GELOMBANG DI ISTANA: Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Pucuk Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang Ambil Alih

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini berlaku efektif terhitung sejak Senin, 2 Juni 2026.

Pengumuman resmi disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, dalam sebuah jumpa pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa malam.

“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” stated Prasetyo Hadi kepada awak media.

Baca juga Lewat Program Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, PHI Dorong Keberlanjutan Lingkungan Bawah Laut Regional Kalimantan

Sebagai pengganti Dadan, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, untuk memimpin lembaga strategis tersebut. Langkah ini menandai konsolidasi internal di tubuh BGN demi kelancaran program prioritas nasional.

Ironi di Hari Terakhir Jabatan

Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah dinamika yang cukup mencolok. Pada Selasa pagi, hanya beberapa jam sebelum pengumuman pencopotan secara resmi bergulir, Dadan Hindayana masih terlihat aktif mendampingi Presiden Prabowo dalam inspeksi lapangan.

Keduanya memantau operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Palmerah, Jakarta Barat. Usai itu, rombongan Presiden melanjutkan peninjauan ke pelaksanaan MBG di SMPN 111 Jakarta. Kehadiran Dadan dalam kegiatan tersebut menjadi momen terakhirnya bertugas sebagai Kepala BGN di hadapan publik sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada Nanik S. Deyang.

Baca juga Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP, Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Bibit Lele untuk Rutan Manna

Rekam Jejak Dadan di BGN

Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi (serangga) dari Institut Pertanian Bogor (IPB), pertama kali diangkat sebagai Kepala BGN oleh Presiden ke-7, Joko Widodo, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 94B Tahun 2024. Ia resmi dilantik pada 19 Agustus 2024 bersama jajaran pejabat negara lainnya.

Di masa pemerintahan Presiden Prabowo, Dadan melanjutkan mandatnya hingga awal Juni 2026. Selama periode kepemimpinannya, BGN memegang peranan krusial dalam mengeksekusi salah satu janji kampanye utama Prabowo Subianto pada Pemilu 2024, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tantangan Besar Program MBG

Badan Gizi Nasional dibentuk khusus untuk mengawal program MBG yang mulai bergulir sejak 6 Januari 2025. Program ini menyasar penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Sebagai program raksasa dengan implikasi anggaran dan logistik yang masif, tekanan terhadap kinerja BGN dinilai sangat tinggi.

Penunjukan Nanik S. Deyang, yang telah mengenal seluk-beluk organisasi sebagai mantan Wakil Kepala, diharapkan dapat menjaga kontinuitas dan meningkatkan efisiensi distribusi serta kualitas gizi dalam program MBG ke depannya.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai alasan spesifik di balik keputusan Presiden Prabowo untuk mengganti pimpinan BGN di tengah jalan. Publik menunggu transparansi lebih lanjut terkait evaluasi kinerja yang mendasari reshuffle tersebut.

(Red)

Lewat Program Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, PHI Dorong Keberlanjutan Lingkungan Bawah Laut Regional Kalimantan

Jakarta, JURNAL TIPIKOR– PT Pertamina Hulu Indonesia terus memperkuat langkah nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di wilayah Kalimantan Timur.

Momentum Hari Terumbu Karang Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Juni ini dijadikan sebagai pelecut komitmen keberlanjutan lingkungan oleh pihak perusahaan bersama anak usaha serta afiliasinya.

Langkah pelestarian ini dijalankan melalui strategi kolaborasi aktif bersama komunitas lokal guna menghadirkan inovasi serta solusi adaptif dalam menghadapi tantangan lingkungan pesisir.

Salah satu program unggulan yang berbasis lingkungan hidup ini dinamakan program Jaga Pesisir Kita yang berfokus penuh pada penyelamatan kawasan bawah laut Pantai Pangempang.

