Bungkam Usai 7 Jam Dicecar KPK, Tersangka Korupsi Haji ‘Gus Alex’ Lempar Bola Panas ke Penyidik

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, memilih bungkam seribu bahasa usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (26/1).

Mantan Staf Khusus Menteri Agama era Yaqut Cholil Qoumas ini enggan membeberkan detail materi pemeriksaan dan justru mengarahkan awak media untuk bertanya langsung kepada tim penyidik.

“Ya, ke penyidik saja langsung, saya sudah jalani semua (pemeriksaan),” ujar Gus Alex singkat sembari bergegas meninggalkan kerumunan jurnalis di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin sore.

Baca juga Rupiah Nyaris Rp17.000, Legislator PDI Perjuangan Desak BPKH Putar Otak Amankan Biaya Haji

Pemeriksaan Maraton Tujuh Jam
Berdasarkan data pantauan di lokasi, Gus Alex tiba di markas lembaga antirasuah tersebut pada pukul 09.38 WIB. Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 17.23 WIB.

Selama lebih dari tujuh jam, Gus Alex dikonfrontir oleh penyidik terkait perannya dalam skandal penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama Tahun Anggaran 2023-2024.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pemanggilan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus yang telah menyeret nama-nama besar di lingkungan Kementerian Agama.

“Benar, dalam lanjutan penyidikan perkara kuota haji, hari ini penyidik memanggil saudara IAA (Ishfah Abidal Aziz),” tegas Budi.

Baca juga Gus Falah Pasang Badan: Taruh Polri di Bawah Kementerian Adalah Pengkhianatan Amanat Reformasi!

Jejak Skandal Rp1 Triliun

Kasus ini mulai mencuat sejak penyidikan resmi diumumkan KPK pada 9 Agustus 2025. Hanya berselang dua hari, KPK merilis temuan mengejutkan terkait potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1 triliun lebih.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan dua tersangka utama, yakni:

  • Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) – Mantan Menteri Agama.
  • Ishfah Abidal Aziz (IAA) – Mantan Staf Khusus Menteri Agama.

Keduanya, bersama pemilik biro perjalanan Maktour, Fuad Hasan Masyhur, telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak Agustus tahun lalu untuk kepentingan penyidikan.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Melawan Undang-Undan

Selain bidikan KPK, kasus ini sebelumnya telah menjadi bola panas di DPR RI melalui Pansus Hak Angket Haji. Pansus menemukan kejanggalan fatal dalam pembagian kuota tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Kemenag diketahui membagi kuota tersebut secara sepihak dengan komposisi 50:50 (10.000 haji reguler dan 10.000 haji khusus).

Kebijakan ini dinilai menabrak Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019, yang secara tegas mengatur bahwa kuota haji khusus seharusnya hanya sebesar 8 persen, sementara 92 persen menjadi hak jemaah haji reguler

Hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus mendalami aliran dana dan potensi keterlibatan pihak lain dalam skandal yang mencoreng penyelenggaraan ibadah suci umat Islam tersebut.

(Azi)

 

Gus Falah Pasang Badan: Taruh Polri di Bawah Kementerian Adalah Pengkhianatan Amanat Reformasi!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, memberikan peringatan keras terhadap usulan pemindahan posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke bawah kementerian. Pria yang akrab disapa Gus Falah ini menegaskan bahwa keberadaan Polri langsung di bawah Presiden adalah harga mati sebagai mandat murni reformasi 1998.

Menurut Gus Falah, struktur Polri saat ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan benteng terakhir untuk menjaga Polri tetap menjadi alat negara yang profesional dan terbebas dari intervensi politik praktis.

“Penempatan Polri di bawah Presiden pascareformasi bukan sekadar perubahan struktural, melainkan langkah historis untuk menempatkan Polri sebagai alat negara yang bersifat sipil, profesional, dan bertanggung jawab langsung kepada kepala pemerintahan yang dipilih rakyat,” tegas Gus Falah dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (26/1).

Baca juga Rupiah Nyaris Rp17.000, Legislator PDI Perjuangan Desak BPKH Putar Otak Amankan Biaya Haji

Risiko Intervensi Politik Sektoral
Politisi PDI-Perjuangan ini menilai, menarik Polri ke bawah kementerian justru akan menjadi langkah mundur (kemunduran demokrasi).

