Prabowo “Pinang” Australia: Perkuat Guru Indonesia demi Revolusi Pendidikan di Sekolah Baru

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2), Presiden Prabowo secara terbuka mengundang Australia untuk terlibat langsung dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Presiden menegaskan bahwa para pengajar yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas tersebut nantinya akan ditempatkan di jaringan universitas dan sekolah-sekolah baru yang saat ini tengah masif dibangun di seluruh penjuru tanah air.

“Saya mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar,” tegas Presiden Prabowo dalam sesi pernyataan bersama.

Baca juga Misi Amankan GBLA! Beckham Putra Siap ‘Bakar’ Semangat Persib Tumbangkan Malut United

Sinergi SDM: Dari Beasiswa hingga Ekspor Tenaga Terampil

Selain fokus pada guru, Presiden Prabowo mengapresiasi keberlanjutan program Australia Awards Garuda Scholarship yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun fondasi SDM yang tangguh.

Namun, kerja sama ini tidak berjalan satu arah. Presiden Prabowo juga menawarkan solusi bagi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia dengan mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements (MRA).

Dengan kesepakatan sertifikasi profesi yang diakui kedua belah pihak, profesional Indonesia diharapkan dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Australia.

Baca juga Penyaiapan Pembukaan TMMD Ke-127, Perwira Operasi Kodim 0607/Kota Sukabumi Pimpin Apel Pagi

Diplomasi Tetangga Dekat

Pertemuan ini menjadi bukti nyata semakin eratnya hubungan Jakarta-Canberra. PM Anthony Albanese menekankan bahwa intensitas kunjungannya ke Indonesia mencerminkan kedekatan yang tidak sekadar tetangga geografis, namun sebagai sahabat strategis.

Meskipun jadwal kenegaraan PM Albanese sangat padat, kehadirannya di Istana Merdeka disambut hangat oleh Presiden Prabowo, yang sebelumnya menyampaikan permohonan maaf karena kendala teknis tidak dapat menyambut langsung di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada hari sebelumnya.

“Terima kasih, Perdana Menteri, sudah datang ke sini hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ucap Presiden menutup pertemuan.

(Red)

 

Misi Amankan GBLA! Beckham Putra Siap ‘Bakar’ Semangat Persib Tumbangkan Malut United

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Gelandang lincah PERSIB, Beckham Putra Nugraha, memastikan dirinya dan seluruh punggawa Pangeran Biru dalam kondisi “siap tempur” menghadapi tantangan berat dari Malut United. Duel pekan ke-20 Super League 2025/26 ini akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat, 6 Februari 2026, pukul 19.00 WIB.

Menghadapi tim papan atas, Beckham menegaskan bahwa persiapan tim sejauh ini berjalan tanpa kendala. Pemain bernomor punggung 7 ini berharap tetesan keringat di sesi latihan dapat dikonversi menjadi poin penuh di hadapan publik sendiri.

“Semoga di pertandingan besok kami bisa bermain maksimal karena ini laga yang sulit,” ujar Beckham dalam sesi konferensi pers jelang laga, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca juga Penyaiapan Pembukaan TMMD Ke-127, Perwira Operasi Kodim 0607/Kota Sukabumi Pimpin Apel Pagi

Waspadai Kekuatan 4 Besar

Beckham tidak menampik bahwa Malut United bukanlah lawan sembarangan. Berada di posisi 4 Besar klasemen sementara menjadi bukti nyata kualitas materi pemain dan kolektivitas tim lawan yang harus diwaspadai.

Namun, bagi pemain asli jebolan diklat PERSIB ini, tidak ada kata gentar di rumah sendiri.