Baca juga Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP, Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Bibit Lele untuk Rutan Manna

Selain itu, terdapat pula program inovatif bertajuk Rig to Reef yang dilaksanakan bersama mitra kerja KHAN dari Korea Selatan sejak bulan Agustus 2022 lalu.

Inisiatif Jaga Pesisir Kita di Muara Badak oleh Anak Perusahaan PHSS

Program Jaga Pesisir Kita ini dioperatori secara langsung oleh anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Inisiatif yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2019 tersebut menitikberatkan fokusnya pada pemulihan terumbu karang serta perlindungan ekosistem pesisir dan hutan mangrove.

Melalui sinergi lintas sektor, program ini sukses memulihkan ekosistem bawah laut yang sebelumnya sempat rusak akibat praktik penangkapan ikan secara destruktif.

Kehadiran program restorasi ini juga berhasil membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Local Hero program Jaga Pesisir Kita, Muhammad Mansur, mengungkapkan bahwa kemandirian masyarakat lokal menjadi fondasi utama bagi terciptanya kelestarian lingkungan jangka panjang.Mansur menambahkan bahwa nilai fundamental dari Pertamina mengenai sistem manajemen program terstruktur serta implementasi ESG menjadi warisan disiplin yang terus dijalankan oleh komunitasnya.

Baca juga Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Hadiri Peresmian Gedung Baru MUI

Implementasi Metode Rig to Reef oleh PHKT di Karang Segajah Bontang

Di sisi lain, anak perusahaan PHI lainnya yaitu PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Daerah Operasi Bagian Utara mengimplementasikan proyek percontohan konservasi keanekaragaman hayati di Karang Segajah Bontang.

Proyek percontohan ini memanfaatkan metode Rig to Reef untuk mengalihfungsian bangunan serta instalasi lepas pantai yang telah mencapai akhir masa pakai industrinya.

Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menerangkan bahwa program ini merupakan bukti nyata dari kegiatan industri yang dapat berjalan selaras dengan upaya perlindungan alam.

Penggunaan metode pembongkaran offshore platform ini dinilai memberikan dampak positif besar bagi peningkatan populasi ikan serta keberagaman ekosistem terumbu karang.

Baca juga Darah di Bojongsoang: Dibacok Golok Saat Baru Bangun Tidur, Eko Bayu Nyaris Tewas Gegara Dendam Masa Lalu, Pelaku ‘I’ Masih Bebas Berkeliaran

Bagi pihak operator migas, pengalihan instalasi bekas menjadi habitat baru biota laut ini juga mampu menekan efisiensi pengeluaran biaya pembongkaran dan transportasi aset pasca-operasi.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan bahwa inovasi sosial dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program CSR perusahaan.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI berkomitmen penuh untuk mengelola bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan dengan mematuhi prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan global.(*)

Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP, Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Bibit Lele untuk Rutan Manna

BENGKULU SELATAN, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program rehabilitasi dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bukti nyata dukungan tersebut ditunjukkan melalui penyerahan bantuan bibit ikan lele kepada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Manna, yang diserahkan langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, Rifa’i Tajudin, pada Senin (01/06/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Klas IIB Manna. Dalam acara tersebut, Bupati Rifa’i Tajudin menyerahkan secara simbolis bibit lele kepada Kepala Rutan Klas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si. Turut hadir menyaksikan momen penting ini para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan, jajaran pejabat struktural, pegawai Rutan Manna, serta perwakilan instansi terkait setempat.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bantuan bibit lele ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan di within rutan sekaligus sebagai media pembelajaran keterampilan budidaya perikanan bagi para WBP. Program ini selaras dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan yang menekankan pada pembinaan kemandirian.

Baca juga Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Hadiri Peresmian Gedung Baru MUI

Usai seremonial penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan proses teknis di mana petugas pembinaan mendampingi para WBP dalam penyemaian bibit lele ke kolam-kolam yang tersedia di area SAE. Para WBP juga menerima edukasi awal mengenai teknik perawatan dan pembesaran ikan lele yang baik dan benar. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, kompak, dan penuh semangat dari seluruh pihak yang terlibat.

