Tedi Setiadi Hadiri Acara Musrenbang Kecamatan Cidahu

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,- Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Tedi Setiadi, hadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cidahu Tahun Anggaran 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang bertempat di Aula Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/02/2026).

Acara tersebut juga dihadiri unsur Forkopimcam Cidahu, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, kepala Desa se-Kecamatan Cidahu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.

Camat Cidahu, Tamtam Alamsyah, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyelaraskannya dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk merumuskan prioritas pembangunan tahun 2026-2027. Sesuai tema, kita ingin menyiapkan ekosistem pendukung yang kuat untuk penguatan agroindustri dan pariwisata di Kecamatan Cidahu. Dimana potensi alam dan pertanian yang kita miliki harus mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga Perkuat Sinergitas, SPRI Kaur Silaturahmi ke Kapolres Kaur

Selain itu, di lokasi yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddi Setiadi, menegaskan komitmennya untuk mengawal anggaran dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme pengajuan pembangunan dan administrasi yang harus ditempuh agar yang menjadi aspirasinya dapat direalisasikan.

“Saya ingin masyarakat memahami bahwa setiap usulan pembangunan harus melalui tahapan yang jelas, mulai dari Musdes di tingkat desa lalu dibawa ke Musrenbang Kecamatan, hingga dibahas di tingkat kabupaten,”ujarnya.

Lanjut Tedi, dalam pengajuan aspirasi harus dilengkapi dengan administrasi yang lengkap dan proposalnya harus disusun sesuai kebutuhan prioritas juga dilengkapi data pendukung agar bisa masuk dalam sistem perencanaan daerah.

“Kelengkapan Administrasi sangat penting, agar usulan tidak gugur dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Tedi pun menjelaskan, sering kali usulan itu bagus. Akan tetapi, terkendala administrasi. Karena itu, dirinya mendorong kepada pemerintah desa dan para tokoh masyarakat untuk aktif berkoordinasi dalam menyiapkan dokumen dengan baik, serta memastikan yang menjadi usulan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

“Dengan mekanisme yang tepat, aspirasi yang diajukan peluangnya akan besar untuk direalisasikan,” tegasnya.

Baca juga Sumba Timur Bukan Lagi Penonton: KKP Gebrak NTT dengan 3.000 Lowongan Kerja di ‘Lumbung Udang’ Raksasa!

Teddy setiadi juga menyampaikan, bahwa DPRD memiliki fungsi penganggaran dan pengawasan yang akan dijalankan secara maksimal demi kepentingan masyarakat khusunya masyarakat Cidahu.

“Kami di DPRD siap mengawal aspirasi yang sudah melalui prosedur dan sesuai regulasi. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, dan legislatif menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan informasi di era digital ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Cidahu khususnya akan semakin memahami proses perencanaan pembangunan serta aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan demi terwujudnya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

(Rama)

Perkuat Sinergitas, SPRI Kaur Silaturahmi ke Kapolres Kaur

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Kabupaten Kaur melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Mapolres Kaur, Kamis (12/2/26).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla di ruang media center Polres Kaur didampingi Kasihumas Polres Kaur.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain sebagai ajang perkenalan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergitas antara kepolisian dan insan pers dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kaur.

Baca juga Bukan Sekadar Janji! Surya Riski “Gempur” Keluhan Warga Desa Petani dengan Solusi Nyata

Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono menyampaikan bahwa media merupakan mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, peran pers tidak hanya memberitakan peristiwa, tetapi juga memberikan edukasi serta membangun pemahaman publik terhadap hukum dan keamanan.

“Media adalah mitra strategis Polri. Kami berharap hubungan komunikasi yang baik terus terjalin sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang dan menyejukkan,” ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan komitmen Polres Kaur untuk terbuka terhadap komunikasi dan kolaborasi bersama insan pers guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Baca juga Sumba Timur Bukan Lagi Penonton: KKP Gebrak NTT dengan 3.000 Lowongan Kerja di ‘Lumbung Udang’ Raksasa!

Sementara itu, perwakilan SPRI Kabupaten Kaur menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal memperkuat kemitraan dengan Polres Kaur. SPRI siap mendukung penyebaran informasi yang edukatif, konstruktif serta berperan aktif dalam menjaga kondusifitas daerah.

Melalui silaturahmi ini diharapkan sinergi antara Polres Kaur dan media semakin solid sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat Kabupaten Kaur.

(Jusri )

Babak Baru Dana Hibah Jatim: Khofifah Akhirnya Duduk di Kursi Saksi PN Tipikor

SIDOARJO, JURNAL TIPIKOR – Setelah sempat tertunda, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Khofifah hadir sebagai saksi tambahan dalam pusaran kasus dugaan korupsi dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jatim 2019 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Kehadiran yang Dinanti
Tiba tepat pukul 13.00 WIB, Khofifah langsung membelah kerumunan awak media menuju ruang sidang Cakra. Kehadirannya didampingi langsung oleh Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim, Adi Sarono. Di luar gedung, ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Gus dan Santri serta Muslimat tampak menyemut, memberikan dukungan moral bagi sang Gubernur.

Ketua Majelis Hakim, Ferdinand Marcus L., S.H., M.H., membuka persidangan dengan agenda tunggal: Konfrontasi fakta. Khofifah langsung diarahkan ke kursi saksi dan diambil sumpahnya di bawah kitab suci, menandakan dimulainya kesaksian krusial yang telah lama ditunggu publik.

Baca juga Sumba Timur Bukan Lagi Penonton: KKP Gebrak NTT dengan 3.000 Lowongan Kerja di ‘Lumbung Udang’ Raksasa!

Menjawab “Warisan” Keterangan Almarhum Kusnadi

Pemanggilan Khofifah ini bukan tanpa alasan. Majelis Hakim merasa perlu mengklarifikasi keterangan krusial dari almarhum Kusnadi yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada mata rantai yang terputus dalam skandal dana hibah yang telah menyita perhatian masyarakat Jawa Timur ini.
Sebelumnya, Khofifah sempat absen pada panggilan 5 Februari 2026 dengan alasan padatnya agenda kenegaraan, mulai dari Sarasehan Kebangsaan MPR RI hingga persiapan kunjungan Presiden dalam rangka Harlah Satu Abad NU di Malang.

Poin Utama Persidangan:

  • Klarifikasi BAP: Menjawab poin-poin spesifik dalam keterangan almarhum Kusnadi terkait mekanisme distribusi dana hibah.
  • Transparansi Anggaran: Memastikan sejauh mana keterlibatan eksekutif dalam pengawasan dana Pokir DPRD 2019.
  • Kepatuhan Hukum: Kehadiran ini menegaskan posisi Gubernur yang menghormati supremasi hukum di tengah isu sensitif korupsi.

Persidangan ini diprediksi akan menjadi kunci pembuka untuk mengungkap lebih dalam bagaimana “aliran darah” dana hibah tersebut mengalir dan di mana letak kebocorannya.
(Red)

Sumba Timur Bukan Lagi Penonton: KKP Gebrak NTT dengan 3.000 Lowongan Kerja di ‘Lumbung Udang’ Raksasa!

SUMBA TIMUR, JURNAL TIPIKOR – Narasi lama tentang pemuda NTT yang harus merantau jauh untuk mencari sesuap nasi resmi dipatahkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja melempar “bola panas” peluang kerja besar-besaran: 3.000 tenaga kerja lokal dicari untuk mengawal proyek Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Desa Palakahembi, Sumba Timur.

Ini bukan sekadar rekrutmen biasa. Ini adalah pernyataan sikap bahwa putra daerah harus menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.

Baca juga Bukan Sekadar Janji! Surya Riski “Gempur” Keluhan Warga Desa Petani dengan Solusi Nyata

Bukan Sekadar Kerja, Tapi Menjadi Ahli

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa KKP tidak ingin warga lokal hanya menjadi penonton di pinggir tambak.

