Ketua DPW IWO Indonesia Imam Syafe’i Paparkan 3 Program Prioritas Dalam Rakor Koordinasi para Ketua DPD Se-Jawa Barat

Kab.Bandung, JURNAL TIPIKOR,-Ikatan Wartawan Online IWO Indonesia ( IWO I ) menggelar Rapat Koordinasi ( Rakor ) para Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Se-Jawa Barat.

Kegiatan berlangsung di Grand Sunshine Resort & Convention, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (30/08/2026).

Rakor tersebut dihadiri Ketua Umum DPP IWO Indonesia, Dr. NR. lcang Rahardian, S.H.,M.H., Ketua DPW IWO Indonesia Jawa Barat, Imam Syafe’i, S.Pd.,M.Pd., para Ketua DPD IWO Se-Jawa Barat beserta jajaran kepengurusan.

Baca juga SKANDAL MASJID AR-ROZZAQ: KEPENGURUSAN TANPA SK DINYATAKAN ILEGAL — TERANCAM PIDANA PENGGELAPAN DANA UMAT

Dalam sambutannya, Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, S.H.,M.H., memberikan apresiasi atas terselenggaranya rakor. Ia berpesan agar seluruh jajaran IWO Indonesia tetap solid, aktif dan terus berkarya dengan menyajikan berita yang berimbang, akurat, dan mengedukasi. Ia pun mengarahkan kepada DPW dan semua DPD untuk bisa berkoordinasi dengan pimpinan-pimpinan daerah

“Kawal terus semua program yang pemerintah jalankan. Buka komunikasi dengan semua kalangan, baik itu Bupati beserta OPD, DPRD, Kepolisian, Kejaksaan dan Swasta,” ujar Icang.

Icang berharap, IWO Indonesia baik di tingkat pusat, wilayah, maupun daerah semakin maju dan dapat memberikan banyak kemanfaatan melalui penyajian informasi kepada publik.

“Semoga kedepan, IWO Indonesia semakin berkembang dan berjaya,” harapnya.

Baca juga PERESMIAN BERUBAH JADI PETAKA: Jembatan Pongpet Pangandaran Anjlok Sesaat Setelah Bupati Citra Potong Pita, Akses Wisata Margacinta Lumpuh

Icang pun menyampaikan dalam rakor tersebut, bahwa di bulan Desember yang akan datang IWO Indonesia akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakornas). Bandung menjadi lokasi yang dipilih digelarnya kegiatan Rakornas IWO Indonesia.

“Di bulan Desember nanti, kita akan menggelar Rakornas yang insyaAllah akan kita laksanakan di Bandung,” ucapnya.

Sementara itu, Imam Syafe’i, S.Pd.,M.Pd., selaku Ketua DPW IWO Indonesia Jawa Barat yang baru mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Umum dan rekan-rekan DPD Se-Jawa Barat yang telah hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Imam menyampaikan 3 program prioritas yang akan dijalankan pada periode kepemimpinannya 2026-2031, yaitu :

1. Konsolidasi Internal
2. Konsolidasi Eksternal dan Kemitraan
3. Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Anggota

“DPW dan DPP juga seluruh DPD khususnya Se-Jawa Barat semoga dapat terus mempertahankan kesolidan dan inten berkomunikasi agar IWO Indonesia dapat terus berkembang dan berkarya serta berjaya khususnya di Jawa Barat,” ungkap Imam Syafei.

Rakor ditutup dengan diskusi dan penyusunan program kerja bersama untuk memperkuat peran IWO Indonesia sebagai organisasi profesi wartawan online yang profesional dan berintegritas.

(Rama)

PERESMIAN BERUBAH JADI PETAKA: Jembatan Pongpet Pangandaran Anjlok Sesaat Setelah Bupati Citra Potong Pita, Akses Wisata Margacinta Lumpuh

PANGANDARAN, JURNAL TIPIKOR– Sebuah ironi pahit menyelimuti Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Belum genap 24 jam sejak pita peresmian dipotong, Jembatan Pongpet—yang dijanjikan sebagai ikon baru akses wisata dan budaya—runtuh tak berdaya. Insiden mengerikan ini terjadi pada Minggu (30/8/2026), tepat saat rombongan pejabat dan warga melintasi struktur tersebut usai acara peresmian yang dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.

