Gebrakan Humanis Wakil Bupati Kuningan, Terjang Pelosok Sagaranten di Hari Libur!

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Hari libur biasanya menjadi waktu untuk beristirahat, namun tidak bagi Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.

Dengan semangat pengabdian tanpa batas, beliau menerjang jalur sulit menuju pelosok Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, pada Sabtu (24/1/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kepemimpinan yang “jemput bola” dalam menuntaskan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Baca juga Senin Depan Di Jadwalkan, Hearing Dengan Dinas Dan DPR Daerah, Prihal Terkait Berikut Ini

Negara Hadir di Garis Depan Kemiskinan

Meski harus menempuh kondisi geografis yang menantang, Wabup Tuti menegaskan bahwa jarak tidak boleh menjadi penghalang bagi keadilan sosial.

Beliau hadir membawa solusi konkret dengan menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Kuningan untuk menyalurkan bantuan langsung berupa sembako, perlengkapan mandi, hingga kasur lipat bagi warga yang paling membutuhkan.

“Tidak ada kata mundur untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat. Monitoring ini adalah bagian dari empati dan keberpihakan kita kepada warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan,” tegas Hj. Tuti Andriani di sela-sela kunjungannya.

Baca juga Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

Bukan Hanya Rumah: Menilik Nadi Ekonomi dan Infrastruktur

Selain fokus pada Rutilahu, Wabup Tuti secara komprehensif membedah problematika Desa Sagaranten. Beliau meninjau langsung:

  • Aksesibilitas: Menilai urgensi perbaikan jalan desa sebagai kunci mobilitas dan distribusi hasil tani.
  • Ekonomi Lokal: Meninjau aktivitas UMKM yang menjadi tulang punggung masyarakat namun masih terkendala modal dan pemasaran.
  • Keberlanjutan Program: Memastikan program pembangunan desa berjalan tepat sasaran dan efisien.

Beliau menekankan bahwa pembangunan Sagaranten tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus lintas sektor agar memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Sinergi Cerdas: Peran Perangkat Desa dan “Jemput Bola”

Dibalik kesuksesan kunjungan ini, terdapat koordinasi berjenjang yang rapi. Samsi Nugraha, Kaur Perencanaan Desa Sagaranten, mengungkapkan bahwa agenda ini adalah hasil komunikasi intensif dengan tokoh pemerhati pembangunan, Firman Azhari, yang kemudian ditindaklanjuti ke jajaran Sekretaris Pribadi Wakil Bupati.

Kepala Desa Sagaranten, Diding, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas perangkat desanya. “Saya selalu menekankan prinsip ‘jemput bola’.

Perangkat desa harus proaktif, tidak boleh hanya menunggu program. Sinergi dengan Pak Firman Azhari dan respon cepat Ibu Wakil Bupati adalah modal besar bagi kemajuan desa kami,” ujar Diding

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Pengawalan Ketat Pemerintah Kecamatan

Hadir mendampingi Wakil Bupati, Camat Ciwaru Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si, bersama Kasi Pemerintahan Nanang Faturohman, S.E., M.E.

Kehadiran jajaran kecamatan memastikan bahwa seluruh hasil temuan lapangan akan ditindaklanjuti secara administratif dan teknis agar realisasi bantuan berjalan lebih cepat.

Kunjungan ini diakhiri dengan harapan besar dari Pemerintah Desa Sagaranten agar kolaborasi antara desa dan Pemerintah Kabupaten terus terjalin.

Kehadiran Hj. Tuti Andriani menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di Kabupaten Kuningan kini benar-benar bergerak dari pinggiran, merangkul yang terpencil, dan memanusiakan setiap warga.

Tentang Kegiatan:
Monitoring Rutilahu dan Peninjauan Infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

(Deden)

Senin Depan Di Jadwalkan, Hearing Dengan Dinas Dan DPR Daerah, Prihal Terkait Berikut Ini

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Perwakilan Dari Masyarakat Kaur, Amli menyampaikan, telah memasukan surat pemberitahuan terkait dengan waktu dan jadwal hearing bersama

Kata Amli, surat pemberitahuan sudah kami sampaikan di DPR Daerah Kabupaten Kaur, Bengkulu hari ini dan hearing tersebut berkait dengan HGU perusahaan PT.DSJ ( Dinamika Selaras Jaya ) dengan dana hibah dari Pemda Kaur, Bengkulu kepada instansi Vertikal

