LPS Optimistis IHSG Tembus Level 10.000, Didorong Fundamental Ekonomi yang Tangguh

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya terhadap masa depan pasar modal Indonesia.

Ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi besar untuk mencapai level psikologis 10.000. Proyeksi ini didasarkan pada stabilitas indikator ekonomi makro dan ketahanan sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Fundamental Kuat dan Konsumsi Domestik Jadi Penopang

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Purbaya menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat. Faktor utama yang menjadi motor penggerak adalah konsumsi domestik yang tetap terjaga, didukung oleh pertumbuhan investasi yang berkelanjutan.

“Ekonomi kita memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap gejolak eksternal. Sinergi antara konsumsi masyarakat dan investasi menciptakan fondasi yang kokoh bagi pasar modal untuk terus bertumbuh,” ujar Purbaya.

Baca juga Bandung Juara Pelanggaran: Trotoar Jl. H. Ibrahim Adjie Disulap Jadi Parkir Privat, Pemkot Mandul Tegakkan Perda

Indikator Makroekonomi yang Menjanjikan

Data ekonomi terkini turut memperkuat sinyal positif bagi para investor. Beberapa indikator kunci yang disoroti meliputi:

  • Inflasi yang Terkendali: Penurunan inflasi secara konsisten menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
  • Cadangan Devisa Meningkat: Peningkatan cadangan devisa memberikan bantalan yang kuat bagi nilai tukar rupiah dan memperkuat kemampuan negara menghadapi tekanan eksternal.

Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik bagi pelaku pasar domestik maupun internasional.

Stabilitas Sistem Keuangan dan Peran LPS

Selain faktor makro, stabilitas sistem keuangan Indonesia dinilai sangat resilient (tangguh). Purbaya menegaskan bahwa LPS terus berkomitmen menjalankan fungsinya dalam penjaminan simpanan nasabah perbankan.

“Kepercayaan masyarakat adalah kunci stabilitas sistem perbankan. Dengan sistem yang stabil, aliran modal ke sektor riil dan pasar keuangan akan tetap lancar, yang pada akhirnya mendorong penguatan IHSG,” tambahnya.

Baca juga DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Perdana Di Tahun 2026

Indonesia Unggul di Kancah Global

Di saat banyak negara maju dihantui oleh ancaman resesi, ekonomi Indonesia justru menunjukkan performa yang lebih unggul. Kemampuan Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian global menempatkan posisi tawar negara lebih tinggi di mata investor global.

Proyeksi IHSG menuju 10.000 ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan memperkuat keyakinan investor terhadap arah pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang.

Tentang LPS:

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya.(*)

 

Bandung Juara Pelanggaran: Trotoar Jl. H. Ibrahim Adjie Disulap Jadi Parkir Privat, Pemkot Mandul Tegakkan Perda

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Slogan “Bandung Juara” kini terasa ironis di sepanjang Jalan H. Ibrahim Adjie. Fasilitas publik yang seharusnya menjadi hak mutlak pejalan kaki kini dirampas secara terang-terangan untuk lahan parkir liar di depan area bisnis, termasuk di depan ruko Toko Besi Bandung Juara dan kantor perbankan sekitarnya.

Meski payung hukum telah diperketat melalui Perda Nomor 12 Tahun 2024, kenyataan di lapangan menunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung seolah “tutup mata” dan tak berdaya menghadapi okupasi ruang publik oleh kepentingan bisnis.

Okupasi Trotoar: Nyawa Pejalan Kaki Jadi Taruhan

Pantauan di lokasi menunjukkan deretan kendaraan roda empat milik pegawai bank, nasabah, hingga kendaraan pengangkut material bebas nangkring di atas trotoar. Kondisi ini memaksa pejalan kaki bertaruh nyawa dengan turun ke badan jalan raya yang padat dan rawan kecelakaan.

Tampak dari seberang Jalan, Ruko milik Toko Besi Bandung Juara (Poto : Dok.Jurnal Tipikor)

Persoalan ini bukan barang baru. Menurut penuturan narasumber warga, Azi, praktik ilegal ini telah berlangsung hampir dua tahun tanpa tersentuh hukum.

“Sudah hampir dua tahun tapi sayangnya Pemkot Bandung, terutama birokrasi daerah, tidak bisa berkutik. Seolah-olah ada aturan yang tidak berlaku di titik ini,” ujar Azi dengan nada kecewa.

Praktik ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Perda Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat (Tibumtranmas).

Baca juga Menyibak Tabir 2026: 7 Prediksi Mendebarkan Baba Vanga, dari Eskalasi Global hingga Kontak Antariksa

Hukum Tajam di Pusat, Tumpul di Ibrahim Adjie

Ketimpangan penegakan hukum menjadi sorotan utama. Padahal, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah menginstruksikan pengawasan ketat terhadap parkir liar. Namun, tindakan tegas seperti derek, gembok roda, hingga cabut pentil yang gencar dilakukan di kawasan wisata seperti Jalan Braga atau Asia Afrika, seolah “melempem” di Jalan H. Ibrahim Adjie.