Fakta di lapangan berbicara lebih keras daripada pidato seremonial. Sesaat setelah upacara selesai, salah satu bagian konstruksi jembatan mengalami kegagalan struktural mendadak. Laporan saksi mata menyebut puluhan orang berada di atas jembatan ketika bencana infrastruktur itu terjadi. Untungnya, nyawa manusia masih diselamatkan; tidak ada korban jiwa dalam insiden yang seharusnya menjadi momen kebanggaan tersebut. Namun, trauma psikologis bagi para korban dan kepercayaan publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur daerah telah retak parah.

Baca juga Mandat Kembali di Tangan Kiai Miftachul: AHWA Kukuhkan Kepemimpinan Rais Aam PBNU 2026-2031 di Jombang

Hingga Senin pagi, 31 Agustus 2026, penyebab pasti keruntuhan masih diselimuti kabut ketidakpastian. Otoritas terkait belum merilis hasil investigasi teknis, meninggalkan ruang spekulasi liar di tengah masyarakat: Apakah ini kelalaian pengawasan? Material di bawah standar? Atau perhitungan rekayasa yang cacat sejak awal?

Keruntuhan Jembatan Pongpet bukan sekadar hilangnya beton dan besi, melainkan pukulan telak bagi ekosistem pariwisata lokal. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Sasak Pongpet (Jembatan Pongpet) bukan sekadar alat penyeberangan, melainkan terdaftar resmi sebagai daya tarik utama Desa Wisata Margacinta. Jembatan ini adalah gerbang vital yang menghubungkan potensi wisata alam, seni, dan budaya desa tersebut dengan dunia luar. Dengan anjloknya jembatan ini, akses menuju kawasan wisata terputus, dan mimpi ekonomi kreatif warga Margacinta ikut terhempas ke dasar sungai.

Publik kini menuntut transparansi penuh. Rakyat tidak menerima alasan “kekuatan alam” atau “faktor tak terduga” untuk kegagalan struktur yang baru saja diresmikan dengan gegap gempita. Pertanyaan besar menggantung di udara: Siapa yang harus bertanggung jawab atas bangunan yang roboh sebelum sempat benar-benar berfungsi?

Baca juga NERAKA AIR DI HIMALAYA: 633 Nyawa Melayang, 3.000 Jiwa Lenyap Ditelan Banjir Bandang Nepal-China

Kami mendesak Pemkab Pangandaran dan pihak kontraktor untuk segera membuka data uji kelayakan, spesifikasi material, dan laporan pengawasan proyek kepada publik. Keadilan bagi warga Margacinta bukan hanya tentang perbaikan fisik jembatan, tetapi tentang akuntabilitas moral dan hukum dari mereka yang memegang amanah pembangunan.

Tentang Desa Wisata Margacinta:
Desa Margacinta dikenal sebagai kantong budaya dan wisata alam di Kecamatan Cijulang. Jembatan Pongpet sebelumnya menjadi simbol konektivitas yang mendukung pergerakan wisatawan menuju berbagai spot wisata alami dan pertunjukan seni tradisional setempat.

(Red)

Manfaatkan HUT Desa Pondokkaso Landeuh Ke-62, Disdukcapil dan Kecamatan Parungkuda Gelar Pelayanan Adminduk

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dukcapil Wilayah Cicurug bersama Pemerintah Kecamatan Parungkuda menggelar pelayanan administrasi kependudukan Adminduk.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Desa Pondokkaso Landeuh ke-62 yang berlokasi di Lapang Molak, Jl. Purwasari-Warungceuri, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, pada Sabtu (29/08/2026).

Pelayanan Adminduk ini dihadiri langsung oleh Kepala UPTD Disdukcapil Wilayah Cicurug, Ahmad Kurniawan, S.IP.

Baca juga Camat Parungkuda Hadiri HUT Desa Pondokkaso Landeuh Ke-62, Camat Ucapkan Selamat Dan Apresiasi

Tujuan kegiatan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memeriahkan peringatan HUT desa Pondokkaso Landeuh Ke-62.

Adapun jenis pelayanan yang diberikan meliputi :
1. Perekaman KTP-el Pemula
2. Pencetakan KK
3. Akta Kelahiran dan Akta Kematian
4. Aktivasi IKD
5. Konsultasi Adminduk

Di lokasi acara, Ahmad Kurniawan, S.IP, mengatakan pelayanan jemput bola ini merupakan komitmen Disdukcapil untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor.

