BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin, 20 Oktober 2025.
Rapat penting ini dipimpin oleh Ketua DPRD H. Asep Mulyadi, S.H, didampingi para Pimpinan DPRD, yaitu H. Toni Wijaya, S.E., S.H., Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., dan Wakil Ketua III Rieke Suryaningsih, S.H., serta diikuti oleh para anggota DPRD Kota Bandung.
Dari pihak Pemerintah Kota Bandung, hadir Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain dan jajaran kepala perangkat daerah.
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, membacakan Naskah Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.
Setelah pembacaan, prosesi penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 dilakukan oleh para pimpinan DPRD dan Wali Kota Bandung.
Penandatanganan ini merupakan tahapan krusial yang telah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD.
Dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan KUA dan PPAS T.A 2026 ini, dokumen tersebut secara resmi akan menjadi dasar dan pedoman utama bagi Pemerintah Kota Bandung dan DPRD dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Penandatanganan ini menunjukkan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam menjamin keberlanjutan proses perencanaan dan penganggaran daerah demi pembangunan Kota Bandung yang lebih baik.
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025 melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung pada Senin, 20 Oktober 2025.
Kunjungan ini berfokus pada pertukaran ilmu dan strategi dalam menghadapi tantangan hoaks, disinformasi, dan kejahatan siber di era digital.
KKP yang mengusung tema “Sinergitas Kerjasama Polri dengan Diskominfo Kota Bandung Guna Mencegah Disinformasi dan Penanganan Berita Hoaks dalam Rangka Memelihara Kamtibmas” ini menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di ruang digital.
Widyaiswara Sespimma Lemdiklat Polri, Kombes Pol Hidayat, menyebutkan bahwa kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah adalah kunci untuk menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menekan penyebaran hoaks.
“Diseminasi informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan disinformasi di masyarakat. Karena itu, sinergi antara Polri dan Diskominfo sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap kondusif,” ujar Kombes Pol Hidayat di Balai Kota.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, menyampaikan bahwa tantangan keamanan informasi yang semakin kompleks menuntut kolaborasi lintas lembaga sebagai keharusan.
“Hari ini ruang digital menjadi bagian dari ruang publik yang harus kita jaga bersama. Hoaks, disinformasi, dan serangan siber bisa berdampak langsung pada keamanan masyarakat. Karena itu, Polri dan Diskominfo harus terus bersinergi untuk membangun literasi digital yang kuat dan sistem komunikasi publik yang terpercaya,” kata Yayan.
Diskominfo Bandung berkomitmen mendukung upaya Polri dalam menjaga Kamtibmas digital melalui berbagai program edukasi, peningkatan keamanan data, serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum.
Dalam sesi pertukaran ilmu, Ketua Tim Penguatan Keterbukaan Informasi Publik (PKIP) Diskominfo memaparkan strategi penanganan hoaks di berbagai platform digital. Sementara itu, Sekretaris Diskominfo, Mahyudin, menjelaskan tentang pembangunan infrastruktur digital Kota Bandung yang mendukung penyebaran informasi publik yang aman dan akurat.
Ia juga memperkenalkan program “Ngulik” (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai upaya peningkatan literasi digital di tengah masyarakat dan sekolah.
Kolaborasi Diskominfo juga telah terjalin dengan Humas Polrestabes Bandung untuk sosialisasi bersama terkait penegakan dan penindakan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Selain Diskominfo, KKP Sespimma Polri juga melibatkan instansi lain, termasuk Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, BPBD Jawa Barat, Dishub Jawa Barat, dan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.
Melalui kegiatan ini, peserta Sespimma Polri diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang tantangan komunikasi publik di era digital dan memperkuat kemampuan sinergi lintas instansi.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Riverside Forest FC tampil perkasa dan memastikan diri sebagai juara Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 setelah menundukkan Bina Pakuan dengan skor telak 5–0 pada laga final yang digelar di Stadion Sidolig, Minggu (19/10).
Kemenangan ini menutup rangkaian turnamen amatir yang disambut antusias oleh ribuan suporter di Kota Bandung.
Sejak kick-off, Riverside Forest langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi permainan. Keunggulan cepat membuat mereka semakin percaya diri, sementara Bina Pakuan kesulitan keluar dari tekanan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 5–0 menegaskan superioritas Riverside di partai puncak.
Ribuan pasang mata dari berbagai wilayah Kota Bandung memadati tribun Stadion Sidolig sejak sore hari, menyaksikan atmosfer persaingan yang kental. Bina Pakuan harus puas sebagai runner-up, sementara posisi juara ketiga diraih tim Fanshop yang mengalahkan UPI pada perebutan tempat ketiga.
Komitmen Pembinaan dari Wali Kota
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut hadir menyaksikan pertandingan dan menyerahkan trofi kepada para pemenang.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan pendukung, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan Liga 4 sebagai agenda rutin pembinaan sepak bola.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah menyelesaikan Liga 4 Piala Bandung Utama 2025. Selamat kepada Bina Pakuan sebagai runner up dan Riverside sebagai juara pertama.
Pemerintah Kota Bandung berjanji tahun depan 2026 akan ada lagi Liga 4,” ujar Farhan.
Farhan menilai turnamen ini adalah motor kebangkitan kompetisi amatir yang berbasis kecamatan, yang bertujuan melahirkan local heroes baru dan menghidupkan kembali budaya sepak bola di tingkat akar rumput.
“Setiap klub mewakili wilayahnya. Ini akan melahirkan kebanggaan lokal sekaligus menghidupkan atmosfer seperti era perserikatan. Klub yang bertanding ini kan mewakili kecamatan, jadi ada kebanggaan kedaerahan yang hidup kembali,” jelasnya.
Menyadari sepak bola sebagai olahraga paling populer dan memiliki kekuatan sosial besar, Farhan menegaskan Pemkot Bandung berkomitmen memberi ruang kompetisi berjenjang, mulai dari tingkat amatir hingga pembinaan usia muda.
Ia menyebut Liga 4 sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan pembangunan olahraga di Kota Bandung.
Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan individu:
Top Skor: Enjang Rohiman (Fanshop) dengan 12 gol.
Pemain Terbaik: Rifki Dika Tama (Riverside Forest FC).
Best Goalkeeper: M. Fadli (Riverside Forest FC), yang tampil gemilang dan menggagalkan dua penalti di laga final.
Best Supporter: Born Dead Brigade, kelompok suporter Riverside Forest FC.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Farhan juga menyampaikan pesan kemanusiaan.
Ia menyebut bahwa semangat kejuaraan ini juga menjadi bentuk solidaritas moral warga Bandung bagi Palestina.
“Kita tunjukkan semangat kejuaraan ini juga sebagai dukungan moral kita untuk Palestina,” tutupnya.
Dukungan terhadap sepak bola lokal ini juga disebut Farhan sejalan dengan agenda pembinaan olahraga di tingkat provinsi, di mana Bandung akan mengambil peran dalam gelaran Liga Jawa Barat yang akan dibuka di Garut dalam waktu dekat.
Bandung, JURNAL TIPIKOR – Asia Afrika Festival (AAF) di Kota Bandung mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) karena dinilai sebagai contoh ideal penyelenggaraan acara yang lengkap dan berkelanjutan.
Festival ini dianggap telah memenuhi empat unsur penting yang harus dimiliki sebuah event berhasil.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rizky Handayani Mustafa, mengungkapkan bahwa AAF merupakan event yang komplet karena memiliki empat unsur utama, yaitu:
Hiburan (Entertainment): Mampu menarik minat dan antusiasme masyarakat.
Pembelajaran (Education): Memberikan nilai tambah dan memperkaya wawasan.
Keterlibatan (Engagement): Menghadirkan partisipasi dari berbagai daerah dan negara.
