Hormat Terakhir Sang Penjaga Kedaulatan: Prof. Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Langit di atas Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata menjadi saksi bisu penghormatan terakhir bagi salah satu putra terbaik bangsa.

Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A., hari ini dimakamkan melalui upacara militer penuh khidmat sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa batas dan pengabdian tulusnya bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rombongan pembawa jenazah tiba di kompleks pemakaman pada Minggu, (29/3) pukul 11.19 WIB, disambut dengan barisan kehormatan. Sebelum menuju peristirahatan terakhirnya, jenazah tokoh intelektual pertahanan ini disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) sejak Minggu pagi untuk memberikan kesempatan bagi rekan sejawat dan keluarga besar pertahanan memberikan penghormatan terakhir.

Baca juga Kado “Wisata Api” di Jalur Madinah: Kemenhaj Tagih Ganti Rugi Atas Hangusnya Koper dan Doa Jamaah

Simbol Integritas dan Pengabdian

Pemakaman secara militer ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan representasi dari rasa terima kasih mendalam negara kepada sosok yang dikenal sebagai peletak dasar reformasi pertahanan dan hubungan sipil-militer di Indonesia.

  • Penyemayaman Terakhir: Dilaksanakan di Gedung Kemhan sebagai simbol kedekatan emosional almarhum dengan institusi yang pernah dipimpinnya.
  • Upacara Pemakaman: Melibatkan personel lintas matra yang dipimpin oleh inspektur upacara senior, menegaskan status beliau sebagai pejuang kemanusiaan dan pendidikan.
  • Kehadiran Tokoh: Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh nasional, dan perwakilan negara sahabat yang ingin memberikan penghormatan bagi sang diplomat ulung.

“Indonesia kehilangan mercusuar integritas. Beliau bukan hanya seorang menteri, tetapi juga guru bangsa yang mengajarkan bahwa pertahanan negara yang kuat berakar dari diplomasi dan kecerdasan intelektual,” ujar salah satu perwakilan keluarga di lokasi.

Prof. Juwono Sudarsono meninggalkan warisan pemikiran yang akan terus menjadi rujukan bagi kebijakan pertahanan Indonesia di masa depan. Selamat jalan, Sang Penjaga Kedaulatan.

(red)

RETAKNYA ASPAL JAKARTA DEMI HARMONI “ABANG-ADIK” YANG TAK KUNJUNG USAI

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Bersiaplah untuk mematikan mesin kendaraan dan merenungi nasib di tengah kemacetan, karena sore ini, Jumat (27/3/2026), karpet merah kembali digelar.

Presiden Prabowo Subianto akan menjamu tamu langganannya, PM Malaysia Anwar Ibrahim, dalam sebuah agenda yang disebut-sebut sebagai “kunjungan khusus”, meski bagi warga Jakarta ini lebih terasa seperti “penutupan jalan khusus”.
Geopolitik yang Jauh, Macet yang Dekat

Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) dengan bahasa diplomatik yang sangat rapi menyebutkan bahwa pertemuan ini akan membahas konflik di Asia Barat (Timur Tengah).

Nampaknya, stabilitas di belahan dunia sana memang sangat bergantung pada apakah kedua pemimpin ini bisa berbincang dengan tenang di tengah riuhnya klakson warga Jakarta yang tertahan di Jalan Gatot Subroto.

Baca juga Rp. 6 Juta/Hari Insentif Bagi SPPG, Tidak Dibayarkan Jika SPPG Berstatus Suspend

Polda Metro Jaya, dengan semangat “keamanan VVIP di atas segalanya,” telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas sejak pukul 15.30 WIB. Bagi Anda yang berencana melintasi Sudirman hingga Merdeka Barat: selamat menikmati pemandangan trotoar. Karena seperti kata Kombes Pol Komarudin, penutupan ini hanyalah “sementara”—setidaknya sampai rombongan kebesaran selesai melintas dengan mulus tanpa hambatan lampu merah sedikitpun.

Tradisi “Curhat” Tahunan

Jika Anda merasa ini adalah deja vu, Anda tidak salah. Baru Juli 2025 lalu, kedua pemimpin ini berpose akrab sambil melihat album foto di Istana Merdeka.

Sepertinya, setahun belum cukup untuk membahas tuntas bagaimana cara “memperkuat peran ASEAN” atau “memastikan rantai pasok global” tetap aman, sementara warga sendiri masih berjuang memastikan “rantai pasok” ojek online sampai ke tujuan tepat waktu.