“Kami ingin memastikan warga Desa Pondokkaso Landeuh dan sekitarnya bisa mendapatkan layanan Adminduk secara cepat, mudah, dan gratis. Manfaatkan momentum HUT desa ini untuk melengkapi administrasi kependudukan,” ujarnya.

Baca juga Pemerintah Kecamatan Parungkuda Gelar Acara Pisah Sambut, Hasanudin “Siap Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat”

Warga tampak antusias mengikuti pelayanan tersebut. Sejumlah warga mengaku terbantu karena bisa langsung mengurus KTP, KK, akta kelahiran, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di lokasi acara.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Parungkuda dan Pemerintah Desa Pondokkaso Landeuh. Diharapkan pelayanan serupa bisa terus digelar di desa-desa lain di wilayah Kecamatan Parungkuda.

(Rama)

Camat Parungkuda Hadiri HUT Desa Pondokkaso Landeuh Ke-62, Camat Ucapkan Selamat Dan Apresiasi

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Camat Parungkuda, Hasanudin, S.STP.,M.Si., menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Pondokkaso Landeuh ke-62. Acara berlangsung meriah di Lapang Sepakbola Molak, Jln. Purwasari-Warungceuri, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (29/08/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, Ujang Sopandi, beserta jajaran perangkat desa, BPD, Kapolsek Parungkuda, Danramil Parungkuda diwakili Bhabinsa, Tokoh Masyarakat, PKK, Karang Taruna, dan warga masyarakat Desa Pondokkaso Laandeuh

Dalam sambutannya, Camat Parungkuda, Hasanudin, mengucapkan selamat HUT Desa Pondokkaso Landeuh Ke-62 dan mengapresiasi semangat kebersamaan warga Desa Pondokkaso Landeuh dalam memperingati HUT desa. Ia berharap, usia ke-62 ini menjadi momentum untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat Ulang Tahun Desa Pondokkaso Landeuh Ke-62, semoga dengan bertambahnya usia, pembangunan dapat semakin maju, pelayanan semakin baik, dan kekompakan warga terus terjaga,” ujar Hasanudin.

Baca juga Pemerintah Kecamatan Parungkuda Gelar Acara Pisah Sambut, Hasanudin “Siap Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat”

Sementara itu, Kades Pondokkaso Landeuh, Ujang Sopandi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Camat Parungkuda telah hadir serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan HUT Desa Pondokkaso Landeuh ke-62.

“Terimakasih Pak Camat sudah dapat hadir di acara HUT Desa Pondokkaso Landeuh Ke-62, ini adalah bukti kebersamaan kita. Mari kita terus bersinergi membangun Desa Pondokkaso Landeuh yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Ujang.

Rangkaian acara HUT diisi dengan berbagai perlombaan, pertunjukan seni, dan hiburan rakyat yang diikuti dengan sangat antusias oleh warga.

Perayaan HUT Desa Pondokkaso Landeuh ke-62 ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.

(Rama)

Pemerintah Kecamatan Parungkuda Gelar Acara Pisah Sambut, Hasanudin “Siap Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Pemerintah Kecamatan Parungkuda menggelar acara pisah sambut Camat, Senin (25/08/2026). Kegiatan berlangsung di Aula kantor Kecamatan Parungkuda dan dihadiri jajaran Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, serta ASN di lingkungan Kecamatan Parungkuda.

Selain pergantian camat, acara juga menjadi momentum pisah sambut pejabat struktural. Pejabat yang berpindah di antaranya Muhamad Lazuardi Thaher, S.H. dan Asnawati, S.E., M.Si. Sementara itu, Ade Suhendra, S.T. memasuki masa purnabakti.

Dalam kesempatan yang sama, Kecamatan Parungkuda menyambut sejumlah pejabat baru, yakni Kikih Suhendar, S.P., Eli Yulia, S.P., S.Gz., Andi Fitriyandi, S.T., dan Lia Mukiwati Sukirman, S.E.