Hemat kami kata Amli, aksi hearing dilakukan bersama instansi terkait dan DPRD (Banggar) maupun tim pengguna anggaran (TAPD) dan LPSe, dengan pasal, dugaan tumpang tindih dana hibah yang menjadi kewenangan APBN (Pusat)

Baca juga Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

Peserta hearing diperkirakan berjumlah 15 anggota, dan hearing direncanakan di gedung DPRD Kabupaten Kaur, Bengkulu pada tanggal 02/02/2026, dan dalam hearing ini nanti, kami akan mempertanyakan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dengan bukti serah terima hibah daerah (BSTHD). Demikian Amli

(Jusri)

Wujudkan Swasembada Pangan Era Prabowo, Pj Kades Suryati “Hujani” Lahan Air Kulim dengan Belasan Ribu Bibit Jagung

BATHIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR | Awal tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi kedaulatan pangan di Kabupaten Bengkalis. Sejalan dengan visi Presiden H. Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, memimpin langsung aksi nyata penanaman jagung serentak yang dipusatkan di KM 14, Kecamatan Bathin Solapan, Senin (26/01/2026).

Langkah agresif ini bukan sekadar seremoni. Di atas lahan seluas 2,5 hektar, sebanyak 12.600 bibit jagung dan semangka mulai ditanam sebagai bagian dari Gerakan Nasional Penanaman Jagung.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Upaya ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan kolaborasi Polri dan petani di tahun 2025 yang telah berhasil mengelola ratusan ribu hektar lahan di seluruh Indonesia.

Sinergi Lintas Sektor di Garis Depan
Pj Kades Air Kulim, Suryati, yang hadir mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah harga mati bagi kesejahteraan warga Desa Air Kulim.

“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton. Desa Air Kulim harus menjadi lumbung pangan yang mandiri. Jagung adalah komoditas strategis yang mampu mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan,” tegas Suryati di sela-sela kegiatan penanaman.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Suryati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas dukungan penuh berupa bantuan bibit unggul, pupuk, hingga pendampingan teknis yang menjadi bahan bakar utama keberhasilan program ini.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Kulim, Suryati, (Poto Dok.Jurnal Tipikor)

Bukan Sekadar Seremonial

Nada optimisme serupa disampaikan oleh Direktur BUMDes Air Kulim, Aditya Kurniawan, S.Pd., Gr. Ia menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah harus membuahkan hasil konkret di tangan masyarakat.

“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan untuk kemandirian ekonomi masyarakat,” cetus Aditya.

Baca juga “Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

Aksi Simbolis di Lapangan

Puncak acara ditandai dengan penanaman benih jagung secara simbolis oleh Pj Kades Suryati bersama Aditya Kurniawan dan perwakilan kepolisian sektor Mandau. Aksi ini disaksikan langsung oleh jajaran tokoh penting, di antaranya:

  •  Suparno (Ketua BPD Desa Air Kulim)
  • R. Gultom (Perwakilan Kapolsek Mandau)
  • Safrizal Rianto (Sekretaris Desa Air Kulim)
  • Arben Tobing, S.E. (Perwakilan PT. Darma Jaya Lestari)
  • Jajaran Babinkamtibmas dan Babinsa yang mewakili Danramil 03/03 Mandau.

Dengan target produksi nasional yang terus dipacu, gerakan di Desa Air

Kulim ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkalis untuk memaksimalkan potensi lahan tidur demi masa depan pangan Indonesia yang lebih tangguh.

Pewarta : Irwansyah Siregar

Editor : Azi

Drama Menit Akhir di GBLA: Berguinho Bawa Persib Gusur Borneo FC dari Puncak Klasemen!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi drama heroik saat PERSIB Bandung sukses menundukkan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan ke-18 Liga 1, Minggu (25/1).

Gol semata wayang Rosembergne “Berguinho” Da Silva di menit ke-87 tidak hanya mengunci kemenangan, tetapi juga resmi membawa Maung Bandung bertakhta kembali di puncak klasemen sementara.

Dominasi Tanpa Hasil di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Bojan Hodak langsung tancap gas. Motor serangan yang digalang Beckham Putra Nugraha menciptakan setidaknya lima peluang emas sepanjang 45 menit pertama. Namun, tembok kokoh bernama Kadu—kiper PSBS Biak—tampil gemilang di bawah mistar, memaksa skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Perubahan Taktis dan Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Hodak melakukan perjudian taktis dengan memasukkan penyerang asal Prancis, Andrew Jung.

