KPK Perkuat Koordinasi dengan Kejagung Pasca-Pencopotan Kajari Bekasi Terkait Kasus Suap Proyek

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR- – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dalam penanganan perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi. Langkah ini tetap berjalan konsisten meskipun telah dilakukan pencopotan jabatan terhadap Eddy Sumarman sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa sinergi antara kedua lembaga penegak hukum tersebut tetap solid, terutama dalam mengusut keterlibatan oknum-oknum jaksa dalam perkara yang sedang ditangani.

“Untuk perkara yang ditangani oleh KPK saat ini, khususnya yang menjerat para oknum jaksa, koordinasi terus dilakukan. Kejagung pun mendukung penuh proses hukum di KPK,” ujar Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12).

Baca juga Tanggapi Penghentian Kasus Aswad Sulaiman, Mantan Pimpinan KPK Tegaskan Bukti Awal Sudah Mencukupi

Tanggapan Terkait Pencopotan Kajari Bekasi
Terkait pencopotan Eddy Sumarman oleh Jaksa Agung pada 24 Desember 2025 lalu, KPK memandang hal tersebut sebagai kebijakan internal korps Adhyaksa. KPK menghormati mekanisme manajemen sumber daya manusia yang dilakukan oleh Kejagung.

“Rotasi dan mutasi adalah bagian dari manajemen SDM yang merupakan ranah internal Kejaksaan Agung,” tambah Budi.

Fokus Penyidikan Saat Ini

Mengenai kemungkinan pemeriksaan terhadap Eddy Sumarman di masa mendatang, Budi menjelaskan bahwa saat ini tim penyidik masih fokus pada penyidikan pokok perkara yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).

“Untuk penyidikan perkara Bekasi, saat ini masih fokus untuk perkara suap ijon proyeknya. Namun, kami mengajak semua pihak untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyidikan kasus ini,” tegasnya.

Baca juga Taklukkan PSM Makassar 1-0, Persib Bandung Rebut Takhta Klasemen BRI Super League

Kronologi Perkara

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Bekasi. Berikut adalah perkembangan penting dalam kasus tersebut:

    • 18 Desember 2025: KPK melakukan OTT dan mengamankan sepuluh orang.
    • 19 Desember 2025: Sebanyak tujuh orang diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK, termasuk Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dan melakukan penyegelan terhadap dua rumah milik Eddy Sumarman.
    • 20 Desember 2025: KPK resmi menetapkan tiga tersangka utama:
      * Ade Kuswara Kunang (ADK) – Bupati Bekasi (Penerima Suap).
      * HM Kunang (HMK) – Kepala Desa Sukadami/Ayah Bupati (Penerima Suap).
      * Sarjan (SRJ) – Pihak Swasta (Pemberi Suap).

KPK memastikan bahwa setiap perkembangan dalam proses penyidikan akan disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Sumber :
Biro Hubungan Masyarakat
Komisi Pemberantasan Korupsi
Jl. Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta Selatan

Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Usai Borneo FC Tumbang di Ternate

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR-– Kabar gembira menyelimuti publik sepak bola Jawa Barat. Persib Bandung dipastikan tetap bertakhta di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026.

Kepastian ini didapat setelah pesaing terdekat mereka, Borneo FC, menelan kekalahan tipis dalam laga tandang yang dramatis pada Minggu (28/12).

Bermain di Stadion Kie Raha, Ternate, Borneo FC dipaksa menyerah oleh tuan rumah Malut United dengan skor ketat 3-2. Hasil ini membuat upaya “Pesut Etam” untuk mengudeta posisi Maung Bandung harus kandas di pekan ini.

Baca juga Tanggapi Penghentian Kasus Aswad Sulaiman, Mantan Pimpinan KPK Tegaskan Bukti Awal Sudah Mencukupi

Drama Lima Gol di Stadion Kie Raha

Pertandingan antara Malut United vs Borneo FC berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Jual beli serangan terjadi sepanjang laga, di mana Borneo FC sebenarnya sempat memimpin kedudukan sebanyak dua kali sebelum akhirnya tersungkur di menit-menit akhir.

