DPRD Kabupaten Sukabumi Turut Berdukacita Atas Musibah Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/07/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal beserta harta benda.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat adat tersebut.

“Atas nama DPRD Kabupaten Sukabumi, kami turut berduka cita atas musibah kebakaran yang terjadi di Kasepuhan Ciptamulya. Kami merasakan duka yang sama dengan seluruh warga yang terdampak,” ujarnya.

Baca juga Tinjau Lokasi Kebakaran Di Ciptamulya, Bupati Sukabumi Intruksikan Segera Lakukan Penanganan Bencana

DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendoakan agar seluruh warga yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, memudahkan proses pemulihan, serta menggantikan setiap kehilangan dengan keberkahan yang lebih baik. Aamiin,”tambahnya.

DPRD Kabupaten Sukabumi mengimbau kepada pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh stakeholder terkait untuk segera melakukan penanganan, pendataan, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

DPRD juga mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita di Kasepuhan Ciptamulya melalui doa dan bantuan yang diperlukan.

(Rama)

Tinjau Lokasi Kebakaran Di Ciptamulya, Bupati Sukabumi Intruksikan Segera Lakukan Penanganan Bencana

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, pada Sabtu (25/7/2026) siang. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan puluhan rumah warga, termasuk lumbung padi (leuit), dengan total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 2,5 Miliar.

Bupati Sukabumi H Asep Japar yang meninjau langsung lokasi kebakaran pada Sabtu (25/07/2026) malam, menyebut pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan langkah penanganan darurat bagi para korban.

“Besok pagi kami akan menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait. Insya Allah akan dilakukan penanganan tanggap darurat,” kata Bupati di lokasi.

Baca juga 11 Tahun Diduga Beroperasi Tanpa SLF, Warga Sukapada Desak Menara BTS Disegel: “Jangan Tunggu Korban Berjatuhan!”

Menurut data sementara pemerintah daerah, kebakaran berdampak pada sekitar 70 kepala keluarga atau lebih dari 420 jiwa. Sebagian besar korban kini mengungsi di rumah kerabat dan tetangga karena seluruh bangunan yang terbakar merupakan rumah tradisional berbahan bambu dan beratap ijuk yang membuat api cepat membesar.

H Asep mengatakan bantuan logistik telah mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, sementara dapur umum disiapkan agar warga terdampak tetap mendapatkan pasokan makanan.

“Untuk malam ini makanan sudah dipersiapkan. Besok dapur umum akan segera dioperasikan,” ujarnya.

Selain meninjau lokasi, Bupati menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para korban kebakaran.

Sementara itu, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api pertama kali terlihat oleh anak-anak di area MCK umum yang berada di tepi permukiman sebelum akhirnya menjalar dengan cepat akibat tiupan angin dan rapatnya bangunan rumah adat.

“Diduga kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area MCK. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain,” ujarnya.

Baca juga DPD IWO I Kabupaten Sukabumi Turut Berdukacita Atas Musibah Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya

Kuswan memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat ini BPBD bersama Dinas Sosial tengah menyiapkan tenda pengungsian, sementara warga untuk sementara mengungsi di rumah keluarga dan tetangga.

Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah yang terdampak serta nilai kerugian akibat kebakaran yang turut menghanguskan persediaan padi di sejumlah leuit milik warga Kampung Adat Ciptamulya.

(Rama)

11 Tahun Diduga Beroperasi Tanpa SLF, Warga Sukapada Desak Menara BTS Disegel: “Jangan Tunggu Korban Berjatuhan!”

Bandung, 25 Juli 2026

JURNAL TIPIKOR – Kesabaran warga Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, tampaknya telah mencapai batas. Melalui Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Sukapada, warga secara resmi melayangkan surat desakan kepada Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Diciptabintar) Kota Bandung agar segera menghentikan operasional dan menyegel sebuah menara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) yang diduga telah berdiri dan beroperasi selama sekitar 11 tahun tanpa memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Dalam surat bernomor 004/K/Pos.bkm-prg/VI/2026, warga menilai tidak adanya kepastian hukum dari pemerintah justru berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar menara.

