Peringatan Wungon Malam 17 Agustus HUT RI ke-81 di RT 16/RW 04 Desa Sodong Basari Berjalan Khidmat, Karnaval Ditiadakan Demi Kondusivitas Pilkades

SODONG BASARI, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga RT 16/RW 04 Desa Sodong Basari menggelar acara tradisi Wungon pada malam Minggu (16/8). Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 21.00 WIB ini diisi dengan rangkaian kegiatan spiritual dan doa bersama.

Acara yang sepenuhnya dibiayai melalui swadaya masyarakat ini dihadiri oleh berbagai lapisan warga, termasuk salah satu tokoh masyarakat setempat, Bapak Yusim S.Pd., yang tahun ini mencalonkan diri sebagai Kepala Desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang.

Baca juga 35 Paskibraka Terbaik Parungkuda Dikukuhkan, Camat Parungkuda Harap Upacara 17 Agustus Berjalan Lancar

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil, sambutan atau “puncak tirakat”, serta diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Secara umum, jalannya acara berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Menariknya, peringatan HUT RI tahun ini di Desa Sodong Basari memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada penyelenggaraan karnaval kebudayaan yang biasanya menjadi ajang kemeriahan utama. Keputusan ini diambil secara khusus untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan Pilkades serempak di sejumlah desa di Kabupaten Pemalang.

Sebagai desa baru, Sodong Basari mengutamakan stabilitas sosial dan keamanan selama masa kampanye dan menjelang pemungutan suara. Pihak pengelola acara menyatakan bahwa kemungkinan besar karnaval kebudayaan akan kembali diselenggarakan pada perayaan HUT RI tahun depan, setelah suasana politik lokal kembali normal.

Dengan diadakannya Wungon ini, warga RT 16/RW 04 berharap dapat mempererat tali persaudaraan dan menjaga semangat nasionalisme tanpa terganggu oleh dinamika politik lokal yang sedang berlangsung.

(Eka)

 

35 Paskibraka Terbaik Parungkuda Dikukuhkan, Camat Parungkuda Harap Upacara 17 Agustus Berjalan Lancar

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Sebanyak 35 anak-anak Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik se-Kecamatan Parungkuda resmi dikukuhkan di Aula BRMP Tanaman Industri dan Penyegar, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (16/08/2026).

Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Camat Parungkuda, Hasanudin, S.STP.,M.Si., untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monumen Perjuangan Bojongkokosan.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Parungkuda, Hasanudin, S.STP.,M.Si., mengucapkan rasa syukur atas dilantiknya 35 anggota Paskibraka pilihan.

“Saya bersyukur hari ini sebanyak 35 anak-anak Paskibraka terbaik dari Kecamatan Parungkuda telah dilantik. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua,” ucapnya.

Hasanudin berharap, pelaksanaan kegiatan upacara Hari Kemerdekaan RI ke-81 di tingkat Kecamatan Parungkuda dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Baca juga Budi Azhar Mutawali Hadiri Apel Kebangsaan Yang Digelar Polres Sukabumi “Jaga Rawat Jawa Barat Untuk Indonesia”

Ia pun memberikan pesan khusus kepada para Paskibraka agar menjaga kondisi fisik jelang pelaksanaan tugas.

“Saya imbau anak-anak agar istirahat lebih awal, sekitar jam 20.30 harus sudah istirahat agar besok dapat melaksanakan tugas pada upacara kemerdekaan RI ke-81 dengan kondisi fisik yang prima,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan para Paskibraka dapat menjalankan tugas pengibaran bendera dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebangsaan pada upacara 17 Agustus mendatang.

(Rama)

Budi Azhar Mutawali Hadiri Apel Kebangsaan Yang Digelar Polres Sukabumi “Jaga Rawat Jawa Barat Untuk Indonesia”

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., menghadiri Apel Kebangsaan yang digelar Polres Sukabumi bertajuk “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia”.

Apel tersebut berlangsung di Lapangan Apel Polres Sukabumi, pada Jumat (14/08/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati H. Andreas, S.E., Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, serta unsur Forkopimda lainnya.

Selain jajaran TNI-Polri dan perangkat daerah, apel ini juga diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, ormas, dan berbagai komunitas di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Keluarga Korban Kasus Pemerkosaan Anak di Kaur Apresiasi Kinerja Polres , Desak Hukuman Maksimal

Dalam kesempatan tersebut, Budi Azhar Mutawali mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi.

“Dengan menjaga dan merawat kerukunan serta alam, maka Indonesia akan menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya.