Faktor ‘Pemain Ke-12’

Selain kesiapan teknis, Beckham menyoroti peran krusial Bobotoh. Baginya, gemuruh suara dari tribun GBLA adalah suntikan energi yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

  • Laga: PERSIB vs Malut United
  • Waktu: Jumat, 6 Februari 2026 | 19.00 WIB
  • Lokasi: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)

“Jadi kami harus lebih siap. Dengan dukungan pemain kedua belas (Bobotoh), semoga kami bisa mendapatkan hasil yang bagus dan meraih kemenangan,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

(Red)

Penyaiapan Pembukaan TMMD Ke-127, Perwira Operasi Kodim 0607/Kota Sukabumi Pimpin Apel Pagi

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-TMMD ke-127 Tahun 2026 akan dilaksanakan di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sebagai wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga desa.
Jum"at(06/02/2026)

Pasiops Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kapten Inf Darkina Iman Saputra, memimpin apel pagi dalam rangka penyiapan pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung menjelang pembukaan TMMD yang dijadwalkan pada 10 Februari 2026.

Apel pagi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat agar pelaksanaan pembukaan TMMD dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dalam arahannya, Kapten Inf Darkina Iman Saputra menekankan pentingnya disiplin, koordinasi, serta tanggung jawab setiap personel dalam mendukung suksesnya kegiatan TMMD.

Baca juga Bupati Sukabumi Hadiri Puncak Peringatan Harlah 1 Abad NU,

Dengan dilaksanakannya apel kesiapan ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan pembukaan TMMD ke-127 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Untuk sasaran TMMD ke 127 di wilayah Kabupaten Sukabumi bertempat Desa Parakan lima Kecamatan Ci Kembar, Adalah pembangunan Fisik dan berupa kegiatan non fisik diantaranya dari wawasan kebangsaan kemudian keagamaan dan peternakan serta pertanian

(Rama)

Bupati Sukabumi Hadiri Puncak Peringatan Harlah 1 Abad NU,

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU yang berlokasi di Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (04/02/2026).

Peringatan satu abad NU tersebut mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia untuk Sukabumi Mubarakah”.

Kegiatan ini dihadiri anggota NU dari berbagai tingkatan, mulai dari ranting desa dan kelurahan hingga pengurus kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Bupati Sukabumi Resmikan Masjid Al Walidain Panyindangan Padabeunghar Jampang Tengah

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya anggota Komisi VII DPR RI, Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, perwakilan instansi vertikal, para kiai, serta tokoh agama dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, KH. E.S. Mubarok, menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam membangun Sukabumi yang mubarakah.

“Ini merupakan momentum kebersamaan pemerintah dan NU. Hari ini kita bersama-sama menunjukkan Sukabumi yang mubarakah, NU yang maju, ulama yang bersatu,” ujarnya.

Baca juga Gelar Reses I Tahun 2026, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi “Reses Bukan Hanya Seremonial, Tapi Menyerap Kebutuhan Masyarakat”

KH. E.S. Mubarok menegaskan NU akan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, NU memiliki lebih dari 1000 kader aktif di berbagai bidang yang siap berkontribusi untuk pembangunan Sukabumi.

“NU akan selalu bersama pemerintah yang baik, jujur, dan peduli kepada masyarakat. Kami, para alim ulama, siap menjadi garda terdepan mendukung kemajuan Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, menekankan konsep Sukabumi Mubarakah yang berpijak pada lima pilar utama, yakni ibadah, amanah, mahabbah, harokah, dan jamaah atau kebersamaan.

Baca juga Gelorakan Nasionalisme: Komunitas Peci Hitam Siap Menjadi Benteng Ideologi Bangsa di Bawah Panji Prabowo!

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Drs. H Asep Japar, M.M.,mengajak seluruh kader NU untuk terus berperan aktif mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan sosial kemasyarakatan.

“NU memiliki peran strategis sebagai penjaga persatuan umat. Peringatan satu abad ini harus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Rangkaian acara puncak Harlah 1 Abad NU Kabupaten Sukabumi diisi dengan tabligh akbar dan tausiyah oleh Ustaz Roma Muda, penampilan kreasi santri IPPNU Kabupaten Sukabumi, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada 10 panti jompo dan anak yatim oleh Ketua PCNU bersama Bupati Sukabumi dan jajaran.

