WWF-Indonesia dan Jejaring Global Apresiasi Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature

Bogor,jurnaltipikor.com,-Menjelang pembukaan untuk publik, EIGER Nature mendapat kunjungan dari 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep dan perjalanan EIGER Nature sebagai inisiatif berbasis alam yang memadukan restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan guided site tour, pada 11 September 2026, para peserta melihat langsung kawasan EIGER Nature sekaligus memahami proses pengembangannya. Rangkaian kunjungan mencakup perjalanan restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Bagi EIGER Nature, kunjungan tersebut berlangsung pada momentum penting, yakni ketika destinasi memasuki tahap akhir persiapan sebelum dibuka untuk masyarakat umum. Selain penyempurnaan fasilitas dan pengalaman pengunjung, pertemuan ini menjadi ruang dialog dan pertukaran perspektif untuk mendukung pengembangan EIGER Nature ke depan.

Baca juga Pelajar SMA Kalapanunggal Dikabarkan Hilang, Kapolsek Sambangi Keluarga, Pencarian Terus Dilakukan

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan EIGER Nature masih berada pada tahap awal perjalanan sehingga pihaknya terbuka untuk terus belajar, mendengar, dan berkembang bersama berbagai pihak.

Menurutnya, upaya menghadirkan inisiatif yang memberikan manfaat bagi alam sekaligus masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan.

EIGER Nature sendiri merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER yang selama hampir empat dekade tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan. Melalui EIGER Nature, semangat tersebut diwujudkan dalam sebuah ruang yang menggabungkan pengalaman pengunjung dengan upaya memberikan kontribusi positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.

Baca juga Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Sekdis Dishub, Kepala BKPSDM: “Ini Pelanggaran Berat, Oknum Diberhentikan Sementara

Dalam pengembangannya, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), khususnya dalam mendukung konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi WWF untuk melihat langsung pendekatan EIGER Nature dalam mengintegrasikan restorasi dan konservasi dengan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai model kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi untuk mendukung pembiayaan konservasi, termasuk di kawasan taman nasional.

Pertukaran perspektif dalam kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih luas antara EIGER Nature, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global, terutama dalam bidang konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Imanuel menegaskan, EIGER Nature diharapkan tidak sekadar menjadi destinasi untuk menikmati alam. Pengunjung juga diharapkan memperoleh pengalaman dan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga alam serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

(Rama)

Pelajar SMA Kalapanunggal Dikabarkan Hilang, Kapolsek Sambangi Keluarga, Pencarian Terus Dilakukan

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi terus melakukan upaya penelusuran terhadap seorang pelajar SMA Kalapanunggal, Riana Pratiwi, yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak 4 September 2026.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap keluarga, Kapolsek Kalapanunggal Iptu Aah Saepul Rohman melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit Gang Sawo, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada keluarga sekaligus memastikan bahwa pihak Kepolisian terus berupaya melakukan penelusuran terhadap informasi yang dapat membantu menemukan keberadaan Riana Pratiwi.

Baca juga Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Sekdis Dishub, Kepala BKPSDM: “Ini Pelanggaran Berat, Oknum Diberhentikan Sementara

Kapolsek Kalapanunggal juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendapatkan informasi mengenai teman dekat serta aktivitas terakhir yang diketahui sebelum yang bersangkutan dilaporkan hilang.

Selain itu, pihak sekolah diminta turut melakukan penelusuran dan pengecekan terhadap teman-teman dekat Riana Pratiwi guna memperoleh informasi yang dapat membantu proses pencarian.

Kapolsek juga telah memerintahkan Kanit Intelkam dan Kanit Reskrim untuk mendalami setiap informasi yang berkaitan dengan keberadaan Riana Pratiwi, khususnya di wilayah hukum Polsek Kalapanunggal, serta terus berkoordinasi dengan Polres Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kalapanunggal IPTU Aah Saepul Rohman, menyampaikan bahwa pihak Kepolisian memberikan perhatian serius terhadap laporan tersebut dan akan terus melakukan upaya pencarian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami keluarga. Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Riana Pratiwi agar segera menyampaikannya kepada pihak Kepolisian. Setiap informasi yang diterima akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dalam rangka membantu proses pencarian,” ujar Kapolsek Kalapanunggal menyampaikan pesan Kapolres Sukabumi.