Menurut warga, apabila benar bangunan tersebut belum memiliki SLF sebagaimana diwajibkan oleh ketentuan yang berlaku, maka kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan administrasi semata. SLF merupakan instrumen penting untuk memastikan bangunan memenuhi standar keselamatan struktur, perlindungan terhadap sambaran petir, serta kelayakan teknis lainnya.

“Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah terjadi bencana. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan kepentingan bisnis.”


Warga juga mempertanyakan mengapa sebuah infrastruktur vital dapat terus beroperasi selama bertahun-tahun apabila memang belum memenuhi seluruh persyaratan yang diwajibkan oleh regulasi. Mereka meminta Diciptabintar Kota Bandung melakukan pemeriksaan secara terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, warga menolak alasan bahwa mekanisme tertentu tidak diberlakukan di wilayah Kota Bandung apabila alasan tersebut bertentangan dengan kewajiban hukum yang harus dipenuhi pemilik bangunan. Menurut mereka, setiap bangunan gedung, termasuk menara telekomunikasi, tetap wajib memenuhi ketentuan keselamatan sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca juga Musibah Melanda, Si Jago Merah Melahap Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Cisolok Sukabumi

Dalam surat tersebut, warga mengajukan dua tuntutan utama, yaitu:

Mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Sementara Kegiatan (SPPSK) terhadap operasional menara apabila ditemukan pelanggaran.
Melakukan inspeksi teknis bersama Satpol PP Kota Bandung serta mengambil tindakan penyegelan apabila persyaratan kelayakan bangunan belum dapat dibuktikan sesuai ketentuan.
Warga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan infrastruktur telekomunikasi, melainkan upaya memastikan setiap penyelenggara usaha mematuhi hukum dan mengutamakan keselamatan publik.

Kini sorotan tertuju kepada Pemerintah Kota Bandung. Publik menanti apakah Diciptabintar akan segera melakukan pemeriksaan lapangan dan memberikan penjelasan resmi mengenai status legalitas menara BTS tersebut, atau justru membiarkan polemik ini terus bergulir tanpa kepastian.

Sebab dalam negara hukum, keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh kelalaian administrasi ataupun kepentingan bisnis.

(Red)

DPD IWO I Kabupaten Sukabumi Turut Berdukacita Atas Musibah Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO I) Kabupaten Sukabumi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (25/07/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya berada di wilayah Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga ludes terbakar. Warga berhamburan menyelamatkan diri dan barang-barang berharga di tengah kepulan asap. Suasana kepanikan, jerit tangis, dan ketakutan begitu terlihat di lokasi kejadian.

Baca juga Musibah Melanda, Si Jago Merah Melahap Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Cisolok Sukabumi

Ketua DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada seluruh warga yang terdampak musibah.

“Kami keluarga besar DPD IWO I Kabupaten Sukabumi turut berdukacita. Ini musibah yang sangat berat bagi saudara-saudara kita di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

DPD IWO I juga mengajak seluruh elemen masyarakat, insan pers, dan para dermawan untuk bersama-sama membantu meringankan beban korban.

“Mari kita bantu dan doakan warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Semoga Allah memberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan kepada semua yang terdampak,” pungkasnya.

(Rama)

Musibah Melanda, Si Jago Merah Melahap Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Cisolok Sukabumi

Sukabumi, Warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan musibah kebakaran, pada Sabtu (25/07/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Api tiba-tiba membesar dan melahap sejumlah rumah warga di kawasan kampung adat. Melihat kepulan asap tebal, warga berhamburan menyelamatkan diri sambil membawa barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Suasana kepanikan, jerit tangis, dan ketakutan begitu nampak di lokasi kejadian. Warga bersama-sama berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu bantuan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun kerugian materil akibat peristiwa tersebut.