Kepala Rutan Klas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan Bupati Bengkulu Selatan. Ia menilai bantuan ini sangat strategis bagi pengembangan potensi diri warga binaan.

“Kami mengapresiasi langkah Bapak Bupati. Sinergi antara Rutan Manna dengan Pemerintah Daerah adalah kunci keberhasilan program ini,” ujar Hannibal.

Baca juga DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Lebih lanjut, Hannibal menginstruksikan kepada seluruh petugas pembinaan untuk melakukan monitoring rutin terhadap pertumbuhan bibit lele. Hal ini bertujuan agar program pembinaan kemandirian dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal.

“Diharapkan program ketahanan pangan ini menjadi langkah nyata dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. Sehingga, kelak setelah bebas, mereka siap kembali ke masyarakat dan mampu berkontribusi positif bagi daerah, tidak lagi menjadi beban sosial,” tambah Hannibal.

Dengan adanya fasilitas dan dukungan sarana seperti ini, Rutan Klas IIB Manna berharap dapat mencetak mantan warga binaan yang memiliki keahlian khusus, khususnya di sektor perikanan, yang dapat menjadi bekal hidup mereka pasca-masa pidana.

(Jusri)

 

Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Hadiri Peresmian Gedung Baru MUI

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, Dr. KH. Unang Sudarma, S.H.,M.Si., menghadiri peresmian Gedung Baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi di Komplek Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Kecamatan Cikembar. Gedung baru MUI ini diresmikan langsung oleh Bupati SukabumiSukabumi, Senin (01/06/2026).

Peresmian gedung yang representatif tersebut, dihadiri pula berbagai unsur terkait. Termasuk Bupati Sukabumi H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E., Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, hingga forkopimda dan kepala perangkat daerah.

Baca juga Pemda Sukabumi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Ajak Kuatkan Komitmen Kebangsaan

Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, Dr. KH. Unang Sudarma, S.H.,M.Si., menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran MUI atas selesai dibangunnya gedung baru.

“Selamat atas dibangunnya Gedung Baru MUI Kabupaten Sukabumi. Semoga, gedung ini menjadi pusat khidmat ulama, pusat fatwa yang menyejukkan, dan pusat sinergi dengan Baznas dalam pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan dakwah bil hal,” ujarnya.

Kehadiran Ketua Baznas ini menunjukkan kuatnya sinergi antara ulama dan umaro di Kabupaten Sukabumi. Tampak, Aang Unang duduk berdampingan dengan tokoh agama kharismatik Abuya Mukhtar Anidzom, mengikuti rangkaian acara peresmian dengan penuh khidmat.

(Rama)

Darah di Bojongsoang: Dibacok Golok Saat Baru Bangun Tidur, Eko Bayu Nyaris Tewas Gegara Dendam Masa Lalu, Pelaku ‘I’ Masih Bebas Berkeliaran

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Pagi hari yang seharusnya tenang bagi Eko Bayu Ismayadi (30-an), seorang anggota klub motor di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, berubah menjadi mimpi buruk berdarah pada Sabtu (30/5/2026). Tanpa peringatan, ia menjadi sasaran kemarahan brutal seorang pria berinisial ‘I’, yang diduga membalas dendam atas masa lalunya di balik jeruji besi.

Kronologi kejadian terungkap begitu mencekam. Saat Eko baru saja membuka mata dari tidurnya, ia mendapati sosok ‘I’ sudah berada di dalam rumahnya. Pelaku sempat pergi, namun hanya berselang lima menit, ia kembali dengan niat yang lebih gelap. Tanpa basa-basi, ‘I’ menghujamkan sebilah golok ke arah kepala dan punggung Eko. Korban pun tersungkur, bersimbah darah, dan harus segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Dendam Beracun dari Balik Penjara

Motif di balik aksi nekat ini diduga kuat berasal dari dendam lama yang tak kunjung padam. Sopian, rekan korban, mengungkapkan bahwa beberapa tahun silam, pelaku pernah mendekam di penjara karena kasus pencurian mobil milik Eko.