Baca juga Dipimpin AKBP Bagus Priandy, KRYD Polres Madina Amankan Dua Pengguna Narkoba Malam Minggu

Tekanan meningkat, terutama setelah gelandang timnas Thom Haye melepaskan tendangan jarak jauh yang mengancam gawang Biak di menit-menit awal babak kedua.

Petaka bagi PSBS Biak datang di menit ke-55. Kapten kesebelasan mereka, Heri Susanto, harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Alfeandra Dewangga. Unggul jumlah pemain, PERSIB semakin membombardir pertahanan lawan.

Momen Krusial: Sentuhan Magis Berguinho

Meski terus menyerang melalui Frans Putros dan sundulan Andrew Jung, gol yang dinanti tak kunjung tiba. Di menit ke-80, Hodak kembali memutar otak dengan memasukkan Ramon “Tanque” dan Robi Darwis.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Strategi ini terbukti jitu. Pada menit ke-87, sebuah skema serangan apik terbangun:

  • Andrew Jung mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kiri.
  • Bola diterima dengan dingin oleh Ramon Tanque.
  • Ramon kemudian menyodorkan bola kepada Berguinho yang berdiri bebas.
  • Dengan satu sontekan tenang, pemain bernomor punggung 97 tersebut merobek gawang Kadu dan meledakkan kegembiraan di GBLA.

Kembali ke Puncak

Kemenangan kandang kesembilan ini memiliki arti krusial bagi PERSIB. Tambahan tiga poin membuat Pangeran Biru kini mengoleksi 41 poin dari 18 pertandingan, unggul tipis satu angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang kini harus rela turun ke peringkat kedua.

STATISTIK PERTANDINGAN

  • Skor Akhir: PERSIB 1 – 0 PSBS Biak
  • Pencetak Gol: Berguinho (87′)
  • Kartu Merah: Heri Susanto (PSBS – 55′)
  • Venue: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
  • Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026

Tentang PERSIB Bandung:

PERSIB Bandung adalah klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Saat ini berkompetisi di kasta tertinggi Liga 1 dan terus berkomitmen untuk meraih prestasi tertinggi di kancah sepak bola nasional maupun internasional.(Her)

 

PEMALANG SIAGA SATU: Banjir Kiriman Gunung Slamet Terjang Pemalang Selatan, Warga Diimbau Waspada Wabah Penyakit!

PEMALANG, JURNAL TIPIKOR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah beberapa hari terakhir mulai menunjukkan dampak serius. Curah hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya mengguyur pemukiman, tetapi juga memicu banjir di sejumlah titik strategis di wilayah Pemalang bagian selatan.

Titik Banjir dan Pengaruh Gunung Slamet

Berdasarkan laporan lapangan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pulosari (Desa Sima dan Penakir) hingga wilayah Randudongkal dan Sikasur. Banjir ini disinyalir merupakan fenomena kompleks; selain akibat curah hujan lokal yang ekstrem, kondisi di hulu yakni Gunung Slamet turut memicu luapan air.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah tetangga, yakni daerah Serang (Kabupaten Purbalingga) dan kawasan Guci (Kabupaten Tegal), yang hingga kini dikabarkan masih terendam banjir. Aliran air dari dataran tinggi ini menjadi ancaman nyata bagi warga di daerah bawah.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Ancaman Kesehatan Mengintai

Di tengah kepungan air, masyarakat diingatkan untuk tidak lengah terhadap ancaman “bencana kedua”, yaitu gangguan kesehatan.

Cuaca yang lembap dan lingkungan yang kotor pasca-banjir menjadi sarana penyebaran penyakit yang cepat.

Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat mengimbau warga untuk mewaspadai:

  • Infeksi Saluran Pernapasan: Demam, flu, pileg, dan batuk.
  • Penyakit Endemik: Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dipicu oleh genangan air sebagai sarang nyamuk.
  • Pola Hidup Bersih: Tetap mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan meski dalam kondisi darurat.

Harapan Kedepan

Meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, warga diharapkan tetap tenang namun selalu siaga terhadap evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat.

“Semoga cuaca bisa segera membaik dan air cepat surut agar aktivitas warga kembali normal,” pungkas laporan tersebut.

