Pemerintah Desa Karangkancana Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Desa Karangkancana Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan, secara resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 melalui Musyawarah Desa yang dilaksanakan pada Rabu, (7/1/2026) bertempat di Aula Bale Desa Karangkancana.

Penetapan APBDes Tahun Anggaran 2026 tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita acara penetapan APBDes oleh PJ. Kepala Desa Karangkancana dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD),disaksikan oleh perangkat desa, Kecamatan, anggota BPD, LPM, Kapolsek, Danramil tokoh masyarakat, serta unsur pendamping desa.

PJ. Kepala Desa Karangkancana Uhen Suhendi, S.IP dalam sambutannya menyampaikan bahwa APBDes Tahun Anggaran 2026 disusun secara partisipatif, transparan, dan akuntabel dengan mengacu pada kebutuhan prioritas masyarakat desa serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“APBDes Tahun Anggaran 2026 difokuskan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan ekonomi dan sosial desa, tentu hal ini menyesuaikan terhadap anggaran, dimana anggaran dana Desa saat ini dipangkas sebesar 64%,” ujarnya.

Baca juga Kapolres Sukabumi Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI

APBDes Tahun Anggaran 2026 mencakup pendapatan Desa yang bersumber dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa, bagi hasil pajak dan retribusi daerah, serta pendapatan asli desa. Anggaran tersebut dialokasikan untuk bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan keadaan darurat mendesak desa.

Dengan ditetapkannya APBDes Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Desa Karangkancana berkomitmen untuk melaksanakan seluruh program dan kegiatan secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat desa.

(Deden)

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Gelar Audiensi Dengan Dinas Peternakan

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO I ) Kabupaten Sukabumi didampingi Sekretaris, Bendahara dan Humas melakukan audensi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (07/01/2026).

Audensi ini membahas beberapa poin penting, di antaranya terkait bantuan hibah keuangan bagi kelompok Tani yang bersumber dari aspirasi Dewan. Hibah keuangan tersebut diperuntukkan untuk penguatan ketahanan pangan, yaitu ternak Domba dan Sapi.

"DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi ingin memastikan bahwa bantuan hibah keuangan tersebut digunakan secara efektif dan tepat sasaran," ujar Heriyadi, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Pengukuhan dan Pelantikan ABRI-1 Bengkulu Di Hadiri Sosok Jendral.

Selain itu, audensi ini juga membahas terkait kolaborasi antara DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dengan Dinas Peternakan dalam rangka mewujudkan Sukabumi yang mubarokah.

“Kami berharap, dengan kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peternakan di Kabupaten Sukabumi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Heriyadi.

Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi pun menyambut baik inisiatif DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dan siap untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Sukabumi yang Mubarokah.

Baca juga BPKP Bongkar “Patologi Kronis” Pasca Pilkada 2024: Jual Beli Jabatan Adalah Kejahatan Jabatan Sempurna, Pelaku Terancam PTDH hingga Penjara Seumur Hidup!

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan, drh. 

Asep Kurnadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian IWO Indonesia dalam membantu memonitoring bantuan hibah keuangan yang bersumber dari aspirasi Dewan sebagai wujud dari fungsi sebagai sosial kontrol.

“Kami sangat mengapresiasi upaya DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dalam membantu kami memonitoring penggunaan bantuan hibah keuangan tersebut. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan tersebut digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Asep pun berharap, hubungan baik antara DPD IWO Indonesia dengan Dinas Peternakan dapat terus terjalin sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.

“Semoga silaturahmi ini antara DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dengan Dinas Peternakan dapat terus berjalan dengan baik demi Sukabumi yang Mubarokah,” pungkasnya.

Audensi diakhiri dengan kesepakatan untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam rangka mewujudkan Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarokah).

