Poltracking: Tingkat Kepuasan terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran Merata di Seluruh Wilayah Indonesia

Jakarta,  JURNAL TIPIKOR – Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama satu tahun terakhir tersebar merata di semua wilayah di Indonesia.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, dalam rilis survei secara daring pada Minggu, 19 Oktober 2025, menyatakan, “Relatif hampir merata di semua kewilayahan yang kita lakukan cross tabulation mengapresiasi positif atau puas terhadap kinerja pemerintah.”

Secara garis besar, survei ini mencatat 78,2 persen responden merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yang terdiri dari 9,8 persen sangat puas dan 68,3 persen cukup puas. Sementara itu, 19,3 persen responden menyatakan tidak puas.

Baca juga Presiden Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Rayakan Setahun Pemerintahan, Paparkan Capaian dan Prioritas

Kepuasan Tertinggi di Jawa Timur dan Luar Jawa

Berdasarkan wilayah, tingkat kepuasan tertinggi dicatatkan di Jawa Timur dengan 85,4 persen. Disusul oleh Kalimantan (83,9 persen) dan Sumatera (83,2 persen). Di wilayah lain, kepuasan juga tinggi: Jawa Barat (78,7 persen), Jakarta-Banten (77,1 persen), Sulawesi (72,4 persen), Jawa Tengah-DIY (70,7 persen), Bali-Nusa Tenggara (67,2 persen), dan Maluku-Papua (63,1 persen).

Alasan Kepuasan dan Ketidakpuasan
Responden yang merasa puas menyebutkan alasan utama, yaitu:

  1. Kepemimpinan yang tegas dan berwibawa (18,8 persen).
  2. Bantuan pemerintah tepat sasaran (12,3 persen).
  3.  Program MBG (10,4 persen).
    Di sisi lain, responden yang tidak puas menyampaikan alasan utama terkait isu ekonomi:
  4. Ekonomi belum stabil (26,7 persen).
  5. Bantuan tidak tepat sasaran (15,7 persen).
  6. Kasus korupsi (8,9 persen).

“Lima alasan ini yang kami rekam penting masukan buat pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Hanta.

Baca juga Kejaksaan Agung Sita Rumah Tersangka TPPU dan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Mohammad Riza Chalid

Tingkat Kepuasan Berdasarkan Bidang
Survei ini juga mengukur tingkat kepuasan di berbagai bidang, dengan hasil tertinggi pada:

  1. Pendidikan (79 persen).
  2. Kesehatan (76,6 persen).
  3. Pertahanan dan Keamanan (75,5 persen).

Bidang yang mencatat tingkat kepuasan terendah adalah Ekonomi dengan 57,4 persen. Bidang lainnya, Hukum dan Pemberantasan Korupsi (68,2 persen) serta Politik dan Stabilitas Nasional (65,7 persen) juga berada di bawah 70 persen.

“Dari semua bidang-bidang, itu bidang ekonomi yang selalu paling rendah, yaitu 57,4 persen tingkat kepuasan di bidang ekonomi. Ini mungkin menjadi saran masukan pada pemerintahan sekarang yang menjadi penilaian publik,” pungkas Hanta.

Metodologi Survei

Survei Poltracking Indonesia ini dilakukan pada tanggal 3–10 Oktober 2025 dengan populasi Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.220 orang.

Wawancara dilakukan secara tatap muka. Margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(Antara)

Presiden Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Rayakan Setahun Pemerintahan, Paparkan Capaian dan Prioritas

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan memimpin Sidang Kabinet Paripurna pada hari Senin, 20 Oktober 2025.

Sidang ini digelar bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Sidang Kabinet Paripurna besok akan menjadi momentum bagi Presiden untuk memaparkan secara rinci berbagai capaian yang telah berhasil diraih pemerintah, serta program-program prioritas yang telah terealisasi dan dampaknya bagi masyarakat.

“Nanti besok akan ada Sidang Kabinet Paripurna, nanti Bapak Presiden akan menjelaskan apa yang sudah kita capai, apa yang sudah pemerintah capai, dan apa yang sudah dirasakan oleh masyarakat,” ujar Seskab Teddy usai meninjau program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Minggu (19/10/2025).