Baca juga “Tidak Masuk Akal!” Mahfud MD Gebuk KPK: Segera Periksa Nusron Wahid, Publik Sudah Menunggu Transparansi!

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk informasi yang dapat menimbulkan keresahan atau mengganggu proses pencarian.

Polsek Kalapanunggal bersama Polres Sukabumi akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga, sekolah, serta pihak terkait lainnya untuk menindaklanjuti setiap informasi yang diperoleh.

(Rama)

Ngalongok Dulur Dilembur Hadirkan Bakti Sosial Dan Pelayanan Publik, Bupati “Pelayan Harus Dekat Dengan Masyarakat”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekda H. Ade Suryaman serta Forkopimda dan Perangkat Daerah lakukan kegiatan sosial dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke 156. Kegiatan sosial sambil berkendara tersebut bertajuk “Ngalongok Dulur di Lembur”, Sabtu (19/09/2026).

Kegiatan dimulai dari Pusbangdai, Kecamatan Cikembar ini, berlanjut ke Alun-Alun Jampangtengah dengan agenda untuk melaksanakan bakti sosial, menggelar pasar murah, dan pelayanan publik. Sementara di Puncak Buluh, Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon dilakukan penyaluran bantuan air bersih juga bakti sosial.

Perjalanan akan dilanjutkan ke Kecamatan Surade untuk kembali lajukan kegiatan bakti sosial dan menyerahkan bantuan bedah rumah.

Baca juga Operasi Libas Lodaya, Polres Sukabumi Amankan 61 Motor dari 6 Kelompok Pelaku Pencurian

Tak hanya itu, bupati bersama rombongan pun akan memberikan bantuan air bersih, bakti sosial, dan bedah rumah di Kecamatan Ciracap.

Perjalanan ngalongok dulur di lembur rencananya di akhiri dengan pemberian bantuan sosial di Pantai Ujunggenteng

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, kegiatan adalah silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Hal itu termasuk pemetaan potensi dan masalah yang ada di wilayah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat. Kami yang merupakan pelayan masyarakat, harus turun langsung ke masyarakat. Ini upaya memperkuat pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ucap Bupati.

Bupati berpesan agar rombongan yang ikut untuk tertib berkendara, kompak, dan mengutamakan keselamatan.

“Patuhi aturan lalulintas dan saling mengingatkan selama perjalanan,” pungkasnya.

(Rama)

Bertaruh Nyawa, Program Revitalisasi di SMP PGRI Sukalarang Senilai 1 Miliar Lebih Diduga Minim Pengawasan K3

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Program revitalisasi satuan pendidikan di SMP PGRI Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, diduga minim pengawasan dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

SMP PGRI Sukalarang yang beralamat di Jl. Cimanggu RT 05 RW 06, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, mendapat bantuan pemerintah berupa program revitalisasi satuan pendidikan dengan total anggaran sebesar Rp. 1.058.533.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Adapun pekerjaan meliputi pembangunan 4 ruang kelas, 1 ruang administrasi, 1 ruang perpustakaan, dan WC 1 unit 3 pintu (bangun baru). Sekolah tersebut memiliki jumlah siswa sebanyak 122 anak.

Baca juga Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap 3 Pelajar, Polres Sukabumi Tetapkan Sekdis Dishub Jadi Tersangka

Pantauan awak media jurnaltipikor.com di lokasi, pada Kamis (17/09/2026) terlihat para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan lengkap saat bekerja. Bahkan pekerja yang sedang memasang baja ringan di atap lantai dua terlihat tanpa pengaman seperti helm proyek, sabuk pengaman, dan sepatu safety.

Kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan para pekerja yang seolah bertaruh nyawa di ketinggian tanpa perlindungan yang memadai.

Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi, Ketua P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) sedang tidak berada di lokasi, begitu pun dengan kepala sekolah.

