Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung Apresiasi Inovasi Program Warga Jaga Warga di Kelurahan Lebak Gede

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati P., S.H., M.H., menghadiri sosialisasi aplikasi Program Warga Jaga Warga di Kelurahan Lebak Gede pada Senin, 8 September 2025.

Program ini merupakan inisiatif yang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan solidaritas di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Radea Respati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas program inovatif ini.

“Program Warga Jaga Warga ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini. Aplikasi ini bukan hanya memudahkan komunikasi antara warga dan pemerintah, tetapi juga memperkuat rasa gotong royong serta meningkatkan kewaspadaan lingkungan,” ujar Radea.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia dan Tangkal Hoaks

Aplikasi ini dirancang sebagai sarana yang efektif untuk menampung laporan dari masyarakat mengenai berbagai permasalahan di lingkungan, mulai dari isu keamanan, sosial, hingga pelayanan publik.

Menurut Radea, penggunaan teknologi digital dalam program ini selaras dengan visi Kota Bandung yang modern dan partisipatif.

Lebih lanjut, Radea Respati juga menegaskan komitmen DPRD Kota Bandung untuk mendukung inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kami di DPRD Kota Bandung siap mendorong kebijakan yang mendukung digitalisasi pelayanan publik dan penguatan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Baca juga Muhammad Farhan Lantik 59 Anggota FKDM Kota Bandung, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Coblong dan Lurah Lebak Gede, jajaran perangkat kewilayahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga Kelurahan Lebak Gede.

Radea berharap, aplikasi ini dapat menciptakan kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat demi terwujudnya Kota Bandung yang aman, tertib, dan harmonis.

(Humas DPRD Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia dan Tangkal Hoaks

Bandung, JURNAL TIPIKOR— Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengingatkan pentingnya literasi media bagi para pelajar di era digital saat ini. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMP Negeri 30 Bandung, Senin (8/9).

Erwin menyoroti maraknya penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat memecah belah bangsa. “Narasi hoaks bisa memecah belah bangsa. Maka, jangan langsung percaya. Baca berita dengan teliti dan pastikan kebenarannya,” ujarnya.

Menurutnya, literasi digital adalah kemampuan esensial yang harus dimiliki semua orang, terutama para pelajar yang merupakan pengguna aktif media sosial. Ia menjelaskan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memverifikasi isi berita.

“Kita harus bisa memilah mana informasi yang benar dan mana yang palsu,” tegas Erwin.

Baca juga Muhammad Farhan Lantik 59 Anggota FKDM Kota Bandung, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program edukasi literasi digital.

“Kami ingin generasi muda Bandung cerdas bermedia. Jangan mudah termakan hoaks, karena dampaknya bisa merugikan banyak orang,” tambahnya.

Di sela-sela acara, Erwin juga menyampaikan pesan moral kepada para siswa. Ia mendorong mereka untuk tetap semangat belajar serta menghormati guru dan orang tua sebagai bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, kemampuan berpikir kritis dan sikap bijak dalam bermedia menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan zaman.

(Humas Kota Bandung)

Muhammad Farhan Lantik 59 Anggota FKDM Kota Bandung, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi melantik 59 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bandung untuk masa bakti 2025–2029 di Pendopo Kota Bandung, Senin (8/9/2025). Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem deteksi dini dan pencegahan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Farhan menekankan pentingnya peran FKDM dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas kota. Ia menilai, keberadaan forum ini sangat strategis, mengingat status Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat dan pusat aktivitas masyarakat.

Apresiasi dan Pesan untuk Pengurus Baru

Dalam sambutannya, Farhan memberikan apresiasi kepada pengurus FKDM periode 2020–2025 yang dinilai berhasil menjaga stabilitas kota di tengah berbagai tantangan berat, seperti wafatnya kepala daerah pada 2021 hingga kritik yang sempat menganggap kota berjalan tanpa kendali. Stabilitas ini, lanjutnya, tak lepas dari sinergi FKDM dengan forum lain, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

Baca juga Warga Padasuka Ajak Warga Bandung Menuju Nol Sampah

Menyinggung kerusuhan yang sempat terjadi akhir Agustus hingga awal September lalu, Farhan menegaskan bahwa meski sulit mengendalikan pola pikir seseorang, pemerintah dan masyarakat dapat mengantisipasi konflik sebelum meledak dan meminimalisir dampaknya.