Baca juga Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Perkuat Sinergi Bersama UPTD, BPP, dan POPT Kecamatan Ciwaru dalam Pengembangan Program Kerja KKN Berbasis Pertanian Berkelanjutan

Tim gabungan dari BPBD, damkar, kepolisian, TNI dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan.

Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya merupakan salah satu pemukiman adat yang masih menjaga kearifan lokal di wilayah Cisolok. Musibah ini membuat warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Mari kita bantu dan doakan warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Semoga, Allah SWT memberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan kepada seluruh warga yang terdampak.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, dapat berkoordinasi dengan pihak Desa, BPBD Kabupaten Sukabumi, atau posko relawan yang segera didirikan di lokasi.

(Rama)

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Perkuat Sinergi Bersama UPTD, BPP, dan POPT Kecamatan Ciwaru dalam Pengembangan Program Kerja KKN Berbasis Pertanian Berkelanjutan

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (21/07/2026), melaksanakan kegiatan koordinasi dan audiensi bersama UPTD Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Ciwaru. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antarlembaga guna mendukung pelaksanaan program kerja KKN yang berorientasi pada pemberdayaan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Kegiatan koordinasi ini merupakan implementasi dari pendekatan kolaboratif yang menempatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa. Melalui sinergitas tersebut, diharapkan setiap program yang dirancang tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Sagaranten.

Dalam forum koordinasi tersebut, mahasiswa KKN memaparkan sejumlah rancangan program kerja yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian. Beberapa program prioritas yang menjadi pembahasan utama meliputi:

  1. Pengolahan hasil pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sehingga memiliki daya saing ekonomi yang lebih tinggi.
  2. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pemanfaatan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, efisien, dan mampu meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
  3. Penanaman bibit sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Desa Sagaranten.

Baca juga “Kantor Bayangan” di Lombok Barat Dibongkar KPK: Tiga Koper Dokumen Rahasia CV DKK Disita, Jejak Kor

Seluruh rangkaian koordinasi berlangsung secara komunikatif, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai masukan, saran, serta dukungan dari pihak UPTD, BPP, dan POPT menjadi bekal penting dalam penyempurnaan rencana program kerja mahasiswa.

Samsi Nugraha,selaku Kaur Perencanaan Desa Sagaranten, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam mewujudkan program pemberdayaan masyarakat yang efektif.

“Sinergitas ini menjadi peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program kerja mahasiswa KKN. Kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD dan BPP Kecamatan Ciwaru yang telah menerima kami dengan sangat baik serta memberikan ruang untuk berdiskusi demi kemajuan pertanian di Desa Sagaranten,” ucapnya

Baca juga Tampil Indah, Kantor Perumda AM TJM Cabang Cikembar Selesai Berbenah

Sementara itu, Deni Sudrajat, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sagaranten, memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada mahasiswa agar terus berkomitmen menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tetap semangat menjalankan setiap program kerja. Mari kita laksanakan bersama-sama. Apa yang bisa kami bantu, Insya Allah kami siap memberikan pendampingan demi memajukan para petani di Desa Sagaranten.”

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Rosandi, selaku Koordinator BPP Kecamatan Ciwaru, yang menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN.

“Kami merasa bangga melihat mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan desa melalui sektor pertanian. Program seperti ini sangat positif dan kami siap memberikan dukungan agar pelaksanaannya berjalan optimal.”

Pada kesempatan yang sama, Taupik Imanudin, selaku POPT Kecamatan Ciwaru, memberikan pemaparan teknis mengenai proses pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Beliau menjelaskan berbagai tahapan, bahan yang diperlukan, teknik pengolahan yang benar, hingga standar kualitas POC agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi para petani.

Baca juga BPKP: Hadiah Rp50 Juta Tangkap Begal, Solusi Berani atau Bukti Negara Mulai Menggeser Tanggung Jawabnya?