Pewarta : JT Biro Pemalang

Editor : Azi

 

Dipimpin AKBP Bagus Priandy, KRYD Polres Madina Amankan Dua Pengguna Narkoba Malam Minggu

MADINA, JURNAL TIPIKOR – Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli dan razia terpadu di wilayah hukum Polres Madina, Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 24–25 Januari 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., dan melibatkan 20 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi Polres Madina, unsur TNI, serta Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan langkah konkret kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat.

“KRYD ini kami laksanakan sebagai langkah preventif dan penegakan hukum untuk menekan berbagai bentuk gangguan kamtibmas, seperti penyakit masyarakat, penyalahgunaan narkoba, premanisme, balap liar, serta penggunaan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar AKBP Bagus Priandy.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

KRYD dimulai pada pukul 21.30 WIB hingga selesai, dengan dukungan sarana dan prasarana berupa kendaraan dinas roda empat dan roda dua dari Sat Samapta dan Sat Lantas, satu unit truk Dalmas, kendaraan Polisi Militer, serta kendaraan operasional Satpol PP.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan rute Mako Polres Madina, Gunung Tua, Simpang Ladang Sari, Pasar Lama, Pasar Baru, SPBU Pasar Baru hingga Lintas Timur, kembali ke Mako Polres Madina. Selain patroli, petugas juga menggelar razia kendaraan bermotor di depan Mako Polres Mandailing Natal serta melakukan penggerebekan sarang narkoba di Kelurahan Huta Siantar, Kabupaten Mandailing Natal.

“Kami hadir langsung di lapangan melalui patroli dan razia di titik-titik rawan, termasuk penggerebekan sarang narkoba, sebagai bentuk komitmen Polres Madina dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Kapolres.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Dari hasil pelaksanaan KRYD, petugas berhasil mengamankan dua orang terduga pengguna narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal melalui tes urine, keduanya dinyatakan positif dan langsung dibawa ke Mako Polres Mandailing Natal untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti yang ditemukan di rumah para terduga.

“Dua orang terduga pengguna narkoba telah kami amankan. Hasil tes urine menunjukkan positif dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.

Kehadiran aparat kepolisian di sejumlah titik keramaian mendapat respons positif dari masyarakat. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seputaran Kota Panyabungan terpantau aman dan kondusif.

Baca juga Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

Menutup keterangannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian demi terwujudnya Mandailing Natal yang aman dan kondusif,” pungkas AKBP Bagus Priandy.

(Siregar)

BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR– Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota Bandung terhadap musibah longsor yang menerjang wilayah Cisarua Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sejak Sabtu pagi (24/1/2026), tim Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung terjun ke titik bencana untuk menyalurkan bantuan darurat dan memetakan kebutuhan mendesak warga.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menegaskan bahwa kehadiran timnya di Desa Pasirlangu bukan sekadar peninjauan, melainkan aksi nyata untuk memastikan warga terdampak tidak kekurangan kebutuhan dasar.

“Begitu kabar sampai, tim Dinsos dan Tagana langsung bergerak membawa bantuan sandang dan pangan. Ini langkah awal. Kami hadir bersama BPBD dan Diskarmatan untuk menginventarisir apa saja yang paling dibutuhkan di lapangan saat ini,” ujar Yorisa di lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

Kolaborasi Lintas Wilayah dan Rencana Dapur Umum

Dalam aksi kemanusiaan ini, Dinsos Kota Bandung tidak bergerak sendiri. Yorisa telah berkoordinasi intensif dengan Kepala Dinsos KBB untuk menyamakan data agar bantuan tepat sasaran. Fokus utama saat ini adalah memastikan logistik mencukupi selama masa tanggap darurat.

“Besok (Minggu, 25/1/2026), kami kembali lagi untuk memastikan kebutuhan logistik lanjutan. Kami akan hitung detail jumlah KK dan jiwa yang terdampak untuk menentukan kapasitas dapur umum yang akan didirikan selama masa pengungsian dan pencarian korban,” jelasnya.

Galang Kekuatan Kolektif

Tak hanya mengandalkan APBD, Dinsos Kota Bandung juga menggerakkan kekuatan sipil. Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) se-Kota Bandung turut dilibatkan untuk mempertebal dukungan kemanusiaan.

Baca juga  LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Yorisa menekankan pentingnya manajemen distribusi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik.

“Kami ingin bantuan tertata dan merata. Bukan hanya bahan pokok, pakaian dan nutrisi tambahan juga menjadi perhatian kami. Semua harus sesuai dengan data terbaru agar tepat guna bagi warga yang sedang berduka,” pungkas Yorisa.