“Kemungkinan motif dendam. Dulu si pelaku dipenjara karena bawa kabur mobil si korban. Nah, sekarang pelaku sudah keluar penjara, dia langsung datang dengan niat ingin membunuh,” ujar Sopian saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Baca juga DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Alih-alih merasa jera atau berusaha memperbaiki diri pasca-bebas, ‘I’ justru memilih jalan kekerasan. Bahkan, setelah laporan resmi diserahkan ke Polsek Bojongsoang dengan nomor registrasi B/STBLP/90/V/2026/SPKT/POLSEK BOJONGSOANG/POLRESTA BANDUNG/POLDA JABAR, teror tidak berhenti. Pelaku masih berani mengirimkan pesan ancaman melalui WhatsApp kepada korban, menunjukkan arogansi yang mencengangkan.

Korban Terjepit Birokrasi, Pelaku Masih Buron

Hingga berita ini diturunkan, pelaku ‘I’ masih buron. Kebebasan pelaku di tengah luka fisik dan trauma psikis yang diderita Eko menimbulkan tanda tanya besar bagi publik dan keluarga korban.

Situasi semakin rumit bagi keluarga Eko ketika mereka mencoba mengurus hasil visum et repertum dari rumah sakit. Mereka terjebak dalam kebingungan birokrasi antara pihak rumah sakit dan kepolisian.

“Kami ada kebingungan saat mau minta hasil visum. Dari rumah sakit tidak diberi dengan alasan harus diambil oleh polisi. Sedangkan dari pihak Polsek Bojongsoang, kami diberitahu bahwa hasil visum harus diambil oleh pihak pelapor (keluarga),” keluh perwakilan keluarga.

Baca juga Pemda Sukabumi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Ajak Kuatkan Komitmen Kebangsaan

Kondisi push-and-pull administratif ini dinilai menghambat proses pemulihan korban dan potentially memperlambat pengumpulan bukti kuat untuk menjerat pelaku dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan berat.

Publik mendesak Polresta Bandung dan Polsek Bojongsoang untuk bergerak lebih cepat. Penangkapan terhadap ‘I’ bukan hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga Bojongsoang bahwa dendam pribadi tidak boleh diselesaikan dengan golok di siang bolong.

Ke mana gerakah aparat? Apakah birokrasi akan terus menjadi tameng bagi pelaku yang masih bebas meneror? Warga menunggu jawaban nyata, bukan sekadar status laporan.

(AZI)

DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni. Momentum ini dimaknai sebagai pengingat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai Pancasila di tingkat daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremonial. Di Sukabumi, kita wujudkan lewat gotong royong, pelayanan publik yang adil, dan keberpihakan pada UMKM serta pendidikan.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk mengenang momen bersejarah pada tahun 1945 ketika Ir. Soekarno pertama kali menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Peringatan ini menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selamat Hari Lahir Pancasila
Mari, Kita jadikan Pancasila sebagai kompas kerja DPRD dan Pemkab Sukabumi,” pungkasnya.

(Rama)

Pemda Sukabumi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Ajak Kuatkan Komitmen Kebangsaan

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Pemerintah Kabupaten Sukabumi memusatkan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Lapang Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar. Dalam upacara tersebut, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., bertugas sebagai Inspektur.

Wakil Bupati H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, hingga kepala perangkat daerah pun, turut hadir dalam upacara yang penuh khidmat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Apalagi,Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantong atau teks di buku sejarah,” ujarnya dalam amanatnya, Senin, 1 Juni 2026.

