Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan Dukung Penuh Pembukaan STQ ke-IX Desa Buluh Manis

Bathin Solapan, JURNAL TIPIKOR – Masyarakat Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, menyambut hari yang istimewa dengan penuh kegembiraan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Penjabat (Pj) Kepala Desa Buluh Manis, Samsul, secara resmi membuka perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat desa yang ke-IX di Aula Desa Buluh Manis.

Mengangkat tema inspiratif, “Generasi Muda Al-Qur’an di Desa Buluh Manis”, acara ini mendapat dukungan dan perhatian langsung dari jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian setempat, menunjukkan komitmen kuat terhadap pembinaan keagamaan di tingkat desa.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, bersama Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusdy, S.STP., M.Si., menjadi penanda dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Bathin Solapan. Turut hadir pula perwakilan dari Koramil Mandau, Polsek Mandau yang diwakili oleh Bripka Agus Rizal, serta mantan kepala desa Legimun.

Dalam suasana khidmat dan gembira, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Azhar M,AG. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara tilawah Al-Qur’an yang memukau.

Melahirkan Generasi Muda Berakhlak Mulia

Sebanyak 39 peserta kafilah STQ dari berbagai RW/RT di Desa Buluh Manis siap berkompetisi dalam ajang ini. Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para peserta dan seluruh tamu kehormatan.

Pj. Desa Buluh Manis, Samsul, berharap kegiatan STQ ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berperan strategis. “Kami berharap ajang ini dapat mencari dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman yang luas terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an,” ujarnya.

Baca juga Camat Bathin Solapan, Kapolsek, dan Koramil Hadiri Pelantikan Peserta STQ Desa Air Kulim

Acara penting ini turut dihadiri oleh Sekdes Buluh Manis Marawen, Kepala KUA Suryanto, Ketua LPTQ Suardi, Ketua BPD Desa Buluh Manis Musriyanto, serta berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk tokoh agama, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan pengurus LPTQ.
(Irwansyah)

Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan Dukung Penuh STQ ke-14 Desa Petani

Bathin Solapan, JURNAL TIPIKOR— menjadi hari yang istimewa bagi masyarakat Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, dengan digelarnya Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat desa yang ke-14.

Acara yang berlangsung khidmat dan gembira di Aula Desa Petani ini, mendapat dukungan dan perhatian langsung dari jajaran pemerintah dan kepolisian setempat.

Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Arsya Fadillah, bersama Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusdy, S.STP., M.Si., dan perwakilan dari Polsek Mandau, Aipda Hidayat, S.AP, menjadi penanda dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Bathin Solapan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan Al-Qur’an di tingkat RW/RT Desa Petani.

Baca juga IWO Indonesia Apresiasi Sikap Dewan Pers, Tuntut Transparansi dari Biro Pers Istana

Acara dibuka dengan penuh berkah, diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama/Ustad setempat.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Tarian pembukaan STQ ke-14, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama ke-45 peserta kafilah STQ dari Desa Petani.

Selain para pejabat dan 45 peserta kafilah, acara penting ini juga dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Petani, Ali Ridwan S.AP, Kepala Pondok Pesantren Ibadurrahman PPTQ, Kepala Pondok Pesantren PPTQ Belading Ustad Yana, Ketua STQ Mansyur Ginting, Ketua BPD Desa Petani, serta berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus STQ.

Pembukaan STQ ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ajang yang strategis untuk mencari dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman yang luas terhadap Al-Qur’an.

(Irwansyah)

Diduga Sarat Pemborosan, Manajemen PT BSP Disorot Keras: Desakan Pemecatan sejumlah jajaran Petinggi PT.BSP menguat setelah Iskandar dilengserkan”.

Siak, JURNAL TIPIKOR Siak – Isu tidak sedap kembali menerpa tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako (BSP). Sejumlah pihak mendesak adanya perombakan total di jajaran manajemen, termasuk seruan agar semua gerbong orang-orang yg diangkat oleh bekas Dirut lama yg tdk profesional harus dicopot dari posisinya. Desakan itu menguat seiring kabar bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BSP disebut kurang berminat melanjutkan jabatan definitif sebagai Dirut.