(Rama)

Bupati Sukabumi Resmikan Masjid Al Walidain Panyindangan Padabeunghar Jampang Tengah

Sukabumi, Jurnaltiikor.com,-Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., meresmikan Masjid Al Walidain yang berlokasi di Kampung Panyindangan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (05/02/2026).

Masjid Al Walidain dibangun oleh Babah Nafea Sulami M Alhejaili bersama warga sekitar dan berada di tengah perkampungan dengan ukuran 15 x 15 meter persegi.

Camat Jampangtengah, Chaerul Ihwan mengatakan, Babah Nafea telah membangun dua masjid besar di Desa Padabeunghar. Bahkan jarak peresmiannya tidak berselang lama.

“Terdapat dua pembangunan masjid yang donatur besarnya Babah Nafea di Desa Padabeunghar. Kedua masjid tersebut diresmikan langsung Pak bupati. Masjid pertama yang dibangun 2025 lalu, diresmikan Bupati di era Pak Marwan. Sekarang Masjid Al-Walidain diresmikan Pak Asep Japar,” ujarnya.

Baca juga Gelar Reses I Tahun 2026, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi “Reses Bukan Hanya Seremonial, Tapi Menyerap Kebutuhan Masyarakat”

Menurutnya, keberadaan masjid ini merupakan sebuah anugrah bagi masyarakat. Apalagi masjid yang dibangun megah ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan beribadah. Termasuk tarawih selama Ramadhan.

“Masjidnya telah bagus, mari kita makmurkan dan rawat dengan sebaik mungkin,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M.,mengajak warga untuk memakmurkan masjid dengan kegiatan keagamaan. Selain itu masjid juga bisa dipakai untuk kepentingan pendidikan, sosial, dan ilmu pengetahuan sehingga masjid menjadi fondasi peradaban umat.

“Dengan mengedepankan masjid sebagai fondasi peradaban dunia, dapat menjadi pengingat kepada Allah SWT dalam semua aspek kehidupan. Sehingga terhindar dari berbagai perilaku yang menyimpang,” pungkasnya.

(Rama)

Gelar Reses I Tahun 2026, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi “Reses Bukan Hanya Seremonial, Tapi Menyerap Kebutuhan Masyarakat”

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., dalam reses masa sidang I Tahun 2026, menyampaikan bahwa reses merupakan sebuah ruang strategis untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat bukan sekedar kegiatan seremonial, Kamis (05/02/2026).

Salah satu bukti nyata tersebut ialah pembangunan jembatan cibodas penghubung desa Kecamatan Curugkembar dan Desa Banjarsari Kecamatan Cidadap yang masuk dalam program APBD tahun 2026.

"Alhamdulillah, aspirasi masyarakat di tahun 2025 dapat direalisasikan melalui APBD ditahun 2026 yaitu pembangunan jembatan cibodas penghubung desa Kecamatan Curugkembar dan Desa Banjarsari Kecamatan Cidadap," ucapnya.

Baca juga KARDUS HARAM DI PARKIRAN HOTEL: KPK Bongkar Skandal Restitusi Pajak Rp48 Miliar di Banjarmasin

Lanjutnya, reses merupakan instrumen penting bagi DPRD untuk mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Seperti, jembatan Cibodas yang memiliki peran vital sebagai infrastruktur penghubung antar wilayah yang tahun lalu diusulkan saat reses dan ditahun 2026 ini akan direalisasikan.

“Semoga dengan dibangunnya jembatan Cibodas, akan mampuh memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat dalam menjalankan aktifitas warga,” harapnya.

Budi Azhar mengatakan, bahwa dirinya akan mengawal penuh proses pelaksanaan pembangunan khususnya jembatan cibodas agar berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta transparan. Ia pun mengajak masayrakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar program yang telah dianggarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal.

“Realisasi aspirasi ini adalah amanah dari masyarakat yang harus dijaga dan kami akan mengawal penuh,” tegasnya.

Baca juga Gelorakan Nasionalisme: Komunitas Peci Hitam Siap Menjadi Benteng Ideologi Bangsa di Bawah Panji Prabowo!

