Curah Hujan Tinggi Bencana Alam Kembali Terjadi, Akses Pelabuhanratu-Sukabumi Selatan Pajampangan Lumpuh Total

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bencana alam berupa tanah longsor menyebabkan sebagian ruas jalan Kiara Dua‑Bagbagan amblas, sementara jalur Bagbagan‑Geopark Ciletuh tertutup material longsor. Akibatnya, akses utama Palabuhanratu‑Sukabumi Selatan/Pajampangan, termasuk jalur Kiara Dua dan Ciemas‑Geopark, lumpuh total.

Kejadian tanah bergerak terjadi di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (18/12/2025) pagi hari.

Video yang beredar memperlihatkan, kondisi jalan provinsi mengalami kerusakan yang sangat parah, jalan mengalami retakan besar membelah badan jalan akibat adanya penurunan kontur tanah yang signifikan. Sebagian aspal jalan menggantung akibat tebing samping jalan mengalami longsor dan sisi tebing disekitarnyapun terlihat labil.

Baca juga Langkah Kecil Menuju Perubahan, Peserta Magang Dampingi Pembinaan Membaca dan Mengeja bagi WBP Rutan Manna

Dalam kejadian tersebut, terlihat satu unit truk terperosok dan terhenti melintang di tengah ruas jalan yang mengalami amblas akibat pergeseran tanah. Kondisi ini membuat akses jalan semakin tertutup dan tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan lain.

Polres Sukabumi pun segera merespon cepat dengan menurunkan tim untuk mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas.

Akibat longsor dan pergerakan tanah ini, kendaraan roda empat dipastikan tidak dapat melintasi jalur Kiaradua-Bagbagan dan Geopark Ciletuh-Bagbagan. Bahkan, kendaraan roda dua pun tidak bisa melintas karena jalan tertutup material longsor.

Baca juga Desa Ulak Lebar Kecamatan Muara Sahung proyek dana desa jalan Sentral Produksi Di Pagar Warga. Diduga Sebagian Tak Kantongi Hibah.

Sebagai langkah alternatif, pengguna jalan dari arah Surade, Jampang, maupun Jampangkulon yang hendak menuju Palabuhanratu dihimbau untuk sementara waktu menggunakan jalur Lengkong. Jalur tersebut dinilai lebih aman meskipun memerlukan waktu tempuh yang lebih lama.

Polres Sukabumi pun memberikan himbauan kepada masyarakat, untuk sementara waktu tidak melintasi jalur tersebut dan masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal atau beraktivitas di daerah rawan longsor.

Hingga berita ini ditayangkan, akses jalan Kiaradua-Bagbagan, Geopark Ciletuh-Bagbagan masih lumpuh total dan belum dapat dilintasi kendaraan.

(Rama)

PENETAPAN SAWAH ABADI SEPARUH NIAT JARGON: Ironi Alih Fungsi Lahan Sawah Abadi di Depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan, yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2019, dipertanyakan menyusul temuan alih fungsi lahan sawah yang ironisnya berlokasi tepat di depan kantor pemerintahan daerah di kawasan Soreang.

Perda ini, yang merupakan turunan dari Peraturan Menteri ATR/BPN No. 19 Tahun 2016 dan diperkuat oleh Perpres No. 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, bertujuan menjamin kepastian adanya lahan sawah abadi demi kedaulatan pangan lokal.

Pemerintah Kabupaten Bandung sebelumnya telah memastikan minimal 17.500 hektar sawah akan ditetapkan sebagai sawah abadi dari total sekitar 31.000 hektar sawah yang tersisa. Salah satu lokasi yang diklaim masuk data base sawah abadi adalah sawah di depan kantor pemerintahan di Soreang.

Baca juga SKANDAL REVITALISASI SEKOLAH RP704 JUTA DI BANDUNG: KUALITAS BANGUNAN SDN PASIRPANJANG DIRAGUKAN, DIDUGA TAK SESUAI SPESIFIKASI!

