DPRD Kota Bandung Perkuat Komunikasi dengan Warga, Fokus Atasi Pengangguran, Tingkatkan Ekonomi, dan Tata Kota

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyatakan komitmen penuh untuk hadir lebih intensif di tengah masyarakat.

Mulai 1 September 2025, DPRD akan memperkuat komunikasi dengan warga melalui kolaborasi bersama para camat dan aparat kewilayahan guna menyampaikan program-program pemerintah secara langsung.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, dalam keterangannya di Balai Kota Bandung, Minggu (31/8/2025), menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan penuh parlemen kota terhadap upaya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga Kota Bandung tetap kondusif.

“Mulai besok kami akan lebih banyak berkomunikasi dengan warga. DPRD bersama camat dan aparat kewilayahan akan menyampaikan program-program pemerintah secara langsung,” ujar Asep.

Baca juga Pangdam V/Brawijaya Prihatin atas Insiden Pembakaran Gedung Grahadi, Serukan Pentingnya Jaga Kondusivitas

Asep menambahkan, ada tiga fokus utama yang menjadi perhatian DPRD dalam waktu dekat:

  • Pengurangan angka pengangguran: Melalui dukungan program pelatihan kerja, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta kolaborasi dengan dunia usaha.
  • Peningkatan ekonomi masyarakat: Dengan penguatan investasi, fasilitasi pasar lokal, serta penciptaan iklim usaha yang ramah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
  • Penataan kawasan perkotaan: Mendorong perencanaan tata ruang yang lebih baik, mengurangi kawasan kumuh, serta memastikan ruang publik yang nyaman dan mudah diakses masyarakat.

“Komunikasi ini penting agar masyarakat mengetahui arah kebijakan pemerintah. Dengan begitu, kepercayaan publik dapat meningkat, dan stabilitas sosial lebih terjaga,” paparnya.

Langkah proaktif DPRD ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan perkotaan di Bandung.

(Humas Pemkot Bandung)

Kodam III/Siliwangi Gelar Patroli Gabungan Antisipasi Unjuk Rasa

Bandung, jurnaltipikor.com/,-Kodam III/Siliwangi menggelar patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi terkait kegiatan unjuk rasa di wilayah Kota Bandung, Minggu (31/08/2025).

Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik strategis dan objek vital menggunakan kendaraan panser dan taktis, sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., didampingi PJU Kodam III/Slw dan Dandim 0618/Kota Bandung usai rapat Koordinasi di Gedung Sate Bandung, menegaskan bahwa situasi di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, masih dalam kondisi aman dan kondusif.

“Untuk meyakinkan masyarakat, saya sampaikan bahwa di Bandung maupun di Jawa Barat secara keseluruhan, situasi tetap terkendali. Tidak ada hal mengkhawatirkan. Hubungan dengan aparat kepolisian pun berjalan baik, dan kami siap mendukung penuh seluruh kegiatan pengamanan demi terciptanya suasana aman dan nyaman,” ujar Pangdam.

Baca juga Pangdam V/Brawijaya Prihatin atas Insiden Pembakaran Gedung Grahadi, Serukan Pentingnya Jaga Kondusivitas

Mayjen TNI Kosasih mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Ia menekankan agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjalani aktivitas seperti biasa.

“Kami minta para pelajar, mahasiswa, maupun pekerja agar melaksanakan kegiatan sehari-hari secara normal. Presiden sudah menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan baik, tertib, dan sesuai aturan,” tegas Mayjen TNI Kosasih.

Patroli gabungan tersebut melibatkan satuan-satuan dari berbagai matra TNI, seperti Yon Kav, Yon Armed, Yon Zipur, Arhanud, serta unsur dari Kodim 0618/Kota Bandung yang disiagakan di berbagai titik strategis kota untuk merespons cepat jika terjadi eskalasi.

(Pendam III/Siliwangi).