Budi Azhar optimistis, bahwa pembangunan Jembatan Cibodas akan berjalan dengan lancar dan dapat memberikan manfaat jangka panjang khususnya bagi warga Curugkembar, Cidadap, dan sekitarnya.

“Mohon do”a nya, semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran dalam prosesnya,” pungkasnya.

(Rama)

KARDUS HARAM DI PARKIRAN HOTEL: KPK Bongkar Skandal Restitusi Pajak Rp48 Miliar di Banjarmasin

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono (MLY), sebagai tersangka atas dugaan penerimaan gratifikasi sebesar Rp800 juta.

Uang panas tersebut diduga merupakan “pelicin” atas pengabulan permohonan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) senilai puluhan miliar rupiah.

Kronologi “Uang Kardus” di Parkiran

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep G. Rahayu, mengungkapkan bahwa praktik lancung ini bermula saat Mulyono menyetujui klaim restitusi PPN senilai Rp48,3 miliar yang diajukan oleh PT Buana Karya Bhakti.

Baca juga Permainan Restitusi Pajak Terbongkar: KPK Seret Kepala KPP Madya Banjarmasin ke Jeruji Besi!

Sebagai imbalan, Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti, Venasius Jenarus Genggor (VNZ), menyerahkan uang tunai dalam kemasan yang tidak mencolok guna mengelabui petugas.

“Kepada MLY, VNZ memberikan uang Rp800 juta yang dibungkus dalam kardus di area parkir salah satu hotel di Banjarmasin,” ujar Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/2/2026).

Modus Pencairan Fiktif

Penyidikan KPK mengungkap bahwa uang suap tersebut bersumber dari skema pencairan fiktif sebesar Rp1,5 miliar yang dilakukan oleh pihak perusahaan pasca-restitusi dikabulkan.

Dana tersebut kemudian “dikeroyok” oleh para tersangka dengan rincian sebagai berikut:

  • Mulyono (MLY): Menerima Rp800 juta.
  • Dian Jaya Demega (DJD): Anggota tim pemeriksa KPP Madya Banjarmasin, menerima Rp200 juta (dipotong “fee” 10% oleh VNZ, sehingga menerima bersih Rp180 juta).
  • Venasius Genggor (VNZ): Menikmati bagian sebesar Rp520 juta.

Baca juga Gelorakan Nasionalisme: Komunitas Peci Hitam Siap Menjadi Benteng Ideologi Bangsa di Bawah Panji Prabowo!

Hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Penetapan tersangka ini merupakan kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026.

Dalam operasi tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan Mulyono dan pihak swasta terkait proses restitusi pajak di sektor perkebunan. Kini, ketiga tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

KPK menegaskan akan terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rantai korupsi birokrasi perpajakan ini.

(AZI)

Permainan Restitusi Pajak Terbongkar: KPK Seret Kepala KPP Madya Banjarmasin ke Jeruji Besi!

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono (MLY), sebagai tersangka utama dalam skandal dugaan korupsi pengajuan restitusi pajak.

Langkah tegas ini diambil menyusul Operasi Tangkap tangan (OTT) yang digelar tim penyidik di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Rabu (4/2).

Dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa praktik lancung ini melibatkan kongkalingkong antara oknum otoritas pajak dan pihak swasta untuk mengeruk keuntungan dari pengembalian kelebihan pajak (restitusi).

Baca juga Segel Resmi Terpasang, Satpol PP Amankan Aset dan Nasib 711 Satwa Kebun Binatang Bandung!

Tiga Tersangka dalam Pusaran Korupsi

KPK menetapkan tiga orang tersangka yang memiliki peran krusial dalam perkara ini:

  • MLY (Mulyono): Kepala KPP Madya Banjarmasin (Penerima).
  • DJD (Dian Jaya Demega): Fiskus/Anggota Tim Pemeriksa KPP Madya Banjarmasin (Penerima).
  • VNZ (Venasius Jenarus Genggor): Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (Pemberi).