Namun, fakta di lapangan menunjukkan distorsi implementasi. Kawasan sawah yang seharusnya menjadi pembeda dan ikonik Kabupaten Bandung tersebut, kini telah mengalami proses alih fungsi menjadi kawasan komersil dan perumahan elit.

Ancaman Banjir dan Lingkungan Kian Nyata

Alih fungsi lahan sawah, terutama di lokasi strategis seperti depan kantor pemerintahan, dikhawatirkan akan memperparah ancaman banjir. Lahan sawah berfungsi sebagai ruang resapan air alami.

Pengurangan ruang resapan ini akan meningkatkan risiko banjir cileuncang yang mengancam ruas jalan nasional (Soreang-Bandung) akibat ketidakmampuan drainase menampung luapan air.

Indra dari Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung (AMKB) mengungkapkan kekhawatiran tersebut. “Perubahan fungsi lahan sawah depan kantor pemerintahan itu, sangat kuat memunculkan potensi banjir cileuncang yang mengancam masyarakat dan poros jalan nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi Jurnal Tipikor, Rabu (17/12).

Baca juga GEMPAK Soroti Dugaan Penurunan Mutu Irigasi Sabajior, BBWS Didesak Buka Dokumen Proyek

Potensi banjir diperkirakan berdampak langsung (Spread Area) ke tiga desa berbatasan, yakni Desa Sekarwangi, Pamekaran, dan Parungserab, serta dampak tidak langsung (Spillover Area) ke Desa Cingcin.

Desakan Kontribusi Pembangunan dan Penegakan Aturan

Pengamat kebijakan publik, Ali Wardhana Isha (AWI) dari The Ihakkie Filantropy School, sepakat bahwa ancaman banjir akan semakin besar.

Ia menyarankan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk:

  1. Penegakan Aturan: Memberikan perintah tegas pada penegakan Perda yang ada.
  2. Kontribusi Pengembang: Menekankan pengembang untuk menyiapkan kontribusi pembangunan bagi masyarakat terdampak, salah satunya dengan memastikan pembangunan drainase yang lebar dan dalam di sekeliling lahan proyek.
  3. Penanaman Pohon Skala Besar: Pemerintah harus mewajibkan penanaman pohon yang mampu menyerap air skala besar, tidak hanya mengutamakan keindahan.

“Pohon Trembesi dan lainnya, mungkin alternatif utama untuk ditanam, bukan pohon Palm,” tegas AWI.

Baca juga Pangdam III/Slw “Kami Siap Dukung Penuh Kebijakan dan Program Gubernur”

Perpres 59/2019 dan Kepastian Peta Lahan Sawah Dilindungi

Penerbitan Perpres No. 59 Tahun 2019 merupakan bukti niat negara melindungi lahan pertanian dari alih fungsi.

Perpres ini mengamanatkan klarifikasi dan penyepakatan luasan lahan sawah yang akan dilindungi antara pemerintah pusat dan daerah, yang hasilnya akan ditetapkan sebagai Peta Lahan

Sawah Dilindungi oleh Menteri ATR/Kepala BPN. Peta ini harus diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai bagian dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Mengingat penetapan Lahan Sawah Abadi adalah syarat penting dalam pengesahan Perda RTRW Kabupaten Bandung, tidak ada alasan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk dengan mudah mengeluarkan izin alih fungsi lahan pertanian pangan, apalagi di kawasan yang seharusnya dilindungi.

Ironi alih fungsi lahan di ‘jantung’ pemerintahan ini menjadi sinyal bahwa komitmen perlindungan lahan sawah abadi hanya sebatas jargon, mengkhawatirkan kedaulatan pangan dan keselamatan warga dari bencana hidrometeorologi.

(Yazid)

Jelang Nataru, Polres Sukabumi Gelar Rakor Lintas Sektor Operasi Lilin Lodaya

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Polres Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang bertempat di Aula Wicaksana Laghawa, Mapolres Sukabumi, pada Senin (15/12/2025).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E., Kapolres Sukabumi, AKBP. Dr. Samian, S.H.,S.I.K.,M.Si.,unsur Forkopimda, TNI, serta perwakilan BMKG, PLN, dan instansi terkait lainnya.