Baca juga Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat, Perumda AM TJM Gelar Proyek Pemasangan Pipa HDPE Di Pamuruyan

Selain itu, bupati pun mengajak semua insan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Hal itu dengan menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai -nilai kemanusiaannya.

“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun juga jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ucapnya.

Maka dari itu, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan. Selain itu, momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mengamalkan nilai -nilai luhur Pancasila dalam semua aspek kehidupan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tegasnya.

Usai kegiatan tersebut, Bupati beserta Forkopimda langsung mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Tingkat Pusat Secara Virtual dari Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi.

(Rama)

Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat, Perumda AM TJM Gelar Proyek Pemasangan Pipa HDPE Di Pamuruyan

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri ( Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi saat ini terus menggencarkan perluasan jaringan. Pembukaan jalur baru dan pemasangan pipa HDPE dipilih karena material ini sangat fleksibel, tahan karat, dan memiliki masa pakai yang lama.

Perumda AM TJM melakukan penggalian dan pemasangan pipa HDPE dalam rangka perluasan jalur distribusi baru di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi salah satunya di Jalan Pamuruyan jalur Cikidang untuk meningkatkan cakupan air bersih bagi warga.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan dan peningkatan jaringan distribusi air bersih yang bertujuan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat serta memastikan pasokan air bersih dapat tersalurkan dengan lebih optimal.

Perluasan jaringan air bersih menjadi salah satu langkah strategis Perumda AM TJM dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terus meningkat.

Baca juga “TOA MASJID KAMPUS VS KEDAULATAN DIGITAL: SIAPA MUSUH BANGSA SEBENARNYA?”

Hasil pantauan awak media jurnaltipikor.com, pada Senin (01/05/2026) di lokasi pekerjaan, terlihat petugas sedang melakukan penggalian jalur yang akan digunakan untuk pemasangan pipa distribusi air bersih. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kenyamanan pengguna jalan.

Pihak Perumda Tirta Jaya Mandiri melalui Humas, mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar area proyek untuk tetap berhati-hati serta mengikuti petunjuk yang telah dipasang di lokasi pekerjaan. Langkah ini dilakukan guna menghindari gangguan dan menjaga keselamatan selama proses proyek berlangsung.

Dengan adanya pembangunan saluran air bersih di Jalan Cikidang, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat berupa layanan air bersih yang lebih baik, lancar, dan berkelanjutan sebagai bentuk pelayanan publik yang terus ditingkatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi.

(Rama)

“TOA MASJID KAMPUS VS KEDAULATAN DIGITAL: SIAPA MUSUH BANGSA SEBENARNYA?”

Catatan Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn
😉 Akademisi/Praktisi Hukum

JURNAL TIPIKOR – Setelah Reformasi Gagal, Kita Harus Pilih: Ribut di Bundaran atau Menang di Perang Algoritma

Toa Masjid Kampus sudah berbunyi selama 26 tahun. Hasilnya? Kita menang dalam kebebasan, tetapi kalah pada kedaulatan. Mahasiswa bebas berteriak “turunkan Presiden” di Bundaran UGM. Tapi 93% data 280 juta WNI lewat kabel Singapura. Bebas demo, tetapi tidak bebas dari algoritma TikTok yang mendikte anak-anak SD. Hal ini bukan demokrasi. Tapi ilusi kemerdekaan di dalam kandang digital asing.

Musuh hari ini tidak gunakan laras panjang. Musuh saat ini pakai machine learning. Musuh tidak menduduki Istana. Musuh duduki FYP, duduki server, duduki otak generasi muda lewat dopamine loop. Ketua BEM teriak ke arah Monas, padahal peluru kendali algoritma ditembakkan dari Palo Alto dan Beijing. Salah sasaran 26 tahun. Itulah dosa Toa Masjid Kampus pasca-Reformasi.