Ia mencontohkan, siskamling warga yang digerakkan sejak 30 Agustus membuktikan kolaborasi warga dan pemerintah adalah benteng pertahanan yang paling efektif.

Kepada pengurus FKDM yang baru, Farhan menitipkan empat pesan penting:

  • Memberikan informasi dan analisis objektif sebagai dasar kebijakan pemerintah.
  • Menjalin komunikasi erat dengan partai politik, pesantren, dan rumah ibadah.
  • Peka terhadap isu ketahanan pangan, khususnya distribusi dan harga beras
  • Dekat dengan warga, mendengarkan aspirasi hingga tingkat RT dan RW.

“Saya minta FKDM jangan hanya menjadi bumper yang membuat kami di pemerintahan merasa aman. Sampaikan fakta apa adanya, sepahit apapun, agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan realita,” tegas Farhan.
Peran Penting FKDM dan Harapan Pemerintah

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung, M. Salman Fauzi, melaporkan bahwa 59 anggota FKDM yang dilantik berasal dari berbagai unsur, termasuk tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan akademisi.

Menurut Salman, FKDM diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merespons dinamika sosial secara cepat, tepat, dan akurat.

“Mereka juga harus menyampaikan informasi valid sebagai bahan pertimbangan kebijakan, mengembangkan jejaring informasi, serta menangkal hoaks, radikalisme, intoleransi, dan potensi gangguan keamanan lainnya,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Farhan berharap sinergi FKDM dengan pemerintah, FKUB, FPK, aparat keamanan, dan masyarakat akan menjadikan Bandung kota yang unggul, amanah, berorientasi pada kemajuan, dan berlandaskan nilai agamis.

“Selamat bertugas kepada seluruh pengurus baru FKDM Kota Bandung 2025–2029. Insyaallah, dengan kewaspadaan, kebersamaan, dan kolaborasi, kita jaga Bandung tetap kondusif dan tangguh menghadapi tantangan,” tutup Farhan.

(Her)

Warga Padasuka Ajak Warga Bandung Menuju Nol Sampah

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR-— Antusiasme luar biasa terlihat di Kelurahan Padasuka dalam acara Pazero Fest, sebuah gerakan kolaboratif untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung. Acara ini dipusatkan di Gedung Serbaguna RW 06 dan dimulai dengan apel pembukaan serta pemukulan gong yang menandai dimulainya kerja bakti massal.

Pazero Fest melibatkan ratusan warga dari 16 Rukun Warga (RW) yang bergotong-royong membersihkan tiga sungai, yaitu Sungai Cidurian, Sungai Ciharalang, dan Sungai Ciparungpung. Ketua pelaksana kegiatan, Adang Hidayat, menjelaskan bahwa Pazero Fest adalah inisiatif bersama dari ketua RW dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dengan dukungan penuh dari pihak kelurahan dan kecamatan.

“Kegiatan ini bukan hanya kerja bakti massal, tapi juga serangkaian acara seperti lomba kebersihan antar-RW, lomba daur ulang, dan lomba mewarnai untuk anak-anak,” ujar Adang.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Ia berharap Pazero Fest dapat menjadi tradisi tahunan yang mengakar kuat di Padasuka.

Padasuka, Pionir Kawasan Bebas Sampah (KBS)

Lurah Padasuka, Zimmi Muslim, mengungkapkan bahwa 16 RW di wilayahnya telah berhasil meraih kategori Kawasan Bebas Sampah (KBS) Pratama. Bahkan, dua RW (RW 02 dan RW 12) telah naik ke kategori Madya, dan RW 06 mencapai kategori Utama.

“Di RW 06, lebih dari 80 persen warga sudah memilah sampah. Kami bahkan sudah memiliki mesin insinerator, rumah maggot, bank sampah, dan ‘buruan pangan’ seperti kolam ikan,” jelas Zimmi.