(Rama)

BPP Kecamatan Ciwaru dan Pemdes Sagaranten Ikuti Kegiatan Daring Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan

Kuningan, JURNAL TIPIKOR — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciwaru bersama Pemerintah Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, mengikuti kegiatan dalam jaringan (daring) Panen Raya Nasional sekaligus pengumuman capaian swasembada pangan nasional, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini diikuti secara khidmat sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Sagaranten, dengan dihadiri oleh jajaran penyuluh pertanian, unsur pemerintahan desa, Anggota Gapoktan Desa Sagaranten, Perwakilan Kelompok Tani serta pihak-pihak terkait yang selama ini berperan aktif dalam pembangunan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Ciwaru, khususnya Desa Sagaranten.

Agenda nasional tersebut terpusat di Karawang, Jawa Barat, dan menjadi momentum strategis dalam menegaskan arah kebijakan pertanian nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan dan kemandirian pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Baca juga Pengukuhan dan Pelantikan ABRI-1 Bengkulu Di Hadiri Sosok Jendral.

Pengumuman Swasembada Pangan

Dalam kegiatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan capaian penting pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, yang sejalan dengan visi dan misi besar pemerintahan untuk memperkuat kedaulatan bangsa melalui sektor pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan bukan semata target angka, melainkan sebuah komitmen ideologis dan strategis negara untuk menjamin kesejahteraan petani, stabilitas nasional, serta ketahanan ekonomi rakyat. Capaian ini, menurut Presiden, merupakan buah dari kerja keras lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI–Polri, penyuluh pertanian, hingga para petani di seluruh penjuru tanah air.

Sementara itu, Samsi Nugraha menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam menunjang keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat desa. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam mengelola, memproduksi, dan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Baca juga BPKP Bongkar “Patologi Kronis” Pasca Pilkada 2024: Jual Beli Jabatan Adalah Kejahatan Jabatan Sempurna, Pelaku Terancam PTDH hingga Penjara Seumur Hidup!

Ia menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat Desa Sagaranten menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Melalui pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan pola pertanian yang adaptif, memanfaatkan lahan secara optimal, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi pembangunan desa.

Lebih lanjut, Samsi Nugraha menekankan bahwa sinergi antara pemerintah desa, BPP Kecamatan Ciwaru, penyuluh pertanian, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh. Dengan edukasi yang berkelanjutan dan pendampingan teknis yang tepat, Desa Sagaranten diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara menyeluruh.

Penganugerahan Tanda Kehormatan Negara

Selain panen raya nasional, agenda tersebut juga diisi dengan penganugerahan tanda kehormatan negara kepada sejumlah tokoh dan pelaku sektor pertanian yang dinilai berjasa dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

Penganugerahan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wirakarya, yang ditandatangani di Jakarta pada 7 Januari 2026.

Baca juga Memahami Alur Sengketa Informasi Publik: Panduan Penegakan Transparansi Berdasarkan UU KIP

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, atas kepemimpinan, dedikasi, dan perannya dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional serta melakukan reformasi sektor pertanian secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bintang Jasa Pratama dianugerahkan kepada Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, sebagai simbol penghargaan negara kepada petani yang secara konsisten menjaga produktivitas pangan dari sektor hulu.

Adapun Bintang Jasa Nararya diberikan kepada Bobby Irfan Effendi, penyuluh pertanian Kabupaten OKU Timur, serta Winarto dari Poktan Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi, atas pengabdian dan peran aktif mereka dalam pendampingan petani serta penguatan kelembagaan pertanian di daerah.

Baca juga KPK Dalami Peran Ketua Umum Hiswana Migas Terkait Proses Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina

Satyalancana Wirakarya untuk Tokoh Lintas Sektor

Presiden RI juga menganugerahkan Satyalancana Wirakarya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Mereka antara lain:

  • Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI),
  • Setyo Wahono, Bupati Bojonegoro,
  • Aep Syaepuloh, Bupati Karawang,
  • AKBP Toni Kasmiri, Kapolres Lampung Selatan,
  • AKBP Yugi Bayu Hendarto, Kapolres Garut,
  • Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, Wakil Asisten Teritorial Kodam XVIII/Kasuari,
  • Letkol Czi. Dili Eko Setyawan, Dandim Merauke.
  • Don Muzakir, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia,
  • Mugi Raharjo, Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro,
  • Aseng, Poktan Ciraden Kabupaten Cianjur,
  • Nurul Hadi, Poktan Sri Ki Lamaran Kabupaten Indramayu.

Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Dalam rangkaian agenda nasional tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan capaian strategis pemerintah terkait cadangan beras nasional. Dalam Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Presiden menyatakan bahwa cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini telah mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui rekor pada era Presiden Soeharto.

Kepala Negara menegaskan bahwa capaian ini menjadi fondasi kuat untuk mempercepat target swasembada pangan nasional yang sebelumnya ditargetkan tercapai dalam waktu empat tahun, namun kini optimistis dapat terwujud bahkan pada tahun pertama pemerintahan.

Baca juga KPK Dalami Peran Ketua Umum Hiswana Migas Terkait Proses Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina

Komitmen BPP Ciwaru dan Pemdes Sagaranten

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan daring ini, BPP Kecamatan Ciwaru dan Pemerintah Desa Sagaranten menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan nasional di bidang pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat peran penyuluh, serta mendorong kesejahteraan petani di tingkat desa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Ciwaru untuk terus bersinergi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari kontribusi nyata daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional.

BPP Kecamatan Ciwaru dan Pemdes Sagaranten Ikuti Kegiatan Daring Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan

(Deden)

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Perdana Di Tahun 2026

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO I ) Kabupaten Sukabumi, menggelar acara santunan perdana di tahun 2026. Acara berlangsung di Sekretariat DPD IWO Indonesia, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A 06, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (02/01/2026).

Acara santunan ini merupakan salah satu program DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Dalam acara ini, DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan kepada 30 anak-anak yatim piatu.

"Acara santunan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan bantuan. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Heriyadi, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Menyibak Tabir 2026: 7 Prediksi Mendebarkan Baba Vanga, dari Eskalasi Global hingga Kontak Antariksa

Heriyadi pun mengucapkan terimakasih kepada para donatur sehingga program rutin DPD IWO Indonesia dapat terlaksana dengan lancar.

"Terimakasih buat para donatur dan semua yang terlibat dalam acara santunan yang menjadi salah satu program kami. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda, aamiin," ucapnya.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial dan kemasyarakatan di tahun 2026, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Gelar Santunan Perdana Di Tahun 2026

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO I ) Kabupaten Sukabumi, menggelar acara santunan perdana di tahun 2026. Acara berlangsung di Sekretariat DPD IWO Indonesia, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A 06, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (02/01/2026).

Acara santunan ini merupakan salah satu program DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Dalam acara ini, DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan kepada 30 anak-anak yatim piatu.

"Acara santunan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan bantuan. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Heriyadi, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Jaga Mitigasi Nataru, Densus 88 Tangkap 7 Tersangka Teroris Jaringan NII dan Ansharuh Daulah

Heriyadi pun mengucapkan terimakasih kepada para donatur sehingga program rutin DPD IWO Indonesia dapat terlaksana dengan lancar.

“Terimakasih buat para donatur dan semua yang terlibat dalam acara santunan yang menjadi salah satu program kami. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda, aamiin,” ucapnya.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial dan kemasyarakatan di tahun 2026, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

(Rama)

Bupati Sukabumi Monitoring Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda Menjelang Pergantian Malam Tahun Baru 2026

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., melakukan monitoring Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda pada malam pergantian tahun baru 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (31/12/2025).

Kunjungan ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan pergantian malam tahun baru.

Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada semua unsur yang terlibat dalam pengamanan, termasuk kepolisian, perhubungan, PU, kesehatan, pramuka, dan pihak lainnya yang terlibat dalam pengamanan libur Nataru.

"Kami sangat mengapresiasi atas kerja keras semua pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga kondisi aman dan kondusif ini dapat terus terjaga," ujarnya.