Ia menyoroti beberapa risiko fatal jika usulan tersebut dipaksakan:

  • Sub-ordinat Kepentingan Politik: Polri berisiko terjebak dalam kepentingan sektoral menteri yang menjabat, sehingga mengaburkan prinsip supremasi sipil.
  • Lemahnya Independensi: Ruang intervensi politik praktis akan terbuka lebar, yang secara langsung melemahkan profesionalisme penegakan hukum.
  • Penyimpangan Cita-Cita 1998: Mengubah struktur komando Polri dinilai menyimpang dari semangat utama pemisahan Polri dari fungsi militeristik masa lalu.

“Reformasi Polri sejatinya bukan soal memindahkan garis komando di peta birokrasi, tapi memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan penghormatan HAM. Jangan fokus pada perubahan struktur yang justru mengkhianati sejarah,” tambahnya.

Baca juga Gebrakan Humanis Wakil Bupati Kuningan, Terjang Pelosok Sagaranten di Hari Libur!

Sejalan dengan Sikap Kapolri

Senada dengan Gus Falah, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI menyatakan bahwa posisi Polri di bawah Presiden adalah format paling ideal. Mengingat luas geografis Indonesia yang setara jarak London ke Moskow dengan belasan ribu pulau, Polri membutuhkan fleksibilitas komando tingkat tinggi.

Kapolri mengingatkan sejarah panjang lembaga ini yang pernah berada di bawah kementerian hingga tergabung dalam ABRI. Namun, pemisahan pascareformasi terbukti menjadi momentum krusial bagi Polri untuk bertransformasi menjadi polisi sipil (civilian police) yang modern.

Sumber : Antara

Editor : Azi

Rupiah Nyaris Rp17.000, Legislator PDI Perjuangan Desak BPKH Putar Otak Amankan Biaya Haji

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin, memberikan peringatan keras kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk segera mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global.

Ia menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah yang kian mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam stabilitas pembiayaan ibadah haji Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/1), Azis menegaskan bahwa kondisi geopolitik dunia yang kian memanas—mulai dari ketegangan di Venezuela, konflik berkepanjangan Rusia-Ukraina, hingga dinamika di wilayah Greenland—telah menciptakan efek domino terhadap ekonomi nasional.

“Kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya tentunya harus diantisipasi karena berpengaruh langsung terhadap ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Azis.

Baca juga Gebrakan Humanis Wakil Bupati Kuningan, Terjang Pelosok Sagaranten di Hari Libur!

Ancaman Tiga Mata Uang

Legislator dari Dapil Jawa Barat III (Cianjur–Kota Bogor) ini mengungkapkan kekhawatirannya mengingat nilai tukar rupiah yang kini sudah merangkak naik mendekati angka Rp17.000 per dolar AS.

Menurutnya, skema pembayaran haji sangat rentan karena bergantung pada tiga mata uang sekaligus.

  1. Rupiah (IDR): Digunakan untuk biaya lokal dan administrasi dalam negeri.
  2. Riyal Arab Saudi (SAR): Digunakan untuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi di Tanah Suci.
  3. Dolar AS (USD): Mata uang acuan global yang memengaruhi biaya penerbangan dan kontrak internasional lainnya.

“Penyelenggaraan haji menggunakan tiga mata uang: Rupiah, SAR, dan Dolar. Jika rupiah terus melemah, biaya riil di lapangan akan membengkak drastis,” tegas Azis.

Baca juga Senin Depan Di Jadwalkan, Hearing Dengan Dinas Dan DPR Daerah, Prihal Terkait Berikut Ini

Mitigasi Agar Jemaah Tak Tercekik
Azis mendesak pemerintah dan BPKH untuk segera menyiapkan langkah mitigasi yang konkret.

Ia tidak ingin pelemahan nilai tukar rupiah ini dibebankan langsung kepada jemaah haji dalam bentuk kenaikan biaya pelunasan yang memberatkan.

“Bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai rupiah agar tidak menjadi beban bagi jemaah kita? Pemerintah harus punya strategi cadangan (buffer) atau instrumen lindung nilai (hedging) yang kuat untuk mengunci harga sebelum kurs semakin liar,” pungkasnya.

Sumber : Antara

Editor: Azi

Gebrakan Humanis Wakil Bupati Kuningan, Terjang Pelosok Sagaranten di Hari Libur!

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Hari libur biasanya menjadi waktu untuk beristirahat, namun tidak bagi Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.