Salah seorang guru, Eli, mengatakan bahwa kepala sekolah sedang sakit dan ketua P2SP juga sedang tidak ada di lokasi.

Minimnya pengawasan K3 dalam proyek yang bersumber dari uang negara ini menjadi sorotan. Padahal dalam setiap proyek konstruksi, penerapan K3 merupakan hal wajib sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR dan Undang-Undang Jasa Konstruksi.

Masyarakat berharap dinas terkait dan konsultan pengawas lebih ketat dalam melakukan pengawasan, agar program revitalisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tidak justru menimbulkan korban jiwa akibat kelalaian penerapan keselamatan kerja.

(Rama)

210 Kepala Sekolah Ikuti Pembinaan, Bupati Minta Kepentingan Peserta Didik Harus Jadi Prioritas

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Sebanyak 210 kepala sekolah (Kepsek) TK hingga SMP mengikuti pembinaan dan pengarahan Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/09/2026).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Sukabumi, Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua DPD AKSI Jawa Barat, Ketua DPC AKSI Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam arahannya, Bupati H Asep Japar menegaskan kepala sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi emas 2045. Karena itu, mereka dituntut memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan supervisi.

“Guru dan kepala sekolah adalah profesi yang sangat penting dan mulia. Di tangan bapak dan ibu sekalian, masa depan anak-anak Kabupaten Sukabumi ditentukan,” ujarnya

Baca juga Terjepit Aspek “Tanah Langka”: 8 Faktor Pembunuh Daya Beli Masyarakat di Tengah Gempuran Harga Properti

Bupati meminta sekolah dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kepentingan peserta didik harus menjadi prioritas.

Kemudian, kepala sekolah agar memperkuat komunikasi dengan guru, tenaga kependidikan, dan orang tua.

“Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah juga perlu ditingkatkan,” pintanya.

Bupati menambahkan, AKSI Kabupaten Sukabumi dapat menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Semoga AKSI mampu ikut mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarokah,” tutupnya.

Baca juga BAYANGAN DI BALIK TAHTA: KPK Bongkar ‘Orang Kepercayaan’ Menteri Nusron Wahid Terseret Kasus Suap ATR/BPN

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan SK pemberian tugas kepada 53 guru yang mendapat tugas sebagai kepala sekolah. Mereka terdiri dari 47 kepala SDN dan enam kepala SMPN.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada para inisiator DPC AKSI Kabupaten Sukabumi. Buku karya Ketua DPP AKSI Jawa Barat Dudung Nurullah Koswara juga diserahkan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Kab. Sukabumi.

(Rama)

Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi Layani Pemasangan Baru, Berikan Layanan Prima

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Perumda AM TJM Cabang Parungkuda memberikan layanan prima pemasangan sambungan baru mandiri kepada salah satu warga bernama Yayu yang berlokasi di Kampung Sundawenang, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/09/2026).

Pemasangan sambungan baru ini merupakan bentuk komitmen Perumda AM TJM dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan sebelumnya.

Baca juga Tangani Dugaan Pungli Santunan Kematian 40%, BPJSTK “Kami Akan Proses dan Pecat Oknum Jika Terbukti

Petugas di lapangan terlihat sigap melakukan instalasi jaringan pipa hingga ke rumah pelanggan dengan tetap mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu.

Salah satu warga penerima manfaat, Yayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemasangan baru tersebut.

“Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir lancar. Terima kasih kepada Perumda AM TJM Cabang Parungkuda yang pelayanannya cepat dan ramah,” ujarnya.

Baca juga Guncang Istana: Suahasil Nazara ‘Bekukan’ Warisan Mutasi 350 Pejabat Purbaya, Era Baru Kemenkeu Dimulai

Pihak Perumda AM TJM Cabang Parungkuda, Deri, menyampaikan bahwa layanan pemasangan baru akan terus dibuka bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berkomitmen memberikan layanan prima, mulai dari proses pendaftaran, survei, hingga pemasangan. Kepuasan pelanggan adalah prioritas kami,” kata petugas Perumda AM TJM Cabang Parungkuda.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan cakupan layanan air bersih Perumda AM TJM di Kabupaten Sukabumi semakin luas dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

(Rama)

Tangani Dugaan Pungli Santunan Kematian 40%, BPJSTK “Kami Akan Proses dan Pecat Oknum Jika Terbukti

Sukabumi,junaltipikor.com,-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Sukabumi angkat bicara terkait dugaan pemotongan santunan kematian sebesar 40% yang ramai diberitakan di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang Operasional BPJSTK, Gunara, menegaskan pihaknya akan memproses setiap aduan yang masuk termasuk dugaan pungli dalam pencairan santunan kematian.