Baca juga Dalam Rangka Ops Lilin Lodaya 2025, Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda Gelar Apel Gabungan Kesiapan Pergantian Malam Tahun Baru 2026

Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda telah disiagakan sebelum menjelang libur Nataru dengan melibatkan berbagai unsur untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Bupati berharap, masyarakat dapat menikmati libur di penghujung tahun dan merayakan pergantian malam tahun baru dengan bijak dan tetap selalu waspada.

“Selamat tahun baru 2026 bagi seluruh masyarakat, jaga selalu keamanan dan ketertiban dengan mematuhi segala aturan agar tercipta suasana yang kondusif sehingga kita semua dapat menikmati libur diakhir tahun ini dengan penuh kebahagiaan dan kenyamanan,” pungkasnya.

Kondisi lalu lintas di Exit Tol Parungkuda dilaporkan aman dan lancar, tanpa mengalami kemacetan. Masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi aturan dan menjaga keselamatan bersama.

(Rama)

Refleksi Akhir Tahun 2025: Jawa Barat Kukuhkan Posisi sebagai Provinsi Terinovatif dan Pelopor

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR-– Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup tahun 2025 dengan capaian strategis yang memperkuat posisinya sebagai lokomotif pembangunan nasional.

Melalui kepemimpinan yang berfokus pada digitalisasi, infrastruktur kerakyatan, dan ketahanan iklim, Jawa Barat berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil serta pengakuan luas di kancah internasional.

1. Supremasi Inovasi: Juara Umum IGA 2025
Jawa Barat dinobatkan sebagai Provinsi Terinovatif Peringkat Pertama Nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 oleh Kementerian Dalam Negeri. Skor kematangan inovasi Jabar melonjak ke angka 84,92 dengan 200 inovasi unggulan.

Dua program yang menjadi sorotan utama adalah:

  1. New Sambara (Samsat Mobile Jabar): Inovasi digital yang diproyeksikan menyumbang pendapatan daerah hingga Rp1,1 triliun pada akhir 2025.
  2. Apartemen Transit: Program hunian layak dan pemberdayaan ekonomi bagi warga berpenghasilan rendah yang menjadi rujukan nasional.

Baca juga Dorong Efisiensi Anggaran dan Tekan Polarisasi, Gerindra Dukung Pilkada Lewat DPRD

2. Pengakuan Global untuk Aksi Iklim
Jawa Barat meraih penghargaan internasional Climate Action Award 2025 dalam ajang Investing on Climate Award. Jabar unggul di antara 18 negara peserta berkat keberhasilan mengintegrasikan investasi hijau, pelestarian hulu sungai, dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

3. Ekonomi Tumbuh 5,2% dan Fokus Kesejahteraan
Meski menghadapi tantangan global, Pemprov Jabar menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 5,2%. Keberhasilan ini didukung oleh relokasi anggaran strategis sebesar Rp4 triliun yang dialokasikan untuk:

  • Infrastruktur “Jalan Leucir”: Percepatan perbaikan jalan provinsi hingga pelosok desa.
  • Jabar Caang: Target elektrifikasi 100% masyarakat Jawa Barat.
  • Ketahanan Pangan: Modernisasi pertanian untuk swasembada padi dan penguatan peran kader desa dalam penanganan stunting serta renovasi Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni).

4. Tata Kelola Pemerintahan Terbaik
Konsistensi dalam pelayanan publik membawa Jawa Barat mempertahankan predikat Pemerintah Daerah Berkinerja Terbaik dalam SPM Awards 2025. Hal ini membuktikan komitmen pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.

Pernyataan Gubernur Jawa Barat:
“Tahun 2025 adalah tahun pembuktian bahwa riset dan inovasi adalah kunci pembangunan. Meskipun banyak tantangan, kita berhasil membuktikan bahwa Jawa Barat bukan hanya besar secara populasi, tapi juga besar dalam gagasan dan aksi nyata. Fokus kita di 2026 adalah memastikan manfaat pembangunan ini terasa hingga ke dapur rumah tangga rakyat.”