Kehadiran pimpinan daerah bersama masyarakat dalam satu barisan apel menjadi simbol sinergitas dalam menjaga kondusivitas dan merawat nilai-nilai kebangsaan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ditutup dengan pekik bersama “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia” sebagai semangat bersama untuk terus menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI.

(Rama)

Keluarga Korban Kasus Pemerkosaan Anak di Kaur Apresiasi Kinerja Polres , Desak Hukuman Maksimal

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Keluarga korban kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Kabupaten Kaur menyampaikan apresiasi kepada Polres Kaur. Penanganan perkara dinilai berjalan profesional, adil, dan transparan.

Ucapan terima kasih itu disampaikan langsung kepada Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K. M.Tr.Opsla Kasat Reskrim AKP Thomson Sembiring, serta Unit PPA Satreskrim Polres Kaur yang dinilai berhasil menuntaskan proses hukum terhadap para pelaku.

“Kami berterima kasih kepada Polres Kaur, Pak Kapolres dan Pak Kasat Reskrim. Para pelaku sudah ditangkap dan diproses. Penyidikannya berjalan adil dan terbuka,” ujar perwakilan keluarga, Selasa 12 Agustus 2026.

Baca juga Jalan Lungkang Kule Memprihatinkan, Masyarakat Pertanyakan Anggaran Tebas Bayang

DESAK KEADILAN DI PERSIDANGAN

Selain mengapresiasi Polri, keluarga juga menitipkan harapan besar kepada Kejaksaan dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kaur.

Mereka meminta agar perkara ini diproses seadil-adilnya dan para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai perbuatannya.

“Kami mohon kepada Jaksa dan Hakim untuk memberikan keadilan bagi anak kami. Kasus ini harus tuntas. Pelaku harus dihukum setimpal,” tegasnya.

BANTAH FITNAH DAN PENGALIHAN ISU

Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban juga menyoroti adanya upaya dari kuasa hukum salah satu pelaku berinisial YN yang dinilai menyebarkan informasi tidak benar.

Menurut keluarga, isu yang diangkat sengaja mengaitkan kasus ini dengan persoalan lahan. Padahal, lahan yang dimaksud merupakan milik almarhum orang tua korban. Begitu juga dengan penjualan rumah yang sudah disetujui pelaku dan dibuktikan dengan surat-surat sah.

“Kami minta hentikan fitnah yang menyebut kami ingin menguasai harta pelaku. Semuanya sudah jelas dan ada buktinya,” kata perwakilan keluarga.

Baca juga Sambut HUT RI ke-81, Ketua Mercab LMPI Sukabumi Teddy Setiadi Apresiasi Kegiatan Srikandi LMPI

MINTA GMMSB KAWAL KASUS

Keluarga korban juga berharap dukungan dari Gerakan Masyarakat Muara Sahung Bersatu (GMMSB) untuk terus mengawal jalannya persidangan, hingga putusan berkekuatan hukum tetap.

Untuk diketahui, Polres Kaur telah melimpahkan berkas perkara 5 tersangka ke Kejaksaan dengan status P-21. Kelima pelaku tersebut yakni YN, NU, IS, PA, dan WA Saat ini perkara sudah masuk tahap persidangan di Pengadilan Negeri.

Polres Kaur sebelumnya menegaskan kasus ini menjadi prioritas karena menyangkut anak di bawah umur dan telah meresahkan masyarakat.

Jusri

Jalan Lungkang Kule Memprihatinkan, Masyarakat Pertanyakan Anggaran Tebas Bayang

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR — Kondisi ruas Jalan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur, memprihatinkan. Semak belukar dan rumput liar terlihat tumbuh lebat di sepanjang sisi jalan hingga mendekati badan jalan. Kondisi ini tak hanya membuat jalan terlihat tidak terawat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (15/8/2026) menunjukkan sejumlah titik di ruas jalan tersebut dipenuhi vegetasi yang cukup lebat. Pengendara harus lebih berhati-hati, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan lain karena semak di sisi jalan dapat mengganggu jarak pandang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius dari masyarakat. Jika pemeliharaan jalan merupakan bagian dari program pemerintah, lalu ke mana anggaran tebas bayang?

“Apa tidak ada anggaran untuk tebas bayang? Kondisi seperti ini seharusnya tidak dibiarkan. Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari dan keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas,” ujar warga.

