskipun Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda.

“Sampai saat ini masih berproses,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Budi menjelaskan bahwa kasus yang sedang ditangani KPK ini berbeda dengan kasus yang diselidiki Kejagung.

KPK fokus pada dugaan korupsi pengadaan Google Cloud, sedangkan Kejagung mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019-2022.

“Penanganan di KPK terkait pengadaan Google Cloud-nya. Kita sama-sama tunggu perkembangannya, ya,” tambahnya.

Baca juga KPK Buka Kemungkinan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud

Tahap Penyelidikan dan Pihak yang Dimintai Keterangan

Karena masih dalam tahap penyelidikan, Budi belum bisa memberikan rincian lebih lanjut mengenai kasus Google Cloud ini.

Namun, KPK telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, termasuk:

  • Fiona Handayani, mantan Staf Khusus Mendikbudristek pada 30 Juli 2025.
  • Andre Soelistyo, mantan Komisaris GoTo pada 5 Agustus 2025.
    * Melissa Siska Juminto, mantan Direktur GoTo pada 5 Agustus 2025.
  • Nadiem Anwar Makarim, mantan Mendikbudristek pada 7 Agustus 2025.

Selain kasus Google Cloud, KPK juga tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam pengadaan kuota internet gratis di Kemendikbudristek yang diduga berkaitan dengan kasus Google Cloud.
Kasus Chromebook yang Ditangani Kejagung.

Baca juga Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Kejagung telah menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka pada 4 September 2025 dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Penetapan ini menyusul empat tersangka lainnya yang telah lebih dulu ditetapkan, yaitu:

  • Jurist Tan, mantan Staf Khusus Mendikbudristek.
  • Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek.
  • Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020-2021.
  • Mulyatsyah, Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek tahun 2020-2021.

(AZI)

KPK Buka Kemungkinan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ada kemungkinan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek.

Pernyataan ini disampaikan meskipun Kejaksaan Agung (Kejagung) telah lebih dulu menetapkan Nadiem sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda.

“Memungkinkan, seperti dalam perkara Bank BJB, ada satu orang tersangka yang ditetapkan oleh KPK dan juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Baca juga Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Budi merujuk pada kasus mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, yang menjadi tersangka di kedua lembaga penegak hukum tersebut untuk kasus yang berbeda.

Menurut Budi, KPK, Kejagung, dan Polri memiliki komitmen yang sama untuk bersinergi dalam pemberantasan korupsi.

KPK saat ini sedang menyelidiki dugaan korupsi terkait pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan terkait kasus ini, termasuk:L

  • Fiona Handayani, mantan Staf Khusus Mendikbudristek (30 Juli 2025)
  • Andre Soelistyo dan Melissa Siska Juminto, mantan petinggi GoTo (5 Agustus 2025)
  • Nadiem Anwar Makarim (7 Agustus 2025)

KPK menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi Google Cloud ini berbeda dengan kasus Chromebook yang tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung.

Baca juga KPK Sita 15 Mobil Milik Mantan Anggota DPR Satori Terkait Korupsi

Kejagung sendiri telah menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus Chromebook pada 4 September 2025.

Selain kasus Google Cloud, KPK juga sedang menyelidiki dugaan korupsi dalam pengadaan kuota internet gratis di Kemendikbudristek, yang disebut memiliki keterkaitan dengan kasus Google Cloud.

Sementara itu, Kejagung saat ini mengusut dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan terkait pengadaan Chromebook. Kejagung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yaitu Jurist Tan, Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan terbaru Nadiem Makarim.

(AZI)

Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., dan Anggota Bapemperda Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., menghadiri undangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam acara Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah Tahun 2025, di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu, 27 Agustus 2025.

Lewat acara ini, Kemendagri ingin pemerintah daerah untuk fokus pada penguatan produk hukum daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi mandiri. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi menilai acara ini bagi penting bagi pemerintah daerah.

“Jadi 3 hari ini di Kendari kita dapat undangan dari Kemendagri untuk melakukan rapat koordinasi terkait dengan produk hukum daerah. Acara ini sangat krusial mengingat perbedaan kemampuan fiskal setiap daerah,” tutur pria yang biasa disapa Kang Asmul itu.

Asep Mulyadi mengatakan, peraturan daerah (Perda) harus dirancang untuk membuka ruang bagi pelaku usaha swasta, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Ia meyakini bahwa dengan memberikan ruang yang luas, inovasi dan perkembangan bisnis akan tumbuh pesat.

“Kalau mereka diberikan ruang, diberikan kesempatan terus, tumbuh usaha dan bisnisnya di bidang swasta, maka itu akan punya pengaruh besar buat pertumbuhan dan perkembangan sebuah kota,” katanya.

Baca juga Kolaborasi Tiga Pihak, 120 Rumah di Kota Bandung Diresmikan Melalui Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih

Meskipun Kota Bandung sudah dikenal sebagai kota kreatif, Asep menekankan perlunya penguatan kebijakan. Salah satu fokus utama adalah penyusunan rencana induk pengembangan ekonomi kreatif yang terstruktur. Selain itu, ia juga menyoroti kehati-hatian dalam mengelola pendapatan daerah.

“Nah, ini juga kita harus hati-hati dalam memperlakukannya karena hari ini kondisi masyarakat tentu saja sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan,” ujar Asep. Meski begitu, ia meminta pemerintah harus hadir dengan program yang menunjukkan kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat.

Senada dengan Asep Mulyadi, Anggota Bapemperda Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro menekankan relevansi acara ini untuk dibawa ke Kota Bandung. “Tentu, acara ini sangat penting. Apalagi kalau kita melihat bagaimana situasi global, nasional, dan juga untuk dibawa ke daerah,” kata Susanto.

Baca juga Jaga Warga Jaga Kota: Kecamatan Sukajadi, Sukasari dan Cidadap Kondusif

Ia menyoroti tiga aspek utama yang dibahas dalam Rakornas yakni kesehatan fiskal, peran ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi, dan pelayanan publik. “Kita melihat bagaimana dalam hal terkaitan kesehatan fiskal, kedua bagaimana juga ekonomi kreatif adalah menjadi punggung dalam hal situasi ekonomi yang tidak menentu pada saat ini, dan ketiga adalah bagaimana pelayanan publik,” tutur Susanto.

Susanto menegaskan komitmen Bapemperda untuk mendorong perbaikan pelayanan publik di Kota Bandung. “Tentu ini adalah kita dorong bagaimana pelayanan-pelayanan publik di kota Bandung mudah-mudahan bisa lebih cepat dan tepat dalam hal kemudian mengurus perizinan bagi para pebisnis,” katanya.

DPRD berharap hasil dari Rakornas ini dapat menjadi masukan berharga bagi Bapemperda Kota Bandung dalam menyusun peraturan daerah yang lebih adaptif, responsif, dan mampu mendorong kemajuan Kota Bandung di masa depan

(Humas DPRD KOTA BANDUNG)