Pemkot Bandung Hapus Denda PBB Tahun 2024 ke Bawah, Beri Kelonggaran Warga Bayar Pokok Saja hingga Akhir 2025

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengambil langkah proaktif untuk meringankan beban masyarakat dengan menerapkan kebijakan penghapusan denda administratif untuk tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun pajak 2024 dan tahun-tahun sebelumnya.

Kebijakan ini telah resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Bandung dan berlaku mulai saat ini hingga 31 Desember 2025. Pemberlakuan yang panjang ini memberikan waktu yang cukup luas bagi masyarakat untuk segera melunasi kewajiban pokok pajaknya.

Kepala Bidang PAD 2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Andri Nurdin, menjelaskan bahwa penghapusan denda ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga, sekaligus sebagai upaya mendorong peningkatan kepatuhan pajak di Kota Bandung.

“Kalau masyarakat masih punya tunggakan PBB tahun 2024 ke belakang, dendanya kami hapuskan. Jadi, warga hanya perlu membayar pokok pajaknya saja,” jelas Andri.

Baca juga Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Riau, Bupati Bengkalis, dan Kapolda Riau Tanam Jagung di Mandau

Menurut Andri, kesempatan emas ini hanya berlaku sepanjang tahun 2025. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan momentum ini dan tidak menunda pembayaran.
“Ini momentum yang sangat baik. Manfaatkan sebelum batas akhir pada 31 Desember 2025,” tegasnya mengingatkan.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Bandung berharap kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dapat meningkat, yang pada gilirannya akan memperkuat kemandirian fiskal daerah guna menunjang pembangunan berkelanjutan.

“Bayarlah pajak tepat waktu, karena setiap rupiah yang dibayarkan akan kembali untuk membangun Bandung yang lebih baik,” pungkasnya. (Red)

Tiga Rancangan Perda Krusial Disahkan, Bandung Perkuat Fasum, Pesantren, dan Toleransi

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung resmi menyetujui tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Rapat yang dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, serta 46 dari total 50 anggota dewan, berfokus pada pengambilan keputusan terhadap tiga Raperda dari Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahap I.

Ketiga Raperda yang disetujui secara aklamasi oleh seluruh fraksi DPRD Kota Bandung tersebut adalah:

  1. Perda tentang Penyediaan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Fasilitas Umum Perumahan
    Perda ini menjamin kualitas dan ketersediaan Fasilitas Umum (Fasum) di setiap kawasan perumahan. Aturan ini mewajibkan pengembang menyerahkan seluruh fasilitas umum yang memadai—mulai dari jalan lingkungan, taman, drainase, hingga ruang terbuka hijau—kepada Pemerintah Kota Bandung untuk dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
  2.  Perda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren
    Perda ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat dukungan terhadap pesantren sebagai pusat pembinaan moral dan kemandirian masyarakat. Dukungan yang diberikan mencakup aspek pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi santri, menegaskan peran strategis pesantren di Kota Kembang.
  3. Perda tentang Toleransi Kehidupan Bermasyarakat
    Perda ini meneguhkan posisi Bandung sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman.

Baca juga KPK Temukan Dugaan Jual Beli Kuota Haji Petugas Kesehatan 1445 H/2024 M

Melalui regulasi ini, pemerintah bertekad menumbuhkan semangat toleransi, memperkuat moderasi beragama, dan mendorong harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Setelah persetujuan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara DPRD dan Wali Kota Bandung.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Panitia Khusus (Pansus) 7, 8, dan 9 yang telah merampungkan tugasnya. “Kami mengapresiasi kerja keras seluruh anggota pansus dan perangkat daerah. Proses pembahasan berlangsung intens, mendalam, dan penuh komitmen untuk kepentingan masyarakat,” ujar Asep Mulyadi.

Sebagai penutup fase ini, ketiga pansus tersebut secara resmi dibubarkan.
Pandangan Umum Fraksi untuk Empat Raperda Tahap II

Baca juga Kejaksaan Agung Periksa Petinggi Google Indonesia sebagai Saksi dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Selain pengesahan, rapat paripurna juga menjadi ajang penyampaian pandangan umum fraksi terhadap empat Raperda baru dari Propemperda Tahun 2025 Tahap II.

Suasana ruang sidang terasa dinamis, di mana setiap fraksi menyoroti aspek substansi dan implementasi, serta memberikan catatan strategis agar peraturan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

Proses ini menandai dimulainya fase pembahasan Raperda tahap berikutnya di tahun sidang 2025-2026.

( Diskominfo Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung: Koperasi adalah Gerakan Sosial yang Hidupkan Nilai Kebersamaan

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa koperasi adalah gerakan sosial yang menghidupkan nilai kebersamaan dan merupakan pilar penting dalam perekonomian bangsa.

Penegasan ini disampaikan Erwin saat menghadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 Tingkat Kota Bandung di Balai Sartika Convention Hall, Selasa (7/10/2025).

Peringatan Harkopnas tahun ini mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”, menjadikannya momentum penting untuk memperkuat peran koperasi di tengah tantangan ekonomi global dan digital.

“Di tengah gempuran ekonomi digital, koperasi harus mampu bertransformasi agar tidak hanya bertahan, tapi juga menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi lokal maupun internasional,” tutur Erwin.

Baca juga Tabrakan Beruntun Melibatkan 5 Kendaraan Di Tanjakan Pamuruyan Cibadak, Tidak Ada Korban Jiwa

Erwin memastikan, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen hadir sebagai mitra, fasilitator, dan akselerator bagi koperasi dalam mewujudkan visi Bandung Utama, yaitu kota yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.
Peran Koperasi dan Capaian di Kota Bandung

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kota Bandung, Budi Rukmana, menyatakan bahwa koperasi adalah indikator nyata pencapaian pembinaan ekonomi kerakyatan.

Saat ini, Kota Bandung mencatat memiliki 862 koperasi aktif dengan total anggota sebanyak 19.262 orang. Selain itu, telah berdiri 151 Koperasi Merah Putih yang berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Baca juga Ratusan Pemuda Pancasila dan Warga Bandung Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai Cikapundung

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengingatkan pentingnya kebijakan yang mendukung penguatan koperasi dan UMKM.

“Koperasi tidak sekadar bertahan, tapi harus adaptif terhadap era digital dan ekonomi kreatif. 78 tahun perjalanan koperasi harus menjadi titik balik dalam meningkatkan literasi dan digitalisasi koperasi,” ucapnya.

Rangkaian Acara dan Pemberian Penghargaan

Peringatan Harkopnas ke-78 tingkat Kota Bandung dimeriahkan dengan serangkaian acara, termasuk penandatanganan kerja sama antara koperasi simpan pinjam dan Koperasi Merah Putih, bazar UMKM dan produk binaan, serta pemberian penghargaan bagi koperasi berprestasi tahun 2025.

Berikut adalah daftar penerima penghargaan koperasi berprestasi 2025:
Kategori Penghargaan Koperasi Berprestasi diantaranya :

Kategori Koperasi Guru
1. KPRI Amanah
2. KPRI SMKN 6 Bandung
3. KPRI SMUN 8 Bandung

Kategori Koperasi Pensiunan
1. Koperasi Pensiunan Pos Indonesia Wilayah Khusus Kantor Pusat
2. KSP Sejahtera Persatuan Pensiunan BRI Bandung AH Nasution
3. Koperasi Warga Purna Karyawan Perkebunan RI PTP XII

Kategori Koperasi dengan Klasifikasi Usaha Koperasi (KUK) 1
1.    KSPP Wahdatul Ummat Bandung
2.    KSP Alumni Nusantara
3.    KSP Nurhafa Husnul Khotimah

Kategori KUK 2
1. Koperasi Warga Universitas Pasundan Bandung
2. Koperasi Konsumen PNS Tut Wuri
3. KPRI Abdi Karya Bahari

Kategori KUK 3 & 4
1. Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung
2. Kopkar Kopertis Wilayah IV Jawa Barat
3. Koperasi Konsumen Dharma Nirmala Mandiri.

