Kodim 0607 dan Kades Sepakat Dukung KDKMP, Dari Lahan Tidur Jadi Potensi

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Kasdim 0607/Kota Sukabumi Mayor Arm Nanda Supriatna, S.H., memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Kepala Desa di wilayah Kodim 0607/Kota Sukabumi dalam rangka mencari solusi penyediaan lahan untuk program KDKMP.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Sudirman Makodim 0607/Kota Sukabumi, Jalan RA Kosasih, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (15/04/2026).

Dengan diikuti sekitar 130 peserta rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kasdim 0607/Kota Sukabumi Kegiatan tersebut melibatkan para Kepala Desa yang hingga saat ini belum memiliki lahan untuk mendukung program KDKMP, sehingga diperlukan langkah bersama dalam mencari solusi yang tepat.

Baca juga Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur Berpotensi Mengarah Ke Kasus Traffecking Terjadi Di Kaur

Sementara itu, Mayor Arm Nanda Supriatna, S.H., dalam arahannya menegaskan pentingnya kerja sama dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung program KDKMP. Ia juga meminta agar para Kepala Desa segera melakukan pendataan dan inventarisasi lahan yang berpotensi, sebagai dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut yang konkret dan tepat sasaran.

Pasiter kodim 0607/kota Sukabumi Kapten Cba Ahmad Saefudin menyampaikan bahwa program KDKMP merupakan upaya strategis dalam meningkatkan ketahanan wilayah serta pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif Ia menekankan pentingnya inventarisasi lahan di setiap desa, termasuk mengidentifikasi lahan tidur maupun lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, disampaikan pula sejumlah alternatif solusi dalam penyediaan lahan, antara lain pemanfaatan lahan desa yang belum produktif, kerja sama dengan masyarakat maupun pihak ketiga, serta optimalisasi lahan yang tersedia. Sinergi antara TNI dan pemerintah desa dinilai menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

Baca juga Mega Korupsi ‘Ayam Fiktif’ Rp128 Miliar: Dirut PT BDS Kabupaten Bandung Resmi Berbaju Oranye!

Hasil dari rapat koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama antara Kodim 0607/Kota Sukabumi dan para Kepala Desa untuk mendukung penyediaan lahan bagi program KDKMP Beberapa potensi lahan telah teridentifikasi dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lanjutan guna proses verifikasi serta penentuan lokasi prioritas.

( Pendim 0607 )

POLRES BENGKALIS TEGAS! Pengedar Sabu “Jalan Desa Maju” Tak Berkutik, Barang Bukti 4,41 Gram Disita

BENGKALIS, JURNAL TIPIKOR – Komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis.

Seorang pria berinisial S.A (28), yang diduga kuat sebagai pengedar sabu, berhasil diringkus dalam operasi senyap pada Rabu (05/06/2024) malam di wilayah Kecamatan Bathin Solapan.

Kronologi Penangkapan: Target Terkunci di Depan Rumah

Tersangka diamankan petugas sekira pukul 20.00 WIB tepat di depan kediamannya yang berlokasi di Jalan Desa Maju, Desa Balai Makam. Penangkapan ini merupakan buah dari penyelidikan intensif setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat yang resah akan maraknya transaksi barang haram di lingkungan tersebut.

 “Kami bergerak cepat setelah memastikan keberadaan target. Tersangka tidak berkutik saat tim melakukan penggerebekan di depan rumahnya,” ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si, melalui Kasi Humas AIPDA Juliandi Bazrah, S.Pd.

Detail Barang Bukti yang Disita

Dalam penggeledahan yang dilakukan secara teliti, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan peran tersangka sebagai pengedar:

  • 16 Paket Kecil Sabu: Berat total 4,41 gram yang disembunyikan di dalam kotak rokok.
  • Peralatan Transaksi: Timbangan digital, plastik pembungkus kosong, dan sendok sabu.
  • Aset Lainnya: 1 unit handphone dan uang tunai sebesar Rp200.000 yang diduga kuat hasil penjualan.

Hasil Interogasi: Jaringan Masih Dikembangkan

Berdasarkan hasil interogasi awal, S.A mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya yang siap untuk diedarkan.

Ia juga menyebutkan nama seorang pemasok berinisial G (kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang/DPO) yang tengah diburu petugas.

Tak hanya mengedarkan, hasil tes urine menunjukkan tersangka Positif (+) Methamphetamine, mengonfirmasi bahwa S.A juga merupakan pengguna aktif.

Peringatan Keras Bagi Pelaku Narkoba

Pihak Polres Bengkalis menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari implementasi program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

“Ini adalah bentuk ketegasan kami. Siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika akan kami tindak tanpa kompromi. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi perusak generasi bangsa,” tegas AIPDA Juliandi Bazrah.

Himbauan Masyarakat

Saat ini, tersangka S.A beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk proses hukum lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi demi mewujudkan wilayah Bengkalis yang bersih dari jeratan narkoba.
#PolresBengkalis #PerangLawanNarkoba #BengkalisAman #P4GN

Pewarta : Irwansyah Siregar

Editor : AZi

2 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta, Kapolri Siapkan Strategi Khusus Hadapi ‘Ledakan’ Arus Balik Susulan

BEKASI, JURNAL TIPIKOR – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan kendali penuh atas kelancaran arus balik Lebaran 2026.

Meski puncak arus pertama telah terlewati dengan angka yang fantastis, Kapolri menegaskan jajarannya tidak akan mengendurkan pengamanan demi mengantisipasi gelombang kedua pada akhir pekan mendatang.

Usai meninjau Jasa Marga Toll Road Command Center di Jatiasih, Bekasi, Rabu (25/3), Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa volume kendaraan tahun ini mencatatkan rekor baru.

Baca juga BADAN PEMANTAU KEBIJAKAN PUBLIK (BPKP) “Tiang Listrik Ambruk di Bandung: Alarm Keras Bagi Pengawasan Infrastruktur Publik”

Angka Kendaraan Lampaui Tahun Lalu

Kapolri memaparkan data signifikan terkait pergerakan masyarakat kembali ke ibu kota:

  •  Puncak Arus Balik Pertama (Selasa, 24/3): Tercatat 256.338 kendaraan memasuki wilayah Jakarta dan sekitarnya.
  • Perbandingan: Angka ini melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 223.163 kendaraan.
  • Total Kumulatif: Hingga Selasa siang, sebanyak 2.040.000 kendaraan sudah kembali ke Jakarta dari total 2.521.229 kendaraan yang keluar saat mudik.

“Alhamdulillah, puncak arus balik utama sudah terjadi tadi malam. Sisa kendaraan yang belum kembali tetap menjadi prioritas kami, terutama karena adanya prediksi puncak arus balik susulan pada 28 dan 29 Maret mendatang,” ujar Jenderal Sigit.

Strategi ‘One Way’ Sepenggal dan Kewaspadaan Tinggi

Meski Operasi Ketupat 2026 berakhir pada hari ini (25/3), Polri tidak langsung menarik pasukan. Sebaliknya, pola pengamanan akan dialihkan menjadi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Kapolri menjelaskan beberapa poin krusial penanganan ke depan:

  • Fleksibilitas Rekayasa: Kebijakan one way nasional kini mulai disesuaikan menjadi one way sepenggal (lokal).
  • Adaptasi Cepat: Polri siap kembali menerapkan one way penuh maupun contraflow secara mendadak jika terjadi lonjakan kendaraan (bangkitan tinggi) di lapangan.
  •  Himbauan WFA: Masyarakat tetap dihimbau memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan di jalur tol.

“Kami tetap terus waspada. Apabila nanti terjadi bangkitan yang tinggi, mau tidak mau kami akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas agar rangkaian arus balik ini betul-betul terjaga dengan baik dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga BPKP Pertanyakan Transparansi KPK: ‘Sakit’ atau Strategi Hindari Sel Tikus?

Komitmen Pelayanan

Peninjauan di Command Center ini membuktikan bahwa integrasi data antara kepolisian dan Jasa Marga menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan cepat. Kapolri memastikan pelayanan dan pengamanan akan tetap optimal hingga pemudik terakhir tiba di kediaman masing-masing dengan selamat.

Sumber
Divisi Humas Polri

Besok Puncak “Serbuan” Pemudik Lokal, Kakorlantas Siagakan Personel di Jalur Aglomerasi

KABUPATEN BEKASI, JURNAL TIPIKOR – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan peringatan dini terkait lonjakan pergerakan masyarakat di wilayah perkotaan. Puncak kepadatan pemudik lokal di wilayah aglomerasi diprediksi akan meledak pada Minggu (22/3/2026) atau tepat pada H+1 Lebaran 2026.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa fenomena “mudik lokal” antarkota bertetangga sering kali menciptakan simpul kemacetan yang lebih kompleks dibanding arus mudik utama.

 “Justru besok ini akan padat aglomerasi itu. Jadi, mudik lokal dari Solo ke Semarang, Semarang ke Solo, dari Bogor ke Bekasi, itu kita antisipasi, besok,” ujar Irjen Pol. Agus di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Sabtu (21/3).

Titik Pantau Utama & Strategi Keamanan

Untuk membendung kepadatan tersebut, Polri telah memetakan wilayah-wilayah krusial yang menjadi titik kumpul silaturahmi warga, antara lain:

  • Solo Raya & Semarang Raya
  • Malang Raya
  •  Jabodetabek
  • Bali

Langkah antisipasi dilakukan dengan menyiagakan penuh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu di jalur-jalur rawan macet.

Seluruh personel diinstruksikan untuk tetap berada di posisi (stand by) guna memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi warga yang tengah bersilaturahmi.

Menatap Arus Balik Nasional

Selain fokus pada dinamika aglomerasi, Korlantas Polri bersama stakeholders terkait juga mulai mematangkan strategi untuk menghadapi arus balik nasional. Berdasarkan data prakiraan, gelombang kepulangan pemudik akan terbagi menjadi dua fase utama:


“Kami mengharapkan seluruh petugas tetap siaga memantau perjalanan, baik itu mudik lokal maupun pemudik dari Jakarta yang sedang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” pungkasnya.

Sumber : Antara

Editor : Azi

Jelang Idul Fitri 2026 (Pos yan) Dipokok Jengkol Dipenuhi Warga Berfoto Bersama Polisi Yang Bertugas

Mandau Jurnal Tipikor – Pos Pelayanan (Posyan) Idulfitri 2026 di Simpang Pokok Jengkol, Duri, Kabupaten Bengkalis, ramai dikunjungi masyarakat. Sejumlah warga, terutama anak-anak yang datang bersama orang tua, tampak antusias berfoto di lokasi pos pelayanan yang mengusung tema Paw Patrol menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pos pelayanan tersebut dijaga oleh petugas gabungan dari kepolisian bersama instansi terkait. Selain memberikan pelayanan kepada para pemudik dan masyarakat, petugas juga melayani warga yang ingin berfoto bersama. Anak-anak terlihat gembira berfoto dengan petugas kepolisian, di antaranya bersama Ipda Allan Kenneth Yohanes beserta personel lainnya.

Selain mengangkat tema Paw Patrol, Polres Bengkalis juga mengusung kampanye Green Policing sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Baca juga Bukan Sekadar Ormas: Corong Jabar Jadi ‘Dapur Rekonsiliasi’ Elit dan Pemikir Jawa Barat

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Shandra Amalia menyampaikan bahwa keberadaan Pos Pelayanan merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama masa arus mudik dan meningkatnya aktivitas warga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kami hadir untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta arus lalu lintas berjalan lancar. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Pos Pelayanan apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan,” ujarnya.

Polres Bengkalis juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta beristirahat apabila merasa lelah selama perjalanan mudik. Selain itu, masyarakat diajak bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bengkalis.
(Irwansyah Siregar)

TNI–Polri dan Instansi Sukabumi Gelar Apel Operasi Ketupat 2026 Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tingkat Polres Sukabumi Kota dilaksanakan di Halaman Terminal Type A KH. Ahmad Sanusi, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai unsur instansi pemerintah, TNI, Polri, serta stakeholder terkait.
(Kamis,12/03/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Czi Indra Gunawan S.T., M.M turut hadir memenuhi undangan bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, S.H., S.I.K., M.H, Wakapolres Kompol Fajri Abiyaa S.H., S.I.K, serta para perwakilan instansi terkait lainnya.

Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo. Dalam amanatnya disampaikan bahwa apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Baca juga Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kapolres Sukabumi Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam memberikan rasa aman, nyaman, tertib, dan lancar bagi masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Polri bersama TNI dan stakeholder terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 14 hingga 19 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Baca juga PKBM Karya Sejahtera Diduga Memiliki WB Fiktif, Warga “Tidak Pernah Melihat Yang Belajar”

Meski sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun pemerintah tetap mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat melalui berbagai kebijakan, seperti diskon tarif tol, tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere.

Selain pelaksanaan apel gelar pasukan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemusnahan minuman keras dan knalpot tidak standar sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Tidak hanya itu, dilakukan pula pengecekan kondisi bus serta pemeriksaan kesehatan para sopir guna memastikan keselamatan para pemudik selama perjalanan.

Melalui kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 ini diharapkan sinergitas antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh instansi terkait semakin solid dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Dengan kesiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga.
(Pendim,0607)

“Indonesia Tak Mau Diam! Kapolri Ungkap Strategi Prabowo Dorong Perdamaian Timur Tengah dan Selamatkan Ekonomi RI”

Jakarta, JURNAL TIPIKOR— Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, , memaparkan langkah pemerintah Indonesia dalam merespons konflik global yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut disampaikannya dalam acara buka puasa bersama TNI–Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu, (11/3)

Kapolri menjelaskan bahwa Presiden telah mengumpulkan para elit pemerintahan dan tokoh nasional guna menegaskan sikap Indonesia untuk tetap aktif menjalankan politik luar negeri bebas aktif atau nonblok dalam menjaga perdamaian dunia.

“Pemerintah tentunya berusaha keras agar peristiwa atau konflik tersebut bisa segera diakhiri,” ujar Sigit.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah adalah dengan masuknya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP). Keanggotaan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk tetap memiliki ruang menyuarakan perdamaian di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Baca juga “Putin–Pezeshkian Bicara Panas Timur Tengah, Rusia Tegaskan Sikap Hadapi Agresi Israel–AS”

Sigit menyebut, langkah tersebut juga menjadi strategi diplomatik Presiden Prabowo untuk memastikan Indonesia tetap memiliki peran dalam upaya meredakan konflik di Timur Tengah, terutama ketika lembaga-lembaga internasional yang selama ini menjaga perdamaian dunia tidak lagi didengar oleh negara-negara besar seperti .

“Mau tidak mau Bapak Presiden mencoba masuk ke BoP agar tetap ada kesempatan untuk berbicara tentang perdamaian di Timur Tengah, dan saat ini hal itu sedang beliau lakukan,” katanya.

Tak hanya fokus pada isu geopolitik, Kapolri juga menyoroti upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dampak konflik global dan perang tarif yang dipicu kebijakan Presiden AS .

Menurut Sigit, melalui diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo, tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat berhasil diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen. Bahkan dalam beberapa komoditas strategis, Indonesia memperoleh tarif impor 0 persen.

Baca juga Ngantre Bikin SIM, Malah Diciduk! Polisi Ringkus Terduga Penggelap Motor di Kantor Satlantas

Komoditas tersebut antara lain produk sepatu, meubel, tekstil, hingga chip semikonduktor yang dinilai menjadi peluang besar bagi industri nasional untuk tetap berproduksi dan meningkatkan daya saing di pasar global.

“Di satu sisi ini memberikan ruang bagi industri di Indonesia untuk terus melakukan produksi,” jelas Sigit.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 1.800 komoditas Indonesia kini mendapatkan fasilitas tarif 0 persen, yang diyakini akan memperkuat sektor industri nasional serta membuka peluang ekspansi perdagangan.

Baca juga Resmi Ditutup Danrem 061/SK, Program TMMD Ke-127 Hadirkan Infrastruktur Baru untuk Warga parakanlima

Kapolri menegaskan bahwa diplomasi perdagangan yang dilakukan pemerintah bertujuan menjaga perekonomian nasional agar tetap tumbuh dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, Presiden Prabowo juga terus mendorong berbagai program strategis nasional seperti program Astacita, program percepatan pembangunan, serta berbagai program prioritas lainnya untuk menggairahkan perekonomian nasional.

“Program-program tersebut diharapkan dapat menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” pungkas Sigit.

Sumber : Antara

Editor : Azi

Resmi Ditutup Danrem 061/SK, Program TMMD Ke-127 Hadirkan Infrastruktur Baru untuk Warga parakanlima

Sukabumi, Jwurnaltipikor.com,-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0607/Kota Sukabumi resmi ditutup oleh Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0607/Kota Sukabumi resmi ditutup oleh Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I., B.S., M.Tr. (Han.) 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I., B.S., M.Tr. (Han.) pada pukul 09.45 WIB. Kegiatan penutupan dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Perumnas Parakanlima Indah RT 003 RW 10, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
(Rabu,11/03/2026)

Penutupan TMMD ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, yang melibatkan personel TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Danrem 061/SK Brigjen TNI Thomas Rajunio menyampaikan bahwa program TMMD memiliki berbagai sasaran pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca juga wwPolres Kaur Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/ 2026 M, Refleksi Diri dan Santuni Anak Yatim

Beberapa sasaran fisik yang telah dilaksanakan di antaranya pembangunan titik air bersih, rehabilitasi MCK, serta pembangunan jalan yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat. Selain itu, Danrem juga meninjau langsung salah satu hasil rehabilitasi MCK di Masjid jami yang kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Danrem juga merespons kebutuhan masyarakat, termasuk permintaan bantuan keranda untuk masjid. Ia menyampaikan bahwa Korem 061/SK akan berupaya membantu kebutuhan tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh warga.

Lebih lanjut, Danrem menegaskan bahwa program TMMD merupakan contoh nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, pembangunan desa akan lebih optimal jika dilakukan secara bersama-sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sehingga menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan.

“Rakyat itu bukan hanya slogan. Pembangunan akan lebih baik jika masyarakat ikut terlibat langsung, sehingga ada rasa memiliki dan keinginan untuk menjaga serta memelihara apa yang sudah kita bangun bersama,” ujarnya.

Baca  juga Mudik Lebaran 2026, Polda Jabar Siapkan Hotline Khusus untuk Bantu Pemudik

Di akhir sambutannya, Danrem juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan membiasakan hal-hal kecil yang berdampak besar, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan berakhirnya TMMD Ke-127 ini, diharapkan seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta terus dipelihara bersama demi kemajuan desa.

(Rama)

Polres Kaur Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/ 2026 M, Refleksi Diri dan Santuni Anak Yatim

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan, Polres Kaur menggelar kegiatan keagamaan sebagai momentum refleksi diri dan peningkatan keimanan bagi seluruh personel. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Masjid Baiturrahman Polres Kaur.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla didampingi Wakapolres Kaur, para Pejabat Utama (PJU) Polres Kaur, Para Kapolsek, Ketua Bhayangkari Cabang Kaur beserta pengurus, serta seluruh personel Polres Kaur

Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut juga menghadirkan tausiyah dari Ustad Mushaf Rabani, S.Pd.I yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta memperkuat keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Baca juga “Siaga 1 TNI Bikin Publik Bertanya, Panglima Tegaskan: Bukan Alarm Perang, Ini Uji Kesiapsiagaan!”

Dalam kegiatan tersebut, Polres Kaur juga memberikan santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial serta wujud kebersamaan di bulan penuh berkah ini.

Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an ini merupakan momen penting untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta profesionalisme personel Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan kejujuran diri bagi setiap anggota Polri.

“Melalui momentum Ramadan ini, kita dilatih untuk meningkatkan disiplin diri. Walaupun tidak ada yang melihat, kita harus tetap konsisten dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas dan keikhlasan,” ujar Kapolres.

Baca juga Mudik Lebaran 2026, Polda Jabar Siapkan Hotline Khusus untuk Bantu Pemudik

Kapolres juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat memperkuat soliditas internal Polres Kaur serta semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres Kaur untuk terus meningkatkan kualitas iman, takwa, serta pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(Jusri)

“Siaga 1 TNI Bikin Publik Bertanya, Panglima Tegaskan: Bukan Alarm Perang, Ini Uji Kesiapsiagaan!”

Jakarta – Jurnal Tipikor

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa pemberlakuan status Siaga 1 di sejumlah satuan TNI bukanlah tanda situasi genting ataupun terkait konflik internasional, melainkan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin bagi satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI usai menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Istana negara, Selasa malam (10/3).

Menurut Agus, setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiapkan dalam status siaga, terutama untuk menghadapi potensi bencana alam di wilayah masing-masing.

“Saya sudah memberlakukan Siaga 1 di satuan-satuan PRCPB. Jadi tiap Kodam ada satu batalion untuk siaga, apalagi jika wilayahnya berpotensi atau sedang menghadapi bencana alam,” ujar Agus.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan mekanisme standar dalam tubuh TNI untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan.

“Kita menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi ini hal yang biasa,” tegasnya.

Konvoi Taktis di Monas Bukan Tanda Ancaman

Menanggapi munculnya konvoi kendaraan taktis TNI di kawasan , Agus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan simulasi mobilisasi pasukan.

Melalui simulasi itu, TNI menghitung kecepatan pergerakan pasukan dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta menuju titik tertentu apabila terjadi situasi darurat.

“Misalnya dari wilayah-wilayah sekitar Jakarta, berapa menit kita hitung. Sehingga kalau terjadi sesuatu di Jakarta, pasukan bisa cepat digerakkan,” jelasnya.

TNI Juga Siap Bantu Pengamanan Mudik

Selain untuk kesiapsiagaan bencana, Panglima TNI juga menegaskan bahwa personel yang disiagakan dapat membantu aparat kepolisian menjaga stabilitas keamanan menjelang arus mudik Idul Fitri.

Status Siaga 1 tersebut, kata Agus, tidak memiliki batas waktu tertentu. Setelah proses pengecekan kesiapan personel dan material selesai, satuan akan kembali ke kondisi normal di kesatuannya masing-masing.

Baca juga Program TMMD Ke-127 di Parakanlima Rampung 100 Persen, Kodim 0607/Kota Sukabumi Lakukan Persiapan Penutupan

Apel Gelar Pasukan TNI

Dalam keterangan resmi TNI, apel gelar kekuatan yang digelar di kawasan Monas dipimpin langsung oleh Panglima TNI dan melibatkan berbagai satuan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Apel tersebut bertujuan mengecek kesiapan prajurit dan alutsista dalam menghadapi dinamika situasi nasional, sekaligus memastikan bahwa setiap unsur TNI siap bergerak cepat jika dibutuhkan negara.

Di hadapan jajaran kepala staf angkatan, Panglima TNI juga melakukan pengecekan langsung terhadap pasukan dan material tempur yang disiagakan dalam latihan tersebut.

(Redaksi Jurnal Tipikor)