“Pertemuan ini diharapkan dapat menyelaraskan posisi kedua negara,” tulis keterangan resmi tersebut.

Tentu saja, posisi yang paling selaras sore ini adalah posisi ribuan kendaraan yang akan berhenti serentak dalam harmoni kemacetan yang paripurna di sepanjang jalur protokol.

Harapan Tinggi, Jalanan Sepi
Meskipun agenda ini dibalut narasi besar tentang stabilitas kawasan dan ketahanan ekonomi global, bagi masyarakat jelata, indikator keberhasilan pertemuan ini cukup sederhana: Seberapa cepat jalanan dibuka kembali.

Kita semua berharap diplomatik ini menghasilkan sesuatu yang lebih konkret daripada sekadar foto jabat tangan yang hangat, karena harga yang dibayar untuk satu jam diskusi geopolitik ini adalah ribuan liter bensin yang terbakar sia-sia dalam kemacetan sore hari.

(Red)

Rp. 6 Juta/Hari Insentif Bagi SPPG, Tidak Dibayarkan Jika SPPG Berstatus Suspend

Jakarta, jurnaltipikor.com/,- Diketahui dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 401.1 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026 disebutkan bahwa Insentif Fasilitas SPPG adalah pembayaran tetap harian yang diberikan kepada Mitra Penyedia Fasilitas SPPG sebesar Rp. 6.000.000 (enam juta rupiah) per hari, yang diberikan atas ketersediaan fasilitas yang telah memenuhi standar kapasitas dan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, yang perhitungannya tidak bergantung pada jumlah porsi yang dilayani.

Dikutif dari laman resmi BGN https://www.bgn.go.id doc. Biro Hukum dan Humas BGN, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan adanya mekanisme pengenaan sanksi berupa penghentian sementara (suspend) terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hal tersebut dalam rangka menjaga standar pelayanan, keamanan, dan kelayakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III, Ranto, menegaskan bahwa pengenaan sanksi suspend tersebut berdampak pada pemberhentian penyaluran dana kepada yayasan pengelola SPPG hingga SPPG kembali beroperasi. la juga meminta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar melakukan verifikasi sebelum melakukan pembayaran.

"Bagi SPPG yang berstatus suspend atau memiliki temuan kategori major, maka proses pembayaran tidak dapat dilakukan sampai status tersebut diselesaikan. Oleh karena itu, PPK perlu melakukan penelaahan dan verifikasi secara cermat terhadap data yang disampaikan sebelum penyaluran dana dilaksanakan," kata Ranto pada Rapat Koordinasi bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional di Kantor BGN, pada Senin 10 maret 2026.

Baca juga METRO JABAR TRANS: PROYEK “HIBRIDA” ATAU BOM WAKTU UTANG? BPKP PERINGATKAN RISIKO PROYEK ASAL-ASALAN DI BANDUNG RAYA

Ranto juga menjelaskan, bahwa data terkait SPPG yang diberikan sanksi suspend akan disampaikan oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan sebagai dasar tindak lanjut dan menjadi rujukan bagi PPK dalam melakukan penelaahan serta verifikasi sebelum pembayaran.

Langkah koordinasi ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan SPPG yang menerima sanksi suspend tidak memperoleh penyaluran dana selama status tersebut, serta untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran.

“Kami akan berkoordinasi dengan unit terkait, khususnya Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, mengenai SPPG yang berstatus suspend, terutama di wilayah III, untuk memastikan keselarasan kebijakan ini sehingga berjalan efektif,” tutup Ranto.

(Rama)

PUNCAK ARUS BALIK 2026: Korlantas, Kemenhub, dan Jasa Marga ‘Kunci’ Tol Trans Jawa dengan Skema One Way & Ganjil-Genap!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Demi mengantisipasi ledakan volume kendaraan dan memastikan kelancaran perjalanan masyarakat kembali ke Ibu Kota, Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas besar-besaran di ruas Tol Trans Jawa.

Mulai hari ini, 13 hingga 16 April 2026, skema One Way, Ganjil-Genap, dan Contraflow akan diterapkan secara terintegrasi untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial.

1. Sistem Satu Arah (One Way) & Ganjil-Genap

Penerapan One Way dan Ganjil-Genap akan dilakukan secara simultan (bersamaan) untuk mematikan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Timur, memberikan prioritas penuh bagi pemudik yang kembali ke arah Barat.