“Kami mempertanyakan keberanian Dishub dan Satpol PP. Kenapa di pusat kota mereka sangat galak, tapi di depan ruko ini mereka seolah mandul? Ini pelanggaran nyata terhadap Perda 12/2024,” tegas Azi kepada Jurnal Tipikor, Jumat (2/1).

Sanksi yang Menjadi “Macan Kertas”

Berdasarkan aturan terbaru tahun 2026, sanksi bagi pelanggar parkir di atas trotoar sangatlah berat:

Jenis Tindakan

Besaran Denda/Biaya

Biaya Pemindahan (Derek)

Rp525.000

Biaya Inap Kendaraan

Rp304.000 /hari

Tindakan Tambahan

Penempelan stiker & penguncian roda

 

 

Ketidakhadiran petugas untuk menindak pelanggaran di lokasi ini menimbulkan spekulasi miring adanya “pembiaran” atau lemahnya pengawasan di wilayah pinggiran pusat kota. Jika dibiarkan, denda retribusi dalam Perda Nomor 1 Tahun 2024 hanya akan menjadi dokumen tanpa wibawa di mata pengusaha nakal.

Baca juga Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Kukuhkan Posisi sebagai Provinsi Terinovatif dan Pelopor

Mendesak Tindakan Nyata

Masyarakat menuntut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dan Satpol PP untuk segera turun ke lapangan dan melakukan penertiban tanpa pandang bulu. Trotoar yang dibangun dengan uang rakyat tidak boleh dikuasai secara sepihak untuk kepentingan pribadi atau bisnis.

Menjadikan trotoar sebagai lahan parkir bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk arogansi terhadap hak warga sipil. Pemkot Bandung harus membuktikan bahwa mereka benar-benar “Juara” dalam menegakkan keadilan ruang publik, bukan juara dalam pembiaran pelanggaran.

(Her)

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Perdana Di Tahun 2026

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO I ) Kabupaten Sukabumi, menggelar acara santunan perdana di tahun 2026. Acara berlangsung di Sekretariat DPD IWO Indonesia, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A 06, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (02/01/2026).

Acara santunan ini merupakan salah satu program DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Dalam acara ini, DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan kepada 30 anak-anak yatim piatu.

"Acara santunan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan bantuan. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Heriyadi, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Menyibak Tabir 2026: 7 Prediksi Mendebarkan Baba Vanga, dari Eskalasi Global hingga Kontak Antariksa

Heriyadi pun mengucapkan terimakasih kepada para donatur sehingga program rutin DPD IWO Indonesia dapat terlaksana dengan lancar.

"Terimakasih buat para donatur dan semua yang terlibat dalam acara santunan yang menjadi salah satu program kami. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda, aamiin," ucapnya.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial dan kemasyarakatan di tahun 2026, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Perdana Di Tahun 2026

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO I ) Kabupaten Sukabumi, menggelar acara santunan perdana di tahun 2026. Acara berlangsung di Sekretariat DPD IWO Indonesia, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A 06, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (02/01/2026).

Acara santunan ini merupakan salah satu program DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Dalam acara ini, DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan kepada 30 anak-anak yatim piatu.

"Acara santunan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan bantuan. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Heriyadi, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Jaga Mitigasi Nataru, Densus 88 Tangkap 7 Tersangka Teroris Jaringan NII dan Ansharuh Daulah

Heriyadi pun mengucapkan terimakasih kepada para donatur sehingga program rutin DPD IWO Indonesia dapat terlaksana dengan lancar.

“Terimakasih buat para donatur dan semua yang terlibat dalam acara santunan yang menjadi salah satu program kami. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda, aamiin,” ucapnya.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial dan kemasyarakatan di tahun 2026, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

(Rama)

Menyibak Tabir 2026: 7 Prediksi Mendebarkan Baba Vanga, dari Eskalasi Global hingga Kontak Antariksa

JURNAL TIPIKOR – 1 Januari 2026 – Mengawali hari pertama di tahun 2026, dunia maya kembali diguncang oleh proyeksi masa depan dari mistikus legendaris asal Balkan, Vangelia Pandeva Gushterova, atau yang lebih dikenal sebagai Baba Vanga.

Meski telah wafat puluhan tahun lalu, deretan prediksinya untuk tahun ini memicu diskusi hangat di kalangan analis geopolitik dan pemerhati teori konspirasi global.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Financial Times dan Sky History, “Nostradamus dari Balkan” ini meninggalkan warisan prediksi yang cukup provokatif untuk tahun 2026. Mulai dari pergeseran peta kekuatan politik hingga fenomena sains yang melampaui nalar manusia.