Jalannya pertandingan diwarnai oleh aksi saling balas gol yang memikat penonton:

  • Menit ke-3: Borneo FC langsung menggebrak lewat gol cepat Juan Villa, membawa tim tamu unggul 1-0.
  • Menit ke-27: Malut United merespons melalui gol David da Silva yang mengubah skor menjadi imbang 1-1.
  • Menit ke-55: Intensitas meningkat di babak kedua saat Douglas Coutinho kembali membawa Borneo FC memimpin 2-1.
  • Menit ke-69: Semangat pantang menyerah tuan rumah membuahkan hasil lewat gol Taufik Rustam yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Gol Injury Time Penentu Nasib

Momen puncak yang dramatis terjadi di masa injury time. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Gustavo Franca muncul sebagai pahlawan bagi Malut United.

Baca juga Taklukkan PSM Makassar 1-0, Persib Bandung Rebut Takhta Klasemen BRI Super League

Pada menit ke-90+4, ia berhasil menyarangkan bola ke gawang Borneo FC, sekaligus mengunci kemenangan 3-2 untuk Laskar Kie Raha.

Kekalahan ini menjadi berkah bagi Persib Bandung. Tanpa harus memeras keringat di hari ini, posisi Maung Bandung di puncak klasemen tetap aman dari kejaran para pesaingnya.

Bobotoh pun dipastikan dapat menutup tahun 2025 dengan senyuman lebar melihat tim kebanggaannya masih menjadi yang terbaik di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

(Red)

Tanggapi Penghentian Kasus Aswad Sulaiman, Mantan Pimpinan KPK Tegaskan Bukti Awal Sudah Mencukupi

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Laode Muhammad Syarif, memberikan tanggapan terkait keputusan KPK yang menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman

Laode menegaskan bahwa pada saat penetapan tersangka di tahun 2017, tim penyidik KPK sebenarnya telah memiliki kecukupan bukti, khususnya terkait dugaan suap.

“Ketika ditetapkan tersangka, sudah cukup bukti suapnya,” ujar Laode saat dikonfirmasi, Minggu (28/12).

Menurut Laode, kendala utama pada masa kepemimpinannya hanyalah finalisasi penghitungan kerugian keuangan negara yang saat itu sedang diproses oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga Kejaksaan Agung Copot Kajari Hulu Sungai Utara dan Kajari Bekasi dalam Langkah Evaluasi serta Penyegaran Organisasi

Kilas Balik Perjalanan Kasus

Aswad Sulaiman pertama kali ditetapkan sebagai tersangka pada 4 Oktober 2017. Ia diduga menyalahgunakan kewenangan terkait pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, dan izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi di Kabupaten Konawe Utara pada periode 2007–2014.

Beberapa poin krusial dalam kasus ini meliputi:

  1. Estimasi Kerugian Negara: KPK awalnya menduga kerugian negara mencapai sedikitnya Rp2,7 triliun yang berasal dari penjualan nikel melalui proses perizinan yang melawan hukum.
  2. Dugaan Suap: Aswad diduga menerima suap sebesar Rp13 miliar dari sejumlah perusahaan pemohon izin tambang selama periode 2007–2009.
  3. Pemeriksaan Saksi Kunci: Pada 18 November 2021, KPK sempat memeriksa Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian saat ini) sebagai saksi terkait kepemilikan tambang nikel di wilayah tersebut.

Baca juga KPK Hentikan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman

Alasan Penghentian Penyidikan

Meski sempat ada rencana penahanan pada September 2023 yang tertunda karena faktor kesehatan tersangka, KPK secara resmi mengumumkan penghentian penyidikan (SP3) pada 26 Desember 2025.

