Perda Baru Soal Cagar Budaya, DPRD Kota Bandung Ingin Beri Kepastian Hukum bagi Pemilik

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR–- Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono S.Si., S.H., dan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandung, drg. Maya Himawati, Sp.Orto., menghadiri Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya di Hotel Mercure City, Bandung, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menampung masukan dari para pemangku kepentingan cagar budaya di Kota Bandung. Mengingat saat ini sedang terjadi transisi dari Perda menuju Peraturan Wali Kota (Perwal), masukan-masukan ini menjadi sangat penting.

“Kita mengundang para stakeholder yang difasilitasi oleh kedinasan, terkait poin-poin apa yang perlu dimasukkan. Karena kedetailannya bisa saja tidak ada di Perda,” kata Iman.

Baca juga KPK Jadwalkan Pemeriksaan Orang Terdekat Mantan Menag Terkait Kasus Korupsi Haji

Menurut Iman, Perda sebelumnya menyebutkan adanya 1.770 situs dan bangunan yang diduga merupakan cagar budaya. Namun, masyarakat yang menjadi pemilik atau pengelola cagar budaya tersebut membutuhkan kepastian terkait status bangunannya.

“Sekarang posisinya baru diduga objek yang masuk cagar budaya, artinya tim akademisi dan tim terkait harus segera follow up. Apakah ini betul secara kajiannya atau tidak,” jelasnya.

Insentif dan Penyelamatan Cagar Budaya
DPRD berharap para pemilik atau pengelola cagar budaya bisa mendapatkan insentif, seperti pembebasan atau pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Heritage (cagar budaya) ini bagian dari identitas dan jati diri Kota Bandung, jadi kita berharap perda yang baru ini menjadi payung hukum yang jelas bagi seluruh warga Kota Bandung,” ujarnya.

Baca juga Wali Kota Bandung Berhentikan Sementara Kadispora Eddy Marwoto

Mengenai kondisi cagar budaya saat ini, Iman mengakui banyak bangunan yang sudah tidak bisa diselamatkan di sejumlah wilayah seperti Cipaganti, Cihampelas, dan Jalan Riau.

Namun, ia menegaskan bahwa upaya penyelamatan dari bangunan yang masih ada harus diutamakan, seperti di kawasan Asia-Afrika.

“Beberapa yang bisa kita selamatkan harus diselamatkan. Kita berharap penyelamatan dari yang eksisting dulu,” katanya.

Baca juga Muhammad Farhan dan Hermawan Kartajaya Bicara Masa Depan Bandung di Akhir Bandung Marketing Week 2025

Selain itu, dewan juga mendorong agar 1.770 cagar budaya tersebut segera diklasifikasikan ke dalam golongan A, B, atau C.

“Nah itu sesuai dengan prioritas, harapannya statusnya diperjelas, apakah nanti berdampak hukum, apakah ada unsur kerugian yang harus dikembalikan, atau lain sebagainya,” tutup Iman.

(Humas DPRD Kota Bandung)

Wali Kota Bandung Berhentikan Sementara Kadispora Eddy Marwoto

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi memberhentikan sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandung, Eddy Marwoto.

Keputusan ini diambil setelah Eddy Marwoto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Pramuka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Pemberhentian sementara ini telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Dalam Negeri, serta surat resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diterbitkan sebelum 20 Agustus 2025.

“Status kepegawaiannya (Eddy Marwoto) sudah diberhentikan sementara. Saya sudah tanda tangan sejak ada penetapan tersangka,” ujar Wali Kota Farhan usai melantik 89 pejabat di Plaza Balai Kota Bandung, Senin.

Baca juga Muhammad Farhan dan Hermawan Kartajaya Bicara Masa Depan Bandung di Akhir Bandung Marketing Week 2025

Untuk mengisi kekosongan posisi Kadispora, Wali Kota Farhan menunjuk Sigit Iskandar sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora. Sigit yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dispora, dilantik bersama puluhan pejabat lainnya.

Eddy Marwoto ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Juni 2025. Ia diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana hibah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bandung untuk tahun anggaran 2017, 2018, dan 2020 senilai total Rp6,5 miliar.

Selain Eddy, Kejati Jawa Barat juga menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus ini, yaitu mantan Kadispora Kota Bandung Dodi Ridwansyah, mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, serta mantan Ketua Harian Kwarcab Pramuka Bandung Deni Nurhadiana Hadimin.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG INGATKAN PENTINGNYA SIFAT KEPEMIMPINAN RASUL UNTUK BEKAL DUNIA AKHIRAT

Keempatnya kini ditahan di Rutan Kebon Waru Bandung. Mereka diduga menggunakan dana hibah tidak sesuai peruntukannya, termasuk untuk honor fiktif pengurus Pramuka dan membuat laporan pertanggungjawaban palsu.

Akibat perbuatan ini, negara ditaksir mengalami kerugian hingga 20 persen dari total dana hibah yang telah dicairkan. “Jadi diberhentikan sementara. Kalau ternyata di pengadilan nanti ada sesuatu, kita belum tahu hasil akhirnya,” tutup Wali Kota Farhan.

(Her)

Nina Fitriana dan Sendi Lukmanulhakim Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kota Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR–— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung hari ini menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/janji untuk melantik dua anggota baru melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW). Mereka adalah Nina Fitriana Sutadi, S.IP., M.IP. dan Sendi Lukmanulhakim, S.H., yang akan melanjutkan sisa masa jabatan 2024-2029.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta seluruh Anggota DPRD Kota Bandung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, dan unsur Forkopimda.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat Nomor: 171/Kep.379-Pemotda/2025 dan Nomor: 171/Kep.380-Pemotda/2025 yang diterbitkan pada tanggal 15 Juli 2025.

Baca juga Muhammad Farhan dan Hermawan Kartajaya Bicara Masa Depan Bandung di Akhir Bandung Marketing Week 2025

Nina Fitriana Sutadi dan Sendi Lukmanulhakim akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati oleh H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., dan H. Riantono, S.T., M.Si., dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Dalam tugas barunya, Sendi Lukmanulhakim akan menjabat sebagai anggota Komisi II, sementara Nina Fitriana Sutadi akan bertugas di Komisi III DPRD Kota Bandung.

“Kepada Bapak Sendi Lukmanulhakim dan Ibu Nina Fitriana Sutadi yang baru saja disumpah menjadi Anggota DPRD Kota Bandung, kami atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kota Bandung menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas,” ujar AsepMulyadi.

“Semoga kepercayaan yang diberikan kepada Saudara dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena setiap kepercayaan mengandung konsekuensi pertanggungjawaban, tidak hanya kepada yang memberi kepercayaan, tetapi terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Profil Singkat Anggota DPRD Baru

  • Nina Fitriana Sutadi, S.IP., M.IP.
    Lahir di Bandung, 29 Agustus 1979, Nina merupakan seorang wiraswasta, mentor, dan MC. Ia lulus dari FISIP Unpad dan Ilmu Pemerintahan Unla. Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi, termasuk Pemuda ICMI Jawa Barat, KNPI Jawa Barat, dan Banteng Muda Indonesia Jawa Barat. Saat ini, Nina menjabat sebagai Ketua RW 18 di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan.
  • Sendi Lukmanulhakim, S.H.
    Lahir di Bandung, 8 Mei 1983, Sendi saat ini tinggal di Kiaracondong, Bandung. Ia dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, olahraga, dan kegiatan sosial kemanusiaan.

Perubahan susunan keanggotaan ini akan segera diresmikan melalui Keputusan DPRD Kota Bandung tentang Pembentukan Susunan dan Keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan Kota Bandung.

(Humas DPRD Kota Bandung)

Muhammad Farhan dan Hermawan Kartajaya Bicara Masa Depan Bandung di Akhir Bandung Marketing Week 2025

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Suasana Balai Kota Bandung pada Sabtu (23/8) pagi terasa berbeda. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, terlihat berjalan santai beriringan dengan Founder & Chair MCorp,

Hermawan Kartajaya. Sambil mengitari area balai kota, keduanya terlibat dalam percakapan akrab yang mencakup perjalanan Bandung Marketing Week (BMW) 2025 dan masa depan Kota Bandung.

Semangat Anak Muda dan Keterbukaan Kota

Hermawan Kartajaya mengawali percakapan dengan merefleksikan rangkaian acara BMW yang telah digelar sejak 20 Agustus 2025.

“Ini hari terakhir dari Bandung Marketing Week, Pak Wali. Mulai dari Campus Day, Corporate Day, sampai Holiday,” ujar Hermawan.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG INGATKAN PENTINGNYA SIFAT KEPEMIMPINAN RASUL UNTUK BEKAL DUNIA AKHIRAT

Ia memuji antusiasme anak muda Bandung yang dianggapnya sangat terbuka terhadap berbagai budaya, termasuk tren Korea yang sedang populer. “Itu bukti Bandung ini kota yang terbuka pada semua culture,” tambahnya.

Pemimpin yang Jujur dan Bertanggung Jawab

Dalam perbincangan itu, Hermawan juga mengapresiasi sikap Muhammad Farhan yang berani menunjukkan realitas kota, baik sisi positif maupun negatifnya.

“Saya lihat tadi Bapak tunjukkan trotoar yang rusak karena akar pohon, juga ada pelanggaran pemasangan baliho sembarangan. Artinya, Bapak menunjukkan kenyataan, the good and the bad of Bandung,” kata Hermawan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Farhan dengan tenang menjelaskan bahwa pembenahan kota harus dimulai dari lingkungan pemerintahan.

“Sebelum saya meminta masyarakat berbenah, saya harus menata dulu apa yang ada di lingkungan pemerintah kota. Pemkot Bandung harus jadi model, leading by example,” tegasnya.

Baca juga Pemerintah Kota Bandung Diminta Ambil Tindakan Atasi Kerawanan di Jalan Sekejati

Menjawab Tantangan dan Menerjemahkan Ambisi Nasional
Percakapan berlanjut mengenai tantangan lima tahun ke depan, terutama dengan ambisi besar Presiden Prabowo yang menurut Hermawan harus diterjemahkan oleh semua daerah, termasuk Bandung.

Farhan sepakat, “Pemerintah kota sekarang diuji langsung oleh masyarakat. Jadi kami harus serius menjawab tantangan itu.”Percakapan ringan tersebut sekaligus menutup rangkaian BMW 2025 dengan nuansa reflektif.

Hermawan menyatakan kepuasannya terhadap acara tahun ini dan berjanji akan kembali mengadakan event serupa tahun depan.

“Tahun depan pasti bikin lagi, karena hasilnya memuaskan. Apalagi, baru kali ini ada wali kota yang datang tiga kali dalam empat hari,” ucapnya sambil tersenyum.

Bagi Wali Kota Farhan, kehadiran BMW bukan sekadar event pemasaran, melainkan ruang belajar dan kolaborasi yang berharga.

“Kita belajar dari realitas kota, dari masyarakat, dan dari mitra seperti BMW. Ini akan jadi energi baru untuk Bandung,” pungkasnya.

(Humas Kota Bandung/Red)

WAKIL WALI KOTA BANDUNG INGATKAN PENTINGNYA SIFAT KEPEMIMPINAN RASUL UNTUK BEKAL DUNIA AKHIRAT

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR–– Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk meneladani sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai bekal untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

Hal ini disampaikan dalam acara Milad ke-3 komunitas pemuda Al-Qur’an, Oneshaf, di Masjid Nurul Iman Sukaluyu, Kota Bandung, pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Erwin menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang mampu menyejahterakan umatnya.

“Sebagai pemimpin, wajib memiliki sifat yang mampu menyejahterakan umatnya. Harus adil, toleransi, berimbang, dan berani,” ujarnya.

Baca juga Pemerintah Kota Bandung Diminta Ambil Tindakan Atasi Kerawanan di Jalan Sekejati

Ia menambahkan, pemimpin harus menerapkan empat sifat Rasulullah, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathonah (cerdas).

Menurutnya, keempat sifat ini adalah fondasi penting dalam kepemimpinan.
“Dalam visi misi Bandung Utama, salah satunya adalah Agamis.

Kami menguatkan agama bersama para kiai, ulama, ustaz, hingga jajaran Forkopimda,” kata Erwin, menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama.

Baca juga KPK Ungkap Aliran Dana Hingga Rp69 Miliar di Kasus Korupsi Kemenaker

Erwin juga menyebutkan bahwa total ada delapan sifat yang wajib dimiliki seorang pemimpin. Empat di antaranya adalah sifat Rasul, dan empat lainnya merupakan sifat yang harus dimiliki pemimpin dalam masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana acara, Iyank Suherman, mengungkapkan bahwa Milad ke-3 ini merupakan momentum rasa syukur sekaligus evaluasi untuk melahirkan langkah dakwah yang lebih kokoh dan penuh keberkahan.

“Insyaallah, dengan umur ke-3 ini, Oneshaf bisa lebih bermanfaat dan melahirkan langkah dakwah yang lebih berkah,” harapnya.

