Drama Adu Penalti Antarkan Kecamatan Ciwaru Melaju Ke Babak Sejanjutnya, Avan Junior Jadi Penentu Kemenangan

Kuningan, jurnaltipikor.com-Perjalanan Kecamatan Ciwaru dalam ajang sepak bola Bupati Cup 2026 kembali mencatatkan momentum penting. Menghadapi Kecamatan Kalimanggis dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi dan persaingan kompetitif, Kecamatan Ciwaru akhirnya memastikan tiket menuju babak selanjutnya setelah melalui drama adu tendangan penalti.

Pertandingan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa sepak bola bukan semata-mata persoalan kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek mentalitas, konsentrasi, kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengelola tekanan dalam situasi pertandingan yang menentukan.

Sejak pertandingan dimulai, kedua kesebelasan memperlihatkan permainan yang relatif berimbang. Para pemain Kecamatan Ciwaru tampil dengan determinasi tinggi, berusaha membangun permainan secara kolektif sekaligus menjaga organisasi pertahanan agar tetap solid. Di sisi lain, Kecamatan Kalimanggis juga memberikan perlawanan yang kompetitif sehingga pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang penuh perjuangan.

Baca juga Di Ambang Bahaya, Warga Karawang Bangkit: Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Jembatan Gantung yang Terabaikan

Dalam perspektif pembinaan olahraga, pertandingan semacam ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang pembelajaran bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun karakter kompetitif. Setiap pemain dituntut mampu menjaga fokus, mengendalikan emosi, serta tetap menjalankan instruksi pelatih di tengah tekanan pertandingan.

Setelah melalui dua babak pertandingan, skor belum mampu memisahkan kedua tim. Pertandingan pun harus ditentukan melalui **adu tendangan penalti**, sebuah fase yang sering kali menjadi ujian paling berat bagi mentalitas pemain maupun penjaga gawang.

AVAN JUNIOR TAMPIL SEBAGAI PENENTU

Dalam situasi krusial tersebut, sosok “Avan Junior”,  penjaga gawang utama Kecamatan Ciwaru, tampil sebagai salah satu figur sentral dalam keberhasilan tim.

Dengan ketenangan, konsentrasi, dan keberanian yang tinggi, Avan Junior berhasil **menahan tiga tendangan penalti pemain Kecamatan Kalimanggis**. Penampilan tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Kecamatan Ciwaru meraih kemenangan dalam drama adu penalti sekaligus memastikan langkah mereka berlanjut ke babak berikutnya.

Keberhasilan Avan Junior tidak hanya dapat dipandang sebagai keberhasilan individu seorang penjaga gawang. Dalam konteks olahraga beregu, performa tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kepercayaan antarpemain, arahan pelatih, serta kesiapan mental seluruh tim dalam menghadapi momentum yang sangat menentukan.

Baca juga Dentuman Tambur Dan Plara Fest Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Ke-156 Kabupaten Sukabumi

Tiga penyelamatan penalti tersebut menjadi bukti bahwa seorang penjaga gawang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam membaca arah bola, tetapi juga membutuhkan keberanian, ketenangan psikologis, kemampuan membaca situasi, dan kepercayaan diri ketika berada dalam tekanan tinggi.

Momen tersebut sekaligus menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Kecamatan Ciwaru pada Bupati Cup 2026.

KERJA KERAS TIM DAN PERAN PELATIH

Di balik keberhasilan tersebut terdapat kerja kolektif seluruh unsur tim, mulai dari pemain, pelatih, official, hingga manager. Semuanya memiliki peran masing-masing dalam membangun sebuah tim yang memiliki daya saing.

“M. Khaerul Iqbal”, pelatih muda Kecamatan Ciwaru, menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola dan membina para pemain muda. Dengan pendekatan latihan yang terarah dan kemampuan membaca karakter permainan anak asuhnya, Iqbal mampu membawa para pemain Kecamatan Ciwaru tampil maksimal selama pertandingan.

Anak-anak asuh Iqbal menunjukkan semangat juang yang tinggi selama dua babak pertandingan. Mereka mampu mempertahankan konsentrasi, menjalankan instruksi, serta menunjukkan kerja sama antarlini meskipun pertandingan harus berakhir melalui adu tendangan penalti.

Bagi seorang pelatih, pertandingan dengan tekanan tinggi seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter pemain. Kemenangan bukan hanya menjadi tujuan akhir, tetapi juga menjadi hasil dari proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, evaluasi, dan konsistensi.

