Sekda Sukabumi Ikuti Rakornas Percepatan Verval Pembangunan Gerai KDKMP Bersama Kementerian Koperasi RI

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Verifikasi dan Validasi Pembangunan Fisik Gerai Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/08/2026).

Rakor yang diselenggarakan bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia tersebut membahas kesiapan pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan KDKMP sebelum memasuki tahap operasional. Sekda didampingi Staf Ahli Bupati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Inspektur, serta kepala perangkat daerah terkait, di antaranya DKUKM, DPMD, DPU, Disperkim, dan Bagian Administrasi Pembangunan.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI Dr. Ir. Herbert Siagian, M.Sc. menyampaikan bahwa proses verifikasi dan validasi (verval) merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik maupun administrasi sebelum gerai KDKMP dioperasionalkan.

Baca juga Butuh Uluran Tangan, Anak Yatim Warga Cidahu Sukabumi Menderita Kanker Mata Stadium 4, Masih Jalani Perawatan di Bandung

Secara nasional, terdapat sekitar 37.000 titik pembangunan fisik gerai KDKMP yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Proses verifikasi dan validasi akan dilakukan oleh tim verifikator di daerah untuk memastikan kondisi pembangunan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami menargetkan pada akhir September atau awal Oktober mendatang, gudang gerai yang pembangunannya telah mencapai 100 persen sudah dapat beroperasi penuh,” ujarnya.

Herbert juga menjelaskan bahwa proses verval mencakup sejumlah aspek, mulai dari kondisi fisik bangunan, kesesuaian dokumen administrasi, kelengkapan peralatan pendukung, hingga penetapan status kelayakan gerai untuk dioperasionalkan.

“Proses verval ini bertugas memastikan fakta kondisi fisik bangunan di lapangan, kesesuaian dokumen, kelengkapan peralatan pendukung, hingga menetapkan status kelayakannya untuk segera beroperasi,” jelasnya.

Baca juga Satpolairud Polres Sukabumi Temukan Jasad Korban Tenggelam Asal Jakarta di Perairan Pantai Dolpin Citepus Palabuhanratu

Menindaklanjuti hasil rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan melakukan koordinasi antarperangkat daerah terkait guna mendukung kelancaran proses verifikasi dan validasi pembangunan gerai KDKMP di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat memastikan proses verval berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan data yang akurat mengenai kesiapan sarana dan prasarana KDKMP. Selanjutnya, hasil verifikasi menjadi bagian dari tahapan persiapan operasional koperasi sehingga dapat mendukung penguatan aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

(Rm)

Butuh Uluran Tangan, Anak Yatim Warga Cidahu Sukabumi Menderita Kanker Mata Stadium 4, Masih Jalani Perawatan di Bandung

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Kabar memilukan datang dari Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Seorang anak yatim bernama Khairurizal Aghna Ruswandi diketahui menderita kanker mata stadium 4 dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis (21/08/2026).

Ibu kandung Aghna, Arlis R Andari, menceritakan kondisi putranya mulai terdeteksi sekitar enam minggu lalu di Bandung. Selama kurun waktu itu, Aghna sudah tiga kali menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Setelah sempat pulang ke rumah singgah, ia kembali dirawat di Bandung dan baru saja menjalani kemoterapi selama empat hari berturut-turut,” ungkap Arlis.

Baca juga Satpolairud Polres Sukabumi Temukan Jasad Korban Tenggelam Asal Jakarta di Perairan Pantai Dolpin Citepus Palabuhanratu

Saat ini Aghna masih berada di rumah singgah di Bandung. Ia belum bisa pulang ke Cidahu karena masih memiliki jadwal pemeriksaan rutin ke Poli Syaraf di RSHS.

“Saat ini Aghna masih berada di rumah singgah di Bandung, dan belum bisa pulang ke Cidahu karena masih memiliki jadwal pemeriksaan rutin ke Poli Syaraf di RSHS,” ujar Ibu Aghna.

Kondisi Aghna yang merupakan anak yatim membuat keluarga sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

Saat ini korban membutuhkan sentuhan dan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar dapat meringankan beban keluarga selama Aghna menjalani pengobatan di Bandung.