Dengan semangat pengabdian tanpa batas, beliau menerjang jalur sulit menuju pelosok Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, pada Sabtu (24/1/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kepemimpinan yang “jemput bola” dalam menuntaskan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Baca juga Senin Depan Di Jadwalkan, Hearing Dengan Dinas Dan DPR Daerah, Prihal Terkait Berikut Ini

Negara Hadir di Garis Depan Kemiskinan

Meski harus menempuh kondisi geografis yang menantang, Wabup Tuti menegaskan bahwa jarak tidak boleh menjadi penghalang bagi keadilan sosial.

Beliau hadir membawa solusi konkret dengan menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Kuningan untuk menyalurkan bantuan langsung berupa sembako, perlengkapan mandi, hingga kasur lipat bagi warga yang paling membutuhkan.

“Tidak ada kata mundur untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat. Monitoring ini adalah bagian dari empati dan keberpihakan kita kepada warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan,” tegas Hj. Tuti Andriani di sela-sela kunjungannya.

Baca juga Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

Bukan Hanya Rumah: Menilik Nadi Ekonomi dan Infrastruktur

Selain fokus pada Rutilahu, Wabup Tuti secara komprehensif membedah problematika Desa Sagaranten. Beliau meninjau langsung:

  • Aksesibilitas: Menilai urgensi perbaikan jalan desa sebagai kunci mobilitas dan distribusi hasil tani.
  • Ekonomi Lokal: Meninjau aktivitas UMKM yang menjadi tulang punggung masyarakat namun masih terkendala modal dan pemasaran.
  • Keberlanjutan Program: Memastikan program pembangunan desa berjalan tepat sasaran dan efisien.

Beliau menekankan bahwa pembangunan Sagaranten tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus lintas sektor agar memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Sinergi Cerdas: Peran Perangkat Desa dan “Jemput Bola”

Dibalik kesuksesan kunjungan ini, terdapat koordinasi berjenjang yang rapi. Samsi Nugraha, Kaur Perencanaan Desa Sagaranten, mengungkapkan bahwa agenda ini adalah hasil komunikasi intensif dengan tokoh pemerhati pembangunan, Firman Azhari, yang kemudian ditindaklanjuti ke jajaran Sekretaris Pribadi Wakil Bupati.

Kepala Desa Sagaranten, Diding, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas perangkat desanya. “Saya selalu menekankan prinsip ‘jemput bola’.

Perangkat desa harus proaktif, tidak boleh hanya menunggu program. Sinergi dengan Pak Firman Azhari dan respon cepat Ibu Wakil Bupati adalah modal besar bagi kemajuan desa kami,” ujar Diding

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Pengawalan Ketat Pemerintah Kecamatan

Hadir mendampingi Wakil Bupati, Camat Ciwaru Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si, bersama Kasi Pemerintahan Nanang Faturohman, S.E., M.E.

Kehadiran jajaran kecamatan memastikan bahwa seluruh hasil temuan lapangan akan ditindaklanjuti secara administratif dan teknis agar realisasi bantuan berjalan lebih cepat.

Kunjungan ini diakhiri dengan harapan besar dari Pemerintah Desa Sagaranten agar kolaborasi antara desa dan Pemerintah Kabupaten terus terjalin.

Kehadiran Hj. Tuti Andriani menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di Kabupaten Kuningan kini benar-benar bergerak dari pinggiran, merangkul yang terpencil, dan memanusiakan setiap warga.

Tentang Kegiatan:
Monitoring Rutilahu dan Peninjauan Infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

(Deden)

Senin Depan Di Jadwalkan, Hearing Dengan Dinas Dan DPR Daerah, Prihal Terkait Berikut Ini

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Perwakilan Dari Masyarakat Kaur, Amli menyampaikan, telah memasukan surat pemberitahuan terkait dengan waktu dan jadwal hearing bersama

Kata Amli, surat pemberitahuan sudah kami sampaikan di DPR Daerah Kabupaten Kaur, Bengkulu hari ini dan hearing tersebut berkait dengan HGU perusahaan PT.DSJ ( Dinamika Selaras Jaya ) dengan dana hibah dari Pemda Kaur, Bengkulu kepada instansi Vertikal