Kematangan seorang pelatih muda seperti M. Khaerul Iqbal juga dapat dilihat dari kemampuannya menjaga mental para pemain agar tetap fokus dan tidak kehilangan kepercayaan diri ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Baca juga Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

CAMAT CIWARU: JAGA KEBERSAMAAN DAN KEKOMPAKAN

Keberhasilan Kecamatan Ciwaru melaju ke babak selanjutnya mendapatkan apresiasi dari Camat Ciwaru, Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si. Dalam keterangannya, Camat Ciwaru menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh unsur tim yang telah memberikan perjuangan terbaik dalam pertandingan.

“Terima kasih kepada seluruh tim, pemain, pelatih, official, dan manager yang telah berjibaku dengan penuh semangat, sehingga kita bisa melaju ke babak selanjutnya.”

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen Kecamatan Ciwaru.

“Tetap jaga kebersamaan dan kekompakan, serta jangan lupa berdoa demi meraih hasil yang terbaik untuk Tim Kecamatan Ciwaru. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur melalui skor akhir pertandingan, tetapi juga melalui kemampuan seluruh unsur di dalamnya untuk membangun solidaritas dan kebersamaan.

Dalam konteks pembangunan olahraga di tingkat kecamatan, dukungan pemerintah wilayah memiliki posisi strategis. Dukungan tersebut dapat menjadi energi sosial bagi para atlet untuk terus mengembangkan potensi sekaligus membawa nama baik daerah.

KEMENANGAN SEBAGAI HASIL DARI PROSES

Kemenangan Kecamatan Ciwaru atas Kecamatan Kalimanggis melalui adu penalti memberikan sebuah pelajaran penting bahwa hasil pertandingan merupakan akumulasi dari proses panjang yang telah dijalani oleh seluruh tim.

Para pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan individu, tetapi juga harus memahami konsep permainan kolektif. Sepak bola merupakan olahraga yang mengajarkan bahwa keberhasilan satu individu pada akhirnya tetap berkaitan dengan kontribusi seluruh anggota tim.

Keberhasilan Avan Junior dalam menahan tiga tendangan penalti menjadi contoh konkret mengenai pentingnya kesiapan individu dalam mendukung keberhasilan kolektif. Namun, penyelamatan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para pemain yang telah bertanding selama dua babak, kerja pelatih dalam menyiapkan strategi, serta dukungan official dan manager.

Karena itu, kemenangan ini layak ditempatkan sebagai “kemenangan bersama Kecamatan Ciwaru”.

Baca juga Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

MELANGKAH KE BABAK SELANJUTNYA

Dengan kemenangan atas Kecamatan Kalimanggis, Kecamatan Ciwaru kini berhak melanjutkan perjuangan menuju “babak selanjutnya Bupati Cup 2026”.

Tantangan berikutnya tentu akan semakin berat. Setiap pertandingan akan menghadirkan karakter lawan yang berbeda, sehingga dibutuhkan persiapan yang lebih matang, evaluasi menyeluruh, serta konsistensi dalam menjaga performa.

Para pemain diharapkan tidak terlena dengan kemenangan yang telah diraih. Sebaliknya, kemenangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki berbagai aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.

Pelatih, official, manager, dan seluruh pemain perlu terus menjaga komunikasi serta membangun lingkungan tim yang positif. Kebersamaan menjadi modal utama dalam menghadapi fase kompetisi berikutnya.

Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, perjalanan Kecamatan Ciwaru dalam Bupati Cup 2026 menjadi bagian dari proses membangun budaya olahraga yang sehat di tingkat masyarakat. Kompetisi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.

Kemenangan melalui adu penalti atas Kecamatan Kalimanggis akhirnya menjadi sebuah episode penting dalam perjalanan tersebut. **Avan Junior dengan tiga penyelamatan penalti menjadi salah satu aktor utama, sementara perjuangan seluruh pemain, pelatih, official, dan manager menjadi fondasi keberhasilan Kecamatan Ciwaru.**

Kini, perjalanan belum selesai.

Kecamatan Ciwaru harus kembali menatap pertandingan berikutnya dengan semangat yang sama, mentalitas yang lebih kuat, persiapan yang lebih matang, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

“Menang dengan rendah hati, berjuang dengan kebersamaan, dan melangkah dengan keyakinan.”