Kepedulian dan Uluran Bantuan Anda bisa disalurkan melalui :

Arilis Ratu Andari (Ibunda Pasien)
0857-2076-8878 (Whatsapp)

1290328957
Rek. BCA
A/n Arilis Ratu Andari

 

(Rama)

Satpolairud Polres Sukabumi Temukan Jasad Korban Tenggelam Asal Jakarta di Perairan Pantai Dolpin Citepus Palabuhanratu

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Satpolairud Polres Sukabumi bersama Basarnas Kabupaten Sukabumi berhasil menemukan dan membantu mengevakuasi korban laka laut/tenggelam atas nama Ahmad Nadif Fadilah (21) yang sebelumnya dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Korban ditemukan pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekira pukul 17.20 WIB, di perairan Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan korban bermula saat personel Basarnas bersama Satpolairud Polres Sukabumi melaksanakan patroli pencarian di wilayah perairan mulai dari sekitar Pantai Citepus hingga Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak.

Baca juga “Nol Rupiah dari Tan Kian”: Hotman Paris Gempur Dakwaan Suap Rp50 Miliar, Tanya Balik Logika Hukum Kejagung

Saat melintas di sekitar perairan Pantai Dolpin Citepus, petugas Basarnas melihat jasad yang mengapung di permukaan laut. Setelah didekati, jasad tersebut diketahui merupakan seorang laki-laki yang masih mengenakan pakaian berupa baju putih dan celana yang identik dengan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Selanjutnya, personel Basarnas bersama Satpolairud Polres Sukabumi melakukan evakuasi terhadap jasad korban dari perairan menuju daratan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan visum et repertum.

Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi, S.Pd., membenarkan penemuan korban tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya turut membantu proses evakuasi bersama Basarnas.

“Korban berhasil ditemukan di perairan Pantai Dolpin Citepus dalam kondisi meninggal dunia. Personel Satpolairud Polres Sukabumi bersama Basarnas kemudian membantu proses evakuasi korban dari perairan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Palabuhanratu,” ujar AKP Dadi.

Baca juga Miris, Pemda Kaur Hibahkan Dana ke Vertikal Miliaran Rupiah, Fasilitas Sekolah di PKLK Rusak Parah

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi, S.Pd., menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban serta apresiasi kepada seluruh personel yang telah terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

“Bapak Kapolres Sukabumi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta apresiasi kepada seluruh tim Basarnas, TNI AL dan Satpolairud yang telah berupaya maksimal selama proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Polres Sukabumi juga berkomitmen membantu keluarga korban dalam proses evakuasi dan pemulangan jenazah,” ujar Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi, S.Pd.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan. Kami juga menghimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi arahan petugas saat beraktivitas di kawasan pantai,” pungkasnya.

Korban diketahui bernama Ahmad Nadif Fadilah, laki-laki, kelahiran Jakarta, 30 Maret 2005, berstatus pelajar/mahasiswa dan berdomisili di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dalam proses pencarian hingga evakuasi, Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas Kabupaten Sukabumi dan personel TNI AL terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

Baca juga KPK Bongkar Skandal “Audit Titipan”: Dugaan Pengondisian Hasil BPK Bukan Kasus Tunggal di Muara Enim, Melainkan Praktik Sistemik di Berbagai Daerah

Sementara itu, Abdul Mutolib, paman korban, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.

“Alhamdulillah, kami dari pihak keluarga sangat bersyukur karena setelah selama tiga hari dilakukan pencarian, akhirnya jenazah ponakan kami berhasil ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Sukabumi beserta seluruh tim yang telah membantu, mulai dari Basarnas, TNI AL, hingga Polairud yang terus melakukan pencarian dari pagi, siang, sore sampai malam,” ujar Abdul Mutolib.

Abdul Mutolib juga mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan Kapolres Sukabumi kepada keluarga korban, termasuk dalam proses pemulasaraan hingga pengantaran jenazah ke rumah duka.

“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres Sukabumi yang telah menanggung seluruh biaya, mulai dari persiapan, pemandian jenazah, peti, ambulans, sampai mengantarkan jenazah ke rumah duka. Semoga Bapak Kapolres selalu diberikan kesehatan, rezekinya dilancarkan dan dimudahkan dalam setiap urusannya,” ungkapnya.