(Diskominfo kota Bandung)

Ratusan Pemuda Pancasila dan Warga Bandung Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai Cikapundung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemuda Pancasila (PP), ratusan anggota organisasi tersebut bersama masyarakat Kota Bandung menggelar aksi susur sungai dan bersih-bersih di aliran Sungai Cikapundung, tepatnya di Jalan Soekarno, pada hari Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya air di Kota Bandung, yang secara langsung melibatkan masyarakat dan aparat organisasi.

Dihadiri Pejabat dan Pimpinan Organisasi

Aksi bersih-bersih ini mendapat dukungan penuh dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

Baca juga Wali Kota Farhan Tinjau Siskamling Kebencanaan di Sukawarna: Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Sosial

Turut hadir pula Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Dian Rahadian, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, serta perwakilan dari instansi terkait lainnya seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung.

Apresiasi dari Wakil Wali Kota Bandung
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh anggota Pemuda Pancasila. Ia memuji inisiatif mereka untuk turun langsung membersihkan sungai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.

“Ini adalah bentuk solidaritas dan kecintaan kita kepada Kota Bandung dan sungai sebagai sumber air yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Erwin, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai bagi kelangsungan hidup warga kota.

Baca juga Pemkot Bandung Gerak Cepat Tanggapi Aspirasi Warga Rusunawa Cingised, Wakil Wali Kota Turun Langsung Tinjau Kondisi

Aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi dan komunitas lain untuk secara aktif terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai-sungai di Kota Bandung.

Sementara itu, Ketua MPW PP Jawa Barat, Dian Rahadian menyampaikan komitmen Pemuda Pancasila untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk dalam penanggulangan bencana.

(Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH KOTA BANDUNG Perkuat Integritas dan Kualitas Penilaian, Kota Bandung Gelar Bimtek Dewan Hakim LPTQ

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bandung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dewan Hakim LPTQ Tahun 2025 di Kamboti Sariater Bandung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi, integritas, dan profesionalisme para dewan hakim yang memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas dan keadilan pada setiap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH).

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa tugas dewan hakim membawa amanah spiritual yang besar.

“Tugas dewan hakim memerlukan ilmu, ketelitian, dan keikhlasan. Keputusan mereka bukan sekadar soal nilai, tapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Iskandar, Senin (6/10/2025).

Baca juga Wali Kota Farhan Tinjau Siskamling Kebencanaan di Sukawarna: Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Sosial

Menurutnya, Bimtek ini penting untuk memperdalam kode etik dan menjaga integritas dewan hakim, sejalan dengan visi pembangunan Kota Bandung untuk mewujudkan kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.

“Nilai keagamaan bukan hanya identitas, tapi menjadi jiwa dari setiap kebijakan pemerintah,” tambahnya.

Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan LPTQ dan Kementerian Agama dalam membentuk generasi Bandung yang Qur’ani, beriman, dan berakhlak mulia.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Ia berharap dewan hakim dapat menjadi panutan masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Di lokasi yang sama, Ketua Harian LPTQ Kota Bandung, Mimin Sutisna, menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini juga merupakan bagian dari upaya regenerasi dewan hakim.

Mengingat banyak dewan hakim senior yang telah wafat atau berhalangan, LPTQ tengah mempersiapkan generasi baru yang mumpuni.

“Kami ingin menghadirkan dewan hakim baru yang mumpuni untuk beberapa tahun ke depan. Kualitas pelaksanaan MTQ Kota Bandung bisa tetap terjaga jika dewan hakim yang bertugas adalah orang-orang yang benar-benar siap dan memahami tugas serta tanggung jawabnya,” ungkap Mimin.

Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pembekalan, yang juga membuka peluang bagi mereka untuk menjadi hakim di cabang tilawah maupun tahfidz.