Plt Dirut saat ini diketahui telah lama berkarier di internal perusahaan, dengan jabatan terakhir sebagai General Manager. Ia disebut memahami betul kondisi internal manajemen BSP dalam lima tahun terakhir yang berada di bawah kendali tiga unsur utama: Bupati sebagai perwakilan pemilik saham(Owner), Komisaris Utama, dan Direktur Utama.

Menurut Direktur Pengawas Teritorial (Dirwaster) Badan Pemantau Kebijakan Farizal mengatakan,  persoalan utama yang menggerogoti BSP adalah lemahnya komitmen tiga stakeholder kunci dalam membenahi perusahaan.

“Kalau tiga unsur ini(Bupati,Komisaris Utama dan Dirut) kompak ingin menyehatkan perusahaan, masalah bisa diselesaikan. Tapi yang terjadi justru budaya “Apa yang bisa saya keruk hari ini utk pribadi saya’ meski perusahaan terancam kolaps,” ujar sumber tersebut.

Baca juga BGN Buka Peluang Pidanakan Pelaku Pencemaran Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Seorang informan bahkan menyebut BSP sebahagian “isinya hantu semua” Salah satu contoh pemborosan yang disorot adalah pembelian tiga(3) unit mesin cuci oleh salah satu departemen dengan nilai anggaran sekitar Rp1 miliar pada akhir tahun 2024 untuk keperluan kantor Zamrud. Mesin tersebut disebut diimpor dari Jerman dengan bahan berbasis baja.

Selain itu, jumlah pegawai tetap dan Pegawai kontrak dinilai membebani keuangan perusahaan.

Pegawai tetap disebut menerima pendapatan bersih mendekati dua digit, sedangkan pegawai kontrak di atas satu digit, namun tanpa evaluasi berkala atas kemampuan Kerja(Sertifikasi sesuai bidang) dan produktifitas Kerja dgn melakukan Assesmen secara berkesinambungan.

Sebagian besar pekerjaan mereka dikerjakan oleh pekerja outshorsing dengan pendapatan hanya Rp3–7 juta per bulan. Assessment kinerja dan sertifikasi kompetensi pegawai disebut tidak pernah dijalankan secara serius.

“Banyak pegawai hanya makan gaji buta, sementara tim leader tidak punya sertifikasi sesuai bidang. Ada yang tamatan sekolah agama,Sag,, ditempatkan di bagian HCM(Human Capital Managemen),” ujar sumber lain.

Baca juga Wakil Walikota, Dr. H. Erwin, SE., M.Pd Ajak Warga Bandung Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Peringatan Maulid Nabi

Selain pemborosan SDM, biaya operasional juga membengkak akibat pengangkutan minyak menggunakan truk. Biaya distribusi dengan model ini disebut 8–10 kali lebih mahal dibandingkan menggunakan jalur pipa. Namun perbaikan pipa tak kunjung dilakukan karena PT.BPS tidak memiliki kelebihan dana dari hasil penjulan Minyak karena habis terpakai oleh beban Montly Fix Cost&Variable Cost.malah,,bisa jadi minus..

“Selagi Pipa distrubusi tidak diperbaiki,maka selama itupula PT.BSP harus menggunakan Truk sbg transportasi pengangkut minyak hasil produksi”,artinya,,BSP tdk bisa menekan biaya operasional lewat kegitan vital ini,,tetapi ada cara lain yg pasti Efektive&terukur,,yaitu dgn Melakukan;” Efisiensi SDM,Perampingan Departemen dan pengawasan atas Tender Pengadaan Barang dan Jasa oleh Departemen HCM&Departemen SCM.

Baca juga Wakil Walikota, Dr. H. Erwin, SE., M.Pd Ajak Warga Bandung Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Peringatan Maulid Nabi

Pihak yang mengkritisi BSP menyarankan langkah cepat dan terukur untuk menyelamatkan aset kebanggaan Kabupaten Siak sekaligus menjaga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Usulan tersebut antara lain:

  1. Menetapkan batas minimum produksi harian agar mampu menutup biaya tetap(variable cost) dan variabel cost.setidaknya BSP harus berprouksi pada kapasitas # 8 ribu barrel/hari.
  2. Memangkas variabel cost yang tidak mendesak serta efisiensi belanja di semua departemen termasuk biaya perjalanan Dinas.
  3. Melakukan assessment menyeluruh terhadap pegawai tetap dan pegawai kontrak sebagai dasar perampingan.Hasil Asesment menjadi dasar sebagai langkah merumahkan Pgawai/Pegawai Kontrak yg dianggap tdk produktif&hanya menjadi beban Perusahaan.
  4. Mengharuskan semua,mulai dari level Supervisor,Team Leader,Tim Manager,Manager HAS utk mengantongi Sertifikasi sesuai bidang yg mereka pegang,utk memastikan mereka bena2,,memiliki kompetensi.
  5. Meninjau ulang jumlah departemen dan posisi yang dinilai tidak relevan.Perampingan Jumlah Departemen.Apa benar BSP membutuhkan Tim Penasehat?,,apa masih dibutuhkan devisi yg kerjanya merekap absensi karyawan dgn system technology face checklock yg sdh ada?,,maka,,bagian2 ini dibuang saja.
  6. Mengawasi secara ketat dan terbuka proses pengadaan barang dan jasa di semua unit,baik di bagian Human Capital Management(HCM)maupun di Bagian Suply Chain Managemen).,agar kedepan masyarakat tdk lagi tercengang mendengar harga 3 unit mesin cuci dibeli dgn harga rp.1 Milyard.,Kedepan tdk lagi kita mendengar,,semua proyek di BSP sdh diatur pemenangnya sehingga kontraktor lokal hanya gigit jari,usahkan mau dpt proyek,diundang utknikut tender saja tdk lagi.
  7. Membentuk ” TIM KHUSUS” PROGRAM EFESIENSI TOTAL yang bertujuan UTK MENDAPATKAN DUIT guna Membiayai Perbaikan Pipa;,TIM yg lansung di Komandoi oleh 3 Pejabat SteakHorder Penting di tubuh PT.BSP(Bupati,Komisaris Utama&Dirut).
  8. Menutup unit usaha tidak produktif, termasuk memposisikan kembali PT BSP Zapin kpd coor bisnisnya,,agar tdk membebani PT.BSP., Bisa saja PT.BSP Zapin melakukan aktivitas spt yg dilakukan oleh PT.Elnusa Petro Tchnik ,salah satu anak perusahaan Pertamina,.harus jelas Kegitannya&terukur&tdk.menjadi Benalu di Perusahaan Induk.

Para pengkritik menegaskan bahwa keberhasilan penyelamatan BSP berada di tangan Bupati, Komisaris Utama, dan Direktur Utama. “Kuncinya cuma satu: mau atau tidak. Harus ada keberanian memilih pegawai profesional, memangkas departemen yang tak efisien, dan membuka proses tender secara transparan,” tegas narasumber.

Isu melemahnya minat Plt Dirut terhadap jabatan definitif juga menimbulkan pertanyaan publik tentang masa depan perusahaan. Sebagian masyarakat khawatir BUMD kebanggaan daerah itu tengah berada di ambang kehancuran jika pembenahan mendasar tidak segera dilakukan.

(Far)

PERINGATAN HARI JADI KE-3 DESA SODONG BASARI BERJALAN SEDERHANA NAMUN PENUH KHIDMAT SODONG BASARI

Pemalang, JURNAL TIPIKOR— Minggu malam (21/9/2025), Desa Sodong Basari merayakan hari jadi ke-3 dengan penuh kesederhanaan namun tetap khidmat.

Acara yang dipusatkan di balai desa ini berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga tengah malam.

Peringatan kali ini dihadiri oleh para tamu undangan, yang mayoritas merupakan tokoh masyarakat Desa Sodong Basari. Dibandingkan tahun sebelumnya yang dimeriahkan dengan festival Anggoro Kasih, perayaan hari jadi ke-3 ini sengaja digelar lebih sederhana.

Baca juga Pemkot Bandung Genjot Penanganan Banjir, Pengerukan Saluran di Turangga Dimulai Besok

Meskipun demikian, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh makna, mencerminkan rasa syukur serta harapan akan kemajuan desa di masa mendatang.

Kehadiran para tokoh desa menambah khidmat suasana, menegaskan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun Sodong Basari.
(JT Kab Pemalang)

Masyarakat Siak Mendesak Perombakan Total PT BSP: “Sapu Bersih Fenomena Gaji Buta dan Nepotisme SDM Kekeluargaan”

SIAK, JURNAL TIPIKOR – Proses rekrutmen Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru kini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Siak.