Lembaga antirasuah tersebut menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena tim penyidik tidak menemukan kecukupan bukti untuk melanjutkan perkara ke tahap persidangan.

Pernyataan Laode M. Syarif ini memberikan perspektif baru di tengah pro dan kontra publik mengenai efektivitas penegakan hukum dalam kasus-kasus korupsi sumber daya alam yang berskala besar.

(Azi)

Taklukkan PSM Makassar 1-0, Persib Bandung Rebut Takhta Klasemen BRI Super League

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Persib Bandung sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan tamunya, PSM Makassar, dengan skor tipis 1-0 dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (27/12/2025).

Gol tunggal kemenangan tim berjuluk Maung Bandung tersebut dicetak oleh penyerang asing mereka, Andrew Jung, pada menit ke-26. Memanfaatkan skema serangan yang rapi, Jung berhasil menjebol gawang Hilmansyah dan memastikan Persib meraih kemenangan krusial di penghujung tahun.

Kudeta di Puncak Klasemen

Hasil positif ini membawa Persib Bandung melesat ke posisi puncak klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 34 poin dari 15 pertandingan (11 menang, 1 seri, 3 kalah). Kemenangan ini secara otomatis menggeser Borneo FC ke peringkat kedua.

Baca juga Menanti Lawan Sang Juara Grup: Persib Bandung Siap Hadapi Drawing 16 Besar ACL Two 2025/2026

Meski kedua tim sama-sama mengoleksi 34 poin, Persib berhak atas posisi puncak berkat keunggulan head-to-head atas Pesut Etam. Namun, posisi Persib masih dibayangi Borneo FC yang memiliki tabungan satu pertandingan dan baru akan bertanding melawan Malut United pada Minggu (28/12/2024) besok.

Peluang Juara Paruh Musim.

Kemenangan atas tim “Juku Eja” menempatkan Persib dalam posisi di atas angin untuk mengunci gelar juara paruh musim. Maung Bandung menyisakan dua laga sisa di putaran pertama, yakni bertandang ke markas Persik Kediri (5 Januari 2026) dan melakoni laga big match kontra Persija Jakarta (11 Januari 2026).

Di sisi lain, kekalahan ini membuat PSM Makassar tertahan di peringkat ke-8 klasemen dengan 19 poin. Meski memiliki poin yang sama dengan Persebaya dan Bhayangkara FC, PSM masih unggul dalam produktivitas selisih gol.

Baca juga Banjir Bandang Terjang Balangan: 1.615 KK Terdampak dan Fasilitas Publik Lumpuh di 8 Desa

Persaingan Papan Atas Kian Memanas

Perebutan gelar juara di paruh musim ini diprediksi akan berlangsung sengit hingga laga terakhir. Persaingan antara Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United menunjukkan tensi yang tinggi.

Penentuan juara putaran pertama kemungkinan besar akan ditentukan hingga laga pamungkas, di mana tim-tim papan atas ini akan saling berhadapan untuk memperlebar jarak poin.

Susunan Pemain:

  • Persib Bandung: Teja Paku Alam (GK), Dewangga, Barba, Matricardi, Kakang Rudianto, Eliano, Luciano, Thom Haye, Andrew Jung, Barros, Berguinho.
  • PSM Makassar: Hilmansyah (GK), Mufti Hidayat, Alousio Soares, Victor Luiz, Fernandez, A. Tanjung, Saka, Roberto, Rizki Eka, Medina, Abu Kamara.

(Red)

 

Banjir Bandang Terjang Balangan: 1.615 KK Terdampak dan Fasilitas Publik Lumpuh di 8 Desa

BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN, JURNAL TIPIKOR – Bencana banjir bandang hebat melanda wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (27/12). Luapan air yang datang secara tiba-tiba dilaporkan merendam permukiman warga hingga setinggi atap rumah dan melumpuhkan berbagai fasilitas infrastruktur penting.