Baca juga Sambut HUT RI ke-81, Ketua Mercab LMPI Sukabumi Teddy Setiadi Apresiasi Kegiatan Srikandi LMPI

Sorotan terhadap kondisi Jalan Lungkang Kule juga mendapat perhatian dari Kulman Hadi, aktivis Kecamatan Kaur sekaligus aktivis FABB (Forum Aktivis Bengkulu Bersatu). Ia meminta dinas terkait segera turun tangan dan menindaklanjuti kondisi tersebut.
Menurut Kulman Hadi, pemeliharaan jalan tidak boleh hanya dilakukan ketika kondisi sudah parah atau setelah masyarakat ramai menyampaikan keluhan. Tebas bayang, kata dia, seharusnya menjadi bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Dinas terkait harus segera menindaklanjuti kondisi ini. Jangan sampai semak belukar dibiarkan semakin menutupi badan jalan dan kemudian membahayakan masyarakat. Kalau memang ada anggaran pemeliharaan dan tebas bayang, harus jelas pelaksanaannya di lapangan,” tegas Kulman Hadi.

Ia juga meminta Dinas PUPR Provinsi Bengkulu memberikan perhatian serius terhadap ruas jalan tersebut, terutama jika jalan itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Baca juga Proyek Sekolah Rakyat Kaur Rampung, Kasus Meninggalnya Pekerja Akibat Crane Runtuh Belum Terungkap

Masyarakat juga mempertanyakan apakah anggaran tebas bayang telah disiapkan dan direalisasikan untuk ruas Jalan Lungkang Kule. Jika memang tersedia anggaran pemeliharaan, masyarakat berharap penggunaannya dapat terlihat nyata di lapangan.
Sebab, tebas bayang bukan semata-mata persoalan keindahan jalan. Semak yang tumbuh hingga mendekati badan jalan dapat mengganggu jarak pandang dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Jangan sampai masyarakat hanya melihat jalan yang semakin dipenuhi semak, sementara anggaran pemeliharaan tidak terlihat hasilnya.
Kulman Hadi bersama masyarakat meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Dinas terkait didesak segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti dengan kegiatan tebas bayang secara rutin demi memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

Kini publik menunggu jawaban sekaligus tindakan nyata pemerintah.
Pertanyaannya sederhana: ada atau tidak anggaran tebas bayang untuk ruas Jalan Lungkang Kule? Jika ada, kapan direalisasikan?

Jusri

Sambut HUT RI ke-81, Ketua Mercab LMPI Sukabumi Teddy Setiadi Apresiasi Kegiatan Srikandi LMPI

Sukabumi,jurnalgipikor.com,-Semangat kemerdekaan kembali bergema. Ketua Mercab LMPI Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, yang juga merupakan legislator dari Partai Gerindra, menghadiri acara perlombaan yang digelar Srikandi Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi, Jl. Raya Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, pada Sabtu (15/08/2026). Perlombaan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia HUT RI ke-81 Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Teddy Setiadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Srikandi dan seluruh jajaran Marcab LMPI yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Saya mengapresiasi Srikandi dan seluruh jajaran yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 ini. Ini bentuk nyata cinta tanah air dan kekompakan organisasi,” ujarnya.

Baca juga Proyek Sekolah Rakyat Kaur Rampung, Kasus Meninggalnya Pekerja Akibat Crane Runtuh Belum Terungkap

Pada kesempatan yang sama, Teddy Setiadi juga memberikan arahan terkait program kerja organisasi ke depan. Ia mendelegasikan kepada Sekretaris Marcab LMPI Kabupaten Sukabumi, Aom Muharam, bersama Komandan Srikandi Marcab LMPI, Nadine Usep, untuk segera mengagendakan kegiatan LMPI Gathering sekaligus Milad LMPI Kabupaten Sukabumi.

Arahan tersebut disambut baik oleh pengurus dan anggota yang hadir. Mereka berharap kegiatan lanjutan ini dapat semakin memperkuat soliditas dan peran LMPI di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Acara perlombaan berlangsung meriah dengan diikuti jajaran kepengurusan dan anggota Srikandi. Berbagai lomba digelar untuk menghidupkan suasana kemerdekaan.

(Rama)

Gempa 7,7 Magnitudo Menebar Maut di NTT: 14 Nyawa Melayang, Ribuan Warga Mengungsi di Tengah Kegelapan dan Reruntuhan

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Guncangan dahsyat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 telah mengubah pagi hari menjadi momen kelam bagi ribuan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Sabtu (pukul 12.30 WIB), bencana ini telah merenggut 14 nyawa, melukai belasan lainnya, dan memaksa sekitar 2.000 warga meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan diri dari ancaman reruntuhan dan tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi angka korban jiwa yang terus bertambah seiring dengan proses verifikasi di lapangan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa data sementara mencatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan.

“Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan,” ujar Berton di Jakarta, Sabtu, sambil menekankan bahwa angka korban berpotensi berubah seiring akses tim ke lokasi terdampak.

Baca juga Proyek Sekolah Rakyat Kaur Rampung, Kasus Meninggalnya Pekerja Akibat Crane Runtuh Belum Terungkap

Jejak Duka di Tiga Kabupaten

Korban jiwa tersebar di tiga wilayah yang paling parah terdampak. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban tertinggi dengan enam orang meninggal dunia, disusul oleh Kabupaten Manggarai Timur dengan lima korban, dan Kabupaten Sikka dengan tiga korban. Sementara itu, korban luka dilaporkan berasal dari Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Di balik angka statistik tersebut, tersimpan kisah pilu ribuan warga yang kini hidup dalam ketidakpastian. Sekitar lima kepala keluarga terdampak langsung kehilangan tempat tinggal, sementara sekitar 2.000 warga lainnya melakukan evakuasi mandiri. Keputusan ini diambil menyusul guncangan kuat yang menggoyahkan pondasi bangunan dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pasca-gempa utama, memicu kepanikan massal.

Baca juga GUNCANGAN MEMATIKAN M7,7 HANCURKAN NTT: Pelabuhan Maumere Runtuh, Warga Ruteng Panik, Peringatan Tsunami Menggema di Pesisir

Infrastruktur Lumpuh, Bantuan Terhambat

Dampak fisik bencana ini terlihat jelas dari hancurnya infrastruktur vital. Sebanyak 54 rumah dilaporkan rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Kabupaten Manggarai menjadi episentrum kerusakan properti dengan 29 rumah hancur total, diikuti oleh Manggarai Timur dengan 23 rumah rusak berat.

Tidak hanya rumah warga, fasilitas publik juga turut menjadi korban keganasan gempa. Lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan mengalami kerusakan. Kerusakan pada fasilitas kesehatan menjadi pukulan telak bagi upaya penanganan medis darurat di tengah banyaknya korban luka.

Situasi di lapangan kian mencekam dengan kondisi infrastruktur yang lumpuh. Arus lalu lintas dilaporkan macet parah, menyulitkan distribusi bantuan dan akses tim penyelamat. Ditambah lagi, pasokan listrik yang masih padam di sejumlah wilayah menambah rasa was-was dan kesulitan bagi para pengungsi yang bertahan di tempat terbuka.

Menyikapi krisis ini, Kepala BNPB dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) telah bersiap segera bertolak ke Nagekeo untuk memimpin langsung penanganan darurat dan memastikan bantuan tepat sasaran tiba di tangan korban yang membutuhkan.

(Red)

Proyek Sekolah Rakyat Kaur Rampung, Kasus Meninggalnya Pekerja Akibat Crane Runtuh Belum Terungkap

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat SR di Kabupaten Kaur telah selesai dikerjakan. Namun di balik selesainya proyek tersebut, masih menyisakan duka dan tanda tanya besar terkait meninggalnya salah seorang pekerja akibat runtuhnya crane beberapa bulan lalu.

Tragedi itu terjadi pada kisaran April 2026, atau sekitar 4 bulan lalu. Peristiwa runtuhnya crane dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memunculkan dugaan kuat adanya arogansi dan kelalaian serius dari pihak kontraktor pelaksana.

Forum Aktivis Bengkulu Bersatu mendesak pihak Kepolisian Kaur untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Menurut mereka, publik berhak mengetahui penyebab pasti insiden tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab.

Bacajuga GUNCANGAN MEMATIKAN M7,7 HANCURKAN NTT: Pelabuhan Maumere Runtuh, Warga Ruteng Panik, Peringatan Tsunami Menggema di Pesisir

Dugaan kelalaian teknis dalam pengoperasian alat berat semakin menguat. Hal ini seiring minimnya transparansi terkait standar operasional di lapangan selama pengerjaan proyek. Sementara pihak kontraktor yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas keselamatan tenaga kerjanya, hingga kini belum menunjukkan itikad baik maupun membuat pernyataan resmi.

“Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya, jangan sampai terkesan ada yang ditutup-tutupi,” tegas Amli, anggota Forum Aktivis Bengkulu Bersatu.

Publik kini mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan audit total terhadap pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat tersebut. Audit diharapkan mencakup penelusuran potensi pelanggaran SOP dan tanggung jawab hukum kontraktor. Jika terbukti lalai, publik menuntut sanksi tegas baik administratif maupun pidana agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi. Kondisi ini memperkuat kesan lepas tangan atas tragedi 4 bulan lalu yang terjadi di proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Kaur.