Tentang Pemerintah Provinsi Jawa Barat:

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mewujudkan visi “Jabar Istimewa” melalui transformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, dan pembangunan inklusif yang menjaga kearifan lokal serta kelestarian lingkungan.

Sumber :
Biro Komunikasi dan Informasi Publik (IKP)
Provinsi Jawa Barat

Tak Hanya Soal Keselamatan, Water Park Majalaya Diduga Bermasalah Lingkungan

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Rentetan insiden kecelakaan yang menimpa pengunjung di sebuah water park di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, mengindikasikan adanya persoalan serius dalam tata kelola keselamatan dan sistem pengawasan pengelola.

Tak hanya dari aspek keselamatan pengunjung, operasional wahana air tersebut juga mulai disorot dari sisi lingkungan hidup, khususnya terkait pemanfaatan air tanah serta pengelolaan limbah air kolam renang.

Sejumlah orang tua pengunjung mengungkapkan bahwa insiden kecelakaan bukan terjadi satu kali, melainkan berulang. Salah seorang pengunjung menuturkan anaknya mengalami luka serius pada kaki akibat terkena pecahan keramik tajam di area kolam.
“Anak saya terluka parah sampai pendarahan karena keramik yang pecah. Saya minta dibawa ke klinik, tapi tidak ditanggapi pihak pengelola,” ujarnya kepada media.

 

Menurut pengunjung, di beberapa titik kolam renang ditemukan keramik pecah yang membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak. Minimnya pengawasan aktif di area kolam dinilai menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan.
“Kalau hanya satu kejadian mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sering. Pengunjung anak-anak banyak, sementara pengawas tidak sebanding,” kata salah satu orang tua lainnya.

Pada Selasa (30/12/2025), rombongan pengajian anak tingkat SMP asal Rancajigang dilaporkan mengalami insiden serupa. Salah satu pengunjung disebut mengalami kecelakaan dan meminta penanganan medis, namun permintaan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak pengelola.

Salah seorang pengunjung yang terluka (Poto : Dok.Jurnal Tipikor)

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait standar tanggap darurat yang diterapkan. Hingga kini, tidak terlihat adanya prosedur medis darurat yang jelas, termasuk mekanisme rujukan ke klinik atau kerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat.

Selain aspek keselamatan, penelusuran media juga menemukan tanda tanya besar terkait pengelolaan air dan limbah water park tersebut.

Baca juga Polres Madina Ungkap Kasus Narkoba Wira – Romadhon, Mila Masih Diburu

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan terbuka mengenai sumber air kolam renang—apakah menggunakan air tanah (sumur artesis) atau sumber lain—beserta izin pemanfaatannya.

Pengelolaan limbah air kolam yang mengandung klorin dan bahan kimia juga belum diketahui secara pasti. Padahal, usaha water park termasuk kategori pengguna air dalam jumlah besar yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat instansi terkait.

Tanpa sistem pengolahan limbah yang jelas, air bekas kolam berpotensi langsung dialirkan ke saluran umum atau lingkungan sekitar. Sejumlah warga mengaku menemukan ikan di kolam milik warga mati, yang diduga akibat aliran air buangan dari water park.
“Kami hanya melihat airnya mengalir keluar. Tidak pernah ada penjelasan air itu dibuang ke mana,” ujar seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca juga BRIN Pantau Aktivitas Sesar Lembang: Fenomena Kenaikan Gunung Batu dan Urgensi Mitigasi Bandung Raya

Minimnya keterbukaan tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan lintas instansi, baik dari sisi perizinan usaha, pemanfaatan air tanah, maupun pengelolaan limbah cair.

Hingga kini, tidak ditemukan informasi publik terkait audit lingkungan atau inspeksi berkala dari dinas teknis terkait.

Saat dikonfirmasi, Vena selaku pengelola water park membantah adanya kelalaian. Ia mengaku tidak menerima laporan resmi terkait luka serius maupun permintaan penanganan medis dari pengunjung.
“Kalau memang ada kejadian, seharusnya disampaikan langsung. Kami selalu ada di tempat,” ujarnya.

Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kesaksian sejumlah orang tua pengunjung yang mengaku telah menyampaikan keluhan secara langsung, meski tidak secara formal, namun tidak mendapatkan respons yang memadai.

Terkait penggunaan air dan pengelolaan limbah, hingga berita ini diturunkan pihak pengelola belum memberikan keterangan rinci mengenai izin sumur artesis, volume pemakaian air, maupun sistem pembuangan limbah kolam renang.

Baca juga Gotong Royong Bersama Warga, Sat Samapta Polres Sukabumi Bangun Jembatan Sementara di Desa Bojongsari Nyalindung

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah operasional water park di Majalaya telah memenuhi standar keselamatan publik dan kelayakan lingkungan? Pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUTR, DPMPTSP, serta instansi pengawas usaha, dinilai perlu segera melakukan audit menyeluruh dan terbuka.

Tanpa evaluasi dan pengawasan yang tegas, dikhawatirkan insiden serupa akan terus berulang dan potensi dampak lingkungan akan semakin meluas.

Media menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial, demi melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. (Tim)

Jamaah Tani Muhammadiyah Kuningan Gelar Peningkatan Kapasitas Dipangalengan Bandung

LKUNINGAN, JURNAL TIPIKOR–Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM Jatam (jamaah tani muhammadiyah) kabupaten kuningan melalui MPM (majlis pemberdayaan masyarakat) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan melakukan kunjungan kerja serta pelatihan pertanian organik di pangalengan Bandung. Senin (29/12/2025).

Peningkatan kapasitas tersebut melibatkan anggota aktif jatam dari penyuluh pertanian dan empat Desa, diantaranya Desa Sagarahiang, Sembawa, Kalapagunung dan Desa Cilowa, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan SDM khususya dalam pertanian organik, dan juga kepedulian terhadap lingkungan yang semakin hari tingkat kerusakan tanahnya terus meningkat sehingga berdampak pada hasil tani yang merugikan.

Ketua MPM PDM Kuningan Nunu Nugraha menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut MPM melalui Jatam dalam menunjukan keseriusannya untuk konsen dalam bidang pertanian juga tentunya untuk mengangkat derajat para petani.
“jangan sampai petani terus menerus mengeluh tentang harga murah tentang susahnya menjual hasil tani, keseriusan kami bukan sampai disitu tapi kami akan perjuangkan Pendidikan anak petani sehingga mereka mempunyai Pendidikan yang layak dan orang tuanya tidak risau lagi mengenai biaya sekolah” ujarnya.

Baca juga Polres Madina Ungkap Kasus Narkoba Wira – Romadhon, Mila Masih Diburu

Ia menjelaskan, JATAM akan berusaha untuk menjadi mitra bagi para petani dari mulai permodalan, alat produksi, bibit, sampai penjualan yang akan membantu petani jatam sehingga petani akan merasakan kebaikan dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.

Pimpinan Wilayah Jawa Barat sekaligus pelaku pertanian organik H. Usep mengatakan, menjadi petani itu harus cerdas dan bisa memprediksi nilai jual dan tepat terhadap apa yang akan kita tanami, sehingga kita dapat merasakan hasil yang sangat maksimal dan dapat mengurangi resiko kerugian dalam penjualan.

“Jadi petani itu harus cerdas jangan mau dibohongi, selain cerdas ingat kita juga harus Kerja keras sehingga apa yang kita kerjakan akan berbuah baik dan besar, terus jangan lupa kita sebagai petani harus ikhlas agar apa yang kita tanam dan hasilkan akan menjadi berkah dan halal, sebab mau besar atau kecil yang kita hasilkan bukan hanya untuk kita sendiri tetapi ada anak istri, tetangga, juga agama kita,” jelasnya.