Baca juga Fenomena Ketukan Pintu Misterius Resahkan Warga Desa Sukalarang Sukabumi

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Irwan Nurjaman, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar penting untuk mempertahankan prestasi Bandung sebagai juara MTQ.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan MTQ. Ini bukan hanya soal lomba, tapi juga sarana syiar Islam dan memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat,” tegas Irwan.

Ia menekankan bahwa dewan hakim memegang peran kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penilaian MTQ yang objektif dan adil“Integritas, objektivitas, dan transparansi dewan hakim sangat menentukan lahirnya generasi yang berakhlak mulia.

Karena itu, pemahaman teknis dan keterampilan mereka harus terus ditingkatkan,” tutupnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wali Kota Farhan Tinjau Siskamling Kebencanaan di Sukawarna: Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Sosial

BANDUNG,  JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melanjutkan program penguatan keamanan dan ketangguhan lingkungan dengan meninjau langsung kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Kebencanaan di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, pada Senin (6/10).

Kunjungan ini merupakan lokasi ke-11 dari rangkaian program yang bertujuan membangun kewaspadaan dini terhadap potensi bencana sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tingkat warga.
Fokus pada Mitigasi Bencana dan Pendidikan

Dalam kunjungannya yang berlangsung siang hingga sore hari, Wali Kota Farhan didampingi oleh perangkat wilayah setempat meninjau sejumlah titik strategis mitigasi.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Ia secara langsung memantau area yang berpotensi menimbulkan bencana, seperti saluran air yang tersumbat, lahan rawan longsor, dan titik genangan di beberapa RW.

“Siskamling kebencanaan ini bukan hanya soal ronda, tapi tentang menjaga Bandung agar selalu siaga. Kalau kita bisa mengenali risiko sejak dini, penanganannya akan jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Farhan, seraya memuji upaya gotong royong warga Sukawarna dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain fokus pada kesiapsiagaan lingkungan, Wali Kota juga menunjukkan perhatian pada isu sosial mendasar.

Ia menyempatkan diri mengecek kondisi anak-anak yang putus sekolah di wilayah tersebut. Farhan berdialog dengan wali anak dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memfasilitasi mereka agar bisa kembali bersekolah melalui program intervensi sosial dan pendidikan.

“Tidak boleh ada anak Bandung yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Pemerintah akan bantu fasilitasi agar mereka bisa kembali belajar,” tegasnya.

Baca juga Fenomena Ketukan Pintu Misterius Resahkan Warga Desa Sukalarang Sukabumi

Di sela kegiatan, Wali Kota juga menyerahkan bantuan sosial berupa kebutuhan dasar bagi keluarga pra-sejahtera, lansia, dan warga dengan kondisi kesehatan terbatas.

Apresiasi Kemandirian Warga: Buruan Sae dan Bandung Zero Waste
Kunjungan berlanjut ke area Buruan Sae di Sukawarna, yakni kebun pangan urban swadaya yang memanfaatkan lahan sempit.

Wali Kota Farhan mengapresiasi kreativitas warga yang berhasil menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber ketahanan pangan lokal.

“Buruan Sae ini simbol kemandirian warga. Selain membantu ketahanan pangan, juga menjaga lingkungan tetap hijau dan produktif,” katanya.

Baca juga Farhan Lantik 21 Pejabat Baru, Soroti Tantangan Berat DPKP dan RSUD

Farhan juga memantau sejumlah lahan kosong yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengolahan sampah skala lokal. Ia mendorong pemanfaatan lahan untuk titik pengelolaan sampah terpilah sebagai langkah penting mendukung program Bandung Zero Waste.

“Kalau di setiap kelurahan ada titik pengolahan sampah sederhana, volume sampah ke TPA bisa jauh berkurang. Kita ubah sampah jadi sumber daya, bukan sekadar masalah,” tutur Farhan.

Integrasi Siskamling dengan ‘Laci RW’
Untuk memastikan Siskamling Kebencanaan berjalan efektif, Wali Kota Farhan menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur—antara RW, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, karang taruna, dan relawan lingkungan.

Baca juga Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik, Ombudsman Aceh Jalin Sinergi Erat dengan KPK Upaya Pencegahan Korupsi dan Malaadministrasi di “Tanah Rencong”

Program ini diintegrasikan dengan sistem “Laci RW,” yakni basis data terpadu yang berisi peta risiko, daftar warga, jadwal piket lingkungan, serta kontak darurat.

Dengan sistem ini, setiap RW diharapkan dapat bertindak cepat jika terjadi peristiwa mendesak.

“Bandung punya modal sosial yang luar biasa. Kalau seluruh RW aktif seperti di Sukawarna, kita punya ribuan titik siaga bencana yang hidup. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi tentang rasa tanggung jawab bersama menjaga kota,” pungkasnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Farhan Lantik 21 Pejabat Baru, Soroti Tantangan Berat DPKP dan RSUD

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Sebanyak 21 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kota Bandung resmi dilantik hari ini.

Pelantikan yang dipimpin oleh Walikota Bandung, Mochamad Farhan bertujuan untuk memperkuat birokrasi dan akselerasi program kerja daerah, khususnya di sektor vital seperti perumahan dan kesehatan.

Dalam sambutannya, Farhan memberikan perhatian khusus pada tantangan besar yang menanti di dua lembaga, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta RSUD Bandung Kiwari.

“Terpaling berat itu DPKP, karena harus melanjutkan penataan daerah kumuh sekaligus implementasi kebijakan pemerataan tiga juta rumah untuk rakyat dari pemerintah pusat,” jelas Farhan.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Ia menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik harus siap menghadapi tekanan kerja dan memastikan program strategis pemerintah berjalan efektif.
Daftar Pejabat yang Dilantik

Pelantikan ini mencakup Direktur Rumah Sakit dan Kepala Dinas, serta sejumlah Sekretaris Dinas yang memegang peran kunci dalam operasional sehari-hari.

Berikut adalah daftar pejabat yang dilantik:

  1.  Arif Budiman Dir RS Bdg Kiwari
  2. Luthfi Firdaus, S.T,M.Si.Kadis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
  3. Usa Supriatma Sekdis DPKP
  4. Eko Rotari Lukito Dir RSKGM
  5. Nasrulloah – Kabag Kesra
  6. Agus Hidayat sekdis Baperida
  7. Medi Mahendra Sekdis DPPKB
  8.  Judi Hernawan Sekdis Pus Arsi
  9.  Moch Rosid sekdis Ciptabintar
  10.  Ira Dewi Gani Sekdis Kesehatan
  11. Mahyudin Sekdiskominfo
  12. Sofyan Hernadi sekdis DP3A
  13.  Dadang setiawan Sekdis DLH
  14. Kurniawan Yusuf Sekdis Damkar
  15. Hendi Maulana Yusuf Sekdispora
  16.  Mas Yusuf Hidayat Sekdis DPMPTSP
  17. Dani Nurahman Sekdis Dik
  18. Siti Mulyani Sekdis Hub
  19. Dian Rudiyanto Sekdis BPPD
  20.  Nana Tursino Wakil Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD Bandung Kiwari
  21. Wawan Wakil Direktur Umum, Kepegawaian, dan Keuangan pada RSUD Bandung Kiwari

Farhan berharap, dengan komposisi pejabat yang baru, semua program pelayanan publik dan pembangunan di Kota Bandung dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

(Red)

 

Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kota Bandung kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota kreatif dan kota musik melalui acara Bandung Musik Journey: East Pride 2025 di Teras Sunda Cibiru, pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Acara ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan juga bagian penting dari pra-event menuju Asia Africa Youth Forum (AAYF) 2025, sebuah forum pemuda internasional yang mengusung semangat solidaritas dan kolaborasi lintas negara.

Semangat Suara, Nada, dan Karya
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menuturkan bahwa acara ini merupakan perwujudan dari semangat Bandung sebagai kota yang hidup oleh suara, nada, dan karya. Ia menekankan peran musik sebagai bahasa universal.

“Musik bukan hanya hiburan, tapi bahasa universal yang menyatukan kita semua. Lewat Bandung Musik Journey, kita ingin menunjukkan bahwa Bandung terbuka bagi talenta muda dan siap menjadi destinasi kreatif dunia,” ujar Erwin saat hadir di lokasi.

Baca juga Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Merayakan Episentrum Kreativitas Bandung Timur

Tahun ini, tema East Pride diangkat secara khusus untuk merayakan kawasan Bandung Timur sebagai episentrum kreativitas yang kaya akan sejarah, komunitas, dan kolaborasi seni.
Ketua Panitia Bandung Musik Journey, Iman Rahman Anggawiria Kusumah, menjelaskan latar belakang pemilihan tema ini.

“Bandung Timur menyimpan banyak cerita. Dari legenda Sangkuriang, jejak Kerajaan Kendan, hingga semangat musik independen yang menembus panggung internasional. Inilah alasan kami mengangkat East Pride sebagai tema utama tahun ini,” jelasnya.

East Pride juga menjadi bagian kelima dari seri film dokumenter Bandung Music Journey yang mengangkat berbagai kawasan kota Bandung sebagai destinasi musik dan budaya, menyusul seri sebelumnya: West Pride, Central Pride, North Pride, dan South Pride.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Kolaborasi sebagai Kunci Destinasi Kelas Dunia

Semangat utama dari Bandung Musik Journey adalah kolaborasi. Pemerintah, komunitas, seniman, pelaku industri kreatif, dan masyarakat didorong untuk bersinergi membangun masa depan Bandung sebagai kota budaya dan destinasi kelas dunia.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi. Bandung adalah milik kita semua. Mari jadikan kota ini sebagai panggung bagi talenta muda untuk bersinar, dan sebagai rumah yang ramah bagi kreativitas,” ajak Erwin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menambahkan bahwa musik dan budaya telah menjadi kekuatan utama dalam membangun destinasi wisata Bandung.

“Bandung dari dulu hingga kini selalu jadi tempat lahirnya gerakan musik dan budaya yang berpengaruh. Dari pop kreatif, musik underground, hingga komunitas pemuda yang menyuarakan perubahan,” ujarnya.

“Melalui tema Bandung Bersuara: Destinasi Berkembang, kami ingin mengembangkan kawasan timur Bandung dengan cara yang inklusif, melibatkan komunitas, pelaku kreatif, hingga masyarakat lokal,” tutup Adi.

( Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)

Wali Kota Bandung Apresiasi Relawan FPRB, Dorong Sinergi untuk Kota Tangguh Bencana

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung atas komitmen mereka dalam upaya mitigasi bencana.

Apresiasi ini disampaikan Farhan dalam kegiatan Musyawarah Daerah ke-II FPRB Kota Bandung di Aula Kwarcab Kota Bandung, Sabtu (4/10).

Farhan menekankan pentingnya peran relawan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kota Bandung yang tangguh terhadap bencana.

“Sebagai salah satu kelompok relawan yang punya semangat dan komitmen tinggi, saya berharap mereka bisa menjadi mitra strategis BPBD Kota Bandung dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana. Kita ingin Bandung menjadi kota yang tangguh terhadap bencana,” ujar Farhan.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Prioritas Utama: Kesiapsiagaan dan Nol Korban Jiwa

Wali Kota Farhan menuturkan bahwa kunci utama dalam penanganan bencana adalah kesiapsiagaan masyarakat untuk memastikan tidak adanya korban jiwa.

Menurutnya, dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, penanganan bencana akan berjalan lebih efektif.

“Kalau pun bencana terjadi, kita harus pastikan masyarakat sudah tangguh dan penanganannya bisa dilakukan secara cepat. Tujuan kita adalah tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Sebagai bentuk komitmen Pemkot Bandung, Wali Kota Farhan bersama OPD dan DPRD Kota Bandung dalam dua minggu terakhir rutin melaksanakan kegiatan Siskamling Siaga Bencana.

Kegiatan ini melibatkan kunjungan langsung ke tiap kelurahan untuk memverifikasi kesiapan warga dan melakukan pemetaan risiko bencana di setiap wilayah, mencakup bencana alam maupun non-alam.

“Saya datang langsung ke kelurahan-kelurahan untuk memastikan bahwa di setiap wilayah sudah ada upaya mitigasi risiko. Kita perlu tahu potensi bahaya di wilayah pemukiman, dan memastikan masyarakat tahu harus bagaimana kalau bencana terjadi,” jelas Farhan.

FPRB Siap Berkolaborasi dan Edukasi Masyarakat

Menanggapi harapan tersebut, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung, Trio Meirdiano, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“FPRB siap berkolaborasi dengan pemerintah dan terjun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana. Kita ingin setiap warga punya pengetahuan dasar dan siap siaga di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Trio.

Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota, relawan FPRB, dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Bandung diharapkan akan menjadi kota yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda. Hal ini disampaikannya saat menghadiri dan membuka kegiatan UKM Day 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) LPKIA, Sabtu (4/10/2025).

Acara yang mengusung tema “The Common Ground” ini, menurut Erwin, sangat relevan sebagai semangat membangun ruang bersama bagi mahasiswa baru.

“Tema ini mencerminkan pentingnya menciptakan titik temu, tempat mahasiswa baru bisa mulai mengenal lingkungan kampus, memahami potensi diri, dan membangun jejaring yang akan menjadi bekal penting untuk perjalanan akademik maupun non-akademik,” ujar Erwin di Kampus LPKIA Jalan Soekarno-Hatta.

Baca juga Pemkot Bandung Gerak Cepat Tanggapi Aspirasi Warga Rusunawa Cingised, Wakil Wali Kota Turun Langsung Tinjau Kondisi

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa di tengah kompleksitas tantangan global dan perubahan teknologi yang masif, UKM bukan sekadar kegiatan tambahan, tapi laboratorium kehidupan.

Wakil walikota Bandung, Dr.H.Erwin S.E., M.Pd (Poto : Istimewa)

Membentuk Karakter dan Kepemimpinan

Erwin menyoroti peran strategis UKM dalam membentuk karakter mahasiswa. Melalui UKM, mahasiswa diajarkan untuk belajar kepemimpinan, mengelola perbedaan, serta bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.

“UKM Day ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi momentum penting. Ini adalah titik awal kalian untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi, serta memperkuat jejaring pertemanan dan semangat kepemimpinan,” tambahnya.

Baca juga Pemkot Bandung Integrasikan “Segitiga Program” Unggulan: Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat untuk Solusi Holistik Persoalan Kota

Pemerintah Kota Bandung, lanjut Erwin, berkomitmen menciptakan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi masa depan. Ia optimistis mahasiswa LPKIA dapat menjadi motor penggerak perubahan di Kota Bandung.

“Kota Bandung tidak akan maju hanya karena infrastruktur atau teknologi, tapi juga karena hadirnya generasi muda yang punya karakter kuat dan daya juang tinggi,” tegasnya.

UKM sebagai Ruang Kreasi dan Asah Soft Skill

Senada dengan Wakil Wali Kota, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan LPKIA, Andi Victor, menyampaikan bahwa UKM adalah bagian penting dari pendidikan di kampus.

“Di LPKIA, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas. Lewat UKM seperti inkubasi bisnis, futsal, kreasi, hingga paduan suara, mahasiswa bisa tumbuh, berkreasi, dan berkolaborasi secara nyata,” jelas Andi Victor.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Ia mengajak seluruh mahasiswa baru untuk terlibat aktif di UKM, karena di situlah proses pembelajaran yang sesungguhnya dimulai. “Memimpin itu dimulai dari berani menghadapi tantangan dan membangun jejaring yang kuat,” pungkasnya.

UKM Day 2025 menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk memilih dan terlibat dalam berbagai unit kegiatan, mulai dari wirausaha, desain grafis, hingga olahraga.

(Diskominfo Kota Bandung)