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan agenda penting untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan seluruh pihak agar perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kabupaten Sukabumi dapat berjalan aman, nyaman, lancar, dan juga kondusif.

Baca juga Skandal Menganga di BUMD Kota Bandung: Dugaan Jual Beli Jabatan Bayangi Perumda Tirtawening!

Menurut Wabup, momentum Natal dan Tahun Baru selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas ibadah, serta kegiatan wisata. Kondisi tersebut membawa konsekuensi logistik dan potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara serius, terutama dalam aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan publik.

“Pemkab Sukabumi bersama TNI-Polri serta seluruh stakeholder lainnya siap berkolaborasi dalam pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan pengamanan Nataru,” ujarnya.

Wabup pun menekankan sejumlah prioritas, mulai dari peningkatan kesiapsiagaan personel, penguatan koordinasi antar instansi, hingga optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga IPAR Bongkar Skandal Potongan: Dugaan Setoran Tunjangan Sertifikasi Guru Kemenag Mengalir ke Rekening Pribadi!

Kelancaran arus lalu lintas menjadi perhatian utama. Wabup menegaskan, pentingnya memastikan ketersediaan kebutuhan pokok serta layanan kesehatan selama libur akhir tahun.

Pengamanan juga diarahkan pada mitigasi potensi bencana hidrometeorologi. Mengingat, saat ini memasuki musim penghujan.

BPBD pun diminta untuk menyiagakan personel. Diharapkan, BMKG dapat memberikan prakiraan cuaca dalam jangka satu hingga tiga minggu ke depan. Alat berat juga akan didekatkan ke lokasi-lokasi rawan longsor dan banjir.

Baca juga Serma Sunarto, Babinsa Desa Sundawenang Dukung Gerakan Hijau Bersama Melalui Penanaman Pohon

Di lokasi yang sama, Kapolres Sukabumi, AKBP. Dr. Samian, S.H.,S.I.K.,M.Si.,mengatakan bahwa evaluasi pengamanan sebelumnya menjadi dasar penyusunan langkah strategis Operasi Lilin Lodaya tahun ini. Ia pun menyoroti kemacetan sebagai kerawanan utama, seperti yang terjadi saat Operasi Ketupat 2025, khususnya di jalur Ciawi hingga Parungkuda yang sempat menjadi perhatian nasional.

“Operasi kali ini fokus bagaimana kemacetan bisa diurai. Kasat Lantas harus berkoordinasi dengan pengelola Tol Ciawi dan menyiapkan jalur alternatif agar arus kendaraan tetap bergerak,” tegasnya.

Lanjut Samian, keterbatasan jalur alternatif menjadi sebuah tantangan. Oleh karena itu, seluruh pihak harus belajar dari pengalaman tahun sebelumnya agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kerawanan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan pasar tumpah di jalur arteri serta rendahnya disiplin berlalu lintas, sehingga edukasi kepada masyarakat terus digencarkan,” ungkapnya.

Baca juga Kapolsek Parungkuda Hadiri Acara Penanaman Pohon Yang Digelar Jarnas‑PH di Kampung Sirnabakti

Selain kemacetan, potensi bencana alam juga diantisipasi dengan menyiapkan personel dan peralatan di titik rawan. Distribusi energi turut menjadi perhatian, dengan memastikan pasokan BBM dan listrik tetap aman selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

Pengamanan wilayah pesisir pun menjadi fokus, menyusul tingginya risiko kecelakaan laut. Polairud, Basarnas, dan BPBD diminta memetakan titik-titik rawan dan memasang tanda peringatan di sepanjang pantai, termasuk di area bibir pantai yang berbahaya.

Di sisi lain, potensi kejahatan seperti pencurian rumah kosong dan kejahatan jalanan juga diantisipasi melalui peningkatan patroli.

Kapolres menambahkan, pengamanan Nataru dilakukan secara terbuka dan humanis agar masyarakat dapat beribadah dan menikmati liburan dengan rasa aman.