“KPK telah menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan. Para tersangka diduga kuat melakukan transaksi haram terkait proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan,” tegas Asep Guntur Rahayu, Kamis (5/2).

Konstruksi Perkara dan Jeratan Hukum

Para tersangka diduga memanipulasi proses pemeriksaan pajak agar pengajuan restitusi PT BKB dapat berjalan mulus dengan imbalan gratifikasi.

Atas perbuatannya, penyidik menerapkan pasal berlapis:

  • Penerima (MLY & DJD): Disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan b UU No. 31/1999 (sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001) tentang Pemberantasan Tipikor, serta Pasal 606 ayat (2) UU No. 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana.
  • Pemberi (VNZ): Disangkakan melanggar Pasal 605 dan Pasal 606 ayat (1) UU Penyesuaian Pidana.

Baca juga Gelorakan Nasionalisme: Komunitas Peci Hitam Siap Menjadi Benteng Ideologi Bangsa di Bawah Panji Prabowo!

Penahanan Langsung

Guna kepentingan penyidikan dan mencegah upaya penghilangan barang bukti, KPK langsung melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka.

  • Masa Penahanan: 20 hari pertama (5 Februari – 24 Februari 2026).
  • Lokasi: Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

KPK menyayangkan masih terjadinya praktik korupsi di sektor penerimaan negara yang melibatkan pejabat publik.

Lembaga antirasuah memastikan akan terus mendalami aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat restitusi pajak ini.

Sumber : Antara

Editor: Azi

Segel Resmi Terpasang, Satpol PP Amankan Aset dan Nasib 711 Satwa Kebun Binatang Bandung!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Menindaklanjuti keputusan krusial dari pusat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bergerak cepat melakukan pengamanan dan penyegelan sejumlah akses masuk Kebun Binatang Bandung pada Kamis, 5 Februari 2026.

Langkah tegas ini diambil demi menyelamatkan Barang Milik Daerah (BMD) serta menjamin keberlangsungan hidup ratusan satwa pasca dicabutnya izin lembaga konservasi oleh Kementerian Kehutanan dua hari lalu.

Kolaborasi Lintas Sektor di Garis Depan

Operasi pengamanan ini tidak dilakukan sendirian. Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan kerja kolaboratif yang melibatkan unsur Forkopimda, Brimob, BKAD, Bagian Hukum Pemkot Bandung, hingga tokoh masyarakat dan komunitas pecinta satwa.

“Kami hari ini bekerja secara kolaboratif. Alhamdulillah, semua berjalan kondusif dengan pengawalan dari berbagai pihak, termasuk yayasan pengelola dan polisi hutan,” ujar Bambang di lokasi.

Baca juga Gelorakan Nasionalisme: Komunitas Peci Hitam Siap Menjadi Benteng Ideologi Bangsa di Bawah Panji Prabowo!

Penyegelan Strategis: Akses Ditutup, Kesejahteraan Satwa Tetap Utama
Dalam operasi tersebut, Satpol PP menutup total akses publik guna sterilisasi aset. Namun, Pemkot Bandung memastikan aspek teknis perawatan satwa tidak terganggu:

  • Pintu Utama & Pintu Samping: Disegel sepenuhnya dan dijaga ketat.
  • Akses Darurat: Satu pintu kecil tetap difungsikan khusus untuk jalur teknis, pengiriman pakan, dan akses para pekerja pemelihara satwa.

Siaga 24 Jam demi 711 Nyawa

Pasca pencabutan izin oleh Kementerian Kehutanan per 3 Februari 2026, seluruh aset di kawasan tersebut kini resmi di bawah tanggung jawab Pemkot Bandung.

Fokus utama bukan hanya soal bangunan, melainkan nasib 711 ekor satwa yang ada di dalamnya.