Ia menambahkan, kolaborasi kuat antara kader PKK, posyandu, dan masyarakat menjadikan Padasuka sebagai percontohan bagi kelurahan lain di Kota Bandung.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turut mengapresiasi komitmen warga Padasuka. Menurutnya, kerja bakti ini adalah manifestasi nyata dari komitmen warga terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Padasuka menjadi pelopor gerakan nol sampah (Zero Waste) dengan paradigma baru, yaitu kolaborasi dan gotong royong,” tegas Erwin.

Penyerahan Alat Kebersihan & Rangkaian Acara Mendatang
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis alat kebersihan dari Pemerintah Kota Bandung kepada para ketua RW, sebagai bentuk dukungan atas gerakan warga.

Rangkaian acara Padasuka Festival akan terus berlanjut hingga 20 September 2025, dengan agenda puncak berupa karnaval budaya nusantara. Melalui acara ini, Kelurahan Padasuka meneguhkan posisinya sebagai pelopor gerakan Zero Waste berbasis komunitas di Kota Bandung. (ZIZ)

Kota Bandung Raih Penghargaan ASEAN, Jadi Teladan dalam Pengelolaan Air Bersih

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Kota Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota kreatif yang peduli lingkungan. Dalam ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award and 5th Certificates of Recognition (CoR), Kota Bandung berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Clean Water for Big Cities.

Penghargaan bergengsi ini diumumkan pada 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME) di Langkawi, Malaysia, pada 2–3 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh para Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN, pejabat senior, dan perwakilan kota penerima penghargaan, termasuk Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Bersama empat kota lain dari Indonesia—Kota Malang, Kota Padang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Banyumas—Kota Bandung menonjol dalam upaya mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, hijau, dan layak huni, sejalan dengan tujuan program ESC yang diinisiasi ASEAN sejak 2008.

Baca juga Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Konsistensi Menjaga Keberlanjutan Air
Penghargaan ESC diberikan kepada 10 kota dan CoR kepada 19 kota dalam lima kategori.

Bandung berhasil membuktikan konsistensi dalam penyediaan air bersih, kapasitas pasokan, pengelolaan sumber daya air, konservasi, dan edukasi masyarakat, yang menjadi kriteria ketat untuk kategori Clean Water for Big Cities.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kebanggaannya.

“Bandung merasa terhormat dinominasikan sebagai kota berkelanjutan yang ramah lingkungan. Sebagai wali kota, saya bangga memperkenalkan kota kami, pusat kreatif di Cekungan Bandung yang menjadi rumah bagi lebih dari 2,5 juta orang,” ungkapnya.

Farhan menambahkan, 91,68% penduduk Bandung kini memiliki akses terhadap air minum aman, dan 82,55% rumah tangga dilayani pengelolaan air domestik yang efektif.

“Menjaga air adalah menjaga kehidupan. Kami tanamkan nilai konservasi sejak dini melalui program sekolah, agar anak-anak tumbuh menjadi penjaga lingkungan,” tegas Farhan.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Pengakuan Internasional dan Komitmen ke Depan

Prestasi ini melengkapi serangkaian pengakuan internasional dan nasional yang telah diraih Kota Bandung, termasuk dari Circular City World 2024 dan penghargaan inovasi sanitasi berkelanjutan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Bandung bukan hanya kota kreatif, tetapi juga kota yang serius dalam menjaga masa depan lingkungannya.

“Kami akan terus melangkah maju untuk membangun Bandung yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan untuk Indonesia, untuk dunia,” tutup Farhan.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kota Bandung, tetapi juga menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.

Di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim, Bandung menunjukkan bahwa kota besar pun bisa menjadi teladan dalam tata kelola lingkungan, khususnya dalam penyediaan air bersih yang layak bagi warganya.

(Diskominfo kota Bandung)

Wali Kota Bandung Farhan Mendorong Gerakan Warga Jaga Warga dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia

Bandung, JURNAL TIPIKOR— Wali Kota Bandung, Farhan, melakukan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) ke tiga kelurahan pada Sabtu malam.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memantau keamanan, tetapi juga menjadi momen untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan.

Mulai pukul 19.30 WIB, rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, memulai kunjungan dari Kelurahan Merdeka, lalu melanjutkan ke Kelurahan Cihaurgeulis, dan terakhir ke Kelurahan Cikutra.