Baca juga Kejaksaan Agung Sita Rumah Tersangka TPPU dan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Mohammad Riza Chalid

Teddy menekankan bahwa dalam satu tahun terakhir, banyak program dan kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga mengungkapkan keyakinan bahwa seluruh program tersebut akan terus diarahkan menuju perbaikan yang lebih baik, sejalan dengan harapan dan cita-cita Presiden.

“Ke depannya kita sama-sama semua mengharapkan tentunya sesuai dengan cita-cita Bapak Presiden, menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” tambahnya.

Baca juga Asia Afrika Festival Dinilai Kemenparekraf sebagai Event Ideal yang Lengkap dan Berkelanjutan

Sidang Kabinet Paripurna ini menjadi pertemuan penting bagi jajaran Kabinet Merah Putih, menyusul Sidang Paripurna terakhir yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2025.

Masa satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran jatuh tepat pada 20 Oktober 2025, menandai satu tahun sejak keduanya dilantik di Gedung DPR/MPR, di hadapan para legislator serta Presiden dan Wakil Presiden periode sebelumnya, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.(*)

Kejaksaan Agung Sita Rumah Tersangka TPPU dan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Mohammad Riza Chalid

JAKARTA,  – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menyita satu unit rumah milik tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tindak pidana asal dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Mohammad Riza Chalid (MRC).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan penyitaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan penelusuran aset.

“Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah melaksanakan penyitaan terhadap satu bidang tanah beserta dan bangunan yang diduga merupakan hasil dan atau sarana kejahatan atas nama tersangka MRC,” kata Anang dalam siaran pers resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (18/10).

Baca juga Asia Afrika Festival Dinilai Kemenparekraf sebagai Event Ideal yang Lengkap dan Berkelanjutan

Anang menjelaskan bahwa langkah penyitaan ini bertujuan untuk memperkuat bukti keterlibatan Riza Chalid dalam kasus TPPU dan tindak pidana asal dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.

Rumah yang disita berlokasi di Jalan Hang Lekir XI Blok H/2, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Bangunan tersebut tercatat dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama anak dari Riza Chalid, Kanesa Ilona Riza.

Anang menegaskan bahwa Kejaksaan Agung akan terus bergerak menelusuri aset hasil uang korupsi milik Riza guna memperkuat bukti dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Baca juga “Pesuguhan: A Sensoritual Gastrodiplomacy” Hangatkan Asia Africa Youth Forum 2025 di Bandung

Diketahui, Muhammad Riza Chalid selaku beneficial owner PT Orbit Terminal Merak merupakan salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Riza Chalid, salah satunya adalah menyepakati kerja sama penyewaan Terminal BBM Tangki Merak dengan melakukan intervensi kebijakan tata kelola PT Pertamina, yakni memasukkan rencana kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak, padahal PT Pertamina pada saat itu belum memerlukan tambahan penyimpanan stok BBM.

Selain jeratan kasus korupsi, Riza juga dijerat dengan kasus TPPU sejak 11 Juli 2025. Saat ini, Kejaksaan Agung tengah memburu keberadaan bos minyak tersebut lantaran yang bersangkutan diketahui tidak berada di Indonesia.

(Azi)

Asia Afrika Festival Dinilai Kemenparekraf sebagai Event Ideal yang Lengkap dan Berkelanjutan

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Asia Afrika Festival (AAF) di Kota Bandung mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) karena dinilai sebagai contoh ideal penyelenggaraan acara yang lengkap dan berkelanjutan.

Festival ini dianggap telah memenuhi empat unsur penting yang harus dimiliki sebuah event berhasil.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rizky Handayani Mustafa, mengungkapkan bahwa AAF merupakan event yang komplet karena memiliki empat unsur utama, yaitu:

  1. Hiburan (Entertainment): Mampu menarik minat dan antusiasme masyarakat.
  2. Pembelajaran (Education): Memberikan nilai tambah dan memperkaya wawasan.
  3. Keterlibatan (Engagement): Menghadirkan partisipasi dari berbagai daerah dan negara.
  4. Pemberdayaan (Empowerment): Memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

“Sebuah event yang berhasil harus punya keempat unsur itu agar memberi manfaat nyata,” ujar Rizky Handayani.