Pemberdayaan (Empowerment): Memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
“Sebuah event yang berhasil harus punya keempat unsur itu agar memberi manfaat nyata,” ujar Rizky Handayani.
Lebih lanjut, festival tahun ini menunjukkan komitmennya sebagai event ramah lingkungan (sustainable event) dengan menyediakan water station untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional pariwisata yang menjadikan sustainability sebagai prinsip utama.
Selain aspek keberlanjutan,
Kemenparekraf juga mendorong agar AAF dapat terus dikembangkan sebagai event berbasis Intellectual Property (IP). Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan budaya yang diselenggarakan dapat memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami ingin kolaborasi ini membuat Indonesia naik kelas sebagai destinasi event internasional,” tegas Rizky.
Rizky Handayani berharap festival ini dapat mendorong peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, serta meningkatkan pengeluaran wisatawan (spending).
“Siapa pun yang datang ke Bandung pasti membeli makanan, oleh-oleh, dan produk khas. Bandung sudah jadi pusat inovasi kuliner dan cinderamata,” pungkasnya, sembari menambahkan,
“Semoga festival ini terus memberi dampak nyata bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bandung dan sekitarnya.”
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Perhelatan akbar Konferensi Asia Afrika (KAA) 2025 di Kota Bandung menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat yang memadati kawasan Jalan Asia Afrika pada Sabtu malam (18/10).
Kemeriahan acara ini semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota sejarah yang lekat dengan semangat solidaritas global.
Acara dibuka dengan meriah oleh penampilan tarian energik dari Ega Robot Ethnic Percussion asal Kota Kembang, menambah semarak perhelatan Asia Africa Forum (AAF) 2025.
Antusiasme datang dari berbagai kalangan, termasuk Engkus Kusnadi (65), seorang warga yang hadir bersama isteri dan cucunya. “Meriah banget ini, saya ajak isteri dan cucu ke sini sambil kulineran,” tuturnya di Jalan Asia Afrika.
Ia memanfaatkan momentum ini sebagai sarana “healing” yang ekonomis, cukup dengan datang dan menikmati berbagai pagelaran kesenian sambil jajan.
Warga lainnya, Nadya (29), menilai AAF 2025 ini begitu meriah dan memuji Kota Bandung yang selalu menghadirkan acara unik dan menarik.
“Seru ini, apalagi dengan Bandung dikenal sebagai kota sejarah Asia Afrika, jadi lebih lekat lagi sambil edukasi,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat lokal, tetapi juga dihadiri oleh delegasi-delegasi dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Rwanda, Arab Saudi, Guinea, Bangladesh, Seychelles, Egypt, Bahrain, Thailand, Libya, Algeria, Srilanka, Jordan, hingga India.
Tak hanya itu, AAF 2025 turut dimeriahkan oleh seni budaya dari perwakilan kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, menunjukkan kekayaan budaya Nusantara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Y. Ahmad Brilyana, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa tingginya antusiasme ini menunjukkan bahwa semangat dan nilai-nilai KAA masih relevan dan dihidupi oleh masyarakat, sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai destinasi budaya dan sejarah dunia.
Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Untuk mewujudkan Bandung yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, dibutuhkan kebijakan yang adaptif, inovatif, serta kolaborasi lintas sektor.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong inovasi di bidang lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berpartisipasi aktif dalam seminar bertajuk “Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan (Unpas) bekerja sama dengan Envmission, pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Aula Suradiredja, Kampus I Unpas Jalan Lengkong.
Seminar ini menghadirkan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, sebagai narasumber utama, yang membahas arah kebijakan serta inovasi pengelolaan sampah di Kota Bandung.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Unpas dan Envmission atas penyelenggaraan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini,” ujar Erwin.