“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap potensi permasalahan dapat diminimalkan, sehingga kenyamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

(Rama)

Jarnas-PH Sukabumi Gelar Kegiatan Penanaman Pohon Di Sundawenang Parungkuda Dihadiri Sekda Sukabumi

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Jaringan Nasional Pemuda Hijau (Jarnas-PH) Sukabumi menggelar kegiatan Gerakan Hijau Bersama "Penanaman Pohon Untuk Lingkungan Berkelanjutan", sebagai bentuk dari Penanaman pohon, edukasi lingkungan, dan aksi kolaboratif pemuda yang berlokasi di Kp. Sirnabakti Rt. 51 Rw. 21, Kanan Kiri Sungai (Kakisu) Cipamatutan Sub DAS Cicatih, Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (14/12/2025).

Acara dihadiri Bupati Sukabumi yang diwakili Sekda H. Ade Suryaman, S.H.,M.M., Pengurus Pusat JNPH,  DR. G. Borlak, S.SOS.,M.M., beserta jajaran, Forkopimda, Forkopimcam Parungkuda, Forkopimcam Bojonggenteng, OKP, para pelajar, masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan tersebut digelar karena sejalan dengan program penghijauan nasional maupun daerah dalam mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatkan peran pemuda dalam aksi keberlanjutan.

Baca juga Kadis DLH Kabupaten Sukabumi Hadiri Acara Gerakan Hijau Bersama Penanaman Pohon Untuk Lingkungan Berkelanjutan di Kp. Sirnabakti

Pengurus Pusat Jaringan Nasional Pemuda Hijau (PP JNPH), DR. G. Boerlak, S.Sos.,M.M., menyampaikan bahwa, Jaringan Nasional Pemuda Hijau (Jarnas-PH) mengajak seluruh Pemuda Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan nyata menyelamatkan bumi melalui kegiatan Penanaman Pohon Untuk Lingkungan Berkelanjutan.

“Kegiatan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap krisis lingkungan yang semakin nyata yaitu deforestasi, degradasi lahan, banjir, longsor, hingga dampak perubahan iklim. Sebagai agen perubahan, pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk bertindak sekarang demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,”ujarnya.

Lanjutnya, untuk target besar kegiatan ini yaitu menanam minimal 1.000 pohon di tiga wilayah Jawa Barat diantaranya Cirebon, Bogor, dan Sukabumi, sekaligus memperkuat jejaring pemuda peduli lingkungan di tingkat daerah hingga Nasional.

Baca juga Harta Kekayaan Bupati Pesawaran Nanda Indira Diperiksa Kejati Lampung Terkait Kasus TPPU Eks Bupati Dendy Ramadhona

“Saya berharap, dengan terlaksananya kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat konservasi, mempertemukan para pemangku kepentingan, akademisi, komunitas, dan juga generasi muda untuk berdiskusi, berbagi inspirasi, serta membangun komitmen bersama demi pelestarian alam untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan,”tutup Boerlak.

Dilokasi yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ade Suryaman, S.H.,M.M., menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Jarnas-PH atas kegiatan penanaman pohon yang digelar di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Saya atasnama pribadi dan Pemkab Sukabumi mengucapkan terimakasih kepada Jarnas-PH sudah membantu untuk menanam pohon di kabupaten sukabumi khususnya dikecamatan parungkuda,” ucapnya.

Baca juga Puluhan Pegawai BPK Jateng-DIY Diusir dari Museum Keraton Surakarta

Ade Suryaman pun berharap agar kedepannya penanaman pohon bisa tersebar kewilayah-wilayah yang lain di Sukabumi.

“Semoga kedepannya tidak hanya di wilayah sini tetapi bisa disebar ke wilayah-wilayah yang lain. Kita tau bersama, bahwa hari ini bukan hanya diwilayah Kabupaten Sukabumi tapi juga diwilayah Sumatra dan Aceh sudah kejadian banjir. Termasuk, di Kabupaten Sukabumi kemarin tgl 4 Desember terjadi banjir di Kecamatan Cisolok, Kecamatan Cikakak dan ada beberapa kecamatan yg lain.dengan penanaman pohon mudah mudahan bisa mengurangi hal tersebut dimasa yang akan datang,” pungkasnya.