Baca juga Diduga Korupsi Rp. 574 Juta, Kaur Keuangan Desa Ciheulangtonggoh Di Bui Kejari Sukabumi

AKP Dadi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai.

“Kami menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang dan situasi di sekitar pantai serta mematuhi imbauan petugas demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi berjalan dengan aman dan kondusif. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.

(Rama)

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ciwaru: Merawat Ingatan, Meneguhkan Persatuan, dan Menghidupkan Kembali Makna Kemerdekaan

KUNINGAN, jurnaltipikor.com — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ciwaru berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan semarak. Seluruh rangkaian prosesi berjalan secara terstruktur, mencerminkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah ruang reflektif untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang perjuangan, pengorbanan, persatuan, serta tanggung jawab generasi hari ini terhadap masa depan bangsa.

Upacara yang diikuti oleh perwakilan dari 12 Desa se-Kecamatan Ciwaru tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kesadaran kebangsaan. Perbedaan latar belakang, profesi, usia, dan peran sosial melebur dalam satu identitas yang sama: Indonesia.
Prosesi diawali dengan langkah tegap dan penuh disiplin Pasukan Pengibar Bendera Kecamatan Ciwaru. Dengan gerakan yang presisi, tegas, dan terukur, pasukan pengibar bendera sukses melaksanakan tugas menaikkan Sang Merah Putih. Setiap langkah dan gerakan menjadi simbol bahwa kemerdekaan selalu membutuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteguhan dalam menjaganya.

Baca juga Polres Sukabumi Ungkap Penyalahgunaan LPG 3 Kg Subsidi yang Dipindahkan ke Tabung 12 Kg dan 50 Kg, 2 Orang Tersangka Diamankan

Suasana semakin menggetarkan ketika Obade Kecamatan Ciwaru mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Alunan suara yang indah, kuat, dan penuh semangat tersebut membangun suasana patriotik yang mendalam. Lagu kebangsaan tidak sekadar dinyanyikan sebagai rangkaian protokoler, tetapi menjadi suara batin yang mengingatkan seluruh peserta bahwa Indonesia dibangun melalui perjalanan sejarah yang panjang, penuh pengorbanan dan persatuan.

Dalam prosesi tersebut, Camat Ciwaru, RUSMIADI, AP., S.Sos., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan suara lantang, tegas, dan penuh kewibawaan, Camat Ciwaru membacakan sambutan Bupati Kuningan sekaligus menyampaikan pesan kebangsaan kepada seluruh peserta upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Rusmiadi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti upacara dengan penuh disiplin, tertib, serta khidmat.

“Terima kasih kepada seluruh peserta upacara dari 12 desa se-Kecamatan Ciwaru serta seluruh unsur yang telah berpartisipasi. Kehadiran dan kekhidmatan kita pada hari ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pahlawan dan komitmen kita dalam menjaga semangat kemerdekaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut.

Baca juga Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Teddy Setiadi Ajak Jaga Persatuan dan Kerukunan

Kehadiran Wawan Romliansah, S.Pd.I., Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, turut memberikan warna penting dalam prosesi peringatan kemerdekaan. Ia mengikuti rangkaian upacara detik-detik Proklamasi di Kecamatan Ciwaru dan membacakan teks Proklamasi dengan lantang, tegas, dan penuh semangat.

Pembacaan teks Proklamasi tersebut menjadi sebuah perjalanan singkat menuju masa lalu—menghadirkan kembali momen ketika bangsa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka. Proklamasi bukan hanya teks sejarah, tetapi merupakan deklarasi keberanian sebuah bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.
Kemerdekaan sebagai Tanggung Jawab Moral.

Peringatan kemerdekaan pada hakikatnya tidak berhenti pada penghormatan terhadap masa lalu. Kemerdekaan juga menghadirkan pertanyaan moral kepada generasi sekarang: apa yang telah kita lakukan dengan kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu?

Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik. Ia harus diterjemahkan menjadi kebebasan untuk memperoleh pendidikan, kesempatan ekonomi, keadilan sosial, pelayanan publik yang baik, serta kehidupan masyarakat yang bermartabat.