Berdasarkan data terkini dari Polres Balangan, sebanyak 1.466 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat.

Baca juga Raport Merah-Putih Setahun Farhan: Prestasi Internasional yang Tercoreng Skandal Korupsi internal

Musibah ini berdampak langsung pada 1.615 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di delapan desa.
Delapan desa yang terdampak meliputi:

  • Desa Mayanau
  • Desa Tebing Tinggi
  • Desa Simpang Bumbuan
  • Desa Simpang Nadong
  • Desa Sungsum
  • Desa Juuh
  • Desa Gunung Batu
  • Desa Langkap

Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Sungsum, menyampaikan bahwa terjangan arus banjir kali ini sangat kuat sehingga mengakibatkan kerusakan bangunan yang signifikan.

“Banyak rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus. Kami bersama tim gabungan terus berupaya memastikan keselamatan warga di pengungsian,” ujar AKBP Yulianor.

Baca juga Satu Tahun Kepemimpinan Mohammad Farhan: Antara Fondasi Integritas dan Badai Politik Lokal

Selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas publik dilaporkan lumpuh total akibat terendam air dan material lumpur, di antaranya:

  • Pendidikan: SDN Mayanau, SDN Sungsum, dan SDN Juuh.
  • Kesehatan: Puskesmas Desa Simpang Nadong.
  • Pemerintahan: Polsubsektor Tebing Tinggi, Kantor Desa Tebing Tinggi, dan Kantor Kecamatan Tebing Tinggi.
  • Rumah Ibadah: Sejumlah masjid dan musala di seluruh desa terdampak.

Kondisi Terkini dan Penanganan

Hingga Sabtu malam, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan melaporkan bahwa debit air mulai menunjukkan tren menurun atau surut. Fokus utama petugas saat ini telah bergeser pada penanganan pascabencana, yang meliputi:

  • Pembersihan material lumpur dan puing bangunan.
  • Pendistribusian bantuan logistik, makanan siap saji, dan kebutuhan medis.
  • Pendampingan psikologis bagi warga di titik-titik pengungsian.

Meski kondisi mulai kondusif, pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada. Mengingat curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, potensi banjir susulan tetap perlu diantisipasi secara serius.

Sumber :
Humas Polres Balangan / BPBD Kabupaten Balangan

Menanti Lawan Sang Juara Grup: Persib Bandung Siap Hadapi Drawing 16 Besar ACL Two 2025/2026

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Teka-teki mengenai siapa lawan yang akan dihadapi Persib Bandung di fase gugur AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 akan segera terjawab. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dijadwalkan menggelar prosesi drawing babak 16 besar pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 13.45 WIB.

Langkah gemilang skuad asuhan Bojan Hodak di fase grup telah menempatkan “Maung Bandung” sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan di Zona Timur. Persib melaju ke babak 16 besar dengan status mentereng sebagai Juara Grup G, mengoleksi 13 poin dari hasil empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan, mengungguli tim kuat seperti Bangkok United, Lion City Sailors, dan Selangor FC.

Skenario Lawan: Tiga Calon Rival dari Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan

Berdasarkan regulasi AFC, sebagai juara grup, Marc Klok dan kawan-kawan dipastikan tidak akan bertemu dengan sesama juara grup di Zona Timur, yaitu Macarthur FC (Australia), Gamba Osaka (Jepang), dan Tampines Rovers (Singapura).

Persib juga dipastikan tidak akan bertemu kembali dengan Bangkok United karena berasal dari grup yang sama di babak penyisihan. Dengan demikian, calon lawan Persib di babak 16 besar mengerucut pada tiga tim runner-up berikut:

    • Cong An Hanoi (Vietnam)
    • Ratchaburi (Thailand)
    • Pohang Steelers (Korea Selatan)

Baca juga Raport Merah-Putih Setahun Farhan: Prestasi Internasional yang Tercoreng Skandal Korupsi internal

Dukungan Penuh dan Siaran Langsung
Antusiasme Bobotoh diprediksi akan memuncak saat proses pengundian berlangsung. RCTI selaku pemegang hak siar resmi telah mengonfirmasi akan menayangkan secara langsung prosesi drawing ini.