Gunara menjelaskan, untuk membedakan apakah seseorang merupakan karyawan resmi BPJS Ketenagakerjaan atau bukan, masyarakat bisa melihat dari ID Card yang dimiliki.

“Untuk mengetahui karyawan BPJS bisa dilihat dari ID Card nya, dan untuk mengklaim BPJS Ketenagakerjaan tidak ada biaya yang dikenakan sepeserpun,” ujar Gunara saat ditemui awak media di Kantor BPJSTK, pada Senin (14/09/2026).

Baca juga Guncang Istana: Suahasil Nazara ‘Bekukan’ Warisan Mutasi 350 Pejabat Purbaya, Era Baru Kemenkeu Dimulai

Ia menambahkan, jika di lapangan terjadi dugaan pemotongan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah pelaku tersebut merupakan karyawan resmi BPJS Ketenagakerjaan atau mitra kerja yang disebut Agen Perisai.

Gunara menjelaskan, wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan yang ia pimpin meliputi 3 wilayah, yakni Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Dengan jumlah karyawan yang tidak lebih dari 30 orang, pihaknya menggandeng mitra yang disebut Agen Perisai.

Tugas Agen Perisai adalah mengedukasi dan melakukan pendaftaran masyarakat di daerah-daerah pedesaan, terutama daerah yang tidak terjangkau, yang bekerja secara informal atau bukan penerima upah.

Baca juga “Kursi Kuliah Dijual, Masa Depan Digadaikan: DPR Desak KPK Bongkar Mafia Penerimaan Mahasiswa di Seluruh Indonesia”

Terkait dugaan pungli santunan kematian Rp10 juta yang dipotong Rp4 juta oleh oknum berinisial B, Gunara menegaskan akan mengambil tindakan tegas.

“Kami akan memproses setiap aduan yang masuk termasuk aduan adanya pungli dalam santunan kematian dan jika terbukti akan kami pecat oknum yang bersangkutan,” tegasnya.

BPJSTK mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak memberikan uang dalam bentuk apapun kepada oknum yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan. Seluruh proses klaim santunan kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, hingga Jaminan Hari Tua tidak dipungut biaya.

Jika menemukan adanya permintaan uang, masyarakat diminta segera melapor ke Kantor Cabang BPJSTK Sukabumi.

(Rama)

Kebersamaan Warga Gembongan, Maulid Nabi di Masjid Nurul Huda Lama Berjalan Khidmat

KARAWANG, Jurnaltipikor.com – Semangat kebersamaan dan kekompakan tampak terlihat jelas dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh keluarga besar Masjid Nurul Huda Lama, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, pada Minggu (13/09/2026).

Acara peringatan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW ini menghadirkan penceramah Ust.Ropik dari Kabupaten Subang dan Qori dari Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi bukti tingginya nilai-nilai keagamaan yang senantiasa terjaga di tengah masyarakat. Tujuan utama peringatan ini adalah untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain:

– Pembukaan

– Apresiasi Anak Santri

– Pembacaan Hadroh

– Pembacaan Al-Barjanji

– Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

– Sambutan-sambutan:

– Sambutan Panitia

– Sambutan Pemerintah Desa

– Acara Inti: Tausiyah dan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

– Penutup dan Doa

Baca juga Gempur Mafia Subsidi! Satgas Gabungan Danantara-Kemenkeu Awasi Ketat Kopdes, Purbaya: “Tidak Ada Lagi Tukang Kumpul Barang”

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Gembongan Ujang Asum, Ketua MUI Kecamatan Banyusari Ustaz H. Abdul Somad, Perwakilan BPD Dusun Babakan Udin, Ketua DKM Masjid Jami Nurul Huda Baru H. Nursalim, tokoh masyarakat, tokoh agama dari Dusun Bakan Kiara dan Dusun Babakan, serta segenap keluarga besar Masjid Nurul Huda Lama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gembongan Ujang Asum menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyempatkan waktu hadir memenuhi undangan panitia.