Pangdam V/Brawijaya Prihatin atas Insiden Pembakaran Gedung Grahadi, Serukan Pentingnya Jaga Kondusivitas

Surabaya, JURNAL TIPIKOR– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terbakarnya sebagian bangunan cagar budaya Gedung Negara Grahadi di Surabaya. Insiden ini terjadi saat aksi unjuk rasa pada Sabtu (30/8) malam.

Mayjen Rudy menyatakan bahwa Grahadi adalah salah satu warisan budaya kebanggaan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. “Kita sangat prihatin, ini adalah salah satu cagar budaya yang merupakan kebanggaan masyarakat Surabaya,” ujar Mayjen Rudy saat meninjau langsung kondisi Gedung Grahadi pada Minggu pagi.

Ia menjelaskan bahwa Gedung Negara Grahadi telah digunakan sejak tahun 1930-an, dan bahkan bangunan induknya sudah berdiri sejak tahun 1700-an. Namun, aksi anarkis oleh segelintir oknum yang melempar bom molotov mengakibatkan api membakar bagian atas gedung di sisi barat.

Baca juga Anniversary Taximo Ke-35, Tedi Setiadi Ucapkan “Selamat Ulang Tahun, Tetap Solid Dan Junjung Tinggi Nilai-Nilai Sosial Serta Kebersamaan”

Beruntungnya, api tidak sampai menjalar ke bangunan induk.
Menyikapi peristiwa ini, Mayjen Rudy menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya dengan kerendahan hati memohon dengan sangat untuk masyarakat, adik-adik semua, saudara-saudara, rekan-rekan, tolong betul-betul jaga kondusivitas, jangan mudah terprovokasi, jangan anarkis karena dampaknya sangat luar biasa,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk menyalurkan aspirasi secara tertib kepada pemerintah.

Baca juga Pemdes Pondokkaso Landeuh Gelar Acara Syukuran Hari jadi Desa Ke-61, Masyarakat Sangat Antusias

Terkait arahan dari Presiden, Mayjen Rudy memastikan bahwa jajaran TNI dan Polri akan terus bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergi ini akan melibatkan peran aktif masyarakat untuk mencegah masuknya provokator.

“Kita tidak mau disusupi, kita tidak mau diprovokasi, sehingga peran serta dari masyarakat di tempat masing-masing sangat kita butuhkan. Tolong betul-betul kita jaga rumah kita,” pungkas Mayjen Rudy.

Pada Sabtu malam, sekitar pukul 21.38 WIB, bagian sisi barat Gedung Negara Grahadi dibakar oleh massa anarkis. Insiden ini terjadi sekitar satu setengah jam setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menemui para demonstran.

Ratusan demonstran tetap bertahan di depan gedung hingga pukul 22.30 WIB, sementara suara ledakan petasan terus terdengar.

(Antara)

Anniversary Taximo Ke-35, Tedi Setiadi Ucapkan “Selamat Ulang Tahun, Tetap Solid Dan Junjung Tinggi Nilai-Nilai Sosial Serta Kebersamaan”

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Agro Wisata Gunung Wayang yang berada di Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, menjadi lokasi dilaksanakannya perayaan Anniversary Taximo yang ke-35 tahun, pada Minggu (31/08/2025).

Acara anniversary ke-35 Taximo tersebut dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Tedi Setiadi, yang juga menjabat sebagai Pembina dalam struktural Taximo.

Kehadiran Tedi Setiadi dalam acara anniversary Taximo ke-35 memberikan energi positif dan juga menambah semangat bagi seluruh anggota Taximo.

Baca juga Pemdes Pondokkaso Landeuh Gelar Acara Syukuran Hari jadi Desa Ke-61, Masyarakat Sangat Antusias

Tedi Setiadi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Taximo. Karena, Taximo konsisten selalu melakukan berbagai macam kegiatan Bhakti Sosial (Baksos) yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Selamat Ulang Tahun Taximo yang ke-35 tahun. Semoga, Taximo kedepannya dapat semakin solid dan dapat terus menjunjung tinggi nilai-nilai sosial juga dapat memperkuat kebersamaan sehingga nantinya dapat lebih banyak bermanfaat bagi keluarga besar Taximo dan juga masyarakat,”ucapnya.