Ia menegaskan, Pemkot Bandung telah menyiapkan berbagai langkah strategis dan konkret. Beberapa di antaranya seperti penyesuaian kebijakan dan regulasi pengelolaan sampah, penerapan edukasi Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) secara masif dari sumbernya, Pengembangan Kampung Bebas Sampah (KBS) di tingkat kecamatan dan RW, Inovasi pengolahan sampah organik, serta Pemanfaatan maggot untuk penguraian sampah organik.
“Bandung berkomitmen menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan lingkungan. Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.
Semoga kolaborasi ini dapat menjadikan Bandung semakin bersih dan berkelanjutan,” tambah Erwin.
Sementara itu, Akademisi dari Fisip Unpas, Dr. Mira Rosana, menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu lingkungan.
“Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga motor perubahan sosial. Lewat forum seperti ini, kami ingin mendorong munculnya gagasan baru dalam tata kelola lingkungan perkotaan,” jelasnya.
Dari sisi inovasi teknologi, Hikamiul Haq Ridwan dari Envmission menekankan pentingnya pendekatan berbasis digital dan partisipasi publik dalam sistem pengelolaan sampah modern.
Envmission, lanjutnya, terus mendorong masyarakat agar berperan aktif melalui sistem digitalisasi pengelolaan sampah yang transparan dan efisien.
Melalui kegiatan ini, Fisip Unpas berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan solusi konkret untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung.
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Gerakan Beberesih Bandung yang dilaksanakan serentak di kawasan Alun-alun Bandung, Alun-alun Ujungberung, dan seluruh wilayah di 30 kecamatan se-Kota Bandung pada Rabu, 15 Oktober 2025, berlangsung meriah dan menunjukkan solidaritas tinggi.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung.
Aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung, tetapi juga sejumlah komunitas, menegaskan kembali kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama.
Salah satu komunitas yang turut berpartisipasi adalah Forum Club Motor Bandung (FCMB) dan MPH Kota Bandung. Mereka menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan kegiatan beberesih di sekitar Lapas Banceuy.
“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung lebih nyaman,” ujar Dewan Pembina MPH Community Indonesia, Sony Teguh Prasatya.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para ASN Pemkot Bandung. Salah satunya, Lingga P. Gahara, yang menekankan pentingnya peran serta warga. “Kita ingin memastikan Bandung tidak hanya bersih dari sampah, tapi juga bersih dari perilaku yang merusak lingkungan.
Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah,” ujar Lingga.
Lingga menambahkan, “Tahun 2025 adalah tahun spesial bagi Bandung. Ini kesempatan kita menunjukkan bahwa kekuatan solidaritas dan persaudaraan tercermin dalam aksi hari ini.”
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat meninjau di Alun-alun Kota Bandung, menuturkan bahwa gerakan Beberesih Bandung 2025 ini merupakan penguatan kembali kesadaran kolektif.
“Kolaborasi adalah kunci. Ketika pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan warga bergerak bersama, maka tak ada permasalahan yang terlalu besar untuk diselesaikan,” tegasnya.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya kebersihan menjelang perhelatan internasional. Menurutnya, Kota Bandung tengah bersiap menjadi tuan rumah Festival Asia Afrika 2025, yang akan kembali menempatkan Bandung di mata dunia.
“Kita ingin memperlihatkan bahwa semangat ‘Spirit of Bandung’ tahun 1955 – semangat solidaritas, perdamaian, dan persaudaraan antarbangsa – tetap hidup dalam tindakan kita hari ini,” tutupnya.
Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah untuk menjadikan Kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai Warisan Dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).
Upaya strategis ini diwujudkan melalui Simposium Pengusulan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO yang digelar di Hotel Savoy Homann, Kamis 16 Oktober 2025.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa proses pengajuan ke UNESCO merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Hari ini Disbudpar menyelenggarakan simposium untuk mulai mengumpulkan dokumentasi dan melanjutkan upaya kita mendaftarkan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Memory of the World di UNESCO. Targetnya dalam lima tahun ke depan bisa masuk status tentatif,” ujar Farhan.