Data adalah minyak baru. Dan kita adalah Nigeria-nya era digital. Punya cadangan data terbesar se-ASEAN, tetapi kilangnya di luar negeri. BPJS bocor, Dukcapil dijual, transaksi Gojek-Grab dianalisis di AS. Negara tidak bisa apa-apa karena setiap mau bertindak, Toa Masjid Kampus berteriak “otoriter!”, “HAM!”, “langgar demokrasi!”. Hasilnya? Kita puasa data, asing pesta data paham ya.

Jika dibandingkan dengan dua pemandangan. Pemandangan pertama: Ketua BEM orasi, dikawal 100 mahasiswa, diliput 20 media, trending 24 jam. Hasil kebijakan? Nol besar. Pemandangan kedua: Presiden China tanda tangan satu dokumen, esok harinya 10.000 situs asing diblokir, 1 juta UMKM dapat proteksi algoritma lokal. Hasil? 1,2 juta paten AI dalam 3 tahun. Yang satu ribut, yang satu rebut. Pilih mana,? generasi Kampus harus cerdas.

Toa Masjid Kampus jualan moral abstrak: “Kebebasan”, “Transparansi”, “Partisipasi”. Kedaulatan Digital jualan hal konkret: server harus di sini, algoritma harus diaudit, platform asing harus tunduk. Yang satu bicara nilai. Yang satu bicara nilai tukar. Di perang algoritma, negara yang kenyang nilai tapi miskin nilai tukar akan jadi babu. Reformasi memilih nilai. Hasilnya kita jadi babu seperti ocehan ketua bem UGM yang memalukan.

Argumen “jangan otoriter” sudah basi total. Lihat Vietnam hanya memiliki Partai tunggal, tidak ada BEM teriak-teriak. Hasilnya? Ekspor chip USD 15,8 miliar, salip Indonesia. Lihat UAE. Raja tidak dipilih, tapi bikin Ministry of AI dan sekarang menjadi pusat AI Timur Tengah. Lihat Rwanda. Dianggap semi otoriter, tapi ekspor AI medis ke 12 negara Afrika. Mereka tidak demokratis. Tapi rakyatnya tidak jadi jajahan digital.

Toa Masjid Kampus gagal paham timeline yang sangat memalukan tidak berilm u. Tahun 1998 musuhnya Soeharto. Tahun 2026 musuhnya Sundar Pichai dan Zhang Yiming. Melawan Soeharto butuh mimbar. Melawan Google butuh kill switch nasional. Melawan tentara butuh mahasiswa. Melawan algoritma butuh insinyur + Presiden tangan besi. Sayangnya, kampus masih cetak orator kotor, bukan arsitek kedaulatan digital.

Kedaulatan Digital butuh 3 hal yang dibenci Toa Masjid Kampus. Pertama, Sentralisasi Data. Semua data WNI wajib di PDN. Kedua, Sensor Algoritmik. Negara berhak takedown konten dan aplikasi perusak semua generasi dalam 1×24 jam. Ketiga, Proteksi Juara Nasional. Pilih 5 AI Champions, beri karpet merah, lindungi dari gugatan asing. Tiga hal ini butuh Perppu, bukan seminar.

Setiap kali negara mau pasang gigi, Toa Masjid Kampus bunyi: “Rezim represif!” Lucunya, yang mereka bela adalah kebebasan platform asing untuk menjajah. UU ITE mau direvisi agar bisa blokir judi online cepat? Dituduh bungkam kritik. PDN mau diwajibkan? Dituduh monopoli. Inilah komedi Reformasi: kampus jadi tameng penjajah baru atas nama demokrasi yang tidak murni dan tak berilmu.

Pendidikan politik kita gagal total. Mahasiswa diajari curiga ke Istana, tapi percaya buta ke Silicon Valley. Diajari benci aparat, tapi cinta algoritma asing. Diajari “lawan penguasa”, tapi tidak diajari “lawan penjajah data”. Hasilnya aktivis 2026 jago bikin petisi Change.org, tapi gagap kalau disuruh bangun firewall nasional. Toa Masjid Kampus melahirkan generasi komentator mulut kotor, bukan komandan.