Dilokasi yang sama, Eko Wijaya, selaku Ketua Umum Taximo Sukabumi, menyampaikan ucapan rasa syukur dan juga terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung baik itu berupa moril maupun materil sehingga anniversary Taximo ke-35 dapat terselenggara dengan lancar dan juga meriah.

“Syukur Alhamdulillah, Terimakasih banyak kepada semua yang sudah ikut andil mensupport anniversary Taximo ke-35 tahun ini sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan meriah,” ungkapnya.

Baca juga DPP FKDT Mendukung Kapolri Untuk Menindak Aksi Anarkis Yang Merusak Fasilitas Umum

Lanjutnya, acara ini dapat berlangsung karena adanya semangat kebersamaan dan juga sinergi dari seluruh anggota dengan penuh ketulusan. Dimana Taximo adalah wadah persatuan dari berbagai wilayah, yang berkomitmen melakukan kegiatan bhakti sosial dan aksi kemanusiaan yang dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Eko Wijaya pun mengajak kepada seluruh anggota Taximo di berbagai daerah untuk terus mempererat persatuan dan juga menjaga solidaritas.

“Kita harus tetap satu rasa, lebih peka terhadap kondisi masyarakat, serta tidak
mudah untuk terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah sesama anggota Taximo,”pungkasnya.

(Rama)

Pemdes Pondokkaso Landeuh Gelar Acara Syukuran Hari jadi Desa Ke-61, Masyarakat Sangat Antusias

Sukabumi,jurnaltipikor.com/-Pemerintah Desa (Pemdes) Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menggelar acara Syukuran Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh yang ke-61, acara berlangsung di lapang sepakbola Warung Ceuri, pada Minggu (31/ 08/2025).

Syukuran hari jadi Desa Pondokkaso Landeuh tersebut mengusung tema "Membangun Desa, Memajukan Negri, Kujaga, kurawat, Kubangun Desaku, Landeuh Makin Dipika Deudeuh".

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, S.E., Kepala Dinas DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Drs. Gun Gun Gunardi, M.A.P., Camat Parungkuda, Kurnia Lismana, AP., Aparatur Desa, Ketua TP PKK, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta masyarakat Desa Pondokkaso Landeuh.

Baca juga DPP FKDT Mendukung Kapolri Untuk Menindak Aksi Anarkis Yang Merusak Fasilitas Umum

Dalam acara tersebut ditampilkan berbagai macam kegiatan seperti acara adat, senam bersama, tari-tarian,berbagai macam perlombaan, Gerakan Pangan Murah (GMP), Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), Pemberian Kursi Roda, serta pembagian Doorprize.

Ujang Sopandi, selaku Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, dalam sambutannya menyampaikan akan pentingnya sebuah sinergitas antara Pemdes dan masyarakat guna tercapainya cita-cita bersama dan bisa memberikan yang terbaik untuk desa.

“Ahamdulillah, hari ini Minggu tanggal 31 Agustus 2025 kita bisa merayakan acara Syukuran Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh yang ke-61. Dimana, kegiatan ini bisa terlaksana dan sukses berkat kerjasama dari semua pihak,” ucapnya.

Baca juga Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional

Ujang Sopandi pun mengucapkan banyak terimakasih atas support yang telah diberikan oleh Muspika Kecamatan Parungkuda dan juga Masyarakat Desa Pondokkaso Landeuh.

“Saya selaku Kepala Desa Pondokkaso Landeuh mengucapkan terimakasih kepada Muspika Kecamatan Parungkuda yang sudah mendukung acara ini, dan juga Kepada Masyarakat Desa Pondokkaso Landeuh yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran maupun materinya, semoga menjadi keberkahan buat kita semua,” tutupnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama,Ketua Panitia Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh, Syadewa Prasetyo, mengatakan bahwa berbagai persiapan untuk mensukseskan Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh ke-61 dimulai dengan pembentukan panitia dan rencana kegiatan.