Lewat “Kelas Khusus”, para pendaftar akan digembleng menjadi tenaga ahli yang punya sertifikasi kompetensi standar industri.

“Kami siapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar punya skill teknis dan kesiapan kerja yang mumpuni. Kita bicara standar industri, bukan sekadar coba-coba,” tegas Nyoman.

Baca juga Bukan Sekadar Ijazah: ARS University Cetak 393 ‘Digital Talent’ Siap Taklukkan Panggung Global!

Para peserta yang lolos tidak langsung dilempar ke lapangan, melainkan dibekali pelatihan intensif meliputi:

  • Teknisi Budi Daya & Mesin Tambak
  • Operator Anak Kolam
  • Laboran Kesehatan Udang
  • Tenaga Panen Parsial

Membangun Masa Depan Tanpa Harus Merantau

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyambut langkah ini sebagai titik balik bagi generasi muda daerahnya. Baginya, ini adalah jawaban atas mimpi melihat anak-anak Sumba sukses tanpa perlu menyeberang lautan.

“Kesempatan kerja skala besar kini hadir di depan mata, di tanah Sumba sendiri. Kami ingin anak-anak kami membangun masa depan di sini, di rumah sendiri,” ungkap Umbu Lili dengan optimis.

Catat Tanggalnya, Ambil Peluangnya!
Program ISF Sumba Timur adalah bagian dari strategi nasional untuk merajai pasar udang dunia. Bagi Anda yang siap beraksi, pendaftaran telah dibuka sejak 10 Februari 2026 secara daring.

Kabar terbaiknya? Seluruh proses pendidikan dan pelatihan ini Tanpa Biaya (Gratis) bagi mereka yang lolos seleksi. Setelah dinyatakan kompeten, mereka akan langsung diterjunkan ke kawasan tambak terintegrasi Waingapu.

SIAP BERGABUNG?

Jangan sampai kuota penuh. Klik dan daftar sekarang melalui:

Sumber : Antara

Editor : Azi

DEBUT KELAM DI THAILAND: Persib Digilas Ratchaburi, Kurzawa & Castel Masih “Asing”

JURNAL TIPIKOR – Malam yang seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi amunisi baru PERSIB Bandung justru berubah menjadi mimpi buruk di Stadion Ratchaburi.

Dua penggawa anyar, Sergio Castel dan eks bintang PSG, Layvin Kurzawa, resmi menjalani debutnya saat Pangeran Biru dipaksa menyerah 0-3 oleh tuan rumah Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/26, Rabu (11/2/2026).

Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, kehadiran dua pemain kelas dunia tersebut belum mampu mengubah keadaan. Persib yang sudah tertekan sejak menit awal harus pulang dengan defisit gol yang cukup berat untuk menatap leg kedua.

Baca juga Bukan Sekadar Janji! Surya Riski “Gempur” Keluhan Warga Desa Petani dengan Solusi Nyata

Masalah Adaptasi dan Chemistry
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, enggan menyalahkan individu atas hasil minor ini. Menurutnya, performa Castel dan Kurzawa yang belum maksimal sangat dipengaruhi oleh faktor waktu dan proses adaptasi yang singkat.

“Keduanya adalah pemain baru. Jadi, tentu saja mereka butuh waktu untuk menyatu dengan pemain lainnya. Itu hal yang normal,” ujar Hodak seusai laga.

Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa membangun chemistry di tengah kompetisi level Asia bukanlah perkara instan. Meski bermain kurang dari 45 menit, Hodak melihat ada secercah harapan dari kualitas individu yang mereka tunjukkan di lapangan.

Baca juga Potensi Wisata Curug Bungawari Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan Butuh Perhatian Khusus dari Pemerintah Daerah

Optimisme Menuju Leg Kedua

Walau debut ini berakhir pahit, Hodak tetap menaruh kepercayaan tinggi bahwa kedua pemain ini akan menjadi pilar penting bagi strategi Maung Bandung ke depannya.

  • Potensi Skuad Utama: Hodak meyakini kualitas teknis Castel dan Kurzawa tidak perlu diragukan.
  • Waktu Adalah Kunci: Dengan jadwal latihan yang intensif sebelum leg kedua, diharapkan proses “nyetel” dengan pemain lama bisa dipercepat.
    * Kontribusi Tim: “Keduanya memiliki potensi untuk bermain di skuad utama dan pastinya mereka bisa membantu tim,” tambah Hodak optimis.

Kini, PERSIB memiliki tugas berat untuk membalikkan keadaan di Bandung. Dukungan Bobotoh di kandang diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi Kurzawa dan Castel untuk menunjukkan kualitas aslinya dan membawa Persib melaju lebih jauh di kancah Asia.

(Red)

 

Bukan Sekadar Janji! Surya Riski “Gempur” Keluhan Warga Desa Petani dengan Solusi Nyata

BHATIN SOLAPAN, Jurnal Tipikor | Masa reses seringkali dianggap sebagai seremoni belaka, namun tidak bagi Surya Riski. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi PAN ini menunjukkan taringnya sebagai wakil rakyat yang responsif saat menggelar Reses I Masa Persidangan Ke-I Tahun 2026 di Jalan Rangau KM 15, Desa Petani, Kecamatan Bhatin Solapan, Rabu (12/02/2026).

Berlokasi di kediaman Bapak Sudarsono, suasana hangat berubah menjadi produktif saat Surya Riski membuka ruang dialog selebar-lebarnya bagi warga RT 01/RW 09. Sebagai anggota Komisi 1 yang membidangi Pemerintahan, Tenaga Kerja, Dukcapil, Damkar, hingga Kesehatan, ia menegaskan bahwa kehadirannya adalah untuk menjemput bola aspirasi rakyat.

“Reses ini adalah kewajiban konstitusi, tapi bagi saya pribadi, ini adalah kesempatan emas mendengar langsung jeritan dan kebutuhan masyarakat untuk saya perjuangkan di meja sidang Komisi 1,” tegas Surya Riski di hadapan konstituennya.

Baca juga Bukan Sekadar Ijazah: ARS University Cetak 393 ‘Digital Talent’ Siap Taklukkan Panggung Global!

Aspirasi Warga: Dari Al-Qur’an hingga Olahraga

Warga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Beberapa poin krusial disampaikan secara langsung, di antaranya:

  • Pendidikan Agama: Permohonan kehadiran Guru Tahfidz di musholla agar anak-anak setempat melek Al-Qur’an.
  • Kesejahteraan: Usulan tunjangan honor bagi Guru Tahfidz agar lebih diperhatikan oleh pemerintah.
  • Fasilitas Publik: Permintaan sarana olahraga bagi ibu-ibu guna menunjang kesehatan lingkungan.

Jawaban Instan: Solusi Tanpa Tunggu Lama

Mendengar hal tersebut, Surya Riski langsung memberikan jawaban konkret yang membuat warga terperangah. Tidak hanya mencatat, ia langsung mengeksekusi solusi di tempat:

  • Masalah Honor Guru Tahfidz: Surya Riski memastikan penganggaran akan diupayakan melalui skema dana CSR yang tepat sasaran.
  • Sarana Olahraga: Terkait lapangan yang becek, ia langsung menginstruksikan alat berat (grader) untuk melakukan penimbunan dan pemerataan tanah agar layak digunakan.
  • Bantuan Langsung: Untuk menunjang kegiatan senam ibu-ibu, perwiritaan, dan kebutuhan mengajar Guru Tahfidz, Surya Riski langsung mengabulkan bantuan berupa unit sound speaker.

Sontak, warga yang hadir merasa terharu dan bersyukur. “Terima kasih Pak Dewan Surya Riski!” seru warga secara serentak, mengapresiasi kerja nyata kader PAN tersebut yang tidak sekadar memberi harapan palsu.

Kegiatan di titik ke-6 Desa Petani ini ditutup dengan penuh kekeluargaan, membuktikan bahwa sinergi antara legislatif dan masyarakat adalah kunci pembangunan daerah

Pewarta : Irwansyah Siregar

Editor : Azi

Potensi Wisata Curug Bungawari Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan Butuh Perhatian Khusus dari Pemerintah Daerah

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan merupakan wilayah pedesaan yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar dan bernilai strategis dalam mendukung pembangunan berbasis lingkungan dan masyarakat.

Salah satu aset alam yang memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan adalah Objek Wisata Curug Bungawari, sebuah destinasi wisata alam yang menyuguhkan panorama alami berupa air terjun dengan aliran air jernih, udara sejuk, serta ekosistem hutan yang masih relatif terjaga kelestariannya.

Curug Bungawari terletak secara administratif di Dusun Sagara RT 001 RW 001 Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan 45583.

Keberadaan objek wisata ini menjadi bagian dari kekayaan alam desa yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat sekaligus sebagai sarana edukasi lingkungan dan pelestarian alam.

Baca juga Bukan Sekadar Ijazah: ARS University Cetak 393 ‘Digital Talent’ Siap Taklukkan Panggung Global!

Potensi Geografis dan Keunggulan Alam

Secara geografis, Curug Bungawari berada di kawasan yang dikelilingi oleh area pertanian dan perkebunan milik masyarakat setempat.

Lanskap alam yang masih alami serta suasana pedesaan yang tenang memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengembangan wisata berbasis ekowisata dan wisata edukasi.

Keindahan alam yang masih autentik menjadikan kawasan ini berpotensi menarik wisatawan yang menginginkan pengalaman wisata alam yang asri dan berkelanjutan.

Baca juga KSAD Jenderal Maruli: TNI AD ‘Gas Pol’ Kawal Program Prabowo, Dari Makan Siang Gratis Hingga Kesejahteraan Prajurit

Selain memiliki potensi visual dan estetika alam yang tinggi, keberadaan Curug Bungawari juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui kegiatan usaha mikro, pengelolaan wisata lokal, serta kegiatan sosial berbasis komunitas.

Kondisi Terkini dan Tantangan Pengembangan

Meskipun memiliki potensi besar, hingga saat ini Curug Bungawari belum sepenuhnya tertata dan dikembangkan secara optimal. Salah satu faktor utama yang menjadi kendala adalah keterbatasan aksesibilitas menuju lokasi wisata. Akses jalan yang digunakan saat ini merupakan jalan usaha tani yang masih dalam proses pembangunan dan peningkatan kualitas.

Kondisi infrastruktur yang belum memadai berdampak pada terbatasnya mobilitas pengunjung serta belum maksimalnya pengelolaan kawasan wisata secara profesional. Selain itu, keterbatasan sarana penunjang seperti fasilitas parkir, jalur trekking yang aman, fasilitas kebersihan, dan sarana edukasi lingkungan juga menjadi tantangan dalam proses pengembangan destinasi wisata tersebut.

Baca juga Gus Yaqut Melawan! Eks Menag Gugat KPK Lewat Praperadilan Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Upaya Pembangunan pada Masa Kepemimpinan Kepala Desa Diding

Pemerintah Desa Sagaranten di bawah kepemimpinan Kepala Desa Diding saat ini tengah melakukan upaya pembangunan bertahap yang difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur dasar, khususnya pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani sebagai jalur utama menuju Curug Bungawari.

Program pembangunan ini menjadi bagian dari strategi desa dalam membuka aksesibilitas kawasan wisata sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian masyarakat.

Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat desa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membuka potensi wisata alam yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Baca juga Mengabdi Untuk Negeri, Danki Satgas TMMD ke-127 Pimpin Apel Pengarahan di Desa Parakanlima

Integrasi antara sektor pertanian dan pariwisata menjadi bagian dari visi pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Sagaranten menegaskan bahwa proses pembangunan dan pengembangan kawasan wisata Curug Bungawari memerlukan dukungan lintas sektor agar dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan. Mengingat besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur serta penataan kawasan wisata, upaya tersebut tidak dapat sepenuhnya ditanggung oleh anggaran desa semata.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, sektor swasta, komunitas masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Dukungan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pendampingan teknis, pemberdayaan masyarakat, hingga promosi wisata menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan Curug Bungawari sebagai destinasi unggulan Desa Sagaranten.

Melalui kolaborasi multipihak, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal sehingga potensi wisata Curug Bungawari mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pembangunan desa yang berkelanjutan.

Baca juga Modus Baru ‘Cuci Uang’ Lewat Money Changer: KPK Bongkar Aliran Rp2,5 Miliar ke Wakil Ketua PN Depok

Pendekatan Akademis dan Pembangunan Berkelanjutan

Secara akademis, pengembangan wisata alam berbasis desa memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup tiga aspek utama, yaitu pembangunan infrastruktur yang memadai, pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama, serta pelestarian lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Sagaranten berkomitmen untuk mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis.

Peningkatan kualitas jalan diharapkan menjadi fondasi awal dalam pengembangan fasilitas wisata yang lebih lengkap, seperti area parkir yang representatif, jalur trekking yang aman dan ramah lingkungan, fasilitas kebersihan yang memadai, serta ruang edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya konservasi alam.

Peran dan Partisipasi Masyarakat

Keberhasilan pengembangan Curug Bungawari sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat setempat. Masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai pengelola wisata, pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif, pemandu wisata lokal, serta penjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor kunci dalam membangun destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Partisipasi masyarakat tidak hanya memberikan dampak ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap potensi alam desa serta mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Harapan dan Prospek Ke Depan

Dengan adanya proses pembangunan yang sedang berlangsung pada masa jabatan Kepala Desa Diding, Curug Bungawari diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan Desa Sagaranten di masa mendatang. Walaupun saat ini masih dalam tahap pembenahan dan penguatan infrastruktur dasar, optimisme masyarakat tetap tinggi bahwa potensi wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian desa, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat identitas lokal berbasis kearifan alam.

Penutup

Melalui rilis media ini, masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat memahami bahwa kondisi Curug Bungawari yang belum sepenuhnya tertata merupakan bagian dari proses pembangunan bertahap yang sedang berjalan.

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan wisata alam Desa Sagaranten dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang luas bagi generasi sekarang dan mendatang.

(Deden)

Bukan Sekadar Ijazah: ARS University Cetak 393 ‘Digital Talent’ Siap Taklukkan Panggung Global!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global dan disrupsi teknologi, Universitas Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS University) kembali membuktikan tajinya.

Bertempat di Harris Hotel Festival Citilink, Bandung, Rabu (11/2), ARS University resmi melepas 393 lulusan angkatan ke-8 tahun akademik 2025/2026 yang telah dipersenjatai dengan kompetensi digital mutakhir.

Wisuda kali ini bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah pernyataan sikap ARS University dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 5.0. Dengan kurikulum yang telah dirombak total berbasis digital, para lulusan kini memegang “senjata” berupa penguasaan Big Data, Cloud Computing, hingga Digital Entrepreneurship.

Baca juga Cetak Hat-trick Guru Besar Internal, ARS University Siap Gebrak Panggung Nasional dan Internasional

Membangun Manusia Utuh, Bukan Robot

Rektor ARS University, Prof. Dr. H. Purwadhi, M.Pd., menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tetap harus dibarengi dengan kualitas kemanusiaan yang kuat.

“Kami tidak hanya mencetak teknokrat, tapi membangun manusia secara utuh. Metode pendidikan kami mengembangkan potensi sosial-emosional, intelektual, moral, hingga spiritual. Lulusan ARS adalah individu yang punya soft skill mumpuni untuk beradaptasi di bidang apa pun,” ujar Prof. Purwadhi.