Baca juga 25 Kilometer Jalan Provinsi di Kaur Rusak Parah, Warga Tagih Tanggung Jawab Pemprov Bengkulu

Suasana semakin istimewa karena acara pisah sambut tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Camat Parungkuda yang baru, Hasanudin, S.STP., M.Si.

Dalam sambutannya, Camat Parungkuda yang baru, Hasanudin, menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya siap mengabdi dan melayani warga Parungkuda dengan sepenuh hati. Mari kita jaga sinergi dan kebersamaan agar pembangunan di kecamatan ini terus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Hasanudin.

Baca juga Tusuk Korban Dengan Golok, Seorang Pria Di Palabuhanratu Ditangkap Satreskrim Polres Sukabumi,

Hasanudin juga mengapresiasi dedikasi camat sebelumnya dan berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program-program pemerintah kecamatan dapat berjalan lancar.

Sementara itu, pejabat lama, Asep Sumantri, S.IP.,M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja sama selama menjabat. Ia berharap di bawah kepemimpinan Hasanudin, Kecamatan Parungkuda semakin maju dan pelayanan publik semakin optimal.

Acara pisah sambut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan ramah tamah serta penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghargaan.

(Rama)

Penutupan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Wabup Kuningan Apresiasi Pengabdian dan Karya Mahasiswa di Desa Sagaranten

KUNINGAN, jurnaltipikor.com-Rangkaian pengabdian mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, resmi ditutup dalam sebuah momentum penuh makna yang tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian, tetapi juga menjadi refleksi atas berbagai karya, gagasan, inovasi, serta kolaborasi yang telah dibangun selama mahasiswa berada di tengah masyarakat. Sabtu (22/08/2026).

Penutupan KKN tersebut menjadi semakin istimewa dengan hadirnya langsung Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang sekaligus membuka rangkaian kegiatan dan memberikan santunan kepada anak yatim secara simbolis. Kehadiran Wakil Bupati di tengah agenda pemerintahan yang padat menjadi bentuk perhatian sekaligus apresiasi terhadap proses pengabdian mahasiswa dan masyarakat Desa Sagaranten.

Bagi mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kehadiran Wakil Bupati bukan sekadar seremoni pemerintahan. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat membangun ekosistem kolaborasi yang menempatkan pengetahuan akademik sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Baca juga Perkuat Kapasitas Relawan, MDMC dan HW UM Kuningan Ikuti Latihan Gabungan Kebencanaan Se-Jawa Barat

Dalam perspektif akademik, KKN merupakan proses pembelajaran kontekstual yang mempertemukan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di ruang akademik dengan realitas sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan KKN tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meninggalkan manfaat, pengetahuan, kesadaran, serta embrio keberlanjutan bagi masyarakat.

WAKIL BUPATI: TERIMA KASIH TELAH MEMBUAT DESA SAGARANTEN SEMAKIN BERSINAR

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Sagaranten.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi karena mahasiswa tidak hanya hadir dengan kegiatan seremonial, tetapi membawa sejumlah program yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, pariwisata, hingga pertanian.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan merupakan bentuk sinergitas yang penting untuk terus dikembangkan. Terlebih, berbagai program KKN tersebut sebelumnya telah dipaparkan dan diaudiensikan langsung di ruang rapat Wakil Bupati Kuningan.

Kehadiran Wakil Bupati Kuningan dalam penutupan KKN menjadi semakin bermakna ketika agenda tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah warga.

Di tengah suasana penutupan yang penuh rasa syukur atas selesainya rangkaian program mahasiswa, perhatian kemudian diarahkan kepada persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Baca juga Haris Rusly Moti Bongkar ‘Halusinasi Politik’ Kelompok Senyap: Upaya Daur Ulang Kerusuhan Agustus 2025 Gagal Delegitimasi Prabowo

Wakil Bupati Kuningan mengunjungi rumah Bapak Ade Rojak, warga Dusun Sagara RT 003 RW 001, Desa Sagaranten, yang tinggal di rumah sementara berbahan kayu karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.

Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah pada hakikatnya bukan hanya berbicara mengenai infrastruktur berskala besar, pertumbuhan ekonomi, maupun pembangunan fasilitas publik. Pembangunan juga memiliki wajah yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: rumah yang layak, rasa aman, martabat keluarga, dan keberlangsungan kehidupan yang manusiawi.

Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Dalam perspektif sosial, rumah merupakan ruang pertama bagi seseorang untuk memperoleh rasa aman, membangun keluarga, menjalani kehidupan, dan menjaga martabat kemanusiaannya

Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pengabdian mahasiswa telah dibangun melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan, sehingga program yang dijalankan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan telah menyelesaikan pengabdian dengan berbagai program kerja. Terima kasih sudah membuat Desa Sagaranten semakin bersinar,” demikian pesan apresiasi yang disampaikan Wakil Bupati dalam momentum penutupan tersebut.

Baca juga  “Jual Akses ke Dirjen Bea Cukai”: KPK Bongkar Skandal Rizal Fadillah, Tawarkan Pertemuan Bisnis dengan Pejabat Puncak demi Kelancaran Impor Blueray Cargo

Wakil Bupati juga memberikan pesan penting kepada mahasiswa agar terus menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan unggul di berbagai bidang.

Pesan tersebut menjadi bekal moral bagi mahasiswa bahwa berakhirnya KKN bukan berarti berakhirnya tanggung jawab sosial. Justru, pengalaman hidup bersama masyarakat selama masa pengabdian diharapkan menjadi modal intelektual dan sosial bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.

DARI GAGASAN MENJADI KARYA

Selama melaksanakan KKN di Desa Sagaranten, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menghadirkan sejumlah program kerja yang dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya Taman Baca Masyarakat, pengembangan dan branding potensi wisata alam, pemberdayaan sektor pertanian, pembuatan pupuk organik cair (POC), pembuatan pestisida nabati, pengolahan hasil pertanian, hingga pembentukan dan pengembangan Bank Sampah Desa Sagaranten.

Taman Baca Masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun budaya literasi. Kehadiran ruang baca diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, berdiskusi, belajar, serta membangun kebiasaan membaca.

Sementara itu, melalui program branding wisata alam, mahasiswa berupaya membantu memperkenalkan potensi Desa Sagaranten melalui pendekatan komunikasi dan kreativitas generasi muda. Potensi lokal tidak cukup hanya dimiliki, tetapi perlu dikemas, dikenalkan, dan dikelola secara strategis agar memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Pada sektor pertanian, mahasiswa membangun sinergitas dengan unsur pertanian melalui program pembuatan pupuk organik cair, pestisida nabati, penanaman bibit, serta pengolahan hasil pertanian.

Pendekatan tersebut memiliki nilai strategis karena pertanian bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, peningkatan kapasitas petani, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Di bidang lingkungan, keberadaan Bank Sampah menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikelola sebagai bagian dari sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, program KKN di Desa Sagaranten memperlihatkan pendekatan multidimensional: pendidikan, lingkungan, pertanian, pariwisata, ekonomi masyarakat, serta penguatan kapasitas sosial berjalan dalam satu kerangka pengabdian.

## APRESIASI KEPADA PEMERINTAH DESA DAN SELURUH MITRA

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Sagaranten beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Sagaranten yang telah menerima, membina, mengarahkan, dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

Baca juga Wujud Cinta Dan Kepedulian, Polres Sukabumi Bangunkan Rutilahu Bagi Keluarga Korban Kebakaran

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Ciwaru, BPP Ciwaru, UPTD Pertanian Ciwaru, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan yang telah memberikan ruang kolaborasi dan dukungan terhadap berbagai program mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan turut hadir melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, sedangkan dari Dinas Pendidikan hadir Ibu Wiwi Fatmawati yang mewakili unsur Bidang Pendidikan Masyarakat.

Keterlibatan berbagai instansi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa memiliki dimensi kolaboratif yang luas. Perguruan tinggi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari jaringan pembangunan daerah yang melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan.

## SAMSI NUGRAHA: KOLABORASI PEMERINTAH DAN MAHASISWA MENJADI KEKUATAN DESA

Perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, Samsi Nugraha, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Kuningan yang telah memberikan perhatian serta dukungan kepada Desa Sagaranten dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Samsi mengapresiasi kesediaan Wakil Bupati untuk hadir secara langsung meskipun memiliki agenda pemerintahan yang sangat padat. Menurutnya, kehadiran tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Sagaranten dan mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan sebuah desa tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa memiliki peran masing-masing yang apabila disatukan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong perubahan.

