Gempur 57 Bangunan Liar di Ibrahim Adjie: Pemkot Bandung Tegas Kembalikan Trotoar untuk Warga, Bukan untuk Pedagang Nakal

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Era pembiaran berakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akhirnya mengambil langkah tegas dan tanpa kompromi dalam menertibkan okupasi ruang publik. Pada Senin (10/8/2026), sebanyak 57 bangunan liar yang mencuri hak warga di sepanjang Jalan Ibrahim Adjie digusur habis-habisan.

Aksi penertiban ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan pernyataan sikap keras bahwa trotoar, taman, saluran air, dan area di bawah flyover adalah milik publik, bukan lahan pribadi bagi pedagang yang abai aturan.

Ruang Publik Dibajak, Kenyamanan Warga Dikorbankan

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Soetardi, menegaskan bahwa keberadaan 57 struktur ilegal tersebut telah lama mencederai fungsi kota. Bangunan-bangunan ini tidak hanya berdiri di atas aset negara, tetapi secara langsung mengancam keselamatan pejalan kaki dan pengguna jalan.

“Pada prinsipnya kita mengembalikan kepada fungsi kepentingan warga masyarakat,” tegas Bambang. Ia menyoroti ironi di mana fasilitas umum seperti trotoar dan taman justru disulap menjadi kios dagangan, sementara warga harus berdesakan atau bahkan turun ke aspal karena jalurnya tertutup.

Baca juga Wujud Cinta Dan Peduli Polri, Kapolres Sukabumi Jenguk Lansia Sebatang Kara Di Cisolok

Dari total 57 bangunan, 25 di antaranya berada di wilayah Kecamatan Batununggal, sisanya tersebar di titik-titik krusial lainnya. Penertiban dimulai sejak pukul 07.00 WIB melalui apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman, menunjukkan seriusnya penanganan isu ini di tingkat provinsi.

Tidak Ada Kompensasi, Hanya Solusi dan Kesadaran

Dalam langkah yang mungkin terasa pahit bagi pelanggar, Pemkot Bandung secara tegas menyatakan tidak menyediakan kompensasi finansial bagi pedagang yang terdampak. Pesan yang dikirimkan jelas: melanggar aturan ruang publik tidak akan dihargai dengan uang rakyat.

Namun, pemerintah tidak menutup mata. Sebagai alternatif, Perumda Pasar menawarkan sekitar 800 ruang dagang tersedia di BTM (Bandung Trade Center). Bagi pedagang yang mau tertib, insentif berupa pembebasan biaya sewa selama beberapa bulan telah disiapkan. Ini adalah tawaran win-win: pedagang mendapat tempat legal dan aman, kota mendapatkan kembali ruang publiknya.

“Kita mengedepankan pendekatan agar mereka memahami ini demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Bambang, menekankan bahwa sosialisasi dan pemberitahuan tetap dilakukan sebagai bentuk humanis sebelum eksekusi.

Baca juga Di Ambang Bahaya, Warga Karawang Bangkit: Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Jembatan Gantung yang Terabaikan

Kiaracondong Jadi Target Selanjutnya, Pengawasan Ketat Dijanjikan

Peringatan keras juga ditujukan bagi para pelaku pelanggaran di kawasan lain. Setelah Ibrahim Adjie bersih, sorotan berikutnya mengarah ke Pasar Tumpah Kiaracondong, khususnya area di bawah flyover yang rawan kemacetan dan dekat dengan perlintasan kereta api. Pemkot Bandung sudah menyiapkan agenda penertiban serupa di lokasi tersebut setelah tahap sosialisasi selesai.

Untuk mencegah kasus “kambuh” atau pembangunan kembali bangunan liar, Pemkot Bandung mengerahkan pengawasan berlapis. Melibatkan Forkopimcam, camat, hingga lurah, patroli rutin akan memastikan area yang telah dibersihkan tetap steril.

Bambang menutup pernyataannya dengan apresiasi terhadap dukungan warga Bandung yang lelah melihat kotanya semrawut. “Terima kasih atas dukungannya. Ternyata warga masyarakat sangat mengidamkan juga kota yang tertata, aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya.

Langkah Pemkot Bandung kali ini menjadi preseden penting: Ruang publik adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun.

(Red)

Wujud Cinta Dan Peduli Polri, Kapolres Sukabumi Jenguk Lansia Sebatang Kara Di Cisolok

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Wujud nyata Cinta dan kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Polres Sukabumi melalui kegiatan anjangsana kepada seorang warga lanjut usia yang hidup seorang diri di Kampung Simpang RT 01/02, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/08/2026).