Sumber : Diskominfo kota bandung

Editor  : Azi

 

Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Menunjukkan solidaritas tanpa batas wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung bergerak cepat mengirimkan bantuan logistik dan personel ke wilayah terdampak bencana di Cisarua Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 24 Januari 2026 petang.

Langkah ini diambil sebagai respons darurat untuk memastikan warga terdampak segera mendapatkan sokongan kebutuhan dasar dan alat evakuasi.

Logistik Tempur dan Alat Evakuasi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung, Robby Darwan, merinci bahwa bantuan yang dikirimkan mencakup perlengkapan teknis hingga kebutuhan pokok. Sedikitnya 500 karung, 20 cangkul, dan 10 sekop dikirimkan untuk membantu proses pembersihan material bencana.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Untuk kebutuhan warga, BPBD menyalurkan:

  •  40 dus air mineral
  • 75 lembar selimut hangat
  • 19 paket sembako lengkap
  • Perlengkapan higienis, sarung tangan, hingga kantong jenazah sebagai antisipasi keadaan darurat.

“Sembako sudah kami kemas dalam paket, isinya lengkap,” jelas Robby saat dikonfirmasi Humas Pemkot Bandung di tengah persiapan keberangkatan tim.

Siaga di Lokasi: “Kami Siap Bertenda”
Tak sekadar mengantar barang, BPBD Kota Bandung menunjukkan komitmen total dengan menerjunkan tim yang siap bermalam di titik bencana.

Sebanyak 10 personel inti telah diberangkatkan dengan perlengkapan tenda operasional yang lengkap.

“Kami melihat situasi di sana. Kalau memang harus membantu dengan menginap, kami siap bertenda dan menginap di lokasi,” tegas Robby.

Mobilisasi Relawan

Selain personel resmi, Robby menyebutkan bahwa gelombang relawan dari Kota Bandung diperkirakan akan menyusul untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Saat ini, pendataan terhadap relawan yang ingin bergabung masih terus dilakukan agar koordinasi di titik bencana tetap efektif.Aksi cepat ini diharapkan dapat meringankan beban warga Cisarua Lembang dan mempercepat proses pemulihan pascabencana melalui kolaborasi antardaerah yang solid.

Sumber : Diskominfo kota bandung

Editor : Azi

BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR – Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) mengeluarkan pernyataan keras terkait rentetan musibah tanah longsor yang terus menghantui Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam kajian terbarunya, BPKP menegaskan bahwa bencana yang menelan kerugian materi hingga nyawa ini bukan murni fenomena alam, melainkan dampak nyata dari karut-marutnya implementasi kebijakan tata ruang.

Ketua Umum BPKP, A. Tarmizi, dalam keterangannya kepada Jurnal Tipikor pada Sabtu (24/1), menyatakan bahwa ada interaksi berbahaya antara kondisi geologis yang labil dengan kebijakan pemerintah daerah yang cenderung abai terhadap aspek keamanan lingkungan.

Baca juga “Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

Anatomi Bencana: Lereng Terjal dan Tanah Labil

Secara teknis, Tarmizi memaparkan bahwa wilayah seperti Cipongkor, Lembang, dan Gununghalu adalah “bom waktu” geologis.

Dengan kemiringan lereng mencapai 25–40% dan struktur tanah vulkanik muda yang porus, wilayah ini sangat rentan mengalami pergerakan tanah saat diguyur hujan dengan intensitas di atas 100 mm per hari.

“Tanah di KBB itu mudah menyerap air tapi tidak stabil. Begitu hujan ekstrem masuk, tanah menjadi jenuh, bobot massa meningkat, dan seketika meluncur di atas bidang gelincir batuan,” urai Tarmizi.

Baca juga LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Sorotan Tajam: Alih Fungsi Lahan dan Izin di Zona Merah

BPKP menyoroti tiga celah kritikal dalam kebijakan Pemerintah Daerah KBB sebelum bencana terjadi:

  • Pelacuran Tata Ruang (RTRW): Tekanan ekonomi dan pembangunan wisata di Kawasan Bandung Utara (KBU) telah mengalahkan fungsi lindung. “Hutan beralih jadi vila dan kawasan komersial. Akar pohon yang seharusnya mengikat tanah hilang, digantikan beton yang mempercepat bencana,” tegas Tarmizi.
  • Izin di ‘Zona Merah‘: BPKP menemukan adanya pembiaran terhadap pembangunan pemukiman di lokasi dengan tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi akibat kurangnya detail mikrozonasi dalam pemberian IMB/PBG.
  • EWS dan Mitigasi yang ‘Mati Suri’: Dari sekian banyak titik rawan, pemasangan alat Early Warning System (EWS) masih sangat minim. Bahkan, alat yang ada sering kali tidak berfungsi karena minimnya biaya pemeliharaan.