“Hampir satu bulan kami mempersiapkan hingga terlaksananya acara ini. Alhamdulillah, antusias warga untuk mensukseskan acara ini begitu tinggi dan itu bisa dilihat dari hadirnya ribuan warga di acara Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh ke-61 ini,” ujarnya.

Baca juga Kemkomdigi Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Liputan Demonstrasi bagi Media Massa

Lanjut Syadewa, kami sangat mengapresiasi atas partisipasi dan juga antuasias warga dalam mensukseskan kegiatan HUT Desa Pondokkaso Landeuh ke-61 tahun ini.

“Semoga kedepannya acara Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh bisa lebih meriah lagi dan semua pihak yang ada di wilayah Desa Pondokkaso Landeuh diharapkan bisa lebih all out lagi dalam memeriahkan Hari Jadi Desa Pondokkaso Landeuh ditahun mendatang,”pungkasnya.

DPP FKDT Mendukung Kapolri Untuk Menindak Aksi Anarkis Yang Merusak Fasilitas Umum

Jakarta,jurnaltipikor.com/,- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) Lukman Khakim mendukung penuh upaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian untuk menindak tegas segala bentuk aksi anarkis yang merusak ketertiban umum.

Dukungan itu disampaikan menyusul maraknya penjarahan, perusakan fasilitas, dan bentrokan pasca unjuk rasa di Jakarta dan berbagai daerah.

Lukman dalam keterangan di Jakarta, Sabtu menyoroti perkembangan demonstrasi di beberapa wilayah yang awalnya berjalan tertib dan damai, namun belakangan memunculkan gejala pembelokan penyampaian aspirasi menjadi tindakan-tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum.

"Melihat perkembangan demonstrasi di berbagai daerah, ada gejala pembelokan penyampaian aspirasi yang awalnya tertib dan damai, berubah menjadi tindakan-tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum dan sangat mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat. Masyarakat menjadi takut keluar rumah untuk beraktivitas. Fenomena ini berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Baca juga Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional

Ia menegaskan penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang, tetapi harus dilakukan dalam koridor yang benar, tanpa mengganggu ketertiban umum dan stabilitas negara.

“Kami dari keluarga besar FKDT memberikan dukungan penuh kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas pelaku anarkis. Langkah tegas ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi, sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” ujar Lukman.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri, ustadz, dan pengurus madrasah diniyah agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Ia menekankan bahwa menjaga suasana damai adalah tanggung jawab bersama.

Baca juga Presiden Prabowo Ajak 16 Ormas Islam Jaga Perdamaian di Hambalang

Oleh karena itu, FKDT mengharapkan semua pihak dapat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi.

“Mari kita jaga persaudaraan, kita pelihara persatuan, dan bersama-sama ciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Dengan dukungan penuh kepada aparat, kita optimistis kedamaian bisa segera kembali,” ucapnya.

Selain itu, Lukman juga mengimbau khususnya kepada keluarga besar FKDT, para ustadz, guru madrasah diniyah takmiliyah bersama para wali santri untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia meminta agar mereka memberikan edukasi dan seruan kepada masyarakat agar memperkuat harmoni antar-anak bangsa demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia yang kita cintai.

(Rama)

Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional

Jakarta,jurnaltipikor.com/,-Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri bersama TNI akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan undang-undang untuk memulihkan situasi keamanan di sejumlah wilayah yang belakangan ini diwarnai aksi anarkis.

Hal tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri rapat evaluasi bersama Presiden RI, Panglima TNI, dan sejumlah menteri terkait yang berlokasi di Sentul, pada Sabtu (30/08/2025).

