Pemkot Bandung Integrasikan “Segitiga Program” Unggulan: Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat untuk Solusi Holistik Persoalan Kota

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan tiga program unggulan yang telah berjalan: Kang Pisman (Kurangi Pisahkan Manfaatkan Sampah), Buruan Sae (Pekarangan yang Indah dan Sehat), dan Dapur Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting).

Integrasi program ini didorong oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk menciptakan solusi holistik atas berbagai tantangan di kota, mulai dari pengelolaan sampah, inflasi komoditas pangan, hingga isu stunting.

Inisiatif ini tercetus dalam rangkaian kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kota Bandung, yang pada edisi kesepuluh ini berlangsung di Kantor Kelurahan Wates.

Program Segitiga Jawab Persoalan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa ketiga program ini harus berjalan beriringan di setiap Rukun Warga (RW) sebagai “program segitiga” Pemkot Bandung.

“Kang Pisman mengolah sampah organik menjadi kompos, Buruan Sae memanfaatkan kompos itu untuk menanam sayuran dan pangan keluarga. Lalu, hasilnya dipakai di Dapur Dahsat untuk memberi makanan bergizi kepada anak-anak dan warga rentan.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Jadi ini harus terintegrasi di tiap RW,” ujar Farhan di Kantor Kelurahan Wates.
Farhan juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan Gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota untuk menghadapi potensi dan tantangan wilayah.

Hal ini, menurutnya, krusial untuk melindungi kelompok rentan dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan.

Sorotan Isu dan Potensi di Kelurahan Wates

Pada kesempatan Siskamling ini, Farhan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DPRD Kota Bandung juga membahas isu spesifik di Kelurahan Wates.

Baca juga Pemkot Bandung Gerak Cepat Tanggapi Aspirasi Warga Rusunawa Cingised, Wakil Wali Kota Turun Langsung Tinjau Kondisi

Lurah Wates, Darmawansyah, memaparkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi kelurahan tersebut, di antaranya:

  • Banjir yang masih terjadi di RW 3, 4, 5, 6, dan 7.
  • Stunting dengan data tercatat sebanyak 38 anak.
  • Pengangguran yang mencapai sekitar 391 orang, atau sekitar 5 persen dari total penduduk usia kerja.
  • Isu kerawanan sosial, termasuk kasus narkoba, curanmor, dan kejahatan seksual anak.

Namun, Darmawansyah juga menyoroti potensi besar kelurahan, terutama kekuatan gotong royong dan tingginya partisipasi warga dalam kegiatan pemberdayaan seperti Posyandu, PKK, dan Karang Taruna.

Baca juga Profile singkat mengenai latar belakang dan tujuan Komunitas Peci Hitam didirikan di Kota Bandung.

Selain itu, Kelurahan Wates telah menjalankan dua program inovasi pelayanan publik yang telah bergulir lebih dari dua tahun: Ngawargi (Ngalayanan Wargi) dan Sila Bewara (Silaturahmi Lurah Bersama Warga), yang memungkinkan Lurah berkantor langsung di tujuh RW untuk menyerap informasi dan memantau kondisi lapangan secara real time.

“Kami melihat semangat warga luar biasa. Dengan dukungan Pemkot Bandung, kami optimis Kelurahan Wates bisa terus tumbuh sebagai kelurahan yang tangguh bencana sekaligus maju dalam pembangunan,” tutup Darmawansyah.

Siskamling Siaga Bencana di Kota Bandung direncanakan akan menyasar total 151 kelurahan, dipantau langsung oleh Wali Kota Bandung, jajaran OPD, dan Anggota DPRD Kota Bandung.

( Diskominfo Kota Bandung)

Pemkot Bandung Gerak Cepat Tanggapi Aspirasi Warga Rusunawa Cingised, Wakil Wali Kota Turun Langsung Tinjau Kondisi

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunjukkan respons cepat terhadap aspirasi warga Rusunawa Cingised di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (3/10) untuk memastikan penanganan segera dilakukan terhadap keluhan yang disampaikan oleh Paguyuban Warga Rusunawa Cingised.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas aduan warga terkait kerusakan fasilitas dan permintaan keringanan pembayaran sewa.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Wakil Wali Kota Erwin didampingi oleh Kepala Bagian Hukum Setda Kota Bandung, Camat Arcamanik, Lurah Cisaranten Kulon, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Cingised. Mereka berdialog langsung dengan penghuni untuk mendengar aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan.

Perbaikan Fasilitas Mendesak Segera Ditangani

Dalam dialog tersebut, warga mengeluhkan beberapa kerusakan fasilitas yang mendesak. “Warga mengadu soal fasilitas, mulai dari saluran air yang bocor, saluran pembuangan yang mampet, hingga kondisi air yang keruh,” jelas Erwin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota memastikan bahwa masalah yang sifatnya mendesak akan segera ditangani oleh UPT Rusunawa.

“Kami pastikan masalah yang sifatnya mendesak akan segera ditangani UPT, bahkan mulai besok akan diperbaiki. Untuk yang mendesak seperti saluran air kotor, pipa bocor, dan saluran tinja yang tersumbat akan segera diperbaiki,” tegasnya.

Baca juga Profile singkat mengenai latar belakang dan tujuan Komunitas Peci Hitam didirikan di Kota Bandung.

Sementara itu, perbaikan skala besar, termasuk pengadaan sumber air baru yang lebih bersih, akan dianggarkan melalui APBD 2026.

Apresiasi Komitmen Warga dan Prinsip Keadilan

Selain persoalan fasilitas, warga juga mengusulkan keringanan pembayaran sewa. Erwin mengapresiasi tinggi sikap warga yang tetap berkomitmen untuk membayar kewajiban mereka.

“Alhamdulillah warga tetap sadar dan mau membayar sewa. Pemerintah akan memastikan fasilitas yang disediakan sebanding dengan kewajiban mereka. Prinsipnya harus adil, hak dan kewajiban berjalan seimbang,” ujar Erwin.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Rusunawa Cingised dibangun sebagai upaya Pemkot untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang layak.

Baca juga KPK dan Kementerian Haji dan Umrah Sinergi Perkuat Pencegahan Korupsi Penyelenggaraan Ibadah Haji

Ia juga berharap agar keberadaan rusun menjadi batu loncatan bagi warga untuk kelak mampu memiliki rumah pribadi.
“Rusun ini bukan untuk selamanya.

Harapannya, warga yang tinggal di sini suatu saat bisa memiliki rumah pribadi. Pemerintah akan terus mengevaluasi regulasi agar keberadaan rusun benar-benar memberi manfaat bagi warga,” tutup Erwin.

(Diskominfo Kota Bandung)

PPPK Paruh Waktu: Solusi Inklusif dan Berkelanjutan bagi Pegawai Non-ASN Kota Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi salah satu langkah baru yang dinilai strategis dan solutif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung.

Skema ini hadir sebagai jalan tengah yang memberikan kepastian status bagi ribuan tenaga non-ASN, sekaligus mematuhi amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 yang melarang pengangkatan tenaga non-ASN.

Dalam siaran kolaborasi Radio Sonata dan PR FM pada Kamis, 2 Oktober 2025, Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Juniarso Ridwan, menyebut skema ini merupakan solusi nyata untuk ribuan tenaga non-ASN yang selama ini menggantungkan nasib.

“Kebijakan PPPK paruh waktu adalah bentuk afirmasi yang adil bagi tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi. Dengan status baru ini, mereka akan mendapat kepastian tanpa melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya.

Baca juga Wakil Wali Kota Erwin: Mahasiswa Adalah Motor Penggerak Perubahan Bangsa

Juniarso lebih lanjut menekankan bahwa DPRD tidak hanya mendukung, tetapi juga berkomitmen untuk mengawasi agar kebijakan ini tidak sekadar solusi sementara.

“Hal yang terpenting, kebijakan ini harus konsisten dijalankan dan berkelanjutan. Jangan sampai berhenti di tengah jalan, karena keberlangsungan pelayanan publik di Bandung sangat bergantung pada tenaga-tenaga ini,” jelasnya.

Dasar Kebutuhan dan Kepastian Status
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Evi Hendarin, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kebutuhan nyata pemerintah daerah dalam menata kepegawaian.

Baca juga KPK TAHAN EMPAT TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH PEMPROV JAWA TIMUR

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, terdapat 7.375 pegawai non-ASN yang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu, terdiri dari tenaga guru, kesehatan, hingga teknis.

“Penataan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat. Kota Bandung sendiri sudah mengusulkan formasi dan mendapat persetujuan penuh dari Kemenpan RB,” ungkap Evi.

Ia menjelaskan, meskipun paruh waktu, para pegawai ini tetap berstatus ASN dengan hak dasar yang lebih jelas. “PPPK paruh waktu juga berstatus ASN, hanya saja skema penggajiannya berbeda, yaitu melalui belanja barang dan jasa. Namun mereka tetap memiliki kontrak kerja resmi serta perlindungan sosial sesuai ketentuan,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan ini, ribuan tenaga non-ASN di Kota Bandung akhirnya memperoleh kepastian status, yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan stabilitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan layanan teknis pemerintahan.

( Diskominfo Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Erwin: Mahasiswa Adalah Motor Penggerak Perubahan Bangsa

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan peran krusial mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan bangsa. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Latihan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (2/10).

Dalam sambutannya, Erwin menekankan bahwa kegiatan kaderisasi ini lebih dari sekadar pelatihan. “Ini bukan sekadar forum pelatihan biasa. Kegiatan seperti ini adalah tempat menempa calon pemimpin masa depan, baik secara intelektual, spiritual, maupun sosial,” ujar Erwin di hadapan peserta.

Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa Kota Bandung memiliki sejarah panjang dalam pergerakan mahasiswa dan merupakan “kota pelajar dan kota kreatif, tempat berkumpulnya anak muda dengan ide segar.” Oleh karena itu, ia menilai mahasiswa Bandung, khususnya mahasiswa muslim, punya tanggung jawab besar untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Baca juga KPK TAHAN EMPAT TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH PEMPROV JAWA TIMUR

Dukungan Pemkot Bandung dan Investasi Jangka Panjang

Pemerintah Kota Bandung, lanjut Erwin, menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan peran mahasiswa lewat berbagai program yang sejalan dengan visi Bandung Utama. Ia memandang kaderisasi sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan.

“Dari sinilah akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang tak hanya pintar bicara, tapi juga mampu bertindak nyata membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi bangsa,” jelasnya.

Erwin juga menyatakan komitmen Pemkot Bandung untuk menjalin kerja sama dengan organisasi kepemudaan Islam, termasuk HMI. Menurutnya, tantangan masa depan seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial, hingga krisis moral tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja.

“Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, sekaligus penyambung aspirasi rakyat,” paparnya.

Baca juga Ringkasan Keputusan KPK Terkait Aset Ilham Akbar Habibie (IAH)

Di tempat yang sama, Ketua Umum HMI Komisariat Syariah dan Hukum, Aldira Dean Pratama, menyambut baik dukungan tersebut dan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting dalam membentuk kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap umat dan bangsa.

“Melalui pelatihan ini, kami mencetak kader HMI yang berkualitas untuk memajukan agama, bangsa, dan negara,” ujar Aldira.

Melalui semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah, gerakan mahasiswa Islam diharapkan mampu terus tumbuh menjadi kekuatan moral, sosial, dan intelektual yang membawa perubahan positif bagi Indonesia.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wajah Haru Korban Begal: Wakil Wali Kota Bandung Jenguk dan Beri Santunan

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Air muka Junaedi, pengemudi ojek yang menjadi korban begal di Cinambo, tampak haru bercampur syukur saat menerima kunjungan langsung dari Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, di kediamannya di Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, pada hari Selasa, 30 September 2025.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, sekaligus penyerahan santunan.

Wakil Wali Kota Erwin menyampaikan bahwa kedatangannya didorong oleh rasa tanggung jawab moral setelah sebelumnya sempat menjenguk Junaedi di RSUD Ujungberung.

“Alhamdulillah, saya datang karena kemarin sempat jenguk di RS Ujungberung. Kami merasa punya tanggung jawab moral. Ada sedikit santunan untuk Kang Jun, dan sekalian melihat kondisinya sekarang,” ujar Erwin.

Baca juga Pemkot Bandung Janjikan Solusi Permanen Banjir Cileuncang, Wakil Wali Kota Erwin: Akan Koordinasi Lintas Instansi

Miskomunikasi dan Trauma Korban
Erwin juga sempat menyinggung adanya isu miskomunikasi antara pihak rumah sakit dengan keluarga korban saat perawatan Junaedi.

“Ada salah sangka warga ke rumah sakit karena miskomunikasi dengan satpam. Makanya saya datang juga untuk memastikan semuanya baik,” jelasnya, menegaskan bahwa kesalahpahaman tersebut telah diatasi.

Kini, Junaedi telah pulang dan berangsur pulih, namun masih sering merasa pusing dan mengaku trauma untuk kembali bekerja sebagai pengemudi ojek.

“Alhamdulillah, Kang Jun sudah sehat, hanya masih ada rasa takut untuk kembali menarik ojek. Mudah-mudahan Pemkot bisa bantu supaya Kang Jun tetap punya semangat mencari nafkah, entah nanti bekerja atau berusaha sendiri,” harap Erwin.

Baca juga Sukajadi Meriahkan HJKB ke-215 dengan Pagelaran Seni dan Pameran UMKM

Proses Hukum Diharapkan Tegas
Menurut Erwin, kasus yang menimpa Junaedi bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga luka batin. Oleh karena itu, ia berharap proses hukum bagi pelaku kejahatan dapat berjalan tegas dan adil.

“Ini kejahatan yang bikin korban luka berat. Saya yakin polisi akan memproses sampai tuntas. Kalau begal, saya berharap hukumannya maksimal, supaya ada efek jera,” tegasnya.

Sebelum berpamitan, Wakil Wali Kota Erwin menyampaikan pesan khusus yang menghangatkan hati Junaedi agar tidak kehilangan harapan.

“Kang Jun harus sabar, tawakal, dan semangat karena masih muda. Dunia tidak selebar daun kelor. Jadikan ini pelajaran dan hikmah. Sekarang saatnya lebih dekat dengan orang tua, berbakti dan terus berdoa. Saya doakan Kang Jun sukses,” ucapnya dengan hangat.

Mendengar perhatian tersebut, Junaedi hanya menunduk dan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih. “Terima kasih banyak, Pak, atas kepeduliannya. Hatur nuhun pisan,” ujarnya lirih.

Peristiwa begal yang menimpa Junaedi beberapa waktu lalu sempat mengguncang warga sekitar karena menyebabkan ia harus dirawat lama. Kini, dengan santunan dan dukungan moril dari Pemkot Bandung, Junaedi berharap bisa kembali menata hidupnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wakil Walikota Erwin Tinjau Gorong-Gorong di Babakan Ciparay, Tegaskan Bangunan di Atas Saluran Harus Dibongkar

Bandung, JURNAL TIPIKOR—  Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau langsung kawasan rawan banjir di RT 03 RW 07 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, pada Senin (29/9/2025).

Peninjauan ini berfokus pada permasalahan gorong-gorong yang menjadi akar penyebab genangan di wilayah tersebut.

Saat menyusuri Jalan Akipadma Selatan, Gang H. Rosadi, Erwin menemukan sejumlah saluran air yang tertutup oleh bangunan rumah.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi penghambat krusial bagi aliran air dan memperparah genangan saat hujan deras.

“Bangunan tidak boleh berdiri di atas solokan, anak sungai, atau gorong-gorong. Itu hak publik. Kalau memang ada, ya harus dibongkar demi kepentingan bersama,” tegas Erwin.

Baca juga PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO TEGASKAN KOMITMEN PEMBERANTASAN KORUPSI TERSAMAR YANG RUGIKAN NEGARA BESAR-BESARAN

Meskipun demikian, Erwin menekankan bahwa solusi yang diambil harus melalui musyawarah. Ia menyatakan kesiapan Pemkot Bandung untuk memberikan tindak lanjut teknis jika ada pemilik lahan yang ikhlas menyerahkan lahannya untuk kepentingan umum.

Lebih lanjut, Erwin menuturkan bahwa Pemkot Bandung akan segera mengkaji ulang kondisi saluran di sekitar Jalan Soekarno-Hatta yang terhubung langsung dengan kawasan Sumber Sari.

Saluran tersebut diduga menjadi salah satu titik krusial penyebab banjir yang turut berdampak pada RW 07 dan RW 08.

“Prinsipnya, masalah ini harus selesai. Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya, menandakan komitmen Pemkot Bandung untuk menuntaskan persoalan banjir di wilayah tersebut.

( Diskominfo Kota Bandung)

Sukajadi Meriahkan HJKB ke-215 dengan Pagelaran Seni dan Pameran UMKM

Bandung, JURNAL TIPIKOR— – Kecamatan Sukajadi turut memeriahkan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung (HJKB 215) dengan menggelar pagelaran seni dan pameran UMKM yang sukses menarik perhatian warga, Sabtu, 27 September 2025.

Acara yang berlokasi di Jalan Jurang ini mendapatkan kehormatan dengan kehadiran langsung Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Dalam kunjungannya, Erwin menyampaikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kekompakan warga Sukajadi.

Apresiasi dari Wakil Wali Kota
Dalam sambutannya, Erwin menyatakan rasa bangga terhadap semangat gotong royong masyarakat. Ia menegaskan bahwa HJKB bukan sekadar upacara, melainkan sebuah momentum refleksi untuk melihat kembali sejarah perjalanan Kota Bandung dan merancang langkah strategis untuk masa depan.

Baca juga Wakil Walikota, Dr. H. Erwin, SE., M.Pd Ajak Warga Bandung Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Peringatan Maulid Nabi

“Tahun ini HJKB mengusung tema Bandung Utama dalam Harmoni dan Kolaborasi. Di Sukajadi, tema ini benar-benar terwujud lewat gotong royong, kolaborasi, serta kreativitas masyarakat,” ujar Erwin.

Perpaduan Budaya dan Inovasi Lokal
Rangkaian perayaan di Sukajadi diwarnai dengan berbagai kesenian tradisional yang memukau, seperti wayang golek dan oray-orayan, yang ditampilkan beriringan dengan pameran produk-produk dari UMKM lokal.

Sejak dibuka pada pagi hari dan berlangsung hingga malam, acara ini dipenuhi oleh tampilan seni dan karya warga, membuktikan bahwa warisan budaya tetap hidup dan mampu berpadu selaras dengan inovasi modern.

Melalui peringatan HJKB 215, Kecamatan Sukajadi berhasil memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat mampu menciptakan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna dan memperkuat ikatan komunitas.

(Her)

Perumda AM TJM Gelar HUT Ke-53, Bupati “Pelayanan Kepada Masyarakat Harus Terus Ditingkatkan” ‎

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AM TJM) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-53, bertempat di Kantor Pusat Perumda AM TJM, Jl. Karang Tengah Cirendeu, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/09/2025).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., Sekertaris Daerah (Sekda), H. Ade Suryaman, S.H.,M.M., beserta jajaran, Dirut Perumda AM TJM, H.M.Kamaludin Zen, S.H.,M.M., beserta seluruh jajaran di kantor pusat dan juga kantor cabang serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., menyampaikan bahwa dirinya akan mendorong Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri untuk lebih menguatkan perannya dalam memberikan pelayanan menyediakan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi.

‎"Perumda sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus terus meningkat. Selain harus untung, pelayanannya pun harus terus meningkat,"ujarnya.

Baca juga Pemkot Bandung Genjot Penanganan Banjir, Pengerukan Saluran di Turangga Dimulai Besok

‎H. Asep Japar akan terus mendorong Perumda untuk bisa melayani seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Sehingga, seluruh masyarakat dapat merasakan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi.

‎”Semoga ke depan, semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi bisa terlayani,”harapnya.

‎Tak hanya itu, H. Asep Japar pun meminta seluruh pegawai Perumda agar terus menjalankan tupoksinya dengan baik. Salah satunya, untuk selalu sigap menangani setiap keluhan masyarakat.

‎”Tolong respon cepat terhadap semua keluhan pelanggan,” ungkapnya.

Baca juga DPR RI Dorong Revisi Pasal Penangkapan dan Penahanan dalam RUU KUHAP untuk Lindungi HAM

‎Dilokasi yang sama, Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri, H.M. Kamaludin Zen, S.H.,M.M., mengatakan bahwa baru 31 kecamatan yang sudah terlayani air bersih dari perusahan. Dirinya akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

‎”Kita akan terus optimalkan layanan kepada seluruh pelanggan di Sukabumi,” tegasnya.

‎Salah satu bentuk pelayanan dan pengabdian Perumda kepada masyarakat ialah dilaksanakannya pemberian santunan. Hal itu pun dilaksanakan di momen HUT perusahaan yang ke-53.

‎”Sebagai bentuk tasyakur bin ni’mah, hari ini pun kami memberikan santunan kepada anak yatim dan jompo yang dilaksanakan di setiap cabang,” pungkasnya.

(Rama)

Pemkot Bandung Genjot Penanganan Banjir, Pengerukan Saluran di Turangga Dimulai Besok

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR— Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah cepat menanggapi keluhan warga di Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, terkait masalah banjir dan drainase. Mulai besok, alat berat akan dikerahkan untuk melakukan pengerukan saluran air di kawasan tersebut.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan komitmen ini saat meninjau langsung sejumlah titik di RW 05 Kelurahan Turangga pada Senin, 22 September 2025.

Kunjungan ini merupakan respons atas laporan warga yang mengeluhkan genangan banjir akibat buruknya aliran drainase.
“Mulai besok sudah akan dikerjakan dengan alat berat untuk pengerukan saluran. Mudah-mudahan bisa segera mengurangi banjir di kawasan ini,” ujar Erwin.

Baca juga DPR RI Dorong Revisi Pasal Penangkapan dan Penahanan dalam RUU KUHAP untuk Lindungi HAM

Strategi Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Selain penanganan langsung di lapangan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatasi banjir secara lebih sistematis. Di antaranya adalah pemasangan mesin penyedot air di beberapa lokasi dan percepatan pembangunan kolam retensi.

“Target kita membangun 30 kolam retensi. Saat ini sudah ada 15 yang selesai, insyaallah tahun 2026 ditambah lagi 15. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp12 miliar,” jelas Erwin.

Erwin juga meminta camat dan lurah untuk melakukan pendataan sungai-sungai yang berpotensi mengalami erosi sebagai langkah mitigasi dini.

Baca juga KPK Dalami Bupati Pati Sudewo Terkait Dugaan Fee Proyek DJKA Kemenhub

Kolaborasi dan Respons Cepat Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Erwin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan masalah kota.

Menurutnya, masalah tidak akan bisa diselesaikan oleh satu dinas saja, melainkan harus melibatkan seluruh perangkat daerah dan warga.

“Kita ubah paradigma pembangunan. Dengan kolaborasi, masalah bisa lebih cepat teratasi,” katanya.

Erwin juga memastikan bahwa setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat. Ia mencontohkan respons cepat terhadap laporan pedagang Paguyuban Ciroyom yang sempat mengalami mati listrik. Warga dapat menyampaikan laporan melalui berbagai kanal, termasuk WhatsApp, Instagram, atau datang langsung ke Balai Kota.

Optimalisasi Fasilitas Umum
Selain penanganan banjir, Pemkot Bandung juga berencana mengoptimalkan fasilitas umum dan sosial di RW 05 Kelurahan Turangga.

Baca juga WAKIL KETUA BALEG DPR RI TEGASKAN PENTINGNYA RUU PERAMPASAN ASET, INGATKAN PENCEGAHAN KRIMINALISASI

Rencananya, kawasan ini akan dikembangkan menjadi taman yang ramah disabilitas, ramah lansia, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Insyaallah nanti akan kita gambar dulu. Jika memungkinkan, akan kita anggarkan di tahun 2026,” tutup Erwin.

( Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH KOTA BANDUNG HAPUSKAN DENDA PBB HINGGA AKHIR TAHUN 2025

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Pemerintah Kota Bandung secara resmi memberlakukan kebijakan penghapusan denda tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tahun 2024 dan tahun-tahun sebelumnya.

Kebijakan ini berlaku hingga 31 Desember 2025 dan diresmikan melalui Surat Keputusan Wali Kota Bandung.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang PAD 2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Andri Nurdin, dalam acara Gebyar UTAMA (Gerakan Unggul Melayani Warga) di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Minggu (21/9/2025).

Baca juga PEMERINTAH KOTA BANDUNG TEKADKAN BANDUNG SEBAGAI “CITY OF CHAMPIONS” PADA HARI OLAHRAGA NASIONAL 2025

Menurut Andri, kebijakan ini adalah wujud kepedulian pemerintah kota dalam meringankan beban ekonomi masyarakat dan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak.

“Jika masyarakat punya piutang PBB tahun 2024 ke belakang, dendanya dihapuskan, tinggal bayar pokoknya saja,” jelasnya.

Selain penghapusan denda, layanan PBB dalam acara Gebyar UTAMA juga menyediakan berbagai kemudahan. Warga dapat mengajukan mutasi, perbaikan data, hingga permohonan pengurangan pajak untuk kategori tertentu, seperti pensiunan TNI-Polri dan bangunan cagar budaya.

“Biasanya proses ini membutuhkan waktu cukup lama jika dilakukan di kantor. Tapi dalam kegiatan ini, semua kita usahakan selesai di hari yang sama,” tambah Andri.

Baca juga Panglima TNI Ingatkan Jajaran POM untuk Tertibkan Penggunaan Sirene dan Strobo

Bapenda Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini dan tidak menunda pembayaran. Pembayaran bisa dilakukan hingga batas akhir, yakni 31 Desember 2025.

Kegiatan Gebyar UTAMA sendiri merupakan bagian dari upaya “jemput bola” Pemerintah Kota Bandung dalam memberikan pelayanan publik. Selain layanan PBB, acara ini juga menyediakan pelayanan perizinan usaha, edukasi kebakaran, hingga bazar UMKM.

(Diskominfo Kota Bandung)