Baca juga “Pesuguhan: A Sensoritual Gastrodiplomacy” Hangatkan Asia Africa Youth Forum 2025 di Bandung

Lebih lanjut, festival tahun ini menunjukkan komitmennya sebagai event ramah lingkungan (sustainable event) dengan menyediakan water station untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional pariwisata yang menjadikan sustainability sebagai prinsip utama.
Selain aspek keberlanjutan,

Kemenparekraf juga mendorong agar AAF dapat terus dikembangkan sebagai event berbasis Intellectual Property (IP). Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan budaya yang diselenggarakan dapat memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami ingin kolaborasi ini membuat Indonesia naik kelas sebagai destinasi event internasional,” tegas Rizky.

Baca juga Pemkot Bandung dan Unpas Kolaborasi Dorong Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan

Rizky Handayani berharap festival ini dapat mendorong peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, serta meningkatkan pengeluaran wisatawan (spending).

“Siapa pun yang datang ke Bandung pasti membeli makanan, oleh-oleh, dan produk khas. Bandung sudah jadi pusat inovasi kuliner dan cinderamata,” pungkasnya, sembari menambahkan,

“Semoga festival ini terus memberi dampak nyata bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bandung dan sekitarnya.”

(Diskominfo Kota Bandung)

Kemeriahan Asia Africa 2025 di Bandung Sedot Antusiasme Tinggi Warga dan Delegasi Internasional

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Perhelatan akbar Konferensi Asia Afrika (KAA) 2025 di Kota Bandung menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat yang memadati kawasan Jalan Asia Afrika pada Sabtu malam (18/10).

Kemeriahan acara ini semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota sejarah yang lekat dengan semangat solidaritas global.

Acara dibuka dengan meriah oleh penampilan tarian energik dari Ega Robot Ethnic Percussion asal Kota Kembang, menambah semarak perhelatan Asia Africa Forum (AAF) 2025.

Antusiasme datang dari berbagai kalangan, termasuk Engkus Kusnadi (65), seorang warga yang hadir bersama isteri dan cucunya. “Meriah banget ini, saya ajak isteri dan cucu ke sini sambil kulineran,” tuturnya di Jalan Asia Afrika.

Baca juga Pemkot Bandung dan Unpas Kolaborasi Dorong Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan

Ia memanfaatkan momentum ini sebagai sarana “healing” yang ekonomis, cukup dengan datang dan menikmati berbagai pagelaran kesenian sambil jajan.
Warga lainnya, Nadya (29), menilai AAF 2025 ini begitu meriah dan memuji Kota Bandung yang selalu menghadirkan acara unik dan menarik.

“Seru ini, apalagi dengan Bandung dikenal sebagai kota sejarah Asia Afrika, jadi lebih lekat lagi sambil edukasi,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat lokal, tetapi juga dihadiri oleh delegasi-delegasi dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Rwanda, Arab Saudi, Guinea, Bangladesh, Seychelles, Egypt, Bahrain, Thailand, Libya, Algeria, Srilanka, Jordan, hingga India.

Baca juga “Pesuguhan: A Sensoritual Gastrodiplomacy” Hangatkan Asia Africa Youth Forum 2025 di Bandung

Tak hanya itu, AAF 2025 turut dimeriahkan oleh seni budaya dari perwakilan kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, menunjukkan kekayaan budaya Nusantara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Y. Ahmad Brilyana, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa tingginya antusiasme ini menunjukkan bahwa semangat dan nilai-nilai KAA masih relevan dan dihidupi oleh masyarakat, sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai destinasi budaya dan sejarah dunia.

(Diskominfo Kota Bandung)

PELAKSANAAN MUSRENBANG DESA PEMATANG OBO WUJUD KOMITMEN BERSAMA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

Bhatin Solapan, Jurnal Tipikor – Pemerintah Desa Pematang Obo, Kecamatan Bhatin Solapan, telah sukses menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025.

Acara ini menandai tahapan krusial dalam proses penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan Daftar Usulan RKP (DU RKP) untuk tahun anggaran 2026.