Adapun tujuan digelarnya kegiatan tersebut diantaranya, Memberikan peran pemuda sebagai agen perubahan dalam penghijauan berkelanjutan, Menambah jumlah pohon di area yang membutuhkan penghijauan, Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Memberikan edukasi tentang perawatan pohon yang berkelanjutan, dan Memperkuat semangat kolaboratif para pihak yaitu Pemerintah, Dunia Usaha, akademisi, LSM/NGO, Komunitas, Insan Media, dan juga Masyarkat.

(Rama)

Kadis DLH Kabupaten Sukabumi Hadiri Acara Gerakan Hijau Bersama Penanaman Pohon Untuk Lingkungan Berkelanjutan di Kp. Sirnabakti

Sukabumi, JURNAL TIPIKOR – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, S.Sos.,KP.,M.Si.,hadir dalam acara “Gerakan Hijau Bersama Penanaman Pohon Untuk Lingkungan Berkelanjutan” yang berlangsung di Kp. Sirnabakti, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pelajar, warga setempat, serta perwakilan lembaga dan OPD.

Gerakan menanam pohon di Indonesia telah menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, penebangan liar, dan kebakaran hutan, gerakan menanam pohon menjadi salah satu langkah paling nyata dalam menjaga kelestarian alam serta mengurangi dampak pemanasan global.

Kepala Dinas DLH Kab. Sukabumi, Nunung Nurhayati, S.Sos.,KP.,M.Si. (Poto : Dok. Jurnal Tipikor)

Saat diwawancara awak media jurnaltipikor.com/ dilokasi, Kadis DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menyampaikan akan pentingnya penanaman pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Kegiatan hari ini sangat mendukung upaya kita untuk melindungi alam. Semoga tujuan dan cita‑cita ini dapat tercapai, sekaligus menjadi edukasi bagi anak‑anak pelajar dan juga masyarakat agar terus peduli pada lingkungan," ujarnya.

Baca juga Harta Kekayaan Bupati Pesawaran Nanda Indira Diperiksa Kejati Lampung Terkait Kasus TPPU Eks Bupati Dendy Ramadhona

Nunung menambahkan, bahwa DLH Kabupaten Sukabumi secara rutin melaksanakan penanaman pohon setiap tahun, berkolaborasi dengan lembaga lain dan OPD.

“Saya berharap, pohon yang sudah ditanam dapat dijaga dengan baik sehingga alam tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi kehidupan kita,” tutup Nunung.

Acara diakhiri dengan penanaman pohon bersama secara simbolis.

SDN Tajurbuntu Menggelar Gotong Royong Opsih di Jeda SAS

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR-Gotong Royong Bersama untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Indah, SDN Tajurbuntu Menggelar Gotong Royong Bersama untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Indah
Jum’at, (12/12/2025)

SDN Tajurbuntu Kec. Pancalang mengadakan kegiatan gotong royong bersama siswa-siswi, para guru, wali murid dan staf sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan seluruh halaman sekolah dari sampah, rumput-rumput liar, dan segala macam kotoran yang menumpuk.

Dalam kegiatan gotong royong ini, seluruh siswa-siswi, bapak dan ibu guru bekerja sama untuk memungut sampah, mencabut rumput-rumput liar, dan membersihkan segala macam sampah yang menumpuk di seluruh area sekolah. Dengan semangat gotong royong, mereka bekerja dengan penuh kebersamaan dan keikhlasan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman.

Baca juga Puluhan Pegawai BPK Jateng-DIY Diusir dari Museum Keraton Surakarta

Juju Juhro, S.S,os selaku kepala Sekolah menuturkan. “Kegiatan gotong royong ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Dengan membersihkan sampah dan mencabut rumput-rumput liar di seluruh area sekolah, lingkungan sekolah akan tampak lebih terawat dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan kepada siswa-siswi,” ujarnya.