‘Kecamatan Ciwaru melaju ke babak selanjutnya. Perjuangan masih panjang, dan mimpi untuk memberikan hasil terbaik bagi Kecamatan Ciwaru terus diperjuangkan.’

(Deden)

Di Ambang Bahaya, Warga Karawang Bangkit: Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Jembatan Gantung yang Terabaikan

Karawang, Jurnaltipikor.com – Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tak lagi bisa ditoleransi. Jalan akses menuju jembatan gantung di Dusun Bakan Kiara, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, berada dalam kondisi rusak parah. Lubang-lubang menganga dan permukaan tanah yang tidak rata telah mengubah jalur vital penghubung antar-desa dan antar-kecamatan (Banyusari dan Jatisari) ini menjadi momok menakutkan, terutama saat hujan turun.

Menyadari bahwa keselamatan warga adalah taruhannya, Kepala Dusun Bakan Kiara, Abdullah Firmansyah atau yang akrab disapa Doyok, mengambil inisiatif mendesak. Bersama ratusan warga, ia memimpin aksi gotong royong besar-besaran pada Senin (10/08/2026) untuk membuat jalur baru dan memperbaiki kerusakan existing. Ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bentuk perlawanan terhadap ketidaknyamanan yang selama ini dipaksa diterima warga.

Aksi solidaritas ini tidak hanya melibatkan warga Dusun Bakan Kiara, Desa Gembongan, tetapi juga merangkul warga dari wilayah tetangga, termasuk Dusun Kiara Kidul (Desa Pacing) dan Dusun Kiara (Desa Pamekaran). Kehadiran calon anggota BPD perwakilan Dusun Bakan Kiara, Ali Sadikin, SH, serta jajaran Ormas GMPI Kecamatan Banyusari, menegaskan bahwa isu ini telah menjadi perhatian kolektif lintas elemen masyarakat.

Baca juga Dentuman Tambur Dan Plara Fest Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Ke-156 Kabupaten Sukabumi

Abdullah Firmansyah menekankan bahwa aksi swadaya ini adalah bukti nyata bahwa nilai kekeluargaan dan kepedulian sosial masih hidup subur di tengah keterbatasan fasilitas negara.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga, mulai dari ormas GMPI hingga calon wakil rakyat seperti Pak Ali Sadikin. Gotong royong ini adalah bukti bahwa kebersamaan kita masih kuat. Ini adalah langkah darurat yang efektif untuk memperlancar mobilitas warga, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun transportasi hasil pertanian yang menjadi nadi ekonomi kami,” tegas Doyok di lokasi kegiatan.

Meski bersifat penanganan sementara, pembukaan jalur baru ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan mempermudah akses warga menuju jembatan gantung satu-satunya yang menjadi urat nadi konektivitas wilayah tersebut. Aksi ini menjadi tamparan keras sekaligus inspirasi: ketika perawatan resmi terlambat, rakyatlah yang bergerak menjaga nyawa dan keberlangsungan ekonomi mereka sendiri.

(ER)

Dentuman Tambur Dan Plara Fest Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Ke-156 Kabupaten Sukabumi

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Dentuman tambur menandai dimulainya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Suasana Pantai Bupalo, Palabuhanratu, pun semarak saat Palabuhanratu Festival (Plara Fest) resmi dibuka Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, pada Sabtu (08/08/2026).

Beragam kesenian dan pertunjukan budaya ditampilkan, mulai dari Tari Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi barongsai.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Pelaksana Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi tahun ini.

Baca juga Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

Menurut Ali, ide penyelenggaraan festival tersebut berangkat dari keberhasilan komunitas seni Palabuhanratu menggelar Hari Tari Dunia pada 29 April lalu. Antusiasme dan apresiasi masyarakat terhadap kegiatan itu kemudian mendorong munculnya gagasan untuk menghadirkannya kembali dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

“Untuk Festival Palabuhanratu, berawal dari success story komunitas seni Palabuhanratu yang pada 29 April lalu melaksanakan Hari Tari Dunia. Kegiatan itu mendapat apresiasi luar biasa, sehingga diusulkan kembali dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Selain menjadi panggung bagi komunitas seni, Plara Fest turut membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal. Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, IKM dan UMKM dari Palabuhanratu dan daerah sekitar, termasuk dari Banten, ikut meramaikan festival.

Baca juga Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengatakan Palabuhanratu memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini menjadi gerbang Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark dengan kekuatan alam, budaya, dan warisan geologi yang menjadi modal utama pariwisata daerah.