Baca juga Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Kukuhkan Posisi sebagai Provinsi Terinovatif dan Pelopor

Berikut adalah poin-poin krusial dalam ramalan Baba Vanga untuk tahun 2026:

  1. Eskalasi Konflik Global: Bayang-bayang Perang Dunia III diprediksi menguat seiring meningkatnya ketegangan antara blok Amerika Serikat, Rusia, dan China, terutama terkait isu kedaulatan di Taiwan dan eskalasi di Eropa Timur.
  2. Pergeseran Dominasi ke Asia: Tahun 2026 diramalkan menjadi titik balik pudarnya dominasi Barat, di mana pengaruh ekonomi dan strategis China akan berekspansi secara masif di panggung dunia.
  3. Guncangan Finansial: Sektor perbankan diprediksi menghadapi tekanan berat akibat inflasi yang tak terkendali dan disrupsi mata uang yang menciptakan ketidakpastian di pasar modal global.
  4. Krisis Iklim dan Bencana Alam: Gempa bumi kuat dan banjir besar diprediksi melanda berbagai wilayah, dengan estimasi dampak mencapai 7% hingga 8% daratan Bumi.
  5. Dominasi Kecerdasan Buatan (AI): AI diprediksi mencapai level yang mengkhawatirkan hingga mulai mendominasi area utama kehidupan manusia, memicu krisis etika dan moral yang mendalam.
  6. Kontak Ekstraterestrial: Menyusul deteksi objek antarbintang 3I/ATLAS pada Juli 2025, muncul spekulasi mengenai masuknya “pesawat asing” ke atmosfer Bumi sesuai penglihatan Vanga.
  7. Suksesi Kepemimpinan Rusia: Perubahan kepemimpinan di Moskow diprediksi akan terjadi secara dramatis dan mengubah arah konflik regional di Eropa Timur secara signifikan.

Meskipun deretan prediksi ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli mengingatkan bahwa ramalan Baba Vanga sering kali bersifat metaforis dan terbuka terhadap berbagai interpretasi.

Publik dihimbau untuk menyikapi informasi ini dengan bijak dan menjadikannya pengingat untuk tetap waspada dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.(*)

 

Jaga Mitigasi Nataru, Densus 88 Tangkap 7 Tersangka Teroris Jaringan NII dan Ansharuh Daulah

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR-– Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan langkah preventif dalam menjaga keamanan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Sebanyak tujuh orang tersangka terorisme berhasil diamankan sepanjang bulan Desember 2025 di beberapa titik wilayah Indonesia.

Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mempertahankan capaian zero terrorism attack (nihil serangan teror) yang menjadi target utama di penghujung tahun.

Baca juga Dalam Rangka Ops Lilin Lodaya 2025, Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda Gelar Apel Gabungan Kesiapan Pergantian Malam Tahun Baru 2026

Detail Operasi Penangkapan

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa ketujuh tersangka berasal dari dua kelompok radikal yang berbeda:

  • Jaringan Negara Islam Indonesia (NII): Dua tersangka diamankan di wilayah Sumatera Utara. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam struktur organisasi NII.
  • Kelompok Ansharuh Daulah (AD): Lima tersangka lainnya diamankan di beberapa lokasi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua. Kelompok ini merupakan pendukung aktif Daulah (ISIS) yang kerap menyebarkan propaganda dan seruan aksi teror di ruang publik.

“Para tersangka dari pendukung Daulah ini aktif menyerukan propaganda. Seluruh penangkapan dilakukan secara maraton selama bulan Desember sebagai langkah mitigasi dini,” ujar AKBP Mayndra dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Baca juga Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Kukuhkan Posisi sebagai Provinsi Terinovatif dan Pelopor

Capaian Zero Attack Tahun 2025

Penangkapan tujuh tersangka ini menambah total jumlah teroris yang diamankan sepanjang tahun 2025 menjadi 51 orang.

Tren penangkapan menunjukkan penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun tetap dengan intensitas pengawasan yang tinggi guna memastikan keamanan nasional.

Dalam Rilis Akhir Tahun Polri, Kabareskrim Komjen Syahardiantono memaparkan data perbandingan penangkapan tersangka teroris dalam tiga tahun terakhir:

    • Tahun 2023: 147 tersangka.
    • Tahun 2024: 55 tersangka.
    • Tahun 2025: 51 tersangka

“Densus 88 terus bekerja keras mempertahankan prestasi zero attack. Penurunan jumlah penangkapan ini sejalan dengan efektivitas langkah pencegahan dan mitigasi yang kami lakukan di lapangan,” tegas Komjen Syahardiantono.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif dan pengembangan jaringan dari para tersangka yang baru saja diamankan. Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Sumber :
Divisi Humas Polri / Biro Penerangan Masyarakat
Jakarta, Indonesia