“Saksikan Drawing 16 besar AFC Champions League Two, Selasa 30 Desember pukul 13.45 WIB LIVE hanya di RCTI. Kira-kira siapa yang akan menghadapi King Persib di 16 besar?” tulis pernyataan resmi RCTI melalui media sosialnya, seraya berharap Persib dapat terus mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.

Format Pertandingan

Babak 16 besar ACL Two 2025/2026 akan menggunakan sistem kandang dan tandang (home & away). Jadwal pertandingan telah ditetapkan sebagai berikut:

  • Leg Pertama: 10-12 Februari 2026
  •  Leg Kedua: 17-19 Februari 2026

Manajemen dan tim Persib Bandung menetapkan target realistis namun ambisius untuk bisa menembus babak delapan besar.

Baca juga Satu Tahun Kepemimpinan Mohammad Farhan: Antara Fondasi Integritas dan Badai Politik Lokal

Dengan performa konsisten yang ditunjukkan selama fase grup, harapan besar kini berada di pundak Pangeran Biru untuk terus melangkah jauh di kompetisi kasta kedua antarklub Asia ini.

Tentang Persib Bandung:

Persib Bandung adalah klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Menjadi salah satu klub tertua dan tersukses di Indonesia, Persib memiliki basis massa pendukung terbesar yang dikenal sebagai Bobotoh.
Apakah Anda ingin saya membuatkan caption media sosial yang lebih ringkas untuk mendampingi rilis berita ini?

Red.

Raport Merah-Putih Setahun Farhan: Prestasi Internasional yang Tercoreng Skandal Korupsi internal

Oleh : YOPI P.H

Ketua Koalisi Masyarakat Civil Kota Bandung 

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Genap hampir satu tahun Mohamad Farhan menduduki kursi Bandung 1 sejak dilantik Februari lalu, wajah Ibu Kota Jawa Barat ini menampilkan potret yang kontradiktif. Di satu sisi, Bandung bersinar dengan deretan penghargaan kelas dunia, namun di sisi lain, integritas balai kota diguncang prahara hukum yang hebat.

Kilau Prestasi di Panggung Global

Kepemimpinan Farhan menunjukkan tajinya dalam urusan administratif dan layanan dasar. Di bawah komandonya, Kota Bandung berhasil menyabet penghargaan Clean Water for Big Cities pada ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities Award di Malaysia.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa fokus Farhan pada infrastruktur air bersih diakui secara internasional.

Tak hanya itu, Farhan membuktikan diri sebagai penerus estafet Smart City yang mumpuni dengan membawa Bandung meraih peringkat kedua dalam Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index 2025.

Dalam hal tata kelola keuangan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI kembali diamankan, menjaga stabilitas birokrasi di masa transisi.

Jelang akhir tahun, Farhan juga mengambil langkah populer yang berani: menerapkan ancaman pidana bagi pelaku parkir liar. Langkah ini dianggap sebagai jawaban konkret atas jeritan warga terhadap kemacetan kronis dan praktik pungli yang menjamur di kawasan wisata.

Baca juga Satu Tahun Kepemimpinan Mohammad Farhan: Antara Fondasi Integritas dan Badai Politik Lokal

Bayang-bayang Korupsi dan Janji yang Terbentur
Namun, segala capaian manis tersebut seolah “terkubur” oleh hantaman badai di penghujung tahun.

Penetapan Wakil Wali Kota Erwin sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejari Bandung pada Desember 2025 menjadi titik terendah kepemimpinan Farhan. Kasus ini mencoreng jargon “Amanah” yang ia usung saat kampanye dan menciptakan krisis kepercayaan di mata publik.