Wabup berharap Plara Fest tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memperkuat citra Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Barat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin kunjungan wisatawan meningkat, UMKM tumbuh, dan ekonomi kreatif semakin berkembang,” tandasnya.

(Rama)

Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Sebanyak 327 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Pelantikan dipimpin Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, pada Senin (10/08/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sukabumi memperkuat birokrasi sekaligus mendukung terwujudnya visi daerah, yakni Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).

Dalam arahannya, Bupati, H. Asep mengingatkan para pejabat bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan disiplin, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

“Proses rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit dengan mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, kinerja, serta aturan yang berlaku,” jelasnya.

Baca juga Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

Bupati meminta, pejabat yang baru dilantik membangun hubungan kerja yang baik dengan atasan maupun bawahan. Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki etika, mampu bekerja sama, dan tidak merasa lebih tinggi dari bawahannya.

“Jangan merasa lebih tinggi dari bawahan. Kita semua punya tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, H Asep meminta para aparatur sipil negara tidak menjadikan keterbatasan tersebut sebagai alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.

Baca juga SD negeri 96 Kaur, Menggelar Perlombaan Dalam Rangka Menyambut HUT RI ke 81.

Menurutnya, efisiensi anggaran harus berjalan beriringan dengan kreativitas dan inovasi. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal.

Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa sejumlah jabatan diperkirakan kosong pada 2027 mendatang. Ia meminta seluruh ASN memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menunjukkan kinerja terbaik.

“Siapkan diri, tingkatkan kemampuan dan tunjukkan kinerja. Hal itu harus dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

(Rama)

Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

KARAWANG, JURNAL TIPIKOR – Ironi pelayanan publik kembali terkuak di Kabupaten Karawang. Ruas jalan utama yang menjadi nadi perekonomian dan mobilitas warga di empat kecamatan—Jatisari, Tirtamulya, Lemahabang, dan Banyusari—terpaksa menahan beban kerusakan parah akibat amblasnya tanah. Jalan Johar-Gempol Haji di Dusun Warakas, Desa Kertaraharja, Kecamatan Banyusari, kini dalam kondisi kritis dengan kedalaman ambles mencapai 50 sentimeter sepanjang 10 hingga 15 meter.

Yang lebih memilukan, kondisi darurat ini bukan kejadian baru. Berdasarkan pantauan Jurnaltipikor.com pada Senin (10/08/2026), kerusakan tersebut telah berlangsung hampir satu tahun tanpa adanya tindakan perbaikan konkret dari instansi berwenang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Janji Manis, Realisasi Nihil

Keluhan warga tidak hanya sebatas pada kerusakan fisik jalan, namun juga pada lambatnya respons birokrasi. Saleh, warga setempat yang rumahnya berdekatan dengan lokasi amblas, menyuarakan kekecewaan mendalam. Menurutnya, meski pihak Kepala Desa dan Kecamatan telah melakukan tinjauan lapangan sejak lama, realisasi perbaikan hingga detik ini masih nol.

“Amblasnya jalan ini sudah hampir satu tahun dan hingga saat ini belum ada perbaikan. Memang waktu itu ada Kepala Desa dan pihak Kecamatan meninjau lokasi, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkap Saleh dengan nada geram.

Baca juga SD negeri 96 Kaur, Menggelar Perlombaan Dalam Rangka Menyambut HUT RI ke 81.

Kekhawatiran warga semakin memuncak mengingat musim hujan kian dekat. Posisi jalan yang berdampingan langsung dengan saluran irigasi dinilai sangat rentan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi bencana longsor atau keruntuhan yang lebih luas yang dapat mengisolasi akses warga dan merusak lahan pertanian di sekitarnya.

Desa Sudah Lapor, PUPR Masih “Menunggu ABT”

Konfirmasi terpisah dari Kepala Desa Kertaraharja, H. Ombah, memperkuat fakta bahwa pemerintah desa telah melakukan tugasnya dengan melaporkan kejadian ini kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang pasca peninjauan bersama BPBD dan perwakilan Kecamatan pada 30 Januari 2026 lalu. Namun, tanggapan yang diterima hanyalah alasan penundaan.

“Sudah dilaporkan ke Dinas PUPR, tapi hingga saat ini belum ada realisasinya. Alasannya nanti di Anggaran Belanja Tidak Terduga (ABT). Padahal kondisinya sangat serius, semakin lama semakin parah,” tegas H. Ombah.