Musrenbang Desa Pematang Obo yang berlangsung di Aula Kantor Desa Pematang Obo bertujuan utama untuk membahas dan menyepakati prioritas kegiatan pembangunan tahun 2026, serta merumuskan daftar usulan kegiatan pembangunan untuk DU RKP Desa tahun 2027 yang akan diajukan ke forum Musrenbang Kecamatan.

Baca juga Wakil Walikota Erwin Tinjau Gorong-Gorong di Babakan Ciparay, Tegaskan Bangunan di Atas Saluran Harus Dibongkar

Acara dibuka secara resmi oleh Kasi PMD Kecamatan Bhatin Solapan, Bapak Ramona Weka Denata, S.STP., yang mewakili Camat Bhatin Solapan, Bapak M. Rusydy. Pembacaan doa disampaikan oleh Ustadz Abdul Manaf, dan sambutan awal disampaikan oleh Ketua BPD, Bapak Saferi Barus.

Pj. Kepala Desa Pematang Obo, Bapak Harzulkifli S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang Desa ini merupakan momen penting dalam proses pembangunan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Musrenbangdes adalah wadah partisipatif untuk menentukan arah pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Baca juga Pemkot Bandung dan Unpas Kolaborasi Dorong Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan

Senada dengan hal tersebut, Kasi PMD Kecamatan Bhatin Solapan, Bapak Romona Weka Denata, S.STP., menyampaikan bahwa kegiatan Musrenbang Desa merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Tujuannya adalah dalam rangka penetapan skala prioritas RKP Desa Tahun 2026 di pemerintah Desa,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh beragam unsur, termasuk Pj. Kepala Desa Pematang Obo, Sekdes, Ketua BPD beserta anggota, Korcam Pendamping Desa, perwakilan UPT, Kepala Dusun, RT/RW se-Desa Pematang Obo, Kepala Sekolah SD dan SMP se-Desa Pematang Obo, Perangkat Desa, Ketua BUMDES, Kader Posyandu, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan seluruh masyarakat undangan lainnya.

Pelaksanaan Musrenbang ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat Desa Pematang Obo dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran, memastikan bahwa program yang akan dijalankan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi warga.

(Irwansyah)

“Pesuguhan: A Sensoritual Gastrodiplomacy” Hangatkan Asia Africa Youth Forum 2025 di Bandung

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Dentingan sendok logam, gemericik air, dan ketukan ulekan berpadu menciptakan irama yang tak biasa, semakin menghangatkan suasana Pendopo Kota Bandung, Jumat malam (17/10/2025).

Bukan orkestra, bukan gamelan, melainkan musik yang lahir dari dapur, tempat di mana aroma rempah, rasa, dan suara berpadu menjadi satu harmoni yang menenangkan jiwa.

Itulah suasana bagaimana cita rasa, budaya, dan diplomasi berpadu dalam sebuah perhelatan bertajuk “Pesuguhan: A Sensoritual Gastrodiplomacy”, bagian dari rangkaian Asia Africa Youth Forum (AAYF) 2025.

Baca juga Pemkot Bandung dan Unpas Kolaborasi Dorong Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan

Acara ini menghadirkan pengalaman kuliner yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengangkat nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kerja sama antarbangsa melalui makanan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membuka acara dengan refleksi sederhana mengenai kekuatan cita rasa yang dapat menembus batas bahasa dan perbedaan.

Di hadapan tamu undangan dari berbagai negara, termasuk Rwanda, Guinea, Uni Emirat Arab, dan Papua Nugini, ia menyampaikan bahwa kuliner adalah bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif.

“Saya pernah ke New York dan menyaksikan bagaimana restoran Korea bisa mengubah wajah sebuah jalan. Itulah kekuatan gastrodiplomasi, diplomasi melalui rasa,” ujar Farhan.

“Makanan tradisional seperti bubur hanjeli atau wedang tebu bukan hanya hidangan lokal, tetapi juga simbol ketahanan pangan dan identitas bangsa.”

Baca juga KPK Periksa Lima Saksi Meringankan Atas Permintaan Tersangka Wawan Kristiawan dalam Kasus Dana Hibah Jatim

Bagi Farhan, “Pesuguhan” adalah ajakan untuk memahami kekuatan rasa: bagaimana satu sendok makanan bisa menghadirkan kedekatan, kepercayaan, bahkan perdamaian.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dessy Ruhati, menjelaskan bahwa sensoritual gastrodiplomacy adalah bentuk diplomasi rasa yang memadukan unsur indra—rasa, aroma, tekstur—dengan nilai spiritualitas seperti syukur, refleksi, dan empati.