(Humas Kota Bandung)

Pemerintah Kota Bandung Diminta Ambil Tindakan Atasi Kerawanan di Jalan Sekejati

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Jalan Sekejati, yang terletak di Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, menjadi sorotan menyusul laporan warga mengenai sejumlah kerawanan yang mengganggu ketertiban dan keamanan.

Kurangnya penerangan jalan dan keberadaan kelompok anak-anak sekolah yang berkumpul hingga larut malam disebut sebagai dua masalah utama yang berkontribusi pada peningkatan aksi kriminal di area tersebut.

Menurut laporan yang dihimpun dari warga setempat, kondisi jalan yang gelap gulita akibat minimnya penerangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) membuat area ini rentan terhadap tindak kejahatan.

Baca juga KPK Ungkap Permintaan Uang Eks Wamenaker IEG untuk Renovasi Rumah

Warga yang diwakili oleh Bapak Endang (nama samaran), melaporkan bahwa sering terjadi kasus penjambretan, penodongan, dan keributan antar kelompok muda, hal tersebut disampaikan kepada Jurnal Tipikor, Minggu (24/8).

Menanggapi situasi ini, masyarakat meminta perhatian serius dari pihak berwenang. Permintaan utama yang diajukan adalah pemasangan PJU di sepanjang Jalan Sekejati hingga ke wilayah Cidurian.

Selain itu, warga juga mendesak aparat keamanan untuk mengintensifkan patroli guna meningkatkan kehadiran dan pengawasan di area tersebut.

Baca Juga Pelepasan Calon Mahasiswa Rumah Tani Angkatan Ke-10 di Desa Petani, Sebagai Kelanjutan Program Beasiswa dari Kementerian Pertanian

Laporan ini menjadi desakan bagi Pemerintah Kota Bandung dan pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret.

Pemasangan PJU dan peningkatan patroli diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di Jalan Sekejati dan sekitarnya.

(Her)

Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya HUT ke-80 Provinsi Jawa Barat

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Kirab Budaya memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Barat yang dipusatkan di Kota Bandung, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan arak-arakan seni, budaya, hingga atraksi kuda dan kereta kencana dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Arak-arakan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini mengambil rute dari Gedung Merdeka hingga Gedung Sate. Barisan kirab melewati sejumlah jalan protokol di pusat kota, seperti Jalan Dr. Ir. Soekarno, Jalan Naripan, Jalan Braga, dan berakhir di Jalan Diponegoro.

Baca juga Disdagin Gelar Bazar Murah 2025, Warga Cibeunying Kidul Tetap Antusias Meski Hujan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandung sebagai lokasi perayaan.

“Kita bersyukur Bandung menjadi tempat perayaannya. Kita berusaha sekeras mungkin menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan,” ujar Farhan saat memantau jalannya kirab dari Bandung Command Center.

Ia menjelaskan bahwa tim kebersihan telah disiagakan untuk membersihkan jalur kirab, meskipun pergerakannya sempat terhambat padatnya arus kendaraan.

Baca juga KPK: Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Prosedur yang Harus Dijalankan, Meski Dinilai Kurang Adil

Farhan juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas terkait pengaturan lalu lintas.
Untuk menjaga kelancaran acara, Dinas Perhubungan Kota Bandung menerapkan sistem buka-tutup di 21 persimpangan yang dilalui kirab.

Dalam acara ini, Kota Bandung turut memeriahkan kirab dengan mengirimkan 110 personel, termasuk penari, musisi, dan peserta dengan kostum karnaval. Selain itu, Kota Bandung juga menyiapkan satu kereta kencana dan dua delman.

Farhan menambahkan bahwa perayaan HUT ke-80 Jawa Barat ini merupakan momentum penting untuk mewujudkan visi Jawa Barat Istimewa.

Baca juga KEJAKSAAN TINGGI JAWA TIMUR GELEDAH EMPAT LOKASI TERKAIT KASUS KORUPSI PT DABN

Ia juga membocorkan rencana perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) yang akan segera tiba, dengan puncak acara berupa Asia Afrika Festival, Asia Afrika Youth Forum, dan konser bertajuk “Dari Bandung untuk Indonesia”.

Sebelumnya, Muhammad Farhan bersama Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung Merdeka.