“Tanpa dukungan Wakil Bupati dan tanpa peran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Desa Sagaranten tidak akan seperti ini,” menjadi salah satu pesan apresiasi yang disampaikan Samsi Nugraha dalam kegiatan tersebut.

Baca juga Gema Sholawat dan Semangat Kebangsaan: Sodong Basari Rayakan Maulid Nabi 1448 H dengan Sunat Massal dan Nuansa Merah Putih

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pembangunan desa merupakan proses kolektif. Desa tidak tumbuh hanya melalui satu institusi, tetapi melalui perjumpaan berbagai gagasan dan kepentingan yang diarahkan pada tujuan bersama.

## CAMAT CIWARU: JANGAN LUPAKAN SAGARANTEN DAN KECAMATAN CIWARU

Camat Ciwaru, **Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si.**, dalam sambutannya turut memberikan pesan emosional kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir dan mahasiswa nantinya kembali ke kampus maupun daerah asal masing-masing, pengalaman selama berada di Desa Sagaranten dan Kecamatan Ciwaru hendaknya tidak dilupakan.

“Meski nanti sudah tidak berada di Sagaranten lagi, jangan melupakan Desa Sagaranten dan Kecamatan Ciwaru.”

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak seharusnya berhenti ketika program KKN selesai. Jejak pengabdian dapat terus hidup melalui gagasan, komunikasi, pengalaman, dan hubungan sosial yang telah terbentuk.

KKN pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak program yang berhasil dilaksanakan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mengalami proses belajar dari masyarakat dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat dari kehadiran mahasiswa.

## PENUTUPAN BUKAN AKHIR, MELAINKAN AWAL KEBERLANJUTAN

Penutupan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten menjadi sebuah titik akhir sekaligus titik awal.

Titik akhir karena mahasiswa telah menyelesaikan rangkaian tugas akademik dan pengabdian masyarakat yang telah direncanakan. Namun, pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi keberlanjutan berbagai gagasan dan program yang telah dirintis.

Taman baca diharapkan terus menjadi ruang literasi. Bank Sampah diharapkan berkembang menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Program pertanian diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan pihak terkait. Potensi wisata alam diharapkan semakin dikenal dan dikelola secara berkelanjutan. Sementara itu, berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan kepada masyarakat diharapkan dapat diteruskan secara mandiri.

Secara akademik, keberlanjutan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kebermaknaan pengabdian. Program yang baik bukan hanya program yang selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, tetapi program yang mampu meninggalkan kapasitas dan kesadaran sehingga masyarakat dapat melanjutkannya.

## KOLABORASI YANG MENJADI WARISAN PENGABDIAN

Kehadiran Wakil Bupati Kuningan dalam penutupan KKN juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.

Mahasiswa hadir membawa energi intelektual dan kreativitas. Pemerintah hadir dengan kebijakan, kewenangan, serta dukungan pembangunan. Pemerintah desa hadir dengan pengetahuan terhadap kondisi masyarakat. Sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menjalankan dan menjaga keberlanjutan program.

Pertemuan keempat unsur tersebut menjadi sebuah ekosistem kolaborasi yang memungkinkan program pengabdian memiliki dampak lebih luas.

Apa yang telah dilakukan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Desa Sagaranten menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan makna tertingginya ketika mampu diterjemahkan menjadi kebermanfaatan.

Karena pada akhirnya, **ilmu bukan hanya tentang apa yang diketahui, tetapi tentang apa yang mampu diberikan kepada kehidupan.**

## TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA

Atas nama mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.; Kepala Desa Sagaranten beserta jajaran; Camat Ciwaru; BPP Ciwaru; UPTD Pertanian Ciwaru; Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan; Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan; Pemuda Muhammadiyah; seluruh tokoh masyarakat; pemuda; serta seluruh masyarakat Desa Sagaranten yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian mahasiswa.

Terima kasih atas penerimaan, kepercayaan, pendampingan, kritik, saran, dukungan, dan seluruh bentuk kolaborasi yang telah diberikan.

Penutupan KKN bukanlah perpisahan dalam makna yang sesungguhnya. Ia hanyalah perubahan ruang pengabdian: dari desa menuju kampus, dari lapangan menuju ruang intelektual, dan dari pengalaman menjadi pembelajaran yang akan dibawa mahasiswa dalam perjalanan kehidupan berikutnya.