Kapolri menjelaskan, Presiden memerintahkan TNI dan Polri untuk segera menindak tegas setiap tindakan yang melanggar hukum, khususnya aksi anarkis yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Tadi Bapak Presiden memintakan kepada saya dan Panglima, khusus terkait tindakan-tindakan yang bersifat anarkis, kami Panglima TNI dan Kapolri, TNI dan Polri diminta untuk mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Jenderal Sigit.

Baca juga Staf Khusus Wapres Gibran Bantah Kabar Bermain Padel Saat Demonstrasi di Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti sejumlah insiden selama unjuk rasa yang dilakukan di beberapa wilayah, termasuk pembakaran gedung, fasilitas umum, dan penyerangan terhadap markas. Menurutnya, aksi-aksi tersebut sudah melampaui batas penyampaian pendapat yang dijamin undang-undang.

“Terkait dengan penyampaian pendapat itu adalah hak setiap warga negara dan dilindungi undang-undang. Namun, tentunya ada syarat-syaratnya, antara lain harus memperhatikan kepentingan umum, mengikuti peraturan perundang-undangan, dan menjaga persatuan bangsa. Jika ada aksi yang berujung pada pembakaran, penyerangan, dan perusakan, maka itu sudah mengarah pada peristiwa pidana,” tegasnya.

Selain itu, Kapolri turut menyinggung perkembangan penanganan kasus tujuh personel Brimob yang menabrak seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia. Ia memastikan proses hukum terhadap para anggota tersebut berjalan cepat dan transparan.

“Proses penanganan oleh Propam sudah berlangsung dan saya sudah perintahkan untuk dilaksanakan secara cepat dan maraton. Kartif Propam sudah menyampaikan bahwa dalam waktu satu minggu harus siap melaksanakan sidang etik dan tidak menutup kemungkinan juga ada proses pidana jika ditemukan kesalahan,” jelasnya.

Baca juga Kemkomdigi Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Liputan Demonstrasi bagi Media Massa

Kapolri menambahkan, pihaknya juga membuka akses bagi lembaga seperti Kompolnas dan Komnas HAM untuk memantau jalannya proses pemeriksaan, sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Di akhir pernyataannya, Kapolri mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung langkah-langkah TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Kami berharap mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, tokoh-tokoh nasional, dan seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah situasi yang ada,” pungkasnya.

(Rama)

Presiden Prabowo Ajak 16 Ormas Islam Jaga Perdamaian di Hambalang

Bogor, JURNAL TIPIKOR – Presiden RI Prabowo Subianto hari ini mengundang 16 perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan dan memperkuat silaturahmi di tengah situasi yang memanas di beberapa kota di Indonesia.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf. Keduanya diketahui merupakan menteri Kabinet Merah Putih.

Baca juga Staf Khusus Wapres Gibran Bantah Kabar Bermain Padel Saat Demonstrasi di Jakarta

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen ormas Islam untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap damai dan kondusif.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Nasrullah Larada, yang juga hadir dalam acara tersebut.

“Pertemuan ini adalah sinyal yang sangat positif dan tepat bagi bangsa kita. Di saat suasana memanas, justru komunikasi dan silaturahmi antarelemen bangsa harus kita perkuat,” ujar Nasrullah Larada.

Ia menambahkan bahwa jalan dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan bangsa, bukan melalui aksi anarkis dan vandalisme yang justru merugikan.

Baca juga Kemkomdigi Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Liputan Demonstrasi bagi Media Massa

Pertemuan ini berlangsung di tengah gelombang unjuk rasa di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, dan Yogyakarta.

Unjuk rasa tersebut dipicu oleh insiden tragis meninggalnya seorang pengendara ojek daring, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat terjadi bentrokan antara massa dan aparat.

Terkait insiden ini, PII mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan dalam mengusut tuntas kasus tersebut. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam.

Kami mendorong aparat untuk bekerja secara profesional dan transparan agar keadilan benar-benar ditegakkan,” kata Nasrullah.

Baca juga Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Bertindak Tegas Terhadap Aksi Anarkis

Di akhir pernyataannya, Nasrullah mengimbau seluruh kader PII, generasi muda, dan masyarakat pada umumnya untuk tidak mudah terprovokasi. Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan bukanlah solusi, melainkan awal dari kehancuran.

