Wakil Wali Kota Bandung Buka Peluang KKMP Manfaatkan Aset Pemkot untuk Penguatan Ekonomi Rakyat

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, membuka peluang bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk memanfaatkan aset produktif milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian yang diikuti oleh 151 pengurus KKMP, diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bandung di Hotel Savoy Homann, pada Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Erwin menekankan peran vital koperasi sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Bimtek ini sangat penting. Tanpa SDM yang kompeten, koperasi akan sulit beradaptasi dengan perubahan zaman. Koperasi yang kuat berarti masyarakatnya mandiri, dan koperasi yang profesional berarti ekonomi rakyat berjalan sehat dan berkelanjutan,” ujar Erwin.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Dorong Kader HMI Jadi Pemimpin Berintegritas dan Visioner

Erwin menjelaskan, penguatan koperasi adalah bagian dari komitmen Pemkot Bandung dalam mewujudkan visi Bandung Utama: Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.

Ia mendorong koperasi untuk bertransformasi menjadi koperasi serba usaha dan memanfaatkan aset Pemkot yang belum terpakai untuk kegiatan produktif, seperti pengelolaan kolam retensi.

“Selama aset pemerintah belum digunakan, koperasi boleh memanfaatkannya. Tapi kalau nanti dibutuhkan untuk kepentingan publik, tentu akan dikembalikan,” tegasnya.

Baca juga Kejari Gelar Acara Penerangan Hukum Bagi Camat Se-Kabupaten Sukabumi

Kegiatan Bimtek ini bertujuan memperdalam pengetahuan pengurus KKMP mengenai manajemen koperasi, tata kelola yang transparan, pelaporan keuangan digital, serta pengelolaan usaha berbasis komunitas.

Erwin berharap Bimtek ini menjadi ruang untuk memperkuat manajemen kelembagaan, menumbuhkan kepemimpinan kolektif, serta menanamkan nilai transparansi dan akuntabilitas.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, melaporkan bahwa saat ini sudah ada 33 KKMP yang aktif beroperasi.

“KKMP yang paling operasional dan maju ada di wilayah Cibaduyut Kidul dan Kopo. Mereka bahkan sudah bekerja sama dengan Bulog, ID Food, dan Pertamina untuk penyediaan sembako dengan harga lebih terjangkau,” tutur Budhi.

Terkait ketersediaan lahan dan tempat usaha yang legal dan berkelanjutan bagi koperasi, Dinas KUKM saat ini tengah berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk menyiapkan skema pemanfaatan tanah milik Pemda.

(Diskominfo Kota Bandung)

Dinas Pendidikan dan Gerakan Pramuka Kota Bandung Gelar Kursus Orientasi Kepramukaan, Perkuat Sinergi Bentuk SDM Unggul dan Berkarakter

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Dinas Pendidikan Kota Bandung berkolaborasi dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandung sukses menyelenggarakan Kursus Orientasi Kepramukaan di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Senin, 13 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 368 orang yang terdiri dari para Ketua Majelis Pembimbing Gugus (Mabigus) tingkat PAUD, SD, SMP, MTs, dan MA negeri maupun swasta se-Kota Bandung.

Mengusung tema “Peran Serta Pramuka dalam Menciptakan SDM Unggul Kota Bandung” dan semangat Bandung Scout Move On, kursus ini bertujuan menjadi wadah penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan Gerakan Pramuka untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan cinta tanah air.

Wakil Wali Kota Bandung sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kota Bandung, Erwin, dalam sambutannya meminta Gerakan Pramuka Kota Bandung terus konsisten dalam membina dan menggerakkan peserta didik, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Erwin.

Baca juga Perkuat Pemberdayaan Pemuda, Wakil Wali Kota Erwin Resmikan Youth Space Bandung Kulon

Menurutnya, kegiatan kepramukaan merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam membentuk generasi muda yang unggul, tangguh secara mental dan sosial, serta berakhlakul karimah.

Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui program pembinaan di sekolah dan kemitraan untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong, disiplin, dan cinta tanah air di kalangan pelajar.

“Semoga melalui Kursus Orientasi Kepramukaan ini, para peserta dapat memiliki pandangan yang sama dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Bandung untuk mewujudkan Bandung yang semakin unggul dan berkarakter,” tambahnya.

Baca juga “Bukan Hanya Nadiem, Ada Hasto dan Tom Lembong!” – Ibu Nadiem Kecewa Praperadilan Ditolak, Singgung Nama Besar di Balik Jeruji

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Kota Bandung, Heri Hermawan, meyakini bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk SDM dan generasi yang unggul serta berkarakter.

“Gerakan Pramuka memiliki peran strategis khususnya dalam membentuk generasi Z yang pintar, kritis, dan berkepribadian luhur,” ucap Heri.

“Tujuan utama pramuka adalah membangun karakter yang kuat, menanamkan semangat cinta tanah air dan NKRI, serta menumbuhkan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi diri dan masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga GEBRAKAN HUKUM: KEJAGUNG NYATAKAN PENYIDIKAN NADIEM SAH SETELAH PRAKTIK PERADILAN DITOLAK PN JAKSEL!

Melalui kegiatan ini, Gerakan Pramuka bersama Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan karakter khususnya di lingkungan pendidikan.

Semangat Bandung Scout Move On diharapkan menjadi dorongan baru bagi seluruh pembina dan peserta didik untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bandung.

(Diskominfo Kota Bandung)

Perkuat Pemberdayaan Pemuda, Wakil Wali Kota Erwin Resmikan Youth Space Bandung Kulon

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali memperkuat komitmennya dalam memberdayakan generasi muda dengan menghadirkan Youth Space Bandung Kulon yang berlokasi di Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, pada Minggu, 12 Oktober 2025.

Peresmian yang bertajuk Aktivasi Deklarasi Kolaborasi Youth Space ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, serta jajaran pejabat kecamatan, kelurahan, komunitas muda, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya yang hangat, Erwin menegaskan bahwa kehadiran Youth Space ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan simbol nyata dari semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan pemuda Kota Bandung.

“Acara ini bukan sekadar peresmian sebuah gedung, melainkan tonggak penting dalam upaya kita memberikan ruang bagi para pemuda untuk berkreasi, berkolaborasi, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan Kota Bandung,” ujar Erwin disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Dorong Kader HMI Jadi Pemimpin Berintegritas dan Visioner

Erwin menilai Youth Space Bandung Kulon merupakan wadah penting yang akan menjadi pusat kegiatan kreatif dan kolaboratif.

Ia berharap tempat ini menjadi ruang di mana “setiap ide bisa tumbuh, setiap talenta dapat bersinar, dan setiap individu berpeluang untuk berbagi serta menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Wakil Wali Kota juga menekankan perubahan paradigma pembangunan kota dari ekosektoral menjadi ekosentris, yang seluruhnya dilakukan dengan semangat kolaborasi dan gotong royong.

Baca juga KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Eks Dirjen Kemenaker Haiyani Rumondang Terkait PJK3 dalam Kasus Pemerasan Sertifikat K3

Apresiasi khusus diberikan Erwin kepada para pemuda yang menampilkan atraksi seni bela diri silat. Ia menyebut silat sebagai bagian penting dari warisan budaya dan identitas masyarakat Jawa Barat.

“Kalau merasa orang Bandung tapi belum bisa silat, ya minimal tahu dasar-dasarnya. Silat itu budaya, tapi juga bela diri,” candanya.

Motivasi Berbasis Maqasid Syariah
Menjelang akhir sambutannya, Erwin memberikan motivasi berbasis nilai-nilai syariah kepada para pemuda.

Ia mengajak mereka untuk menjaga tiga aspek penting dalam kehidupan, yang disebutnya sebagai Maqasid Syariah (tujuan-tujuan luhur dalam ajaran Islam):

  • Hifdzul ‘Aql (Menjaga Akal): Pemuda diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi, hoaks, atau asumsi yang dapat memecah belah persatuan. “Jaga akal agar tetap jernih dan positif,” tegasnya.
  • Hifdzun Nafs (Menjaga Jiwa): Meminta para pemuda menjaga diri dan lingkungannya agar terhindar dari tindakan yang membahayakan.
  • Hifdzul Maal (Menjaga Harta): Menekankan pentingnya menjaga harta dan fasilitas umum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial bersama.

Erwin menutup sambutannya dengan optimisme besar bahwa pemuda Bandung Kulon dapat menjadi motor penggerak perubahan positif.

Baca juga KPK Konfirmasi Dua Saksi Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina dengan Auditor BPK

Ia bahkan menyelipkan doa agar dari Youth Space ini lahir generasi unggul yang mampu menempati posisi penting, baik di pemerintahan maupun dunia usaha.

“Mudah-mudahan dari pemuda-pemuda Bandung Kulon ada yang jadi pengusaha sukses, ada yang jadi anggota DPR, ada yang jadi wali kota, bahkan presiden. Tapi rencana kudu Kang Erwin heula,” tutupnya berseloroh, disambut tawa hangat peserta.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung Dorong Kader HMI Jadi Pemimpin Berintegritas dan Visioner

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mendorong para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin bangsa yang berintegritas, tangguh, dan visioner dalam menghadapi tantangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Erwin saat mengisi Stadium General pada kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) dan Senior Course (SC) Tingkat Nasional HMI di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (11/10/2025).

Erwin menilai kegiatan kaderisasi seperti LK II dan SC merupakan bukti nyata komitmen HMI dalam melahirkan generasi pelurus bangsa.

“Kegiatan ini adalah regenerasi nilai dan tanggung jawab sejarah. HMI telah lama menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, melahirkan tokoh-tokoh pemimpin dan pemikir besar di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Keamanan Pangan dalam Program Pemenuhan Gizi di Antapani Kulon

Dalam menghadapi era disrupsi, Erwin menekankan pentingnya peran teknologi. Ia menyebut teknologi kini tidak hanya sebagai alat, tetapi juga pengarah perubahan sosial, ekonomi, dan politik.

“Kader HMI harus mampu memahami, menguasai, dan mengarahkan teknologi untuk kemajuan umat dan kebangsaan. Kita tidak bisa menolak perubahan, tetapi kita bisa memastikan perubahan itu berjalan ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedewasaan spiritual, dan kekuatan moral bagi kader muda.

“Kita harus mampu membaca zaman dengan kecerdasan intelektual, menyikapi tantangan dengan kedewasaan spiritual, serta menavigasi perubahan dengan kekuatan moral dan kepemimpinan visioner. Inilah makna mendalam dari pelatihan ini,” tambahnya.

Baca juga Arief Rosyid Hasan: Prabowo Subianto Sangat Kedepankan Regenerasi Kepemimpinan Anak Muda Demi Kemajuan Bangsa

Erwin mengaku bangga melihat semangat kader HMI yang berjuang melewati proses kaderisasi yang panjang dan menantang.

“Kader HMI bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial, dan memiliki akhlakul karimah yang tinggi. Saya yakin mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan peserta kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas semangat dan dedikasi seluruh kader HMI. Semoga ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini menjadi bekal untuk terus berkontribusi bagi Bandung, bangsa, dan umat,” tutupnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wali Kota Bandung Pastikan Penanganan Sampah Pasar Cihapit Tuntas dalam Sehari, Wajib Terapkan Sistem Pemilahan

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan penanganan penumpukan sampah di Pasar Cihapit harus diselesaikan tuntas dalam waktu satu hari.

Farhan menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah ini sekaligus menjadi momentum untuk mengintegrasikan sistem pemilahan berbasis RW yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Hal ini diungkapkan Farhan saat meninjau langsung lokasi penumpukan sampah di area Pasar Cihapit pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Ia didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengelola pasar, serta aparat kewilayahan. Peninjauan dilakukan menindaklanjuti laporan warga terkait meningkatnya volume sampah di sekitar pasar yang sempat menimbulkan keluhan.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Keamanan Pangan dalam Program Pemenuhan Gizi di Antapani Kulon

Saat menelusuri sejumlah titik tumpukan, Wali Kota Farhan memberikan instruksi langsung kepada petugas pasar dan perangkat wilayah.

“Sebagian nanti akan diangkut, tapi sebelum diangkut dipilah heula. Begitu sudah selesai dipilah, yang organiknya dibawa ke rumah maggot, sisanya baru ke TPS,” ujar Farhan di lokasi.

Farhan menjelaskan, Pasar Cihapit dijadikan lokasi percobaan. Jika sistem pemilahan ini berhasil, maka akan diterapkan di pasar-pasar lain di Kota Bandung.

“Ini percobaan. Kalau berhasil, nanti bisa diterapkan di pasar-pasar lain. Tiga hari lagi saya ke sini lagi untuk memastikan sistemnya sudah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Baca juga SKANDAL PELABUHAN SIAK: Tanjung Buton ‘Pelabuhan Hantu’ Internasional, Potensi PAD Diduga ‘Dikuras’ Kelompok Tertentu!

Sinergi Kunci Utama Pengelolaan Sampah

Wali Kota Farhan pun mendorong sinergi kuat antara pengelola pasar, perangkat kewilayahan, dan warga. Menurutnya, tanpa pemilahan dari sumber, pengelolaan sampah tidak akan efektif.

“Di sini ada Kepala Pasar, ada perwakilan RW, ada DLH. Semua harus bekerja sama. Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan diangkut, tapi harus dikelola dari awal,” katanya.

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebersihan Pasar Cihapit terjaga.

“Kita ingin pasar tetap bersih, pedagang nyaman, dan warga tidak terganggu. Penanganan harus tuntas hari ini, dan ke depan sistem pemilahan ini wajib dijalankan di seluruh RW dan pasar di Kota Bandung,” pungkasnya.

DLH Gerak Cepat Tindak Lanjuti Arahan Wali Kota

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan wali kota dengan menurunkan tim ke lokasi.

“Kemarin sebetulnya sudah diangkut sekitar empat meter kubik dengan satu pick-up. Tapi ternyata ada tambahan dari lokasi lain. Jadi kami lakukan pembersihan ulang dan pemilahan sesuai instruksi Pak Wali,” jelas Salman.

Baca juga Bupati Sukabumi Hadiri Acara Pelantikan Pengurus FORKI Kabupaten Sukabumi Priode 2025-2029

Salman memastikan, seluruh sampah akan ditangani dengan cara berkelanjutan. Sampah organik akan dikirim ke rumah maggot atau dikomposkan, sementara anorganik dan residu akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Hari ini insyaallah beres. Estimasi hanya sekitar dua kubik lagi, cukup satu pikap. Tapi kami juga antisipasi karena biasanya ada tambahan sampah masuk di malam hari,” tambahnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Keamanan Pangan dalam Program Pemenuhan Gizi di Antapani Kulon

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengingatkan seluruh relawan dan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antapani Kulon 2 untuk menjaga secara ketat standar keamanan pangan.

Peringatan ini disampaikannya dalam acara Sosialisasi dan Undangan SPPG Antapani Kulon 2 yang berlangsung hangat dan penuh canda tawa di Jalan Antapani Lama, Jumat (10/10/2025).

Di hadapan perwakilan Dinas Kesehatan, DKPP, Camat Antapani, Lurah Antapani Kulon, Yayasan Citta Taruna Nagari, mitra dapur, dan kepala sekolah penerima manfaat, Erwin menegaskan bahwa program pemenuhan gizi ini adalah ibadah yang memiliki makna besar bagi masa depan generasi muda Kota Bandung.

Baca juga SKANDAL PELABUHAN SIAK: Tanjung Buton ‘Pelabuhan Hantu’ Internasional, Potensi PAD Diduga ‘Dikuras’ Kelompok Tertentu!

Erwin menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga, khususnya anak-anak.

“Tanpa gizi yang layak, anak-anak akan kesulitan belajar, mudah sakit, dan kehilangan kesempatan untuk bersaing secara adil,” ujar Erwin.

“Seperti pesan Rasulullah, mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Jadi, mari kita bantu lahirkan generasi mukmin yang kuat, sehat, dan cerdas.”

Prioritas Keamanan Pangan dan Penguatan Kolaborasi

Meskipun suasana akrab, pesan Wakil Wali Kota Erwin mengenai keamanan pangan sangat serius. Ia meminta seluruh pengelola dapur dan relawan untuk memastikan setiap tahapan — mulai dari pemilahan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi — wajib mengikuti standar keamanan pangan nasional.

“Satu kelalaian saja bisa berdampak besar bagi kesehatan anak-anak kita,” tegasnya. “Karena itu, Pemkot Bandung bersama dinas terkait memperkuat pengawasan agar tidak terjadi kasus keracunan di sekolah.”

Baca juga Bupati Sukabumi Hadiri Acara Pelantikan Pengurus FORKI Kabupaten Sukabumi Priode 2025-2029

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan bahwa Pemkot Bandung terus berupaya mengubah cara kerja birokrasi dari ego sektoral menjadi eko-sentris (berpusat pada lingkungan/ekosistem), dengan fokus pada kerja sama lintas sektor demi kepentingan masyarakat.

“Dulu ego sektoral, sekarang kami berubah jadi eko-sentris, semua fokus bekerja bersama, gotong royong demi masyarakat,” tambahnya.

Program SPPG Jangkau Ribuan Anak
Program SPPG Antapani Kulon 2 saat ini menjangkau 2.407 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.

Sekolah-sekolah yang menerima manfaat antara lain SDN 009 Cikadut (632 siswa), SDN 243 Cicabe (825 siswa), SMP Santo Yusup (256 siswa), TK Alamanda (65 siswa), serta beberapa lembaga PAUD dan RA di wilayah Antapani.

Di akhir sambutannya, Erwin menegaskan kembali bahwa SPPG bukan hanya urusan gizi semata, melainkan gerakan bersama untuk membangun masa depan anak-anak Kota Bandung.

“Langkah kecil Ibu Bapak hari ini akan jadi amal besar untuk masa depan anak-anak kita. Mudah-mudahan setiap porsi yang disiapkan jadi berkah bagi semua,” pungkasnya.

(Diskominfo Kota Bandung)

Admin LAPOR! Kota Bandung Diapresiasi, Jadi Garda Terdepan Penyelesaian Aduan Warga

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Kinerja para admin layanan pengaduan LAPOR! di Kota Bandung menuai apresiasi tinggi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain (Zul), menyebut mereka sebagai salah satu garda terdepan dalam penyelesaian masalah di masyarakat.

Berkat peran aktif para admin, tindak lanjut pengaduan masyarakat di Kota Bandung dinilai mampu diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Apresiasi ini disampaikan Sekda Zul dalam acara NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang digelar secara daring pada Kamis, 9 Oktober 2025, dengan mengangkat tema “Tingkatkan Pelayanan Publik melalui Penanganan Pengaduan”.

Baca juga Tingkatkan Kualitas Sekolah, 273 Lembaga PKBM Cianjur Menjadi Sasaran Akreditasi

Kinerja Tuntas, Waktu Penyelesaian Cepat

Sekda Zul mengungkapkan, Kota Bandung mencatatkan capaian luar biasa dalam penanganan pengaduan. Selama tahun 2024, dari total 953 pengaduan yang masuk, 100% telah ditindaklanjuti. Capaian serupa juga terlihat pada semester I 2025 (hingga 30 Juni), di mana 450 pengaduan yang masuk juga 100% ditindaklanjuti.

“Rata-rata waktu penyelesaiannya adalah 5,6 hari, jauh lebih cepat dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan 7 hari kerja,” papar Zul.

Pengaduan yang paling banyak masuk ke Pemkot Bandung antara lain terkait gangguan ketertiban umum (57), jalan rusak (38), lampu PJU (37), sampah menumpuk (23), dan pencemaran (19).

“Setiap pengaduan bukan hanya angka, tetapi suara warga yang menginginkan perubahan dan perbaikan. Oleh karena itu, tindak lanjut yang cepat, tepat, dan profesional adalah bentuk nyata pemerintah hadir bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga Wakil Walikota Erwin Tinjau Gorong-Gorong di Babakan Ciparay, Tegaskan Bangunan di Atas Saluran Harus Dibongkar

Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Digital

Untuk menjaga dan meningkatkan efektivitas layanan pengaduan, Sekda Zul mengatakan Pemkot Bandung terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Humas Bandung, Prokopim, PPID, layanan darurat 112, dan admin media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik.

“Digitalisasi adalah sebuah keharusan. Saya mengapresiasi Diskominfo Kota Bandung yang aktif memanfaatkan kanal media sosial, website resmi, dan aplikasi LAPOR! untuk menampung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: Koperasi adalah Gerakan Sosial yang Hidupkan Nilai Kebersamaan

Dan Satriana, Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Barat, turut mengingatkan bahwa penanganan pengaduan adalah salah satu kunci utama peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menambahkan, berbagai alternatif penyelesaian pengaduan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah.

Komitmen Layanan Publik Transparan dan Responsif

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A Brilyana, menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus menghadirkan layanan publik yang transparan dan responsif.

“Kehadiran kita di sini menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait layanan pengaduan dan aspirasi masyarakat di Kota Bandung,” ungkap Yayan.

Yayan menjelaskan, saat ini terdapat 225 Admin LAPOR! yang berasal dari seluruh OPD, Kecamatan, Kelurahan, BLUD, hingga BUMD. Mereka berperan aktif menerima dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui Aplikasi SP4N-LAPOR!.

“Peran serta para admin ini sangat penting dalam mewujudkan pemerintahan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(Diskominfo Kota Bandung*)

Wali Kota Bandung Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD atas Empat Raperda Prioritas

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan jawaban tertulis atas pandangan umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna DPRD di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 9 Oktober 2025.

Jawaban Wali Kota ini menandai langkah maju dalam proses legislasi setelah pandangan umum fraksi-fraksi disampaikan pada Selasa, 7 Oktober 2025, mengenai empat Raperda strategis.

Komitmen Pemkot Bandung untuk Regulasi Pro-Rakyat

Dalam jawabannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmen kuat untuk memastikan regulasi yang dihasilkan akan berpihak pada masyarakat dan sejalan dengan kebutuhan serta dinamika pembangunan daerah.

Keempat Raperda yang dibahas meliputi:

  1. Raperda Kota Bandung tentang Grand Design Pembangunan Keluarga Kota Bandung Tahun 2025-2045
  2. Raperda Kota Bandung tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial
  3. Raperda Kota Bandung tentang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat
  4. Raperda Kota Bandung tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Beresiko dan Penyimpangan Seksual

Wali Kota Farhan berharap, melalui proses pembahasan bersama DPRD, keempat Raperda ini dapat menjadi instrumen hukum yang efektif untuk memperkuat pelayanan publik, mempercepat peningkatan kesejahteraan sosial, serta menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga Kota Bandung.

Baca juga Tingkatkan Kualitas Sekolah, 273 Lembaga PKBM Cianjur Menjadi Sasaran Akreditasi

Pembentukan Empat Pansus untuk Pembahasan Lebih Lanjut

Usai penyampaian jawaban Wali Kota, Rapat Paripurna dilanjutkan dengan agenda penting, yaitu pembentukan empat Panitia Khusus (Pansus). Pansus yang dibentuk adalah Pansus 11, 12, 13, dan 14, yang masing-masing akan bertugas membahas isi dari satu Raperda secara lebih rinci dan mendalam.

Pembentukan Pansus ini merupakan langkah lanjutan dan krusial dalam memastikan setiap rancangan peraturan daerah dapat dikaji secara komprehensif oleh legislator sebelum disahkan menjadi peraturan yang berlaku dan memberikan dampak positif di Kota Bandung.

(Her)

Pererat Hubungan Sosial, Pemkot Bandung Gencarkan Program “Bandung Nyaah Ka Indung”

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggalakkan program unggulan “Bandung Nyaah Ka Indung” sebagai upaya nyata menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan, tetapi juga menggerakkan ASN untuk menjadi “ibu asuh” sebagai bentuk perhatian sosial langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bandung diimbau untuk berpartisipasi dalam program ini. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkot Bandung dalam mempererat hubungan sosial antara pegawai pemerintah dengan masyarakat.

“Seluruh ASN termasuk saya memiliki ibu asuh. Alhamdulillah, setiap bulan kami berupaya memberikan sembako dan uang kadeudeuh. Ini bentuk kecil dari rasa sayang kami kepada warga,” ujar Erwin di sela-sela makan siangnya, Rabu (8/10/2025).

Baca juga Pemkot dan DPRD Bandung Kolaborasi Atasi Banjir Lintas Wilayah, Fokus Penanganan Perbatasan Kota-Kabupaten

Sebagai wujud kebersamaan dan kehangatan, Erwin mengajak para ibu asuh untuk makan siang bersama di Warung Nasi Ibu Imas, yang dikenal dengan hidangan khas Sunda seperti karedok leunca. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Erwin bersama para ibu asuh tampak menikmati sajian sederhana namun penuh makna tersebut.

“Makan bersama seperti ini menghangatkan hati. Bukan soal menunya, tapi kebersamaan dan kasih sayang yang terasa,” kata Erwin.

Dampak positif program ini sangat dirasakan oleh penerima manfaat. Salah satu ibu asuh, Apong (65), mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pak Erwin dan Pemkot Bandung. Perhatiannya kepada kami yang kurang mampu sangat berarti,” ucap Apong dengan mata berbinar.

Baca juga Hak Cipta Karya Jurnalistik Akan Diperkuat dalam Revisi UU Hak Cipta

Hal senada disampaikan oleh Aah (70), yang menilai program “Bandung Nyaah Ka Indung” sebagai langkah baik bagi masyarakat, terutama bagi para lansia. “Program ini sangat membantu, apalagi bagi kami yang sudah lanjut usia.

Mudah-mudahan para ASN yang punya ibu asuh selalu dilancarkan rezekinya dan diberi kesehatan,” tuturnya.

Melalui program “Bandung Nyaah Ka Indung”, Pemerintah Kota Bandung berharap kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi budaya bersama di seluruh lapisan masyarakat Kota Bandung.

(Diskominfo  Kota Bandung)

Pemkot dan DPRD Bandung Kolaborasi Atasi Banjir Lintas Wilayah, Fokus Penanganan Perbatasan Kota-Kabupaten

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung memperkuat komitmen kolaborasi dalam menangani persoalan banjir, khususnya di wilayah perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung.

Upaya ini dilakukan untuk mencari solusi cepat dan terpadu bagi warga yang terdampak di area lintas kewenangan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana edisi ke-13 di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Rancasari, pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Pengecekan Kesiapsiagaan dan Tantangan Lintas Kewenangan
Wali Kota Farhan menjelaskan, kegiatan Siskamling Siaga Bencana merupakan inisiatif untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi potensi bencana, termasuk banjir.

Baca juga Hak Cipta Karya Jurnalistik Akan Diperkuat dalam Revisi UU Hak Cipta

Tim tidak hanya meninjau kondisi lapangan, tetapi juga mengevaluasi layanan dan catatan informasi di tingkat RW dan RT.
“Kami mengecek catatan informasi di setiap RW dan RT sekaligus meninjau kondisi yang berisiko terjadi bencana. Kalau ada yang bisa langsung dieksekusi, kita lakukan segera. Kalau harus ditunda, akan disiapkan perencanaan lebih matang,” ujar Farhan.

Salah satu fokus utama dalam tinjauan tersebut adalah usulan pembuatan sodetan dari anak Sungai Ciorok menuju Sungai Cidurian sepanjang 200 meter.

Namun, Farhan mengakui pelaksanaannya terkendala status lahan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.
“Ini jadi tantangan karena wilayahnya lintas kewenangan. Tapi kita akan terus berkoordinasi agar penanganannya tidak terhambat,” tambah Farhan, menekankan pentingnya sinergi antar-pemerintah daerah.

Baca juga BPKP Soroti Ketimpangan dan Masalah Akut Kota Bandung: Indeks Gini 0,459 dan TPT 8,83% Jadi Alarm Serius

Dukungan Anggaran dan Kolaborasi DPRD

Menanggapi kompleksitas penanganan banjir di perbatasan, Anggota DPRD Kota Bandung, Adi Widyanto, menyatakan kesiapan legislatif untuk mendukung penuh upaya Pemkot.

“Masalahnya cukup rumit karena ada perbatasan dan kewenangan lintas daerah. Tapi kami di DPRD siap berkolaborasi dengan Pemkot untuk menganggarkan dana darurat, misalnya untuk pembuatan tanggul sementara,” kata Adi.

Ia berharap langkah awal ini dapat menjadi solusi cepat sembari menunggu penanganan menyeluruh bersama instansi terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan BBWS dan Kabupaten Bandung agar upaya penanganan banjir ini bisa dilakukan secara bersama,” ujar Adi.

Baca juga Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Riau, Bupati Bengkalis, dan Kapolda Riau Tanam Jagung di Mandau

Mengapresiasi Partisipasi Warga dan Budaya Mitigasi Bencana

Selain meninjau wilayah rawan genangan, kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Mekar Jaya juga diisi dengan dialog bersama warga.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Farhan mengapresiasi tinggi partisipasi aktif warga Mekar Jaya yang mandiri dalam pengelolaan sampah dan tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.

“Wilayah ini termasuk rawan banjir, tapi saya lihat masyarakatnya punya semangat luar biasa. Tidak hanya tangguh bencana, tapi juga mandiri dalam pengelolaan lingkungan,” ungkapnya.

Melalui program Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung berupaya memastikan sebanyak 1.597 RW di Kota Bandung memiliki kesiapan yang setara dalam menghadapi risiko bencana.

“Kita targetkan dalam masa jabatan lima tahun ini seluruh RW sudah kita kunjungi dan evaluasi. Prinsipnya, mitigasi bencana harus jadi budaya bersama,” tutup Farhan.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)