  • Lokasi: Km 188 GT Palimanan-Kanci s.d. Km 36 GT Cikarang Utama.
  • Jadwal Operasional:
  •  13 – 15 April 2026: Pukul 08.00 s.d. 24.00 WIB.
  •  16 April 2026: Berakhir pada pukul 08.00 WIB.
  •  Catatan Penting: Aturan Ganjil-Genap berlaku ketat mengikuti jadwal dan lokasi One Way tersebut. Pastikan plat nomor kendaraan sesuai dengan tanggal keberangkatan Anda.

Baca juga Japek 1 Mulai Sesak, Polisi ‘Buka Keran’ Jalur Japek 2: Lewat Sadang ke Setu Gratis!

2. Sistem Lawan Arus (Contraflow)

Untuk memperlancar penyempitan arus di wilayah Cikampek menuju Cikarang, skema Contraflow disiapkan dengan jadwal sebagai berikut:

  •  Lokasi: Km 72 GT Cikampek Utama s.d. Km 36 GT Cikarang Utama.
  • Jadwal Operasional:
    * 13 April 2026: Pukul 14.00 – 24.00 WIB.
    * 14 – 15 April 2026: Pukul 08.00 – 24.00 WIB.
    * 16 April 2026: Pukul 08.00 – 12.00 WIB.
    Pesan Untuk Pengendara
    Pihak berwenang menghimbau seluruh pengendara untuk:
  • Cek Saldo E-Toll: Pastikan saldo cukup guna menghindari antrean panjang di gerbang tol.
    * Kondisi Fisik & Kendaraan: Jangan memaksakan berkendara dalam kondisi lelah; manfaatkan Rest Area secukupnya.
    * Update Informasi: Pantau kanal media sosial resmi Korlantas Polri dan Jasa Marga untuk perubahan situasi diskresi di lapangan.

“Rekayasa ini adalah upaya maksimal kami agar masyarakat bisa kembali ke rumah dengan aman, nyaman, dan tanpa terjebak kemacetan horor. Kerjasama pengendara dalam mematuhi aturan Ganjil-Genap sangat krusial,” ujar perwakilan Korlantas Polri.(*)

Guncang Samudra! ‘Mata’ Baru TNI AL KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Jakarta, Siap Amankan Kedaulatan Bawah Laut

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Sebuah tonggak sejarah baru bagi kedaulatan maritim Indonesia baru saja bersandar. KRI Prabu Siliwangi-321, kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) paling mutakhir milik TNI Angkatan Laut, resmi tiba di Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (23/3).

Kapal yang dijuluki sebagai “benteng data maritim” ini baru saja menyelesaikan pelayaran panjang dari galangan kapal kenamaan Italia.

Modernisasi Tanpa Kompromi

Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan buah dari kontrak strategis antara Kementerian Pertahanan RI dan galangan kapal Fincantieri, Italia, yang ditandatangani sejak 11 April 2019.

Kapal ini menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memodernisasi armada TNI AL guna menghadapi tantangan geopolitik dan keamanan navigasi di perairan nusantara.
Kronologi Pembangunan:

  • Peletakan Lunas (Keel Laying): 21 Juni 2024 di Riva Trigoso, Italia.
  • Peluncuran: 13 September 2025.
    * Ketibaan di Indonesia: 23 Maret 2026.

Baca juga MAKI Endus Bau Amis Suap Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas, Desak Dewas KPK Bongkar ‘Main Mata’ Aparat

Fungsi Vital bagi Pushidrosal

Kapal ini bukan sekadar kapal angkut biasa. KRI Prabu Siliwangi-321 dirancang khusus untuk memperkuat Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dalam menjalankan misi-misi krusial, antara lain:

  • Survei dan Pemetaan: Memastikan jalur navigasi nasional aman dan akurat.
  • Penelitian Oseanografi: Mendalami karakteristik bawah laut Indonesia untuk kepentingan pertahanan.
  • Keamanan Maritim: Mendukung operasi bawah air dan deteksi rintangan di dasar laut.
    Agenda Peresmian

Guncang Samudra! ‘Mata’ Baru TNI AL

KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Jakarta, Siap Amankan Kedaulatan Bawah Laut

Setelah bersandar di tanah air, KRI Prabu Siliwangi-321 dijadwalkan akan diresmikan secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pada akhir Maret 2026 mendatang.

Peresmian ini akan menandai masuknya kapal tersebut secara resmi ke dalam jajaran unsur operasional Pushidrosal.