Rapor publik pun menunjukkan hasil yang beragam. Survei Parameter Konsultindo mencatat 41,2% warga menilai kinerja Farhan belum memenuhi ekspektasi, terutama terkait penanganan sampah dan pengangguran.

Selain itu, realisasi janji kampanye untuk menghapus sistem zonasi pendidikan terbukti sulit dieksekusi karena terbentur regulasi nasional, memicu persepsi adanya janji yang terlalu ambisius tanpa kajian regulasi yang mendalam.

Baca juga Aktivis Anak Bangsa Soroti Dugaan Penyelewengan Rp1,88 Miliar pada Proyek Gedung RSKGM Kota Bandung

Perbandingan Kinerja Utama Kota Bandung 2025

Aspek

Status

Catatan Utama

Keuangan

Berhasil

Mempertahankan Opini WTP dari BPK RI.

Integritas

Lemah

Wakil Wali Kota ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Layanan Publik

Berhasil

Penghargaan ASEAN ESC untuk kategori air bersih.

Infrastruktur

Sedang

Wacana LRT lambat; penindakan tegas parkir liar dimulai.

Kepuasan Warga

Rendah

30,7% warga menyatakan tidak puas di awal jabatan.

Penutup: Tantangan “Cleansing” 2026

Analis kebijakan publik menilai bahwa tahun 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Farhan. Keberhasilan administratif saja tidak cukup jika moralitas birokrasi keropos. Farhan dituntut untuk melakukan pembersihan internal (cleansing) secara total jika ingin mengembalikan marwah kepemimpinannya dan memenuhi ekspektasi warga Bandung yang semakin kritis.

(Her)

 

Satu Tahun Kepemimpinan Mohammad Farhan: Antara Fondasi Integritas dan Badai Politik Lokal

Oleh : HERI IRAWAN, S.P

KETUA BADAN PEMANTAU KEBIJAKAN PUBLIK (BPKP) KOTA BANDUNG

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Kota Bandung merilis kajian mendalam terkait genap satu tahun masa jabatan Mohammad Farhan sebagai Wali Kota Bandung sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Kajian ini menyoroti dinamika kontras antara upaya penguatan sistemik yang dilakukan Farhan dengan tantangan politik luar biasa yang mengguncang integritas balai kota.

​Ketua BPKP Kota Bandung menyatakan bahwa kepemimpinan Farhan di tahun pertama merupakan fase “pembersihan residu” sekaligus “ujian kesetiaan” terhadap visi “Bandung Utama”.

1. Komitmen Anti-Korupsi: Dari Prevensi ke Aksi Drastis

​BPKP mencatat adanya pergeseran paradigma dalam pemberantasan korupsi di bawah Farhan. Langkah progresif melakukan clearance KPK bagi calon pejabat eselon II dan III di awal jabatan dinilai sebagai standar baru yang tinggi bagi birokrasi Bandung.

​”Farhan tidak hanya bicara retorika. Upaya mengembalikan status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) melalui penguatan MCP KPK menunjukkan ada keinginan kuat untuk memperbaiki administrasi yang selama ini bocor di kasus-kasus sebelumnya,” ujar Ketua BPKP.

​Namun, implementasi sistem meritokrasi yang ketat ini bukan tanpa risiko. BPKP mengamati adanya resistensi politik dari internal birokrasi dan kelompok kepentingan yang selama ini terbiasa dengan praktik “titip jabatan”.

2. Kasus Wakil Wali Kota: Ujian Integritas Terberat

​Peristiwa penetapan Wakil Wali Kota, Erwin, sebagai tersangka oleh Kejari Bandung di akhir 2025 menjadi titik balik krusial. BPKP menganalisis respon Farhan yang memilih sikap non-intervensi sebagai langkah politik yang tepat namun berisiko secara stabilitas.