“Makanan sederhana seperti tiwul, gatot, cireng, atau papeda membawa jiwa leluhur kita. Dari keterbatasan, lahir kreativitas dan ketangguhan. Itulah semangat sensorial gastrodiplomacy,” jelas Dessy.

Baca juga Diduga Beberapa Oknum ASN Di Kantor Camat Tetap Malas Ngantor, Dan Abaikan PP 94 Tahun 2021

Ia menekankan bahwa pendekatan ini lahir dari kekayaan kuliner Nusantara dan menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas antarbangsa.

Dessy juga memaparkan peran penting kuliner dalam ekonomi kreatif Indonesia, yang kini menjadi sektor strategis penggerak perekonomian nasional. Menurutnya, kuliner adalah salah satu pilar utama ekonomi kreatif yang terus berkembang, dengan lebih dari 80 persen pelakunya adalah milenial dan Gen Z.

Berbagai program seperti Indonesia Spice Up the World, Creative Culinary Hubs, dan Bangga Buatan Indonesia menjadi wadah untuk memperkenalkan kuliner Nusantara ke pasar global.

Kolaborasi antara Kemenparekraf dan Kementerian Luar Negeri juga telah melahirkan inisiatif Gastro Diplomacy Local Experience yang melibatkan perwakilan asing untuk belajar langsung tentang kuliner Indonesia.

“Melalui rasa, aroma, dan cerita, mereka menemukan kekuatan sejati dari cita rasa dan kebersamaan. Di sanalah sensorial itu dimulai — bukan di lidah, tapi di hati,” tutup Dessy.

(Diskominfo Kota Bandung)

Pemkot Bandung dan Unpas Kolaborasi Dorong Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Untuk mewujudkan Bandung yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, dibutuhkan kebijakan yang adaptif, inovatif, serta kolaborasi lintas sektor.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong inovasi di bidang lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berpartisipasi aktif dalam seminar bertajuk “Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan (Unpas) bekerja sama dengan Envmission, pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Aula Suradiredja, Kampus I Unpas Jalan Lengkong.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu di Wanajaya Cisolok

Seminar ini menghadirkan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, sebagai narasumber utama, yang membahas arah kebijakan serta inovasi pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Unpas dan Envmission atas penyelenggaraan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini,” ujar Erwin.

Ia menegaskan, Pemkot Bandung telah menyiapkan berbagai langkah strategis dan konkret. Beberapa di antaranya seperti penyesuaian kebijakan dan regulasi pengelolaan sampah, penerapan edukasi Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) secara masif dari sumbernya, Pengembangan Kampung Bebas Sampah (KBS) di tingkat kecamatan dan RW, Inovasi pengolahan sampah organik, serta Pemanfaatan maggot untuk penguraian sampah organik.

“Bandung berkomitmen menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan lingkungan. Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga KPK Periksa Lima Saksi Meringankan Atas Permintaan Tersangka Wawan Kristiawan dalam Kasus Dana Hibah Jatim

Semoga kolaborasi ini dapat menjadikan Bandung semakin bersih dan berkelanjutan,” tambah Erwin.

Sementara itu, Akademisi dari Fisip Unpas, Dr. Mira Rosana, menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu lingkungan.

“Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga motor perubahan sosial. Lewat forum seperti ini, kami ingin mendorong munculnya gagasan baru dalam tata kelola lingkungan perkotaan,” jelasnya.

Dari sisi inovasi teknologi, Hikamiul Haq Ridwan dari Envmission menekankan pentingnya pendekatan berbasis digital dan partisipasi publik dalam sistem pengelolaan sampah modern.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Buka Peluang KKMP Manfaatkan Aset Pemkot untuk Penguatan Ekonomi Rakyat

Envmission, lanjutnya, terus mendorong masyarakat agar berperan aktif melalui sistem digitalisasi pengelolaan sampah yang transparan dan efisien.

Melalui kegiatan ini, Fisip Unpas berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan solusi konkret untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung.