(Jusri)

GUNCANGAN MEMATIKAN M7,7 HANCURKAN NTT: Pelabuhan Maumere Runtuh, Warga Ruteng Panik, Peringatan Tsunami Menggema di Pesisir

MAUMERE/RUTENG, JURNAL TIPIKOR –   Sabtu pagi yang seharusnya tenang bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi mimpi buruk ketika gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Getaran keras tidak hanya meretakkan fondasi bangunan, tetapi juga menghancurkan rasa aman ribuan warga pesisir yang kini terjepit antara reruntuhan dan ancaman gelombang raksasa.

Dampak destruktif gempa ini terlihat jelas di Kabupaten Sikka. Ruang tunggu di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, dilaporkan roboh total. Struktur beton yang selama ini menjadi simpul transportasi laut kini tak lebih dari tumpukan puing, menandakan betapa dahsyatnya energi tektonik yang dilepaskan pagi ini. Kerusakan tidak berhenti di sana; pantauan lapangan juga mencatat kerusakan signifikan di wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya di lingkungan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika Santu Paulus Ruteng), di mana aktivitas akademik terpaksa lumpuh akibat dampak guncangan.

Situasi semakin mencekam setelah Badan terkait mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami. Sirene peringatan dan kabar burung memicu eksodus massal. Warga di berbagai wilayah pesisir NTT terlihat berlarian menuju dataran tinggi, meninggalkan harta benda demi menyelamatkan nyawa. Hingga berita ini diturunkan, gempa susulan masih terus terjadi, menambah ketegangan dan ketidakpastian di tengah upaya evakuasi yang sedang berlangsung.

Baca juga Kantor Kecamatan Cidahu Dibangun, Wabup Dan Kadis Perkim Lakukan Peletakan Batu Pertama

Menanggapi kondisi kritis ini, ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) segera turun tangan memberikan himbauan krusial kepada masyarakat. Melalui jaringan komunikasi daruratnya, ORARI menyerukan agar warga tetap tenang namun waspada. Pesan utamanya tegas: Jauhi kawasan pantai, ikuti arahan petugas lapangan, dan hanya percayai informasi resmi.

“Jangan terpancing hoaks. Pantau terus perkembangan resmi terkait gempa dan potensi tsunami. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegas perwakilan ORARI dalam siaran daruratnya.

Kerusakan infrastruktur vital seperti Pelabuhan Lorens Say dan institusi pendidikan di Ruteng menjadi pengingat pahit akan kerentanan wilayah NTT terhadap bencana geologis. Pemerintah daerah dan tim SAR kini dikerahkan penuh untuk menilai tingkat kerusakan dan memastikan tidak ada korban jiwa tertimbun reruntuhan.

Bagi warga NTT, pagi ini bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan ujian ketahanan menghadapi amarah alam. Kewaspadaan adalah satu-satunya tameng yang tersisa.

Sumber Visual & Data Lapangan : ORARI
Redaksi : Dimas Permadhi

GempaNTT #Gempa77 #Tsunami #Maumere #Ruteng #DaruratBencana #ORARI

Kantor Kecamatan Cidahu Dibangun, Wabup Dan Kadis Perkim Lakukan Peletakan Batu Pertama

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E., lakukan peletakan Batu Pertama/Ground Breaking Pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Cidahu, pada Jumat (14/08/2026).

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dimulainya pembangunan infrastruktur penting tersebut. Dirinya pun mengatakan, bahwa pembangunan ini untuk mewujudkan fasilitas pelayanan publik yang lebih baik.

Wabup menjelaskan akan pentingnya transparansi, kekompakan, dan pengawasan bersama agar pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan berkualitas

“Saya mengajak semua pihak mendukung pembangunan termasuk yang ada di Kecamatan Cidahu,” tegasnya.

Baca juga Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Disdik Kabupaten Sukabumi Panggil Oknum Guru dan Kepsek SMPN 2 Ciracap

Wabup juga memberikan perhatian terhadap persoalan sosial dan kesehatan diantaranya penanganan masalah stunting. Karena itu dirinya mengajak Camat, Kepala Desa, petugas posyandu, dan seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas dan tanggung jawab bersama.

Dilokasi yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata respons pemerintah atas aspirasi masyarakat.

“Pembangunan ini merupakan manifestasi dari usulan masyarakat dan salah satu komitmen utama pemerintah daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang prima. Kami menyadari perlunya sarana prasarana yang jauh lebih maksimal untuk melayani warga Kecamatan Cidahu,” Pungkasnya.

(Rama)