Dalam perspektif filosofis, kemerdekaan merupakan warisan sekaligus amanah. Ia diwariskan oleh para pejuang, tetapi dipertanggungjawabkan oleh generasi setelahnya.

Hal tersebut sejalan dengan refleksi yang disampaikan Samsi Nugraha, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Ciwaru, yang mengutip pemikiran Bung Karno: “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Baca juga ‎Janji Tinggal Janji “Seribu Jalan Mulus” Dipertanyakan, Aktivis Kaur: Kenyataannya Banyak Jalan Hancur

Pernyataan tersebut menjadi relevan untuk direnungkan dalam konteks kehidupan bangsa hari ini. Jika dahulu perjuangan diarahkan untuk mengusir penjajahan, maka perjuangan generasi sekarang memiliki bentuk yang berbeda: melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, intoleransi, disinformasi, kesenjangan sosial, serta berbagai bentuk persoalan yang dapat menggerus persatuan bangsa.

Menurut Samsi Nugraha, momentum hari lahir bangsa Indonesia hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat harapan terhadap hadirnya kesejahteraan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang beradab.

Harapan tersebut pada dasarnya merupakan inti dari cita-cita kebangsaan. Kemerdekaan akan kehilangan maknanya apabila belum mampu menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, manusiawi, dan bermartabat.

Dari Seremoni Menuju Refleksi
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ciwaru pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial. Ia menjadi ruang perjumpaan antara sejarah dan masa depan.

Bendera Merah Putih yang berkibar bukan hanya simbol negara, tetapi juga simbol dari sebuah cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Langkah tegap pasukan pengibar bendera mengajarkan disiplin. Lagu Indonesia Raya menghidupkan nasionalisme. Pembacaan Proklamasi mengingatkan pada keberanian sejarah. Sementara kehadiran masyarakat dari 12 desa memperlihatkan bahwa persatuan Indonesia tumbuh dari komunitas-komunitas kecil yang terus menjaga kebersamaan.

Filosofi kemerdekaan sesungguhnya sederhana: bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati masa lalunya, membaca tantangan zamannya, dan menyiapkan masa depannya.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ciwaru diharapkan tidak berhenti ketika upacara selesai. Semangat kemerdekaan harus dibawa kembali ke desa, ke ruang pendidikan, ke lingkungan masyarakat, ke pelayanan publik, serta ke setiap ruang kehidupan warga. Sebab, kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang dirayakan setiap tahun, tetapi nilai yang harus diperjuangkan setiap hari.

Dari Ciwaru, semangat itu kembali diteguhkan: Indonesia merdeka bukan sekadar karena pernah memproklamasikan kemerdekaan, tetapi karena setiap generasi bersedia menjaga, mengisi, dan memperjuangkan makna kemerdekaan tersebut. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.Merdeka bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab sejarah.

(Deden)

Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Teddy Setiadi Ajak Jaga Persatuan dan Kerukunan

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Semangat kemerdekaan kembali menggema. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari fraksi partai Gerindra, Teddy Setiadi, menghadiri Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Parungkuda yang digelar di Monumen Perjuangan Palagan Bojongkokosan, Senin (17/08/2026).

Dalam suasana khidmat, upacara tersebut diikuti jajaran Forkopimcam, Kepala Desa se-Kecamatan Parungkuda beserta perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan lainnya dan masyarakat.

Peringatan Kemerdekaan RI ke-81 tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema tersebut menjadi semangat bersama dalam mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan gotong royong.

Pada kesempatan itu, Teddy Setiadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman.

“Mari kita jadikan momentum HUT RI ke-81 ini untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.

Baca juga ‎Aktivis Kaur: “Kami Bukan Londo Ireng”, Tolak Intimidasi Terhadap Jurnalis

Teddy juga menekankan pentingnya meneladani semangat para pejuang yang gugur di Palagan Bojongkokosan. Menurutnya, nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar cinta tanah air tidak pernah padam.

Upacara berlangsung khidmat dan lancar. Pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka Kecamatan Parungkuda menjadi puncak acara yang disaksikan seluruh peserta.

Dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan HUT RI ke-81 di Parungkuda diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat persatuan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

(Rama)

35 Paskibraka Terbaik Parungkuda Dikukuhkan, Camat Parungkuda Harap Upacara 17 Agustus Berjalan Lancar

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Sebanyak 35 anak-anak Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik se-Kecamatan Parungkuda resmi dikukuhkan di Aula BRMP Tanaman Industri dan Penyegar, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (16/08/2026).

Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Camat Parungkuda, Hasanudin, S.STP.,M.Si., untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monumen Perjuangan Bojongkokosan.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Parungkuda, Hasanudin, S.STP.,M.Si., mengucapkan rasa syukur atas dilantiknya 35 anggota Paskibraka pilihan.

“Saya bersyukur hari ini sebanyak 35 anak-anak Paskibraka terbaik dari Kecamatan Parungkuda telah dilantik. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua,” ucapnya.

Hasanudin berharap, pelaksanaan kegiatan upacara Hari Kemerdekaan RI ke-81 di tingkat Kecamatan Parungkuda dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Baca juga Budi Azhar Mutawali Hadiri Apel Kebangsaan Yang Digelar Polres Sukabumi “Jaga Rawat Jawa Barat Untuk Indonesia”

Ia pun memberikan pesan khusus kepada para Paskibraka agar menjaga kondisi fisik jelang pelaksanaan tugas.

“Saya imbau anak-anak agar istirahat lebih awal, sekitar jam 20.30 harus sudah istirahat agar besok dapat melaksanakan tugas pada upacara kemerdekaan RI ke-81 dengan kondisi fisik yang prima,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan para Paskibraka dapat menjalankan tugas pengibaran bendera dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebangsaan pada upacara 17 Agustus mendatang.

(Rama)

Budi Azhar Mutawali Hadiri Apel Kebangsaan Yang Digelar Polres Sukabumi “Jaga Rawat Jawa Barat Untuk Indonesia”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., menghadiri Apel Kebangsaan yang digelar Polres Sukabumi bertajuk “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia”.

Apel tersebut berlangsung di Lapangan Apel Polres Sukabumi, pada Jumat (14/08/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati H. Andreas, S.E., Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, serta unsur Forkopimda lainnya.

Selain jajaran TNI-Polri dan perangkat daerah, apel ini juga diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, ormas, dan berbagai komunitas di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Keluarga Korban Kasus Pemerkosaan Anak di Kaur Apresiasi Kinerja Polres , Desak Hukuman Maksimal

Dalam kesempatan tersebut, Budi Azhar Mutawali mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi.

“Dengan menjaga dan merawat kerukunan serta alam, maka Indonesia akan menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya.

Kehadiran pimpinan daerah bersama masyarakat dalam satu barisan apel menjadi simbol sinergitas dalam menjaga kondusivitas dan merawat nilai-nilai kebangsaan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ditutup dengan pekik bersama “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia” sebagai semangat bersama untuk terus menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI.

(Rama)

Kantor Kecamatan Cidahu Dibangun, Wabup Dan Kadis Perkim Lakukan Peletakan Batu Pertama

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E., lakukan peletakan Batu Pertama/Ground Breaking Pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Cidahu, pada Jumat (14/08/2026).

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dimulainya pembangunan infrastruktur penting tersebut. Dirinya pun mengatakan, bahwa pembangunan ini untuk mewujudkan fasilitas pelayanan publik yang lebih baik.

Wabup menjelaskan akan pentingnya transparansi, kekompakan, dan pengawasan bersama agar pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan berkualitas

“Saya mengajak semua pihak mendukung pembangunan termasuk yang ada di Kecamatan Cidahu,” tegasnya.

Baca juga Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Disdik Kabupaten Sukabumi Panggil Oknum Guru dan Kepsek SMPN 2 Ciracap

Wabup juga memberikan perhatian terhadap persoalan sosial dan kesehatan diantaranya penanganan masalah stunting. Karena itu dirinya mengajak Camat, Kepala Desa, petugas posyandu, dan seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas dan tanggung jawab bersama.

Dilokasi yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata respons pemerintah atas aspirasi masyarakat.