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan teknis sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pembuatan POC harus memperhatikan kualitas bahan, proses fermentasi, dan kebutuhan petani. Apa yang menjadi kebutuhan petani saat ini akan kami dukung agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata.”

Dalam sesi presentasi, Dafa, salah seorang mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, memaparkan konsep program kerja secara sistematis, lugas, dan komprehensif. Ia menjelaskan tujuan, manfaat, mekanisme pelaksanaan, hingga harapan keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Di akhir pemaparannya, Dafa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan sambutan hangat, arahan, serta masukan yang konstruktif.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UPTD, BPP, POPT Kecamatan Ciwaru, serta Pemerintah Desa Sagaranten atas penerimaan, arahan, dan dukungan yang diberikan. Semoga kolaborasi ini mampu menghasilkan program kerja yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.”

Sebagai hasil dari koordinasi tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa setiap usulan program akan melalui proses penentuan skala prioritas berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Program yang dinilai paling strategis, memiliki dampak luas, dan berpotensi berkelanjutan akan menjadi fokus utama pelaksanaan serta memperoleh pendampingan penuh dari UPTD, BPP, maupun POPT Kecamatan Ciwaru.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan instansi teknis pertanian ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, diharapkan program KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat ketahanan sektor pertanian, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Desa Sagaranten yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

(Deden)

Hotman Paris Terjepit! Polda Metro Jaya Periksa 10 Saksi, Dua Laporan Penghinaan Wartawan Diserempet Langsung

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Badai hukum kembali menerpa pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Kali ini, bukan sekadar gugatan perdata atau sengketa bisnis, melainkan tudungan serius berupa dugaan penghinaan terhadap profesi jurnalis. Polda Metro Jaya bergerak cepat dan tegas, telah memeriksa 10 saksi kunci dalam penyelidikan kasus ini, menandakan bahwa aparat tidak main-main dalam melindungi kebebasan pers dari serangan verbal yang merendahkan martabat wartawan.

Langkah progresif kepolisian ini dipicu oleh masuknya dua laporan terpisah yang kini sedang digarap secara paralel oleh dua unit berbeda di bawah naungan Polda Metro Jaya. Pertama, laporan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ditangani langsung oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditsiber). Kedua, laporan dari Media Independen Online (MIO) Indonesia yang diselidiki oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum).

Kehadiran Ditsiber dan Dirreskrimum secara bersamaan mengirimkan pesan keras: ucapan atau tindakan yang dianggap merendahkan wartawan tidak bisa lagi dilepaskan begitu saja sebagai “gaya bicara” atau “hak berpendapat”. Dalam era digital di mana kata-kata memiliki daya ledak viral, penghinaan terhadap pilar demokrasi keempat ini dinilai berpotensi melanggar undang-undang ITE serta pasal-pasal pidana umum terkait pencemaran nama baik dan penghinaan.

Baca juga “Kantor Bayangan” di Lombok Barat Dibongkar KPK: Tiga Koper Dokumen Rahasia CV DKK Disita, Jejak Kor

Dengan diperiksa 10 saksi, peta kekuatan bukti dalam kasus ini kian mengerucut. Para saksi tersebut diduga akan memberikan keterangan krusial mengenai konteks, kronologi, dan dampak dari pernyataan Hotman Paris yang menjadi sorotan publik. Langkah ini membantah anggapan bahwa figur publik kebal hukum ketika berhadapan dengan institusi pers.

PWI dan MIO Indonesia sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas sikap arogansi sebagian elit hukum yang kerap memandang sebelah mata peran wartawan. Kasus ini menjadi ujian integritas bagi penegak hukum: apakah kesetaraan di depan hukum benar-benar berlaku, ataukah masih ada ruang bagi impunitas bagi mereka yang memiliki pengaruh besar?

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus bergulir. Publik menunggu transparansi hasil pemeriksaan saksi-saksi tersebut. Satu hal yang pasti, kemerdekaan pers bukanlah barang murah yang bisa diinjak-injak oleh siapa pun, termasuk oleh segelintir pengacara selebritas yang merasa dirinya di atas rata-rata.

(Azi)

“Kantor Bayangan” di Lombok Barat Dibongkar KPK: Tiga Koper Dokumen Rahasia CV DKK Disita, Jejak Kor

MATARAM, JURNAL TIPIKOR – Aura kesenyapan yang menyelimuti sebuah rumah biasa di BTN Mavilla Rengganis, Lombok Barat, akhirnya pecah Jumat malam (24/7/2026). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakhiri operasi penggeledahan selama hampir sembilan jam dengan membawa pulang tiga koper penuh dokumen krusial dari kantor CV Dyas Karya Konstruksi (DKK), entitas yang diduga menjadi simpul utama dalam skandal korupsi proyek infrastruktur senilai Rp17,9 miliar.

Penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 10.40 Wita hingga 19.08 Wita ini mengungkap fakta mencengangkan: lokasi yang secara fisik menyerupai rumah indekos dan tanpa papan nama perusahaan itu ternyata menyimpan jejak transaksi gelap yang melibatkan pejabat tinggi daerah.

Fasilitas “Hantu” Tanpa Jejak Publik

Kesaksian Ketua RT setempat, Firmansyah, menambahkan dimensi misteri pada kasus ini. Ia mengaku tidak pernah melihat aktivitas bisnis yang wajar di lokasi tersebut. Tidak ada lalu lalang klien, tidak ada tanda-tanda operasional konstruksi, dan penghuninya pun asing bagi warga sekitar.

“Setahu kami itu seperti indekos. Tempat ini tertutup. Saya tidak begitu tahu tentang keberadaan CV ini karena tidak ada papan nama,” ungkap Firmansyah, yang menjadi saksi penggeledahan.

Yang lebih mengejutkan, dari seluruh proses penyitaan, tim KPK hanya membawa tiga koper dokumen dan sejumlah telepon seluler milik pekerja di dalamnya. Tidak ada komputer jinjing atau perangkat CCTV yang disita, mengindikasikan bahwa bukti-bukti digital mungkin telah diamankan atau dihancurkan sebelumnya, meninggalkan dokumen fisik sebagai satu-satunya kunci pembuka kotak Pandora ini.

Baca juga Tampil Indah, Kantor Perumda AM TJM Cabang Cikembar Selesai Berbenah

Dugaan Monopoli dan Suap Rp10,6 Miliar

Di balik dinding-dinding tertutup CV DKK, KPK menduga adanya aliran dana suap sebesar Rp10,6 miliar. Uang tersebut diduga diterima oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM), Sudirman.

Dana suap ini merupakan imbalan atas dugaan monopoli penguasaan 32 proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat untuk tahun anggaran 2025–2026. Total nilai proyek yang dimanipulasi mencapai Rp17,9 miliar, sebuah angka yang kontras dengan fasilitas “kantor” yang nyaris tak terlihat di mata publik.

Hingga berita ini diturunkan, tim KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai isi dokumen dalam tiga koper tersebut. Namun, langkah penyitaan ini menegaskan bahwa tidak ada lagi tempat bersembunyi bagi praktik korupsi yang berlindung di balik fasad rumah tangga biasa. Mata hukum kini tertuju pada isi koper-koper itu, yang berpotensi meruntuhkan jaringan kekuasaan lokal yang telah lama beroperasi dalam kegelapan.

Sumber : Antara

Editor: Azi

Raih Prestasi Bank BRI Cabang Duri Terima Penghargaan Dari KPNL Dumai

Duri, JURNAL TIPIKOR – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Dumai menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Seroja Awards KPKNL Dumai Tahun 2026 di Ballroom The Zuri Hotel Dumai.

Pada kesempatan itu, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Duri Bengkalis Riau, kembali meraih prestasinya dan menerima langsung Piagam Penghargaan Seroja Awards 2026 tersebut dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Dumai.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pemerintahan Kota Dumai, sejumlah instansi BUMN, serta mitra kerja wilayah Dumai, mitra kerja dari Bengkalis, mitra kerja dari Siak, mitra dari Rokan Hilir, Bank BRI Selatpanjang serta mitra kerja dari Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.

Baca juga Tampil Indah, Kantor Perumda AM TJM Cabang Cikembar Selesai Berbenah

Setelah menerima Piagam Penghargaan Seroja Awards 2026 dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Dumai, Branch Office Bank Rakyat Indonesia Cabang Duri Eka Marvianda menyampaikan ungkapan rasa syukurnya, bahwa dalam aktivitasnya Bank BRI Duri telah dirasakan kemudahan bertransaksi oleh segenap masyarakat Kota Duri untuk mendongkrak ekonomi di akar rumput.

“Penghargaan Prestasi Seroja Awards 2026 ini juga didapatkan tidak terlepas dari atas hasil kerja keras seluruh karyawan pegawai Bank BRI Cabang Duri yang di apresiasi langsung oleh KPKNL Dumai, Prestasi ini juga bukanlah sebuah kebanggaan semata, namun harus menjadi cambuk motivasi bagi seluruh insan BRI Cabang Duri untuk lebih lagi meningkatkan profesionalismenya serta harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Duri dalam meningkatkan transaksi di akar rumput.

Melalui penghargaan ini, menjadi bukti bahwa telah terjalin kolaborasi komunikasi bersinergi yang baik antara Bank BRI Duri dengan KPKNL Dumai dalam mendukung pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Baca juga BPKP: Hadiah Rp50 Juta Tangkap Begal, Solusi Berani atau Bukti Negara Mulai Menggeser Tanggung Jawabnya?

Kepala Kantor KPKNL Dumia dalam kesempatan ini juga mengucapkan selamat kepada bapak Pandu dari selat panjang, bapak Eka Marvianda dari Bank BRI Cabang Duri, bapak Syaharizan dumai yang telah meraih prestasi Piagam Penghargaan Seroja Awards 2026 dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai.(*)

Tampil Indah, Kantor Perumda AM TJM Cabang Cikembar Selesai Berbenah

Sukabumi,jurnaltipikor.com,-Wajah baru kini terlihat di Kantor Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AM TJM) Cabang Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Setelah melalui proses pembenahan, kantor pelayanan tersebut kini tampil lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi pelanggan,Jum’at (24/07/2026).

Revitalisasi kantor cabang ini dilakukan sebagai upaya Perumda AM TJM untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan di wilayah Cikembar dan sekitarnya.

Dengan tampilan gedung yang diperbarui, area pelayanan yang lebih tertata, serta fasilitas pendukung yang dipercantik, diharapkan masyarakat akan semakin nyaman saat datang untuk membayar rekening, mengurus administrasi, maupun menyampaikan keluhan terkait layanan air bersih.

“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik. Dengan kantor yang bersih dan indah, pelanggan juga akan merasa lebih nyaman saat datang ke kantor cabang Cikembar,” ujar perwakilan manajemen Perumda AM TJM.

Baca juga BPKP: Hadiah Rp50 Juta Tangkap Begal, Solusi Berani atau Bukti Negara Mulai Menggeser Tanggung Jawabnya?

Selain perbaikan fisik gedung, pembenahan ini juga diiringi dengan peningkatan kedisiplinan dan keramahan petugas dalam melayani pelanggan.

Masyarakat Cikembar pun menyambut baik perubahan tersebut. Kehadiran kantor yang tampil indah dinilai mencerminkan profesionalitas Perumda AM TJM sebagai BUMD penyedia air bersih di Kabupaten Sukabumi.

Perumda AM TJM berharap, dengan wajah baru Kantor Cabang Cikembar ini, dapat semakin mendekatkan diri kepada pelanggan dan mendorong peningkatan kepuasan serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum.

(Rama)