Jadi siapa musuh sebenarnya? Bukan Presiden. Bukan DPR. Musuhnya adalah ilusi bahwa kebebasan bicara sama dengan kebebasan berdaulat. Musuh adalah Toa Masjid Kampus yang bikin bangsa alergi pada “Tangan Besi” padahal rumah kita sudah dirampok. Musuh adalah romantisme Reformasi yang memuja keributan dan menghina kecepatan. Di era algoritma, ribut sama dengan kalah.

Maka pilihannya jelas. Mati bersama Toa Masjid Kampus, atau hidup dengan Kedaulatan Digital. Jika pilih hidup, diamkan toa. Nyalakan otak. Beri Presiden wewenang semi otoriter 20 tahun untuk urusan data, AI, dan siber. Biar dia beresin. Biar dia gebuk. Biar dia tidak populer. Karena 2045, anak cucu kita tidak akan tanya “Dulu BEM UGM kritis atau tidak?”. Mereka akan tanya: “Kenapa dulu kita bodoh, lebih pilih dengar toa dari pada rebut server?”. Jawabannya ada di tangan kita Bersama hari ini.

Tedi Setiadi Ucapkan Selamat Milad Ke-6 Komunitas B333DIL 02.02, “Selamat Dan Semakin Jaya”

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,- Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Tedy Setiadi, memberikan ucapan selamat pada peringatan Milad ke-6 Komunitas B333DIL 02.02 yang diselenggarakan di Lapang Sepakbola Caringin, Desa Nyangkowek, Kec. Cicurug, pada Minggu (31/05/2026).

Tedy memberikan apresiasi atas konsistensi Komunitas B333DIL dalam menjaga seni budaya bangsa dan aksi sosial yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Sukses selalu untuk Komunitas B333DIL di usia ke-6 ini. Semoga semakin jaya, semakin solid, dan terus menebar manfaat untuk masyarakat,” ujar Tedy.

Baca juga Pulang Bawa “Oleh-Oleh” Strategis: Prabowo Kunci 4 Kesepakatan Besar dengan Prancis, Pertahanan dan Energi Jadi Prioritas

Milad Ke-6 Komunitas B333DIL mengusung tema “Menjaga Seni Budaya Bangsa dengan Kepekaan Sosial terhadap Lingkungan Masyarakat yang Dilandasi oleh Ilmu Agama, Adab dan Budi Pekerti Luhur”.

Acara diisi dengan pertunjukan seni tari, pencak silat hingga pembagian santunan anak-anak yatim piatu. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum B333DIL, Jaya Wirata, Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cicurug, Ketua MUI Kecamatan Cicurug, para Kepala Desa se-Kecamatan Cicurug, para Ketua Ormas, LSM dan Komunitas se-Kecamatan Cicurug, dan tamu undangan lainnya.

Ketua Umum Komunitas B333DIL 02.02, Jaya Wirata, mengatakan bahwa Milad ke-6 tahun ini sengaja dikemas bukan hanya hiburan, tapi juga menggelar aksi sosial santunan bagi anak anak yatim piatu dan pelestarian seni budaya dengan menampilkan seni tari dan juga pencak silat.

“Di Usia ke-6 ini kami jadikan momentum memperkuat adab dan budi pekerti juga kepedulian sosial melalui santunan bagi anak anak yatim piatu, serta menjaga Seni dan budaya Sunda seperti pentas seni tari dan juga pencak silat,” ujar Jaya.

Jaya Wirata pun mengucapkan terima kasih atas dukungan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Tedy Setiadi, dan para tamu undangan lainnya.

“Terimakasih Pak Dewan dan tamu undangan lainnya. Doa dan dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menebar kegiatan positif,” pungkasnya.

(Rama)