Selain berdiskusi dengan ormas Islam, Presiden Prabowo juga menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

(Red)

Staf Khusus Wapres Gibran Bantah Kabar Bermain Padel Saat Demonstrasi di Jakarta

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa, membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai Wapres Gibran bermain padel atau tenis saat demonstrasi berlangsung di Jakarta pada Jumat (29/8).

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Tina Talisa menegaskan bahwa pada hari Jumat tersebut, Wapres Gibran sedang berkantor di Istana Wapres.

“Wapres sedang berkantor ketika demonstrasi berlangsung. Beliau baru pulang dari kunjungan kerja di Sumatera Utara pada Kamis (28/8) untuk menghadiri Musyawarah Pelayanan (Mupel) Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP),” jelas Tina.

Baca juga Kemkomdigi Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Liputan Demonstrasi bagi Media Massa

Lebih lanjut, Tina mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar.

“Saya imbau masyarakat untuk saring sebelum sharing informasi yang beredar, apalagi yang bersifat provokatif di situasi seperti saat ini,” ujarnya.

Pihak pengelola Anwa Racquet Club, yang disebut-sebut dalam unggahan warganet, juga telah membantah kabar tersebut melalui akun Instagram resminya, @anwaracquetclub.

Baca juga Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Bertindak Tegas Terhadap Aksi Anarkis

Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa tidak ada kunjungan resmi dari Wakil Presiden di fasilitas mereka.

“Sehubungan dengan beredarnya informasi bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia akan atau telah datang bermain tenis/padel di Anwa Raquet Club, dengan ini kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Wapres Gibran juga dilaporkan telah menjenguk korban demonstrasi yang dirawat di RSCM dan RS Pelni.

Sumber : Antara

Kemkomdigi Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Liputan Demonstrasi bagi Media Massa

CIKARANG, JURNAL TIPIKOR–– Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa tidak ada pembatasan atau larangan bagi media massa untuk meliput aksi demonstrasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (30/8).

“Tidak ada. Seperti kita saksikan, media meliput dengan bebas, saya kira, ya, live report (siaran langsung) itu berjalan,” ujar Nezar.

Jurnalisme Berkualitas Jadi Fokus Utama
Alih-alih membatasi, Kemkomdigi hanya mengimbau media massa untuk menerapkan jurnalisme berkualitas.Ini berarti media diharapkan tidak menayangkan konten yang provokatif, memperlebar kemarahan publik, atau hal-hal yang dapat memperburuk suasana.

“Selebihnya bebas, tidak ada sensor,” tegas Nezar. Ia menambahkan bahwa peliputan yang profesional sangat penting untuk menghindari misinformasi dan disinformasi yang bisa memperkeruh keadaan.

Baca juga Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Bertindak Tegas Terhadap Aksi Anarkis

Nezar juga mengajak media massa untuk membantu mendinginkan situasi dan mencari solusi bersama dalam menghadapi isu-isu terkini, alih-alih terus “membakar” kemarahan publik.
Klarifikasi

Mengenai Surat Edaran

Terkait surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta yang sempat menjadi perbincangan, Nezar mengaku tidak mengetahui detailnya.

Namun, ia memastikan bahwa Kemkomdigi tidak pernah mengeluarkan surat edaran apa pun yang melarang media massa meliput aksi demo.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Ubaidillah juga menegaskan bahwa pihaknya menghormati setiap upaya peliputan oleh lembaga penyiaran yang dilakukan secara profesional.

“Kami menghormati penuh lembaga penyiaran untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat karena ini menjadi hak asasi yang dilindungi oleh undang-undang,” kata Ubaid dalam keterangan terpisah.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Melarang Wakil Menteri Merangkap Jabatan

Menurut Ubaid, di tengah gejolak saat ini, ketersediaan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi dari televisi dan radio sangat penting sebagai hak masyarakat.

(Red)