Mulai dari mahasiswa, tokoh agama, hingga pemimpin ormas, semua menaruh harapan besar agar manajemen perusahaan daerah ini dapat diperbaiki secara menyeluruh.

Hal ini sejalan dengan kondisi Kabupaten Siak yang sedang menghadapi tantangan berat akibat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim, yang berdampak pada terhambatnya berbagai program pembangunan dan menumpuknya utang daerah.

Kerugian PT BSP Diduga Akibat Buruknya Tata Kelola Internal
Selama ini, masyarakat menilai kerugian yang dialami PT BSP bukan semata-mata karena faktor eksternal, melainkan akibat dari buruknya tata kelola manajemen internal.

Baca juga Mantan Menko Polhukam Mahfud MD: Polri Harus Kembali ke Jati Diri untuk Raih Kepercayaan Publik

Beberapa persoalan krusial yang menjadi sorotan publik adalah:

  1. Penempatan Jabatan Bukan Berdasarkan Profesionalisme: Penunjukan General Manager diduga lebih didasarkan pada kedekatan personal dan kesediaan untuk mengikuti arahan, bukan pada keahlian atau kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Hal ini membuat banyak profesional justru tersingkir.
  2. Praktik Nepotisme dan Ketidakadilan dalam Rekrutmen: Posisi Human Resource Manager yang seharusnya berfokus pada pengembangan SDM justru disebut-sebut lebih banyak mengurus tender proyek. Rekrutmen pegawai pun sering tidak transparan, di mana anak pejabat atau mantan pegawai yang memiliki kedekatan keluarga bisa dengan mudah kembali bekerja, seolah PT BSP adalah perusahaan keluarga.
  3. Fenomena “Gaji Buta”: Dugaan adanya pegawai titipan yang menerima gaji bulanan tanpa pernah hadir atau bekerja di anak perusahaan PT BSP menjadi sorotan tajam. Praktik ini dinilai merugikan keuangan perusahaan dan melukai rasa keadilan.
  4. Penyaluran CSR yang Tidak Tepat Sasaran: Alokasi dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat di desa-desa penghasil minyak, justru dipakai untuk membeli fasilitas mewah seperti kuda olahraga bagi pejabat, sementara kondisi jalan di desa-desa tersebut banyak yang rusak parah.

Baca juga ANGGOTA KODIM WONOSOBO TEWAS SAAT LERAI PERTIKAIAN

Harapan Besar untuk Dirut Baru

Masyarakat Siak berharap besar kepada Dirut baru yang akan ditunjuk oleh Bupati agar segera melakukan langkah-langkah strategis untuk membersihkan berbagai praktik buruk tersebut.

Prioritas utama yang harus segera diselesaikan adalah:

  • Perombakan Total Manajemen SDM: Membangun sistem rekrutmen yang profesional, transparan, dan bebas dari nepotisme.
  •  Pemberantasan “Gaji Buta”: Menghentikan segala bentuk praktik keuangan yang tidak sah dan merugikan perusahaan.
  • Optimalisasi Penyaluran CSR: Memastikan dana CSR benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di desa-desa penghasil minyak.
  •  Penempatan Pejabat Sesuai Kompetensi: Memposisikan individu berdasarkan keahlian dan kapasitas, bukan karena kedekatan atau koneksi pribadi.

“Masyarakat Kabupaten Siak berharap kepada Dirut yang nanti dipilih Ibu Bupati, agar mampu membereskan penyakit dan kebiasaan buruk ini semua,” ujar Farizal, salah seorang tokoh masyarakat, mewakili suara banyak pihak yang menginginkan PT BSP kembali menjadi perusahaan daerah yang profesional, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan serta sumber PAD utama bagi Kabupaten Siak.(***)

Dirwaster BPKP Provinsi Riau : Kursi Empuk Dirut BSP bisa jadi Berisi Bara Api bagi Bupati,Saya berhap Ibu Bupati:” Berhati-hatilah, dan Teliti sebelum tentukan Pilihan

Pekanbaru, JURNAL TIPIKOR— PT Bumi Siak Pusako (BSP), salah satu BUMD pengelola ladang minyak, secara resmi mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama Iskandar, yang berlaku sejak minggu lalu.

Manajemen BSP menunjuk General Manager (GM) Raihan sebagai pengganti sementara untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan lancar.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari manajemen BSP terkait alasan di balik pengunduran diri Iskandar.