Baca juga Gunakan Dana Bermasa, Pemdes Buluh Manis Salurkan Stimulus Perlengkapan Usaha bagi 35 Pelaku UMKM

Ketua Jatam Kabupaten Kuningan Yuda Kelana geni mengatakan , Jatam akan terus bergerak dalam kebaikan, kita akan buat petani menjadi pahlawan pangan yang sesungguhnya, dan Muhamadiyah akan terus menjadi kapal yang membawa penumpangnya menuju jalan yang baik.

“Petani Jatam kuningan akan mengedepankan oraganik sehingga bisa menekan biaya produksi, penguruh Jatam kabupaten Kuningan juga akan memeberikan yang trbaik untuk petani kabupaten kuningan, salah satunya memeberikan program beasiswa Kuliah untuk anak buruh tani semoga degnan program ini akan memeberikan dampak positif untuk sumber daya manusia di kabupaten kuningan dan Jatam kuningan akan selalu bersinergi dngan kementrian pertanian dan mengawal suasembada pangan, ujarnya,”

(Deden)

Gotong Royong Bersama Warga, Sat Samapta Polres Sukabumi Bangun Jembatan Sementara di Desa Bojongsari Nyalindung

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Kepolisian Resor Sukabumi melalui Satuan Samapta bersama masyarakat dan unsur pimpinan Kecamatan Nyalindung membangun jembatan sementara yang menghubungkan Kampung Karikil dan Kampung Lebak Muncang, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/12/2025).

Pembuatan jembatan darurat tersebut dilakukan sebagai upaya cepat mengatasi kondisi terisolirnya warga Kampung Karikil yang mencakup dua kedusunan akibat jembatan sebelumnya rusak diterjang bencana alam. Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan dapat memulihkan kembali akses mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari.

Kasat Samapta Polres Sukabumi AKP Dadi, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Pembuatan jembatan sementara ini merupakan langkah cepat agar aktivitas warga yang sempat terhambat bisa kembali berjalan. Kami hadir bersama masyarakat dan pemerintah setempat untuk membantu semaksimal mungkin,” ujar AKP Dadi.

Baca juga Gerak Cepat, Sat Samapta Polres Sukabumi Bersihkan Material Banjir dan Longsor di Nyalindung

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan dan gotong royong seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan darurat tersebut.
“Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Pembangunan jembatan sementara ini adalah wujud nyata kepedulian dan komitmen kami untuk membantu masyarakat agar tidak terisolir,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu, serta menjaga keselamatan bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Kecamatan Nyalindung, Kepala Desa Bojongsari, serta masyarakat setempat yang bersama-sama bergotong royong dalam proses pembangunan jembatan sementara demi kepentingan bersama.

(Rama)

Gerak Cepat, Sat Samapta Polres Sukabumi Bersihkan Material Banjir dan Longsor di Nyalindung

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Personel Satuan Samapta Polres Sukabumi bergerak cepat melakukan pembersihan material banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan pembersihan dilakukan pada sejumlah titik yang terdampak, terutama jalan dan lingkungan permukiman warga yang tertutup lumpur, bebatuan, serta material kayu hasil longsoran. Personel Sat Samapta bersama unsur Polsek Nyalindung dan warga setempat bahu-membahu membersihkan material agar akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H.,S.I.K.,M.Si.,menyampaikan bahwa respon cepat ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana alam.

“Kami langsung mengerahkan personel Sat Samapta untuk membantu penanganan pascabencana di Nyalindung. Ini adalah wujud komitmen Polres Sukabumi untuk memberikan pelayanan dan bantuan cepat kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Kapolres.

Baca juga Rutan Manna Ciptakan Suasana Humanis Pegawai dan WBP, Melalui Perlombaan Akhir Tahun

Ia juga menambahkan bahwa selain pembersihan material, personel di lapangan turut memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

Sementara itu, Kapolsek Nyalindung menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat sangat membantu percepatan penanganan di lokasi terdampak.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, material banjir dan longsor dapat segera dibersihkan sehingga akses jalan kembali bisa dilalui dan situasi mulai berangsur normal,” ungkapnya.

Polres Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.

(Rama)