Dari Sagaranten, mahasiswa belajar bahwa pembangunan bukan sekadar angka dan kebijakan, melainkan tentang manusia, harapan, gotong royong, dan keberanian untuk menghadirkan perubahan.

KKN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA — HADIR, BERKOLABORASI, MENGABDI, DAN MENINGGALKAN KARYA.

Sagaranten semakin bersinar, kolaborasi terus berjalan, dan pengabdian menjadi warisan yang tidak berhenti ketika mahasiswa kembali pulang.

(Deden)

Perkuat Kapasitas Relawan, MDMC dan HW UM Kuningan Ikuti Latihan Gabungan Kebencanaan Se-Jawa Barat

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR, jurnaltipikor.com-Dalam rangka meningkatkan kapasitas Relawan dalam pengetahuan Lembaga Resiliensi Bencana/ Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kab. Kuningan dan Hizbul Wathan UM Kuningan ikuti Latihan gabungan Se-jawa barat.

Latihan gabungan ini dilaksanakan pada Sabtu-Senin, 22-24 Agustus 2026 yang dihadiri oleh LRB/MDMC Se-Jawa Barat, LLHPB Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, LLHPB Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Jawa Barat, Perguruan Tinggi Muhammadiyah & Aisyiyah se-Jawa Barat, yang dihadiri langsung oleh MDMC Pusat, dan dibuka oleh Bendahara PWM Jawa barat

Kegiatan ini bertempat di Bumi Perkemahan d’Peak Bongkor, Cilengkrang, Kab. Bandung seusai dengan surat edaran dari MDMC Jawa Barat, Kabupaten Kuningan mengirimkan delegasinya sebanyak 5 orang MDMC dan 5 orang Hizbul Wathon.

Baca juga Haris Rusly Moti Bongkar ‘Halusinasi Politik’ Kelompok Senyap: Upaya Daur Ulang Kerusuhan Agustus 2025 Gagal Delegitimasi Prabowo

Relawan Mugammadiyah Se-Jabar inj dibekali materi tentang Fiqir Tarjih Kebencanaan, Pengenalan kebencanaan, tatacara penanganan korban pada saat terjadi bencana, materi kesehatan Resusitasi Jantung Paru, tentang pentingnya Sikososial, traumahiling  pos koordinasi, serta management logistik.

Di hari ke 2 dan ke 3 relawan dibekali praktik langsung atau simulasi pada saat terjadi kondisi darurat tentang Pos Koordinasi, Pos Pelayanan, RJP dan traumahiling, tatacara menghadapi luka bakar dan luka yang dibagi 5 divisi.

Yoga Prayoga, M.Pd selaku Pembina Hizbul Wathan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan keikhlasan dalam membantu orang lain. Semangat yang dibangun bukan hanya tentang kemampuan menghadapi bencana, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Menurut yoga bahwa para relawan Muhammdiyah memiliki peran yang sangat penting ketika merespons bencana di lapangan. Mereka dituntut untuk cepat bertindak, mampu bekerja sama, memiliki kepedulian yang tinggi, serta mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan.

Baca juga  “Jual Akses ke Dirjen Bea Cukai”: KPK Bongkar Skandal Rizal Fadillah, Tawarkan Pertemuan Bisnis dengan Pejabat Puncak demi Kelancaran Impor Blueray Cargo

Melalui kegiatan latihan gabungan ini, yoga berharap tumbuh generasi muda yang tidak hanya terampil dan tangguh menghadapi bencana, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat. Ketika melihat saudara kita mengalami musibah, kita tidak hanya merasa iba, tetapi terdorong untuk hadir, membantu, dan memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kita miliki.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) merupakan lembaga resmi di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bertugas mengoordinasikan sumber daya Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana. MDMC berperan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.

(Deden)

Semarak HUT Desa Kompa Ke-73, Camat Parungkuda Ucapkan Selamat Dan Apresiasi

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Camat Parungkuda, Hasanudin, S.STP.,M.Si., menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun HUT Desa Kompa ke-73.

Acara berlangsung meriah di Lapang Sepakbola Kaliki, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (23/08/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kompa, Yulianti, S.IP., beserta jajaran perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, PKK, karang taruna, dan warga Desa Kompa.