Baca juga Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

Keputusan ini kembali memicu spekulasi terkait bursa calon Direktur Utama permanen. Pergantian ini terjadi tak lama setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2025, yang juga menyetujui pengunduran diri Komisaris Hendrisan dan menunjuk H. Heriyanto sebagai penggantinya.

BPKP Ingatkan Agar Jabatan Dirut Profesional

Menanggapi dinamika ini, Direktur Pengawas Teritorial Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Provinsi Riau, Farizal, S.E., mengingatkan agar penentuan Direktur Utama BSP tidak terpengaruh oleh kepentingan politik atau kelompok tertentu.

“Jabatan Dirut PT BSP bukan jabatan politis, melainkan jabatan profesional. Kandidat harus ahli di bidang pengeboran minyak bumi, berpengalaman dalam manajemen kilang, dan punya rekam jejak meyakinkan,” tegas Farizal.

Ia juga menambahkan bahwa pergantian ini seharusnya menjadi momentum untuk perombakan manajemen internal BSP secara menyeluruh.

Baca juga Mensesneg: Isu Reshuffle Kabinet untuk Singkirkan Menteri Era Jokowi Tidak Benar

Sorotan Terhadap Praktik Nepotisme di Internal BSP

Farizal juga menyoroti dugaan praktik nepotisme dalam tubuh PT BSP, seperti penunjukan kerabat pada posisi strategis dan adanya oknum pegawai yang terlibat dalam proyek untuk mengambil komisi.

Ia mendesak evaluasi kinerja dan penertiban pegawai “titipan” yang tidak memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas.
Menurutnya, jika PT BSP ingin profit, budaya kerja harus diubah menjadi lebih profesional dan berorientasi pada bisnis.

“Mulai dari jajaran teratas sampai level terbawah harus bermental entrepreneurship dan business oriented,” ujarnya.

Reputasi Bupati Siak di Ujung Tanduk
Sebagai pemegang saham mayoritas, Pemerintah Kabupaten Siak (72,29%) memiliki tanggung jawab besar.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia dan Tangkal Hoaks

Farizal mengingatkan Bupati Siak untuk tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak yang ingin menempatkan kerabat tanpa kompetensi.

“Jika salah mengambil keputusan, rakyat akan menyalahkan langsung Bupati. Reputasi politik Ibu Bupati bisa runtuh karena dianggap gagal membenahi PT BSP,” tutup Farizal.

Ia menekankan pentingnya memberikan keleluasaan kepada Bupati untuk membuat keputusan terbaik tanpa intervensi.

(Tim)

Soal Mundurnya Dirut PT Bumi Siak Pusakaa, Dirwaster BPKP Riau : Jangan Recokin Bupati dengan segala kepentingan Pribadi dan kelompok

PEKANBARU, JURNAL TIPIKOR— PT Bumi Siak Pusako (BSP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor perminyakan, mengonfirmasi pengunduran diri Direktur utamanya, Iskandar.

Pengunduran diri ini berlaku sejak minggu lalu, dengan surat pengunduran diri yang dikirimkan melalui surel.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi tidak lama setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2025. Dalam RUPS tersebut, diumumkan pengunduran diri Komisaris PT BSP Hendrisan, yang kemudian digantikan oleh Plt Komisaris H Heriyanto.

Baca juga Hadiri Rakornas Kemendagri, DPRD Kota Bandung Akan Perkuat Produk Hukum Daerah Pro Ekonomi Kreatif

Menanggapi situasi ini, Direktur Pengawas Teritorial (Dirwaster) Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Provinsi Riau, Farizal, S.E. mendesak Bupati Siak untuk memanfaatkan momentum ini guna membenahi manajemen PT BSP secara menyeluruh.

Ia menekankan perlunya perombakan struktur organisasi, mulai dari direksi hingga supervisor, untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Farizal juga menyoroti dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di dalam tubuh perusahaan, termasuk penunjukan kerabat dalam posisi penting dan adanya oknum pegawai yang bermain proyek.

Baca juga Jaga Warga Jaga Kota: Kecamatan Sukajadi, Sukasari dan Cidadap Kondusif

Ia juga menuntut efisiensi sumber daya manusia dengan mengevaluasi pegawai titipan yang tidak memiliki deskripsi pekerjaan jelas.