“Kehadiran kapal BHO buatan Fincantieri ini adalah lompatan teknologi bagi TNI AL. Data hidrografi yang akurat adalah kunci kemenangan dalam operasi maritim dan keselamatan pelayaran internasional di perairan kita.”

(Azi)

Rakyat Merajut Rindu di Jantung Istana: Lebaran Haru Bersama Presiden Prabowo

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta yang biasanya kaku dan formal, berubah menjadi lautan senyum dan haru pada Sabtu (21/03/2026).

Presiden Prabowo Subianto menggelar Open House (Gelar Griya) Idul Fitri 1447 Hijriah, membuka pintu lebar-lebar bagi ribuan warga yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pemimpinnya.

Bagi masyarakat yang memadati kawasan Istana sejak pagi buta, momen ini bukan sekadar tradisi tahunan. Ini adalah pengalaman langka yang mengikis sekat antara penguasa dan rakyatnya.

Baca juga Tips Mudik Lebaran 2026

Harapan yang Terwujud

Ribuan warga dari berbagai latar belakang rela mengantre demi momen berjabat tangan. Reza, salah satu warga yang hadir, mengaku telah lama menantikan kesempatan ini setelah terinspirasi dari pelaksanaan gelar griya pada tahun-tahun sebelumnya.

 “Saya berkaca dari tahun-tahun sebelumnya yang mana Istana Negara selalu membuka open house. Jadi, tahun ini saya mencoba untuk ikut,” ucap Reza dengan nada antusias.

Kehangatan Tanpa Batas

Di sudut lain, suasana haru menyelimuti kehadiran Nina yang mendampingi adiknya, Samuel, seorang penyandang disabilitas. Bagi mereka, menembus kerumunan bukanlah hambatan demi satu tujuan: bertemu Presiden.

“Saya senang sekali, memang niatnya untuk datang Lebaran ke sini, terutama adikku ini. Kita sama-sama tadi naik busway, satu tujuan untuk datang mau ketemu Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terbaik,” ungkap Nina penuh syukur.

Keceriaan masa kecil pun turut mewarnai Istana. Ayu, seorang anak yang datang bersama orang tuanya, tak bisa menyembunyikan binar matanya setelah berhasil bersalaman dan menerima hadiah langsung dari tangan Presiden. “Senang banget, bahagia. Bisa ketemu, dapat mainan,” tuturnya singkat namun bermakna.

Baca juga Kasus Andrie Yunus Jadi ‘Batu Uji’ Kepercayaan Dunia, Kementerian HAM: Jangan Ada Distorsi Hukum!

Doa untuk Indonesia Maju

Momen pertemuan ini juga menjadi ajang bagi rakyat untuk menitipkan doa bagi sang pemimpin. Thalia dan Marco, yang biasanya hanya melihat sang Presiden melalui layar gawai, mengaku tergetar saat bisa berhadapan langsung.

“Senang banget bisa salaman langsung sama Pak Prabowo. Semoga beliau sehat selalu dan sukses selalu untuk memajukan Indonesia,” ujar Thalia.

Gelar Griya Idul Fitri 1447 H di Istana Kepresidenan tahun ini membuktikan bahwa di balik dinding kokoh pusat kekuasaan, terdapat ruang pertemuan yang hangat dan humanis. Momen ini menjadi penanda kuatnya ikatan batin antara Presiden Prabowo Subianto dengan rakyatnya di hari kemenangan.

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Menu “Diet Paksa” di Bulan Suci: BGN Skors 62 Satuan Pelayanan yang Terlalu Kreatif Mengakali Anggaran

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Gizi Nasional (BGN) terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tampaknya salah mengartikan konsep “sederhana”.

Ke-62 satuan tersebut resmi diberhentikan sementara setelah tertangkap basah menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kualitas “minimalis” yang tidak sebanding dengan pagu anggaran negara.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa tindakan ini merupakan respons atas temuan menu yang jauh dari standar gizi yang seharusnya dinikmati para penerima manfaat.

“Minimal ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai di dalam memberikan menu, baik itu menu minimalis maupun menu yang kurang baik. Selama Ramadhan ini, mereka kita ‘istirahatkan’ dulu,” ujar Dadan usai melakukan pertemuan strategis dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta, Selasa (17/03).