(Diskominfo Kota Bandung)

PELAKSANAAN MUSRENBANG DESA TAMBUSAI BATANG DUI: WUJUD KOMITMEN BERSAMA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

Bhatin Solapan, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bhatin Solapan, pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, sukses menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa).

Acara krusial ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan Daftar Usulan RKP (DU RKP) untuk tahun anggaran 2027.

Musrenbang Desa Tambusai Batang Dui yang bertempat di Aula Kantor Desa Batang Dui bertujuan utama untuk membahas, menyepakati prioritas kegiatan pembangunan tahun 2026, serta merumuskan daftar usulan kegiatan pembangunan untuk DU RKP Desa tahun 2027 yang akan diajukan ke forum Musrenbang Kecamatan.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu di Wanajaya Cisolok

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Arsya Fadillah, Pj. Kepala Desa Tambusai Batang Dui, Desy Susanty, S.H., Sekretaris Desa, Ketua dan anggota BPD, pendamping desa, UPT, Kepala Dusun, RT/RW, Kepala Sekolah SD dan SMP se-Desa Tambusai Batang Dui, Perangkat Desa, Ketua BUMDES, kader posyandu, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh masyarakat undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Desy Susanty, S.H., menyampaikan bahwa Musrenbangdes ini merupakan momen penting dalam proses pembangunan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Diharapkan seluruh usulan prioritas dapat menjadi dasar dalam penyusunan RKPDes dan selanjutnya diusulkan ke tingkat kecamatan maupun Bengkalis. Semua usulan yang disampaikan oleh setiap masyarakat melalui RT/RW dan dusun di Musrenbangdes hari ini akan ditampung,” jelasnya.

Baca juga KPK Periksa Lima Saksi Meringankan Atas Permintaan Tersangka Wawan Kristiawan dalam Kasus Dana Hibah Jatim

Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Arsya Fadillah, menegaskan komitmennya untuk membangun Desa Tambusai Batang Dui. “Kepada masyarakat sampaikanlah usulan dan aspirasi, terkait 10 prioritas insyaallah kita akan upayakan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy MR, S.STP, M.Si., menyampaikan bahwa Musrenbang Desa adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Tujuannya adalah dalam rangka penetapan skala prioritas RKP Desa Tahun 2026 di pemerintah Desa Tambusai Batang Dui,” tutur Camat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh Kepala Desa Tambusai Batang Dui, Desy Susanty, S.H., Ketua BPD, dan Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy MR, S.STP, M.Si.

Pelaksanaan Musrenbang ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat Desa Tambusai Batang Dui dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran.

(Irwansyah)

DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu di Wanajaya Cisolok

Sukabumi,jurnaltipikpr.com,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO-I) Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar acara santunan bagi anak-anak yatim piatu di Kp. Cisalada RT. 004 RW. 002, Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (17/10)2025).

Acara ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Wanajaya yang diwakili Kepala Dusun, Jojo dan anak-anak yatim piatu di wilayah Kp. Cisalada.

Ketua DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, menyampaikan bahwa acara santunan ini digelar dalam rangka memberikan bantuan dan juga dukungan kepada anak-anak yatim piatu. Ia pun berharap melalui kegiatan santuan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kepedulian sosial.

“Alhamdulillah, saat ini kami dari DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi dapat berbagi kepada anak-anak yatim piatu di Lampung Cislada. Semoga kegiatan ini mendapat Ridho dadi Allah SWT,” ujarnya.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Bagikan Santunan dan Baju Pramuka kepada Anak-Anak Yatim Piatu

Dilokasi yang sama, pemerintah Desa wanajaya yang diwakili oleh Kepala Dusun, jojo, menyampaikan ucapan terimakasih kepada DPD IWO I Kabupaten Sukabumi atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat Wanajay khususnya kepada anak-anak yatim piatu di kampung cisalada.

“terimakasih kepada DPD IWO I Kabupaten Sukabumi yang sudah memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di wilayah kami, semoga DPD IWO I Kabupaten Sukabumi semakin jaya dan juga penuh keberkahan,” pungkasnya.

Dengan digelaenya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap anak-anak yatim piatu dan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Santunan ini merupakan salah satu program DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya bagi anak-anak yatim piatu.

(Rama)