Hemat kami kata Amli, aksi hearing dilakukan bersama instansi terkait dan DPRD (Banggar) maupun tim pengguna anggaran (TAPD) dan LPSe, dengan pasal, dugaan tumpang tindih dana hibah yang menjadi kewenangan APBN (Pusat)

Baca juga Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

Peserta hearing diperkirakan berjumlah 15 anggota, dan hearing direncanakan di gedung DPRD Kabupaten Kaur, Bengkulu pada tanggal 02/02/2026, dan dalam hearing ini nanti, kami akan mempertanyakan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dengan bukti serah terima hibah daerah (BSTHD). Demikian Amli

(Jusri)

Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

BATHIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR | Awal tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi kedaulatan pangan di Kabupaten Bengkalis. Sejalan dengan visi Presiden H. Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, memimpin langsung aksi nyata penanaman jagung serentak yang dipusatkan di KM 14, Kecamatan Bathin Solapan, Senin (26/01/2026).

Langkah agresif ini bukan sekadar seremoni. Di atas lahan seluas 2,5 hektar, sebanyak 12.600 bibit jagung dan semangka mulai ditanam sebagai bagian dari Gerakan Nasional Penanaman Jagung.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Upaya ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan kolaborasi Polri dan petani di tahun 2025 yang telah berhasil mengelola ratusan ribu hektar lahan di seluruh Indonesia.

Sinergi Lintas Sektor di Garis Depan
Pj Kades Air Kulim, Suryati, yang hadir mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah harga mati bagi kesejahteraan warga Desa Air Kulim.

“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton. Desa Air Kulim harus menjadi lumbung pangan yang mandiri. Jagung adalah komoditas strategis yang mampu mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan,” tegas Suryati di sela-sela kegiatan penanaman.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Suryati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas dukungan penuh berupa bantuan bibit unggul, pupuk, hingga pendampingan teknis yang menjadi bahan bakar utama keberhasilan program ini.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, (Poto Dok.Jurnal Tipikor)

Bukan Sekadar Seremonial

Nada optimisme serupa disampaikan oleh Direktur BUMDes Air Kulim, Aditya Kurniawan, S.Pd., Gr. Ia menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah harus membuahkan hasil konkret di tangan masyarakat.

“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan untuk kemandirian ekonomi masyarakat,” cetus Aditya.

Baca juga “Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

Aksi Simbolis di Lapangan

Puncak acara ditandai dengan penanaman benih jagung secara simbolis oleh Pj Kades Suryati bersama Aditya Kurniawan dan perwakilan kepolisian sektor Mandau. Aksi ini disaksikan langsung oleh jajaran tokoh penting, di antaranya:

  •  Suparno (Ketua BPD Desa Air Kulim)
  • R. Gultom (Perwakilan Kapolsek Mandau)
  • Safrizal Rianto (Sekretaris Desa Air Kulim)
  • Arben Tobing, S.E. (Perwakilan PT. Darma Jaya Lestari)
  • Jajaran Babinkamtibmas dan Babinsa yang mewakili Danramil 03/03 Mandau.

Dengan target produksi nasional yang terus dipacu, gerakan di Desa Air

Kulim ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkalis untuk memaksimalkan potensi lahan tidur demi masa depan pangan Indonesia yang lebih tangguh.

Pewarta : Irwansyah Siregar

Editor : Azi

Drama Menit Akhir di GBLA: Berguinho Bawa Persib Gusur Borneo FC dari Puncak Klasemen!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi drama heroik saat PERSIB Bandung sukses menundukkan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan ke-18 Liga 1, Minggu (25/1).

Gol semata wayang Rosembergne “Berguinho” Da Silva di menit ke-87 tidak hanya mengunci kemenangan, tetapi juga resmi membawa Maung Bandung bertakhta kembali di puncak klasemen sementara.

Dominasi Tanpa Hasil di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Bojan Hodak langsung tancap gas. Motor serangan yang digalang Beckham Putra Nugraha menciptakan setidaknya lima peluang emas sepanjang 45 menit pertama. Namun, tembok kokoh bernama Kadu—kiper PSBS Biak—tampil gemilang di bawah mistar, memaksa skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Perubahan Taktis dan Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Hodak melakukan perjudian taktis dengan memasukkan penyerang asal Prancis, Andrew Jung.

Baca juga Dipimpin AKBP Bagus Priandy, KRYD Polres Madina Amankan Dua Pengguna Narkoba Malam Minggu

Tekanan meningkat, terutama setelah gelandang timnas Thom Haye melepaskan tendangan jarak jauh yang mengancam gawang Biak di menit-menit awal babak kedua.