H. Ombah menekankan bahwa jalan ini bersifat vital dan darurat. Menunggu mekanisme ABT di tengah ancaman musim hujan dinilai sebagai langkah yang ceroboh dan berpotensi menimbulkan korban atau kerugian materiil yang lebih besar.

“Kami selaku Pemerintah Desa memohon kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR agar segera memperbaiki jalan tersebut karena ini sifatnya Emergency. Bagaimana nanti jika musim hujan tiba dan jalan ini dibiarkan begitu saja?” tanyanya retoris.

Tuntutan Transparansi dan Aksi Nyata

Kasus amblasnya Jalan Johar-Gempol Haji ini menjadi ujian integritas bagi Dinas PUPR Kabupaten Karawang. Publik menuntut penjelasan mengapa infrastruktur yang menghubungkan empat kecamatan dibiarkan dalam kondisi membahayakan selama hampir satu tahun. Apakah keterlambatan ini disebabkan oleh kelalaian administratif, kekurangan anggaran, atau minimnya prioritas terhadap keselamatan warga?

Warga Kertaraharja dan ribuan pengguna jalan lainnya kini menatap harap cemas. Mereka tidak membutuhkan janji-janji politis atau alasan birokratis yang berbelit. Yang mereka butuhkan adalah aspal yang rata, tanah yang kokoh, dan keamanan saat melintas sebelum hujan deras mengguyur Karawang.

Jika Dinas PUPR terus bersikap pasif, bukan tidak mungkin amblasnya jalan ini akan diikuti oleh amblasnya kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

(ER)

Dari Aspirasi ke Realisasi H.Erik Heryawan Dorong Pembangunan Infrastruktur Jalan Cikalong Bunder

KARAWANG,Jurnaltipikor.com – Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat lingkungan permukiman. Salah satunya melalui program peningkatan jalan lingkungan di Kampung Cikalong Bunder RT 002/RW 003, Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

Pantauan awak media di lokasi, Sabtu (8/8/2026), terlihat pekerjaan peningkatan jalan lingkungan tengah berlangsung. Di lokasi juga terpasang papan informasi proyek yang memuat sejumlah informasi mengenai kegiatan pembangunan tersebut.

Berdasarkan papan informasi, kegiatan tersebut merupakan Peningkatan Jalan Lingkungan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP).

Baca juga Dari Pemburu Koruptor Menjadi Tersangka: Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Berborgol, Bawa Map Biru dan Senyum Penuh Teka-teki

Nama kegiatan yang tercantum yakni Peningkatan Jalan Lingkungan Kp. Cikalong Bunder RT 002/RW 003, dengan lokasi Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari.
Pekerjaan tersebut memiliki Nomor Kontrak 5.2.3.67/03/SPK-PERKIM/2026, tertanggal 21 Juli 2026. Sumber pendanaan berasal dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026.Nilai kontrak pekerjaan tercantum sebesar Rp146.383.000, dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender, terhitung mulai 21 Juli hingga 3 September 2026.

Sementara kontraktor pelaksana yang tercantum pada papan proyek adalah CV Galaksi Star.Pelaksana pekerjaan yang berinisial M mengatakan, pekerjaan peningkatan jalan lingkungan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada kontrak dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.Menurut M, pihaknya berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai jangka waktu yang tercantum dalam kontrak.

“Pekerjaan kami laksanakan sesuai dengan kontrak dan ketentuan teknis yang sudah ditetapkan. Kami juga berupaya agar pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar M.Ia menambahkan, pihak pelaksana juga berupaya menjaga komunikasi dengan masyarakat sekitar selama proses pembangunan berlangsung, mengingat akses tersebut berada di lingkungan permukiman.

“Kami berupaya agar selama pekerjaan berlangsung aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik. Kami juga berharap hasil pekerjaan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga,” katanya.