Baca juga WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

Wali Kota Farhan Tekankan Pentingnya Partisipasi Warga dalam Menjaga Keamanan

Dalam setiap kunjungannya, Wali Kota Farhan menekankan bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat.

“Bandung tidak mengenal zona merah. Yang menjaga keamanan bukan hanya aparat, tetapi juga warga. Prinsipnya adalah warga jaga warga, warga jaga kota,” ujar Farhan saat menyapa warga di RW 02 Kelurahan Merdeka.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Kegiatan Siskamling yang diintensifkan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Jawa Barat yang meminta seluruh daerah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Farhan menyebut bahwa semangat keguyuban warga Bandung adalah pertahanan terkuat untuk menjaga kota tetap kondusif. “Insyaallah dengan kebersamaan, Bandung akan selalu jadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.

Bantuan Sosial untuk Lansia, Bentuk Kepedulian di Tengah Pemulihan Ekonomi

Di sela agenda patroli, Farhan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial secara simbolis menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi para lansia.

Menurut Farhan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok yang paling rentan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya merata.

“Ekonomi memang mulai membaik, tetapi belum merata. Lansia adalah kelompok yang paling rentan, sehingga kita prioritaskan bantuan bagi mereka,” jelasnya.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekaligus Santunan Anak-Anak Yatim Piatu

Ia berharap dukungan sosial ini dapat memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi para orang tua di Bandung.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari warga dan tokoh masyarakat, yang menilai kehadiran langsung Wali Kota menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kota Bandung dalam melayani masyarakat secara merata.

Di Kelurahan Cihaurgeulis, Farhan bahkan disambut hangat oleh warga yang tengah merayakan HUT ke-80 RI dengan menggelar bazar, menunjukkan interaksi langsung dan positif antara pemimpin dan warganya.

(Red)

WAKIL WALI KOTA BANDUNG APRESIASI KREATIVITAS WARGA MANJAHLEGA LESTARIKAN WAYANG GOLEK DI HUT RI

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memberikan apresiasi tinggi kepada warga RW 14 Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, atas inisiatif mereka menampilkan kesenian wayang golek dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Acara yang digelar pada Jumat (5/9) malam tersebut dinilai sebagai bukti nyata komitmen warga dalam melestarikan budaya Sunda.

“Saya ucapkan terima kasih karena RW 14 melaksanakan peringatan kemerdekaan dengan menghadirkan wayang golek. Ini bentuk cinta budaya Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Erwin.

Baca juga KPK Dalami Status Mobil Mercedes-Benz Ridwan Kamil untuk Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Pentingnya Kolaborasi dan Gotong Royong

Selain mengapresiasi pelestarian budaya, Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong royong di kalangan warga, khususnya Karang Taruna. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Bandung yang berlandaskan kebersamaan.

“Pemuda RW 14 harus terus semangat, jadilah generasi yang tangguh. Insyaallah, doa orang tua akan selalu menyertai kalian untuk sukses dunia akhirat,” pesannya, mengingatkan agar generasi muda menjadi pribadi yang saleh, sukses, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Mengisi Kemerdekaan dengan Perjuangan Positif

Erwin juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan. Oleh karena itu, warga harus mengisi kemerdekaan dengan menjaga lingkungan, mencegah kemungkaran, dan mempererat tali silaturahmi.

“Insyaallah RW 14 bisa menjadi lingkungan yang rukun, kompak, dan menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur,” pungkasnya.

(Red)

Wali Kota Muhammad Farhan: Kekompakan Warga Benteng Utama Keamanan Kota Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat merupakan benteng utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bandung.

Hal ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan langsung ke tiga kecamatan, yaitu Mandalajati, Ujungberung, dan Arcamanik, pada Kamis malam (4/9/2025).

Dalam kunjungannya, Farhan mendorong semangat “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” di setiap lingkungan.

Ia menekankan bahwa sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat, seperti ronda malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling), telah terbukti sangat efektif untuk menciptakan kondisi yang kondusif.