Petaka bagi PSBS Biak datang di menit ke-55. Kapten kesebelasan mereka, Heri Susanto, harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Alfeandra Dewangga. Unggul jumlah pemain, PERSIB semakin membombardir pertahanan lawan.

Momen Krusial: Sentuhan Magis Berguinho

Meski terus menyerang melalui Frans Putros dan sundulan Andrew Jung, gol yang dinanti tak kunjung tiba. Di menit ke-80, Hodak kembali memutar otak dengan memasukkan Ramon “Tanque” dan Robi Darwis.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Strategi ini terbukti jitu. Pada menit ke-87, sebuah skema serangan apik terbangun:

  • Andrew Jung mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kiri.
  • Bola diterima dengan dingin oleh Ramon Tanque.
  • Ramon kemudian menyodorkan bola kepada Berguinho yang berdiri bebas.
  • Dengan satu sontekan tenang, pemain bernomor punggung 97 tersebut merobek gawang Kadu dan meledakkan kegembiraan di GBLA.

Kembali ke Puncak

Kemenangan kandang kesembilan ini memiliki arti krusial bagi PERSIB. Tambahan tiga poin membuat Pangeran Biru kini mengoleksi 41 poin dari 18 pertandingan, unggul tipis satu angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang kini harus rela turun ke peringkat kedua.

STATISTIK PERTANDINGAN

  • Skor Akhir: PERSIB 1 – 0 PSBS Biak
  • Pencetak Gol: Berguinho (87′)
  • Kartu Merah: Heri Susanto (PSBS – 55′)
  • Venue: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
  • Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026

Tentang PERSIB Bandung:

PERSIB Bandung adalah klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Saat ini berkompetisi di kasta tertinggi Liga 1 dan terus berkomitmen untuk meraih prestasi tertinggi di kancah sepak bola nasional maupun internasional.(Her)

 

PEMALANG SIAGA SATU: Banjir Kiriman Gunung Slamet Terjang Pemalang Selatan, Warga Diimbau Waspada Wabah Penyakit!

PEMALANG, JURNAL TIPIKOR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah beberapa hari terakhir mulai menunjukkan dampak serius. Curah hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya mengguyur pemukiman, tetapi juga memicu banjir di sejumlah titik strategis di wilayah Pemalang bagian selatan.

Titik Banjir dan Pengaruh Gunung Slamet

Berdasarkan laporan lapangan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pulosari (Desa Sima dan Penakir) hingga wilayah Randudongkal dan Sikasur. Banjir ini disinyalir merupakan fenomena kompleks; selain akibat curah hujan lokal yang ekstrem, kondisi di hulu yakni Gunung Slamet turut memicu luapan air.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah tetangga, yakni daerah Serang (Kabupaten Purbalingga) dan kawasan Guci (Kabupaten Tegal), yang hingga kini dikabarkan masih terendam banjir. Aliran air dari dataran tinggi ini menjadi ancaman nyata bagi warga di daerah bawah.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Ancaman Kesehatan Mengintai

Di tengah kepungan air, masyarakat diingatkan untuk tidak lengah terhadap ancaman “bencana kedua”, yaitu gangguan kesehatan.

Cuaca yang lembap dan lingkungan yang kotor pasca-banjir menjadi sarana penyebaran penyakit yang cepat.

Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat mengimbau warga untuk mewaspadai:

  • Infeksi Saluran Pernapasan: Demam, flu, pileg, dan batuk.
  • Penyakit Endemik: Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dipicu oleh genangan air sebagai sarang nyamuk.
  • Pola Hidup Bersih: Tetap mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan meski dalam kondisi darurat.

Harapan Kedepan

Meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, warga diharapkan tetap tenang namun selalu siaga terhadap evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat.

“Semoga cuaca bisa segera membaik dan air cepat surut agar aktivitas warga kembali normal,” pungkas laporan tersebut.

Pewarta : JT Biro Pemalang

Editor : Azi

 

Dipimpin AKBP Bagus Priandy, KRYD Polres Madina Amankan Dua Pengguna Narkoba Malam Minggu

MADINA, JURNAL TIPIKOR – Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli dan razia terpadu di wilayah hukum Polres Madina, Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 24–25 Januari 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., dan melibatkan 20 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi Polres Madina, unsur TNI, serta Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan langkah konkret kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat.