Senada dengan hal tersebut, nuansa digital kini telah mendarah daging di seluruh program studi, terutama pada Fakultas Teknik (Informatika dan Sistem Informasi) yang menjadi garda terdepan inovasi kampus.

Baca juga KSAD Jenderal Maruli: TNI AD ‘Gas Pol’ Kawal Program Prabowo, Dari Makan Siang Gratis Hingga Kesejahteraan Prajurit

Prestasi Gemilang: IPK Sempurna dan Ekspansi Internasional

Meski baru berdiri pada 2019, langkah ARS University sudah melampaui batas negara. Hingga tahun 2026, tercatat hampir 130 mahasiswa telah berkiprah di mancanegara, mulai dari Jepang, Jerman, Korea, Taiwan, hingga Inggris.

Pada prosesi kali ini, sorotan tertuju pada para lulusan terbaik yang mencatatkan prestasi impresif:

  • dr. Larasati (S2 Manajemen): Lulus dengan IPK sempurna 4.00.
  • Arzaq Fikrian Zahrawan, S.Ked. (S2 Manajemen): Lulusan termuda dengan IPK 4.00.
  • Ramanda Digda, S.Kep. (S1): Lulusan terbaik strata satu dengan IPK 3.83.

Ekosistem Pendukung Pasca-Kampus

Wakil Rektor Non-Akademik sekaligus Ketua Pelaksana Wisuda, Dr. Ade Mubarok, M.Kom., M.M., menjelaskan bahwa ARS University telah menyiapkan karpet merah bagi alumni melalui tujuh program pendukung utama.

“Kami tidak melepas lulusan begitu saja. Melalui Career Center yang terintegrasi dengan data industri serta program Studentpreneur untuk inkubasi bisnis, kami memastikan mahasiswa mampu mengaktualisasikan diri dan mandiri secara ekonomi,” jelas Dr. Ade.

Dengan penguatan pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan perpustakaan online yang canggih, ARS University optimistis dapat terus meningkatkan akreditasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Baca juga Mengabdi Untuk Negeri, Danki Satgas TMMD ke-127 Pimpin Apel Pengarahan di Desa Parakanlima

Tentang ARS University:

Universitas Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS University) adalah institusi pendidikan tinggi di Bandung yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang digital dan kewirausahaan.

Sejak bertransformasi di tahun 2019, ARS University berkomitmen menghadirkan pendidikan relevan yang menjawab tuntutan industri masa depan.(*)

KSAD Jenderal Maruli: TNI AD ‘Gas Pol’ Kawal Program Prabowo, Dari Makan Siang Gratis Hingga Kesejahteraan Prajurit

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan kesiapan jajarannya untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program-program prioritas pemerintah. Hal ini menjadi poin krusial dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD yang digelar di Mabesad, Jakarta, Rabu (11/2).

Dalam arahannya, Jenderal Maruli menekankan bahwa TNI AD bukan sekadar penonton, melainkan eksekutor kebijakan mulai dari level Presiden, Menhan, hingga Panglima TNI.

Fokus Strategis: Makan Bergizi Gratis & Infrastruktur Desa

Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta TNI AD untuk meningkatkan kualitas kinerja yang selama ini dinilai sudah berada di jalur yang benar. Fokus utama kedepan meliputi:

  • Makan Bergizi Gratis (MBG): Optimalisasi dukungan logistik dan pengawalan program.
  • Ketahanan Pangan & Desa: Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
  • Infrastruktur: Percepatan pembangunan jembatan dan keterlibatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI).

“Intinya Presiden menilai apa yang kita lakukan sudah cukup baik, tapi beliau berharap ini terus ditingkatkan dan dievaluasi agar hasilnya lebih nyata bagi masyarakat,” ujar Maruli saat jumpa pers.