Farhan menuturkan, proses menuju pengakuan UNESCO harus dilalui dengan disiplin dan konsistensi, termasuk melalui lembaga seperti ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) yang menjadi jembatan ke Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri.
Saat ini, Pemkot Bandung fokus memastikan warisan fisik dan nilai-nilai sejarah di kawasan KAA tetap terjaga dengan baik.
“Tugas pemerintah saat ini adalah memastikan agar peninggalan fisik dan nilai-nilai sejarah di kawasan ini tidak hilang. Jangan sampai wajah Kota Bandung ditentukan oleh selera penguasa, tapi oleh kepatuhan terhadap regulasi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya tata ruang dan perlindungan cagar budaya di sepanjang ruas Jalan Asia-Afrika.
Kawasan yang menjadi saksi sejarah KAA 1955 itu harus dikelola dengan visi jangka panjang yang berpihak pada pelestarian sejarah dan penguatan karakter kota.
“Aturan tata ruang, perlindungan cagar budaya, dan potensi ekonomi kawasan harus berjalan beriringan. Ini bukan hanya menjaga bangunan, tapi menjaga jati diri bangsa,” imbuh Farhan, seraya berharap simposium ini dapat menghasilkan rumusan strategis untuk mendukung pengajuan resmi ke UNESCO.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa simposium ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kota Bandung dalam melestarikan warisan budaya yang memiliki Outstanding Universal Value.
“Melalui simposium ini, kita ingin memperkuat justifikasi ilmiah dan historis dari kawasan KAA serta menghimpun dukungan multisektoral sebelum diajukan ke Tentative List Nasional dan UNESCO,” ungkap Adi.
Simposium yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan para pakar dari Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Luar Negeri, akademisi, hingga tim ahli cagar budaya tingkat nasional.
Peserta akan membahas empat sesi utama, mulai dari pengakuan warisan budaya dunia hingga strategi pengelolaan tapak sejarah Konferensi Asia Afrika.
Adi menambahkan, hasil simposium akan dirangkum dalam 20 dokumen strategis berisi rekomendasi dan materi presentasi yang akan menjadi dasar pengajuan resmi ke UNESCO. Hasil kegiatan juga akan dipublikasikan secara luas.
“Kami berharap upaya ini dapat berjalan sukses dan membawa kawasan Konferensi Asia Afrika menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO, sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai kota sejarah dan budaya dunia,” pungkasnya.
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pemerintah Kabupaten Bandung hari ini, Rabu (15/10/2025), menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Percepatan Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Ruang Kecapi Gedung SETDA Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini berfokus pada mekanisme usaha bisnis KDMP di sektor perdagangan, khususnya penyaluran gas elpiji 3 kg dan beras sembako.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bandung, Bapak Ali Syakieb, yang turut memberikan arahan strategis.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program nasional percepatan pembentukan KDMP, sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No. 9 Tahun 2025 dan Perpres No. 9 Tahun 2025, serta sejalan dengan program Astacita Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
Kepala Disperdagin Kabupaten bandung, Dicky Anugrah, S.H., M.Si (Poto : Dok.Jurnal Tipikor)
Ketua Panitia Pelaksana, Dicky Anugrah, S.H., M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pendamping KDMP terkait model bisnis di sektor perdagangan, terutama karena KDMP kini sedang memasuki tahap operasional.
“Sekarang sedang masuk ke tahap operasional. Di dalam tahap operasional ini, kita mengharmonisasi berbagai regulasi dan juga penyediaan modul yang terkait dengan tata cara, mulai dari pencairan plafon pinjaman hingga model bisnisnya,” ujar Dicky Anugrah.
Ia menjelaskan bahwa setiap koperasi desa wajib membuat proposal bisnis atau visibility study yang akan didampingi oleh bank Himbara. Proposal ini harus didukung dengan data detail.
