25 Kilometer Jalan Provinsi di Kaur Rusak Parah, Warga Tagih Tanggung Jawab Pemprov Bengkulu

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Ruas jalan provinsi dari Simpang Tanjung Iman menuju Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, kian memprihatinkan. Sepanjang sekitar 25 kilometer, pengguna jalan harus berjibaku dengan lubang, genangan air hingga semak belukar yang mulai menutupi sisi badan jalan.

Kondisi tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan. Bagi warga, kerusakan jalan telah menjadi persoalan keselamatan sekaligus mempertanyakan sejauh mana perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap infrastruktur di wilayah Kaur.

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan masyarakat harus menunggu?

Keluhan mengenai ruas jalan ini disebut telah berulang kali disampaikan. Usulan perbaikan bahkan telah disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten Kaur maupun langsung oleh masyarakat. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat penanganan yang signifikan.

“Di Kabupaten Kaur, ini salah satu jalan penghubung Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” kata Jusri.

Baca juga Tusuk Korban Dengan Golok, Seorang Pria Di Palabuhanratu Ditangkap Satreskrim Polres Sukabumi,

Menurut Jusri, persoalan bukan hanya kerusakan badan jalan. Pemeliharaan rutin seperti tebas bayang juga dinilai minim. Semak dan pepohonan di sepanjang sisi jalan mulai membelukar sehingga membuat ruas tersebut terkesan tidak terawat.

“Jangankan perbaikan jalan, tebas bayang saja jarang dilakukan. Lihat saja sepanjang pinggir jalan sudah membelukar,” ujarnya.

Lebih jauh, sejumlah lubang di badan jalan telah menjadi kubangan akibat genangan air. Kondisi ini dikhawatirkan semakin mempercepat kerusakan apabila tidak segera ditangani, terlebih saat intensitas hujan meningkat.

Warga pun meminta pemerintah tidak sekadar melakukan tambal sulam. Pembenahan drainase atau siring harus menjadi bagian dari penanganan, agar air tidak terus menggenangi badan jalan.

“Bukan hanya jalan yang kami harapkan diperbaiki. Siring saluran air sepanjang jalan juga harus ada supaya air tidak menggenangi jalan dan jalan bisa lebih terawat,” tegas Jusri.

Baca juga 143 Ribu Warga Bandung Dapat Jatah Beras, Tapi Ratusan Lainnya ‘Terbuang’ Karena Salah Hitung Desil: Wali Kota Farhan Akui Data Pusat Belum Sempurna

Kerusakan sepanjang ruas tersebut akhirnya menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai pemeliharaan jalan provinsi di Kabupaten Kaur. Jika keluhan masyarakat telah berulang kali disampaikan, publik dinilai wajar mempertanyakan kapan ruas ini masuk agenda penanganan, bentuk pemeliharaan apa yang telah dilakukan, serta berapa anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaannya.

Pertanyaan itu penting karena jalan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai akses masyarakat Muara Sahung dan sekitarnya menuju wilayah lain, termasuk jalur penghubung ke Provinsi Sumatera Selatan.

Warga berharap persoalan tersebut tidak kembali berhenti pada usulan dan janji perbaikan. Mereka meminta Pemprov Bengkulu segera turun melihat langsung kondisi jalan sekaligus memberikan kepastian mengenai langkah penanganannya.

Jalan rusak mungkin bisa ditambal. Namun jika dibiarkan terlalu lama, persoalannya bukan lagi sekadar soal aspal—melainkan keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait kondisi dan rencana penanganan ruas jalan Simpang Tanjung Iman–Muara Sahung.

JS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *