
Ketua Presidium Corong Jawa Barat beserta Jajaran, Poto : Jurnal Tipikor
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Di tengah tensi politik yang dinamis dan ketidakpastian ekonomi global, Perhimpunan Corong Jabar Suara Perjuangan resmi menunjukkan taringnya sebagai kekuatan penyeimbang di Jawa Barat.
Bertempat di Rumah Makan Saoeng Pabrik, Bandung, Jumat (13/3), forum ini menggelar konsolidasi strategis yang menyatukan lintas warna politik dalam satu meja.
Pertemuan ini bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan momentum bagi para tokoh berpengaruh, mulai dari politisi, akademisi, hingga budayawan untuk merumuskan “resep” persatuan Jawa Barat di tengah badai krisis.
Menolak Label Ormas, Mengusung Politik Gagasan
Ketua Presidium Corong Jabar, Yusup Sumpena, SH, S.PM. (Kang Iyus), menegaskan bahwa wadah ini memiliki posisi unik yang tidak bisa disamakan dengan organisasi massa (ormas) pada umumnya.
“Corong Jabar ini bukan ormas, bukan pula LSM. Ini adalah ‘Dapur Rekonsiliasi’, perhimpunan para pemikir untuk kemajuan Jawa Barat. Kita boleh berbeda warna partai, tapi di sini tujuan kita tunggal: menjaga Jawa Barat tetap aman dan memberikan masukan yang ‘pedas’ namun konstruktif bagi pemerintah,” tegas Kang Iyus.
Saat ini, kekuatan Corong Jabar telah mengakar dengan 161 tokoh yang tersebar dari Pangandaran hingga Bandung Raya, menjadi bukti nyata bahwa kesadaran kolektif untuk menjaga stabilitas sosial di Jabar sedang berada di puncaknya.
Baca juga KPK Bongkar “Tarif Privilese” Haji: Kursi Tanpa Antre Dijual Rp84 Juta per Jemaah
Kritik Bijak di Tengah Badai Global
Tokoh Jawa Barat, Agung Suryamal, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengingatkan bahwa kedewasaan berdemokrasi adalah kunci menghadapi tekanan ekonomi nasional yang terdampak konflik internasional.
“Kritik itu jantung demokrasi, tapi harus proporsional dan bijak. Jangan sampai memicu perpecahan di saat rakyat butuh kebersamaan untuk bertahan dari dampak ekonomi global,” ujar Agung.
Mewujudkan Jawa Barat Istimewa
Senada dengan hal itu, Presidium Corong Jabar, Drs. H. Cucu Sutara, M.M., mengajak seluruh anggota memperkuat benteng internal. Ia menekankan bahwa keharmonisan antara masyarakat dan pemerintah, sebagaimana visi Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, harus menjadi fondasi utama.
“Jawa Barat harus jadi daerah istimewa dengan menjunjung kearifan lokal. Konsolidasi ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita semua,” kata Cucu.
Pesan Persatuan Jelang Idulfitri
Sebagai penutup, Kang Iyus menyampaikan pesan perdamaian bagi seluruh masyarakat Jawa Barat menjelang akhir Ramadan.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mari kembali ke fitrah, saling memaafkan, dan jadikan semangat dari Saoeng Pabrik ini sebagai fondasi persaudaraan yang tak tergoyahkan demi kedamaian Jawa Barat,” pungkasnya.
(Her)





I just like the helpful information you provide in your articles