“Terima kasih kepada semua yang sudah menyempatkan waktu untuk memenuhi undangan panitia Maulid ini. Pada kesempatan malam ini, kebetulan acaranya berbarengan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, yaitu acara Sapa Warga yang dilaksanakan di halaman Kecamatan Banyusari,” ujar Ujang Asum.

Kades Ujang Asum juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir agar menyimak dengan baik tausiyah yang akan disampaikan oleh penceramah Ust.Ropik. “Mudah-mudahan dengan adanya acara Maulid ini, ada makna dan hikmahnya bagi kita semua,” tambahnya.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan rasa cinta dan penghormatan yang mendalam kepada Rasulullah SAW, serta meneladani akhlak mulia beliau seperti sifat jujur, amanah, sabar, dan penyayang. Selain itu, peringatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan (ukhuwah), serta membangun kepedulian sosial antar sesama umat.

“WG”

Kurangi Ketergantungan pada Tengkulak, PKM UPI Y.A.I Kembangkan Wisata Edukatif Margaluyu

BANDUNG,Jurnaltipikor.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I) melaksanakan program bertajuk “Pemberdayaan Petani Desa Wisata Margaluyu melalui Agrowisata Edukatif Terpadu untuk Mengurangi Ketergantungan pada Tengkulak.” Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tahun Anggaran 2026.

Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, menyimpan potensi alam dan pertanian yang sangat besar. Terletak di kawasan Pangalengan dengan keindahan Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca serta hamparan perkebunan yang luas, desa ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis pengalaman langsung di lahan pertanian. Namun selama ini, sebagian hasil pertanian seperti jeruk, sawi, kentang, tomat, dan kacang merah masih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah melalui tengkulak, sehingga nilai tambah yang diterima petani masih terbatas.

Kegiatan Hibah PKM ini melibatkan kolaborasi erat dengan masyarakat, yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diketuai Bapak Dadi Anwar dan Kelompok Tani yang diketuai Bapak Rohmat Kurnia. Tim pendamping terdiri dari dosen yang diketuai Dr. Nana Trisnawati, SE, MM, bersama Dr. Euis Puspita Dewi dan Nafisah Yulianti, S.Pt., MM, serta didukung empat mahasiswa: Naufal, Claudia, Indan, dan Jafar. Kegiatan berlangsung pada 9–10 September 2026.

Baca juga Darurat Radikalisasi Gamer Muda: BNPT & Kemendikdasmen Barikade Pelajar dari Jeratan Ekstremisme Digital

Program ini diarahkan untuk mengintegrasikan pertanian, edukasi, wisata, dan pemasaran langsung, sehingga hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pengembangan dilakukan bersama kelompok tani dan Pokdarwis melalui penataan aktivitas agrowisata, wisata petik, edukasi budidaya, serta pengembangan produk pertanian bernilai tambah.

Selain pengembangan kawasan, masyarakat memperoleh pelatihan manajemen usaha dan penyusunan paket wisata edukatif — mencakup pengaturan durasi, harga, kapasitas pengunjung, dan pembagian peran pengelola. Program juga dilengkapi pelatihan pemasaran langsung dan digital melalui WhatsApp Business, katalog berbasis kode QR, serta media promosi agrowisata. Melalui konsep edu-agrowisata terpadu ini, petani diharapkan dapat menjual hasil pertanian secara langsung kepada wisatawan dan konsumen. Dengan begitu, rantai pemasaran menjadi lebih pendek, nilai tambah produk meningkat, dan ketergantungan terhadap tengkulak dapat dikurangi secara bertahap.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan bersama kelompok tani dan Pokdarwis. Mereka melakukan simulasi paket agrowisata “petik kebun” serta mencoba jalur eduwisata di area perkebunan untuk menilai langsung potensi dan kondisi lokasi yang akan dikembangkan. Bersama tim, masyarakat mulai merancang jalur wisata yang nantinya memberikan pengalaman mengenal komoditas pertanian sekaligus memetik hasil kebun secara langsung. Jalur eduwisata tersebut akan dilengkapi papan edukasi mengenai komoditas pertanian, titik rute petik hasil kebun, area foto, serta saung bercerita — agar wisatawan tidak sekadar berkunjung, tetapi juga belajar mengenai proses pertanian.

Konsep ini diharapkan menciptakan hubungan yang lebih langsung antara petani dan konsumen. Wisatawan dapat menikmati alam, belajar tentang pertanian, sekaligus membeli atau memetik hasil kebun langsung dari sumbernya. Dengan integrasi agrowisata terpadu, rantai pemasaran menjadi lebih pendek dan manfaat ekonomi yang diterima petani semakin besar.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, melainkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membangun model agrowisata yang dikelola secara kolaboratif, bernilai ekonomi, serta mampu memperkenalkan Desa Margaluyu sebagai destinasi wisata berbasis pertanian dan edukasi. Dengan menggabungkan pengolahan hasil pertanian, agrowisata edukatif, peningkatan citra produk, dan pemasaran digital, Desa Margaluyu berpeluang mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat daya tarik wisata di wilayah Pangalengan.

Pada akhirnya, program ini diharapkan memperkuat Desa Margaluyu sebagai desa wisata berbasis pertanian yang dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Tim PKM
Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Mancing Gratis Serentak di Banyusari, Rangkaian HUT Kabupaten Karawang ke-393

KARAWANG, Jurnaltipikor.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karawang yang ke-393, Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar kegiatan mancing gratis serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Karawang. Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di Kecamatan Banyusari.Kegiatan mancing gratis ini berlangsung pada Sabtu, 12/09/2026, bertempat di Saluran Sekunder TUT 11, Desa Gempol dan Desa Jaya Mukti, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang.

Turut hadir acara ini, Camat Banyusari Tri Warakanti, S.STP,berserta staf, Kapolsek Banyusari Iptu Sugiarto,perwakilan Koramil,Kepala Desa Gempol, Kepala Desa Jayamukti, Kepala Desa Gembongan, Ketua PKK Kecamatan Banyusari,Ketua Karang Taruna Kecamatan Banyusari.

Antusiasme warga tampak luar biasa. Ratusan warga masyarakat Banyusari sudah berdatangan sejak pagi hari dan berjejer rapi di sepanjang saluran irigasi sekunder, menunggu ikan ditebar ke dalam saluran. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi warga sekaligus bentuk partisipasi nyata dalam memeriahkan peringatan hari jadi kabupaten yang ke 393.

Baca juga Jangan Tertipu Ketenangan Semu: Magma Anak Krakatau Masih ‘Mendidih’ di Bawah Tanah, Status Siaga Tetap Berlaku

Secara resmi, acara mancing gratis ini dibuka oleh Camat BanyusariTri Warakanti, S.STP yang didampingi oleh Kepala Desa Gempol dan Kepala Desa Jayamukti. Pembukaan ditandai dengan penebaran ikan ke saluran irigasi sebagai tanda dimulainya kegiatan mancing bersama.

Dalam sambutannya, Camat Banyusari menyampaikan:

“Ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan Karang Taruna Kecamatan Banyusari yang telah membantu terselenggaranya kegiatan mancing gratis ini dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karawang yang ke-393. Dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan dapat membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Karawang, khususnya masyarakat Banyusari, dengan tema KARAWANG MOTEKAR.”

Di penghujung sambutannya, Camat juga menginformasikan bahwa dalam kegiatan ini disediakan doorprize dengan hadiah utama berupa sepeda gunung, serta hadiah-hadiah hiburan lainnya. Tak hanya itu, Camat Banyusari juga menambahkan doorprize khusus dari pribadi, yang akan diberikan kepada warga yang dapat menjawab dengan benar singkatan dari MOTEKAR serta visi Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antarwarga, sekaligus menjadi hiburan positif dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Karawang yang ke-393.

“WG”