Melalui kegiatan gotong royong ini, SDN Tajurbuntu Kec Pancalang ingin mengajarkan pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan kepada seluruh warga sekolah. Dengan lingkungan sekolah yang bersih dan indah, siswa-siswi akan merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar dengan baik.

(Deden)

Pisah Sambut Kapolsek Parungkuda Dari Kompol. Aah Hermawan, S.E.,M.H., Kepada AKP. Erman, S.H.

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Mapolsek Parungkuda menjadi saksi acara pisah sambut Kapolsek yang berlangsung hangat, pada Jumat (12/12/2025). Kompol. Aah Hermawan, S.E., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Parungkuda, secara resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada AKP.  Erman, S.H.

Acara dihadiri oleh jajaran Polsek, perwakilan Forkopimda Kecamatan Parungkuda, Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kompol. Aah Hermawan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama masa kepemimpinannya.

"Selama ini kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Parungkuda. Saya yakin, AKP. Erman akan melanjutkan tugas dengan semangat yang sama," ujarnya.

Baca juga Kepala Desa Parungkuda Dan Langensari Ucapkan Salam Perpisahan Kepada Kompol. Aah Hermawan, S.E.,M.H., Saat Acara Pisah Sambut Kapolsek Baru

AKP. Erman, yang sebelumnya menjabat di Mapolsek lain, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi yang sudah terbangun dengan masyarakat dan berusaha meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah Kecamatan Parungkuda.

“Alhamdulillah, saat ini saya akan memimpin di Mapolsek Parungkuda. Saya mohon dukungan dan kerjasamanya untuk memperkuat sinergitas kita bersama dan saya pun akan berusaha untuk lebih meningkatkan pelayanan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan prosesi serah, pemberian cendera mata, ucapan selamat dan ramah tamah.

Baca juga Tedi Setiadi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Acara Musrenbangdes Desa Palasarihilir

Kehadiran para Tokoh Agama, para Kepala Desa, dan Karang Taruna serta tamu undangan lainnya menambah nuansa kebersamaan, menegaskan akan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas khususnya di wilayah Kecamatan Parungkuda.

(Rama)

Tedi Setiadi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Acara Musrenbangdes Desa Palasarihilir

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Tedi Setiadi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Palasarihilir, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) Tahun 2026 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU-RKP) Tahun 2027, yang bertempat di Aula Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/12/2025).

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Tedi Setiadi, Kepala Desa Palasarihilir, Sekretaris Camat Parungkuda, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Kader,dan masyarakat.

Ada 25 usulan pembangunan yang dipaparkan oleh pihak desa, dengan 8 program prioritas. Dimana, usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan.

Baca juga Kejaksaan Negeri Jayawijaya Serahkan Kembali Kerugian Negara Rp315 Juta ke Pemkab Jayawijaya

Tedi Setiadi, sangat mengapresiasi terkait usulan yang disampaikan. Usulan tersebut dianggapnya sebagai rangkuman dari kebutuhan nyata masyarakat yang memang sangat dibutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri acara Musrembang Desa Palasarihilir. Ada 25 usulan dari desa Palasarihilir, termasuk delapan prioritas,” ucapnya.

Tedi mengatakan, bahwa seluruh usulan dari masyarakat melalui Desa ataupun yang disampaikan secara langsung oleh masyarakat adalah prioritas bagi dirinya sebagai wakil rakyat.

“Semua aspirasi masyarakat itu prioritas bagi saya sebagai wakil rakyat,” Tegasnya.

Baca juga JPU Hadirkan 15 Saksi Perkara Tipikor Perjadin DPRD Provinsi Bengkulu, Hakim Tegaskan Pulihkan KN Rp5 Miliar

Lanjut Tedi, beberapa usulan pun langsung disampaikan oleh masyarakat seperti kebutuhan kelompok tani, pembangunan TPТ, serta sarana pendukung lainnya.

Tedi berharap, seluruh elemen bisa terus menjalin kekompakan agar dapat membangun Desa Palasarihilir baik itu infratstrukturnya dan juga yang lainnya.