​”Kasus ini adalah ‘pedang bermata dua’. Di satu sisi, ini mencoreng citra kepemimpinan Farhan karena kecolongan di lingkaran terdekat. Namun di sisi lain, Farhan menggunakan momentum ini sebagai legitimasi moral untuk melakukan audit total di seluruh SKPD tanpa hambatan politik lagi,” tambah Ketua BPKP.

 

3. Analisis SWOT Sektor Anti-Korupsi (Kajian BPKP 2025)

Komponen

Hasil Analisis Kebijakan

Strengths

Komunikasi publik transparan, integritas pribadi yang kuat, dan sinergi erat dengan KPK/Kejaksaan.

Weaknesses

Lemahnya kontrol politik terhadap mitra koalisi, menyebabkan celah perilaku menyimpang pada level pimpinan lainnya.

Opportunities

Momentum kasus hukum dapat digunakan untuk melakukan reformasi birokrasi radikal dan pembersihan total.

Threats

Potensi instabilitas pemerintahan jika eskalasi hukum meluas ke pejabat strategis lain di lingkungan Pemkot.

4. Transformasi Ekonomi: Hub Kreatif dan Digitalisasi UMKM

​Dari sisi ekonomi makro, BPKP menilai Farhan konsisten pada janji kampanye untuk mengembalikan Bandung sebagai hub ekonomi kreatif. Pendekatan market-driven melalui digitalisasi UMKM mulai berdampak pada stabilitas PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Transformasi ini dipandang sebagai upaya modernisasi ekonomi Kota Bandung pasca-pandemi dan krisis integritas masa lalu.

Kesimpulan dan Rekomendasi BPKP

​BPKP Kota Bandung menyimpulkan bahwa Mohammad Farhan berhasil membangun pondasi integritas melalui sistem pencegahan yang ketat. Namun, efektivitas “pembersihan” Bandung masih dihantui oleh residu praktik lama.

Rekomendasi Utama:

  1. Percepatan Reformasi Birokrasi: Memperkuat pengawasan internal (Inspektorat) agar tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum eksternal.
  2. Manajemen Koalisi: Memperketat pakta integritas bagi mitra politik untuk menjamin perilaku kolektif yang bersih.
  3. Audit Transisi: Melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek strategis yang sebelumnya di bawah koordinasi Wakil Wali Kota untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu.

​”Satu tahun pertama Farhan adalah tentang bertahan dari badai sambil menanam fondasi. Tahun kedua akan menjadi penentu: apakah fondasi ini cukup kuat untuk menopang pembangunan Bandung yang bersih, atau justru runtuh akibat tekanan politik,” tutup Ketua BPKP.

​Sumber :

Sekretariat DPP. Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) 

(Departemen Komunikasi dan Informasi )

Bukti Cinta Dan Kepedulian, Tedi Setiadi Selalu Support Kegiatan Santunan Yang Digelar DPD IWO I Kabupaten Sukabumi

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Tedi Setiadi, yang begitu peduli terhadap kegiatan sosial, salah satunya diwujudkan dengan selalu mendukung kegiatan rutin dihari jum'at yang digelar DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi yaitu pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu.

Memasuki Bulan Rajab yang penuh dengan kemuliaan, DPD IWO Indonesia kembali menggelar kegiatan santunan dengan menghadirkan anak-anak yatim piatu, bertempat di kantor DPD IWO Indonesia, Perum Pusaka Bumi Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jum'at, (26/12/2025).

Pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu ini merupakan kegiatan rutin dihari Jum'at yang di inisiasi oleh Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi, Heriyadi.

Buat rilis berita Bidik Puncak Klasemen, PERSIB Siap Kerja Keras Jamu PSM Makassar di GBLA

Suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan beberapa kalangan, salah satunya yaitu Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Tedi Setiadi, yang selalu peduli dan perhatian terhadap anak-anak yatim piatu.