“Pembangunan ini merupakan manifestasi dari usulan masyarakat dan salah satu komitmen utama pemerintah daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang prima. Kami menyadari perlunya sarana prasarana yang jauh lebih maksimal untuk melayani warga Kecamatan Cidahu,” Pungkasnya.

(Rama)

Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Disdik Kabupaten Sukabumi Panggil Oknum Guru dan Kepsek SMPN 2 Ciracap

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi kembali tercoreng oleh perbuatan salahseorang oknum guru yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ciracap yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang wanita yang berstatus istri orang.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi pun bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk terkait adanya dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru di wilayah Kecamatan Ciracap tersebut.

Kamis, 13/08/2026 sekitar pukul 13.00 WIB, Dinas Pendidkan melalui Ketua Tim Kepegawaian memanggil dan melakukan pembinaan kepada guru yang bersangkutan serta Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Ciracap.

“Kemarin kami melakukan proses pembinaan kepada Guru dan juga sekaligus kepada Kepala SMPN 2 Ciracap, sebagai tindak lanjut adanya laporan yang masuk,” kata Ketua Tim Kepegawaian, Helliana, kepada awak media jurnaltipikor.com, Jum’at, (14/08/2026).

Baca juga Terima Aduan Masyarakat, Perumda AM TJM Cabang Parungkuda Langsung Perbaiki Pipa Bocor

Lebih lanjut, Helliana juga telah melaksanakan permintaan klarifikasi dengan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Hasil klarifikasi tersebut selanjutnya akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami secara khusus sudah melaksanakan permintaan klarifikasi dengan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan yang selanjutnya akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Baca juga Diduga Salah Seorang Oknum Guru di SMPN 2 Ciracap Lakukan Pelecehan Seksual, Suami Korban Laporkan ke Polisi

Helliana, memastikan akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama kepolisian. Pasalnya, informasi yang diterima menyebutkan laporan dari korban saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum.

“Untuk kaitan penerapan disiplin pegawai, salah satu tugas kami, kami akan berkoordinasi dengan BKPSDM terkait proses lanjutannya,” tambahnya.

Pihak Disdik menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran disiplin dan kode etik guru, serta memastikan proses berjalan transparan dan sesuai aturan.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum di kepolisian masih berjalan dan Disdik menunggu hasil koordinasi dengan BKPSDM untuk langkah lanjutan terhadap oknum guru tersebut.

(Rama)

Terima Aduan Masyarakat, Perumda AM TJM Cabang Parungkuda Langsung Perbaiki Pipa Bocor

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Respon cepat ditunjukkan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri AM TJM Cabang Parungkuda dalam menangani aduan pelanggan. Petugas langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki pipa bocor yang dilaporkan warga, Kamis sore 13/08/2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Lokasi perbaikan berada di Kampung Kompa, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda. Pipa yang bocor sempat menyebabkan aliran air terganggu dan genangan di jalan, sehingga dikeluhkan warga sekitar.

Menurut keterangan petugas di lapangan, aduan tersebut masuk melalui saluran pengaduan Perumda AM TJM Cabang Parungkuda. Tidak lama setelah menerima laporan, tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi.

“Begitu ada laporan dari masyarakat, kami langsung cek ke lapangan. Ini memang harus segera ditangani agar pelayanan air ke pelanggan tidak terganggu dan tidak menimbulkan pemborosan air,” ujar salah satu petugas

Baca juga Diduga Salah Seorang Oknum Guru di SMPN 2 Ciracap Lakukan Pelecehan Seksual, Suami Korban Laporkan ke Polisi

Warga Kampung Kompa mengapresiasi kecepatan penanganan dari pihak Perumda. Mereka berharap pelayanan dan respon cepat seperti ini terus dipertahankan.

“Kami senang cepat ditangani. Baru lapor sore, langsung ada petugas yang datang dan perbaiki. Terima kasih untuk Perumda AM TJM Parungkuda,” kata salah seorang warga.

Pihak Perumda AM TJM Cabang Parungkuda mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan kebocoran pipa atau gangguan layanan air, agar dapat segera ditindaklanjuti demi kelancaran distribusi air bersih.

(Rama)