“Saya berharap, semua elemen di Desa Palasarihilir dapat bersinergi dan semangat dalam membangun Desa,” pungkasnya.

(Rama)

Peringatan Hari Juang Siliwangi , Kadisdik Kabupaten Sukabumi “Simbol Patriotisme Dan Perjuangan”

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., S.IP., KP.,M.Si., menghadiri upacara peringatan Hari Juang Siliwangi Tahun 2025 yang digelar di Monumen Perjuangan Palagan, Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (09/12/2025).

Upacara tersebut dihadiri, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E., Forkopimda Kabupaten/Kota, Forkopimcam Parungkuda, Para Veteran, dan para tamu undangan lainnya.

Kadisdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Juang Siliwangi merupakan sebuah momentum sakral untuk mengenang nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan bangsa. Khususnya, peristiwa heroik dimana para pejuang dari Divisi Siliwangi bersama Rakyat bahu membahu mempertahankan kemerdekaan. Dimana, perjuangan tersebut berprinsip pada semangat dari rakyat bersama rakyat dan untuk rakyat.

"Peringatan Hari Juang Siliwangi ini adalah momentum sakral bagi kita semua untuk mengenang nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan bangsa khususnya di tanah pasundan," ucapnya.

Baca juga Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Raih Penghargaan Peringkat 3 Penanganan Perkara Tindak Pidana Khusus Tahun 2025

Deden Sumpena pun memaknai Hari Juang Siliwangi sebagai simbol patriotisme dan juga perjuangan rakyat dalam melawan para penjajah. Ia pun mengajak kepada kita semua khususnya generasi muda dan para pelajar, agar selalu dapat menghidupkan semangat juang para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan.

“Hari Juang Siliwangi merupakan simbol patriotisme dan perjuangan. Semangat juang para pahlawan harus diterjemahkan dalam ikhtiar bersama yakni menjaga persatuan dan kesatuan, mendorong inovasi dan prestasi, serta melestarikan sejarah,” jelasnya.

Deden Sumpena berharap, agar kita semua dapat menjadikan momentum ini sebagai salahsatu momen untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dan juga tanggungjawab sebagai warga negara.

“Mari, kita jadikan momentum ini sebagai semangat untuk lebih menumbuhkan cinta tanah air dan juga tanggungjawab sebagai warga negara dalam menyongsong Indonesia emas serta untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah,” pungkasnya.

(Rama)

Upacara Peringatan Hari Juang Siliwangi Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 Digelar Di Monumen Perjuangan Palagan

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., menghadiri Upacara Peringatan Hari Juang Siliwangi Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 di Lapangan Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/12/2025).

Peringatan Hari Juang Siliwangi adalah momentum sakral untuk mengenang nilai nilai luhur perjuangan para pahlawan. Khususnya peristiwa heroik dimana para pejuang dari divisi siliwangi bersama rakyat bahu membahu mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan tersebut berprinsip pada semangat dari rakyat bersama rakyat dan untuk rakyat.

Dalam sambutannya, Dandim 0622/Kab Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo menegaskan, bahwa semangat juang para pahlawan harus diterjemahkan dalam ikhtiar bersama untuk wujudkan kabupaten Sukabumi Mubarakah.

"Setiap elemen dari kita semua harus benar- benar menghadirkan pelayanan terbaik pada masyarakat" ungkapnya.

Baca juga Pemkab Bandung Raih Penghargaan Bergengsi detikJabar Awards 2025 Berkat Inovasi Ki Pinter Bedas

Dandim pun menekankan beberapa poin penting dari refleksi hari juang siliwangi yang harus diaktualisasikan, yakni menjaga persatuan dan kesatuan, mendorong inovasi dan prestasi, pelayanan publik prima serta melestarikan sejarah.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat tumbuhnya cinta tanah air dan tanggungjawab sebagai warga negara,” tegasnya.

Diakhir acara, dilakukan penyerahan santunan kadeudeuh kepada para veteran.

Hadir dalam Kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, ketua DPRD kabupaten Sukabumi, Forkopimda kabupaten/Kota, dan para tamu undangan lainnya.

(Rama)