“Prinsip ‘Warga Jaga Warga’ yang akan berujung pada ‘Warga Jaga Kota’ ini bentuknya siskamling, karena sudah terbukti paling ditakuti. Dengan siskamling, kita bisa melakukan deteksi dini dan pencegahan,” ujar Farhan.

Baca juga Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan tidak bisa bekerja sendirian. Peran serta masyarakat adalah kunci untuk memastikan keamanan kota tetap terjaga.

“Walaupun di Kota Bandung banyak polisi, ada Satpol PP, tapi kita tidak bisa meng-cover semua wilayah. Maka dari itu, kita memerlukan kerja sama dengan warga,” tambahnya.

Selama kunjungan, Farhan sempat berdialog dengan warga di RW 04 dan RW 06 Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, serta RW 05 Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung.

Baca juga KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek

Di hadapan warga, ia mengajak mereka untuk tidak terlena dengan suasana aman dan terus bersatu.
“Pertahanan terbaik Kota Bandung bukan hanya dari kepolisian, TNI, atau Satpol PP, tetapi kekuatan warga,” tegasnya.

Farhan melanjutkan monitoringnya ke Pos Kamling RW 14 Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, dan RW 03 Bojong Awi Kaler, Kecamatan Arcamanik. Ia mengaku bangga melihat semangat warga yang tetap siaga hingga larut malam.

“Sekarang sudah jam setengah 11, tapi warga masih bersemangat menjaga kota tercinta. Prinsip ‘Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota’ ini menjadi fondasi utama Bandung,” katanya.

Baca juga oKPK Buka Kemungkinan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud

Di akhir kunjungannya, Wali Kota Farhan juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim penghujan. Ia menutup pernyataan dengan kembali menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan.

“Mari kita teguhkan niat agar prinsip ‘Warga Jaga Warga’ terus dijalankan. Bandung akan selalu kuat karena kekompakan warganya,” pungkasnya.
Keterangan Tambahan

Dalam kunjungannya, Wali Kota Farhan didampingi oleh camat, lurah, tokoh agama, hingga anggota DPRD Kota Bandung.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini, menurutnya, menunjukkan bahwa semua pihak dapat berjalan bersama tanpa sekat, yang menjadi kekuatan utama Kota Bandung.
(Red)

Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., dan Anggota Bapemperda Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., menghadiri undangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam acara Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah Tahun 2025, di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu, 27 Agustus 2025.

Lewat acara ini, Kemendagri ingin pemerintah daerah untuk fokus pada penguatan produk hukum daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi mandiri. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi menilai acara ini bagi penting bagi pemerintah daerah.

“Jadi 3 hari ini di Kendari kita dapat undangan dari Kemendagri untuk melakukan rapat koordinasi terkait dengan produk hukum daerah. Acara ini sangat krusial mengingat perbedaan kemampuan fiskal setiap daerah,” tutur pria yang biasa disapa Kang Asmul itu.

Asep Mulyadi mengatakan, peraturan daerah (Perda) harus dirancang untuk membuka ruang bagi pelaku usaha swasta, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Ia meyakini bahwa dengan memberikan ruang yang luas, inovasi dan perkembangan bisnis akan tumbuh pesat.

“Kalau mereka diberikan ruang, diberikan kesempatan terus, tumbuh usaha dan bisnisnya di bidang swasta, maka itu akan punya pengaruh besar buat pertumbuhan dan perkembangan sebuah kota,” katanya.

Baca juga Kolaborasi Tiga Pihak, 120 Rumah di Kota Bandung Diresmikan Melalui Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih

Meskipun Kota Bandung sudah dikenal sebagai kota kreatif, Asep menekankan perlunya penguatan kebijakan. Salah satu fokus utama adalah penyusunan rencana induk pengembangan ekonomi kreatif yang terstruktur. Selain itu, ia juga menyoroti kehati-hatian dalam mengelola pendapatan daerah.

“Nah, ini juga kita harus hati-hati dalam memperlakukannya karena hari ini kondisi masyarakat tentu saja sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan,” ujar Asep. Meski begitu, ia meminta pemerintah harus hadir dengan program yang menunjukkan kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat.

