
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hari ini melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Pelantikan yang berlangsung di Balai Kota pada Senin pagi ini. menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus meningkatkan efisiensi dan integritas birokrasi demi kemajuan kota.
Tiga pejabat yang dilantik adalah Didi Ruswandi sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rizki Kusrulyadi sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta Anton Sunarwibowo sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan dengan tegas menyatakan bahwa pelantikan ini bukan sekadar bentuk promosi, melainkan sebuah rotasi strategis.
“Apa yang kita lakukan hari ini bukan promosi atau anugerah, melainkan rotasi yang akan membuktikan kompetensi kita sebagai birokrat dan pimpinan administrasi,” ujar Farhan.
Baca juga Pemkot Bandung Pastikan Pengawalan Ketat Renovasi Teras Cihampelas
Ia menekankan bahwa rotasi ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan kompetensi para birokrat dalam menjalankan fungsi administratif dan kepemimpinan publik.
Fokus pada Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Secara khusus, Farhan menyoroti nomenklatur baru yang diemban Anton Sunarwibowo, yaitu ‘inovasi’. Ia menjelaskan bahwa inovasi tidak hanya tentang menemukan hal-hal baru, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dari hal-hal yang sudah ada dan berjalan.
“Pak Anton mendapat tanggung jawab untuk membawa inovasi, yang artinya bukan hanya hal-hal baru, tapi juga optimalisasi terhadap program yang sudah ada,” jelasnya.
Kepada Didi Ruswandi yang kini memimpin BPBD Kota Bandung, Farhan menyoroti pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, terutama bencana hidrometeorologi dan potensi gempa dari Sesar Lembang.
Ia mengingatkan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya soal pencegahan, tetapi juga bagaimana merespons secara cepat dan tepat guna meminimalkan korban dan kerugian.
“Kita belum punya strategi yang tuntas untuk potensi bencana besar dari Sesar Lembang. Mari kita jadikan Bandung sebagai kota tangguh terhadap bencana,” tegas Farhan.
Sementara itu, untuk Rizki Kusrulyadi, Wali Kota Farhan mengangkat tantangan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama.
“Apapun status jalannya, milik kota, provinsi, atau pusat harus bisa dimanfaatkan maksimal oleh warga Bandung. Itulah tantangan Pak Rizki,” ucap Farhan.
Integritas ASN dan Efisiensi Anggaran
Farhan juga menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah bentuk manuver politik ataupun hasil kompromi kampanye.
Ini adalah bagian dari kelanjutan pelaksanaan APBD Perubahan dan penguatan efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
“Kita punya waktu kurang dari setahun untuk membuktikan bahwa apa yang kita rencanakan dalam APBD Perubahan benar-benar terukur dan bisa dilaksanakan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Farhan mengingatkan pentingnya menjaga integritas ASN, terutama dalam menghadapi penilaian indeks integritas Kota Bandung yang bahkan belum mencapai skor 78.
“Integritas bukan hanya urusan kantor. Itu dimulai dari rumah. Para ibu yang mendampingi suaminya, bantu jaga agar mereka pulang sebagai ASN yang berintegritas,” pesannya.
Wali Kota Farhan berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat membawa energi baru untuk menjadikan Bandung sebagai kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.
“Selamat bertugas. Mari kita bangun Bandung bersama-sama,” pungkasnya.
(Her)
3 thoughts on “Wali Kota Bandung Lantik Tiga Pejabat Tinggi, Tekankan Rotasi untuk Peningkatan Kinerja dan Inovasi Daerah”