PT BSP adalah BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak (72,29%), Pemerintah Provinsi Riau (18,07%), Kabupaten Kampar (6,02%), Kabupaten Pelalawan (2,41%), dan Kota Pekanbaru (1,21%).

 

(Tim)

Polsek Mandau Tangkap Empat Pelaku Pencurian Pipa Besi Milik PT Pertamina Hulu Rokan

Bengkalis, JURNAL TIPIKOR— Polsek Mandau berhasil mengungkap kasus pencurian pipa besi produksi milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan menangkap empat orang tersangka.

Keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda pada Senin, 24 Agustus 2025, setelah sebelumnya buron selama lebih dari satu bulan.

Para pelaku yang ditangkap adalah Z alias Panjul (44), M alias Adi (34), ZZ alias Feri (48), dan DB alias By (26). Mereka semua merupakan warga Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Baca juga Kapolsek Mandau Ajak Siswa SMAN 9 Waspada Hoaks dan Kriminalitas

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula pada Senin, 21 Juli 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, saat empat pelaku mencuri pipa besi dari area 9 South DKF PT PHR di Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau.

Aksi pencurian ini diketahui setelah seorang pelapor, Syafrian Doni (42), yang bekerja sebagai karyawan swasta, mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya tumpukan pipa besi mencurigakan di sebuah kebun sawit di Jalan Ampera Ujung.

Syafrian bersama tim dari PT ABB langsung memeriksa lokasi dan menemukan 22 potong pipa besi produksi dengan ukuran 3 inci dan 4 inci, masing-masing sepanjang dua meter.

Baca juga Dirjen Kemenkeu Nonaktif Didakwa Rugikan Negara Rp90 Miliar dalam Kasus Jiwasraya

Pipa-pipa tersebut diduga hasil curian dan dibawa ke kantor keamanan PT ABB. Setelah diperiksa, terbukti pipa-pipa itu berasal dari aset milik PT PHR.

Atas kejadian ini, PT PHR mengalami kerugian dan segera melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/249/VIII/2025/SPKT/RIAU/RES-BKS/SEKMANDAU.

Proses Penangkapan

Berdasarkan laporan polisi tersebut, tim Opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan. Pada Senin, 24 Agustus 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, tim mendapat informasi bahwa salah satu pelaku, Z alias Panjul, berada di sebuah warung di Jalan Ampera, Duri Timur. Tim segera bergerak dan berhasil menangkap Z alias Panjul.

Saat diinterogasi, Z alias Panjul mengaku melakukan pencurian bersama tiga rekannya: M alias Adi, ZZ alias Feri, dan DB alias By. Berbekal pengakuan ini, tim Opsnal langsung melakukan pengejaran.
Penangkapan terhadap tiga pelaku lainnya dilakukan pada 26 Agustus 2025:

  • Sekitar pukul 04.00 WIB, M alias Adi ditangkap di rumahnya di Jalan Ampera, Kelurahan Babussalam.
  • Sekitar pukul 04.20 WIB, ZZ alias Feri ditangkap di rumahnya di Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Babussalam.
  • Sekitar pukul 04.40 WIB, DB alias By juga ditangkap di rumahnya di Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Babussalam.

Dari hasil interogasi, keempat pelaku mengakui telah melakukan pencurian pipa besi PT PHR sebanyak tiga kali. Pipa yang dicuri pada aksi terakhir belum sempat dijual karena mereka ketahuan oleh petugas keamanan dan meninggalkan barang bukti.

Sementara itu, untuk dua aksi sebelumnya, mereka berhasil menjual hasil curian kepada seorang penadah berinisial SYAF, yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Barang Bukti dan Tuduhan
Bersama para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 22 potong pipa besi produksi, satu tangkai gergaji, dan lima mata gergaji.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Polsek Mandau akan melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan untuk menuntaskan kasus ini, termasuk memburu pelaku lain yang terlibat.

(Irwansyah)

Kapolsek Mandau Ajak Siswa SMAN 9 Waspada Hoaks dan Kriminalitas

MANDAU, JURNAL TIPIKOR – Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, S.I.K, M.Si, menjadi pembina upacara di SMAN 9 Mandau, Kelurahan Air Jamban, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Grebek Sosialisasi” yang digagas oleh Polsek Mandau untuk memberikan edukasi dan himbauan kamtibmas kepada para pelajar.