Tedi Setiadi, menyampaikan bahwa saat ini kita sudah memasuki bulan Rajab, yang merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, dimana bulan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan amal kebajikan.

“Santunan ini adalah bukti cinta dan kepedulian kita kepada anak-anak yang kehilangan kasih sayang orang tua. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariah bagi kita semua,” ujarnya.

Baca juga Oknum Anggota Polres Banjarbaru Tersangka Pembunuhan Mahasiswi ULM Terancam 20 Tahun Penjara dan Pemecatan

Tedi Setiadi pun selain memberikan santunan juga memberikan Do’a bagi anak-anak yatim piatu agar menjadi anak-anak yang sholeh, berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Sementara itu, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi, Heriyadi,mengatakan bahwa DPD IWO Indonesia rutin mengadakan kegiatan sosial dan Tedi Setiadi selalu hadir mendukung.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pak Dewan Tedi Setiadi dan juga semua pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya,” Ucap Heriyadi.

Di bulan yang penuh kemuliaan ini yaitu bulan Rajab, Heriyadi mengajak kepada semua lapisan masyarakat baik itu di pemerintahan ataupun swasta agar berlomba-lomba menabur kebaikan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya terutama oleh anak-anak-anak yatim piatu,jompo dan juga fakir miskin.

Acara santunan ini disambut begitu gembira oleh anak-anak yatim piatu yang menerima bantuan. Bulan Rajab yang penuh berkah dan kemuliaan ini diharapkan menjadi awal bagi peningkatan kepedulian sosial di masyarakat.

(Rama)

Bidik Puncak Klasemen, PERSIB Siap Kerja Keras Jamu PSM Makassar di GBLA

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR- – PERSIB Bandung bersiap melakoni laga krusial dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/26. Pangeran Biru akan menjamu PSM Makassar pada laga tunda pekan ke-8 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 19.00 WIB.

Kemenangan menjadi harga mati bagi PERSIB demi menjaga asa menempel ketat Borneo FC di puncak klasemen. Saat ini, PERSIB menempati peringkat kedua dengan raihan 31 poin dari 14 pertandingan, hanya berselisih tiga poin dari Borneo FC yang mengoleksi 34 poin..

Waspadai Motivasi Berlipat Lawan

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menyadari bahwa menaklukkan Juku Eja bukan perkara mudah. Ia menyoroti tren positif PSM Makassar serta motivasi ekstra yang selalu dimiliki tim lawan saat menghadapi PERSIB.

“Mereka punya pelatih baru dan beberapa pertandingan sebelumnya meraih hasil bagus. Mereka juga punya pemain yang bagus. Ini pertandingan yang tidak mudah,” ujar Hodak dalam sesi temu media di Stadion GBLA, Jumat, 26 Desember 2025.

Baca juga Oknum Anggota Polres Banjarbaru Tersangka Pembunuhan Mahasiswi ULM Terancam 20 Tahun Penjara dan Pemecatan

Pelatih asal Kroasia tersebut menambahkan bahwa setiap tim yang datang ke Bandung selalu memiliki ambisi besar untuk memberikan pembuktian. “Setiap tim yang menghadapi PERSIB selalu tampil lebih dari 100 persen,” lanjutnya.

Misi Meraih Tiga Poin

Meski memprediksi laga akan berjalan sengit, Hodak menegaskan bahwa seluruh skuad telah dipersiapkan untuk bekerja keras sepanjang 90 menit. Kemenangan di laga tunda ini akan membuat persaingan di papan atas semakin memanas.

“Buat kami, besok adalah pertandingan penting dan hasil positif akan kami perjuangkan,” tegas Hodak menutup pernyataannya.

Informasi Pertandingan:

  • Laga: PERSIB Bandung vs PSM Makassar (Laga Tunda Pekan ke-8)
  • Waktu: Sabtu, 27 Desember 2025 | Kick-off 19.00 WIB
  • Lokasi: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)

(Red)