(Humas Kota Bandung)

Disdagin Gelar Bazar Murah 2025, Warga Cibeunying Kidul Tetap Antusias Meski Hujan

BANDUNG – Hujan deras tak menyurutkan antusiasme warga Kecamatan Cibeunying Kidul untuk menghadiri Bazar Murah 2025 yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Salah satu warga, Cela, datang membawa payung besar dan kantong belanja. Ia mengaku sangat terbantu dengan selisih harga kebutuhan pokok yang ditawarkan di bazar ini.

“Selisihnya lumayan, ini meringankan banget buat kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. “Apalagi enggak terlalu jauh dari rumah (lokasi bazar), pasti dikejar kalau ada bazar seperti ini,” tambahnya penuh semangat.

Baca juga Meriah Peringatan HUT RI Ke-80 Di Desa Cimanggu, Berkat Kolaborasi Antara Pemdes Cimanggu Dengan PT. Bogorindo Cemerlang

Bazar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diadakan di 30 kecamatan di Kota Bandung. Tujuannya adalah untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan bahwa harga yang ditawarkan di bazar ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Contohnya, beras SPHP 5 kg dijual Rp60.000, padahal harga di pasar bisa mencapai Rp65.000-Rp70.000.

Komoditas lain yang juga dijual dengan harga terjangkau adalah minyak goreng kemasan premium Rp13.500 per liter, telur ayam ras Rp26.000 per kg, daging ayam Rp33.000 per kg, dan daging sapi segar Rp110.000 per kg.

Ronny menambahkan, kegiatan ini diadakan setiap hari secara bergilir di tiga kecamatan hingga 25 Agustus 2025. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bulog, BUMN, distributor, dan retail yang tergabung dalam Aprindo, termasuk Yogya, Borma, Lotte Grosir, Indomaret, dan Alfamart.

“Kami juga melibatkan UMKM unggulan di setiap kecamatan serta menghadirkan layanan tambahan seperti konsultasi NIB, sertifikasi halal, hingga HAKI bagi pelaku usaha,” ungkap Ronny.

Baca juga Kota Bandung Rayakan HUT ke-80 RI dengan Khidmat dan Penuh Makna

Wakil Walikota Bandung, Erwin, yang turut meninjau langsung bazar, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu warga mendapatkan harga lebih murah, tetapi juga merupakan strategi Pemkot Bandung untuk menjaga ketersediaan pangan.

“Tujuannya jelas, menekan inflasi dan memastikan stok pangan aman,” kata Erwin. “Masyarakat tidak perlu panik buying, karena kebutuhan pokok di Kota Bandung tercukupi,” tambahnya.

Pada hari yang sama, Bazar Murah 2025 juga digelar di beberapa titik lain, yaitu Halaman Masjid Al Imarot Jalan Inhoftank (Kecamatan Astanaanyar) dan Lapangan Aspol RW 09 Cipedes (Kecamatan Sukajadi).

Baca juga KPK Usut Permintaan Pembelian Aset dalam Kasus Pemerasan Izin TKA

Melalui bazar ini, Pemkot Bandung berharap warga dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dan merasa tenang karena kondisi pangan di Kota Bandung tetap terkendali.

(Humas Pemkot Bandung)

Bandung Gelar “Konser Merah Putih” dengan Format Big Band Jazz, Libatkan Delegasi dari Jepang

Bandung, JURNAL TIPIKOR— Hanya dalam hitungan jam, Plaza Balai Kota Bandung akan menjadi pusat perhatian lewat gelaran Konser Merah Putih pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB.

Konser ini menghadirkan 24 lagu perjuangan dan lagu daerah yang dibawakan dengan format unik Big Band Jazz Orchestra, yang didominasi instrumen tiup.

Konser ini terbuka untuk umum dan gratis. Sejumlah kepala daerah telah mengonfirmasi kehadiran mereka, termasuk Wali Kota Cimahi dan Wali Kota Sukabumi, yang dijadwalkan hadir tepat pukul 19.00 WIB.

Baca juga Menko PMK Pratikno Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo Terhadap Konstitusi UUD 1945

Kepala daerah lain, seperti Wali Kota Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, serta Tangerang Selatan, juga telah lebih dulu datang.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran empat perwakilan dari Kota Kawasaki, Jepang. Kehadiran delegasi dari luar negeri ini merupakan simbol persahabatan internasional dan mengukuhkan posisi Bandung sebagai kota yang terbuka, kreatif, dan dikenal di mata dunia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, menyebut Konser Merah Putih sebagai upaya meningkatkan jiwa patriotisme dan mempromosikan Kota Bandung sebagai pusat wisata dan kreatif.