Baca juga Korupsi Berkedok Tradisi: KPK Bongkar Siasat Bupati Cilacap Peras Anggaran Demi “Setoran” THR Forkopimda

Vocal Minority vs Silent Majority: Ketika Nasi Sesuap Merusak Susu Sebelanga

BGN menyayangkan ulah segelintir SPPG yang menjadi vocal minority di jagat maya. Berkat kreativitas mereka dalam menyusutkan porsi dan kualitas makanan, citra program nasional ini tercoreng di media sosial.

  • Total SPPG Beroperasi: 25.000+ unit.
  • Oknum Bermasalah: 62 unit (hanya 0,2% namun viral luar biasa).
  • Masalah Utama: Menu tidak sesuai pagu, tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan absennya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
    Dadan menekankan bahwa fokus publik seharusnya tidak hanya tertuju pada mereka yang menyimpang

“Padahal sebagian besar melaksanakan dengan baik. Kami ingin yang 62 itu makin lama makin kecil, sehingga yang terungkap adalah mereka yang silent majority—yang bekerja bagus namun tidak viral,” tambahnya.

Baca juga SABOTASE PROGRAM PRESIDEN: Aroma Korupsi dan Intervensi di Balik Petaka Keracunan Masal MBG Garut!

Mekanisme “Pembinaan”: Dari Surat Cinta Hingga Pidana

BGN menegaskan bahwa penutupan ini bukan tanpa prosedur. Para mitra yang hobi “berhemat” di atas piring rakyat ini telah melalui tahapan peringatan:

  • Surat Peringatan 1 & 2: Kesempatan untuk bertaubat secara administratif.
  • Penutupan Sementara: Masa perenungan dan perbaikan fasilitas/menu.
  • Penutupan Permanen: Sanksi akhir jika pelanggaran diulangi.

Meskipun saat ini BGN masih mengedepankan pendekatan pembinaan agar anggaran digunakan seefektif mungkin, pintu penjara tetap terbuka lebar.

Jika hasil audit membuktikan adanya penyalahgunaan anggaran secara sengaja, BGN tidak segan menyerahkan kasus tersebut ke ranah pidana melalui kerja sama dengan Kejagung.

Tentang Badan Gizi Nasional (BGN):
Lembaga negara yang bertanggung jawab memastikan setiap rupiah anggaran gizi berubah menjadi protein dan kalori yang layak di piring masyarakat, bukan menguap menjadi “menu minimalis” di tangan oknum kreatif.(*)

Prabowo Larang Kabinet “Pamer Kemewahan” Saat Lebaran: Rakyat Sedang Susah, Beri Teladan!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran menteri dan kepala lembaga dalam Kabinet Merah Putih untuk menjaga etika kesederhanaan selama perayaan Hari Raya Idul Fitri. Di tengah situasi bencana nasional dan tekanan krisis global, Kepala Negara melarang keras adanya gelaran open house (gelar griya) yang bersifat mewah dan berlebihan.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03), Presiden menekankan bahwa pejabat negara harus menjadi cermin bagi rakyat dalam menghadapi masa sulit.

“Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah, kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pembantunya.

Baca juga “Upeti’ Lebaran Berujung Borgol: KPK Sita Rp610 Juta dari Skandal THR Mencekik Satker di Cilacap

Menjaga Keseimbangan Ekonomi

Meski melarang kemewahan, Presiden tidak serta-merta menghentikan seluruh agenda perayaan. Ia memahami bahwa kegiatan masyarakat di hari raya merupakan penggerak roda ekonomi yang vital.
“Kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak, ekonomi kita juga tidak jalan nanti,” tambahnya. Kebijakan ini diambil untuk memastikan sektor UMKM dan konsumsi rumah tangga tetap mendapat stimulus dari perayaan lebaran, namun tetap dalam koridor kepatutan.

Optimisme di Tengah Isu Negatif

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menepis narasi-narasi negatif yang mencoba menggambarkan kondisi ekonomi nasional dalam keadaan terpuruk. Berdasarkan data dan berbagai indikator terkini, Kepala Negara menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat (on the right track).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan tetap optimis menatap masa depan ekonomi nasional.

Pesan untuk Pemudik

Menutup arahannya, Presiden memberikan pesan khusus bagi jutaan warga yang akan melaksanakan tradisi mudik ke kampung halaman:

  • Prioritaskan Keselamatan: Menghimbau pemudik untuk menjaga diri dan waspada selama perjalanan.
  • Jaga Kepercayaan: Meminta jajaran kabinet tetap bekerja penuh tanggung jawab dan menjaga stabilitas harga serta keamanan menjelang hari raya.

“Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” pungkas Presiden.

Sumber
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

BEASISWA DARI PAJAK RAKYAT, GAYA HIDUP SULTAN: AWARDEE LPDP DIINGATKAN JANGAN LUPA SIAPA YANG BAYAR

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program beasiswa yang dijalankan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, yaitu sebuah Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

sehingga seluruh pendanaan beasiswa bersumber dari negara. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mayoritas dibentuk dari pajak rakyat.

Artinya, setiap rupiah yang membiayai penerima beasiswa LPDP adalah hasil keringat masyarakat. Pajak publik menjadi fondasi utama dana abadi LPDP yang selama ini dipromosikan sebagai instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, ketika salah satu penerima beasiswa LPDP viral di media sosial dan memicu kontroversi, reaksi keras publik dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Perilaku yang dipertontonkan dinilai tidak mencerminkan etika penerima dana publik dan melukai rasa keadilan masyarakat yang ikut membiayai pendidikan mereka.

Baca juga “TIMUR TENGAH DI AMBANG PERANG TERBUKA: Hujan Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi dan Sekitarnya”

Menyikapi polemik tersebut, Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto menegaskan bahwa seluruh penerima beasiswa LPDP wajib menunjukkan sikap hormat kepada rakyat Indonesia sebagai sumber dana pendidikan mereka.

“Beasiswa LPDP adalah amanah negara. Setiap penerima harus sadar bahwa dana yang mereka terima berasal dari pajak rakyat, sehingga wajib dijaga dengan perilaku, prestasi, dan pengabdian,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk karya nyata dan kontribusi strategis bagi pembangunan nasional. LPDP bukan tiket bebas gaya hidup, melainkan investasi kolektif bangsa untuk masa depan Indonesia.

“Ini bukan uang gratis. Ini kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu harus dibayar dengan integritas,” pungkasnya.

(Red)

 

“BGN Bantah Isu Rp15 Ribu per Porsi: Anggaran Bahan Makanan MBG Hanya Rp8–10 Ribu”

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – (BGN) kembali menegaskan bahwa anggaran bahan baku makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak pernah ditetapkan sebesar Rp15.000 per porsi. Anggaran riil bahan makanan hanya berada di kisaran Rp8.000–Rp10.000 per porsi, sesuai kelompok penerima manfaat.

Penegasan ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, , menanggapi ramainya perbincangan di media sosial terkait menu Ramadhan MBG yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan anggaran.

“Jadi, kami ingatkan kembali, anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK serta SD kelas 1–3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara untuk SD kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi,” ujar Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.(24/2).

Baca juga Teror Debt Collector Kembali Telan Korban: Advokat Ditusuk di Tangsel Saat Tolak Penarikan Kendaraan Ilegal

Ia menjelaskan, angka Rp13.000 hingga Rp15.000 per porsi yang selama ini beredar bukan seluruhnya untuk bahan makanan. Sebagian dana tersebut dialokasikan untuk biaya operasional dan insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana.

Menurut Nanik, dari total anggaran per porsi, terdapat komponen biaya operasional sebesar Rp3.000 yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pendukung, seperti listrik, internet atau telepon, gas, air, insentif relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta insentif guru yang membagikan MBG.

Tak hanya itu, terdapat pula alokasi anggaran Rp2.000 per porsi yang digunakan untuk sewa lahan dan bangunan, termasuk dapur, gudang, kamar mes, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), filterisasi air, serta sewa peralatan masak modern seperti penanak nasi, pemanas ompreng, kompor, kulkas, pendingin bahan baku, panci, dan ompreng.

Baca juga Calon Direktur PT KITB Berstatus Terlapor, Publik Desak Digugurkan: “Jangan Jadikan BUMD Tameng Kepentingan”

Dalam petunjuk teknis BGN, anggaran Rp2.000 per porsi tersebut dikategorikan sebagai insentif fasilitas SPPG yang disediakan oleh mitra sebesar Rp6 juta per hari, dengan asumsi satu SPPG melayani sekitar 3.000 penerima manfaat.

Meski demikian, BGN menegaskan tetap terbuka terhadap masukan dan laporan masyarakat jika ditemukan menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan alokasi anggaran yang ditetapkan.

“Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur pengawasan yang berlaku, guna memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan,” tegas Nanik S. Deyang.(*)