Baca juga Dugaan Lemahnya Pengawasan dan Penerapan SMKK di SDN Manggis, Ketua Komisi IV “Kami Tidak Akan Segan Menindak”

Sementara itu, Pengawas pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Iman R. Herdiana, menegaskan pentingnya menjaga kualitas infrastruktur jalan karena berkaitan langsung dengan aksesibilitas masyarakat.Menurut Iman, jalan merupakan salah satu infrastruktur strategis yang keberadaannya sangat menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jalan memang merupakan infrastruktur yang strategis. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Karawang terus menjaga kualitas jalan supaya aksesibilitas masyarakat menjadi lebih baik. Dengan begitu, kondisi wilayah juga menjadi lebih nyaman dan dapat menunjang kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Iman.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan program pembangunan infrastruktur tersebut.“Antusias masyarakat di wilayah tersebut sangat baik. Kami juga berterima kasih karena masyarakat antusias dengan adanya program ini. Intinya, kami selalu berusaha menjaga kualitas infrastruktur, terutama jalan di wilayah Kabupaten Karawang yang cukup luas, supaya manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Iman menambahkan, luas wilayah Kabupaten Karawang menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan infrastruktur. Karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan perlu dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.“Karena wilayah Kabupaten Karawang cukup luas, tentunya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur harus terus dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga PHK 178 Pekerja di PT Namnam Fashion Industries Cimahi Dipertanyakan: Perusahaan Klaim Rugi, Laporan Keuangan Justru Tunjukkan Penurunan Laba.

Peningkatan jalan lingkungan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai keberadaan jalan yang lebih baik dapat menunjang mobilitas serta aktivitas sehari-hari.

Beni dan Asep Rahmat, warga Dusun Cikalong Bunder, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terealisasinya pembangunan jalan lingkungan tersebut.Selain kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, warga juga memberikan apresiasi kepada H. Erick Heryawan K, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Partai NasDem, yang menurut keterangan warga turut menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Warga berharap peningkatan jalan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca juga Terungkap dari Pengembangan Kasus, Polsek Mandau Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi di Air Jamban, Tiga Pelaku Diamankan

Pembangunan jalan lingkungan yang menggunakan anggaran APBD pada dasarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaksana pekerjaan. Masyarakat juga memiliki ruang untuk ikut mengawasi pelaksanaannya secara konstruktif.

Papan informasi proyek yang dipasang di lokasi menjadi salah satu instrumen keterbukaan informasi publik. Dari informasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui nama kegiatan, lokasi, sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan hingga pihak yang mengerjakan proyek.Pengawasan publik menjadi penting agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat maksimal.

Jika masyarakat menemukan dugaan ketidaksesuaian antara informasi proyek dengan kondisi di lapangan, penyampaian laporan sebaiknya dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat diverifikasi kepada instansi terkait.Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran atau selesainya pekerjaan. Lebih dari itu, kualitas hasil pekerjaan, ketepatan pelaksanaan dan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi ukuran penting keberhasilan pembangunan.

Dengan peningkatan jalan di Kampung Cikalong Bunder ini, masyarakat berharap akses yang digunakan sehari-hari semakin nyaman dan mendukung aktivitas warga, sekaligus menjadi bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang.”Red”

Indra Setiawan, S.E., Naik Gelanggang Sebagai Balon Ketua DPK KNPI Kecamatan Ciambar

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Semangat membangun daerah begitu menggelora dalam diri Indra Setiawan, pemuda asal Ciambar ini menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Ciambar periode mendatang.

Selama ini, Indra dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan di lingkungan Ciambar.

Langkah Indra ini didorong oleh keprihatinan dan keinginannya untuk memajukan potensi pemuda serta daerah Ciambar. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di tingkat kecamatan.

“Saya tergerak untuk maju karena ingin memajukan potensi yang dimiliki pemuda serta daerah Ciambar. Kita semua ketahui, bahwa Ciambar ini mempunyai banyak potensi, mulai dari UMKM, seni budaya, sampai olahraga. Tinggal bagaimana kita kelola bersama,” ujar Indra kepada awak media jurnaltipikor.com, pada Jum’at (07/08/2026).

Baca juga Dari Pemburu Koruptor Menjadi Tersangka: Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Berborgol, Bawa Map Biru dan Senyum Penuh Teka-teki

Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, organisasi kepemudaan tidak hanya harus menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkembang, berkarya, berwirausaha, serta melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

“Saya ingin KNPI menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda di Kecamatan Ciambar. Bukan sekadar organisasi, tetapi wadah untuk membangun potensi, memperkuat kebersamaan, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk berkarya,” ucapnya.

Indra menilai, masih banyak potensi pemuda Ciambar yang perlu mendapatkan ruang dan pendampingan. Baik dalam bidang kepemimpinan, kewirausahaan, olahraga, sosial kemasyarakatan, kreativitas, teknologi, maupun pengembangan organisasi.