Kegiatan anjangsana tersebut dilaksanakan langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. kepada Sdri. Ma Yani, seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sukabumi dalam mewujudkan semangat “Bhayangkara Jaga dan Rawat Sukabumi”, dengan tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan perhatian, pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sdri. Ma Yani diketahui merupakan warga lanjut usia yang hidup seorang diri dan tidak memiliki sanak saudara yang tinggal bersamanya. Saat ini, Ma Yani tinggal menumpang di rumah warga dan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari masih mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar.

Baca juga Drama Adu Penalti Antarkan Kecamatan Ciwaru Melaju Ke Babak Sejanjutnya, Avan Junior Jadi Penentu Kemenangan

Di tengah keterbatasan tersebut, kondisi kesehatan Ma Yani juga telah mengalami penurunan dan yang bersangkutan kerap mengalami sakit. Kondisi tersebut membuat perhatian dan kepedulian dari lingkungan sekitar menjadi sangat dibutuhkan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Sukabumi didampingi Tim Sidokkes Polres Sukabumi turut melakukan pengecekan kondisi kesehatan Ma Yani. Tim medis memberikan pemeriksaan serta pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi yang dialami.

Selain pelayanan kesehatan, Kapolres Sukabumi juga menyerahkan bantuan sosial berupa kebutuhan sehari-hari kepada Ma Yani. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus sedikit meringankan beban yang bersangkutan.

Baca juga Di Ambang Bahaya, Warga Karawang Bangkit: Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Jembatan Gantung yang Terabaikan

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi mengatakan, kegiatan anjangsana tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya untuk memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan,” ujar AKBP Dr. Benny Cahyadi.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus berupaya membangun komunikasi dan menjalin kedekatan dengan masyarakat, termasuk memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan bantuan.

“Semoga kunjungan dan bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari serta memberikan semangat dan dukungan moril kepada Ibu Ma Yani. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan sosial, sehingga tidak ada warga yang merasa sendiri dalam menghadapi keterbatasan,” tambahnya.

Baca juga Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Ma Yani dan masyarakat sekitar. Kehadiran Kapolres Sukabumi bersama Tim Sidokkes tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan perhatian dan dukungan moril bagi seorang lansia yang selama ini hidup seorang diri.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sukabumi terus memperkuat komitmennya untuk mewujudkan semangat Bhayangkara Jaga dan Rawat Sukabumi, yakni hadir bersama masyarakat, menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta merawat kepedulian sosial demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan penuh kebersamaan.

(Rama)

Drama Adu Penalti Antarkan Kecamatan Ciwaru Melaju Ke Babak Sejanjutnya, Avan Junior Jadi Penentu Kemenangan

Kuningan, jurnaltipikor.com-Perjalanan Kecamatan Ciwaru dalam ajang sepak bola Bupati Cup 2026 kembali mencatatkan momentum penting. Menghadapi Kecamatan Kalimanggis dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi dan persaingan kompetitif, Kecamatan Ciwaru akhirnya memastikan tiket menuju babak selanjutnya setelah melalui drama adu tendangan penalti.

Pertandingan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa sepak bola bukan semata-mata persoalan kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek mentalitas, konsentrasi, kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengelola tekanan dalam situasi pertandingan yang menentukan.

Sejak pertandingan dimulai, kedua kesebelasan memperlihatkan permainan yang relatif berimbang. Para pemain Kecamatan Ciwaru tampil dengan determinasi tinggi, berusaha membangun permainan secara kolektif sekaligus menjaga organisasi pertahanan agar tetap solid. Di sisi lain, Kecamatan Kalimanggis juga memberikan perlawanan yang kompetitif sehingga pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang penuh perjuangan.

Baca juga Di Ambang Bahaya, Warga Karawang Bangkit: Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Jembatan Gantung yang Terabaikan

Dalam perspektif pembinaan olahraga, pertandingan semacam ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang pembelajaran bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun karakter kompetitif. Setiap pemain dituntut mampu menjaga fokus, mengendalikan emosi, serta tetap menjalankan instruksi pelatih di tengah tekanan pertandingan.

Setelah melalui dua babak pertandingan, skor belum mampu memisahkan kedua tim. Pertandingan pun harus ditentukan melalui **adu tendangan penalti**, sebuah fase yang sering kali menjadi ujian paling berat bagi mentalitas pemain maupun penjaga gawang.

AVAN JUNIOR TAMPIL SEBAGAI PENENTU

Dalam situasi krusial tersebut, sosok “Avan Junior”,  penjaga gawang utama Kecamatan Ciwaru, tampil sebagai salah satu figur sentral dalam keberhasilan tim.

Dengan ketenangan, konsentrasi, dan keberanian yang tinggi, Avan Junior berhasil **menahan tiga tendangan penalti pemain Kecamatan Kalimanggis**. Penampilan tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Kecamatan Ciwaru meraih kemenangan dalam drama adu penalti sekaligus memastikan langkah mereka berlanjut ke babak berikutnya.

Keberhasilan Avan Junior tidak hanya dapat dipandang sebagai keberhasilan individu seorang penjaga gawang. Dalam konteks olahraga beregu, performa tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kepercayaan antarpemain, arahan pelatih, serta kesiapan mental seluruh tim dalam menghadapi momentum yang sangat menentukan.

Baca juga Dentuman Tambur Dan Plara Fest Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Ke-156 Kabupaten Sukabumi

Tiga penyelamatan penalti tersebut menjadi bukti bahwa seorang penjaga gawang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam membaca arah bola, tetapi juga membutuhkan keberanian, ketenangan psikologis, kemampuan membaca situasi, dan kepercayaan diri ketika berada dalam tekanan tinggi.

Momen tersebut sekaligus menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Kecamatan Ciwaru pada Bupati Cup 2026.

KERJA KERAS TIM DAN PERAN PELATIH

Di balik keberhasilan tersebut terdapat kerja kolektif seluruh unsur tim, mulai dari pemain, pelatih, official, hingga manager. Semuanya memiliki peran masing-masing dalam membangun sebuah tim yang memiliki daya saing.

“M. Khaerul Iqbal”, pelatih muda Kecamatan Ciwaru, menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola dan membina para pemain muda. Dengan pendekatan latihan yang terarah dan kemampuan membaca karakter permainan anak asuhnya, Iqbal mampu membawa para pemain Kecamatan Ciwaru tampil maksimal selama pertandingan.

Anak-anak asuh Iqbal menunjukkan semangat juang yang tinggi selama dua babak pertandingan. Mereka mampu mempertahankan konsentrasi, menjalankan instruksi, serta menunjukkan kerja sama antarlini meskipun pertandingan harus berakhir melalui adu tendangan penalti.

Bagi seorang pelatih, pertandingan dengan tekanan tinggi seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter pemain. Kemenangan bukan hanya menjadi tujuan akhir, tetapi juga menjadi hasil dari proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, evaluasi, dan konsistensi.

Kematangan seorang pelatih muda seperti M. Khaerul Iqbal juga dapat dilihat dari kemampuannya menjaga mental para pemain agar tetap fokus dan tidak kehilangan kepercayaan diri ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Baca juga Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

CAMAT CIWARU: JAGA KEBERSAMAAN DAN KEKOMPAKAN

Keberhasilan Kecamatan Ciwaru melaju ke babak selanjutnya mendapatkan apresiasi dari Camat Ciwaru, Rusmiadi, AP., S.Sos., M.Si. Dalam keterangannya, Camat Ciwaru menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh unsur tim yang telah memberikan perjuangan terbaik dalam pertandingan.

“Terima kasih kepada seluruh tim, pemain, pelatih, official, dan manager yang telah berjibaku dengan penuh semangat, sehingga kita bisa melaju ke babak selanjutnya.”

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen Kecamatan Ciwaru.

“Tetap jaga kebersamaan dan kekompakan, serta jangan lupa berdoa demi meraih hasil yang terbaik untuk Tim Kecamatan Ciwaru. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur melalui skor akhir pertandingan, tetapi juga melalui kemampuan seluruh unsur di dalamnya untuk membangun solidaritas dan kebersamaan.

Dalam konteks pembangunan olahraga di tingkat kecamatan, dukungan pemerintah wilayah memiliki posisi strategis. Dukungan tersebut dapat menjadi energi sosial bagi para atlet untuk terus mengembangkan potensi sekaligus membawa nama baik daerah.

KEMENANGAN SEBAGAI HASIL DARI PROSES

Kemenangan Kecamatan Ciwaru atas Kecamatan Kalimanggis melalui adu penalti memberikan sebuah pelajaran penting bahwa hasil pertandingan merupakan akumulasi dari proses panjang yang telah dijalani oleh seluruh tim.

Para pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan individu, tetapi juga harus memahami konsep permainan kolektif. Sepak bola merupakan olahraga yang mengajarkan bahwa keberhasilan satu individu pada akhirnya tetap berkaitan dengan kontribusi seluruh anggota tim.

Keberhasilan Avan Junior dalam menahan tiga tendangan penalti menjadi contoh konkret mengenai pentingnya kesiapan individu dalam mendukung keberhasilan kolektif. Namun, penyelamatan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para pemain yang telah bertanding selama dua babak, kerja pelatih dalam menyiapkan strategi, serta dukungan official dan manager.

Karena itu, kemenangan ini layak ditempatkan sebagai “kemenangan bersama Kecamatan Ciwaru”.

Baca juga Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

MELANGKAH KE BABAK SELANJUTNYA

Dengan kemenangan atas Kecamatan Kalimanggis, Kecamatan Ciwaru kini berhak melanjutkan perjuangan menuju “babak selanjutnya Bupati Cup 2026”.

Tantangan berikutnya tentu akan semakin berat. Setiap pertandingan akan menghadirkan karakter lawan yang berbeda, sehingga dibutuhkan persiapan yang lebih matang, evaluasi menyeluruh, serta konsistensi dalam menjaga performa.

Para pemain diharapkan tidak terlena dengan kemenangan yang telah diraih. Sebaliknya, kemenangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki berbagai aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.

Pelatih, official, manager, dan seluruh pemain perlu terus menjaga komunikasi serta membangun lingkungan tim yang positif. Kebersamaan menjadi modal utama dalam menghadapi fase kompetisi berikutnya.

Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, perjalanan Kecamatan Ciwaru dalam Bupati Cup 2026 menjadi bagian dari proses membangun budaya olahraga yang sehat di tingkat masyarakat. Kompetisi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.

Kemenangan melalui adu penalti atas Kecamatan Kalimanggis akhirnya menjadi sebuah episode penting dalam perjalanan tersebut. **Avan Junior dengan tiga penyelamatan penalti menjadi salah satu aktor utama, sementara perjuangan seluruh pemain, pelatih, official, dan manager menjadi fondasi keberhasilan Kecamatan Ciwaru.**

Kini, perjalanan belum selesai.

Kecamatan Ciwaru harus kembali menatap pertandingan berikutnya dengan semangat yang sama, mentalitas yang lebih kuat, persiapan yang lebih matang, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

“Menang dengan rendah hati, berjuang dengan kebersamaan, dan melangkah dengan keyakinan.”

‘Kecamatan Ciwaru melaju ke babak selanjutnya. Perjuangan masih panjang, dan mimpi untuk memberikan hasil terbaik bagi Kecamatan Ciwaru terus diperjuangkan.’

(Deden)

Di Ambang Bahaya, Warga Karawang Bangkit: Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Jembatan Gantung yang Terabaikan

Karawang, Jurnaltipikor.com – Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tak lagi bisa ditoleransi. Jalan akses menuju jembatan gantung di Dusun Bakan Kiara, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, berada dalam kondisi rusak parah. Lubang-lubang menganga dan permukaan tanah yang tidak rata telah mengubah jalur vital penghubung antar-desa dan antar-kecamatan (Banyusari dan Jatisari) ini menjadi momok menakutkan, terutama saat hujan turun.

Menyadari bahwa keselamatan warga adalah taruhannya, Kepala Dusun Bakan Kiara, Abdullah Firmansyah atau yang akrab disapa Doyok, mengambil inisiatif mendesak. Bersama ratusan warga, ia memimpin aksi gotong royong besar-besaran pada Senin (10/08/2026) untuk membuat jalur baru dan memperbaiki kerusakan existing. Ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bentuk perlawanan terhadap ketidaknyamanan yang selama ini dipaksa diterima warga.

Aksi solidaritas ini tidak hanya melibatkan warga Dusun Bakan Kiara, Desa Gembongan, tetapi juga merangkul warga dari wilayah tetangga, termasuk Dusun Kiara Kidul (Desa Pacing) dan Dusun Kiara (Desa Pamekaran). Kehadiran calon anggota BPD perwakilan Dusun Bakan Kiara, Ali Sadikin, SH, serta jajaran Ormas GMPI Kecamatan Banyusari, menegaskan bahwa isu ini telah menjadi perhatian kolektif lintas elemen masyarakat.

Baca juga Dentuman Tambur Dan Plara Fest Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Ke-156 Kabupaten Sukabumi

Abdullah Firmansyah menekankan bahwa aksi swadaya ini adalah bukti nyata bahwa nilai kekeluargaan dan kepedulian sosial masih hidup subur di tengah keterbatasan fasilitas negara.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga, mulai dari ormas GMPI hingga calon wakil rakyat seperti Pak Ali Sadikin. Gotong royong ini adalah bukti bahwa kebersamaan kita masih kuat. Ini adalah langkah darurat yang efektif untuk memperlancar mobilitas warga, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun transportasi hasil pertanian yang menjadi nadi ekonomi kami,” tegas Doyok di lokasi kegiatan.

Meski bersifat penanganan sementara, pembukaan jalur baru ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan mempermudah akses warga menuju jembatan gantung satu-satunya yang menjadi urat nadi konektivitas wilayah tersebut. Aksi ini menjadi tamparan keras sekaligus inspirasi: ketika perawatan resmi terlambat, rakyatlah yang bergerak menjaga nyawa dan keberlangsungan ekonomi mereka sendiri.

(ER)

Dentuman Tambur Dan Plara Fest Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Ke-156 Kabupaten Sukabumi

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Dentuman tambur menandai dimulainya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Suasana Pantai Bupalo, Palabuhanratu, pun semarak saat Palabuhanratu Festival (Plara Fest) resmi dibuka Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, pada Sabtu (08/08/2026).

Beragam kesenian dan pertunjukan budaya ditampilkan, mulai dari Tari Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi barongsai.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Pelaksana Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi tahun ini.

Baca juga Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

Menurut Ali, ide penyelenggaraan festival tersebut berangkat dari keberhasilan komunitas seni Palabuhanratu menggelar Hari Tari Dunia pada 29 April lalu. Antusiasme dan apresiasi masyarakat terhadap kegiatan itu kemudian mendorong munculnya gagasan untuk menghadirkannya kembali dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

“Untuk Festival Palabuhanratu, berawal dari success story komunitas seni Palabuhanratu yang pada 29 April lalu melaksanakan Hari Tari Dunia. Kegiatan itu mendapat apresiasi luar biasa, sehingga diusulkan kembali dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Selain menjadi panggung bagi komunitas seni, Plara Fest turut membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal. Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, IKM dan UMKM dari Palabuhanratu dan daerah sekitar, termasuk dari Banten, ikut meramaikan festival.

Baca juga Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengatakan Palabuhanratu memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini menjadi gerbang Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark dengan kekuatan alam, budaya, dan warisan geologi yang menjadi modal utama pariwisata daerah.

Wabup berharap Plara Fest tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memperkuat citra Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Barat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin kunjungan wisatawan meningkat, UMKM tumbuh, dan ekonomi kreatif semakin berkembang,” tandasnya.

(Rama)

Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat Administrator Dan Pengawas

Sukabumi, Jurnaltipikor.com,-Sebanyak 327 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Pelantikan dipimpin Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, pada Senin (10/08/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sukabumi memperkuat birokrasi sekaligus mendukung terwujudnya visi daerah, yakni Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).

Dalam arahannya, Bupati, H. Asep mengingatkan para pejabat bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan disiplin, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

“Proses rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit dengan mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, kinerja, serta aturan yang berlaku,” jelasnya.

Baca juga Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

Bupati meminta, pejabat yang baru dilantik membangun hubungan kerja yang baik dengan atasan maupun bawahan. Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki etika, mampu bekerja sama, dan tidak merasa lebih tinggi dari bawahannya.

“Jangan merasa lebih tinggi dari bawahan. Kita semua punya tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, H Asep meminta para aparatur sipil negara tidak menjadikan keterbatasan tersebut sebagai alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.

Baca juga SD negeri 96 Kaur, Menggelar Perlombaan Dalam Rangka Menyambut HUT RI ke 81.

Menurutnya, efisiensi anggaran harus berjalan beriringan dengan kreativitas dan inovasi. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal.

Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa sejumlah jabatan diperkirakan kosong pada 2027 mendatang. Ia meminta seluruh ASN memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menunjukkan kinerja terbaik.

“Siapkan diri, tingkatkan kemampuan dan tunjukkan kinerja. Hal itu harus dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

(Rama)

Satu Tahun Dibiarkan Merosot, Jalan Vital Penghubung 4 Kecamatan di Karawang Amblas 50 CM: PUPR Dinilai Abai, Warga Waswas Menanti Musim Hujan

KARAWANG, JURNAL TIPIKOR – Ironi pelayanan publik kembali terkuak di Kabupaten Karawang. Ruas jalan utama yang menjadi nadi perekonomian dan mobilitas warga di empat kecamatan—Jatisari, Tirtamulya, Lemahabang, dan Banyusari—terpaksa menahan beban kerusakan parah akibat amblasnya tanah. Jalan Johar-Gempol Haji di Dusun Warakas, Desa Kertaraharja, Kecamatan Banyusari, kini dalam kondisi kritis dengan kedalaman ambles mencapai 50 sentimeter sepanjang 10 hingga 15 meter.

Yang lebih memilukan, kondisi darurat ini bukan kejadian baru. Berdasarkan pantauan Jurnaltipikor.com pada Senin (10/08/2026), kerusakan tersebut telah berlangsung hampir satu tahun tanpa adanya tindakan perbaikan konkret dari instansi berwenang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Janji Manis, Realisasi Nihil

Keluhan warga tidak hanya sebatas pada kerusakan fisik jalan, namun juga pada lambatnya respons birokrasi. Saleh, warga setempat yang rumahnya berdekatan dengan lokasi amblas, menyuarakan kekecewaan mendalam. Menurutnya, meski pihak Kepala Desa dan Kecamatan telah melakukan tinjauan lapangan sejak lama, realisasi perbaikan hingga detik ini masih nol.

“Amblasnya jalan ini sudah hampir satu tahun dan hingga saat ini belum ada perbaikan. Memang waktu itu ada Kepala Desa dan pihak Kecamatan meninjau lokasi, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkap Saleh dengan nada geram.

Baca juga SD negeri 96 Kaur, Menggelar Perlombaan Dalam Rangka Menyambut HUT RI ke 81.

Kekhawatiran warga semakin memuncak mengingat musim hujan kian dekat. Posisi jalan yang berdampingan langsung dengan saluran irigasi dinilai sangat rentan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi bencana longsor atau keruntuhan yang lebih luas yang dapat mengisolasi akses warga dan merusak lahan pertanian di sekitarnya.

Desa Sudah Lapor, PUPR Masih “Menunggu ABT”

Konfirmasi terpisah dari Kepala Desa Kertaraharja, H. Ombah, memperkuat fakta bahwa pemerintah desa telah melakukan tugasnya dengan melaporkan kejadian ini kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang pasca peninjauan bersama BPBD dan perwakilan Kecamatan pada 30 Januari 2026 lalu. Namun, tanggapan yang diterima hanyalah alasan penundaan.

“Sudah dilaporkan ke Dinas PUPR, tapi hingga saat ini belum ada realisasinya. Alasannya nanti di Anggaran Belanja Tidak Terduga (ABT). Padahal kondisinya sangat serius, semakin lama semakin parah,” tegas H. Ombah.

H. Ombah menekankan bahwa jalan ini bersifat vital dan darurat. Menunggu mekanisme ABT di tengah ancaman musim hujan dinilai sebagai langkah yang ceroboh dan berpotensi menimbulkan korban atau kerugian materiil yang lebih besar.

“Kami selaku Pemerintah Desa memohon kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR agar segera memperbaiki jalan tersebut karena ini sifatnya Emergency. Bagaimana nanti jika musim hujan tiba dan jalan ini dibiarkan begitu saja?” tanyanya retoris.

Tuntutan Transparansi dan Aksi Nyata

Kasus amblasnya Jalan Johar-Gempol Haji ini menjadi ujian integritas bagi Dinas PUPR Kabupaten Karawang. Publik menuntut penjelasan mengapa infrastruktur yang menghubungkan empat kecamatan dibiarkan dalam kondisi membahayakan selama hampir satu tahun. Apakah keterlambatan ini disebabkan oleh kelalaian administratif, kekurangan anggaran, atau minimnya prioritas terhadap keselamatan warga?

Warga Kertaraharja dan ribuan pengguna jalan lainnya kini menatap harap cemas. Mereka tidak membutuhkan janji-janji politis atau alasan birokratis yang berbelit. Yang mereka butuhkan adalah aspal yang rata, tanah yang kokoh, dan keamanan saat melintas sebelum hujan deras mengguyur Karawang.

Jika Dinas PUPR terus bersikap pasif, bukan tidak mungkin amblasnya jalan ini akan diikuti oleh amblasnya kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

(ER)

SD negeri 96 Kaur, Menggelar Perlombaan Dalam Rangka Menyambut HUT RI ke 81.

Kaur, Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Acara yang digelar di lapangan SD negeri 96 kaur ini di buka langsung oleh Camat Muara Sahung Ahmad Agusran S,sos . Senin 10-08-2026.

Dalam sambutannya, Camat Muara Sahung mengapresiasi antusiasme para guru dan siswa sekecamatan muara sahung.

Beliau menyampaikan bahwa momentum peringatan hari kemerdekaan harus menjadi wadah untuk menanamkan rasa nasionalisme dan sportivitas sejak dini kepada generasi muda. Perlombaan yang digelar meliputi berbagai cabang olahraga bola voli, catur futsal dan seni, perlombaan ini di ikuti oleh seluruh Siswa dan Siswi sekolah tingkat dasar sekecamatan Muara Sahung.

Baca juga Di Balik “Jadwal Kesehatan”: Rudy Tanoe Minta Undur Pemeriksaan KPK, Kuasa Hukum Klaim Kooperatif Meski Status Tersangka Mengintai

Kepala SD Negeri 96 Kaur Taswin, Spd mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan langsung dari pihak kecamatan. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta mampu mengasah bakat dan kreativitas para murid. Acara pembukaan ditandai dengan penendangan bola oleh bapak camat muara sahung.

(Jusri)

Di Balik “Jadwal Kesehatan”: Rudy Tanoe Minta Undur Pemeriksaan KPK, Kuasa Hukum Klaim Kooperatif Meski Status Tersangka Mengintai

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Di tengah gencarnya penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas skandal korupsi bantuan sosial (bansos) beras yang merugikan negara hingga Rp200 miliar, Komisaris PT Dosni Roha Logistik (PT DRL), Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe, kembali menjadi sorotan. Alih-alih segera memenuhi panggilan, Rudy justru mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan saksi yang sedianya dijadwalkan pada 6 Agustus 2026, menjadi 11 Agustus 2026.

Kuasa hukum Rudy, Ricky HP Sitohang, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026), menyatakan bahwa ketidakhadiran kliennya bukan bentuk penghindaran hukum, melainkan akibat bentrok dengan jadwal pemeriksaan kesehatan yang telah terjadwal sebelumnya.

“Pada prinsipnya, kami akan selalu kooperatif dan tetap menghormati serta mematuhi prosedur hukum yang berlaku,” ujar Ricky, mencoba meredam spekulasi negatif di publik.

Baca juga Lahir dari Rahim Bandung, Tarung Derajat Guncang Kota Kembang: Tiga Guru Besar Hadirkan Semangat Baru, Linmas Dijadikan Garda Keamanan Terlatih

Ricky menjelaskan bahwa surat panggilan dari KPK diterima Rudy pada 4 Agustus 2026. Namun, karena kendala kesehatan tersebut, tim kuasa hukum langsung bergerak cepat dengan mendatangi Gedung KPK pada 5 Agustus 2026 untuk menyerahkan surat resmi permohonan penundaan sekaligus mengusulkan tanggal baru, yaitu 11 Agustus 2026. Pihak KPK dikabarkan telah menerima surat tersebut.

Narasi “kooperatif” ini tampak kontras dengan fakta di lapangan. Rudy Tanoe bukanlah orang asing dalam kasus ini. Ia merupakan salah satu dari tiga individu yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, bersama dengan Edi Suharto dan Kanisius Jerry Tengker. Selain itu, dua korporasi, yakni PT Dosni Roha Indonesia dan PT Dosni Roha Logistik, juga berstatus tersangka korporasi.

Kasus ini merupakan pengembangan dari dugaan korupsi penyaluran bansos beras bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kementerian Sosial periode 2020–2021. Kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp200 miliar menjadikan kasus ini salah satu yang paling menyita perhatian publik akibat dampaknya yang langsung menyentuh rakyat kecil.

Baca juga Cobra Muaythai Cimahi Persembahkan 7 Medali untuk Kota Cimahi di Kejurnas Muaythai Indonesia 2026

Penundaan pemeriksaan ini menambah daftar panjang dinamika hukum dalam kasus bansos beras yang sudah berjalan sejak lama. Publik kini menunggu, apakah alasan “kesehatan” ini benar-benar murni medis, atau sekadar taktik ulur waktu di tengah tekanan penyidikan yang kian ketat. KPK diharapkan tetap teguh pada prinsip penegakan hukum tanpa tebang pilih, memastikan setiap tersangka, termasuk Rudy Tanoe, mempertanggungjawabkan peran mereka dalam skandal yang menggerogoti hak-hak masyarakat miskin tersebut.

(Red)

Lahir dari Rahim Bandung, Tarung Derajat Guncang Kota Kembang: Tiga Guru Besar Hadirkan Semangat Baru, Linmas Dijadikan Garda Keamanan Terlatih

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Gelora bela diri asli Indonesia, Tarung Derajat, kembali membuktikan bahwa identitasnya tak terpisahkan dari tanah kelahirannya, Kota Bandung. Dalam sebuah momentum penyatuan visi yang dihadiri oleh tiga pilar utama—Sang Guru Badai Meganegara Drajat, S.Si., Sang Guru Rimba Dirgantara Dradjat, SE., dan Sang Guru Dara Mentari Putri Dradjat, SH.—semangat para atlet dan pengurus Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung membara lebih dari sekadar olahraga, melainkan sebuah gerakan sosial dan keamanan.

Kehadiran ketiga tokoh sentral ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi bahan bakar bagi komitmen baru Pengurus Cabang (Pengcab) di bawah kepemimpinan H. Asep Robin, SH., MH. untuk melakukan revolusi tata kelola dan pembinaan.

Revolusi Fasilitas: Sekretariat 1.000 Meter Persegi sebagai “Rumah Kedua” Atlet

Menjawab kebutuhan atlet akan tempat latihan yang memadai dan profesional, Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung tidak main-main. Mereka telah menyiapkan sekretariat baru yang megah seluas lebih dari 1.000 meter persegi di lantai 3 Gedung BTM.

“Ini bukan sekadar kantor. Ini adalah markas. Tempat ini terbuka 24 jam untuk seluruh anggota dan atlet, baik untuk latihan rutin maupun persiapan matang (Training Camp). Kami ingin memastikan setiap tetes keringat atlet tersalurkan di fasilitas terbaik,” tegas H. Asep Robin.

Baca juga Cobra Muaythai Cimahi Persembahkan 7 Medali untuk Kota Cimahi di Kejurnas Muaythai Indonesia 2026

Lebih dari itu, Asep Robin menegaskan bahwa prestasi fisik harus sejalan dengan kecerdasan intelektual. Pengcab berkomitmen penuh mendorong atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana melalui dukungan fasilitas dan program beasiswa khusus. “Atlet kami tidak hanya tangguh di arena, tapi juga cerdas di bangku kuliah,” tambahnya.

Strategi Keamanan Nyata: 151 Kelurahan, 151 Garda Linmas Bela Diri

Langkah paling menohok dan berdampak luas datang dari rencana strategis Pengcab untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Targetnya jelas dan ambisius: membekali seluruh anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di 151 kelurahan se-Kota Bandung dengan kemampuan bela diri Tarung Derajat.

Ini bukan sekadar pelatihan formalitas. Ini adalah upaya konkret menciptakan ekosistem keamanan lingkungan dari akar rumput. Dengan Linmas yang terlatih secara fisik dan mental, diharapkan tindak kejahatan seperti perampokan dapat dicegah sejak dini, menciptakan rasa aman yang nyata bagi warga.

“Kami ingin berkontribusi nyata menjaga kondusivitas Kota Bandung. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Asep Robin.

Baca juga Naturalisasi Bukan Obat Manjur: DPR Tegur Keras Kegagalan Timnas, Sebut Potensi Anak Bangsa Terabaikan Demi “Jalan Pintas”

Dukungan Penuh Wali Kota: “Ini Kebanggaan Kita Bersama”

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif berani ini. Beliau menyoroti peran vital ketiga Sang Guru yang telah membesarkan nama Tarung Derajat hingga diakui secara nasional.

“Tarung Derajat lahir dari rahim Kota Bandung. Ini adalah DNA kita, kebanggaan kita bersama yang wajib kita tunjukkan ke kancah nasional maupun internasional,” tegas Farhan.

Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap mendukung penuh rencana pelatihan bela diri bagi Linmas. Sinergi antara organisasi olahraga dan pemerintah daerah ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkokoh ketertiban masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya bela diri lokal.

Baca juga Terungkap dari Pengembangan Kasus, Polsek Mandau Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi di Air Jamban, Tiga Pelaku Diamankan

Menuju Tuan Rumah Kejuaraan Nasional 2026

Dengan fondasi yang semakin kuat, Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung kini mengarahkan pandangan ke dua ajang bergengsi: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada November 2026 dan Kejuaraan Nasional Tarung Derajat pada Desember 2026, di mana Kota Bandung akan bertindak sebagai tuan rumah.

Pesan Asep Robin kepada para atlet singkat namun menusuk jiwa: “Tetap semangat, kuat, dan percaya diri. Ingat, Tarung Derajat lahir di sini. Jangan biarkan nama besar kota ini ternoda di arena sendiri.”

Latihan gabungan akbar ini direncanakan menjadi agenda rutin dua kali setahun, menjadi momen sakral untuk menyatukan visi, memantapkan strategi bertarung, dan memperkuat sinergi antar-atlet serta dengan pemerintah daerah.

Tarung Derajat tidak lagi sekadar bertanding; mereka sedang membangun benteng keamanan dan mencetak generasi unggul dari jantung Kota Bandung.

(Red)