Tabel Ringkasan Analisa BPKP

Aspek

Kondisi Sebelum Kejadian

Dampak Terhadap Bencana

Tata Ruang

Alih fungsi hutan menjadi area komersial/pertanian.

Hilangnya daya ikat tanah & meningkatnya infiltrasi air.

Kebijakan Izin

Pembangunan di kaki bukit/tepi tebing dibiarkan.

Meningkatnya jumlah korban jiwa & kerusakan material.

Edukasi Warga

Sosialisasi mitigasi bersifat sporadis (tidak rutin).

Warga gagal mengenali tanda awal (retakan/pohon miring).

Kesimpulan: Butuh Revolusi Tata Ruang

BPKP menyimpulkan bahwa kejadian longsor di Bandung Barat adalah akumulasi dari kegagalan mitigasi yang tertinggal jauh oleh laju pembangunan.

“Kami merekomendasikan pemerintah untuk segera menerapkan disaster-based spatial planning. Zona merah jangan hanya jadi coretan di peta, tapi harus benar-benar dikosongkan dari bangunan permanen jika kita tidak ingin terus-menerus memanen bencana,” tutup A. Tarmizi.

Pewarta : Heryanto

Editor : Azi

“Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR – Suasana duka menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pasca dentuman keras menyerupai bom pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB yang meluluhlantakkan pemukiman warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke medan bencana untuk meninjau proses evakuasi dan menyoroti akar masalah yang memicu tragedi ini.

Alih Fungsi Lahan: “Hutan Hilang, Bencana Datang”

Di tengah lumpur dan puing bangunan, Gubernur Dedi Mulyadi tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa bencana ini bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak nyata dari kerusakan ekosistem di lereng Gunung Burangrang.

Gubernur menunjuk langsung kondisi perbukitan yang kini gundul dan berubah wajah. Vegetasi penahan tanah yang seharusnya kokoh menjaga lereng, kini telah lenyap berganti menjadi komoditas ekonomi jangka pendek.

“Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air, tapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran. Ini mungkin salah satu faktor penyebab tanah longsor,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada bicara yang dalam.

Video Gubernur Jawa Barat sedang Meninjau Musibah Longsor di Kabupaten Bandung Barat

 

Menurutnya, transformasi hutan pegunungan menjadi taman bunga dan kebun sayur membuat struktur tanah kehilangan "jangkar" alaminya, sehingga menjadi sangat labil saat diguyur hujan deras.

Moratorium dan Evaluasi Total

Merespons kehancuran ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas. Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk segera memutus rantai alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana.

  • Stop Alih Fungsi: Larangan keras bagi perubahan fungsi lahan hutan menjadi perkebunan di seluruh area perbukitan Jawa Barat.
  • Kembalikan Fungsi Hutan: Instruksi kepada jajaran terkait untuk mengevaluasi asal-usul lahan dan mengembalikan fungsinya sebagai hutan pelindung.
  • Audit Lingkungan: Peninjauan kembali izin-izin pemanfaatan lahan di lereng gunung untuk memastikan keamanan warga di masa depan.

Baca juga LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Update Evakuasi: 17 Keluarga Tertimbun

Hingga saat ini, Tim SAR masih berpacu dengan waktu untuk mencari warga yang hilang. Tangis pecah di posko pengungsian, salah satunya dari Ai Siti Jubaedah, warga selamat yang menyaksikan detik-detik mengerikan tersebut. Ia melaporkan sedikitnya 17 keluarga tertimbun material longsor.
Fokus pencarian saat ini tertuju pada satu rumah yang dihuni keluarga Pak Jajang.

Sebanyak 5 orang anggota keluarga, termasuk anak dan cucu, hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Bencana ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa eksploitasi lahan yang mengabaikan keselamatan ekologis harus segera dihentikan sebelum lebih banyak nyawa menjadi taruhannya.(*)

Tim Redaksi

Editor : Azi