“KRYD ini kami laksanakan sebagai langkah preventif dan penegakan hukum untuk menekan berbagai bentuk gangguan kamtibmas, seperti penyakit masyarakat, penyalahgunaan narkoba, premanisme, balap liar, serta penggunaan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar AKBP Bagus Priandy.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

KRYD dimulai pada pukul 21.30 WIB hingga selesai, dengan dukungan sarana dan prasarana berupa kendaraan dinas roda empat dan roda dua dari Sat Samapta dan Sat Lantas, satu unit truk Dalmas, kendaraan Polisi Militer, serta kendaraan operasional Satpol PP.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan rute Mako Polres Madina, Gunung Tua, Simpang Ladang Sari, Pasar Lama, Pasar Baru, SPBU Pasar Baru hingga Lintas Timur, kembali ke Mako Polres Madina. Selain patroli, petugas juga menggelar razia kendaraan bermotor di depan Mako Polres Mandailing Natal serta melakukan penggerebekan sarang narkoba di Kelurahan Huta Siantar, Kabupaten Mandailing Natal.

“Kami hadir langsung di lapangan melalui patroli dan razia di titik-titik rawan, termasuk penggerebekan sarang narkoba, sebagai bentuk komitmen Polres Madina dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Kapolres.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Dari hasil pelaksanaan KRYD, petugas berhasil mengamankan dua orang terduga pengguna narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal melalui tes urine, keduanya dinyatakan positif dan langsung dibawa ke Mako Polres Mandailing Natal untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti yang ditemukan di rumah para terduga.

“Dua orang terduga pengguna narkoba telah kami amankan. Hasil tes urine menunjukkan positif dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.

Kehadiran aparat kepolisian di sejumlah titik keramaian mendapat respons positif dari masyarakat. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seputaran Kota Panyabungan terpantau aman dan kondusif.

Baca juga Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

Menutup keterangannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian demi terwujudnya Mandailing Natal yang aman dan kondusif,” pungkas AKBP Bagus Priandy.

(Siregar)

BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR– Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota Bandung terhadap musibah longsor yang menerjang wilayah Cisarua Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sejak Sabtu pagi (24/1/2026), tim Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung terjun ke titik bencana untuk menyalurkan bantuan darurat dan memetakan kebutuhan mendesak warga.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menegaskan bahwa kehadiran timnya di Desa Pasirlangu bukan sekadar peninjauan, melainkan aksi nyata untuk memastikan warga terdampak tidak kekurangan kebutuhan dasar.

“Begitu kabar sampai, tim Dinsos dan Tagana langsung bergerak membawa bantuan sandang dan pangan. Ini langkah awal. Kami hadir bersama BPBD dan Diskarmatan untuk menginventarisir apa saja yang paling dibutuhkan di lapangan saat ini,” ujar Yorisa di lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

Kolaborasi Lintas Wilayah dan Rencana Dapur Umum

Dalam aksi kemanusiaan ini, Dinsos Kota Bandung tidak bergerak sendiri. Yorisa telah berkoordinasi intensif dengan Kepala Dinsos KBB untuk menyamakan data agar bantuan tepat sasaran. Fokus utama saat ini adalah memastikan logistik mencukupi selama masa tanggap darurat.

“Besok (Minggu, 25/1/2026), kami kembali lagi untuk memastikan kebutuhan logistik lanjutan. Kami akan hitung detail jumlah KK dan jiwa yang terdampak untuk menentukan kapasitas dapur umum yang akan didirikan selama masa pengungsian dan pencarian korban,” jelasnya.

Galang Kekuatan Kolektif

Tak hanya mengandalkan APBD, Dinsos Kota Bandung juga menggerakkan kekuatan sipil. Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) se-Kota Bandung turut dilibatkan untuk mempertebal dukungan kemanusiaan.

Baca juga  LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Yorisa menekankan pentingnya manajemen distribusi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik.

“Kami ingin bantuan tertata dan merata. Bukan hanya bahan pokok, pakaian dan nutrisi tambahan juga menjadi perhatian kami. Semua harus sesuai dengan data terbaru agar tepat guna bagi warga yang sedang berduka,” pungkas Yorisa.

Sumber : Diskominfo kota bandung

Editor  : Azi