Senada dengan Asep Mulyadi, Anggota Bapemperda Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro menekankan relevansi acara ini untuk dibawa ke Kota Bandung. “Tentu, acara ini sangat penting. Apalagi kalau kita melihat bagaimana situasi global, nasional, dan juga untuk dibawa ke daerah,” kata Susanto.

Baca juga Jaga Warga Jaga Kota: Kecamatan Sukajadi, Sukasari dan Cidadap Kondusif

Ia menyoroti tiga aspek utama yang dibahas dalam Rakornas yakni kesehatan fiskal, peran ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi, dan pelayanan publik. “Kita melihat bagaimana dalam hal terkaitan kesehatan fiskal, kedua bagaimana juga ekonomi kreatif adalah menjadi punggung dalam hal situasi ekonomi yang tidak menentu pada saat ini, dan ketiga adalah bagaimana pelayanan publik,” tutur Susanto.

Susanto menegaskan komitmen Bapemperda untuk mendorong perbaikan pelayanan publik di Kota Bandung. “Tentu ini adalah kita dorong bagaimana pelayanan-pelayanan publik di kota Bandung mudah-mudahan bisa lebih cepat dan tepat dalam hal kemudian mengurus perizinan bagi para pebisnis,” katanya.

DPRD berharap hasil dari Rakornas ini dapat menjadi masukan berharga bagi Bapemperda Kota Bandung dalam menyusun peraturan daerah yang lebih adaptif, responsif, dan mampu mendorong kemajuan Kota Bandung di masa depan

(Humas DPRD KOTA BANDUNG)

Kolaborasi Tiga Pihak, 120 Rumah di Kota Bandung Diresmikan Melalui Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Sebanyak 120 rumah tidak layak huni di RW 12, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, resmi diserahterimakan pada Rabu, 3 September 2025.

Peresmian ini menandai rampungnya renovasi rumah melalui Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih Tahun 2025, sebuah inisiatif kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa sektor perumahan menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

“Program ini bukan hanya menyediakan rumah, tapi juga menggerakkan ekonomi. Ada ribuan lapangan kerja, industri bahan bangunan, hingga peluang usaha baru untuk rakyat,” ujar Menteri Maruarar.

Baca juga Jaga Warga Jaga Kota: Kecamatan Sukajadi, Sukasari dan Cidadap Kondusif

Ia juga menambahkan, pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan 350.000 rumah subsidi, jumlah terbesar sepanjang sejarah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya ketersediaan sanitasi yang layak. “Targetnya dalam tiga tahun ke depan tidak boleh ada lagi rumah kumuh di Jawa Barat. Setiap rumah harus punya MCK sendiri. Tidak boleh ada lagi yang buang air di sungai atau sawah,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Dedi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema asuransi ketenagakerjaan untuk para pekerja informal, sebagai bentuk perlindungan bagi keluarga mereka.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melaporkan pencapaian di wilayahnya, di mana Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi mitra strategis.

“Dari komitmen 500 rumah, hingga kini 126 unit sudah rampung, 54 unit sedang dikerjakan, dan sisanya ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026,” jelasnya.

 Baca Juga Wali Kota Bandung Lantik 54 Pejabat, Tekankan Pentingnya Inovasi dan Akuntabilitas

Secara nasional, Yayasan Buddha Tzu Chi berkomitmen merenovasi 4.000 unit rumah, dengan 358 unit telah selesai dan 3.417 unit lainnya dalam proses pengerjaan.

Khusus di Jawa Barat, dari target 2.000 unit, tercatat 131 rumah telah rampung dan 89 unit dalam proses.

“Ini adalah bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan mitra sosial seperti Tzu Chi,” ujar Wali Kota Farhan.

Ia juga menambahkan bahwa semangat gotong royong lintas agama dan lintas sektor ini membuktikan bahwa kepedulian dapat menyatukan semua pihak.

Baca juga Saan Mustopa Klarifikasi Status Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach di DPR

Peresmian ini menjadi simbol bahwa pembangunan perumahan bukan sekadar urusan fisik, melainkan juga pembangunan martabat dan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi antara Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan menjadi model bagi daerah lain untuk mempercepat penyediaan hunian sehat dan layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Diskominfo kota Bandung)