“Kami berharap acaranya tertib, lancar. Tentu ini sajian istimewa dari Kota Bandung. Beberapa tamu, baik dari tingkat Jawa Barat hingga Kawasaki, Jepang, memastikan kehadirannya,” ujar Yayan.

Baca juga Saan Mustopa Sebut Wafatnya IGK Manila sebagai Kabar yang Sangat Mengejutkan

Sebelumnya, pada sesi latihan terakhir, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa seluruh persiapan telah rampung.

“Semua pengisi acara adalah artis lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa kualitas musisi di Kota Bandung sangat luar biasa,” kata Farhan”Insyaallah penampilan ini akan didokumentasikan dengan baik dan dilaporkan ke LMKN.”

Farhan juga mengajak masyarakat untuk hadir dan bernyanyi bersama. “Jangan lupa datang 18 Agustus mulai pukul 19.00 di Plaza Balai Kota. Saksikan langsung dan mari bernyanyi bersama,” ajaknya.

(Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Rayakan HUT ke-80 RI dengan Khidmat dan Penuh Makna

Bandung, JURNAL TIPIKOR — Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Kota Bandung berlangsung khidmat di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 17 Agustus 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bertindak sebagai Inspektur Upacara yang diikuti jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, hingga masyarakat.

Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung tagline “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Dalam sambutannya, Muhammad Farhan menegaskan bahwa tagline tersebut lebih dari sekadar rangkaian kata.

Menurutnya, tagline itu adalah ajakan untuk mempererat persatuan, menjaga kedaulatan, dan memastikan kesejahteraan rakyat sebagai kunci menuju Indonesia yang lebih maju.

“Makna kemerdekaan yang utuh tidak hanya berarti bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari kelaparan, sakit yang tidak tertangani, keterbatasan akses pendidikan, kesulitan ekonomi, dan ketidaklayakan tempat tinggal,” ujar Farhan.

Baca juga Tedi Setiadi, Legislator Dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Upacara HUT RI Ke-80 Di Museum Palagan Bojongkokosan

Kemerdekaan Seutuhnya Melalui Program Prioritas Nasional

Farhan menyoroti delapan dekade kemerdekaan sebagai momentum refleksi. Ia menyebut berbagai program prioritas nasional yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia sejalan dengan semangat kemerdekaan seutuhnya. Program-program tersebut antara lain:

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Ditargetkan menjangkau 17 juta penerima manfaat pada akhir 2025.
  • Cek Kesehatan Gratis (CKG): telah melayani 12 juta masyarakat.
  • Sekolah Rakyat: Menyediakan akses pendidikan baru.
  • Koperasi Desa Merah Putih: Memperkuat ekonomi rakyat.
  • Program 3 Juta Rumah: Menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Farhan, pencapaian ini adalah wujud nyata dari kemerdekaan. “Anak-anak kita lebih sehat, warga lebih produktif, pelajar kembali bersekolah, ekonomi desa bergerak, dan keluarga memiliki rumah yang layak,” katanya.

Apresiasi dan Ajakan untuk Berkarya Nyata

Wali Kota Farhan mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi menjadikan semangat HUT ke-80 RI sebagai dorongan untuk berkarya nyata. Ia memberikan contoh sederhana, “Langkah sederhana dapat dimulai dengan memasang bendera merah putih di rumah, sekolah, kantor, dan ruang publik. Setiap kibaran bendera adalah pernyataan cinta kepada Indonesia.”

Baca juga Mantan Ketua DPR Setya Novanto Bebas Bersyarat, Status Bebas Murni Mulai 2029

Farhan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada  “Paskibraka Kota Bandung” yang telah sukses menjalankan tugas pengibaran bendera dengan sempurna.

“Hasil latihan siang dan malam sungguh tidak percuma,” ucapnya. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada jajaran *Forkopimda dari TNI, Polri, dan Kejaksaan yang telah memastikan upacara berjalan lancar.

Momen pembacaan proklamasi, Pancasila, dan UUD 1945 berlangsung dengan khidmat dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Sebagai penutup rangkaian peringatan, Pemerintah Kota Bandung akan menggelar “Konser Merah Putih “pada Senin, 18 Agustus 2025 malam.

Acara ini akan menampilkan musisi terbaik Kota Bandung dengan sajian lagu perjuangan dan lagu daerah, sebagai wujud syukur dan pengingat makna kemerdekaan bagi seluruh warga.

(Humas Kota Bandung)