“Misalkan di dalam proposal tersebut ada kegiatan koperasi desa yang salah satunya adalah menyalurkan gas LPG 3 kg, kita harus tahu data berapa rumah tangga di desa itu yang membutuhkan. Jika menjadi penyalur pupuk bersubsidi, kita harus tahu berapa rumah tangga petani, luas lahan, dan lain sebagainya,” jelasnya, menekankan urgensi data detail dalam operasional.
Disperdagin sendiri merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Operasional KDMP yang membantu bisnis di sektor perdagangan, termasuk beras dan gas elpiji.
“Sosialisasi ini sangat krusial dalam mempercepat operasional KDMP. Melalui kerja sama dengan mitra strategis, kami ingin memastikan KDMP dapat segera berfungsi sebagai pusat distribusi yang efektif, khususnya untuk penyaluran kebutuhan dasar seperti gas elpiji dan beras,” tegas Dicky
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari mitra strategis yang memiliki peran vital dalam rantai distribusi:
Pertamina Patra Niaga Jawa Barat, membahas mekanisme penyaluran gas elpiji untuk KDMP.
Forum Bulog Bandung, memaparkan alur penyaluran beras dan kebutuhan sembako lainnya.
Bank Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) (BRI, BNI, dan MANDIRI), menjelaskan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan untuk mendukung operasional bisnis KDMP.
Peserta sosialisasi meliputi para pendamping KDMP dari tiap kecamatan di Kabupaten Bandung, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas Percepatan Pembentukan KDMP.
Wakil Bupati Bandung, Bapak Ali Syakieb, dalam sambutannya menekankan peran KDMP sebagai pilar ekonomi baru yang dibangun dari bawah, sejalan dengan Program Astacita nomor 3 dan 6 yang berorientasi pada pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
“KDMP diharapkan tidak hanya menjadi koperasi biasa, tetapi menjadi lokomotif penggerak perekonomian desa/kelurahan, menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pokok, dan menciptakan efisiensi distribusi.
Dukungan penuh dari Pertamina, Bulog, dan Himbara menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini,” tegas Wakil Bupati saat membuka acara.
Dengan selesainya sosialisasi ini, Satgas KDMP Kabupaten Bandung menyatakan kesiapannya untuk melangkah maju memfasilitasi pembentukan dan operasional perdana KDMP di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Bandung, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan komitmennya untuk secara signifikan meningkatkan mutu tata kelola dan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-siswi.
Upaya ini diwujudkan dengan menggandeng para ahli gizi, mitra, serta Satuan Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG).
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, usai menghadiri Rapat Konsolidasi Regional Jawa Barat dalam rangka peningkatan tata kelola MBG yang digelar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul, Bogor, pada Senin, 13 Oktober 2025.
“Kita semua harus menjaga agar tidak ada lagi kasus keracunan pada siswa-siswi. Distribusi makanan harus terkelola dengan baik, dan kualitasnya harus terus dijaga,” ujar Erwin
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG di setiap kota dan kabupaten merupakan langkah nyata untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
“Semua daerah harus membentuk Satgas MBG, ini akan kita upayakan. Jangan sampai ada kasus keracunan lagi. Tingkatkan kualitas makanan dan pastikan distribusi menu gizi seimbang berjalan dengan baik. Saya yakin semua harus jalan bersama-sama,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan konsolidasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung berencana mendorong penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh penyedia makanan dalam program MBG.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat memastikan keamanan dan mutu makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah.
Kegiatan konsolidasi regional yang diselenggarakan di Sentul tersebut menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan, termasuk Kepala SPPG, ahli gizi, mitra, serta pemerintah daerah untuk membangun pemahaman bersama dalam peningkatan mutu tata kelola program MBG.
Rapat di Sentul ini merupakan seri ketiga dari rangkaian konsolidasi regional BGN, setelah sebelumnya dilaksanakan di Semarang (untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY) serta di Surabaya (untuk wilayah Jawa Timur).