Dalam amanatnya, Kompol Primadona menekankan empat lingkungan utama yang berperan dalam perkembangan siswa, yaitu lingkungan sekolah, keluarga, sosial, dan dunia maya. Beliau juga secara khusus mengingatkan para siswa untuk selalu berhati-hati terhadap maraknya berita hoaks.

“Jangan mudah menyebarkan berita tanpa mencari tahu kebenarannya. Jadilah netizen yang cerdas dan bijak,” tegasnya.

Sosialisasi dan Edukasi dari Personel Polsek Mandau

Selain amanat dari Kapolsek, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi dari personel Polsek Mandau lainnya mengenai isu-isu penting yang relevan dengan kehidupan remaja:

  •  AKP Indra Varenal, S.H (Kanit Binmas): Memberikan edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) dan pentingnya memiliki kompetensi diri.
  • IPTU Ekanedi, S.A.P (Panit Lantas): Menjelaskan pentingnya tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama di jalan raya.
  • IPDA Maringan Silalahi, S.H (Panit Reskrim): Memberikan pemahaman tentang kriminalitas anak dan cara menghindarinya.

Apresiasi dan Gerakan Hijau
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolsek Mandau memberikan penghargaan (reward) kepada beberapa siswa SMAN 9 Mandau yang berprestasi.

Baca juga POLRI PERINTAHKAN JAJARANNYA LINDUNGI JURNALIS DI LAPANGAN

Acara kemudian ditutup dengan kegiatan penanaman pohon mangga di halaman belakang sekolah, yang merupakan bagian dari program “green policing” Polda Riau.

Secara keseluruhan, kegiatan upacara dan sosialisasi di SMAN 9 Mandau ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

(Irwansyah)

Pelepasan Calon Mahasiswa Rumah Tani Angkatan Ke-10 di Desa Petani, Sebagai Kelanjutan Program Beasiswa dari Kementerian Pertanian

BATHIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR– Sebanyak 63 siswa lulusan SMA sederajat berhasil menyelesaikan pelatihan intensif di Rumah Tani dan resmi dilepas dalam acara pelepasan calon mahasiswa angkatan ke-10 pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Acara yang diselenggarakan di Aula Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, ini menandai babak baru bagi para peserta yang siap melanjutkan pendidikan tinggi di bidang pertanian dan perkebunan.

Dari total 64 pendaftar, 63 peserta lolos seleksi ketat untuk mengikuti program pelatihan. Selama empat bulan, mereka digembleng dengan berbagai materi pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit, di bawah bimbingan Pembina Budi Fajar Saputra dan Bambang, serta tim pengajar dari Dinas Pertanian/Perkebunan Kabupaten Bengkalis.

Setelah melalui pelatihan, 63 siswa ini berhasil lolos sebagai calon mahasiswa baru. Mereka akan melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk di Yogyakarta, Sulawesi, Papua, Bandung, Aceh, dan Medan.

Keberhasilan mereka merupakan bagian dari program beasiswa gratis dari Kementerian Pertanian melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Baca juga KPK Ungkap Aliran Dana Hingga Rp69 Miliar di Kasus Korupsi Kemenaker

Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan

Pembina Rumah Tani, Budi Fajar Saputra, berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis turut peduli dan memberikan dukungan untuk keberlanjutan program ini.

Para calon mahasiswa mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kesempatan emas ini yang memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan tinggi tanpa biaya.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, UPT Pertanian, Ketua DPD II Aspekpir Kabupaten Bengkalis, Kepala Desa Petani, Kepala Desa Simpang Padang, serta para wali murid.

Baca juga Rayakan HUT Ke-3, DPD IWO-I Kota Bekasi Gandeng Diskominfostandi Gelar Pelatihan Jurnalistik

Ketua DPD II Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia, Abdul Kadir Siregar, S.Ag., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keberhasilan para siswa.

“Ini adalah momen yang sangat bersejarah bagi kita semua, dan saya berharap para calon mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan syukuran bersama di kediaman pembimbing Rumah Tani, menjadi momen perayaan bagi para calon mahasiswa dan orang tua sebelum mereka berangkat menuju tempat pendidikan masing-masing.
(Irwansyah)