Baca juga Dugaan Lemahnya Pengawasan dan Penerapan SMKK di SDN Manggis, Ketua Komisi IV “Kami Tidak Akan Segan Menindak”

Ke depan, dirinya ingin mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan program-program yang benar-benar memberikan manfaat yang luas.

“Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi pelaku dan bagian dari solusi. Saya ingin bersama-sama membangun pemuda Ciambar yang aktif, produktif, mandiri, kreatif, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” tegasnya.

Pencalonan ini bukan semata-mata tentang sebuah jabatan, melainkan tentang ikhtiar untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda Ciambar agar dapat tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kecamatan Ciambar.

Indra berharap, dengan semangat bersatu, bergerak, dan berkarya, KNPI Kecamatan Ciambar ke depan dapat menjadi wadah yang mampuh merangkul seluruh elemen pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi.

“Mari kita jadikan KNPI sebagai rumah bersama. Dari pemuda, oleh pemuda, dan untuk kemajuan pemuda Ciambar.” pungkasnya.

Dengan majunya Indra Setiawan, diharapkan akan muncul semangat baru untuk menjadikan KNPI Ciambar sebagai motor penggerak pemuda yang aktif, produktif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan kecamatan Ciambar

(Rama)

PHK 178 Pekerja di PT Namnam Fashion Industries Cimahi Dipertanyakan: Perusahaan Klaim Rugi, Laporan Keuangan Justru Tunjukkan Penurunan Laba.

CIMAHI, JURNAL TIPIKOR  — Kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT Namnam Fashion Industries di wilayah Kota Cimahi menjadi sorotan tajam masyarakat. Perusahaan dikabarkan melakukan PHK terhadap total 178 pekerja yang dilaksanakan dalam dua gelombang: tahap pertama sebanyak 92 orang, dan tahap kedua menyasar 86 orang.

Alasan yang dikemukakan pihak perusahaan adalah mengalami kerugian sehingga terpaksa melakukan perampingan tenaga kerja. Namun, hal ini justru dipertanyakan kebenarannya setelah hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit menunjukkan fakta yang berbeda. Dokumen tersebut membuktikan bahwa perusahaan tidak mengalami kerugian, melainkan hanya mengalami penurunan jumlah laba dibandingkan periode sebelumnya.

Perbedaan yang sangat mencolok antara alasan yang disampaikan kepada para pekerja dengan kenyataan kondisi keuangan yang sesungguhnya memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar dan kekhawatiran yang mendalam:

1. Apakah PHK ini benar-benar terpaksa dilakukan karena kondisi keuangan, atau justru ada tujuan lain?
2. Apakah laporan yang diajukan kepada pihak berwenang sama dengan yang disampaikan kepada para pekerja dan serikat pekerja?
3. Apakah seluruh hak-hak para pekerja yang terkena PHK telah dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku?

Baca juga Terungkap dari Pengembangan Kasus, Polsek Mandau Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi di Air Jamban, Tiga Pelaku Diamankan

Masyarakat dan keluarga para pekerja menuntut adanya penjelasan yang jujur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dari pihak manajemen PT Namnam Fashion Industries. Juga mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cimahi untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam dan memverifikasi kebenaran laporan keuangan serta alasan PHK tersebut.

Apabila terbukti perusahaan melakukan PHK dengan alasan yang tidak sesuai fakta dan mengada-ada, maka PHK tersebut tidak sah secara hukum. Pihak perusahaan wajib menarik keputusan tersebut, mempekerjakan kembali para pekerja, serta memberikan ganti rugi atas kerugian yang telah diderita.

Para pekerja tidak boleh dirugikan demi mempertahankan keuntungan perusahaan. Apalagi jika ternyata perusahaan masih mencetak laba meskipun menurun maka, pemutusan hubungan kerja yang sepihak dan beralasan keliru ini sangat tidak pantas dan harus ditinjau kembali secepatnya.

(Sumber; Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh melalui Deputi Asisten II, Dadan Sudiana,ketika sidak ke PT. NAMNAM)

(Adhe)

Wujud Kepedulian, Ibu Bupati Kuningan Ela Helayati, S.Sos Serahkan Bantuan Bagi Rumah Terdampak Bencana di Desa Karangkancana

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan sekaligus Ibu Bupati Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., menyerahkan secara langsung bantuan kemanusiaan kepada warga yang rumahnya terdampak bencana angin puting beliung di Desa Karangkancana, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026).

Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama unsur TP PKK dan instansi terkait terhadap musibah bencana aangin kencang yang menimpa rumah Bapak Tarsam

Dalam kunjungannya, Hj. Ela Helayati, S.Sos. meninjau langsung sejumlah lokasi rumah warga yang mengalami kerusakan. Beliau berinteraksi langsung dengan pemilik rumah guna menyerap aspirasi serta memberikan dukungan moril agar tetap tabah dan bangkit menghadapi cobaan ini.

“Alhamdulillah pada hari ini saya bisa meninjau langsung rumah yang terdampak bencana, kami Pemerintah Kabupaten Kuningan tentu akan berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana angin puting beliung, semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi Bapak Tarsam dan keluarga”, ujarnya.

Baca juga Isu Pengadaan Seragam di Sekolah Ramai Disorot: Pemkot Cimahi Didorong Segera Lakukan Pembinaan dan Perbaikan Sistem Secara Menyeluruh

Adapun paket bantuan yang disalurkan mencakup Bantuan logistic Sembako, Perlengkapan Keluarga dan stimulant perbaikan rumah yang sudah roboh atap nya.

Kepala Desa Karangkancana Nono Muljono, S.T.,MM menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan perhatian nyata dari Ibu Bupati Kuningan. Kehadiran beliau dinilai memberikan dorongan semangat yang sangat besar bagi warga yang sedang tertimpa musibah.

“Saya haturkan terima kasih kepada Ibu Bupati Kuningan yang telah menyempatkan hadir dan memberikan bantuan kepada rumah yang terdampak bencana angin puting beliung, semoga kebaikan Ibu Bupati Kuningan dapat dibalas oleh Allah SWT”, ucapnya.

Mengakhiri kunjungannya, Hj. Ela Helayati, S.Sos. juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya yang berada di Desa Karangkancana, untuk tetap waspada dan sigap terhadap potensi cuaca ekstrem. (Deden)

Hargai Budaya Leluhur Komite Sekolah SMK Domas Hadir dalam Acara Hajat Bumi

Karawang,Jurnaltipikor.com – Komite sekolah SMK Domas (Indonesia Emas ) Hj.Tati atau yang sering di sapa Jiteung menghadiri acara Pawai Hajat Bumi Desa Jayamukti Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang.Kamis,6/08/2026.

Hadirnya komite sekolah SMK Domas (Indonesia Emas) di Hajat Bumi Desa Jayamukti Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang untuk memberikan contoh bentuk teladan untuk menghargai adat istiadat budaya leluhur kita dan mengajak keterlibatan pelajar dan berpartisipasi aktif untuk mengikuti pawai budaya hajat bumi,supaya bisa merasakan kebersamaan secara langsung.Pentingnya makna rasa syukur kepada Tuhan dan pentingnya gotong royong dalam mengolah alam serta pengenalan adat istiadat budaya leluhur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai kirab budaya yang berangkat dari halaman Kantor Desa Jayamukti menuju Lapangan Bola Desa Jayamukti. Pawai ini diikuti antusiasme warga dari berbagai kalangan, termasuk Camat Banyusari dan Kapolsek Banyusari sangat antusias ikuti pawai,kemudian dilanjutkan dengan tradisi Baritan bersama, pembacaan dzikir, serta doa bersama bagi kemakmuran dan keselamatan desa.

Agenda tahunan ini turut hadir Camat Banyusari Tri Warakanti, S.STP., M.Pd.Kapolsek Banyusari Iptu Sugiarto,jajaran TNI-Polri,Karang Taruna Kecamatan Banyusari Kasja,jajaran Pemerintahan Desa,tokoh lintas agama, serta organisasi kepemudaan setempat untuk memastikan ketertiban selama arak-arakan berlangsung.Kebersamaan tampak begitu kuat, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terpelihara di tengah perkembangan zaman.

Baca juga Kebersamaan Masyarakat dalam Perayaan Tradisi Hajat Bumi di Desa Jayamukti Kecamatan Banyusari

Jiteung saat di konfirmasi oleh media usai doa bersama mengatakan”Hajat Bumi bukan sekadar rutinitas adat atau pesta rakyat biasa. Bagi kita di dunia pendidikan, momentum ini adalah ruang belajar yang sangat berharga.Melalui kegiatan ini, kita sedang memberikan contoh untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak kita dan mengenalkan budaya lokal agar tidak tergerus oleh zaman,sehingga anak-anak bangga akan identitas dan akar budaya adat istiadat” Tuturnya.”ER”