Baca juga Gus Yaqut Melawan! Eks Menag Gugat KPK Lewat Praperadilan Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Kabar Baik Kesejahteraan: Tunjangan Kinerja (Tukin) Akan Naik

Di tengah tuntutan tugas yang semakin berat, Jenderal Maruli membawa angin segar bagi para prajurit. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sedang diproses wacana kenaikan Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi prajurit TNI AD.

“Sebetulnya yang lagi proses, saya dengar Tukin akan naik. Tapi bagi kami, selama ini pun kami tetap fokus bekerja dengan baik (fine-fine saja),” tegasnya.

Anggaran Tepat Sasaran: Bedah Rumah Dinas & Koramil

Sesuai instruksi Presiden Prabowo, efisiensi anggaran menjadi harga mati. Jenderal Maruli memastikan alokasi dana akan difokuskan langsung pada kebutuhan mendasar prajurit di lapangan, meliputi:

  • Rehabilitasi Rumah Dinas yang lebih layak bagi prajurit.
  • Perbaikan Kantor Koramil di berbagai pelosok daerah.
  • Reward (Penghargaan) bagi prajurit berprestasi, baik di medan operasi, tugas teritorial, maupun penanganan bencana alam.

“Presiden menggarisbawahi, mereka yang berprestasi harus diberikan penghargaan. Anggaran harus digunakan secara tepat untuk mendukung moral dan fasilitas dasar prajurit di garis depan,” tutup KSAD.

Gus Yaqut Melawan! Eks Menag Gugat KPK Lewat Praperadilan Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, resmi menempuh jalur hukum untuk melawan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Yaqut diketahui telah mendaftarkan permohonan Praperadilan guna menguji sah atau tidaknya status tersangka yang disematkan kepadanya.

Permohonan tersebut didaftarkan pada Selasa (10/2) dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL. Langkah hukum ini diambil setelah KPK mengonfirmasi status Yaqut sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun anggaran 2023-2024 pada Januari 2026 lalu.

Baca juga Mengabdi Untuk Negeri, Danki Satgas TMMD ke-127 Pimpin Apel Pengarahan di Desa Parakanlima

Poin-Poin Penting Gugatan Praperadilan:

  • Klasifikasi Perkara: Sah atau tidaknya penetapan tersangka oleh KPK.
  • Agenda Sidang: PN Jakarta Selatan telah menetapkan sidang perdana pada Selasa, 24 Februari 2026.
  • Status Hukum: Nama hakim tunggal dan petitum lengkap hingga saat ini belum dipublikasikan secara rinci dalam laman SIPP.

Latar Belakang Kasus: Sengkarut Kuota dan Kerugian Fantastis

Kasus yang menjerat Yaqut Cholil Qoumas bermula dari pengumuman penyidikan KPK pada Agustus 2025. Penyelidikan ini berfokus pada kejanggalan pembagian kuota haji tambahan yang diduga melanggar UU Nomor 8 Tahun 2019.

Beberapa fakta krusial dalam kasus ini meliputi:

  • Estimasi Kerugian Negara: KPK bersama BPK RI menaksir kerugian negara mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp1 triliun.
  • Dugaan Pelanggaran Kuota: Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Yaqut diduga membagi kuota tambahan 20.000 jemaah dengan porsi 50:50 antara haji reguler dan khusus. Hal ini bertentangan dengan aturan undang-undang yang mewajibkan porsi haji khusus hanya sebesar 8%.
  • Jaringan Luas: Selain Yaqut, KPK telah mencekal mantan staf khusus Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex) dan pemilik biro haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur. KPK juga mengendus keterlibatan 13 asosiasi serta 400 biro perjalanan haji.

Langkah praperadilan ini menjadi babak baru dalam konfrontasi hukum antara mantan pejabat tinggi negara tersebut dengan lembaga antirasuah, di tengah sorotan publik atas carut-marut penyelenggaraan ibadah haji yang sebelumnya juga telah diinvestigasi oleh Pansus Angket Haji DPR RI.(*)