Untuk memastikan keamanan maksimal, Satpol PP menerapkan sistem pengamanan berlapis:

  • Penjagaan 24 Jam: Personel disiagakan tanpa henti.
  • Sistem 3 Sif: Pembagian tugas piket untuk memastikan tidak ada celah keamanan.
  • Jaminan Perawatan: Memastikan distribusi pakan dan kesejahteraan satwa tetap berjalan normal di bawah pengawasan bersama.

“Satwa di sini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita pastikan mereka tetap mendapatkan perawatan dan pakan dengan baik. Satpol PP akan siaga 24 jam menjaga aset dan makhluk hidup di dalamnya,” tegas Bambang.

Baca juga Budi Azhar Mutawali, S.IP., Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar Dapil V Gelar Reses I Tahun 2026

Menuju Pola Pengelolaan Baru

Langkah pengamanan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi tata kelola kebun binatang yang lebih legal dan profesional ke depannya.

Bambang Sukardi berharap sinergi lintas lembaga ini terus solid hingga pimpinan daerah menetapkan kebijakan pengelolaan baru.(*)

Benteng Terakhir Identitas Bangsa: Komunitas Peci Hitam Siap Guncang Indonesia dari Kota Kembang!

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Di saat arus globalisasi mulai melunturkan jati diri ibu pertiwi, sebuah kekuatan akar rumput resmi bangkit untuk melawan arus.

Komunitas Peci Hitam (KPH), yang telah mengantongi legalitas SK Kemenkumham sejak 3 Januari 2026, kini mulai memanaskan mesin organisasinya. Tak sekadar berkumpul, KPH membawa misi sakral: mengembalikan marwah nasionalisme yang kian tergerus zaman.

Bertempat di jantung sejarah, Kota Bandung, jajaran Pimpinan Pusat KPH terpantau melakukan rapat koordinasi maraton. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan perumusan strategi besar untuk mengobarkan kembali api kebangsaan di seluruh pelosok nusantara.

 “KPH hadir bukan untuk menambah deretan daftar Ormas di Indonesia. Kami hadir sebagai motor penggerak. Saat jiwa kebangsaan mulai memudar, kami adalah pengingat bahwa kita punya akar yang kuat,” tegas A. Tarmizi, Ketua Umum Komunitas Peci Hitam.

Animo Luar Biasa: Magnet bagi Jenderal hingga Aktivis

Meski secara administratif masih seumur jagung, gelombang dukungan terhadap KPH terbukti tak terbendung. Fenomena ini unik; tanpa gerakan lapangan yang masif sekalipun, simpati mengalir deras dari berbagai spektrum sosial.

Tarmizi mengungkapkan bahwa KPH telah menjadi wadah pertemuan lintas tokoh. “Alhamdulillah, responsnya luar biasa. Mulai dari akademisi, birokrat, aktivis, pengusaha, hingga purnawirawan TNI-Polri menyatakan kesiapan mereka berdiri bersama kami,” ujarnya saat ditemui awak media di Bandung.

Bahkan, permintaan mandat pembentukan pengurus wilayah kini telah melampaui batas Pulau Jawa. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa rakyat merindukan simbol pemersatu yang konkret dan berwibawa.

Satu Komando: Tegak Lurus dengan Visi Nasional

Saat ini, KPH tengah mematangkan struktur pusat sebagai persiapan menuju Deklarasi Nasional yang akan digelar di Kota Bandung.

Pemilihan Bandung sebagai titik tolak bukan tanpa alasan; nilai historis kota ini sebagai panggung diplomasi dunia diharapkan mampu menular pada semangat perjuangan KPH.

Pasca deklarasi, KPH berkomitmen untuk langsung “tancap gas” membentuk kepengurusan di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dengan sistem satu komando yang solid.

Tarmizi menegaskan bahwa arah perjuangan KPH sangat jelas: menjadi mitra strategis pemerintah dalam memupuk rasa cinta tanah air.

“Sesuai Manifesto kami, KPH berdiri tegak mendukung visi nasionalisme yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kami hadir untuk memastikan api cinta tanah air itu tidak padam, melainkan berkobar semakin besar di dada setiap anak bangsa,” pungkas Tarmizi.
(Her)