Baca juga SKANDAL DI MASJID AR-ROZZAQ CIMAHİ: 6 TAHUN GELAP TANPA TRANSPARANSI, PENGURUS NGOTOT KUASA DAN INTIMIDASI JAMAAH

Dalam sambutannya, Camat Parungkuda, Hasanudin, mengucapkan selamat HUT Desa Kompa Ke-73 dan mengapresiasi semangat kebersamaan warga Desa Kompa dalam memperingati HUT desa. Ia berharap, usia ke-73 ini menjadi momentum untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat Ulang Tahun Desa Kompa Ke-73, semoga dengan bertambahnya usia Desa Kompa, pembangunan dapat semakin maju, pelayanan semakin baik, dan kekompakan warga terus terjaga,” ujar Hasanudin.

Sementara itu, Kades Yulianti, S.IP., menyampaikan rasa terima kasih kepada Camat Parungkuda telah hadir serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan HUT Desa Kompa ke-73.

“Terimakasih Pak Camat sudah dapat hadir di acara HUT Desa Kompa Ke-73, ini adalah bukti kebersamaan kita. Mari kita terus bersinergi membangun Desa Kompa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Yulianti.

Rangkaian acara HUT diisi dengan berbagai perlombaan, pertunjukan seni, dan hiburan rakyat yang diikuti dengan sangat antusias oleh warga.

Perayaan HUT Desa Kompa ke-73 ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.

(Rama)

Hampir Rampung, Proyek Pembuatan IPA Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi di Nagrak

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi hampir rampung.

Proyek tersebut berlokasi di Jl. Barujagong, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Pembangunan IPA ini merupakan bagian dari upaya Perumda AM TJM untuk meningkatkan kapasitas produksi air bersih dan memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat di wilayah utara Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Kejari Sukabumi Akan Di Demo FWSS Pekan Depan, Isep Panji “Beberapa Tuntutan Sudah Disiapkan”

Hingga jum’at 21/08/2026, Progres fisik proyek terlihat sudah memasuki tahap akhir. Beberapa sarana pendukung seperti bangunan utama instalasi penjernihan air lengkap dengan tangki penampung (reservoir) berwarna biru berukuran besar, bak penjernihan, dan jaringan perpipaan utama sudah terpasang.

Pihak Perumda AM TJM menargetkan IPA di Nagrak segera dapat difungsikan setelah melalui tahap uji coba dan sertifikasi kelayakan.

Dengan beroperasinya IPA ini, diharapkan tekanan distribusi air bersih ke pelanggan bisa lebih stabil, serta mampu melayani tambahan sambungan rumah baru.

Masyarakat setempat pun menyambut baik pembangunan IPA tersebut. Kehadiran instalasi baru ini dinilai sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Perumda AM TJM berkomitmen agar setelah rampung, IPA Barujagong dapat segera beroperasi optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

(Rama)

Kejari Sukabumi Akan Di Demo FWSS Pekan Depan, Isep Panji “Beberapa Tuntutan Sudah Disiapkan”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Forum Wartawan Solidaritas Sukabumi (FWSS) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi pekan depan.

Koordinator Aksi FWSS, Isep Panji, mengatakan aksi demo dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin 24 Agustus 2026.

“Beberapa tuntutan sudah kami siapkan, salah satunya terkait keterbukaan informasi,” ujar Isep Panji kepada wartawan, pada Kamis (20/08/2026).

Baca juga Sekda Sukabumi Ikuti Rakornas Percepatan Verval Pembangunan Gerai KDKMP Bersama Kementerian Koperasi RI

Menurut Isep, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dorongan kepada Kejari Sukabumi agar melibatkan rekan-rekan wartawan serta membuka ruang komunikasi sebagai bentuk transparansi dalam memberikan informasi publik, khususnya terkait penanganan perkara yang menjadi sorotan masyarakat.

Isep Panji menilai, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat dan juga amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kami ingin memastikan proses penegakan hukum berjalan terbuka, akuntabel, dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tambahnya.

Isep Panji memastikan, aksi akan dilakukan secara tertib dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Sukabumi belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana aksi tersebut.

Redaksi memberikan ruang hak jawab kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi untuk memberikan tanggapan terkait aksi demo yang akan digelar FWSS.

(Rama)